Bagaimana bisa ada POWER kalau tidak punya MONEY? Bagaimana bisa?
Untuk membuat bom harus ada money. Untuk beli granat harus ada money. Untuk
membeli senjata api otomatik harus ada money. Untuk bikin gas racun harus ada
money. Untuk sekolah jadi pilot kapal terbang harus ada MONEY. Untuk piara tiga
bini-bini harus ada money. Untuk bisa post disini juga harus ada money.
You see, money is power! Orang2x majoritas disono tidak ada power lantaran
tidak ada money.
Itu sebabnya saya selalu bilang harus kerja keras, harus rajin cari pendidikan
yang baik, harus kerja keras untuk dapat money. Sesudah punya money baru bisa
punya power.
Orang2x disini pagi2x buta sudah bangun cuci2x piring di restoran. Orang2x
disono pagi2x bangun bikin apa? Cuci-cuci burung!
Malam2x orang2x disini kerja di laundrymat cari duit cuci2x pakaian kotor.
Orang2x disono bikin apa malem2x? Apa..? Cuci-cuci burung lagi.
Mana bisa ada duit kalau kerjaan selalu cuci-cuci burung? Mana bisa?
Jadi tidak ada duit, yach tidak ada power lah...
Jangan heran mengapa tidak ada power...
And this is the truth and nothing but the truth!
>bangman wrote:
>>
>> Kok jadi lebih ketinggalan dari Eropa nih?
>> Di Inggris, polisi wanita malah sekarang boleh pakai jilbab (yang Islam
>tentu saja).
>>
>> Jilbabnya didesign sedemikian rupa baik warna maupun bentuknya serasi
>dengan pakaian
>> seragam polisi (hitam/biru tua dengan hiasan sebaris kotak-kotak kecil
>hitam putih).
>> Modelnya mirip-mirip jilbab petugas wanita di Bank Mu'amalat Jakarta.
>> Malah kelihatan lebih anggun dan cakep-cakep.
>>
>> Di Belanda di semua tempat/kantor/sekolah boleh pakai jilbab.
>> Hanya baru-baru ini ada pengadilan di suatu kota masih melarang petugas
>pengadilan
>> (hakim, panitera, advocat dsb) pakai jilbab dalam sidang pengadilan karena
>katanya
>> terdakwa bisa stress karena merasa mungkin diadili dengan hukum Islam atau
>merasa
>> petugas itu (hakim, penitera, advocat dsb) mengambil keputusan mungkin atas
>dasar
>> hukum Islam (yang menurut orang Eropa keliwat keras). Tapi pengadilan untuk
>hal itu
>> (yang diajukan oleh seorang jurist/lawyer wanita yang pakai jilbab), toh
>memutuskan
>> bahwa di Belanda orang tidak boleh dilarang pakai jilbab di mana saja
>(kecuali tentu
>> saja dalam situasi khusus atau "DARURAT" (yang kata Fisjono agamanya tidak
>kenal
>> sistuasi "darurat") misalnya dia harus menjalani operasi otak dsb).:-)
>>
>> "Adrian Dharma Wijaya, MBA" wrote:
>>
>> > Republika
>> > Kamis, 24 Januari 2002
>> > Jilbab Misye
>> >
>> > Pilihan berat harus diambil Misye A Sasongko akhir tahun lalu. Setelah
>> > mengabdi selama hampir sepuluh tahun, ia harus meninggalkan Sogo
>> > Indonesia, pusat perbelanjaan megah itu.
>> >
>> > Saat itu, ia sedang semangat-semangatnya menekuni karier sebagai Section
>> > Manager Departemen Advertising dan Promosi. Tapi, satu "kesalahan" ia
>> > buat
>> > kepada perusahaan tempatnya bekerja: menolak menanggalkan jilbab.
>> >
>> > "Kesalahan" yang sama juga dilakukan dua orang karyawati Sogo yang lain,
>> > Fauziah dan Mumun. Kedua muslimah ini lebih dulu keluar jauh sebelum
>> > dia.
>> > "Saya kekeuh berjilbab, manajer saya kekeuh melarang saya berjilbab.
>> > Saya
>> > tidak tahan disindir-sindir setiap hari dan dibiarkan status
>> > menggantung.
>> > Maka saya pilih keluar," ujar Fauziah, kemarin (23/1).
>> >
>> > Misye mencoba bertahan seperti Fauziah, tetap memakai jilbab ke ruang
>> > kerjanya. Beberapa kali dipanggil atasan, tak membuatnya surut. "Saya
>> > tetap menyelesaikan kerja, kendati di jajaran manajer saya sudah tidak
>> > dianggap," ujarnya. Ujung-ujungnya, ia dipindahkan ke Sogo Surabaya,
>> > setelah turun Surat Instruksi dari atasannya bernomor
>> > 2302/SKEP/MTS/HR/PLI/PI/XI/2001 yang memintanya segera melakukan serah
>> > terima tugas dengan penggantinya.
>> >
>> > Di Surabaya, ia dibiarkan menggantung tanpa jelas job description-nya.
>> > "Saya tak tahan diintimidasi begitu," ujarnya. Maka ia pun
>> > menandatangani
>> > surat pengunduran diri yang disodorkan atasannya.
>> >
>> > Keputusan Misye untuk "menyerah" disesalkan beberapa anak buahnya. "Saya
>> > berharap, dengan Ibu Misye berjilbab, kebijakan bisa berubah. Dia juga
>> > seorang manajer. Dan harapan itu pupus sudah," ujar Adinda, sebut saja
>> > begitu, salah seorang SPG (sales promotion girl) Sogo Plaza Indonesia.
