Hidayatullah.com--Sebagaimana diberitakan di media masa bahwasanya Pentagon
menghalangi untuk mempublikasikan gambar-gambar dan rekaman video Abu Ghraib
ke media masa. Gambar-gambar tersebut sebagaimana yang dikomentari oleh
Donald Rumsfeld sebagai "that can only be described as blatantly sadistic,
cruel and inhumane," (hanya bisa digambarkan sebagai sangat sadis, sangat
kejam, dan diluar perikemanusiaan).
Lebih jauh lagi seorang senator Partai Republik di amerika mengatakan
setelah melihat gambar dan rekaman video tersebut sebagai adegan "rape and
murder" (pemerkosaan dan pembunuhan).
Bagaimanakah gambar-gambar dan rekaman yang di penjara Abu Ghraib itu
sebenarnya?. Sampai sejauh manakah kesadisan tentara Amerika di dalam
menyiksa para muslim di Iraq yang mereka tahan?. Belum ada yang memuatnya.
Sejauh ini hanya Randi Rhodes sebagai host (penyiar) di Air America Radio
yang baru berani mempublikasikannya ke publik tentang bagaimana kekejaman
tentara Koalisi di Iraq. Randi Rhodes mendapat kesempatan untuk melihat
sebagian kecil gambar-gambar dan rekaman video, mewawancarai orang-orang
yang sudah melihat gambar dan rekaman tersebut.
Oleh karena itu kami yang berkesempatan mendengar laporan dari Randi mencoba
menterjemahkan transcript dari siaran tersebut ke dalam bahasa Indonesia
untuk menginformasikan kepada Anda. Jika kurang puas, anda bisa menjumpai
Randi Rhodes di www.airamerica.com atau di
http://www.therandirhodesshow.com/.
Inilah cuplikan Randi Rhodes Show:
Terdapat ribuan foto yang dikirimkan oleh whistleblower (pembocor rahasia)
prajurit Joe M Darby. Dan yang kami lihat hanyalah beberapa buah dari yang
ribuan tersebut. Koran Sunday Herald melakukan penyelidikan, dan menemukan
bahwa ratusan anak-anak berada di penjara Abu Ghraib, dan beberapa dari
mereka kecil dari 10 tahun. Dan mereka menjadi korban pemerkosaan dan
penyiksaan dan bahkan pembunuhan.
Saya akan kasih tahu anda sedikit saja, karena ini sangat
menjijikan....sangat menjijikan. Sebagaimana wawancara saya dengan Seymour
Hersh yang telah melihat foto tersebut mendeskripsikan bahwa "Gambar dari
foto tersebut adalah pemerkosaan terhadap seorang anak lakik-laki, dan anak
laki-laki tersebut di dalam berteriak dan ber darah-darah dan itu adalah
bagian yang paling menyedihkan dari gambar tersebut."
Pada bulan Oktober (2004), Kasim al Hilas bahwa menyaksikan pemerkosaan
seorang tahanan anak laki-laki berumur 13 tahun di penjara Abu Ghraib di
Iraq. "Anak tersebut benar-benar berada dalam kesakitan yang amat sangat,
ketika dia menjerit, saya panjat pintu penjara, saya melihat seorang tentara
yang memakai pakaian dinas. " Dan kemudian dia memberikan detail yang
mengerikan bagaimana tentara tersebut memperkosa anak laki-laki tersebut.
Dan kesaksian yang lain yang diberikan ke Sunday Herald bekas tahanan Salman
Dalwood mengatakan, "Saya melihat dua anak laki-laki telanjang, mereka
diikat bersama-sama saling berhadap-hadapan. Dan seorang tentara Amerika
memukuli mereka. Dan beberapa penjaga melihat sambil mengambil foto. Dan
tiga tentara wanita tertawa kepada para tahanan, dua dari mereka masih muda.
"
Tidak ada yang tahu berapa jumlah yang pasti anak-anak yang ditahan oleh
tentara koalisi di Abu Ghraib di Iraq. Tetapi penyelidikan koran Sunday
Herald memperkirakan sampai 107 anak-anak yang ditahan. Nama mereka tidak
diketahui, tidak diketahui berapa lama mereka sudah ditahan, berapa lama
lagi mereka akan berada disana, dan apa yang terjadi atas mereka selama
mereka berada di dalam penjara. Laporan ini sungguh mengagetkan.
Permasalahan ini sudah diselidiki oleh UNICEF pada bulan Juni lalu (2004),
tetapi yang mengherankan laporannya tidak dipublikasikan oleh UNICEF.
Bagian kunci dari perlindungan anak di UNICEF mengatakan, "Anak-anak yang
ada masalah dengan pasukan koalisi pada bulan Juli dan Agustus 2003.
Anak-anak tersebut ditangkap dan dimaksukan ke Internee di Umi Kashar.
Karena dimasukkan ke bagian internee inilah yang mengkhawatirkan, karena ini
adalah bagian yang berdiri sendiri, tidak ada yang mengawasi, dan tidak
diperbolehkan mengadakan hubungan dengan keluarga. Dan juga pasukan koalisi
membangun penjara khusus untuk anak-anak di Baghdad."
Dan juga menurut laporan Palang Merah International bahwa banyak anak-anak
yang ditangkap, dan pasukan koalisi akan memindahkan semua anak2 tersebut ke
penjara orang dewasa. Dan UNICEF tidak diberikan akses kepada anak-anak di
penjara tersebut.
Para wartawan di Jerman juga melaporkan dari hasil penyelidikan mereka.
Salah seorang wartawan Thomas Ruder, menwawancarai seorang tentara amerika
Samuel Privant yang dilarang berbicara tentang perjalanan selama 6 bulan
bertugas di penjara Abu Ghraib.
Masih menurut Ruder, bagaimana satu ketika seorang anak laki-laki Iraq
berumur 6 tahun ditangkap dengan kejamnya. "Dia sangat ketakutan sekali"
kata Samuel Privant."
"Kami kemudian menginterogasi dia. Kami siram dia dengan air, dan saya ingat
malam itu sangat dingin sekali, kemudian kami seret dia keluar, saya merasa
kasihan sekali, kami siram badannya dengan kotoran manusia, dan kemudian
kami kasih lihat dia kepada bapaknya yang juga sedang kami tahan di tahanan
tersebut.
Pada awalnya bapaknya tidak mau bicara tetapi kemudian bapak anak tersebut
luluh melihat anaknya disiksa demikian, dan dia menangis dia bilang dia akan
bicara apapun yang dia tahu."
Suhab Badir Adim Albas, seorang wartawan TV Iraq, juga banyak mengetahui
tentang anak-anak yang disiksa oleh tentara koalisi di Abu Ghraib, karena
dia ditangkap oleh tentara Amerika ketika dia sedang meliput.
Albas mengatakan, dia dipenjara selama 74 hari di penjara Abu Ghraib. "Saya
ditempatkan di dekat penjara anak-anak, " katanya.
Ada ratusan anak-anak disana. Pastinya, laki-laki dan perempuan di bawah
umur 13 tahun.. Dia mendengar seorang anak gadis berumur sekitar 12 tahun
menangis. Satu malam, seorang tentara datang ke penjara anak gadis tersebut,
kemudian dia dipukuli.
"Dan saya mendengar si anak tersebut berteriak mereka menelanjangiku, mereka
menyirami air ke badanku, " kemudian dia mendengar anak tersebut menangis
lebih menyedihkan lagi.
Dal ini membuat saya dan beberapa orang tahanan lain juga ikut menangis
mendengar tangisan anak gadis tersebut dan atas apa yang sedang terjadi
kepadanya."
Albas juga menceritakan bagaimana seorang anak berumur 6 tahun dipukuli
dengan pentungan berulang-ulang sampai dia pingsan, kemudian penjaga membawa
bapaknya yang kepalanya ditutup dengan sarung, dan kemudian si anak tersebut
pingsan lagi.
Laporan selanjutnya memperlihatkan bukti-bukti dengan gambar-gambar, dan
rekaman video bagaimana seorang polisi militer memperkosa seorang tahanan
wanita, anak-anak diperkosa, tahanan laki-laki dipaksa bermastrubasi dan
penyiksaan.
"Ada beberapa hal yang paling mengerikan terjadi yang kalian tidak tahu. Ada
wanita-wanita (wanita Iraq yang ditahan) di dalam video tersebut, ada
seorang wanita yang menyampaikan pesan agar dia dibunuh saja. Karena apa
yang terjadi pada dirinya. Pada dasarnya apa yang terjadi dipenjara tersebut
terhadap para wanita dan anak-anak adalah pemerkosaan dan penyiksaan.
Ada anak laki-laki di sodomi secara bergantian oleh para tentara di depan
orang tua anak-anak tersebut, dan itu direkam oleh mereka sendiri, dan yang
lebih mengerikan dari semua itu adalah suara anak tersebut menjerit
kesakitan. Itu yang dipunyai oleh pemerintah anda. (Amerika, red), " kutip
Seymour Hersh.
Penyelidikan juga menemukan, bahwa sebagian anak-anak tersebut ditahan oleh
tentara Amerika dan sebagiannya lagi oleh tentara Inggris. Tentara Inggris
menahan anak-anak yang berasal dari Basra yang merupakan di bawah kontrol
dari Inggris. Organisasi Palang Merah Internasional mengatakan bahwa tentara
koalisi mempunyai 6 penjara yang menahan anak-anak di Iraq.
Dan Palang Merah Internasional tak diijinkan untuk melihat satupun dari
penjara tersebut. Amnesty Internasional sangat marah dengan keadaan
tersebut, dan mengetahui bahwa terjadi pelangaran HAM terhadap anak-anak
Iraq. Yang mereka itu ditahan, disiksa, dan dibunuh.
Dan laporan diatas hanyalah baru segelintir dari sekian banyak laporan
kekejaman tentara koalisi di terhadap muslim di penjara Abu Ghraib Iraq yang
belum terungkap. (Laporan M. Yusuf yang ditraskrip dari Randi Rhodes Show)