Penelitian tentang AIR MATA kita

12 views
Skip to first unread message

nurwasis

unread,
Mar 14, 2011, 6:20:42 AM3/14/11
to asli_wong...@googlegroups.com, nurw...@gmail.com
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Dua ilmuwan pernah melakukan penelitian
disertasi tentang air mata. Kedua peneliti tersebut berasal dari Jerman
dan Amerika Serikat. Hasil penelitian kedua peneliti itu menyimpulkan
bahwa air mata yang keluar karena tepercik bawang atau cabe berbeda
dengan air mata yang mengalir karena kecewa dan sedih.

Air mata yang keluar karena tepercik bawang atau cabe ternyata tidak
mengandung zat yang berbahaya. Sedangkan, air mata yang mengalir karena
rasa kecewa atau sedih disimpulkan mengandung toksin, atau racun. Kedua
peneliti itu pun merekomendasikan agar orang-orang yang mengalami rasa
kecewa dan sedih lebih baik menumpahkan air matanya. Sebab, jika air
mata kesedihan atau kekecewaan itu tidak dikeluarkan, akan berdampak
buruk bagi kesehatan lambung.

Menangis itu indah, sehat, dan simbol kejujuran. Pada saat yang tepat,
menangislah sepuas-puasnya dan nikmatilah karena tidak selamanya orang
bisa menangis. Orang-orang yang suka menangis sering kali dilabeli
sebagai orang cengeng. Cengeng terhadap Sang Khalik adalah positif dan
cengeng terhadap makhluk adalah negatif.

Orang-orang yang gampang berderai air matanya ketika terharu mengingat
dan merindukan Tuhannya, air mata itu akan melicinkannya menembus surga.
Air mata yang tumpah karena menangisi dosa masa-masa lalu akan
memadamkan api neraka.

Hal ini sesuai dengan hadis Nabi, "Ada mata yang diharamkan masuk
neraka, yaitu mata yang tidak tidur semalaman dalam perjuangan
fisabilillah dan mata yang menangis karena takut kepada Allah."

Seorang sufi pernah mengatakan, jika seseorang tidak pernah menangis,
dikhawatirkan hatinya gersang. Salah satu kebiasaan para sufi ialah
menangis. Beberapa sufi mata dan mukanya menjadi cacat karena air mata
yang selalu berderai.

Tuhan memuji orang menangis, "Dan, mereka menyungkurkan wajah sambil
menangis dan mereka bertambah khusyuk." (QS Al-Isra' [17]:109). Nabi
Muhammad SAW juga pernah berpesan, "Jika kalian hendak selamat, jagalah
lidahmu dan tangisilah dosa-dosamu."

Ciri-ciri orang yang beruntung ialah ketika mereka hadir di bumi
langsung menangis, sementara orang-orang di sekitarnya tertawa dengan
penuh kegembiraan. Jika meninggal dunia ia tersenyum, sementara
orang-orang di sekitarnya menangis karena sedih ditinggalkan.

Tampaknya, kita perlu membayangkan ketika nanti meninggal dunia, apakah
akan lebih banyak orang mengiringi kepergian kita dengan tangis
kesedihan atau dengan tawa kegembiraan.

Jika air mata kerinduan terhadap Tuhan tidak pernah lagi terurai,
apalagi jika air mata selalu kering di atas tumpukan dosa dan maksiat,
kita perlu segera melakukan introspeksi. Apakah mata kita sudah mulai
bersahabat dengan surga atau neraka.

Red: Budi Raharjo


 
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages