Ulkus Peptikum Adalah Jurnal

0 views
Skip to first unread message

Fortun Bawa

unread,
Aug 5, 2024, 4:16:38 AM8/5/24
to anusarta
Ulkuspeptikum adalah kerusakan pada lapisan mukosa, submukosa sampai lapisan otot

saluran cerna yang disebabkan oleh aktivitas pepsin dan asam lambung yang berlebihan.

Ulkus peptikum dapat bersifat primer (akut dan kronis) atau sekunder akibat adanya

penyakit lain. Tujuan utama pengobatan ulkus peptikum adalah untuk mengurangi rasa

sakit, mempercepat penyembuhan ulkus dan mencegah terjadinya residif ataupun

komplikasi. Antagonis reseptor H2 berperan dalam mengurangi sekresi asam lambung

dengan menghambat pengikatan histamin secara selektif pada reseptor H2 dan

menurunkan kadar cyclic-AMP dalam darah. Antagonis reseptor H2 yang paling banyak

digunakan pada kelompok anak sebagai pengobatan standar terhadap ulkus peptikum

adalah simetidin dan ranitidin. Simetidin dan ranitidin efektif untuk menghilangkan

gejala nyeri pada episode akut dan mempercepat penyembuhan ulkus dengan toksisitas

relatif ringan. Pada kasus ulkus peptikum kronik yang disertai infeksi oleh Helicobacter

pylori, diperlukan pemberian antibiotik amoksisilin dan atau metronidazol.


Abstrak: Perforasi ulkus peptikum merupakan komplikasi serius ulkus peptikum yang mengancam nyawa. Pembedahan merupakan pilihan penanganan utama. Saat ini penanganan konservatif dilakukan pada pasien berisiko tinggi atau dengan kondisi terlalu buruk untuk dilakukan operasi. Drainase perkutan dengan memasukkan drain intraabdominal di bawah anastesi lokal dikombinasikan dengan penanganan konservatif dapat memperbaiki kondisi pasien dan menurunkan angka mortalitas. Jenis penelitian yang digunakan ialah studi perbandingan dua tindakan: laparotomi disertai simple patch closure dengan anestesi umum dan drainase perkutan dengan anestesi lokal. Penelitian ini dilaksanakan di Bagian Bedah BLU/RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado sejak bulan Januari 2014 sampai sampel tercukupi. Subjek penelitian diambil dari populasi terjangkau yang memenuhi kriteria inklusi. Besar sampel ialah: N1 = N2 = 21 dengan jumlah total 42. Hasil penelitian memperlihatkan pada pasien dengan skor Boey 3 didapatkan mortalitas pasien drainase perkutan lebih rendah yaitu 8 dari 15 pasien (53,3%), dibanding laparotomi dengan mortalitas 4 dari 5 pasien (80%). Simpulan: Tindakan drainase perkutan dikombinasi dengan perawatan konservatif merupakan tindakan yang paling baik pada pasien perforasi ulkus peptikum dengan risiko operasi yang tinggi atau pasien dengan skor Boey 3.

Kata kunci: perforasi ulkus peptikum, drainase perkutan, laparotomi, mortalitas


Penyunting menerima sumbangan tulisan yang BELUM PERNAH diterbitkan dalam media lain. Naskah yang masuk dievaluasi dan disunting keseragaman format istilah dan cara penulisan sesuai dengan format penulisan yang terlampir dalam jurnal ini.


Ulkus peptikum adalah cedera asam peptik pada mukosa traktus gastrointestinal, yang dapat menyebabkan kerusakan hingga lapisan submukosa. Ulkus peptikum umumnya mengenai lambung dan/atau duodenum proksimal.[1,2]


Etiologi tersering ulkus peptikum adalah infeksi Helicobacter pylori. Etiologi lain adalah konsumsi nonsteroidal antiinflammatory drugs (NSAID) dan keadaan yang memicu hipersekretori asam lambung, seperti konsumsi makanan tertentu dan stres.[2]


Pasien ulkus peptikum umumnya datang dengan keluhan nyeri ulu hati, kembung, dan mual muntah. Pada keadaan lebih berat di mana sudah terjadi perforasi, pasien dapat mengeluhkan muntah darah, buang air besar berwarna hitam, dan gejala peritonitis. Diagnosis ulkus peptikum bisa dikonfirmasi dengan melakukan endoskopi.[3]


Penatalaksanaan utama dari ulkus peptikum adalah modifikasi gaya hidup dan terapi farmakologi yang bertujuan untuk menurunkan asam lambung serta mengobati infeksi H. pylori bila ada. Untuk kasus H. pylori, regimen yang direkomendasikan adalah triple therapy menggunakan proton pump inhibitor (PPI) dan dua antibiotik, misalnya regimen omeprazole, amoxicillin, dan clarithromycin.[3-5]


Ulkus peptikum merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh kerusakan jaringan yang berupa lubang pada mukosa saluran cerna lambung hingga lapisan mukosa serta submukosa yang diikuti proses inflamasi. Penggunaan obat kimia anti-tukak lambung dinilai kurang baik karena memiliki efek kurang baik bagi tubuh. Bahan alami yang dapat digunakan salah satunya yakni kunyit (Curcuma longa). Artikel ini bertujuan untuk mereview efektivitas kunyit (Curcuma longa) dalam memberikan aktivitas perlindungan terhadap gangguan gastrointestinal terutama ulkus peptikum. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ini yaitu studi literatur melalaui beberapa basis data yang kemudian diskrining dengan beberapa kriteria. Hasil menunjukan bahwa kunyit memiliki aktivitas gastroprotektif, antiinflamasi dan memiliki sifat melidungi pencernaan. Kurkumin merupakan komponen utama pada kunyit yang diprediksi mendominasi aktivitas perlindungan tersebut. Kunyit dapat memperbaiki fungsi lambung, mengurangi asam lambung, dan mencegah sitokin pro-inflamasi seperti IL-1b dan TNF-α. Kunyit juga menunjukan aktivitas antibakteri yang potensial terhadap bakteri Helicobacter pylori yang dibuktikan dalam berbagai penelitian secara in vitro maupun in vivo sehingga efektif dalam memperbaiki kondisi ulkus peptikum. Aktivitas antibakteri tersebut juga diprediksi merupakan aktivitas dari senyawa dominan kunyit yaitu kurkumin. Kurkumin mampu menekan sekresi enzim yang berperan pada proses inflamasi, meningkatkan penyembuhan denudasi daerah epitel, gangguan pada mukosa lambung dan infiltrasi sel inflamasi yang diakibatkan oleh infeksi H. pylori. Berdasarkan studi literatur tersebut dapat disimpulkan bahwa kunyit berpotensi dan aman digunakan dalam terapi ulkus peptikum.


Pendahulan : Melena adalah kondisi terjadinya perubahan feses yang lengket dan hitam seperti aspal (ter) dengan bau khas, yang menunjukkan perdarahan SCBA (Saluran Cerna Bagian Atas), serta dicernanya darah pada usus halus. Salah satu penyebab melena berasal dari kelainan esofagus, gaster dan duodenum


yang diakibatkan dari penggunaan NSAID jangka panjang.

Kasus : Pasien laki-laki masuk Rumah Sakit dengan keluhan BAB (Buang Air Besar) berwarna hitam dengan volume 50cc berbau amis dialami sejak 1 minggu SMRS (Sebelum Masuk Rumah Sakit), disertai dengan nyeri ulu hati 3 minggu dirasakan seperti tertusuk tusuk, mual, muntah dengan frekuensi 3x berwarna kuning. Pasien terlihat pucat. Pasien sering mengkonsumsi obat NSAID untuk mengurangi nyeri sendi yang diderita. Terapi yang sudah diberikan obat golongan PPI yaitu omeprazole, asam traneksamat yang merupakan golongan obat anti-fibrinolitik membantu menghentikan perdarahan. Sucralfat syrup diberikan sebagai gastroprotektif.

