--- On Sun, 6/5/11, Kokok IP <koko...@ymail.com> wrote:
|
Di ITB bisa, kalau nggak salah lewat Jalur Undangan, waktui anakku ke 3, tahun 2008 dulu ada fasiltitasnya.
Lebih jelasnya tanyain ke Nenny Sabtadji, atau Mas yang dari UGM.
Eeeee ternyata ada toh, Olympiade Kebumian itu, selama hidup baru tahu.
udb
______________________________________________
Pembayaran iuran tahunan keanggotaan HAGI dapat ditujukan melalui :
Bank BNI Cab. Menteng Jakarta
No. Rek: 0010740147
Atas nama: Himpunan Ahli Geofisika Indonesia
Iuran tahunan Rp. 100.000,- (profesional) dan Rp. 50.000,- (mahasiswa)
Info lebih lanjut silahkan mengunjungi http://www.hagi.or.id/keanggotaan/
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
September 2011
http://www.jcm2011.com/
______________________________________________
The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list.
fo...@hagi.or.id | www.hagi.or.id
---*** for administrative query please send your email to itweb....@hagi.or.id
Tidak ada penghargaan oleh negara atas usaha dan dedikasinya untuk mengharumkan nama Indonesia . Setelah berusah payah menjadi juara olimpiade dengan mengorbankan waktu belajarnya, balasan yang diterima sungguh menyakitkan dan pejabat pendidikan RI yang dulu menebar janji dan sekarang tidak mau tahu nasib sang juara, sekalipun pihak sekolah sudah mengusahakan sekuat tenaga namun tak satupun dari mereka mempedulikan. |
. __,_._,___ |
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Saya kira apa yang disampaikan Pak Ismail khususnya yang terjadi di ITB
sama di UGM. Untuk mhs yang mempunyai prestasi khusus, misal juara
olimpiade, UGM mengakomodirnya melalui jalur Penelusuran Bakat Unggul
Berprestasi saat UGM masih diijinkan untuk melakukan seleksi mandiri.
Namun sayangnya mulai tahun ini pemerintah telah mengubahnya menjadi
jalur Undangan dan SNMPTN. Sebagai seorang prajurit, kami tidak tahu
persis apa kriteria yang digunakan pada jalur Undangan. Sepanjang yg saya
tahu seleksi lewat online, nilai raport dan rangking kelas nampaknya
menjadi kriteria utama yg digunakan. Ekuivalensi asal sekolah juga
menentukan. UGM punya perhitungan kuantitatif mengenai asal sekolah siswa.
Namun, saya kira masih banyak hal yg kita belum mengenai kriteria ini. Ada
anak teman, ketika SD pemegang nilai UAN tertinggi sekecamatan. Kemudian
melanjutkan di sekolah favorit di Yogya (SMP 5 dan SMA 1 Yogyakarta).
Rangking kelas rata-ra selalu masuk 5 besar. Hanya pernah satu kali karena
nasib ada satu semester yang rangkingya anjlog. Akhirnya dia tidak
diterima lewat jalur undangan. Celakanya, ada sekolah yang mengumpulkan
anak-anak pintar dalam satu kelas. Ya..jelas anak sepintar apapun kalau
dicampur dalam satu kelas pasti ada yang dapat rangking sepatu "bontot".
Nah..anak ini dijamin pasti nggak bakal masuk lewat jalur undangan. Ini
yang barangkali perlu dievaluasi.
Namun yang jelas, semua itu terbatas pada kuota. Intinya adalah banyak
sekali siswa kita yang berprestasi, namun tetap ada yang harus terpotong
jarena memang jatahnya yang hanya 40% jalur undangan.
Demikian sekedar tambahan informasi.
Nuwun,
Khasani UGM
> ------------------------------------------------------------------------------
>
> From: Anton Wahjosoedibjo <ant...@penconsulting.com>
> Sender: api_...@googlegroups.com
> Date: Mon, 6 Jun 2011 02:11:25 -0700 (PDT)
> To: <api_...@googlegroups.com>; Forum Himpunan Ahli Geofisika
> Indonesia<fo...@hagi.or.id>
> ReplyTo: api_...@googlegroups.com
> Cc: Wawan GA Kadir<wa...@gf.itb.ac.id>; <wawan...@yahoo.com>
> Subject: Re: [API] Juara Olimpiade Kebumian yang terbuang: TRAGIS
>
>
> Kalau hanya "mbulat-mbulet" dalam "circle of concern" ya nggak ada yang
> bisa mendapatkan solusi, maka kata teori harus dibawakan ke dalam
> "circle of influence" yang bisa membuat pengaruh supaya hasratnya
> terjadi - kalau menurut saya ke Pak Menteri Pendidikan Nasional atau
> Dirjen-nya.
