Mumpung Bulan Ramdahlan, biasanya umat Islam semakin giat menjalankan ritual Agama di bulan Ramdhlan, terutama karena iming-iming "pahala berlipat ganda". Buat saya pribadi, kata paha.. senantiasa menimbulkan perasaan romantis dan sedikit syurr... Teringat saat Jaman remaja, dimana mulai muncul rasa ingin memberontak pada ajaran-ajaran Agama. Masih ingat ketika Kyai Kampung (guru saya) bertauziah, beliau lebih banyak memberikan tauziah pada hal-hal ringan. Salah satu yang menarik buat saya (karena sangat berbeda dengan budaya Jawa). Adab makan dalam Islam (dianjurkan oleh Muhammad SAW). Pertama adalah DUDUK, duduk mutlak disunnahkan bagi orang Islam saat Makan, ini seringkali membuat saya "terganggu" ketika menghadiri pesta perkawinan (saya Heran kata Kawin yg asli Jawa saat ini berkonotasi negatif dan orang lebih suka kata Nikah yg notabene kata import dari Arab). Dalam pesta2 di Indonesia saat ini sangat sedikit disediakan kursi. Di Banda Aceh saya masih menemukan gedung untuk pesta menyediakan cukup banyak kursi, tapi tidak lagi diJakarta.
Karena ini mbahas Jaman Nabi, sekitar 1500 tahun lalu dengan setting lokasi Mekkah dan Madinah, tidak akan ada pembahasan soal KURSI (Qursi), kebiasaan duduk di kursi ini ditularkan oleh bangsa Eropa (Belanda). Tata cara Makan Kanjeng Nabi, sudah pasti duduk. Btw duduk seperti apa yang dianjurkan, karena ternyata "bersila" saat makan salah satu cara duduk yang dilarang kanjeng Nabi, juga model duduk kaki ditekuk ke belakang (seperti duduk dalam shalat /iftidhal) juga dilarang saat makan. Masih ingat ketika pertama kali diajarkan agar makan dengan duduk "Jegang" (lihat Gambar), sesuai petunjuk kanjeng Nabi. wah kami sebagai orang Pekalongan agak risi, soalnya "jegang" ini jelas sit stylenya kelas "tukang becak". Ternyata duduk "jegang" dalam makan dianjurkan oleh Kanjeng Nabi.
Duduk Jegang ini berlaku buat lelaki dan juga perempuan (Muslimin wal Muslimat), wah enak donk kalo makan bersama.... cewek2 pada jegang (hiso nginjen), eh...jangan lupa bahwa Islam(pada masa Muhammad SAW) memberlakukan "segregasi" lekaki - perempuan, artinya perempuan dan lakli2 makan di dua tempat terpisah. Hadits tentang "semakin banyak tangan semakin berkah". Ini ternyata bukan monopoli bangsa Arab, warga Hindustan dan India (Non Muslim), memilik budaya "makan bersama" sejak dahulu kala. Saya berkeyakinan bahwa 90% bumbu-bumbu arab mengadaptasi dari India, karena Jazirah Arab tidak memiliki rempah.
Makan bersama menjadi budaya yang kemudian masuk dalam budaya Islam, suku-suku arab adalah suku-suku yang hidup komunal, setiap ada keluarga yang menikah dia wajib melakukan "sakinah" (membuat tenda secara terpisah). Bagi yang suka Jalan-jalan ke Kuala Lumpur, perhatikan bahwa semua restoran india senantiasa menyajikan makanan dengan Nampan, bila anda sendirian lebih baik jangan makan di resto India karena porsi Nasi paling kecil cukup untuk makan 4 orang.
Makan bersama saat ini masih bertahan dengan berbagai acar "buka bersama" di Indonesia. Saran untuk sebuah keluarga, usahakan sesering mungkin makan bersama, karena konon ini lebih berkah dari makan sendiri2. Dalam makan bersama, Kanjeng Nabi menyarankan untuk "bercakap - cakap" selama makan. Nah ini juga bertentangan dengan adat Jawa dimana selama makan dianjurkan "diam". Khusus Jawa Pekalongan, kalo makan bersama memang Rame selalu, boleh jadi karena pengaruh budaya Islam Arab lebih kuat di Pekalongan dbanding daerah lain. Sementara Hadits, kalo memungut makanan dengan TIGA jari, ini hanya berlaku untuk makanan sejenis Kurma, buah Zaitun dan makanan satuan, sementara saat makan Roti dan Daging Kanjeng Nabi menggunakan LIMA JARI. Tidak ada keraguan diantara para ulama bahwa menyuap makanan harus menggunakan TANGAN KANAN (bahkan untuk orang kidal sekalipun).
Untuk model rambut laki-laki, Nabi Muhammad SAW sendiri selalu gondrong, karena "adat setempat" pada masa itu salah satu simbol "kejantanan" adalah rambut gondrong. Tampaknya (dilihat dari film), Jesus (Isa), Musa (Moses), Daud (David) senantiasa digambarkan berambut gondrong. Sementara Rambut cepak diperkenalkan oleh Militer Romawi.
demikian sekilah info, untuk yang suka dalil.... dalilnya cari sendiri.
salam