Assallammualaikum Mas Bro,
Pernah meliahat acara TV “No FEAR” yang hadiahnya hingga jutaan dolar, dimana peserta diwajibkan melakukan hal2 yang berbahaya dan menjijikan … Nah, gimana antum2 berani terima tantangan seperti hal tersebut
tetapi sesuai dengan syar’i ….
Yok, kita coba menjaga kesucian diri kita dengan ber”wudlu” … setiap berhadas (besar/kecil), kita langsung ber-wudlu lagi … sepertinya mudah tetapi sangat sulit dilaksanakan, tetapi Insya Allah dengan niat
dan harapan akan hadiahnya yang lebih besar dari jutaan dolar tadi, ana yakin antum2 BISA … coba antum dalam seminggu ini lakukan hal itu … Insya Allah akan terbiasa …
Untuk Mas2, yang sudah pake baju kerja dan sepatu … cukup seperti wudlu biasa dan usapkan air (1 x) pada sepatu bagian atasnya saja (kanan & kiri) … sudah suci
Dari Abu Buraidah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam di pagi hari memanggil Bilal lalu berkata,
يَا
بِلاَلُ
بِمَ
سَبَقْتَنِى
إِلَى
الْجَنَّةِ
مَا
دَخَلْتُ
الْجَنَّةَ
قَطُّ
إِلاَّ
سَمِعْتُ
خَشْخَشَتَكَ
أَمَامِى
دَخَلْتُ
الْبَارِحَةَ
الْجَنَّةَ
فَسَمِعْتُ
خَشْخَشَتَكَ
أَمَامِى
“Wahai Bilal, kenapa engkau mendahuluiku masuk surga? Aku tidaklah masuk surga sama sekali melainkan aku mendengar suara sendalmu di
hadapanku. Aku memasuki surga di malam hari dan aku dengar suara sendalmu di hadapanku.”
Bilal menjawab,
يَا
رَسُولَ
اللَّهِ
مَا
أَذَّنْتُ
قَطُّ
إِلاَّ
صَلَّيْتُ
رَكْعَتَيْنِ
وَمَا
أَصَابَنِى
حَدَثٌ
قَطُّ
إِلاَّ
تَوَضَّأْتُ
عِنْدَهَا
وَرَأَيْتُ
أَنَّ
لِلَّهِ
عَلَىَّ
رَكْعَتَيْنِ
“Wahai Rasulullah, aku biasa tidak meninggalkan shalat dua raka’at sedikit pun. Setiap kali aku berhadats, aku lantas berwudhu dan aku
membebani diriku dengan shalat dua raka’at setelah itu.” (HR. Tirmidzi no. 3689 dan Ahmad 5: 354. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan)
Tata Cara Wudhu
Mengenai tata cara berwudhu diterangkan dalam hadits berikut:
حُمْرَانَ
مَوْلَى
عُثْمَانَ
أَخْبَرَهُ
أَنَّ
عُثْمَانَ
بْنَ
عَفَّانَ –
رضى
الله
عنه –
دَعَا
بِوَضُوءٍ
فَتَوَضَّأَ
فَغَسَلَ
كَفَّيْهِ
ثَلاَثَ
مَرَّاتٍ
ثُمَّ
مَضْمَضَ
وَاسْتَنْثَرَ
ثُمَّ
غَسَلَ
وَجْهَهُ
ثَلاَثَ
مَرَّاتٍ
ثُمَّ
غَسَلَ
يَدَهُ
الْيُمْنَى
إِلَى
الْمِرْفَقِ
ثَلاَثَ
مَرَّاتٍ
ثُمَّ
غَسَلَ
يَدَهُ
الْيُسْرَى
مِثْلَ
ذَلِكَ
ثُمَّ
مَسَحَ
رَأْسَهُ
ثُمَّ
غَسَلَ
رِجْلَهُ
الْيُمْنَى
إِلَى
الْكَعْبَيْنِ
ثَلاَثَ
مَرَّاتٍ
ثُمَّ
غَسَلَ
الْيُسْرَى
مِثْلَ
ذَلِكَ
ثُمَّ
قَالَ
رَأَيْتُ
رَسُولَ
اللَّهِ -صلى
الله
عليه
وسلم-
تَوَضَّأَ
نَحْوَ
وُضُوئِى
هَذَا
ثُمَّ
قَالَ
رَسُولُ
اللَّهِ -صلى
الله
عليه
وسلم- «
مَنْ
تَوَضَّأَ
نَحْوَ
وُضُوئِى
هَذَا
ثُمَّ
قَامَ
فَرَكَعَ
رَكْعَتَيْنِ
لاَ
يُحَدِّثُ
فِيهِمَا
نَفْسَهُ
غُفِرَ
لَهُ
مَا
تَقَدَّمَ
مِنْ
ذَنْبِهِ ».
قَالَ
ابْنُ
شِهَابٍ
وَكَانَ
عُلَمَاؤُنَا
يَقُولُونَ
هَذَا
الْوُضُوءُ
أَسْبَغُ
مَا
يَتَوَضَّأُ
بِهِ
أَحَدٌ
لِلصَّلاَةِ.
Humran pembantu Utsman menceritakan bahwa Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu pernah meminta air untuk wudhu kemudian dia ingin berwudhu.
Beliau membasuh kedua telapak tangannya 3 kali, kemudian berkumur-kumur diiringi memasukkan air ke hidung, kemudian membasuh mukanya 3 kali, kemudian membasuh tangan kanan sampai ke siku tiga kali, kemudian
mencuci tangan yang kiri seperti itu juga, kemudian mengusap kepala, kemudian membasuh kaki kanan sampai mata kaki tiga kali, kemudian kaki yang kiri seperti itu juga. Kemudian Utsman berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah
berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian beliau bersabda, “Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini kemudian dia shalat dua rakaat dengan khusyuk (tidak memikirkan urusan dunia dan yang tidak punya kaitan dengan shalat[5]), [5] Lihat maksud hadits “laa yuhadditsu
bihi nafsuhu” Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 3/108 dan Syarh Sunan Abi Daud, Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr, 1/371, Asy Syamilah