Google Groups no longer supports new Usenet posts or subscriptions. Historical content remains viewable.
Dismiss

[SP] Maranatha-nya Father Tony

0 views
Skip to first unread message

Djoko Herinanto

unread,
Mar 16, 2001, 10:12:43 PM3/16/01
to
Teman-teman,

Berikut ini adalah highlights / hal-hal yang disoroti
dan diberikan komentar oleh pak Anand beserta
terjemahannya terhadap komentar pihak gereja di
Vatikan mengenai karya father Tony.

Yang dimaksud dengan pihak gereja adalah fatwa tanggal
24 Juni 1998 yang ditandatangani oleh Cardinal Prefect
dan Archbishop Emeritus of Vercelli dan direstui oleh
Sri Paus.

Bila ada yang ingin memperoleh komentar lengkap,
silakan membaca sendiri buku yang berjudul
"Maranatha-mabuk anggur kehadiran Tuhan" yang ditulis
oleh pak Anand.


Salam damai dan kasih

-------------------------------------------

The Indian Jesuit priest, ...

(nggak diterjemahkan mungkin sudah jelas ada nuansa
diskriminasi ras – djoko)


In place of the revelation which has come in the
person of Jesus Christ, he substitutes an intuition of
God without form or image, to the point of speaking of
God as a pure void.

(Sebagai ganti wahyu yang mempribadi dalam diri Jesus
Kristus, dia mengemukakan pandangan mengenai Tuhan
yang tidak memiliki wujud dan bentuk, sedemikian rupa
sampai menyamakan Tuhan sebagai kehampaan abadi –
kasunyatan.)


For him, to think that the God of one's own religion
is the only one is simply fanaticism. "God" is
considered as a cosmic reality, vague and omnipresent;
the personal nature of God is ignored ...

(Bagi dia, konsep ketuhanan sebagaimana dijabarkan
oleh salah satu agama tidak absolut. Anggapan demikian
hanya menimbulkan fanatisme kelompok. Bagi dia, Tuhan
adalah kenyataan kosmis, tak terkonsepkan dan maha
ada. Ia menolak Tuhan sebagai suatu kepribadian ...)


Father de Mello demonstrates an appreciation for
Jesus, of whom he declares himself to be a "disciple."
But he considers Jesus as a master alongside others.
The only difference from other men is that Jesus is
"awake" and fully free, while others are not.

(Pater de Mello menghargai Jesus dan menyatakan diri
sebagai pengikutnya. Tetapi ia menganggap Jesus
sebagai salah satu dari sekian banyak master. Yang
membedakan Jesus dari orang lain adalah bahwa Jesus
"telah terjaga" dan bebas sepenuhnya, sementara yang
lain tidak.)


.. according to the author, any belief or profession
of faith whether in God or in Christ cannot but impede
one's personal access to truth. The Church, making the
word of God in Holy Scripture into an idol, has ended
up banishing God from the temple. She has consequently
lost the authority to teach in the name of Christ.

(... menurut sang penulis (Anthony de Mello),
kepercayaan atau iman pada Tuhan atau pada Kristus
akan menghalangi akses pribadi terhadap kebenaran.
Dengan memberhalakan wahyu Tuhan sebagaimana
dijabarkan lewat Kitab Suci, sebenarnya gereja telah
mengusir Tuhan dari tempat ibadah. Karena itu, gereja
telah kehilangan kewenangannya untuk mengajar atas
nama Kristus.)


..in order to protect the good of the Christian
faithful, this Congregation declares that the
above-mentioned positions are incompatible with the
Catholic faith and can cause grave harm...

(...Untuk melindungi umat yang beriman, Conregation
ini menyatakan bahwa pandangan Anthony de Mello tidak
sesuai dengan iman Kristiani dan dapat
membahayakan...)


On various occasions, Father de Mello makes statements
about God which ignore his personal nature, if not
explicitly denying it, and reduce God to a vague and
omnipresent cosmic reality. According to the author,
no one can help us find God just as no one can help a
fish in the sea find the ocean ...

(Di berbagai kesempatan, Pater de Mello menyampingkan
sifat Tuhan sebagai pribadi, bahkan menolaknya,
sehingga Tuhan tinggal menjadi realitas kosmis yang
maha ada, hadir dimana-mana, tetapi samar-samar,
tidak jelas. Menurut sang penulis, tidak seorangpun
dapat membantu kita menemui Tuhan, sebagaimana
seseorang tidak dapat membantu seekor
ikan yang tinggal dalam laut untuk menemukan samudera
..)


Thus, what is proclaimed is an impersonal God who
stands above all the religions, while objections are
raised to the Christian proclamation of the God of
love, held to be incompatible with the notion of the
necessity of the Church for salvation:

(Dengan demikian, Tuhan yang ia wartakan adalah Tuhan
yang tidak bersifat pribadi dan berada di atas semua
agama. Bahkan konsep Kristiani bahwa Tuhan adalah
Kasih dinyatakan tidak sesuai dengan konsep mengenai
perlunya gereja sebagai sarana keselamatan)


My friend and I went to the fair. THE WORLD FAIR OF
RELIGIONS... At the Jewish Stall we were given
hand-outs that said that God was All-Compassionate and
the Jews were his Chosen People. The Jews. No other
people were as Chosen as the Jewish People. At the
Moslem Stall we learnt that God was All-Merciful and
Mohammed is his only Prophet. Salvation comes from
listening to God's only Prophet. At the Christian
Stall we discovered that God is Love and there is no
salvation outside the Church. Join the Church or risk
eternal damnation. On the way out I asked my friend,
'What do you think of God?' He replied, 'He is
bigoted, fanatical and cruel.' Back home, I
said to God, 'How do you put up with this sort of
thing, Lord? Don't you see they have been giving you a
bad name for centuries?' God said, 'I didn't organize
the Fair. I'd be too ashamed to even visit
it' ...

(Bersama seorang kawan, aku mengunjungi Pekan Raya
Agama-Agama Sedunia. Di kios Yahudi, kita diberi
selebaran yang mengatakan bahwa Tuhan adalah Maha
Pengasih dan bahwasanya bangsa Yahudi adalah bangsa
yang terpilih. Hanya bangsa Yahudi. Tidak ada bangsa
lain yang memperoleh anugerah semacam itu. Di Kios
Islam, kami diberitahu bahwa Tuhan adalah Maha
Pengampun dan bahwa Nabi Muhammad adalah satu-
satunya utusan-Nya. Dan keselamatan hanya diperoleh
dengan mengindahkan anjuran-anjurannya. Di kios
Kristen, kami menemukan bahwa Tuhan adalah Kasih dan
bahwasanya tidak ada keselamatan di luar gereja. Oleh
karena itu, bergabunglah dengan gereja kalau tidak
ingin mendapatkan siksaan abadi.

Dalam perjalanan pulang, aku bertanya kepada temanku,
"Bagaimana pendapatmu tentang Tuhan ?" Ia menjawab,
"Keras, fanatik dan kejam."
Berada kembali di rumah, aku bertanya kepada Tuhan,
"Kenapa Engkau biarkan hal-hal seperti itu ? Selama
berabad-abad, mereka telah menjelekkan nama-Mu." Tuhan
menjawab, "Aku tidak menyelenggarakan
pekan raya yang kau kunjungi. Bahkan mengunjunginya
pun Aku malu.")


"God is love. And He loves and rewards us forever if
we observe His commandments.' 'IF ?' said the Master,
'Then the news isn't all that good, is it?"

"Tuhan adalah kasih. Ia mengasihi dan akan memberikan
ganjaran, pahala – jika kita mematuhi perintah-Nya."
"Jika ?" kata sang Master, "Kalau begitu, berita ini
tidak terlalu baik, bukan ?"


"All fanatics wanted to catch hold of their God and
make him the only one"…What matters is the truth,
whether it comes from Buddha or from Mohammed, since
"the important thing is to discover the truth where
all truths come together, because truth is one"

Para fanatik ingin menangkap Tuhan dan memilikinya
sendiri ... Yang penting adalah kebenaran. Apakah
kebenaran itu berasal dari Buddha atau dari Muhammad,
tidak menjadi soal. Yang penting adalah menemukan
muara kebenaran itu sendiri, dimana semua kebenaran
bersatu. Karena kebenaran memang satu adanya.


The divine sonship of Jesus is diluted into the notion
of the divine sonship of all men:

Keilahian Jesus sebagai putera Allah dijabarkan
sebagai keilahian setiap manusia sebagai putera-putera
Allah.


.. Christ was born to show that all men are sons of
God ...

.. Kristus lahir untuk menunjukkan bahwa seluruh umat
manusia adalah putera-puteri Allah ...


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Auctions - Buy the things you want at great prices.
http://auctions.yahoo.com/


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-~>
Make good on the promise you made at graduation to keep
in touch. Classmates.com has over 14 million registered
high school alumni--chances are you'll find your friends!
http://us.click.yahoo.com/l3joGB/DMUCAA/4ihDAA/vuJVlB/TM
---------------------------------------------------------------------_->

Kirimkan posting Anda ke: <milis-spir...@egroups.com>
Untuk berlangganan, tulis ke: <milis-spirit...@egroups.com>
Untuk berhenti berlangganan, tulis ke:
<milis-spiritu...@egroups.com>

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/

Maryono Basuki R.B.J.

unread,
Mar 17, 2001, 11:56:09 PM3/17/01
to
Mas Djoko yg baik,


Saya adalah penggemar Fr. De Mello, dikenalkan oleh sepupu saya Samuel
Sastro mengenai buku2nya beliau, dan menjadi peminat serius buku-buku
beliau, dan berusaha untuk bisa Hening dan melakukan 'Perjalanan Tanpa
Jarak'. Yg ternyata gampang-gampang susah.....

Tentu saja banyak tanggapan mengenai tulisan Fr. De Mello dan respon Vatikan
sebagai otoritas resmi Gereja Katolik. Dalam hal ini saya melihat bahwa
memang harus diakui terdapat fakta yaitu:
- Ajaran Fr. De Mello itu memang tergolong radikal, 'bending' the law to the
limit. Untuk para pembaca yang level beginner, akan mungkin sekali
terguncang imannya, bahkan berakibat negatif, dalam arti bisa menjadi ateis,
megalomania, atau lebih gawat lagi. Bila dibaca secara sekilas, tanpa
'kesadaran', dgn ditambahkan interprestasi, bukan tidak banyak yg justru
akan tersesat. Contoh paling simple ttg 'Cerita Akan Saya Bakar Kuil dan
Tuhannya sekaligus' atau 'Keledai sbg kendaraan utk pulang ke Rumah, namun
tidak dibawa masuk ke Rumah', coba ganti Keledai dgn Agama dan Rumah dgn
Tuhan.
- Vatikan sbg otoritas resmi harus menjaga mayoritas umatnya (terutama yg
beginner) dan sudah terbiasa dgn 'Jalan Konservatif' yg ada, tidak terganggu
keseimbangan imannya, yg mungkin berakibat fatal.

Membayangkannya mungkin seperti antara Bunga Deposito dan Saham, yg pertama
jelas aman dgn bunga tetap pertahun pasti menghasilkan keuntungan, sedang yg
lain itu bisa menguntungkan sekali tapi bisa juga merugikan.

Tokh cara apapun yg kita ambil/lakukan itu seharusnya senantiasa bertujuan
untuk mendekatkan kita dengan Sang Pencipta.

0 new messages