Google Groups no longer supports new Usenet posts or subscriptions. Historical content remains viewable.
Dismiss

Makna Lain dari Sebuah Kelucuan

1 view
Skip to first unread message

Hangtuah Digital Library

unread,
Dec 15, 2005, 12:03:04 AM12/15/05
to
Makna Lain dari Sebuah Kelucuan

Malam ini, ada sesuatu yang hilang di blog ini. Ternyata kita harus
ingat, bahwa kita baru belajar kemerdekaan bereskpresi tujuh tahun.
Dengan segala maaf postingan saya tentang 'Foto Mayangsari adalah
Rekayasa' harus dihapus karena alasan yang tidak bisa dijelaskan di
sini.

Pengumuman tersebut terbaca dalam blog (situs pribadi) milik Herman
Saksono (24 tahun). Anak muda yang kini tinggal di Yogyakarta itu, baru
saja tersandung masalah. Pada 12 Desember 2005, dia diperiksa di
Poltabes Yogyakarta karena gambar rekayasa yang dibuatnya, dianggap
menghina kepala negara.

Gambar yang membuat dia tersandung masalah itu merupakan gambar olahan
dari foto mesra orang yang diduga sebagai penyanyi Mayangsari dengan
orang yang diduga sebagai Bambang Triatmodjo (putra mantan presiden
Soeharto). Wajah orang yang diduga Mayangsari itu diganti dengan wajah
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), wajah Menteri Sekretaris
Negara Yusril Ihza Mahendra, pengamat telematika Roy Suryo, serta
pemimpin Media Grup Surya Paloh. Sehingga, orang yang diduga sebagai
Bambang Tri menjadi terlihat sedang bermesraan dengan keempat orang
tersebut, dalam frame yang terpisah.

Gambar-gambar olahan itu kemudian dimuat dalam blog pribadinya
www.hermansaksono.blogspot.com dan sempat menyebar melalui beberapa
milis. Gambar yang sedianya cuma bermuatan jenaka ini, dimaknai lain
oleh aparat kepolisian. Herman dituduh menghina kepala negara sehingga
perlu diperiksa. Setelah diperiksa seharian pada Senin, 12 Desember
2005, Herman akhirnya dibebaskan dengan catatan gambar-gambar itu
dihapus dari blognya. Menjelang tengah malam, gambar itu pun sudah
hilang dari situs pribadi Herman. Foto hasil montase yang juga
dihilangkan dari blog-nya adalah foto Aburizal Bakrie dengan mata
mendelik.

''Kita terus melakukan penyidikan terhadap dirinya, kita lihat
bagaimana hasilnya,'' kata Kapoltabes Yogyakarta, Kombes Pol Condro
Kirono, kemarin. Berdasar hasil penyidikan sementara, kata Condro,
Herman mengaku bahwa ulahnya itu tidak mengandung maksud apa-apa hanya
berupa lelucon kreatif. Meski begitu, polisi tetap menuduh Herman telah
melanggar pasal 134, 135 dan 137 Kitab Undang-undang Hukum Pidana
(KUHP) tentang penghinaan terhadap kepala negara.

''Anak ini bercanda, tapi kebablasan,'' tutur Roy Suryo yang memamerkan
foto-foto olahan Herman itu kepada wartawan, Rabu (14/12/2005). Menurut
Roy, persoalannya menjadi sangat serius karena yang menjadi subjek
mainan adalah Presiden. Roy juga menuturkan bahwa foto olahan karya
Herman ini sempat dibahas secara khusus oleh rombongan Presiden SBY di
sela-sela ASEAN Summit di Kuala Lumpur, Malaysia.

Roy Suryo mengungkapkan, sebenarnya bukan baru kali ini Herman
mengangkat tema SBY dalam posting-posting-nya. Pada 29 Oktober, kata
dia, Herman sempat membuat artikel berjudul 'Tips and Trik memecat SBY'
disertai foto Presiden dengan teks yang cukup menggelikan. Namun kini
tulisan tersebut sudah tidak ada lagi di blog Herman.

Kata Roy, bukan cuma Herman yang 'tersandung' SBY. Kemarin, seorang
blogger lain, Priyadi Iman Nurcahyo (28 tahun), diundang tim khusus
Departemen Kominfo dan Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya. Dalam situs
pribadinya, pria yang pernah kuliah di Teknik Informatika ITB itu
menyebut SBY suka mengirimkan SMS-SMS tak bermutu, sehingga perlu
diperiksa.

Istilah blog adalah kependekan dari weblog. Jorn Barger pada 1997
melahirkan istilah weblog untuk menyebut kelompok website (situs)
pribadi yang selalu di-update secara kontinyu dan berisi link-link ke
situs lain. Blog sendiri lebih dipahami sebagai catatan harian
seseorang di dunia virtual. Yang membedakan blog dari diary adalah blog
ditujukan untuk dibaca orang lain. Karenanya, para blogger sengaja
mendesain blog agar dapat berinteraksi dengan orang lain.

Situs pribadi Herman ini bisa dibilang cukup menggelitik. Di situ ada
beberapa tulisan yang memang nadanya guyonan. Dalam tulisan berjudul
'Berbahayakah Minum Bodrex Dicampur Coca-Cola?' misalnya, Herman
membuat logika kimia yang sebenarnya cukup serius, namun dikemukakan
dengan bahasa yang ringan dan jenaka. Tulisan itu intinya menyebutkan
bahwa percampuran Bodrex dengan Coca-Cola ternyata tidak berbahaya.

Situs tersebut antara lain juga memuat tulisan berjudul 'Di UGM, Wanita
itu tidak Beda dengan Agrobisnis'. Tulisan ini menjelaskan bahwa kini
di kampus tersebut terdapat sedikitnya 24 pusat studi dan di antaranya
ada Pusat Studi Wanita dan Pusat Studi Agrobisnis. Dengan nada melucu,
Herman lalu menyamakan wanita dengan agrobisnis. Masih banyak posting
lain yang jelas sekali terlihat sebagai guyonan belaka.

Kemarin sore sekitar pukul 17.00 WIB Republika sempat kontak dengan
Herman lewat yahoo messenger. Saat itu Herman menyatakan belum bersedia
diwawancara karena statusnya di kepolisian belum jelas. Dia berjanji
akan kontak Republika dua jam sejak pukul 17.00 WIB untuk memberi
kepastian soal kesediaannya diwawancara. Namun hingga pukul 21.00 WIB,
Republika tidak menerima kontak dari dia. n (yli/imy/irf)

Kamis, 15 Desember 2005
© 2005 Hak Cipta oleh Republika Online

logikasederhana

unread,
Dec 15, 2005, 11:25:00 AM12/15/05
to
Pemimpin bangsa indonesia masih belum punya rasa percaya diri, sehingga
masih sensitif terhadap lelucon-lelucon tentang dirinya.

Sak-jane, saya juga pernah masang gambar SBY yang diolah menjadi kacau di
salah satu website saya (sebagai lelucon). Sekarang sudah ndak ada, karena
terhapus secara ndak sengaja. Untungnya, sampai sekarang belum ada
"kunjungan" dari yang berwajib ... :)

Di negara-negara maju, orang bebas mengolok-olok pemimpinnya. Hampir
setiap hari saya nonton acara komedi di TV, di mana pembawa acaranya
seringkali mengolok-olok presiden, bahkan memasang gambar wanita telanjang
yang kepalanya diganti kepala presiden. Dan itu disiarkan di TV nasional!

tj

mekoQ™

unread,
Dec 15, 2005, 7:23:16 PM12/15/05
to
di ina , biasanya orang nyang sudah masup kepolitik jadi tidak
biasanya.
mungkin politik di ina artinya berkuasa , bukan melayani.

hang on little tomato

unread,
Dec 16, 2005, 3:42:12 AM12/16/05
to
ssstttt..... Apid jangan keras keras ngomongnya kalau ndak mau
mendapatkan kecelakaan lalu lintas besok ;-)

0 new messages