>
> API mungkin bisa bantu? Kalau nggak, dikerjakan saja dulu di sekretariat
> API, terus kalau bagus diberi beasiswa API buat ke ITB, UGM atau manalah
> !!
>
> Wass ASW
>
>
>
> ------------------------------------------------------------------------------
> From: Udibowo Ciptomulyono <Udi...@pln.co.id>
> To: api_...@googlegroups.com; Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia
> <fo...@hagi.or.id>
> Cc: Wawan GA Kadir <wa...@gf.itb.ac.id>; wawan...@yahoo.com
> Sent: Mon, June 6, 2011 1:27:06 AM
> Subject: RE: [API] Juara Olimpiade Kebumian yang terbuang: TRAGIS
>
>
> Di ITB bisa, kalau nggak salah lewat Jalur Undangan, waktui anakku ke 3,
> tahun 2008 dulu ada fasiltitasnya.
>
> Lebih jelasnya tanyain ke Nenny Sabtadji, atau Mas yang dari UGM.
>
> Eeeee ternyata ada toh, Olympiade Kebumian itu, selama hidup baru tahu.
>
>
>
> udb
>
>
>
>
> ------------------------------------------------------------------------------
> Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of
> Use
> .
>
>
>
> __,_._,___
>
>
>
>
-------------
INFO UGM:
eLisa (http://elisa.ugm.ac.id) - eLearning System for Academic Communities.
Sistem pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk memperkaya pendidikan di UGM. Sebagai sumbangsih UGM untuk Republik Indonesia, eLisa dapat digunakan untuk kalangan pendidikan tinggi di seluruh Indonesia ...
Nggak bisa Mas Anton,
Itu otonomi Kampus, ada ditangan Rektor dan biasanya sudah diatur dalam bentuk SK Rektor.
Ada teman saya Mantan Rektor ITB (Prof Djoko Santoso, julukannnya Djoko Cilik, sekarang Dirjend DIKTI), coba saya tanyakan, pasti jawabannya ya tadi, soal penerimaan ada di otonomi PT.
API hanya bisa bantu lewat jalur kenal Rektor, siapa kenal Rektor ITB ? Kimia 80.
Wass,
Udibowo
Apa kabar Bu Roeroe ?
Ya begitu Bu, ikut nimbrung sama orang orang gila.
Salam hormat,
Udibowo
ISM
----- Original Message -----
> Tkasih P Djedi, semoga Kamil Ismail lulus, kapan ya pengumuman
> kelulusannya??.
>
> Bea siswa baru ada paling cepat pada semester 2/3.
>
Jangan menyalahkan UGM karena nggak mau nerima, wong materi test kan
bukan ilmunya Jedi yang pakai hornblenda dsbnya itu, tapi fisika,
matematika, bahasa inggeris.
Kalau dipaksakan diterima malah kasihan si Kamil ini, bisa bisa tahun I
sudah D/O seperti banyak kejadiaan di ITB wong memang pengetahuan ilmu
dasarnya kurang, D/O ini tanpa reserve lho, nggak peduli anaknya Sutan
Batugina yang demokrat tampang jelek itu.
Bagi teman teman yang pernah punya anak di ITB atau mungkin di UGM tahu
rasanya ancaman D/O ini (saya 3 X rek, Alhamdulillah selamat)
Yang jelas, dia anak Orang Miskin, bagi yang ada kelebihan rejeki
berlomba lombalah untuk membantu, urusan masuk perguruan tinggi geologi
itu soal intelegensianya si Kamil, bukan karena dapat bintang.
Nuwun,
Udibowo
-----Original Message-----
From: api_...@googlegroups.com [mailto:api_...@googlegroups.com] On
Behalf Of Ismail Zaini
Sent: Tuesday, June 07, 2011 8:35 AM
To: api_...@googlegroups.com
Subject: Re: [API] Juara Olimpiade Kebumian yang terbuang: TRAGIS