>> >
>> > Menurutnya, ada lebih dari tiga puluh muslimah yang bekerja di Sogo
>> > harus
>> > bongkar kerudung di toilet sebelum masuk kerja. Jika dijumlah dengan
>> > seluruh karyawan di dua store SOGO lainnya --Kelapa Gading dan Plaza
>> > Senayan-- maka angkanya akan lebih banyak lagi. Mereka juga seringkali
>> > men-jamak shalatnya karena keterbatasan waktu.
>> >
>> > Jangankan untuk shalat, katanya, ke kamar mandi pun mereka harus minta
>> > izin atasan. Ia menuturkan, seorang manajer di pusat perbelanjaan mahal
>> > itu menegurnya dengan sinis ketika izin pipis-nya mulur menjadi 15 menit
>> > karena harus shalat. "Kalau mau tetap kerja di sini, tak usah shalat,"
>> > ujarnya menirukan.
>> >
>> > Namun, perlakuan salah seorang manajer itu justru menimbulkan simpati
>> > rekan-rekannya. Sepekan sekali, mereka mengadakan pengajian bersama --di
>> > luar tempat kerja. "Kadang-kadang di Masjid Al Azhar, atau bergabung
>> > dengan kelompok pengajian Grand Hyat," timpal rekannya, yang juga
>> > menolak
>> > ditulis namanya. Misye kerap terlibat di acara pengajian itu.
>> >
>> > Melihat semangat bekas rekan kerjanya itu, Misye memutuskan untuk tidak
>> > berdiam diri. Ia mendatangi berbagai lembaga --Komnas HAM, YLBHI, MUI,
>> > dan
>> > FPI-- memperjuangkan haknya. Gayung bersambut, tak sampai sebulan, Tim
>> > Bantuan Hukum FPI melayangkan surat kesediaan memberikan bantuan
>> > advokasi.
>> > "Kita akan meminta pihak Sogo untuk memberikan klarifikasi," ujar Ketua
>> > BHF Ayuk F Shahab. Ia juga akan melakukan upaya hukum jika memang
>> > terbukti
>> > ada unsur pelanggaran hak dalam kasus Misye.
>> >
>> > Menurut Wirda, staf public relation Plaza Indonesia, tempat Sogo
>> > menghuni
>> > tiga lantainya, tidak ada pelarangan mengenakan busana muslimah di pusat
>> > perbelanjaan itu. "Kalau di Plaza Indonesia, sih, tidak ada masalah.
>> > Banyak teman-teman saya yang pake (kerudung). Saya kurang tahu kalau
>> > Sogo
>> > memberlakukan aturan itu," ujarnya yang juga berkerudung.
>> >
>> > Ketika Republika mengkonfirmasikan masalah ini, pihak manajemen Sogo
>> > tidak
>> > berada di tempat. Seorang staf bernama Kencana menyanggah ada kasus PHK
>> > berkaitan dengan pemakaian busana muslimah. "Tak ada itu," ujarnya
>> > singkat.
>> >
>> > Ketika ditanyakan mengenai aturan pelarangan berjilbab, ia menyatakan
>> > tidak ada kebijakan (pelarangan) itu di tempatnya bekerja. "Yang ada
>> > adalah aturan mengenakan uniform. Kalau Anda masuk ke suatu perusahaan
>> > dan
>> > Anda dituntut untuk berpakaian seragam, ya, tentu Anda harus
>> > mematuhinya,
>> > 'kan?" ujarnya.
>> >
>> > Pakaian seragam di Sogo, katanya, sudah ada ketentuannya. Seluruh
>> > karyawan
>> > tanpa terkecuali, harus mematuhinya. "Perkara mereka (yang berjilbab)
>> > mau
>> > melepasnya dan memakai kembali sepulang kerja, itu terserah mereka
>> > masing-masing," ujarnya. Yang jelas, katanya, pakaian kerja dibuat untuk
>> > memudahkan karyawan dalam melaksanakan tugas. tri
>
>> >
>-------------------------------------------------------------------------
-------
>
>
>
>
>
>
>
Bagaimana bisa ada POWER kalau tidak punya MONEY? Bagaimana bisa?
Untuk membuat bom harus ada money. Untuk beli granat harus ada money. Untuk
membeli senjata api otomatik harus ada money. Untuk bikin gas racun harus ada
money. Untuk sekolah jadi pilot kapal terbang harus ada MONEY. Untuk piara tiga
bini-bini harus ada money. Untuk bisa post disini juga harus ada money.
You see, money is power! Orang2x majoritas disono tidak ada power lantaran
tidak ada money.
Itu sebabnya saya selalu bilang harus kerja keras, harus rajin cari pendidikan
yang baik, harus kerja keras untuk dapat money. Sesudah punya money baru bisa
punya power.
Orang2x disini pagi2x buta sudah bangun cuci2x piring di restoran. Orang2x
disono pagi2x bangun bikin apa? Cuci-cuci burung dan cebok-cebok!
Malam2x orang2x disini kerja di laundrymat cari duit cuci2x pakaian kotor.
Orang2x disono bikin apa malem2x? Apa..? Cuci-cuci burung lagi. Dan cebok-cebok
lagi.
Mana bisa ada duit kalau kerjaan selalu cuci-cuci burung dan cebok-cebok? Mana
bisa...?
Jadi tidak ada duit, yach tidak ada power lah...
Jangan heran mengapa majoritas tidak ada power...