Siapa tahu alumni UKDM bisa bantu.
Salam,
Buroqi T.
>To: ikatangur...@yahoogroups.com, sd-i...@yahoogroups.com
>Cc: kalam_...@yahoogroups.com, bai...@titan.centrin.net.id
>From: syamril albugisyiLast Name <syam...@yahoo.com>
>Date: Wed, 19 Jan 2011 17:20:33 +0800 (SGT)
>Subject: {Disarmed} [kalam_salman] Seribu Orang Mahasiswa UPI tak
>mampu bayar SPP
>
>
>Assalamu alaikum
>
>Baru saja ada 2 orang mahasiswa UPI datang ke kantor saya, meminta
>bantuan untuk bayar SPP semester genap. Jumlahnya sih tidak terlalu
>besar, per semester 950.000,-. dibandingkan dengan SPP di ITB yang
>mencapai 4,5 juta. Karena harus bayar besok tanggal 20 januari, kami
>pun bantu dari dana yang ada. Satu orang semester 8 dari jurusan
>bahasa inggris, anak yatim, orang tuanya sudah meninggal dari tahun
>2007. Seorang lagi semester 6 jurusan pendidikan bahasa Arab anak
>pedagang asongan di alun-alun bandung. Setelah bayar SPP dia masih
>bingung untuk biaya hidup. Ada yang jadi penjaga warnet untuk
>memenuhi kebutuhan hidup bulanan.
>Dari obrolan, ternyata dia semester lalu tidak mampu juga bayar SPP
>sehingga meminta penangguhan. Sampai batas akhir dia tak bisa juga
>bayar, akhirnya dianggap cuti dan dihitung 0 sks. Padahal dia sudah
>ikut kuliahnya, tapi tak bisa dimasukkan dalam nilai akademik.
>Ternyata cerita mahasiswa ini, semester lalu di UPI ada seribu orang
>mahasiswa semua tingkatan (mayoritas S1) yang memiliki kasus serupa,
>semester lalu dianggap cuti dan 0 sks karena tak mampu bayar SPP.
>Jangan-jangan ini tidak hanya menimpa UPI sebagai perguruan tinggi
>yang mendidik calon guru. Mungkin juga universitas lain : UNJ, UNM,
>UNEM, UNESA dsb. Atau perguruan tinggi lain seperti UI, UGM, ITB, ITS dsb.
>Cuma ada bedanya. Kalau di perguruan tinggi kelas atas, biasanya
>dana dari alumni cukup besar karena alumninya terkategori golongan
>menengah ke atas. Untuk universitas keguruan dan pendidikan, dana
>dari alumni terbatas karena mayoritas alumninya ekonomi menengah ke
>bawah (mayoritas guru).
>Bagaimana ya solusinya? Apa yang bisa kita dilakukan?
>
>wassalam
>
>syamril
>__._,_.___
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Alumni UKDM IKIP Bandung" dari Grup Google.
Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke alumni-ukdm-...@googlegroups.com.
Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke alumni-ukdm-ikip-b...@googlegroups.com.
Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/alumni-ukdm-ikip-bandung?hl=id.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
| Yth. T' Tien dan T' Lia yang baik Setiap tahun, ribuan calon mahasiswa UPI tidak mampu membayar SPP disamping karena ekonomi keluarga mereka tidak mampu juga SPP di UPI yang naik setiap tahunnya. Faktor lain karena UPI makin hari makin kapitalistik dan pimpinannya tidak lagi pro rakyat miskin (pro poor). Kami sangat prihatin melihat kondisi ini. Untuk diketahui IKA UPI pimpinan almarhum Dr. H. Sofyan Taftazani dan Sekjen Prof. Dr. Aim Abdulkarim pada 28 Oktober 2008, pernah membantu pembayaran 12 mahasiswa tidak mampu sehingga mereka bisa kuliah di UPI sebesar 48 juta rupiah. Berita dan fotonya bisa dilihat di http://us.bandung.detik.com/readfoto/2008/10/28/210526/1027514/501/1/ atau di beberapa media lokal khususnya di PR yang sempat saya kliping. IKA UPI tidak bisa membantu lagi, karena IKA Tidak pernah lagi ada iuran alumni atau bantuan dari rektor sejak tahun 2005. Untuk mengatasi hal tersebjt, rasanya tidak ada institusi atau pribadi alumni UPi yang bisa membantu mereka karena jumlahnya ribuan, maka itu sebenarnya bisa diatasi bila rektor UPI mengeluarkan kebijakan yang berpihak pada mereka. Kita berdoa semoga mereka tetap bisa kuliah dan bisa menggapai cita-cita mereka. Amien. --- On Mon, 1/24/11, ti...@buroqi.com <ti...@buroqi.com> wrote: |
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone