Waalaykum salaam
afwan perhatikan lagi posting sebelumnya dimana sudah dijawab
sebenarnya
bahwa hanya boleh ada satu imam dalam satu sholat, jadi yang antum
paparkan
itu bathil dan tidak boleh dilakukan karena tidak ada tuntunan dalam
sunnah
rosul dan shahabat.
Adapun yang dibenarkan jika sholat sudah selesai kemudian ada yang
tertinggal sama sekali belum sholat kemudian satu dari jamaah yang
sudah
sholat melakukan lagi sholat berjamaah dengan niat sunnah dan menjadi
makmumnya si orang yang tertinggal itu. (Dalil hadits selengkapnya
lihat di
file audiosalaf)
Antum sebaiknya jika tertinggal sholat berjamaah maka sholatlah
sendiri
saja, atau selesaikan sholat sendiri jika antum terlambat atau masbuk
(terlepas dari ada yang membuat jamaah baru lagi atau tidak), sebab
ada juga
kisah shohih shahabat yang tertinggal sholat berjamaah kemudian ia
berbalik
arah dan sholat di rumahnya sendiri. Saran ana jangan mengikuti amalan
yang
tidak ada tuntunannya dari sunnah karena jelas syubhat dan rawan
bidah,
untuk kasus yang antum paparkan itu jelas bidah dan tidak ada
sunnahnya yang
demikian..
Hal ini juga sudah pernah ana tanyakan kepada ustadz Mundzir
hafizholloh dan
beliau juga memberikan tanggapan yang senada dengan penjelasan ana
bahwa
yang dibolehkan itu adalah yang menarik makmum yang sudah selesai
sholat
berjamah untuk membuat jamaah kedua.
BUKAN menyambung dari makmum yang masih menyempurnakan sholat ataupun
membuat jamaah baru tanpa adanya makmum yang sudah selesai sholat.
Wallohu'alam
----------
Catatan MODERATOR:
1. Tanggapan ini dikirim oleh al-Akh Hidayatulloh, dikarenakan subyek
yang terlampir terdapat TAG "SPAM" maka kami memfasilitasi 'postingan'
beliau.
2. Untuk al-Akh Hidayatulloh dapat meng-'edit'(menghilangkan) TAG
'SPAM' pada judul topik saat me-reply milis di audiosalaf.
3. Insya Alloh pada kesempatan 'update' berikutnya, kami akan
mengetengahkan kajian "Apa yang kalian lakukan jika terlambat
(mendatangi) sholat" oleh al-Ustadz Abu Karimah 'Askariy.
BarokAllohufiikum
On Nov 23, 11:29 am, "Teguh Rakhmat Wibowo" <
ninetrip...@gmail.com>
wrote:
> Assalamualaykum warahmatullah wabarakatuh
>
> sebelumnya jazakallah khoiran katsira atas jawaban2 yg ana terima,
> mungkin ana coba lebih rinci mksud dari sholat estafet itu, begini,
> jadi misalkan didalam suatu sholat berjamaah(misalkan sholat dzuhur),
> terdapat 5 orang makmum yg masbuk/terlambat mengikuti sholat
> berjamaah, mereka ikut masuk dalam sholat berjamaah misalkan pada
> rakaat ke tiga, ketika sholat berjamaah itu selesai, lima orang yg
> masbuk itu berinisiatif membentuk jamaah sholat yg selanjutnya untuk
> menyelesaikan sholat mereka, salah satu dari 5 org tersebut
> berinisiatif maju menjadi imam dan yg lainnya menjadi makmum, kemudian
> ketika mereka sedang sholat berjamah, datang tiga orang lain yang
> masuk kedalam jamaah sholat 5 orang tersebut, sehingga ketika 5 orang
> tersebut menyelesaikan sholat berjamaahnya, tiga orang tersebut
> berinisiatif melanjutkan sholat berjamaah dengan mengangkat salah satu
> dari mereka sebagai imam. hal ini ana temui di masjid2 yg jamaahnya
> Persis, yg ditanyakan, apakah cara itu dicontohkan/dibenarkan oleh
> para salafusholih?ketika ana berada dalam posisi seperti ini, apa yg
> hrs ana lakukan? ikut kedalam jamaah yg baru itu atau sendirian dalam
> menyelesaikan sholat?
>
> mohon maaf bila ada salah kata
> sekali lagi jazakallah khoiran katsira atas perhatian dan jawabannya
>
> wassalamualaykum warahmatullah wabarakatuh
>
> Pada tanggal 22/11/08, Hidayatullah Al Muwahid <
hida...@errita.co.id> menulis:
> > 2008/11/19 AUDIOSALAF <
audiosa...@gmail.com>