Pelajar Indonesia yang berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari.
Dunia pendidikan saat ini masih menghadapi tantangan yaitu Degradasi moral. Riset yang dilakukan KPAI menemukan fakta bahwa pada tahun 2018 terjadi kenaikan kasus pelajar tawuran di Indonesia sejumlah  1,1%. Sementara itu, berdasarkan data KPAI bahwa pada tahun 2020, banyaknya kasus bullying menambah catatan masalah anak (KPAI, 2020). Fenomena tersebut menggambarkan bahwa perilaku dan karakter bangsa yang menyimpang marak terjadi sehingga perlu diciptakan kesadaran untuk menanamkan karakter. Karakter bangsa yang baik perlu dibentuk dan dibina sebagai upaya untuk meningkatkan SDM. Oleh sebab itu, pendidikan karakter menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan. Salah satu pendidikan karakter adalah melalui Profil Pelajar Pancasila. Profil Pelajar Pancasila telah dijadikan sebagai salah satu visi dan misi dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Dalam kegiatan proyek ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari tema-tema atau isu penting sehingga peserta didik bisa melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya. Projek penguatan ini juga dapat menginspirasi peserta didik untuk memberikan kontribusi dan dampak bagi lingkungan sekitarnya.
Terdapat prinsip-prinsip utama dalam proyek penguatan profil pelajar Pancasila yaitu bersifat holistik, kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan eksploratif . Proyek penguatan profil pelajar Pancasila sangat bermanfaat bagi peserta antara lain untuk memperkuat karakter dan mengembangkan kompetensi sebagai warga dunia yang aktif, melatih kemampuan pemecahan masalah dalam berbagai kondisi, serta memperlihatkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap isu di sekitar. Lalu bagaimana tahapan pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila? Simak penjelasan di bawah ini, yuk.
Nilai pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika wajib menjadi nilai yang dipegang bersama oleh seluruh masyarakat Indonesia termasuk para pelajar. Bukan hanya dengan sesama bangsa Indonesia, melainkan juga ketika berhadapan dengan bangsa atau kultur negara lain. Pelajar Pancasila dituntut untuk dapat mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitas, namun tetap berpikiran terbuka ketika berinteraksi dengan budaya lain.
Untuk menghadapi kompetisi global seperti saat ini dan masa mendatang, maka kemampuan bernalar kritis sangat diperlukan. Kemampuan berpikir kritis sendiri diartikan sebagai kemampuan secara objektif memproses informasi baik secara kualitatif dan kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisa informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. Dengan begitu, diharapkan pelajar akan mampu mengambil keputusan yang tepat.
Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. Pada jenjang SMP, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dilaksanakan dalam tiga Projek dengan tiga tema berbeda. Projek yang digelar juga harus mengacu pada dimensi perkembangan profil pelajar Pancasila.
Holistik bermakna memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh, tidak parsial atau terpisah-pisah. Dalam konteks perancangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, kerangka berpikir holistik mendorong kita untuk menelaah sebuah tema secara utuh dan melihat keterhubungan dari berbagai hal untuk memahami sebuah isu secara mendalam. Oleh karenanya, setiap tema projek yang dijalankan bukan merupakan sebuah wadah tematik yang menghimpun berbagai mata pelajaran, namun lebih kepada wadah untuk meleburkan beragam perspektif dan konten pengetahuan secara terpadu.
Prinsip eksploratif berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses inkuiri dan pengembangan diri. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak berada dalam struktur intrakurikuler yang terkait dengan berbagai skema formal pengaturan mata pelajaran.
Prinsip eksploratif juga diharapkan dapat mendorong peran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk menggenapkan dan menguatkan kemampuan yang sudah peserta didik dapatkan dalam pelajaran intrakurikuler.
Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif, seperti ditunjukkan oleh gambar berikut:
Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.
Senada, Guru Musik dari SMP Al-Azhar Medan yang juga Pencipta Lagu Profil Pelajar Pancasila menyampaikan bahwa sebagai generasi penerus bangsa maka para pemuda khususnya pelajar harus berpikir untuk dapat berkontribusi memajukan bangsa.
Dengan kebhinnekaan global, pelajar pancasila bisa menerima perbedaan, tanpa rasa judgement, tanpa menghakimi, dan tidak merasa dirinya atau kelompoknya dia lebih baik dari kelompok lain. itu artinya kebhinekaan global. Dan bukan di level Indonesia, sebagai negara mereka tapi juga di tingkat dunia.
Project based learning menjadi salah satu metode melatih jiwa gotong royong dan kolaborasi para pelajar Pancasila. Melalui project based learning pelajar tidak hanya membaca materi dan diuji, melainkan juga bisa menghasilkan sebuah karya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh Guru dalam mengimplementasikan profil pelajar pancasila guna membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan di UPT SD Negeri 47 Gresik. Jenis penelitian yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan implementasi profil pelajar pancasila dan stretegi yang digunakan guru dalam mewujudkannya. Subjek yang diteliti adalah peserta didik kelas 4 yang terdiri dari 30 siswa. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Dari hasil observasi peneliti menemukan strategi yang dilakukan oleh guru dalam menerapkan Profil Pelajar Pancasila, antara lain; pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran dengan projek dan pembiasaan. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti Guru sudah menjalankan strategi dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya data nilai mata pelajaran dan dokumentasi kegiatan peserta didik. Dalam keberhasilan penerapan strategi ini guru harus kreatif dalam merancang pembelajaran. Selain peran guru keluarga dan lingkungan sosial juga ikut berperan dalam pembentukan karakter peserta didik.
Profil pelajar Pancasila adalah sikap, kompetensi dan keterampilan yang diharapkan dicapai oleh peserta didik berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai yang ditanamkan dan melekat pada diri peserta didik dan manusia pada umumnya bersifat kompleks dan kadang-kadang cenderung tidak stabil. Oleh sebab itu, upaya-upaya penguatan profil pelajar Pancasila secara berkelanjutan perlu dilakukan. Sehubungan dengan itu, tulisan singkat ini merupakan suatu upaya untuk mengkaji bagaimana pembelajaran bahasa dapat berkontribusi bagi penguatan profil pelajar Pancasila. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa memiliki peran penting dan strategis bagi penguatan profil pelajar Pancasila karena bahasa adalah pintu gerbang untuk menata kehidupan manusia. Pembelajaran bahasa sampai kepada tataran nilai, pemilihan metode dan teknik pembelajaran yang tepat, pengembangan bahan ajar yang dapat mengundang selera belajar peserta didik, dan pembelajaran keterampilan berbahasa secara kontektual dan jernih adalah upaya-upaya yang dapat dilakukan bagi penguatan profil pelajar Pancasila. Penguatan pembelajaran kesantunan berbahasa dan menghindati ujaran kebencian adalah hal penting lainnya yang harus dilakukan. Di samping itu, guru bahasa dan tokoh masyarakat seharusnya menjadi teladan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila pada semua aspek kehidupan.
Untuk dapat menguatkan Profile Pelajar Pancasila , Pendidikan kepramukaan dapat menjadi solusi untuk pembentukan karakter tangguh anggota Pramuka. Pendidikan Pramuka tidak hanya membuat anggotanya lebih berkarakter dan mempunyai kepribadian yang positif melainkan lebih dari itu Pramuka mengajarkan anggotanya bagaimana cara berproses menjadi pelajar pancasila yakni pelajra yang memiliki pemahaman yang lebih sebagai karakter yang menjadi profile pelajar pancasila itu sendiri, terdiri atas 6 Dimensi yaitu :
Tujuan program Profil Pelajar Pancasila adalah untuk membantu mewujudkan visi misi Kemendikbud dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menerapkan nilai-nilai Pancasila bagi para pelajar Indonesia.
Bisa dikatakan bahwa rencana ini adalah bagian dari upaya pemerintah, khususnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk membentuk pelajar Indonesia supaya memiliki kompetensi dasar dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila yang ada. Lantas, apa sih definisi dari Profil Pelajar Pancasila? Bagaimana latar belakang dari terbentuknya rencana ini? Apa saja elemen-elemen yang wajib tersirat dalam Profil Pelajar Pancasila? Nah, supaya Grameds memahami hal-hal tersebut, yuk simak ulasan berikut ini!
Pada dasarnya, Profil Pelajar Pancasila ini adalah suatu proyek penguatan nilai-nilai Pancasila yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan sasaran para pelajar di Indonesia. Dalam konteks ini, nantinya Profil Pelajar Pancasila akan memiliki rumusan kompetensi yang melengkapi fokus dalam setiap pencapaian Standar Kompetensi Lulusan yang terdapat masing-masing jenjang satuan pendidikan, tidak lupa dengan adanya penanaman karakter yang diselaraskan dengan nilai-nilai Pancasila.
Grameds pasti menyadari dong bahwa para pelajar Indonesia, khususnya di abad ke-21 ini sangat memiliki kompetensi untuk menjadi manusia unggul. Itulah mengapa, para pelajar Indonesia ini begitu diharapkan untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan global. Nah, proyek Profil Pelajar Pancasila ini akan kebanyakan akan diterapkan di sekolah, baik melalui muatan pelajaran di kelas hingga kegiatan ekstrakurikuler (berkenaan dengan minat dan bakat pelajar).
31c5a71286