Waktu Mengqodho Sholat Subuh

0 views
Skip to first unread message

Cyrille Mixtapes

unread,
Aug 5, 2024, 2:31:33 AM8/5/24
to asedravin
JAKARTAiNews.id - Cara mengqodho sholat subuh menjadi pelajaran yang perlu diketahui oleh setiap Muslim. Mengqodho sholat artinya mengerjakan sholat wajib di luar waktu sebenarnya.

Dalam kondisi tertentu, seseorang sering atau bisa saja tidak sengaja meninggalkan sholat karena berbagai hal seperti lupa, ketiduran, pingsan, dan yang lainnya. Khususnya sholat subuh yang sering sekali dilakukan tidak tepat pada waktunya karena tidak bangun saat subuh.


Dari segi waktu, mengqodho sholat harus dilakukan segera saat teringat dari lupa atau tersadar dari hilang akalnya atau pingsan, atau terbangun dari tidur. Mengqodho sholat tidak boleh ditunda-tunda dan harus dikerjakan sesegera mungkin.


Mengqodho sholat pada dasarnya dikerjakan dengan cara yang sama dengan sholat yang ditinggalkan. Sholat qodho yang dikerjakan pada waktunya disunnahkan untuk dikeraskan (jahr) bacaannya seperti sholat qodho Maghrib, Isya' dan Subuh.


Sedangkan bacaan pada sholat Dhuhur dan Ashar disunnah untuk dibaca secara lirih (sirr). Jumhur ulama di antaranya Mazhab Al-Hanafiyah, All-Malikiyah dan Al-Hanabilah sepakat bahwa jahr dan sirr dalam urusan shalat qadha mengikuti waktu asalnya.


Jadi, tetap disunnahkan untuk melirihkan bacaan pada qodho shalat Dzhuhur dan Ashar, meski keduanya diqodho pada malam hari. Begitu juga sebaliknya, disunnahkan mengeraskan bacaan pada qadha shalat Maghrib, Isya' dan Shubuh, meski pun ketiganya dilakukan pada siang hari.


Selain itu, para ulama juga sepakat bahwa prinsipnya sholat qodho karena terlupa atau ketiduran wajib dikerjakan saat ingat atau bangun. Tidak boleh ditunda atau diselingi terlebih dahulu dengan melakukan shalat yang lain.


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Azan Subuh di Indonesia bagian barat biasanya berkumandang di antara pukul 04.00 WIB-04.30 WIB. Jika seorang Muslim bangun kesiangan dan waktu sholat Subuh sudah habis, misalnya, bangun jam 07.00 WIB atau jam 08.00 WIB, apa yang harus dilakukan?


Pakar fikih, KH Ahmad Sarwat Lc, dalam buku Qadha Sholat Yang Terlewat, Haruskah? menjelaskan bahwa ibadah yang disyariatkan untuk diqadha jika telah terlewat waktunya terbagi menjadi dua macam. Qadha secara istilah dalam ibadah artinya mengerjakan ibadah yang telah keluar atau terlewat waktunya.


Maksudnya bahwa penggantian atau qadha boleh dilakukan kapan saja, tanpa harus terikat dengan waktu atau jadwal tertentu. Jadi, kapan saja bisa dilakukan qadha. Di antaranya adalah hewan udhiyah (hewan sembelihan seperti unta, sapi dan kambing pada hari Idul Adha dan hari-hari tasyrik), dan sholat lima waktu yang ditinggalkan.


Tapi tidak semua orang yang meninggalkan sholat diwajibkan untuk mengqadha sholatnya. Hanya orang-orang tertentu saja yang diwajibkan. Sebagian lainnya memang tidak diperintah untuk mengqahda sholat yang ditinggalkan karena satu dan lain hal.


Jumhur ulama sepakat bahwa mereka yang berkewajiban untuk mengerjakan qadha sholat adalah orang yang meninggalkan sholat karena terlupa, tertidur, terhambat dengan sesuatu hal atau karena sengaja meninggalkannya.


Hal ini tidak hanya melibatkan ritual ibadah, tetapi juga mencerminkan disiplin diri, kesadaran spiritual, dan tanggung jawab terhadap tugas agung sebagai seorang Muslim yang taat. Maka dari itu, menjalankan sholat lima waktu bukanlah sekadar rutinitas, melainkan wujud pengabdian yang kokoh dalam mengukuhkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT di tengah dinamika kehidupan.


Rasulullah SAW bersabda: Jika salah seorang dari kalian tidak sholat karena tertidur, atau karena lupa, maka sholatlah (qodho) tatkala teringat, sesungguhnya Allah SWT berfirman: "dirikanlah Sholat untuk mengingatku." (HR. Muslim).


Dikutip dari buku Tuntunan Bersuci Dan Sholat: Madzhab Imam Asy Syafi'i oleh Humaidi Al-Faruq, arti dari qodho sholat adalah perbuatan untuk menunaikan sholat di luar batas waktunya. Meski sudah lewat dari waktunya, seorang muslim yang baik harus tetap menunaikan kewajiban sholat.


Sholat subuh adalah sholat yang ditunaikan sebelum terbitnya fajar. Pada waktu ini, beberapa orang seringkali masih tertidur lelap sehingga melewatkan waktu Sholat Subuh. Namun, umat muslim bisa menggantinya dengan cara mengqodho Sholat Subuh.


اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا


Nah, itulah dia pembahasan lengkap mengenai cara mengqodho Sholat Subuh yang bisa kamu lakukan jika melewatkan waktu Sholat Subuh. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk membantumu beribadah kepada Allah SWT.


Setiap muslim wajib mendirikan sholat fardhu sesuai waktu yang telah ditentukan. Perintah sholat termaktub dalam beberapa ayat dalam Al Quran. Salah satunya pada surat Al Isra ayat 78. Allah SWT berfirman:


اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا - ٧٨


Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa apabila melewatkan waktu sholat atas ketidaksengajaan, seperti tertidur, maka wajib untuk mengganti atau mengqodhonya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:


Syeikh Abdurrahman Al-Jaziri dalam Kitab Sholat Empat Mazhab menjelaskan, mengqodho sholat fardu yang tertinggal wajib dilakukan dengan segera, baik tertinggal karena suatu uzur yang tidak sampai menggugurkan solat maupun tertinggal sama sekali tanpa ada uzur apapun.


Adapun, uzur yang membolehkan dalam menunda sholat sebagaimana kesepakatan pendapat imam mazhab Maliki, Hambali, dan Hanafi antara lain tidur, lupa, dan tidak sadar dengan masuknya waktu sholat sekalipun hal tersebut timbul karena lalai.


Mengqodho sholat subuh dilakukan sebagaimana sholat subuh pada umumnya. Hanya saja ada perbedaan dalam niat yang dibaca. Imam Muslim dalam kitab Shahihnya meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah tertinggal untuk mengerjakan sholat subuh.


Ketika itu beliau SAW dan para sahabat lainnya dalam perjalanan pulang dari perang Khaibar. Lalu, mereka bermalam dan tertidur tanpa sengaja (ketiduran), meskipun beliau telah memerintahkan Bilal bin Rabah untuk berjaga. Mereka bangun ketika matahari terbit dan cukup tinggi posisinya.


Merdeka.com - Cara mengqodho sholat wajib diketahui oleh setiap umat Islam. Melihat kedudukan sholat fardhu begitu penting dalam prosesi ibadah. Apalagi di akhirat kelak, sholat menjadi yang pertama dihisab (perhitungan). Baca ayat suci Alquran di sini.


Sholat fardhu yang terlewat waktu, bisa dikerjakan dengan niat qodho sholat. Keringanan yang diberikan Allah, saat hamba-Nya terlupa atas ketidaksengajaan. Atau ada halangan berat, hingga harus mengganti sholat di waktu berikutnya.


Ketika Nabi SAW terbangun ternyata matahari sudah terbit, maka beliau pun bersabda: "Wahai Bilal, mana bukti yang kau ucapkan!" Bilal menjawab: "Aku belum pernah sekalipun merasakan kantuk seperti ini sebelumnya." Beliau lalu bersabda:


Wahai Bilal, berdiri dan adzanlah (umumkan) kepada orang-orang untuk shalat!" kemudian beliau SAW berwudhu, ketika matahari meninggi dan tampak sinar putihnya, beliau pun berdiri melaksanakan shalat." (HR. Al-Bukhari)


Dilansir dari NU online, jumhur ulama, sebagaimana dicatat oleh Imam Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid, menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat itu 'berdosa'. Bahkan pendapat mazhab lain, hukum meninggalkan sholat secara sengaja bisa berstatus kafir.


"Sesungguhnya ketiduran bukan termasuk menyia-nyiakan sholat. Yang disebut menyia-nyiakan sholat adalah mereka yang menunda sholat, hingga masuk waktu sholat berikutnya. Siapa yang ketiduran hingga telat sholat maka hendaknya dia mengerjakannya ketika bangun." (HR. Muslim)


Bacaan lafal niat, sebenarnya bisa menggunakan bacaan niat sesuai sholat fardhu yang terlewat. Lalu, apabila sholat yang ditinggalkan lebih dari satu. Maka setelah salam, kembali berdiri untuk mengqodho sholat selanjutnya.


Malam kerja keras hingga begadang, lalu bangun shalat subuh kesiangan yang menyebabkan tidak lengkapnya sholat lima waktu. Kalau begitu kira-kira bagaimana hukumnya, ya? Lalu, sebenarnya jam berapa batas waktu sholat subuh? Simak pertanyaan dan jawabannya pada uraian di bawah ini!


Bagi orang yang tertidur, tidak bangun di waktu subuh hingga matahari terbit, maka tatkala bangun ia harus segera melaksanakan shalat subuh. Dalam hal ini, ia tidak berdosa. Sebab, keterlambatannya untuk melaksanakan shalat bahkan hingga keluar waktunya bukan karena unsur kesengajaan.


Hal ini pernah terjadi pada diri Rasulullah SAW. Suatu ketika Rasulullah SAW sedang dalam perjalanan. Ketika malam, beliau saw dan para sahabat tertidur hingga matahari terbit. Seketika itu, Beliau SAW memerintahkan Bilal untuk adzan dan iqamah. Akhirnya, Rasul SAW dan para sahabat shalat subuh di kala matahari telah terbit.Ketika ada unsur kesengajaan meninggalkan shalat, bertaubatlah dan segera qadha shalat

Bagi orang yang ketiduran dan ada unsur kesengajaan. Sebenarnya ia telah terbangun di waktu shalat subuh. Hanya saja, karena rasa malas dan terasa berat, ia tidur kembali sampai matahari terbit. Jadi, ada unsur kesengajaan.


Sebagian besar para ulama berpandangan bahwa ia berkewajiban untuk mengqadha shalatnya. Hendaklah dirinya segera melaksanakan shalat ketika bangun. Di samping itu, ia harus bertaubat kepada Allah SWT karena telah sengaja meninggalkan shalat tatkala telah tiba waktunya. Bagaimanapun juga, meninggalkan shalat secara sengaja termasuk dosa besar. an nisa


Waktu shalat subuh yang utama dimulai usai berkumandang adzan dari terbit fajar shadiq, yaitu fajar kedua hingga sebelum masuknya waktu matahari terbit (syuruq) sebagai batas akhir shalat subuh. Subuh berakhir saat sudah masuk waktu matahari terbit.


Fajar shadiq (fajar nyata) adalah sebuah cahaya yang terlihat pada waktu subuh sebagai batas antara akhir malam dengan permulaan pagi. Melansir dari NU Online, fajar shadiq adalah cahaya tipis yang posisinya horizontal terhadap ufuk dan bertambah terang seiring waktu. Itulah yang menentukan awal waktu sholat subuh.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages