holy...@yahoo.com
unread,Jul 16, 2011, 5:25:53 PM7/16/11Sign in to reply to author
Sign in to forward
You do not have permission to delete messages in this group
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to
Barang milikku yang paling berharga adalah kamu
>
>Aku sangat menyukai ucapan mama : “Barang milikku yg paling berharga adalah kamu!” Ucapan yg sangat menyejukkan hati dan sampai sekarang aku masih mengingatnya.
>
>Papa dan mama
menikah krn dijodohkan orang tua, demikianlah yg dialami para
muda-mudi dizaman itu, tapi hal ini sdh umum, tapi dizaman sekarang
peristiwa itu sdh jarang terjadi, kebanyakan adalah hasil pilihan
sendiri. Tapi mama sangat mencintai papa, demikian juga dgn papa dan
tampak selalu mesra, akur bagaikan pasangan cinta sejoli. Sangat sulit
dibayangkan bhw pernikahan mereka pernah diterjang badai! Badai itu
nyaris memisahkan mereka. hanya krn emosi sesaat
saja!
>
>Papa dan mama bekerja diinstansi yg sama, oleh krn
itu setiap hari berangkat dan pulang bersama. Suatu hari mereka kerja
lembur, mengadakan stock opname digudang, hingga pukul 2.00 dinihari dan
baru pulang kerumah.
>
>Papa sangat letih dan lapar, smp di
rumah tdk ada makanan maupun minuman yg siap disaji. Papa yg lapar
minta mama utk menyiapkan makanan dan minuman. Beberapa hari
belakangan ini emosi mama memang tdk stabil, ditambah lagi dgn adanya
lembur, badan dan pikiran sungguh melelahkan, sehigga dgn kondisi yg
labil itu, mama spontan menjawab dgn nada keras,” mau makan dan minum, memangnya tdk bisa masak sendiri? Apa tdk punya tangan dan kaki lagi, ya?”
>
>Krn papa juga terlalu capek, dan langsung
menjawab dgn acuh tak acuh, “kamu ini isteriku, memasak adalah sdh menjadi kewajibanmu!”
>
>Mama langsung merespon, “tengah malam begini mau masak apa? Sdh lewat waktunya makan, orang laki seharusnya lebih kuat dari pada perempuan!”
>
>Mendengar itu, marahlah
papa, beliau langsung berteriak dgn emosi, “kamu salah makan obat apa kemarin? Mau sengaja cari ribut,ya? Istri memasak utk suami adalah wajar, kenapa hrs tergantung pd waktu? Kamu tdk senang, ya? Kalau tdk senang, kamu pergi saja sekarang dari rumah ini!!!”
>
>Mama tdk menyangka akan menerima reaksi yg begitu
keras. Setelah terdiam sesaat, mama kemudian berkata sambil menitikkan
air mata,“kamu ingin aku pergi……..aku akan pergi sekarang!” Mama segera kembali kekamar utk mengemasi barang2nya.
>
>Melihat mama
masuk kamar dan berkemas- kemas, papa berkata kpd mama yg
membelakanginya, “bagus! Pergi sana! Ambil semua barang2mu dan jgn kembali lagi!”
>
>Beberapa saat kemudian suasana menjadi sunyi
senyap, tak ada kata2 kebencian lagi yg muncul, menit demi menit
berlalu, tapi mama tetap tak kunjung keluar dari kamar. Merasakan
keanehan itu, papa kemudian menyusul masuk kamar dan melihat mama sedang
duduk diranjang penuh dgn linangan air mata. Sambil menatap koper
kulit besar yg masih tergeletak diatas ranjang. Melihat papa datang, dg
ter- isak2 mama berkata, “duduklah diatas koper kulit itu, spy aku boleh mengenang masa2 perpisahan kita yg terakhir.”
>
>Merasa
aneh, maka dgn sendu papa akhirnya tdk tahan juga utk tidak
bertanya, “utk apa?”
>
>Sambil menangis dg ter-putus2 mama
berkata, “emas dan perak aku tdk memilikinya,” tapi milikku yg paling berharga adalah kamu!” Kamu dan anak2ku, aku tdk memiliki apapun….”
>
>Meskipun kejadian itu tlh lewat lama sekali,
tapi aku masih mengingatnya terus smp sekarang. Apalagi ketika mama
mengucapkan kata2 terakhir itu, papa merasa sangat tergoncang, sejak
malam itu, papa tlh diubah dan tlh menjadi sangat hormat dan sayang
kpd mama. Menggandeng tangan anak2, merangkul mama serta senantiasa
saling berpelukan. Kelak aku juga bercita- cita ingin mendapatkan
pasangan yg seperti papa.
>
>Kehidupan apapun yg kita jalani ini, itu tdklah penting; tapi yg terpenting adalah bagaimana sikap kita dlm menghadapi hidup ini, terutama disaat-saat badai itu muncul.”
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT