You do not have permission to delete messages in this group
Copy link
Report message
Show original message
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to asli_wong...@googlegroups.com, nurw...@gmail.com
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Dua ilmuwan pernah melakukan penelitian
disertasi tentang air mata. Kedua peneliti tersebut berasal dari Jerman
dan Amerika Serikat. Hasil penelitian kedua peneliti itu menyimpulkan
bahwa air mata yang keluar karena tepercik bawang atau cabe berbeda
dengan air mata yang mengalir karena kecewa dan sedih.
Air mata yang
keluar karena tepercik bawang atau cabe ternyata tidak mengandung zat yang
berbahaya. Sedangkan, air mata yang mengalir karena rasa kecewa atau sedih
disimpulkan mengandung toksin, atau racun. Kedua peneliti itu pun
merekomendasikan agar orang-orang yang mengalami rasa kecewa dan sedih lebih
baik menumpahkan air matanya. Sebab, jika air mata kesedihan atau kekecewaan
itu tidak dikeluarkan, akan berdampak buruk bagi kesehatan
lambung.
Menangis itu indah, sehat, dan simbol kejujuran. Pada saat yang
tepat, menangislah sepuas-puasnya dan nikmatilah karena tidak selamanya
orang bisa menangis. Orang-orang yang suka menangis sering kali dilabeli
sebagai orang cengeng. Cengeng terhadap Sang Khalik adalah positif dan
cengeng terhadap makhluk adalah negatif.
Orang-orang yang gampang
berderai air matanya ketika terharu mengingat dan merindukan Tuhannya, air
mata itu akan melicinkannya menembus surga. Air mata yang tumpah karena
menangisi dosa masa-masa lalu akan memadamkan api neraka.
Hal ini
sesuai dengan hadis Nabi, "Ada mata yang diharamkan masuk neraka, yaitu mata
yang tidak tidur semalaman dalam perjuangan fisabilillah dan mata yang
menangis karena takut kepada Allah."
Seorang sufi pernah mengatakan, jika
seseorang tidak pernah menangis, dikhawatirkan hatinya gersang. Salah satu
kebiasaan para sufi ialah menangis. Beberapa sufi mata dan mukanya menjadi
cacat karena air mata yang selalu berderai.
Tuhan memuji orang
menangis, "Dan, mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka
bertambah khusyuk." (QS Al-Isra' [17]:109). Nabi Muhammad SAW juga pernah
berpesan, "Jika kalian hendak selamat, jagalah lidahmu dan tangisilah
dosa-dosamu."
Ciri-ciri orang yang beruntung ialah ketika mereka hadir di
bumi langsung menangis, sementara orang-orang di sekitarnya tertawa dengan
penuh kegembiraan. Jika meninggal dunia ia tersenyum, sementara
orang-orang di sekitarnya menangis karena sedih
ditinggalkan.
Tampaknya, kita perlu membayangkan ketika nanti meninggal
dunia, apakah akan lebih banyak orang mengiringi kepergian kita dengan
tangis kesedihan atau dengan tawa kegembiraan.
Jika air mata
kerinduan terhadap Tuhan tidak pernah lagi terurai, apalagi jika air mata
selalu kering di atas tumpukan dosa dan maksiat, kita perlu segera melakukan
introspeksi. Apakah mata kita sudah mulai bersahabat dengan surga atau
neraka.