Google Groups no longer supports new Usenet posts or subscriptions. Historical content remains viewable.
Dismiss

Tahun-tahun yang tidak aktif. DARI: HAMRAN AMBRIE

90 views
Skip to first unread message

Den Baguse Krislam

unread,
Oct 29, 2006, 11:39:24 PM10/29/06
to
Tahun-tahun yang tidak aktif.

Saya menjadi Kristian yang tidak aktif bermula dari tahun 1970-1972.Saya
sibuk mengendalikan urusan perniagaan saya dan membantu keluarga saya.Saya
hanya pergi ke gereja pada hari Ahad dan membaca Al-kitab bila saya ada
masa.Tuhan menyalahkan saya kerana bersikap sedemikian.Saya merasa sangat
jelas apabila pada waktu itu Tuhan memberi amaran kepada saya: "Jika kamu
mahu menjadi kristian,ia tidak cukup dengan bersikap pasif.Ia tidak akan
berkembang jika kamu duduk sahaja.Bergembiralah dengan keberkatan Tuhan yang
melimpahi hidup kamu.Sebagai orang Kristian iaitu pengikut Kristus,kamu
mesti bangun dan memberitahu kesaksian kamu dengan jelas mengenai Al-kitab
sepertimana Kristus telah memerintahkannya di dalam Matius 28:19-20)

Bagaimana saya hendak memulakan dalam memberikan kesaksian secara terbuka
dan memberitahu tentang Al-kitab dengan cara paling mudah
difahami?Sememangnya saya ingin melakukannya,tetapi saya tidak tahu
bagaimana cara hendak memulakannya.Untuk ini,Tuhan telah membuka
jalannya:dan ini adalah jalan yang bagaimana Tuhan tunjukkan;

Suatu hari kawan baik saya datang dari Banjarmasin untuk menghabiskan waktu
malamnya bersama kami.Dia adalah kawan yang sebenarnya mengikut erti
perkataan.Dia tetap berdiri bersama dengan saya dalam kaadaan susah ataupun
senang.Apabila penangkapan dilakukan oleh askar-askar Belanda,kami selalu
berjumpa antara satu sama lain di dalam penjara ataupun di dalam khemah
banduan.

Kami menyambutnya seperti biasa,di dalam rumah kami tidak terdapat tanda
ketara yang menunjukkan bahawa kami telah memeluki agama Kristian.apabila
dia mengucapkan "Assalamualaikum",dan kami menjawab "waalaikumussalam".Kawan
baik saya ini telah mendengarnya daripada jiran-jiran bahawa saya telah
memeluk Kristian. Dia menerangkan bahawa hal ini tidak mungkin terjadi, dan
telah menyakinkan kepada jiran saya tentang ini. Dia memberitahu mereka,"
Sudah lama saya kenal kawan saya Hamran Ambrie,bukan sahaja di Jakarta
bahkan di Banjarmasin lagi. Dia bukanlah seperti kebanyakan Muslim yang
lain,dia sangat risau tentang keimanannya.Di dalam wilayah dia dikenali
sebagai pejuang tentera Muslim,dia adalah anti-Kristian,seorang daripada
pemimpim Muhammadiyah,pemberita Muslim dan guru Islam yang terkenal di
bandar dan di timur Kalimantan.Lebih-lebih lagi di kongres Islam di seluruh
Kalimantan dalam Amuntai 1947, Hamran Ambrie adalah merupakan salah seorang
daripada penganjurnya.Di dalam ketenteraan kebangsaan Indonesia,dia telah
menjadi ketua guru-guru Muslim dalam pasukan tentera di Banjarmasin. Jadi
saya yakin bahawa Hamran Ambrie tidak begitu mudah untuk menukarkan agama
Islamnya kepada agama Kristian."

Tetapi jiran saya telah menyakinkan dia bahawa untuk beberapa tahun
ini,orang di dalam kampung saya telah biasa melihat saya pergi ke gereja
lazimnya dan menyediakan pokok Krismas semasa hari Krismas.Mereka
memberitahu dia supaya bertanya kepada saya secara terus untuk mendapat
kepastian selanjutnya.

Jadi dengan segera dia datang ke rumah saya untuk melawat,dan terus bertanya
kepada saya samada berita yang mengatakan saya menjadi Kristian itu benar
atau tidak?Saya menjawab soalan itu tanpa sebarang keraguan: "Ya,ia adalah
benar dan saya serta seluruh keluarga saya telah dibaptiskan."

Mendengar jawapan saya dia menangis terisak-isak.Dia meminta maaf kerana dia
sangat menyesal datang ke tempat itu.Tetapi dia tidak berbuat apa-apa dan
berdiri kehairanan untuk beberapa ketika.Selepas dia kembali ke
Banjarmasin,dia memberitahu orang lain, khususnya kawan baik saya tentang
pemelukan agama saya kepada Kristian.

Berita tentang kejadian ini telah dimasukkan di dalam akhbar harian UTAMA
yang diterbitkan di Banjarmasin oleh kawan baik saya yang lain,yang
merupakan seorang pemberita Muslim.Dalam tajuk utama H.Arsyad Maran menulis:

PENGASAS TERKENAL GERAKAN MENJADI KRISTIAN

Pengasas terkenal Muhammadiyah zaman 30-an, dia juga merupakan salah
seorang ketua editor JIHAD.


dokkter...@yahoo.co.id

unread,
Oct 30, 2006, 3:19:40 AM10/30/06
to

Den Baguse Krislam menuliskan:

Di Yogyakarta, Indonesia itu ada kelompok namanya "Al Muhtadin" disitu
berkumpul mantan pendeta, penginjil dan para teolog kristen yang telah
bertaubat kemudian masuk Islam. Anda boleh banyak belajar ke mereka.
Jumlahnya saat itu udah puluhan (1993), sekarang mungkin udah ratusan
bahkan ribuan.

Samson

unread,
Oct 30, 2006, 9:15:24 AM10/30/06
to

Bertaubat atau malah jadi tersesat (baca : murtad) ???

--
Semoga bermanfaat.


warmest regards,
Samson in Orlando
with much peaces & kisses :)
muaah muaaah, chomp chomp


<dokkter...@yahoo.co.id> wrote in message
news:1162196380.6...@i42g2000cwa.googlegroups.com...

donie

unread,
Oct 30, 2006, 8:49:51 PM10/30/06
to

dokkter...@yahoo.co.id wrote:

> Di Yogyakarta, Indonesia itu ada kelompok namanya "Al Muhtadin" disitu
> berkumpul mantan pendeta, penginjil dan para teolog kristen yang telah
> bertaubat kemudian masuk Islam. Anda boleh banyak belajar ke mereka.
> Jumlahnya saat itu udah puluhan (1993), sekarang mungkin udah ratusan
> bahkan ribuan.

Walau tidak mengharapkannya menjadi pengikut mereka, saya pingin tahu
juga dengar kisah2 mereka. Beberapa kali membaca 'majalah islami'
(Hidaya, Sabililah dll) yang kebetulan ada di rumah teman memang ada
kisah2 nya. Bung DC bolehlah share dengan kita2 di NG ini.

gatho

unread,
Oct 30, 2006, 9:13:02 PM10/30/06
to

pla visit:
http://www.mualaf.com/index.php
donie bisa masuk anggota tanpa jadi pembualap.

Bang Adil

unread,
Oct 30, 2006, 9:30:33 PM10/30/06
to
Apakah mereka tahu bahwa AHMADIYAH sedang di babat habis? Apakah mereka
tahu apa artinya LAKUM DINUKUM WALIYADINI? Ini "pendeta2x" yg kayak
ginian biasanya pendeta2x GADUNGAN yang suka sekali main2x dengan
JIN-JIN.......!! Supaya bisa lebih manjur, yah musti begitu dong...

Bang Adil

unread,
Oct 30, 2006, 9:38:31 PM10/30/06
to
Menurut apa yg saya baca ini mualaf-mualaf hijrah (pinda agama) oleh
sebab mengikuti toeorek dan peli! MEMALUKAN dan MERENDAHKAN DIRI
SEKALI! MENGHINA DIRI SENDIRI! Seperti moler-moler saja!

Bang Adil

unread,
Oct 30, 2006, 10:10:13 PM10/30/06
to

donie wrote:
> dokkter...@yahoo.co.id wrote:
>
> > Di Yogyakarta, Indonesia itu ada kelompok namanya "Al Muhtadin" disitu
> > berkumpul mantan pendeta, penginjil dan para teolog kristen yang telah
> > bertaubat kemudian masuk Islam. Anda boleh banyak belajar ke mereka.
> > Jumlahnya saat itu udah puluhan (1993), sekarang mungkin udah ratusan
> > bahkan ribuan.
> Walau tidak mengharapkannya menjadi pengikut mereka,

Kamu bisa jadi kecantol dan menjadi pengikut mereka apabila kamu ketemu
toeroek yg bisa ngempat-ngempot diantara mereka. Maukah kamu
merendahkan dirimu begitu rendah hanya lantaran toeroek dan peli? Lebih
baik JUMP IN THE LAKE daripada menghinakan diri seperti itu, hanya
lantaran toeroek dan peli!

ö-nénQ♪

unread,
Oct 30, 2006, 10:20:42 PM10/30/06
to
hisstory seh , mémang nyang terjadi adalah pertarungan jin-jin.

gatho

unread,
Oct 30, 2006, 11:02:10 PM10/30/06
to

Bang Adil wrote:
> Menurut apa yg saya baca ini mualaf-mualaf hijrah (pinda agama) oleh
> sebab mengikuti toeorek dan peli! MEMALUKAN dan MERENDAHKAN DIRI
> SEKALI! MENGHINA DIRI SENDIRI! Seperti moler-moler saja!

Bukankah justru sebaliknya mbah kopral?
kalau pentungan polisi masih kuat moler-moler tidak akan merasa malu
dan rendah diri apalagi hina.

Kalau LOYO baru merasa malu dan rendah diri dan merasa hina.
he he he.....

Samson

unread,
Oct 31, 2006, 12:33:13 AM10/31/06
to


sebelum ditunjukkan link ini oleh mas gatho kemarin saya pun sudah
ketemu sendiri situs ini , pakai googling, tapi kenapa di situs ini
saya TIDAK menemukan "Al Muhtadin" di Jogya seperti yang dimaksudkan
si Dokto'ol ?

mana ? mana ? mana ??????


Maaaaaaaf !

Semoga bermanfaat


warmest regards,
SAMSON in Orlando


with much peaces & kisses :)

muaah muaaahhh, chomp chomp

Samson

unread,
Oct 31, 2006, 12:38:37 AM10/31/06
to

Kalau pun kita google dengan kata kunci "Al Muhtadin" dan "Jogja" atau
"Jogya" atau "Yogya" masih tetap TIDAK ditemukan soal mualaf-mualaf
mantan pendeta atau teolog Kristen ini.

Tapi saya akui di sebuah gereja Protestan besar di bilangan Jakarta
Pusat/Menteng (= Gereja Paulus) ada pendetanya yang murtad , pindah
jadi Islam. Saya tahu ini cerita benar karena yang cerita itu paman
saya sendiri yang jadi jemaat di gereja tersebut.

Mungkin ini yang dimaksud Tuhan dalam Bible, tidak semua orang dipilih
Tuhan untuk diselamatkan ! sekalipun dia sudah pendeta.

donie

unread,
Oct 31, 2006, 11:00:48 PM10/31/06
to

Bang Adil wrote:
> Kamu bisa jadi kecantol dan menjadi pengikut mereka apabila kamu ketemu
> toeroek yg bisa ngempat-ngempot diantara mereka. Maukah kamu
> merendahkan dirimu begitu rendah hanya lantaran toeroek dan peli? Lebih
> baik JUMP IN THE LAKE daripada menghinakan diri seperti itu, hanya
> lantaran toeroek dan peli!
>
Rest assured Bang. Bukan persis toeroek n peli, tapi saya pernah di
iming2 duniawi, kalau mau mualaf.

Thanks mBah gatho atas linknya, saya boleh nge-browse ngeliat2lah.
Window shopping tidak apa toch.
Ada beberapa kenalan saya masuk kristen dari islam dan ada beberapa
juga yang mualaf. Yang mualaf pada umumnya karena 'panggilan cinta.'
Kadang2 saya (sebagai kresten)melihat sisi positif dari dua mualaf
teman saya. Paling tidak dia dapat menyiarkan "betapa tidak aneh-nya"
kristen itu. Ketika masih menuntut dan kos dibilangan kampung, pernah
mendengar pembicaraan antar tetangga: "koq pohon kristen ditanam"
merujuk pohon cemara yang ditanam oleh muslim indunk semang saya.
Ketika bercengkrama dengan anak2 tetangga, orang tuanya pernah menanya
dengan 'mengernyitkan dahi': "kristen ya?" Kristen itu dipandang aneh
oleh sebagian besar masyakat muslim.

Saya melihat sisi positif dari adanya mualaf mantan pendeta bule yang
mendampingi menjadi konsultan? (pernah saya lihat ditayangkan di TV)
dari Aa Gym. Sehingga saya melihat materi dan cara khotbah Aa Gym
seperti kebanyakan khotbah di mimbar kristen.

dokkter...@yahoo.co.id

unread,
Oct 31, 2006, 11:24:31 PM10/31/06
to

donie menuliskan:

> Bang Adil wrote:
> > Kamu bisa jadi kecantol dan menjadi pengikut mereka apabila kamu ketemu
> > toeroek yg bisa ngempat-ngempot diantara mereka. Maukah kamu
> > merendahkan dirimu begitu rendah hanya lantaran toeroek dan peli? Lebih
> > baik JUMP IN THE LAKE daripada menghinakan diri seperti itu, hanya
> > lantaran toeroek dan peli!

Cerita sakperti ini, bertebaran di Alkitab.

Samson

unread,
Nov 1, 2006, 12:01:21 AM11/1/06
to
Tapi di Quran merupakan inti ajaran utama, bahkan dipraktekkan oleh sang
naabi yang jadi pendiri Islam dan
pengarang Quran, masyaauwloh , agama seperti apa itu ?!


--
Semoga bermanfaat.


warmest regards,
Samson in Orlando


with much peaces & kisses :)

muaah muaaah, chomp chomp
<dokkter...@yahoo.co.id> wrote in message

news:1162355071.8...@f16g2000cwb.googlegroups.com...

dokkter...@yahoo.co.id

unread,
Nov 1, 2006, 12:47:40 AM11/1/06
to

Samson menuliskan:

> Tapi di Quran merupakan inti ajaran utama, bahkan dipraktekkan oleh sang
> naabi yang jadi pendiri Islam dan
> pengarang Quran, masyaauwloh , agama seperti apa itu ?!

Kalau figur yang sudah sekian ratus tahun jaraknya dari kita, tentu
dibaca model apa aja bisa, tinggal niat dan cara ngebacanya aja yang
akan menimbulkan perbedaan slide. Intinya khan antara yang positif
dengan yang negatif, tidak mengalami dan mengetahui yang sebenarnya,
kalau kebetulan dapet cerita dari yang benci tentu saja seperti bung
samson. Tapi kalau yang tidak temtu bertolak belakang. Jadi
pandangannya sangat subjectif.

Tapi Kalau Alkitab, sekarang anda buka sekarang juga bercerita banyak
hal ke anda termasuk yang begituan, jadi bukan subjectifitas yang
bicara. Wong saya dan anda sama-sama pegang bukunya, dan bunyinya juga
sama, apa yang diperdebatkan lagi.

donie

unread,
Nov 1, 2006, 5:23:00 AM11/1/06
to

dokkter...@yahoo.co.id wrote:
>
> Tapi Kalau Alkitab, sekarang anda buka sekarang juga bercerita banyak
> hal ke anda termasuk yang begituan, jadi bukan subjectifitas yang
> bicara. Wong saya dan anda sama-sama pegang bukunya, dan bunyinya juga
> sama, apa yang diperdebatkan lagi.

Ooooo ic. Jadi perdebatan Poligamy di lapangan nya bung DC tidak perlu
diteruskan lagi gitu ya? Atau you'd rather be agnostic, whatever it is
ya? Ini lah yang saya tangkap ketika anda menyampaikan 'dongeng' anda,
I don't know if you're coming or going. It is your very and humanely
right any way.

dokkter...@yahoo.co.id

unread,
Nov 1, 2006, 5:40:48 AM11/1/06
to

donie menuliskan:

Boleh aje, tapi sekali lagi itu kesan Pak Guru. Supaya nilainya naik
dari kesan menjadi pengetahuan perlu penggalian lagi.

donie

unread,
Nov 1, 2006, 5:45:10 AM11/1/06
to

Samson wrote:

>> > Di Yogyakarta, Indonesia itu ada kelompok namanya "Al Muhtadin" disitu

> saya TIDAK menemukan "Al Muhtadin" di Jogya seperti yang dimaksudkan
> si Dokto'ol ?

It's ok bung Samson, mungkin "Al Muhtadin" adalah bahasa arab halus
atau istilah lain dari 'mualaf' yang situsnya di beri tahu mBah gatho.

> > berkumpul mantan pendeta, penginjil dan para teolog kristen yang telah
> > bertaubat kemudian masuk Islam. Anda boleh banyak belajar ke mereka.

Wah sungguh privillages bagi muslim untuk menyatakan mantan pendeta,
penginjil dan para teolog kristen yang masuk islam BERTAUBAT. Jelaslah
yang islam pahami dalam bertobat adalah masuknya mereka ke islam, bukan
bertobat dari anarkisme, bunuh diri-isme,
mblegukin-menghakimi-orang/kepercayaan-lain-isme,
menuduh-orang-lain-mem-fitnah-isme. Saya jadi ragu Taubat nasional yang
sering didengungkan oleh Ketua MPR kita juga memiliki arti sama seperti
yang ditulis oleh Dok-Cin kita.

> > Jumlahnya saat itu udah puluhan (1993), sekarang mungkin udah ratusan
> > bahkan ribuan.

Yet, koq masih merasa tidak aman iya. Ingat kasus sekolah Sang Timur di
Jak-Bar. Kalau 'eyangnya yang mualaf' saja sudah mencapai ribuan kenapa
toch masih gencar mengharuskan SKB menteri untuk pembangunan rumah
ibada? Kenapa musti muslim Poso treak: moh 4 jendral POLRI kresten?
Sindrom apa ni ya? Saya jadi ingat si mBill, yang langsung akan treak:
why? why? why?

Samson

unread,
Nov 1, 2006, 6:14:11 AM11/1/06
to
Mauaaaf, sekedar ralat atau tambahan atas keterangan yang diberikan oleh
rangkampoeng, yang saya baca /dengar bahwa Wapres J. Kalla sendiri
mengatakan yang dikirim ke Poso adalah 5 jendral Kristen (bukan 4 memang)
pluuuuuuuuuuuuuuus 2 jenderal Islam. Lantas Wapres menambahkan "jadi tidak
benar ada diskriminasi atau permainan dalam mengirim orang-orang pusat ke
daerah"


"donie" <doni...@yahoo.com> wrote in message
news:1162377910.0...@i42g2000cwa.googlegroups.com...

dokkter...@yahoo.co.id

unread,
Nov 1, 2006, 6:13:20 AM11/1/06
to
> Yet, koq masih merasa tidak aman iya. Ingat kasus sekolah Sang Timur di
> Jak-Bar. Kalau 'eyangnya yang mualaf' saja sudah mencapai ribuan kenapa
> toch masih gencar mengharuskan SKB menteri untuk pembangunan rumah
> ibada? Kenapa musti muslim Poso treak: moh 4 jendral POLRI kresten?
> Sindrom apa ni ya? Saya jadi ingat si mBill, yang langsung akan treak:
> why? why? why?

Ah sederhana aja pak Guru, saya bilang kita hidup ini khan permainan
tesa dan sintesa, sebab dan akibat, aksi reaksi, akhirnya kita ini
setiap saat dalam kondisi menjadi dan menjadi.

Makanya kita jangan asal tuduh dan cap, karena masing-masing pihak
punya pembenarannya sendiri-sendiri. Saya keluarkan argumen itu karena
anda memulai berpolemik. Coba kalau anda nggak mancing polemik, saya
juga ogah berargumen. Itu contoh kecil Pak guru, apalagi di masyarakat
yang begitu Kompleks.

Bagaimana supaya sikap masyarakat muslim, tidak terlalu bereaski dengan
pembangunan tempat Ibadah misalnya, coba ubah model penyebaran agama
anda (Kristenisasi). Selama ini yang kami rasakan pihak anda terlalu
berlebihan, dan sangat agresif sampai-sampai dikampung saya seorang
tokoh agama Islam, itu didatangi dan diajak debat serta masyarakat
sekitar diprovokasi diberi undangan Kebaktian. Tentu saja orang yang
tadinya muslim biasa-biasa saja pun bereaksi sangat keras jadinya. Dan
kasus seperti ini menjamur di nusantara.

Kekebalan tubuh itu biasanya datang karena reaksi dari datangnya suatu
penyakit. Dan itu terjadi secara alamiah di masyarakat. Kemudian
timbullah kesan orang ketika rencana pendirian rumah ibadah, ingatan
orang langsung ke Kristenisasi. Bukan rumah ibadahnya sebenarnya yang
dipermasalahkan, Tapi adakah jaminan setelah pendirian rumah ibadah
tidak terjadi provokasi dan agresifitas jualan agamanya ?? itu yang
dikhawatirkan masyarakat. Ini salah satu kasus conto, bukan ngebahas
kristenisasi.

darion

unread,
Nov 1, 2006, 7:39:51 AM11/1/06
to

Samson schreef:

> Bertaubat atau malah jadi tersesat (baca : murtad) ???

samowa orang nyang ninggalken igama nyang nggak genuine atawa
kapercayaan nyang udah dioblok-oblok, nama-é bertaubat. Kalu misih
ikutin ajaran nyang dioblok-oblok, nama-e gebleg.

darion

unread,
Nov 1, 2006, 7:44:21 AM11/1/06
to

Bang Adil schreef:

> Apakah mereka tahu bahwa AHMADIYAH sedang di babat habis?

sapa nyang tau ? bang Adil baè ?

> Apakah mereka
> tahu apa artinya LAKUM DINUKUM WALIYADINI?

Lamtaran tau iku mréka dèngen ati seneng milih igama nyang bener.

> Ini "pendeta2x" yg kayak
> ginian biasanya pendeta2x GADUNGAN yang suka sekali main2x dengan
> JIN-JIN.......!!

Kata orang nyang sirik (ati ndongkol) memang begitu.

> Supaya bisa lebih manjur, yah musti begitu dong...

memang manjur buwat nganjurken orang maké pikiran lempeng.

darion

unread,
Nov 1, 2006, 7:46:54 AM11/1/06
to

Bang Adil schreef:

> Menurut apa yg saya baca ini mualaf-mualaf hijrah (pinda agama) oleh
> sebab mengikuti toeorek dan peli! MEMALUKAN dan MERENDAHKAN DIRI
> SEKALI! MENGHINA DIRI SENDIRI! Seperti moler-moler saja!

pranyataan bang Adil inih memperliatkan bahuwa bang Adil memang hasil
dari ajaran nyang dioblok-oblok dan ..... napsirken ajaran sa-énak
jidat baè.

darion

unread,
Nov 1, 2006, 7:48:19 AM11/1/06
to

Bang Adil schreef:

> donie wrote:
> > dokkter...@yahoo.co.id wrote:
> >
> > > Di Yogyakarta, Indonesia itu ada kelompok namanya "Al Muhtadin" disitu
> > > berkumpul mantan pendeta, penginjil dan para teolog kristen yang telah
> > > bertaubat kemudian masuk Islam. Anda boleh banyak belajar ke mereka.
> > > Jumlahnya saat itu udah puluhan (1993), sekarang mungkin udah ratusan
> > > bahkan ribuan.
> > Walau tidak mengharapkannya menjadi pengikut mereka,
>
> Kamu bisa jadi kecantol dan menjadi pengikut mereka apabila kamu ketemu
> toeroek yg bisa ngempat-ngempot diantara mereka. Maukah kamu
> merendahkan dirimu begitu rendah hanya lantaran toeroek dan peli? Lebih
> baik JUMP IN THE LAKE daripada menghinakan diri seperti itu, hanya
> lantaran toeroek dan peli!

bang Adil maparken kwalitas pribadi-é dèwèk.

darion

unread,
Nov 1, 2006, 7:50:52 AM11/1/06
to

Samson schreef:

> Kalau pun kita google dengan kata kunci "Al Muhtadin" dan "Jogja" atau
> "Jogya" atau "Yogya" masih tetap TIDAK ditemukan soal mualaf-mualaf
> mantan pendeta atau teolog Kristen ini.
>
> Tapi saya akui di sebuah gereja Protestan besar di bilangan Jakarta
> Pusat/Menteng (= Gereja Paulus) ada pendetanya yang murtad , pindah
> jadi Islam. Saya tahu ini cerita benar karena yang cerita itu paman
> saya sendiri yang jadi jemaat di gereja tersebut.
>
> Mungkin ini yang dimaksud Tuhan dalam Bible, tidak semua orang dipilih
> Tuhan untuk diselamatkan ! sekalipun dia sudah pendeta.
>

pranyataan nggak ada nilaè. mongkin iya, mongkin nggak.
>

donie

unread,
Nov 3, 2006, 9:51:14 PM11/3/06
to

dokkter...@yahoo.co.id wrote:

> Makanya kita jangan asal tuduh dan cap, karena masing-masing pihak
> punya pembenarannya sendiri-sendiri. Saya keluarkan argumen itu karena
> anda memulai berpolemik. Coba kalau anda nggak mancing polemik, saya
> juga ogah berargumen. Itu contoh kecil Pak guru, apalagi di masyarakat
> yang begitu Kompleks.

well, well. Di perkenalan kita ato ditempat dipostingan lain tersebar
kata
'freedom'. You can do anything. Bung DC boleh menganggap diskusi disini

sebagai "asal tuduh dan cap." Kalo ditanya pun Bung DC boleh tidak
menjawab
apa itu "mengingkari dan memperolok", apa itu fitnah (dalam diskusi !).

> Bagaimana supaya sikap masyarakat muslim, tidak terlalu bereaski dengan
> pembangunan tempat Ibadah misalnya, coba ubah model penyebaran agama
> anda (Kristenisasi). Selama ini yang kami rasakan pihak anda terlalu
> berlebihan, dan sangat agresif sampai-sampai dikampung saya seorang
> tokoh agama Islam, itu didatangi dan diajak debat serta masyarakat
> sekitar diprovokasi diberi undangan Kebaktian.

Masak sih? Beyond my imagination. Kalo betul 'didatangi dan diajak
debat,'
dalam 'kamus' saya itu 'konyol, bisa digebukin orang sekampung.' Lebih
dari
berlebihan. Undangan kebaktian per-se saya rasa itu syah-syah saja. Itu
bukan
'provokasi.' Anda boleh ikut ato tolak. Anda memang 'berhak' juga
mencap itu
provokasi, anda juga berhak mendefenisikan atau tidak, kapan umat islam
itu
ter-provokasi.

Tapi oke-lah, isu yang saya lempar dari awal adalah ketidak-pede-an,
ke-defensif-an
islam. Saya berangkat dari postingan anda yang menyatakan jumlah
pendeta/penginjil/teologian mualaf di Yogya sudah mencapai RIBUAN. Mana
tahu
mereka yang MUALAF ini seperti penginjil 'konyol' yang mendatangi dan
mengajak debat tokoh agama islam di kampung Anda. Kalo Anda yakin
keterbukaan/kebebasan diskusi/dialog bahkan debat akan menghasilkan
arus
RIBUAN MUALAF, why bother dengan all the
saling-tuduh-memperolok-mengingkari-memprovokasi-and the so-called
agresifitas-kristenisasi craps? Unless... unless... (sebagai ganti dari
why?
why-nya si mBill)

dokkter...@yahoo.co.id

unread,
Nov 3, 2006, 10:56:34 PM11/3/06
to

> mereka yang MUALAF ini seperti penginjil 'konyol' yang mendatangi dan
> mengajak debat tokoh agama islam di kampung Anda. Kalo Anda yakin
> keterbukaan/kebebasan diskusi/dialog bahkan debat akan menghasilkan
> arus
> RIBUAN MUALAF, why bother dengan all the
> saling-tuduh-memperolok-mengingkari-memprovokasi-and the so-called
> agresifitas-kristenisasi craps? Unless... unless... (sebagai ganti dari
> why?
> why-nya si mBill)

Ini bukan omong kosong pak Guru, karena yang bersangkutan bercerita
kepada saya, dia salah seorang tokoh Muhammadiyah kelas kampung, di
daerah pesisir jawa tengah. Yah itulah di lapangan sedemikian. Bahkan
saat saya di Yogya (1992-1995), kontrakan saya didatangi dan mereka
datang dari rumah ke rumah, karena mereka datang juga dengan sopan dan
baik kami juga tak terlalu bereaksi saat itu.

Hal-hal sakperti inilah, bagi kelompok tertntu dalam komponen umat
islam akhirnya membuat antisipasi-antisipasi, dan pada masyarakat
muslim terbentuk semacam "imun", sehingga akhirnya mereka menganggap
negatif pendirian Ibadah khususnya Gereja. Sekali lagi bukan rumah
ibadahnya yang dipermasalahkan sebenarnya, kami juga tahu itu hak anda
kaum beragama.
Ada satu hal lagi yang kadang sering disalahpahami, pendirian Gereja
kadang di tengah komunitas Muslim yang disitu sakbenernya nggak ada
umat kristennya sehingga kadang menjadi tanda tanya besar kok bisa ??
dan akhirnya dihubung-hubungkan dengan Kristenisasi tadi.

Dan undangan kebaktian itu justru yang melaporkan adalah ketua RT,
karena dia juga dapat. Untuk kelas kampung jelas ini bermasalah,
apalagi kalau sudah nyentuh ke para pemuda tentu hal yang sensitif.

Sakbenernya kalau ada pihak anda yang tertarik dengan Islam itu
biasanya bukan kami yang agresif ngajak dialog atau debat dan yang
sejenisnya, malahan sangatlah sulit saya lihat bila dengan cara debat,
karena yang timbul biasanya hanyalah ego masing-masing, dan sulit
melihat kebenaran dari pihak lawan.

Kebanyakan mereka mempunyai ketertarikan terlebih dahulu, dan kalau toh
mereka ngajak dialog itu hanya konfirmasi dan penjelasan-penjelasan
yang mereka belum mengetahui sakbelumnya. Dan terus terang saja,
kebanyakan mereka datang dari kaum intelektual, atau paling tidak yang
sudah dalam pengetahuan agamanya. dilihat dari cara mereka berdialog,
dan biasanya mereka malah lebih militan kemudian.
Jarang dari kalangan biasa, kalau toh ada biasanya yang begini nggak
bisa tahan lama dikarenakan bukan faktor kesadaran, karena ada faktor
lain misalnya keterpaksaan karena pernikahan dan yang sejenisnya.

Tapi bukan ini yang sakbenernya ingin disampaikan, tapi sakperti saya
kemukakan, kita lihat dari sisi aksi reaksi. Bila katakanlah ada
resistensi terhadap pendirian rumah ibadah, maka anda jangan langsung
melihat solusi dari pihak anda sendiri aja, tapi cobalah memahami
bagaimana sebenarnya dari sisi pandangan kami, sehingga solusinya
nyambung, atau paling tidak pihak anda, akan memiliki
pendekatan-pendekatan yang tepat dan diterima.

dös-Q

unread,
Nov 4, 2006, 1:48:41 AM11/4/06
to
kalo di ndéso kidul ndésoné dari-oón do mount island , nyang tampak
adalah berkatépé selam , tetapi sakbetolnya sudah dibina sama gréja.
biasané disinilah permainan jin qiwé itu berlangsong.
hla wong jelas2 katépé selam koQ mao buwat gréja.

crito sebaliknya terjadi pada ndésonya habul , kebetolan gegeduk-é
kowat , terjadilah perang jin qiwé lagee.

donie

unread,
Nov 4, 2006, 7:05:38 PM11/4/06
to

Dari situs yang disampaikan mBah Gatho saya kopipis satu kisah yang ada
di halaman depan.

Kisah Mualaf: R. Erna R.S. : Salam dan Kesucian Islam Membukakan Hati
Saya
Posted byadmin on Friday, December 02 @ 09:08:02 WIT
Contributed by admin


SAYA dilahirkan dari keluarga Kristen Protestan yang taat. Kedua orang
tua saya adalah orang yang sangat tekun menjalankan ibadah, baik ke
gereja maupun ibadah yang diadakan di lingkungan masyarakat. Berkat
ketelatenannya itu, ayah saya dipercaya sebagai penatua. la memimpin
gereja di suatu distrik atau wilayah di tempat tinggal kami. Tak heran,
jika kami--anak-anaknya--mengikuti jejak beliau, aktif di lingkungan
yang sarat dengan aktivitas kerohanian itu.

Sebagai anak tertua, saya lebih menonjol dalam bidang kerohanian. Sejak
kecil, saya biasa mengikuti Sekolah Mingguan. Saya selalu menjadi
panutan bagi yang lain. Saya selalu terpilih sebagai duta atau wakil
teman teman dari gereja untuk mengikuti pertandingan atau perlombaan
perlombaan yang diadakan gereja secara rutin setiap tahun.

Hingga dewasa dan sampai saya pindah ke kota Jakarta, kemampuan saya
dalam berorganisasi di bidang kerohanian di lingkungan gereja maupun
kantor-sangat diperhitung kan. Di sini, saya pun selalu dipercaya
memegang kepengurusan.

Walaupun banyak kegiatan yang saya ikuti di gereja, bahkan sampai
menyita waktu, baik malam maupun siang hari, sejauh itu saya hanya
senang dan gembira pada saat kegiatan itu berlangsung. Tetapi jika
kegiatan itu berakhir, maka yang tinggal hanyalah penat, bosan, dan
capek. Demikianlah kehidupan rutinitas saya yang selalu monoton tanpa
ada perasaan lega atau bahagia, sehingga ada rasa rindu menanti
kegiatan kegiatan gereja lainnya.

Karena hal-hal ini tidak membuat saya merasa berarti, suatu ketika saya
coba-coba non aktif dari kegiatan, namun tidak ada bedanya. Maksudnya,
meskipun saya tidak aktif, tetapi kerinduan ingin kembali bergabung
dengan teman-teman atau kegiatan gereja, sama sekali tidak ada. Karena
hal inilah, saya mulai berpikir dan koreksi diri mengenai masa depan
saya. Apakah saya bisa hidup tanpa arah yang pasti? Sehingga pada suatu
waktu saya tertegun dan merenungi hidup, mengapa kehidupan saya hanya
sebatas senangsenang sementara, tanpa ada kedamaian atau kebahagiaan
dalam sanubari.

Kabur dari Rumah Paman

Sampai suatu hari terjadi peristiwa yang tidak mungkin saya lupakan
sepanjang hidup saya. Saya pergi meninggalkan rumah (pada waktu itu
saya tinggal bersama paman). Saya melakukannya karena ada hal yang
tidak bisa saya terima atas perlakuan keluarga paman kepada saya.
Selanjutnya, saya mengontrak rumah sendiri.

Pada saat seperti itu, tak satu pun teman-teman seiman menolong saya.
Mereka malah mencemooh saya dengan praduga yang tidak berujung pangkal.
Tapi, saya merasa bahagia di saat saya jauh dari keluarga, saya
menemukan suatu contoh yang arif di lingkungan tempat tinggal saya yang
baru dengan warganya yang mayoritas beragama Islam.

Di sini, kaum muslimin setiap bertemu atau berkunjung tidak lupa
mengucapkan salam, "Assalamu'alaikum." Sepengetahuan saya, pengucapan
salam yang menjadi wajib bagi seorang muslim itu, tidak dikenal di
lingkungan Kristen. Bagi umat Kristen tidak ada salam khas yang wajib
diucapkan jika saling bertemu.

Selain itu, masalah kebersihan dan kesucian bagi umat Islam sangatlah
dijunjung tinggi. Maksudnya, meskipun kita sedang kotor (bagi wanita
haid) itu tidak menjadi masalah untuk masuk ke dalam gereja menjalankan
ibadah dan memegang Alkitab. Saya pun tidak pernah mendengar yang
namanya bersuci atau hadas.

Maka dan sanalah saya mulai tertarik mempelajari agama Islam, walaupun
secara sembunyi-sembunyi karena takut diketahui oleh orang lain,
terutama oleh adik saya yang kebetulan tinggal bersama saya. Ternyata,
sepandai-pandainya saya menyimpan niat, toh akhirnya tercium juga oleh
adik saya. Terjadilah percekcokan. Meskipun demikian, saya tidak
menyerah.

Saya mulai belajar menjalankan ibadah shalat, meskipun saya belum masuk
agama yang saya pelajari ini. Sampai akhi nya teman saya mengusulkan
agar saya berdialog tentang agama Islam dan Kristen, untuk lebih
membuka wawasan saya mengenai agama Islam. Setelah melakukan dialog
itu, rasanya tempat saya yang hakiki, memang di agama Islam.

Masuk Islam

Ternyata, teman saya mengetahui kegundahan saya itu. la pun
menyarankan, jika memang sudah mantap, masuklah ke agama Islam. Jangan
setengah-setengah. Berkat bantuannya, saya diantar ke Pondok Masjid
Pondok Duta, Cimanggis. Pada tanggal 10 September 1994 setelah shalat
magrib, saya mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat, disaksikan anggota
remaja Masjid Pondok Duta, karena bertepatan dengan pengajian remaja.

Alhamdulillah, sejak saat itu saya merasa seperti baru dilahirkan dan
hidup ini terasa berarti, ditambah wejangan pak ustadz dan teman-teman
remaja masjid. Dan yang paling saya kagumi, ada seorang ibu yang
menghadiahkan saya benda berharga yang belum pernah saya miliki. Dan
sampai sekarang ibu itu adalah figur yang saya kagumi. Saya ingin
seperti beliau yang selalu bertindak sabar dan arif.

Sejak itu kehidupan saya berubah dan yang drastis adalah sikap keluarga
dan teman-teman di lingkungan kerja saya. Mereka mengucapkan
tuduhan-tuduhan yang sangat menyakitkan dan bahkan sampai teror pun
datang. Tapi meskipun demikian, berkat pertolongan Allah SWT dan doa
teman-teman seiman, teror dan tuduhan pun berangsur-angsur hilang
seiring bergulirnya waktu.

Alhamdulillah, setelah saya menjadi muslimah, ridha Allah tak
henti-hentinya datang. Saya diberi jodoh, dan kini telah dika runia dua
orang anak, putra dan putri. Semoga anak-anak kami ini menjadi anak
yang saleh dan salehah yang setia pada agamanya. (Albaz - dari Buku
"Saya memilih Islam" Penyusun Abdul Baqir Zein, Penerbit Gema Insani
Press website : http://www.gemainsani.co.id/) oleh Mualaf Online Center
http://www.mualaf.com

donie

unread,
Nov 4, 2006, 7:12:13 PM11/4/06
to

Well, well, well..... Ini adalah satu kisah di Menu Utama dari
http://www.mualaf.com. Saya akui bahwa saya window shopping bukan
mau/berencana beli sehingga saya perhatikan hal-hal yang akhirnya
menyebabkan saya tidak mbeli. BTW situs mualaf ini cukup baik, walau
tidak sama seperti answeringislam.com yang mau menampilkan
konversi/mualaf dari kedua sisi dan memiliki index dari
conversion/mualaf.

1. Seperti umumnya kisah conversi/mualaf, kisah R. Erna R.S sulit untuk
diperiksa kebenarannya. Siapaun bisa menulis seperti itu. Kalo kasus2
seperti Hamran Ambrie yg di-post oleh DB Krislam, ke-mualaf-an
astronaut Armstrong, Michael Jackson relatif mudah diperiksa
faktual/fiksinya.

2. Tidak jelas apa yang menyebabkan R. Erna R.S masuk islam. Judulnya
"Salam dan kesucian Islam." Karena sapaan 'assalam walaikum' di
pondokan setelah lari dari rumah pamannya, dan kebersihan/kesucian
ritual islam. Blio menyatakan sapaan setara a.w. tidak ada di kristen.
Betul, kalo dia tidak damai dengan 'syaloom' atau selamat
pagi/siang/malam/halo/apa khabar dan macam2 localized greetings yang
umumnya dipakai oleh umat kristiani.
===========================quote========================


Selain itu, masalah kebersihan dan kesucian bagi umat Islam sangatlah
dijunjung tinggi. Maksudnya, meskipun kita sedang kotor (bagi wanita
haid) itu tidak menjadi masalah untuk masuk ke dalam gereja menjalankan
ibadah dan memegang Alkitab. Saya pun tidak pernah mendengar yang
namanya bersuci atau hadas.

========================unqote===========================
Kelihatannya si mualaf kita ini, ketika dididik di lingkungan kristiani
tidak pernah membaca/mendengar/memahami bahwa Yesus Kristus mengajarkan
kebersihan hati jauh lebih penting dari kebersihan lahiriah, bahkan
Kristus dikecam oleh kaum Farisi karena mengabaikan ritual kebersihan
Jahudi. Jelas blio lebih sreg dgn Allah islam yang menganggap haid
najis sehingga wanita yang sedang haid tidak boleh menghadap Tuhan,
tidak boleh berpuasa. Sedangkan umat kristiani melihat haid sebagai
salah suatu rahmat, tatanan Tuhan untukmemungkinkan prokreasi.

Curiousity saya akan latar belakang seseorang MUALAF, belum di-serve
oleh kisah ini, mungkin di kisah2 yang lain.. Unless........... unless
..........

dokkter...@yahoo.co.id

unread,
Nov 4, 2006, 11:06:52 PM11/4/06
to

> Curiousity saya akan latar belakang seseorang MUALAF, belum di-serve
> oleh kisah ini, mungkin di kisah2 yang lain.. Unless........... unless
> ..........

Pak Guru, jalan hidup manusia memang berbeda-beda, tentu akan sangat
juga tergantung dengan kesungguhan dan kegelisahan akan Existensi
dirinya. Saya malah tidak terlalu tertarik dengan cerita orang pindah
agama karena keajaiban atau yang agak sedikit ke arah mistis itu di
luar rasionalitas.

Banyak kisah-kisah justru yang menarik adalah dari latar belakang para
ilmuwan, seperti DR. Muraice Bucaille (pakar Biologi Prancis), mereka
bermula tertarik tentang informasi seluk beluk laut di Al-Qur'an yang
mereka anggap sama dengan fenomena terakhir penelitiannya, sehingga dia
menganggap tidak mungkin informasi teknologi terkini bisa tepat
diinformasikan sekian abad yang lalu. Dan setelah masuk Islam blio
sangat produktif menulis.
Dan informasi terkini saya dengar adalah Pakar Matematika di Harvard
University namanya saya lupa, tapi karya blio sempat beredar di
Indonesia.

±Ðávid §°.

unread,
Nov 5, 2006, 12:07:55 AM11/5/06
to

dokkter...@yahoo.co.id wrote:
> > Curiousity saya akan latar belakang seseorang MUALAF, belum di-serve
> > oleh kisah ini, mungkin di kisah2 yang lain.. Unless........... unless
> > ..........
>
> Pak Guru, jalan hidup manusia memang berbeda-beda, tentu akan sangat
> juga tergantung dengan kesungguhan dan kegelisahan akan Existensi
> dirinya. Saya malah tidak terlalu tertarik dengan cerita orang pindah
> agama karena keajaiban atau yang agak sedikit ke arah mistis itu di
> luar rasionalitas.
>
> Banyak kisah-kisah justru yang menarik adalah dari latar belakang para
> ilmuwan, seperti DR. Muraice Bucaille (pakar Biologi Prancis), mereka
> bermula tertarik tentang informasi seluk beluk laut di Al-Qur'an yang
> mereka anggap sama dengan fenomena terakhir penelitiannya, sehingga dia
> menganggap tidak mungkin informasi teknologi terkini bisa tepat
> diinformasikan sekian abad yang lalu. Dan setelah masuk Islam blio
> sangat produktif menulis.

Dr. Maurice Bucaille adalah seorang dokter/ahli bedah (bukan ahli
biologi) yang terkenal akibat bukunya "Bible, Qur'an, and Science".
Beliau pernah bekerja sebagai dokter bagi keluarga raja Saudi Arabia.
Berdasarkan isi bukunya, banyak orang yang mengambil kesimpulan bahwa
beliau pastilah telah menjadi seorang muslim. Ali Campbell, Manager
Pak books, yang mengedarkan bukunya, menulis:

BUCAILLE, M BIBLE, QUR'AN AND SCIENCE 1996 254 P 5.95
1749

Dr.Bucaille's study of scientific information in scriptures gave
him
high regard for Qur'an and recognition of contradictions in
Christian
scriptures. Yet he remained a Christian, but deeply respectful of
Islam.
An invaluable work!

Sebenarnya, beliau juga tidak pernah mengklaim bahwa beliau tetap
menjadi seorang kristen. Dengan kata lain: kita tidak tahu apa
keyakinan beliau yang sebenarnya!! Yang jelas beliau memperoleh lebih
dari 2 juta dollar dari penjualan bukunya.

Anyway, tidak jadi soal bagi saya apakah beliau masuk islam atau tidak,
tetapi kasus-kasus semacam ini cukup menarik, yaitu dimana orang
percaya pada kesimpulan yang ditarik sendiri tanpa mengetahui apakah
memang sesuai dengan kenyataan atau tidak.

salam
dg

dokkter...@yahoo.co.id

unread,
Nov 5, 2006, 1:08:06 AM11/5/06
to
> Sebenarnya, beliau juga tidak pernah mengklaim bahwa beliau tetap
> menjadi seorang kristen. Dengan kata lain: kita tidak tahu apa
> keyakinan beliau yang sebenarnya!! Yang jelas beliau memperoleh lebih
> dari 2 juta dollar dari penjualan bukunya.
>
> Anyway, tidak jadi soal bagi saya apakah beliau masuk islam atau tidak,
> tetapi kasus-kasus semacam ini cukup menarik, yaitu dimana orang
> percaya pada kesimpulan yang ditarik sendiri tanpa mengetahui apakah
> memang sesuai dengan kenyataan atau tidak.

Soal kepercayaan dan keyakinan memang soal yang rumit, tapi sederhana.
Rumit karena sedemikian banyak ragam pandangan, cara pandang, dan
pengaruh-mempengaruhi.
Sederhana, bila dapat independen membebaskan diri dengan pola
kegelisahaannya sendiri, dan kemudian berenang mencari pelabuhan.

konsiste...@yahoo.com

unread,
Nov 5, 2006, 1:37:50 AM11/5/06
to

dokkter...@yahoo.co.id wrote:
> > Sebenarnya, beliau juga tidak pernah mengklaim bahwa beliau tetap
> > menjadi seorang kristen. Dengan kata lain: kita tidak tahu apa
> > keyakinan beliau yang sebenarnya!! Yang jelas beliau memperoleh lebih
> > dari 2 juta dollar dari penjualan bukunya.
> >
> > Anyway, tidak jadi soal bagi saya apakah beliau masuk islam atau tidak,
> > tetapi kasus-kasus semacam ini cukup menarik, yaitu dimana orang
> > percaya pada kesimpulan yang ditarik sendiri tanpa mengetahui apakah
> > memang sesuai dengan kenyataan atau tidak.
>
> Soal kepercayaan dan keyakinan memang soal yang rumit,

Tidak rumit asal saja jangan percaya dan berkonco dengan jin-jin,
setan-setan, dan iblis-iblis. Mereka itu semuanya sampah (thrash) dari
surga! Ada seorang netter disini yg katakan bahwa nabi di hormati
sekali oleh jin-jin. So what, sama juga di hormati sekali oleh maling2x
dan preman-preman! What's the big deal?

tapi sederhana.
> Rumit karena sedemikian banyak ragam pandangan, cara pandang, dan
> pengaruh-mempengaruhi.
> Sederhana, bila dapat independen membebaskan diri dengan pola
> kegelisahaannya sendiri, dan kemudian berenang mencari pelabuhan.

"Pelabuhan"? Seringkali comberan kelihatannya seperti pelabuhan...he he
he

qw

unread,
Nov 5, 2006, 5:15:16 AM11/5/06
to
donie wrote :

>>Well, well, well..... Ini adalah satu kisah di Menu Utama dari
>>http://www.mualaf.com. Saya akui bahwa saya window shopping bukan
>>mau/berencana beli sehingga saya perhatikan hal-hal yang akhirnya
>>menyebabkan saya tidak mbeli. BTW situs mualaf ini cukup baik, walau
>>tidak sama seperti answeringislam.com yang mau menampilkan
>>konversi/mualaf dari kedua sisi dan memiliki index dari
>>conversion/mualaf.

>>1. Seperti umumnya kisah conversi/mualaf, kisah R. Erna R.S sulit untuk
>>diperiksa kebenarannya. Siapaun bisa menulis seperti itu. Kalo kasus2
>>seperti Hamran Ambrie yg di-post oleh DB Krislam, ke-mualaf-an
>>astronaut Armstrong, Michael Jackson relatif mudah diperiksa
>>faktual/fiksinya.

mengapa manusia pada umumnya selalu gelisah ketika mendengar ada
manusia lainnya yg keluar dari kepercayaan(agama)nya dan pindah ke
kepercayaan lain ?

apakah faktor kuantitas masih dipermasalahkan ?
apakah pengikut yg banyak menjamin bahwa ajaran kepercayaan(agama) itu
adalah ter-"benar"?
mengapa kita tidak bisa lebih bijak utk menghormati bahwa keputusan
pribadi adalah hak atas hidupnya ?

wasalam
qw

qw

unread,
Nov 5, 2006, 5:17:48 AM11/5/06
to
naga wrote :

>>Tidak rumit asal saja jangan percaya dan berkonco dengan jin-jin,
>>setan-setan, dan iblis-iblis. Mereka itu semuanya sampah (thrash) dari
>>surga! Ada seorang netter disini yg katakan bahwa nabi di hormati
>>sekali oleh jin-jin. So what, sama juga di hormati sekali oleh maling2x
>>dan preman-preman! What's the big deal?

bagaimana jika ada nabi yg dihormati oleh "pelacur" ?

tidak ada mahluk yg hina dan mulia didunia ini jika kita mempunyai
"kasih"..

wasalam
qw

donie

unread,
Nov 5, 2006, 10:15:42 AM11/5/06
to

mBah gatho sih boleh mBillang: "uis aku kalah..." Tapi saya susah ini
mBah. Sudah diTETAPkan macam2: "pake kaca mata kuda," beleguk, harus
belajar histori, baca yang benar, mengingkari hati nurani, MENGINGKARI,
MEMPEROLOK, histeris, gelisah... eit apa lagi? nanti tak periksan lagi
ya....

