Laporan Keuangan Smbr 2018

0 views
Skip to first unread message

Lottie Dedinas

unread,
Aug 3, 2024, 4:03:46 PM8/3/24
to badckingterpduns

Dipimpin langsung oleh Komisaris Utama SMBR Franky Sibarani acara RUPST berjalan dengan lancar. Pada RUPST kali ini, pemegang saham secara bulat memberikan persetujuan untuk 8 mata acara, antara lain persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan audit SMBR tahun buku 2020, termasuk pengesahan laporan keuangan program kemitraan dan bina lingkungan tahun buku 2020 hingga perubahan anggaran dasar perseroan.

Dari hasil RUPST itu, terdapat perubahan susunan pengurus Perseroan dengan penambahan pengangkatan Komisaris Independen PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Chowadja Sanova. Sehingga, susunan pengurus perseroan yang baru berdasarkan keputusan RUPST Tahun Buku 2020:

Pada RUPST tersebut juga menyetujui laporan mengenai kinerja perusahaan selama tahun buku 2020. Laporan tersebut disampaikan oleh Dirut SMBR, Jobi Triananda Hasjim. Menurut dia, perseroan mampu membukukan kinerja positif dengan memaksimalkan pendapatan dengan capaian Rp1,72 triliun serta meningkatkan EBITDA menjadi Rp 416,4 Miliar atau meningkat 2% dari tahun 2019.

Perseroan mendorong upaya peningkatan pendapatan dengan mencatatkan volume penjualan semen sebesar 1,93 juta ton dan penjualan non semen lainnya seperti white clay, semen mortar, beton porous, dan lainnya. Penyumbang penjualan terbesar masih diperoleh dari penjualan semen bungkus yang tersebar pada para distributor wilayah-wilayah pemasaran Semen Baturaja.

Sebagai BUMN di wilayah Sumatera, SMBR mampu menjaga pertumbuhan penjualan untuk memenuhi demand di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung. Wilayah Sumatera memiliki pertumbuhan semen positif dengan demand yang meningkatkan volume penjualan pada tiga bulan pertama 2021 ini sebesar 22% menjadi 452.931 ton.

Perseroan optimis jika target penjualan tahun 2021 ini dapat tercapai dikarenakan adanya peningkatan APBN 2021 untuk infrastruktur sebesar 47,3% menjadi Rp414 triliun dan pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan akan meningkat 4-5%.

Selain agenda tersebut, RU{ST juga mengukuhan pemberlakuan 5 Peraturan Menteri (Permen) BUMN tentang kontrak manajemen dan kontrak manajemen tahunan Direksi BUMN; Permen BUMN mengenai pedoman pengusulan, pelaporan, pemantauan, dan perubahan penggunaan tambahan penyertaan modal negara kepada BUMN dan perseroan terbatas; Permen BUMN tentang pedoman tata cara penghapusbukukan dan pemindahtanganan aktiva tetap BUMN; Permen BUMN mengenai Program TJSL BUMN; dan Permen BUMN mengenai pedoman Kerjasama BUMN.

Langkah terpenting pada investasi saham di bursa adalah penilaian harga saham yaitu True Value atau Intrinsic Value (Nilai wajar). Buku ini memberi analisa saham Semen Baturaja di BEI secara lengkap dan rinci termasuk, analisa perusahaan, kinerja key financials, ratio keuangan, benchmarking ratio dengan US companies dan menghitung nilai wajar saham berdasarkan laporan keuangan terkini kuartal II tahun 2016 dan berikut grafik valuasi secara historis dibandingkan harga pasarnya.

Buku ini dilengkapi dengan cara membaca laporan keuangan, Parameter Keuangan Yang Terpenting Didalam Analisa Perusahaan Publik, 9 parameter utama dalam menentukan nilai wajar saham, Formula valuasi saham, Cara membaca grafik valuasi saham, Frequently asked questions dan perhitungan Nilai Wajar saham dengan beberapa metode yang sudah dikenal publik untuk Industri semen berdasarkan Laporan keuangan kuartal II tahun 2016.

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui perbedaan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan serta perbedaan karakteristik perusahaan yang menerbitkan Laporan Keberlanjutan secara terpisah dengan perusahaan yang menerbutkan Laporan Keberlanjutan menjadi satu bagian dengan Laporan Tahunan atau tidak terpisah. Metode penelitian yang digunakan adalah Studi Perbandingan Kasus pada PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk (INTP) dan PT. Semen Baturaja (Persero), Tbk (SMBR) periode 2018-2019.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa INTP yang menerbitkan Laporan Keberlanjutan secara terpisah dengan pedoman pelaporan GRI Standards 2018 dan POJK Nomor 51/POJK.03/2017 memiliki tingkat kuantitas dan kualitas pengungkapan lebih tinggi dibandingkan SMBR yang menerbItkan Laporan Keberlanjutan menjadi satu bagian dengan Laporan Tahunan atau tidak terpisah dengan pedoman pelaporan SEOJK Nomor 30/SEOJK.04/2016. Karakteristik perusahaan yang dilihat dari segi pemegang saham pengendali, kinerja perusahaan, dan penghargaan CSR yang dimiliki menunjukkan bahwa INTP merupakan perusahaan dengan saham pengendali perusahaan asing, sedangkan SMBR dengan saham pengendali pemerintahan, kemudian terkait kinerja perusahaan yang dilihat dari kinerja keuangan dan kinerja pasar, INTP memiliki kinerja keuangan dan kinerja pasar yang cukup baik dibandingkan SMBR, penghargaan yang dimiliki INTP juga menunjukkan bahwa perusahaan menyusun dan menerbitkan Laporan Keberlanjutan secara terpisah dengan sangat baik, sedangkan SMBR penghargaan yang diraih lebih berkaitan dengan aktivitas CSRnya.
Penelitian ini diimplikasikan untuk menambah informasi dan wawasan bagi perusahaan tentang pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Keterbatasan penelitian ini yaitu penelitian ini tidak meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan dalam menyusun Laporan Keberlanjutan baik secara terpisah maupun menjadi satu bagian menjadi Laporan Tahunan atau secara tidak terpisah, serta faktor yang mempengaruhi perusahaan dalam memilih model pelaporan tanggung jawab sosial dan lingkungan, sehingga untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian uji hipotesis terkait faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan dalam menyusun Laporan Keberlanjutan baik secara terpisah maupun menjadi satu bagian dengan Laporan Tahunan atau tidak terpisah, serta mampu menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi perusahaan dalam menentukan model pelaporan terkait Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.

SMBR memproduksi semen dengan jenis Semen Portland Type I dan Semen Portland Komposit dengan pabrik yang berlokasi di Baturaja dan Panjang. Saham SMBR pertama kali diperdagangkan secara publik di bursa saham melalui penawaran saham perdana pada tahun 2013 dengan jumlah saham sebanyak 9.837.678.500 lembar saham dan dana terkumpul sebanyak Rp1,30 triliun.

Di mana, kepemilikan saham SMBR dipegang oleh Pemerintah RI sebesar 75,51 persen dengan nilai Rp750 miliar dan 24,49 persen dengan nilai Rp243 miliar dipegang oleh publik. Market cap saham SMBR saat ini sebesar Rp9,49 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan di kuartal ketiga sepanjang tahun 2020, kinerja keuangan SMBR masih tertekan dengan pendapatan yang turun 19,18 persen sebesar Rp1,15 triliun dari realisasi periode sama di tahun sebelumnya mencapai Rp1,42 triliun. Sementara, kerugian bersih yang diatribusikan ke entitas induk tercatat sebesar Rp112,60 miliar.

Hal tersebut tentu berbanding terbalik dengan pencapaian perseroan di kuartal ketiga tahun 2019 yang berhasil meraih laba bersih sebesar Rp22,72 miliar. Pihak SMBR menyampaikan penyebab dari penurunan pendapatan perseroan disebabkan karena turunnya volume penjualan semen. Di mana, terjadi penurunan permintaan semen dalam skala nasional khususnya di wilayah pasar SMBR karena masa pandemi.

Hal ini disebabkan karena masyarakat yang menunda pembangunan di masa pandemi dan mengutamakan kesehatan serta pangan. Di periode September 2020, SMBR sendiri sudah menjual sebanyak 202.717 ton semen yang tumbuh 18 persen dari bulan sebelumnya. Hasil akumulasi menunjukan dalam sembilan bulan pertama tahun 2020, SMBR sudah menjual 1.29 juta ton semen, turun 15 persen dibanding periode sama di tahun sebelumnya.

Dari perbandingan rasio ini bisa disimpulkan bahwa bisnis SMBR melemah di tahun 2020 terutama pada kuartal ketiga karena masa pandemi. Di mana, ROA dan ROE yang harus minus dan menunjukkan kemampuan bisnis dalam meraih keuntungan melemah di tahun 2020. Akan tetapi, hal tersebut tampak wajar karena efek masa pandemi yang berimbas ke semua bisnis termasuk saham SMBR.

Nilai dividen yang dibagikan oleh perseroan kepada pemegang saham cenderung menurun setiap tahunnya. Hal ini seiring dengan laba perseroan yang juga menurun dari 5 tahun terakhir. Akan tetapi, bagi investor yang mengincar dividen, maka saham SMBR bisa menjadi pilihan.

Berdasarkan kinerja keuangan di tahun 2020 yang sempat tertekan karena masa pandemi, SMBR mencatatkan penjualan di sepanjang tahun 2020 sebesar 1,93 juta ton semen dan 34.000 semen putih atau white clay. Penjualan tersebut mengalami penurunan 8,53 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 2,11 juta ton dan di bawah target yang sudah ditetapkan di tahun 2020.

Penjualan sekitar 2 juta ton semen ini masih lebih baik jika dibandingkan permintaan yang menurun dalam skala nasional mencapai 10,4 persen. Di mana, menurut pihak SMBR, permintaan yang turun menyebabkan persaingan semakin ketat di pasar dan ditambah kondisi pasokan berlebih sejak 2019. Sementara untuk target SMBR di tahun 2021 adalah penjualan yang naik lebih dari 5 persen atau sama dengan proyeksi dari laju pertumbuhan penjualan semen nasional.

Pihak perseroan optimis pada periode 2021 untuk peningkatan penjualan. Walaupun masa pandemi belum berakhir, namun proyek infrastruktur kembali berjalan sehingga akan mempengaruhi permintaan semen di 2021. Kalkulasi dari target perseroan sebesar 5 persen tersebut akan membawa penjualan SMBR mencapai lebih dari 2,02 juta ton.

Untuk kinerja saham SMBR dalam seminggu terakhir di bursa saham, saat ini sedang naik turun. Dilihat dari PER dan PBV, saham SMBR berada di level minus 63,18 kali dan 2.83 kali sehingga masih butuh pertimbangan lebih bagi investor jangka pendek.

Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi.

Hal tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2023 di The East Tower Mega Kuningan, Jakarta pada Rabu (29/5).
Pembagian dividen tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp18,96 miliar. Ini menunjukkan komitmen perseroan untuk terus memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.

c80f0f1006
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages