Jum'at, 18
Maret 2011 - 12:09 wib
Edo Permanadhita - Okezone
TEMANGGUNG – Berawal
dari keprihatinan terhadap kelangkaan premium, Seorang guru bernama Sri Suryana
Dwi Atmaja di Temanggung Jawa Tengah berhasil membuat terobosan baru dalam
penggunan bahan bakar alternatif pada kendaraan.
Menariknya bahan bakar
tersebut mudah ditemui dimana saja, karena menggunakan energi dari gas elpiji
dengan tabung berkapasitas 3 kilogram.
Guru Sekolah Madrasah Aliyah
Negeri (MAN) Temanggung tersebut mengatakan bahwa, dengan menggunakan bahan
bakar gas elpiji pada sepeda motornya, diklaim lebih irit dan ramah lingkungan
dibanding menggunakan bahan bakar premium.
Menariknya, warga Desa
Rejosari tersebut menemukan terobosan baru yang berbeda dengan kendaraan sejenis
lainnya. Karena tetap mempertahankan karburator sebagai peranti pengabut bahan
bakar. “Jadi bila sewaktu-waktu ingin beralih kembali kepremium bisa dilakukan
dengan mudah,” ujar Suryana.
Ada beberapa penyesuaian komponen yang
dibutuhkan, agar sepeda motor tersebut dapat menggunakan bahan bakae gas elpiji.
Selain tabung gas itu sendiri, dan selang regulator, juga dibutuhkan sebuah
converter yakni alat untuk mengukur gas.
Hebatnya, converter gas tersebut
dia ciptakan sendiri. Alat tersebut juga diperlukan sebagai penyeimbang angina
yang masuk kedalam karburator.
Menurut Sri Suryana, total yang
dikeluarkan untuk melakukan eksperimen tersebut sekitar Rp2 juta. Namun setelah
menemukan settingan yang pas, pria tersebut mengklaim dapat membuat kendaraan
serupa dengan biaya lebih murah sekitar Rp1 juta.
Sri Suryana juga
menambahkan bahwa, dengan menggunakan gas elpiji ukuran 3 kilogram pada motor
nya yang bermesin 100 cc, dia mampu menempuh jarak sekitar 200 hingga 250
kilometer. Sementara jika menggunakan premium, hanya mempu menempuh jarak
sekitar 160 kilometer.
Hingga kini sudah banyak warga yang memesan untuk
dibuatkan hal serupa pada sepeda motornya. Namun Suryana belum berencana untuk
membuat secara masal, karena terbentur waktu dan belum mematenkan temuan gas
converternya.
Namun apakah aman? Suryana menjamin produk buatannya, aman
dan tidak mudah meledak, karena pembakaran terjadi diruang bakar mesin. Untuk
sementara Sri Suryana hanya memasang temuannya pada kendaraan 4 tak. Anda
tertarik?