WG: Suara-Minoritas Nasib malang bagi TKI ilegal

7 views
Skip to first unread message

Soenarto Widjaja

unread,
Dec 23, 2008, 3:20:50 AM12/23/08
to altubi...@yahoogroups.com, alth...@googlegroups.com, alumni...@yahoogroups.com
 
 

http://soenartowidjaja.blogspot.com
http://cafe-sin-lui.blogspot.com/

 


Von: Suara-M...@googlegroups.com [mailto:Suara-M...@googlegroups.com] Im Auftrag von samiaji
Gesendet: Dienstag, 23. Dezember 2008 01:33
An: nasion...@yahoogroups.com; HK...@yahoogroups.com; Suara-M...@googlegroups.com; Sastra-P...@yahoogroups.com
Betreff: Suara-Minoritas Nasib malang bagi TKI ilegal

Nasib yang memilukan buat para TKI yang terpaksa secara ilegal menyelundup mencari pekerjaan di luar-negeri. Mereka meninggalkan tanahairnya sendiri, yang dinyatakan oleh presidennya sebagai negeri "Indonesia Unggul" ....  ******************************************************************************************************************************************************

Warga Indonesia Ditangkap dari dalam Kereta di Malaysia

Senin, 22 Desember 2008 | 22:09 WIB

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur: Pemerintah Indonesia membenarkan penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian Malaysia terhadap ratusan warga negara Indonesia yang datang secara ilegal dengan menumpang kereta api listrik di Negeri Jiran tersebut.

“Operasi seperti ini lumrah diadakan setiap tahun oleh pihak berwajib pemerintah Malaysia yang dilakukan secara acak,” kata Eka A. Suripto, Atase Penerangan dan Humas Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia, saat dikonfirmasi Tempo, Senin (22/12) malam.

Eko menambahkan, “Pihak Kedutaan Indonesia akan coba meneliti kasus ini dengan seksama dan kami akan coba untuk menolong mereka, walaupun kasus-kasus seperti ini akan memakan waktu yang agak lama.”

Seperti yang diberitakan media lokal di Negeri Jiran itu, sebanyak 136 pendatang asing tanpa izin (PATI) Indonesia yang menggunakan jasa Keretapi Tanah Melayu Berhad (KTMB) ditahan dalam Operasi Tegas yang dijalankan selama hampir lima jam, Senin (21/12).

Ketua Operasi Bahagian Wilayah Tengah KTMB, Mohd. Hider Yusoff berkata, operasi itu dijalankan di dua jalur, yaitu Kuala Lumpur-Rawang dan Kuala Lumpur-Pelabuhan Klang mulai dari jam 10.00 waktu setempat hingga jam 14.30.

Mohd. Hider melanjutkan, operasi ini bertujuan membantu pihak berwenang Malaysia untuk menangani kebanjiran pendatang tanpa izin di negara ini. Selain itu juga untuk mencegah kriminal kecil seperti pencopet dan penumpang tanpa karcis. Operasi ini melibat pihak Ikatan Relawan Rakyat (Rela) juga bagian keamanan KTMB.

"Selepas diperiksa dengan teliti rapih oleh staf Imigrasi Malaysia dan pihak Pendaftaran Negara Malaysia (JPN), dari sebanyak 210 orang, 136 orang merupakan warga Indonesia ditahan karena menggunakan dokumen identitas palsu," katanya pada jumpa pers di Kantor Pusat KTMB.

“Operasi ini di jalankan di jalur kereta listrik Kuala Lumpur-Rawang yang mana jumlah tangkapan ialah warga Indonesia seramai 87 orang, Bangladesh (42), Myanmar (16), Nigeria (tiga) serta masing-masing seorang dari Vietnam dan India," katanya.

Mereka yang ditangkap dalam operasi di jalur Kuala Lumpur-Pelabuhan Klang akan dikirimkan ke depot tahanan PATI Langkap, Perak. Sementara mereka yang ditangkap di jalur Kuala Lumpur-Rawang akan dikirimkan ke depot tahanan PATI Lapangan Terbang Internasional Kuala Lumpur (KLIA) di Sepang, Selangor.

SAFWAN AHMAD (KUALA LUMPUR)

TKI Yang Dipulangkan Mencapai 18 Ribu Orang

Selasa, 07 Oktober 2008 | 19:15 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Dr Salim Segaf Al-Jufri mengatakan, hingga saat ini jumlah TKI asal Indonesia yang dipulangkan paksa oleh pemerintah Saudi Arabia mencpaai 18 ribu orang. ”Sampai bulan ini sudah mendekati 18 ribuan kurang lebih,” katanya di Bandung, Selasa (7/10).

Dia mengatakan, tahun lalu, jumlah TKI ilegal yang dipulangkan oleh pemerintah Saudi Arabia mencapai 24 ribu orang. Hingga akhir tahun ini,  jumlah TKI ilegal yang dipulangkan akan mendekati jumlah tahun lalu.

Selain dipulangkan paksa, nama-nama TKI ilegal itu akan masuk daftar hitam (black list) yang akan dilarang kembali lagi ke negara itu. Setiap tahunnya, lanjutnya, jumlah pekerja ilegal asal Indonesia itu selalu mencapai 20 ribu orang.

Salim mengakui, sulit untuk melacak pekerja ilegal asal Indonesia. Beragam modusnya. Mulai dari pergi Umroh yang sengaja tidak pulang kembali ke Indonesia hingga pekerja yang mangkir pulang setelah batas waktu kerjanya di negara itu terlampaui.

Tahun ini, TKI yang terlibat masalah hukum berat tidak banyak. ”Masalah-maslah ringan yang paling banyak, tapi yang berat bisa dihitung dengan jari,” kata Salim.

Saat ini jumlah TKI legal yang bekerja di Arab Saudi jumlahnya mencapai 800 ribu orang. Sekitar kurang dari 100 ribu di antaranya berasal dari Jawa Barat. Kebutuhan tenaga kerja asal Indonesia di negara itu, lanjutnya, masih tinggi. ”Semakin hari ketergantungan pada TKI terutama Housmate sangat tingi juga,” katanya.

Namun pemerintah sudah berkomitmen, tenaga kerja yang dikirimkan ke luar negeri akan dipilih yang mempunyai keahlian lebih. Pasalnya, pekerja yang mempunyai ketrampilan, akan semakin mengurangi rmasalah di negara tujuannya.

Ahmad Fikri

149 TKI Ilegal Dipulangkan ke Lombok

Selasa, 26 Agustus 2008 | 08:53 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:149 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal gagal berangkat ke Malaysia dan dipulangkan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Padahal, mereka sudah membayar rata-rata Rp 3 juta per orang kepada agen penyalur tenaga kerja.

Pemulangan dari Denpasar dilakukan oleh Badan Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), Selasa (26/8) dini hari dengan menggunakan bus. “Segera kami lakukan agar mereka tidak terkatung-katung di Bali,” jelas Bripka Edy Suarsana yang menangani pemulangan itu.

Dia mengungkap, para TKI itu direkrut oleh Petugas Lapangan dari agen pengerah TKI yang belum diketahui identitasnya. Mereke yang berasal dari Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Barat itu diberangkatkan secara bergelombang dari Mataram mulai tanggal 19 Agustus. Janjinya, mereka akan diterbangkan dari Solo ke Kuala Lumpur.

Pada 21 Agustus, keberadaan 80 orang dari rombongan TKI itu di Bandara Adisumarmo, Solo, mengundang kecurigaan petugas. Setelah dilakukan pemeriksaan terungkap bahwa surat bebas fiskal mereka palsu. Mereka juga tidak membawa paspor dan dokumen lainnya yang dibutuhkan untuk bekerja di luar negeri.

Rombongan itu kemudian diberangkatkan ke Denpasar, sementara kelompok lainnya yang sedang dalam perjalanan menuju ke Solo juga diminta balik kanan. “Untuk biaya pemulangan kita minta dari Dinas Sosial Bali,” kata Suarsana.

Salah-satu TKI, Sahiruddin mengungkap, dirinya direkrut oleh seorang petugas lapangan bernama Sahlan. “Semua surat dan biaya perjalanan diurusnya dengan membayar Rp 3 juta,” katanya. Tetapi dalam perjalanan ke Solo, Sahlan tidak ikut mendampingi mereka. Mereka hanya didampingi seseorang dari agen pengerah tenaga kerja yang kemudian menghilang saat terjadi masalah.

ROFIQI HASAN

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages