Namanya juga PLN...Gitu loh!!!
Jakarta - PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) akhirnya sepakat mengenai harga beli uap panas bumi yang memasok 3 unit PLTP Kamojang, Jawa Barat.
Kesepakatan ini dicapai setelah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno turun tangan untuk memediasi kedua perusahaan energi itu.
"Sudah selesai dan sudah final diterima kedua belah pihak. Tadi difasilitasi Bu Menteri langsung," Kata Deputi BUMN Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan, dan Pariwisata, Edwin Hidayat Abdullah, usai pertemuan antara PLN dan Pertamina, di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (7/1/2016).
PLN, lanjut Edwin, bersedia membayar harga uap energi panas bumi dari pembangkit milik anak usaha Pertamina, PT Pertamina Geothermal Energy, seharga US$ 6 sen per kWh.
"Harganya 6 sen per kWh," jelasnya.
Edwin mengaku, pertemuan tadi berlangsung cukup singkat. Apalagi, harga jual uap oleh Pertamina ke PLN sudah diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Jadi berdasarkan audit BPKP, kemudian harga uap dan ada cost dari processing uap ke listrik, jadinya kita bisa lihat harga uap yang wajar itu berapa," tutup Edwin.
Iya itulah ...kenapa koq hanya buat rencana terus.... Ikut di Panas Bumi sejak alm.pak Vincent Radja, sampai sekarang itu sama saja...
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to api_inaga+...@googlegroups.com.
Maju terus provinsi Sulut bu Roeroe...Bravo - riki ibrahin
Betul pak Amir. Sesungguhnya bukan PLN EBT tetapi.yg diusulkan adalah PL EBT. Ini semacam BLU utk melaksanakan kewajiban memenuhi target EBT. Mudah2an busa terealisir.
Salam.
SD
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to api_inaga+...@googlegroups.com.
Betul pak Amir. Sesungguhnya bukan PLN EBT tetapi.yg diusulkan adalah PL EBT. Ini semacam BLU utk melaksanakan kewajiban memenuhi target EBT. Mudah2an busa terealisir.
Salam.
SD
Dear kawans,Pemerintah ada pemikiran dan rencana membentuk PLN EBT. Ini menurut berita di koran pagi ini. TQ
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Asosiasi Panasbumi Indonesia" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to api_inaga+unsub...@googlegroups.com.
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Asosiasi Panasbumi Indonesia" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to api_inaga+...@googlegroups.com.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
Syukurlah pak Yunus. Mudah-mudahan yang terjadi di Kamojang dan Lahedong menular juga ke renegosasi PPA yg lain seperti Muara Laboh dan Cibuni.
Salam,
Yasin
| From: 'yunus_pabum' via Asosiasi Panasbumi Indonesia Sent: Friday, 8 January 2016 17:57 Reply To: api_...@googlegroups.com Subject: Re: [API] Seppiii |
Syukurlah pak Yunus. Mudah-mudahan yang terjadi di Kamojang dan Lahedong menular juga ke renegosasi PPA yg lain seperti Muara Laboh dan Cibuni.
Salam,
Yasin
From: api_...@googlegroups.com [mailto:api_...@googlegroups.com]
Sent: Friday, January 08, 2016 5:57 PM
Kejadian ini sih tdk apa2 karena...kantong kiri kanan saja..alias deviden juga masuk ke pemerintah... Tapi, bagaimana PLN atau Pertamina memperlakukan ke swasta selama ini...?
Ini justru hebatnya Pertamina mengemas berita...dibanding PLN...