MAJALAH KELUARGA TIONGHOA

28 views
Skip to first unread message

Tjandra Ghozalli

unread,
Feb 5, 2013, 6:00:43 AM2/5/13
to budaya_...@yahoogroups.com, peranakan...@yahoogroups.com, tiongh...@yahoogroups.com, aspe...@googlegroups.com
Dear member,
Pers Tionghoa pernah berjaya di tahun 1900 hingga 1962 dengan terbitnya koran Sin Po dan Keng Po.
Ditambah dengan beragam penerbitan majalah seperti Star Weekly, Pancawarna, Sinpo, Liberty, Panorama, dan banyak lagi.
Pengertian pers Tionghoa adalah penerbitan yang dipimpin dan dikaryakan oleh warga Tionghoa sendiri.  Meskipun media pers ini tidak menggunakan aksara (tulisan) Mandarin, namun dari ulasan dan isinya dengan gamblang menyatakan bahwa pembaca dan penulisnya adalah warga Tionghoa.  Namun selepas tahun 1962, pemerintah RI membatasi ruang gerak pers Tionghoa. Sejumlah koran Tionghoa dipaksa berganti nama menjadi Warta Bhakti, Karya Bhakti dan sebagainya.  Juga isinya tidak lagi mewakili kebutuhan warga Tionghoa seutuhnya. 
https://lh4.googleusercontent.com/-S89ejm2XMxo/URDlOsl9R_I/AAAAAAAAAR8/nVpT5DfDe_I/s512/cover_jade-%252829-01%2529.jpg

Apalagi semasa pemerintahan Orba yang sangat mengikat pers Tionghoa.  Makanya sejak itu pemuda dan pemudi Tionghoa sudah tidak ada (atau jarang) tertarik menjadi penulis, reporter, wartawan, sastrawan media cetak.  Namun setelah era reformasi - secara perlahan namun pasti pers Tionghoa bangkit. Kini sudah ada majalah komunitas Tionghoa, majalah bisnis Tionghoa, majalah politik Tionghoa dan juga Koran koran Tionghoa, namun belum ada majalah untuk keluarga Tionghoa. Beruntung ada seorang pengusaha muda, Wisnu Wijaya yang berniat membangkitkan kembali majalah keluarga Tionghoa.  Tepat tanggal 5 Februari 2013, lahirlah majalah keluarga Tionghoa "Jade" yang isinya berkutat di sekitar kebutuhan dan hiburan yang pas bagi keluarga Tionghoa. Isinya bertepatan dengan Imlek 2564 - busana nyonya- kuliner Imlek (Hakka) - Oh My God (kisah nyata) - travel dan banyak lagi artikel yang pas bagi warga Tionghoa.  Mari kita sambut kelahiran majalah ini dengan semangat budaya dan adat istiadat Tionghoa.
Salam,
Ir.Tjandra Ghozalli
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages