Penulis: Iwok Abqary
Penerbit: Examedia
Tebal: viii+174 halaman
Cetakan: I, Januari 2008
Skor: 8
Kiprah Iwok Abqary dalam penulisan fiksi remaja, khususnya yang
bernuansa humor, tidak diragukan lagi. Tetapi genre horor? Mari kita
tengok dulu novel yang termasuk Scary Book Series ini. Apalagi di
Profil Penulis (halaman 169) ia mengaku penakut.
Baru beberapa halaman, petualangan empat remaja - Reno, Via, Marsya
dan Willy - sudah menggelitik perut. Misalnya di halaman 11 yang saya
kutip di bawah ini:
'Aduh Dek, awas kesenggol mobiiil...larinya di trotoar aja biar aman!
Hantunya juga pasti pengen selamet kok. Ayo larinya yang cepet, itu
hantunya udah deket banget! Aduuuuuh.. masih muda kok loyo gitu, sih?
Ayo Dek, semangat! Jangan kalah sama hantu dong biar nggak malu-maluin
manusia!'
Paragraf ini mencetuskan pesan-pesan mendalam:
1. Betapa urusan hantu-hantuan sudah begitu merajalela sehingga nyaris
menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat kita, seperti halnya
peristiwa kriminal dan berita yang menyerupai konsumsi hiburan.
2. Rasionalisasi perhantuan, yang disampaikan secara halus agar tidak
dijadikan sumber ketakutan.
3. Kalimat terakhir, bahwa manusia tak boleh kalah dari hantu,
menegaskan poin kedua.
Suster Nengok memang bukan ditujukan untuk membuat bulu roma berdiri
senantiasa, menjadikan yang penakut tambah meringkuk, seperti karakter
Reno yang kerap ditakut-takuti kakaknya sewaktu kecil. Muatan humornya
jauh lebih banyak. Yang paling saya ingat ialah kemarahan hantu di
terowongan Casamanca, gara-gara Reno cs menekan klakson terlalu
sering. Berisik, katanya.
Kemasan fisik, terutama sampul, Suster Nengok terbilang memikat.
Konsep penjudulan ala poster film yang menjejerkan nama kru pendukung,
berikut testimoni Two Thumbs Up! yang biasa tampak di kemasan DVD (itu
beneran nggak ya? atau parodi juga?). Secara umum, penyuntingan tak
terlampau mengganggu kendati ada bagian-bagian yang agaknya terbabat.
Saya malah bingung menyimak halaman iv. Di atas tertulis 'Diterbitkan
pertama kali oleh Examedia', tapi di kotak ISBN tercantum 'Leema,
2008'.
Apakah gerangan kaitan Suster Nengok dengan vila tempat Reno dkk
melakukan kerja sosial? Apa pula hubungannya dengan Hantu Jeruk Busuk?
Temukan jawabannya dalam novel ini.
--
Salam,
Rini Nurul Badariah
http://rinurbad.multiply.com
http://sinarbulan.multiply.com
Mabak Rini,
Novel dengan genre horor sangat menarik dibaca, khususnya bagi anak-
anak yang merasa takut sama yang namanya hantu. Meskipun demikian,
mereka sembari mengintip elihat dna membaca novel genre ini.
Oh. iya mbak, jadi ngingatkan saya yang dulu pernah nyusun novel
genre ini. karena hardisk komputer yang rusak dan nggak bisa
diselamatkan lagi membuat saya kehilangan beberapa persen cairan. dan
beberapa waktu sempat ngambek nggak mau nulis. tapi setelah dipikir-
pikir inilah novel ketakutan saya jika saya tetap tidak menulis.
he...makasih atas resensinya.
Salam,
Sismanto
http://mkpd.wordpress.com
--- In sekolah-kehidupan@yahoogroups.com, Rini Nurul Badariah
<rinurbad@...> wrote:
>
> Penulis: Iwok Abqary
> Penerbit: Examedia
> Tebal: viii+174 halaman
> Cetakan: I, Januari 2008
> Skor: 8
>
> Salam,
> Rini Nurul Badariah
> http://rinurbad.multiply.com
> http://sinarbulan.multiply.com
>
Mas Sismanto,
terima kasih sudah membaca. Penulisnya menjenguk lho tanggapan Mas Sis
ini dan beliau berterima kasih pula:)
Ayo Mas, jangan patah semangat. Kecewa sejenak nggak apa, tapi jangan
berlarut-larut (menasihati diri sendiri juga nih).
Jarang yang bisa nulis novel horor. Saya suka bacanya aja, karena
penakut.kalau naskah thriller sih sudah jadi:)
--
Salam,
Rini Nurul Badariah
http://rinurbad.multiply.com
http://sinarbulan.multiply.com