Kesimpulan : Melena merupakan perdarahan tersering dari saluran cerna bagian atas. Salah satu penyebab melena adalah efek samping dari penggunaan jangka panjang NSAID. Gastrointestinal side effect akibat NSAID dapat berupa, ulkus peptikum dan perdarahan saluran cerna, dan perforasi.


Latar Belakang: Angka kejadian gastritis di Indonesia adalah 40,8% penyebab tersering adalah konsumsi Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) dalam jangka panjang. Faktor pemicu tukak lambung yaitu sel parietal mensekresi asam hidroklorida kondisi ini bisa berlanjut permeabilitas kapiler meningkat dan perdarahan.


Metode: Penelitian menggunakan eksperimen pra klinik dengan posttest only design. Sampel 11 tikus galur Wistar betina umur 3-4 bulan, berat badan 100-250 gram. Induksi tukak lambung menggunakan asetosal 5% dosis 1500 mg/kg BB. Pemeriksaan leukosit menggunakan automatic hematology analyzer. Pemeriksaan laju endap darah menggunakan metode Westergren. Pemeriksaan makroskopi dengan menghitung jumlah ulkus dan perdarahan pada mukosa lambung.


Rai M, Pandit R, Paralikar P, Nagaonkar D, Rehman F, Rai M. Pharmaceutical applications of curcumin - loaded nanoparticles. In: Rai M, Santos CAD, editors. Nanotechnology Applied To Pharmaceutical Technology. Springer. 2017.p.139-154.


Rai M, Pandit R, Paralikar P, Nagaonkar D, Rehman F, Rai M. Pharmaceutical applications of curcumin - loaded nanoparticles. In: Rai M, Santos CAD, editors. Nanotechnology Applied To Pharmaceutical Technology. Springer. 2017.p.1-386.


Islamy ASE, Widyarini S. 2019. Pengaruh pemberian ekstrak kulit pisang (musa paradisiaca var. kepok) sebagai gastroprotektor pada tikus wistar yang diinduksi asetosal. [Skripsi]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.


Judaki A, Rahmani A, Feizi J, Asadollahi K, Ahmadi MRH. Curcumin in combination with triple therapy regimes ameliorates oxidative stress and histopathologic changes in chronic gastritis - associated helicobacter pylori infection. Arq Gastroenterol. 2017; 54(3):177-182.


Ulkus peptikum adalah gangguan pada saluran pencernaan yang ditandai dengan kerusakan mukosa yang meluas ke submukosa atau muskularis propria akibat sekresi pepsin dan asam lambung. Ulkus peptikum paling sering terjadi di duodenum proksimal (ulkus duodenum) dan di lambung (tukak lambung). Setiap tahun tercatat sekitar 4 juta kasus tukak lambung di seluruh dunia.


Helicobacter pylori, penggunaan NSAIDs jangka panjang dan stres secara umum telah dikenal sebagai penyebab tukak lambung. Stres fisiologis memicu aktivasi hypothalamus-pituitary-adrenal (HPA) axis, dan menyebabkan sekresi corticotropin-releasing factor (CRF), serta mempengaruhi sekresi adrenocorticotropic hormone (ACTH) yang merangsang sekresi kortisol. Kortisol menghambat fosfolipase A2 dan menyebabkan penurunan sintesis prostaglandin dan penurunan aliran darah ke mukosa lambung karena vasokontriksi pada pembuluh darah.


Selective serotonin reuptake inhibitor (seperti: fluvoksamin) diketahui memiliki mekanisme untuk menghambat pembentukan tukak lambung. Mekanisme efek anti-tukak lambung dipengaruhi oleh efeknya pada otak, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk melihat efek rute langsung SSRI pada otak (intracerebroventricular; i.c.v.) dan membandingkannya dengan rute sistemik (intraperitoneal; i.p.) dan mengamati efek pemberian antagonis reseptor 5-HT3 (ondansetron) terhadap perlindungan mukosa lambung oleh SSRI pada tukak lambung yang diinduksi stres.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages