Fw: [HalloPIM] Petani Yang Mengendarai Lamborghini...

10 views
Skip to first unread message

agus.pr...@yahoo.com

unread,
Dec 22, 2013, 11:14:01 PM12/22/13
to alumnus-un...@googlegroups.com
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Date: Mon, 23 Dec 2013 04:05:35 +0000
Subject: Re: [HalloPIM] Petani Yang Mengendarai Lamborghini...

UNDANGAN TERBUKA. Perayaan Malam tahun Baru Nasional
Hari: Selasa, 31 Desember 2013
Pukul: 21.00 wib s/d selesai
Acara:
1. Pembagian uang korupsi
2. Penganugrahan Koruptor terbaik
3. Masuk sel bareng
4. Do'a bersama

Harap hadir tepat waktu, terima kasih.

Hormat kami,
Susunan Panitia Tahun Baru 2014

Ketua Panitia:
Andi Malaranggeng

Wakil Ketua: Ratu Atut

Sekretaris: Angelina Sondakh

Bendahara: Nazarudin

Dana Usaha (menyangkut pajak):
Gayus Tambunan

Seksi Rohani (menyangkut doa):
Lutfi Hasan Ishaq

Seksi Acara: Ahmad Fathanah

Seksi Transportasi (menyangkut bensin): Rudi Rubiandini

Seksi Keamanan: Djoko Susilo

Seksi Perlengkapan: Tubagus Chaeri

Penasehat: Akil Mochtar.

*Bagi anda yg ingin hadir, dipersilahakan menghubungi Kepala Lapas Cipinang
& Pondok Bambu
djunbun

Date: Mon, 23 Dec 2013 03:53:30 +0000
Subject: Re: [HalloPIM] Petani Yang Mengendarai Lamborghini...


Mungkin tanpa kita sadari bahwa sekarang ini sudah ada petani yg seharian mengendarai Mercedes ( Mercy ) keluaran terbaru.

Salah satu teman saya di Medan ( Herry Sinulingga ) itu petani kelapa sawit dg luas lahan hanya sekitar 300 ha. Keuntunganya terus mengalir dg resiko yg sangat kecil. Cuma dia nggak mau beli Lamborgini karena percuma jalan-jalan sudah macet sedangkan Lamborgini sizenya cukup besar walaupun bentuknya mobil sedan.

Saya sangat yakin orang yg ber- business saham spt pak Wimpi juga atau pak Muslim bisa Mengendarai Lamborgini. Mudah kok.., nggak jauh beda dg mengendarai mobil lain..., he he.

Salam,
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "Wimpie" <wimpie....@gmail.com>
Date: Mon, 23 Dec 2013 10:35:32 +0700
Subject: Re: [HalloPIM] Petani Yang Mengendarai Lamborghini...

Uda Muslim,
Tulisan tentang Petani & Lamborghininya sudah saya baca. Menarik. Masyarakat kita memang merupakan masyarakat petani dan nelayan. Seharusnya kita fokus pada kedua sektor itu, karena masalah pangan akan menjadi persoalan masa depan. Pesatnya pertumbuhan penduduk, berlurangnya lahan pertanian karena perubahan peruntukan, dan perubahan cuaca yang radikal, jelas akan menjadi permasalahan masa depan. Hanya ada 2 cara mengatasi persoalan pangan dimasa depan. Menyiapkan lahan pertanian yang cukup didukung didukung mekanisasi pertanian yang modern, atau alam mengembalikan keseimbangan populasi melalui bencana alam atau campur tangan manusia yang saling memusnahkan satu sama lain.
Tapi seringkali kita lupa pada sektor yang tak kalah pentingnya selain pertanian, yakni perikanan. Indonesia negara kepulauan dan punya lumbung ikan sangat luas. Sebagian penduduk yang tinggal di pesisir sejak jaman dulu berprofesi sebagai nelayan. Selama ini sektor perikanan/ kelautan selalu di nomor duakan, padahal seharusnya menjadi prioritas. Salam.
 
----- Original Message -----
From: "Muslim Atin" <muslim.at...@gmail.com>
To: "hallopim" <hall...@googlegroups.com>
Sent: Sunday, December 22, 2013 12:31 AM
Subject: [HalloPIM] Petani Yang Mengendarai Lamborghini...

Dear All
Menyusul  beberapa pendapat saya tentang prospek pertanian di masa
depan sehubungan dengan ancaman kelangkaan pangan dunia, berikut
tulisan Muhaimin Iqbal    yang menarik tentang peluang usaha di sektor
industri pertanian.

Bila Anda sekarang melihat mobil super mewah seperti Lamborghini yang
harganya mendekati Rp 10 Milyar di Jakarta, pengendaranya kemungkinan
adalah lawyer, pengusaha, selebritis atau orang-orang yang mudah
mencari uang lainnya. Sekian tahun dari sekarang situasi itu akan
berubah, nantinya para petanilah yang akan mampu membeli mobil-mobil
sekelas Lambo tersebut ! kok bisa ?

Setidaknya ini adalah pendapat investor legendaris Jim Rogers yang
juga salah satu pendiri Quantum Fund. Menurutnya, sektor yang paling
menguntungkan kedepan akan kembali ke industri pertanian. Dunia yang
sudah kalang kabut untuk mencari makan bagi sekitar 7 milyar
penduduknya kini, akan lebih berat lagi untuk  menambah kebutuhan
pangan sampai 70 % dalam 4 dasawarsa kedepan.

Walhasil apapun yang Anda tanam kini akan semakin dibutuhkan untuk
men-supplykebutuhan vital manusia kedepan yaitu pangan. Ini tidak
terbatas pada tanaman pangan saja, tanaman apa saja – dengan teknologi
yang terus berkembang akan bisa diolah secara langsung ataupun tidak
langsung menjadi pangan manusia akhirnya.

Dengan teknologi yang ada saat ini saja kita sudah bisa mengolah
nyaris hijauan apa saja menjadi pangan manusia, apalagi nanti. Bukan
berarti manusia harus makan rumput ataupun dedaunan lainnya, tetapi
rumput-rumput dan segala hijauan itu bisa dioleh menjadi pakan ternak
yang efektif dan dari ternak tersebutlah manusia bisa makan dagingnya
dan minum susunya. Peluang untuk ikut memberi makan milyaran manusia
di dunia tersebutlah yang akan menjadi investasi yang semakin menarik
itu.

Lantas apa yang bisa dilakukan untuk terjun di investasi yang paling
menarik ini ?, masih menurut Jim Rogers sederhana : “The very best way
is to go and become a farmer … Buy farmland and become a farmer,
because then you are going to get huge paybacks,” terjemahan bebasnya
: “Cara yang paling baik adalah menjadi petani, beli tanah dan
bertani. Dengan cara itu Anda akan memperoleh hasil yang paling
besar”.

Sejalan dengan pemikirannya Jim Rogers tersebut, sudah beberapa tahun
terakhir kami berusaha connecting the dots – merangkai titik-titik –
di Industri pertanian ini. Sebagian sudah bisa dilihat hasilnya,
sebagian besarnya belum – tetapi saya sependapat bahwa nampaknya
industri pertanian dalam arti luas inilah salah satu sektor yang harus
menjadi perhatian kita kedepan.

Negeri yang ijo royo-royo ini ironinya harus mengimpor daging,
kedelai, gandum dlsb. Padahal dengan teknologi yang ada kinipun
seharusnya kita sudah tidak kekurangan pakan untuk membesarkan
ternak-ternak kita dan tidak kekurangan pupuk untuk menumbuhkan
tanaman pangan kita.

Lantas yang kurang apa ?, yang kurang adalah perhatian, fokus, niat
baik, kebijakan publik dlsb. yang sangat dibutuhkan untuk mengolah
seluruh potensi yang ada menjadi solusi bagi kebutuhan pangan dalam
negeri, dan syukur-syukur bisa berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan
bagi dunia nantinya.

Tetapi dengan hiruk pikuk politik yang ada kini yang masih akan
berlanjut setidaknya sampai tahun depan, kita juga tidak bisa hanya
berharap pada para pembuat undang-undang di negeri ini dan para
eksekutifnya.

Kita bisa melangkah sekarang juga untuk mulai fokus pada sektor yang
sudah sekian lama setengah dilupakan tersebut – yaitu sektor pertanian
dalam arti luas termasuk kehutanan, perikanan, peternakan, perkebunan
dlsb.

Bila anak-anak muda kini berdesakan mencari kerja di kota-kota besar,
mengapa tidak mulai meng-encourge mereka untuk kembali ke desa dan
membangun pertanian desanya ?.

Bila mayoritas lulusan SMU berburu masuk perguruan tinggi – jurusan
apa saja asal bisa menjadi sarjana, mengapa tidak kita mulai
mengarahkan mereka untuk belajar ketrampilan mendasar yang akan
menjadi tulang punggung dunia kedepan – yaitu bertani ?

Kelak kalau upaya-upaya ini berhasil, meskipun para petani-petani kita
bener-bener mampu membeli Lamborghini seperti prediksi Jim Rogers –
sesungguhnya mereka juga tidak perlu membeli si Lambo yang harganya
setara 4,000 ekor kambing qurban kelas baik tersebut.

Bila mereka ditempa di industri pertanian, mereka akan tahu betapa
pentingnya menggunakan 4,000 ekor kambing untuk melahirkan ribuan
kambing berikutnya, untuk terus ikut memberi supply bagi kebutuhan
makan dan minum bagi dunia saat itu. InsyaAllah.

Salam

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"
 
HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di:
http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan:  0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan:  0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "HalloPIM" dari Grup Google.
Kunjungi grup ini di
http://groups.google.com/group/hallopim.


This email is free from viruses and malware because avast! Antivirus protection is active.


--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "HalloPIM" dari Grup Google.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim.

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "HalloPIM" dari Grup Google.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim.

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "HalloPIM" dari Grup Google.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim.

witoyo witoyo

unread,
Dec 23, 2013, 2:29:44 AM12/23/13
to alumnus-un...@googlegroups.com
Hayoooo......kembalikan uangnya Bang Mutiara dan Bang Centuri 400 M....
 
Ntar diundang malam tahun baruan di Pondok Bambu looooo...
 
****************************************************
 
JAKARTA - Total kredit macet PT Bank Mutiara Tbk, dulu Bank Century, tercatat sebesar Rp600 miliar. Jumlah ini merupakan warisan dari gagalnya manajemen lama yang berasal dari lima debitur, salah satunya Robert Tantular.

"Itu lima biji semua debitur lama. Salah satunya Robert Tantular yang nilai kreditnya Rp100 milliar. Jadi saya dirampok ini oleh Robert Tantular," ujar Corporate Secertary Bank Mutiara Rohan Hafas di Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Jumat (20/12/2013).

Rohan menambahkan, jumlah Rp600 miliar tersebut merupakan jumlah pokok pinjaman lima debitur, dan belum termasuk denda dan bunga. Tadinya, pembayaran kredit ini sudah berjalan lancar. Namun sejak Mei 2013 lalu, kredit kelimanya kembali bermasalah.

"Baru-baru ini, di Mei 2013," katanya.

Hingga saat ini, Rohan mengaku, pihaknya telah menyampaikan surat pemanggilan dan juga peringatan kepada para pengambil kredit tersebut.

"Kita sudah mulai panggil, kita juga sudah somasi. Selanjutnya kita akan kaji dulu, ini kan peninggalan lama. Kami sedang mengamati, apakah ini bisa laporkan ke kejaksaan," tandasnya.

Selain bermasalah di pembayaran kredit, parahnya, kelima debitur tersebut menurut Rohan tidak memiliki aset jaminan yang memadai. "Ada yang punya jaminan, tapi tidak lebih dari 30 persen untuk masing-masing," katanya.

Selain Robert Tantular, menurut Rohan, Grup TPPI menjadi pihak yang bermasalah dalam pemberian kredit total sebesar Rp600 miliar tersebut. "Grup TPPI, sekitar Rp400 miliaran," tambahnya.

agus.pr...@yahoo.com

unread,
Dec 23, 2013, 4:19:04 AM12/23/13
to alumnus-un...@googlegroups.com
Mungkin yg pinjam bukan TPPI sbg institusi...tapi TPPI dijadikan MPV untuk cari utangan dan terus dikemplang.....ya begitulah, hidupnya dari kemplang mengemplang!!!

Salam,
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: witoyo witoyo <wwi...@gmail.com>
Date: Mon, 23 Dec 2013 14:29:44 +0700
Subject: Re: Fw: [HalloPIM] Petani Yang Mengendarai Lamborghini...
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "UNTRAP Tuban - Indonesia" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to alumnus-untrap-t...@googlegroups.com.
For more options, visit https://groups.google.com/groups/opt_out.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages