THE BLUE MANSION
Setelah mengunjungi The Green Mansion, kami mengunjungi The Blue Mansion yang lokasinya di Penang juga.
The
Blue Mansion dibangun oleh Cheong Fatt Tze di tahun 1880 di jalan Leith
Street 14. Pada tahun 1856, seorang pemuda Hakka tiba di pelabuhan
Nanyang (sebutan daerah Asia Tenggara) bernama Cheong Fatt Tze yang
bekerja keras serabutan mulai dari pengambil air sungai hingga menjadi
konglomerat. Cheong beruntung punya mertua seorang saudagar yang
nantinya memperkenalkan dia ke kalangan pedagang.

Dari
para kenalan mertuanya, Cheong memulai usaha dagang, investasi,
perkebunan, dan beragam bisnis lainnya. Sebagai enterpreneur yang
bergerak di bidang komoditas lada, karet, teh, dan kopi, Cheong meraih
sukses besar. Ditambah lagi bisnis madat, beras, dan tembakau membuat
pundi pundi Cheong kian gemuk.

Selanjutnya
Cheong melakukan peralihan teknologi dari Inggris untuk membuat pabrik
gelas, kulit, dan tekstil. Cheong pula yang mengenalkan metoda tambang
timah modern, mengoperasikan kapal laut uap, membangun armada pelayaran
antara China dan Amerika Serikat.

Kemudian
tertarik dengan bisnis minuman (wine) memulai dengan Chang Yu Winery di
Yantai, Provinsi Shantung dan kini menjelma menjadi produsen minuman
terbesar di China. Cheong berambisi membangun bank Sino-American dengan
modal 10 juta dolar di tahun 1915.

Sayangnya niat mega bank ini tidak kesampaian karena Cheong Fatt Tze meninggal di 1916.
Dengan
diguidance oleh Joann Khaw, kami mengunjungi seluruh ruang yang ada di
The Blue Mansion. Gedung ini sempat menjadi losmen kelas kambing di
tahun 1960 an. Selepas perang dunia kedua, bangunan ini tidak dihuni
orang, karena tak ada yang berani menginap di rumah "hantu" ini.

Dan
mulai tahun 1961 bangunan ini menjadi tempat tinggal kumuh bagi para
pendatang. Di mana gantungan cucian baju, sepeda motor butut dari para
penghuni bertebaran di depan pintu kamar (The Mansion punya 38 kamar)
penyewa masing masing.

The
Mansion dibangun dengan memperhitungkan Feng Sui yang ketat, semisal
saluran air cemce harus dibikin berputar. Ketinggian lantai rumah
bagian belakang harus lebih tinggi dari bagian depan dan sebagainya.
Di depan The Blue Mansion terdapat lima rumah petak (rumah berdempetan)
yang fungsinya sebagai dapur (di The Blue Mansion tidak punya dapur)
dan sebagai rumah karantina.

Bagi
anggota keluarga yang sakit menular akan dikarantina di salah satu
rumah ini. Juga bagi para isteri (Cheoang punya 8 isteri) yang lagi
ngambek akan dikarantina di rumah petak ini sampai dia sembuh dari
sakit atau sembuh dari ambekan.

Bangunan ini campuran dari gaya China (Kanton), Eropa (Inggris), dan Tropis (Melayu). The Blue
Mansion memiliki 5 taman, 7 tangga, 220 jendela, dan 38 kamar besar dan kecil.

Di
sisi kiri The Blue Mansion ada kuil Tao tempat sembahyang para dewa dan
leluhur. Bagian ini tidak turut direnovasi karena tidak dijual. Saban
pagi ada seorang cicit buyut Cheong bersembahyang disana.

Restorasi
dimulai oleh Laurence Loh dan LIn Lee Loh - Lim mereka merenovasi
bangunan dan melengkapinya dengan perabot dan hiasan rumah. Renovasi
dimulai tahun 1991 dan selesai tahun 1995 dengan menghabiskan dana
hampir 60 miliar Rupiah untuk renovasi dan pembelian barang barang
seni.
Semula
para pengunjung tidak diperkenankan mengambil foto. Namun berkat izin
dari baba Daniel Selvantharan (manajer operasi) maka saya diperkenankan
mengambil foto foto di dalam bangunan ini. Demikian. Salam Tjandra Ghozalli