Mahasiswi UGM Temukan Vaksin Flu Burung Dari Mahkota Dewa
8 views
Skip to first unread message
nurwasis
unread,
Mar 3, 2011, 8:53:27 PM3/3/11
Reply to author
Sign in to reply to author
Forward
Sign in to forward
Delete
You do not have permission to delete messages in this group
Copy link
Report message
Show original message
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to asli_wong...@googlegroups.com
Mahasiswi UGM
Temukan Vaksin Flu Burung Dari Mahkota Dewa
Republika - Kamis, 3
Maret
Mahasiswi UGM Temukan Vaksin Flu Burung Dari Mahkota
Dewa
REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Artina Prastiwi (22) mahasiswa
Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta
menemukan vaksin penghambat virus H5N1 (flu burung) dalam tubuh unggas.
Vaksin yang ditemukan mahasiswi asal Nglipar, Gunungkidul ini berasal dari
ekstrak buah Mahkota Dewa yang banyak terdapat di seluruh pelosok Daerah
Istimewa Yogyakarta (DIY).
Berkat penemuannya, mahasiswi
tingkat akhir UGM ini meraih dua predikat sekaligus dana dalam lomba
penelitia yang dilakukan Masyarakat Ilmuwan dan Tehnologi Indonesia (MIPI)
di Bogor, akhir Januari 2011 lalu. Dua predikat tersebut adalah juara satu
lomba penelitian dan karya penelitian terbaik.
"Tumbuhan Mahkota
Dewa banyak terdapat di berbagai wilayah di DIY, bahkan melimpah. Selama ini
vaksin flu burung semuanya berbahan kimia. Selain mahal, itu juga berdampak
buruk pada unggas yang divaksin, sehingga saya berupaya menciptakan temuan
vaksin dari bahan herbal," paparnya saaat berbincang di UGM, Kamis
(3/3).
Menurutnya, ekstrak buah Mahkota Dewa mengandung senyawa
saponin yang berfungsi untuk menghambat perkembangan virus flu burung.
Senyawa ini dalam dosis yang tepat bisa menghambat virus mencapai 87 persen.
"Melalui beberapakali penelitian, akhirnya saya temukan dosis yang tepat
untuk menghambat virus tersebut secara efektif dalam diri unggas,"
tandasnya.
Kadar saponin yang dibutuhkan untuk menghambat
perkembangan virus tersebut adalah 10 miugram/mililiter (ml). Vaksin yang
digunakan untuk disuntikkan ke unggas sendiri hanya 0,2
ml.