Google Groups no longer supports new Usenet posts or subscriptions. Historical content remains viewable.
Dismiss

Layat Cak Nur

0 views
Skip to first unread message

Hangtuah Digital Library

unread,
Aug 29, 2005, 1:40:00 PM8/29/05
to
Presiden dan Wapres Layat Cak Nur

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Yudhoyono melayat
almarhum Nurcholish Madjid yang disemayamkan di Universitas Paramadina,
Jalan Gatot Subroto, Senin (29/8/2005) pada sekitar pukul 19.41 WIB.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla datang melayat sekitar pukul
19.26 WIB. Ibu Mufida Kalla, dalam kesempatan itu, datang sendiri.

Dalam kesempatan itu pula, Presiden dan juga Wapres melakukan shalat
jenazah di hadapan jasad pria yang akrab dipanggil Cak Nur itu.
Presiden usai shalat jenazah menyampaikan sepatah dua patah kata.

Presiden Susilo mengatakan sosok Cak Nur tak bisa dilepaskan dari
rangkaian panjang perjalanan Indonesia membangun tatanan kehidupan
lebih baik.

Sumbangan pemikiran Cak Nur hadir terus dalam perjalanan bangsa
Indonesia. Cak Nur, kata Presiden, ikut terlibat penuh dalam proses
reformasi Indonesia yang baru berjalan tujuh tahun ini.

"Beliau bukan seorang cendekiawan Muslim semata. Bukan seorang pemikir
yang melahirkan pemikiran-pemikiran yang cerdas semata. Bukan hanya
orang yang terus mengajak kita melakukan yang terbaik semata tapi
justru pada rangkaian reformasi yang berlangsung selama tujuh tahun
ini, almarhum menyumbangkan banyak hal," kata Presiden.

Presiden menceritakan, dirinya terkenang pengalamannya pada 1998.
Pengalaman itu membuat Presiden merasa dekat dengan Cak Nur.

Saat terjadi peristiwa Trisakti, Susilo Bambang Yudhoyono, kala itu,
tengah berdiskusi di sebuah rumah makan kecil soal Indonesia ke depan.

Kemudian, lanjut Presiden, sepanjang reformasi, Cak Nur memberi roh dan
semangat yang diformulasikannya dalam gagasan tentang pemerintahan
bersih, bagaimana memberantas korupsi, bagaimana membangun tatanan
kehidupan yang adil, bagaimana mengembangkan toleransi dan harmoni
sejati dan bagaimana hidup dalam sebuah bangsa yang majemuk.

Tak lupa, pada kesempatan melayat itu, Presiden Susilo mengajak untuk
meneruskan semangat Cak Nur membangun Indonesia lebih baik.

Berbagai kalangan sampai kini juga terlihat hadir memberi penghormatan
terakhir kepada Cak Nur. Ada tokoh-tokoh seperti Abdurrahman Wahid
(mantan Presiden RI), Azyumardi Azra (Rektor Universitas Islam Negeri
Jakarta), Bagir Manan (Ketua Mahkamah Agung), Jakob Oetama dan Surya
Paloh (keduanya tokoh pers), Ali Sadikin (mantan Gubernur DKI), Harmoko
(mantan Menteri Penerangan), Akbar Tandjung (mantan Ketua DPR), sampai
aktivis muda seperti Usman Hamid dan peneliti Indra J Piliang dan Eep
Saefulloh Fatah. Tampak hadir pula artis Ratih Sanggarwati.

Penulis: Prim
Laporan : Heru Margianto
Senin, 29 Agustus 2005, 20:41 WIB
Copyright @ PT. Kompas Cyber Media

Logika Sederhana

unread,
Aug 29, 2005, 2:07:04 PM8/29/05
to
Wakil-wakil FPI dan JI ada nyang melayat, ndak?

Rakyat...@hotmail.com

unread,
Aug 29, 2005, 4:08:22 PM8/29/05
to
ADW ngelayat nggak?

LiNNa

unread,
Aug 30, 2005, 2:46:02 AM8/30/05
to
ANDA melayat nggakkkkkkkkkkkkkkkkkk

gatho

unread,
Aug 30, 2005, 5:10:50 AM8/30/05
to
Tidak melayat, bukan masalah, tetapi ikut bela sungkawa karena merasa
kehilangan tokoh yang punya pandangan luas demi kemajuan bangsa ini.
gatho sendiri jelas juga tidak melayat dan hanya melihat tayangan di
siaran TV.
Sudah merupakan sifat manusia ada yang pro ada yang kontra. Kematian
beliau akan disikapi oleh masing-masing individu sesuai sikap batin.

ini si þíLL

unread,
Aug 30, 2005, 6:29:28 AM8/30/05
to

lantas mengapa dik LiNNa jadi berang ketika ada yang tanya ADW melayat atau
tidak ?

apa dik LiNNa dan ADW saudara sepupu ? atau adene ipar juga ?

--
ini si þíLL™

Rakyat...@hotmail.com

unread,
Aug 30, 2005, 9:04:19 AM8/30/05
to
Sebelum gua jawab, eloe sendiri ngelayat nggak? Eloe ini Linna ape
Lenny? Jangan2x eloe Lenny bininya si ADW, makanya langsung sewot, udah
naik ojeg aja gih sono.

qw1...@yahoo.com.sg

unread,
Aug 30, 2005, 11:51:44 AM8/30/05
to
hi..hi..hi... mbah gatho!!! tugas menanti anda neeh.. cepat kenakan
seragam ente... (jangan lupa garpune).. :))

gatho

unread,
Aug 30, 2005, 8:49:26 PM8/30/05
to
tugas apa wayah (putu)??? embah tidak mudheng
he he he.....

mekoQ

unread,
Aug 30, 2005, 9:12:13 PM8/30/05
to
lah kalo bawak2 garpu pan meres susu kanQ ?!

Logika Sederhana

unread,
Aug 30, 2005, 8:18:38 PM8/30/05
to
Apa beda meresapi dengan meres-sapi ...

mekoQ

unread,
Aug 30, 2005, 10:01:11 PM8/30/05
to
sama2 menetes ............

h@fudo

unread,
Aug 31, 2005, 8:08:27 AM8/31/05
to
> Apa beda meresapi dengan meres-sapi ...

kalimat " meresapi meres-sapi " ada maksudnya.
tapi kalo " meres-sapi meresapi " gak ada om.

ini si þíLL

unread,
Aug 31, 2005, 9:56:37 AM8/31/05
to
"gatho" <gath...@yahoo.com> wrote in news:1125449366.187720.90890
@g43g2000cwa.googlegroups.com :

mungkin qiwe menyangka si mBah pekerjaan tetapnya tukang gali kubur ......

lha ini ada yang 'berpulang' ..... jadi siap2 pakai seragam, lalu bawak 'garpune' (cangkul) buat bikin

lubang

--
ini si þíLL™

gatho

unread,
Aug 31, 2005, 10:48:48 AM8/31/05
to
KoQ tahu bill?
Benar bill, tapi tidak semuanya
mbah gatho sering/selalu ikut bikin liang kubur.
Di ndeso tempat mbah gatho tinggal, rasa gotong royong masyarakatnya
masih tinggi.
Kalau ada orang yang meninggal tanpa di komando semua anggota ndeso
saya langsung melakukan pekerjaan dan seolah sudah tahu tugasnya
masing-masing termasuk mbah gatho bagian kelompok bikin liang kubur.
Di ndeso-ndeso seperti di tempat mbah gatho, tanah kuburan tidak
membayar dan masing-masing ahli warisnya memberi tanda tempat dimana
almarhum dikubur (nisan)
he he he...apa ada yang mo pesan liang kubur ?tak buatke. mbah gatho
misih kuat lho
siapa hayoooo

ini si þíLL

unread,
Aug 31, 2005, 9:42:17 AM8/31/05
to

hiiyyyyy .............

*) lha yg pinter itu si qiwe koQ


0 new messages