±Ðávid §°.

unread,
Nov 5, 2006, 11:00:21 AM11/5/06
to

Bung Donnie,
Saya sih sama sekali tidak merasa risau dengan macam-macam sebutan
"blegug, gebleg, tidak bermutu, otak ndak nyampai, dll" Sebab, itu
semua memang benar.

Justru karena keterbatasan otak saya itulah, makanya mayoritas posting
saya tidak berasal dari pikiran saya sendiri tetapi berasal dari
buku-buku atau artikel yang pernah saya baca. Kalau dari copy-paste
langsung, ya saya sertakan sumbernya. Tapi kalau dari ingatan saja,
biasanya sumbernya tidak saya sertakan.

Kalau ada posting saya yang ngawur dan cuma asal ngomong doang,
klaim-klaim tanpa bukti, statement tanpa argumen, lha itu pasti dari
otak saya sendiri ... he he he ....

salam
dg

qw

unread,
Nov 5, 2006, 11:08:15 AM11/5/06
to

menurut qw jika seorang pindah agama dari yg satu ke yg lainnya adalah
suatu yg hak dan wajar..
apabila qw tau ada seseorang dari agama manapun termasuk islam yg
pindah ke agama lain, bahkan qw mengenal orang itu, yg qw katakan
(minimal dalam hati).. Selamat.. Mudah2an anda mendapat apa2 yg selama
ini anda cari dan dan mengerti akan agama yg dianut serta dapat
berprilaku secara benar yg diperintahkan agamanya.. dan yg qw lakukan
hanya mendoakan agar ia menjalankan agamanya dengan baik..

karena menurut qw, jika seseorang sudah mengambil keputusan utk masuk
ke suatu agama/keyakinan, minimal ia sudah mempunyai suatu niat utk
perbaikan.. toch perbaikan itu perlu waktu dan tahapan2 yg dilalui
sehingga mudah2an memcapai ke suatu titik yg hakiki..

jika kita ingin melihat khususnya di Indonesia, sesungguhnya hijrah
besar2an dalam agama ada pada masyarakat etnis tionghoa..
ada saudara qw yg beragama buddha mengatakan bahwa anak dan istrinya
sudah menjadi kristen, tetapi belio belum.. jika qw tanya belio bilang,
saya tidak akan mengatakan "belum", tetapi "tidak".. belio mengatakan
anak2nya bisa menjadi kristen karena sekolahan, dan sulit sekali
mencari sekolah buddhis di lingkungannya sehingga anak2nya menjadi
kristian.. padahal menurut belio pribadi selalu setia ttg agama yg
dianutnya dan para leluhurnya..
belio juga mengatakan lihatlah, vihara2 menjadi sepi dan tidak ter-urus
dan sekarang gereja pada makmur..
qw hanya bisa katakan leluhur etnis tionghoapun sakbenarnya bukan
beragama buddha melainkan koghuchu atau taodist.. semua agama adalah
proses kehidupan dan pilihan manusia dari masing2 proses..
pindah agama dari yg satu ke yg lain bukan merupakan kemenangan agama
yg dipindahi, melainkan pilihan pribadi..
memang sulit memberipengertian akan "keikhlasan" thd orang yg memilih
jalanhidupnya..

wasalam
qw

±Ðávid §°.

unread,
Nov 5, 2006, 11:13:45 AM11/5/06
to

qw wrote:
> pindah agama dari yg satu ke yg lain bukan merupakan kemenangan agama
> yg dipindahi, melainkan pilihan pribadi..


Memang itu-lah yang terjadi pada banyak orang (termasuk saya). Saya
sendiri pun menjadi katolik bukan berdasarkan "mana yang paling hebat"
sebab hingga beberapa tahun sesudah dibabtis pengetahuan saya tentang
ajaran katolik masih sangat sedikit, hampir tidak ada.
Jadi jelas bukan karena argumen apapun, dan bukan juga karena agama A
lebih masuk akal dari agama B. Tapi semata-mata memang jalan dan
pilihan hidup yang unik.

salam
dg

±Ðávid §°.

unread,
Nov 5, 2006, 11:14:35 AM11/5/06
to

qw wrote:
> pindah agama dari yg satu ke yg lain bukan merupakan kemenangan agama
> yg dipindahi, melainkan pilihan pribadi..

qw

unread,
Nov 5, 2006, 11:19:12 AM11/5/06
to

±Ðávid §°. wrote:
>> Memang itu-lah yang terjadi pada banyak orang (termasuk saya). Saya
>> sendiri pun menjadi katolik bukan berdasarkan "mana yang paling hebat"
>> sebab hingga beberapa tahun sesudah dibabtis pengetahuan saya tentang
>> ajaran katolik masih sangat sedikit, hampir tidak ada.
>> Jadi jelas bukan karena argumen apapun, dan bukan juga karena agama A
>> lebih masuk akal dari agama B. Tapi semata-mata memang jalan dan
>> pilihan hidup yang unik.

qw setuju.. setiap keputusan seseorang pastilah dilandasi oleh
pemikiran dan pengetahuan..
batasan yg dapat kita lakukan adalah memberitakan/menginformasikan
pengetahuan2 yg kita miliki, tidak menghujat dan menghakimi "saya benar
anda salah"

walaupun kenyataannya demikian (saya benar anda salah), mungkin kita
perlu perenungan lagi, dan memaklumi bahwa setiap pengetahuan dan
pengalaman orang berbeda2.. juga kebutuhan dan tingkat keagamaannya
berbeda..

ada yg beragama hanya ingin cari aman, ada yg mencari kedamaian, ada yg
mencari kenyamanan, ada yg mencari pengetahuan, ada yg ikut2an, ada yg
mencari kebenaran, dll

wasalam
qw

qw

unread,
Nov 5, 2006, 11:37:13 AM11/5/06
to
tambahan :

mungkin pemahaman hijrah agama ini bisa lebih dimengerti oleh
keluarga/keluarga besar yg memiliki keanekaragaman agama/kepercayaan..

sehingga masing memahami pilihan hidupnya..
peran kita masing2 dalam agama hanya mencontohkan bahwa agama yg kita
jalani adalah membawa kita kearah yg lebih baik..

sekedar sharing saja, dari beberapa keluarga besar qw juga ad yg
mengikuti jejak qw bukan karena qw suka berdakwah.. melaikan mereka
melihat cara hidup qw dan akhirnya tertarik dan bertanya ttg pedoman
hidup yg qw jalani selama ini..

memang terlihat lucu jika masing2 dari beberapa kaum mengatakan memeluk
agama yg benar dan sudah merasa benar hanya dengan kata2 apalagi dengan
mengatakan sudah selamat, wong selamat yg dikatakannya itu masih
abstrak dan belum bisa dibuktikan kok.. malah diperdebatkan..
karena keselamatan tsb memerlukan perjuangan dan proses yg panjang,
bukan hanya sekedar "ketok palu"..

intinya sebuah agama adalah nilai seseorang yg menjalankan ajarannya..
ini yg disebut keselamatan..
Nsebagus apapun agamanya, jika tidak diikuti/dijalankan
perintah2Nya/aturan2Nya, maka agama hanya sebagai tingkat "pristige"
saja..

mana yg lebih baik :
ajaran yg mengharuskan membunuh, lalu dilakukan umatnya
atau
ajaran yg dilarang membunuh tapi dilakukan(membunuh) oleh umatnya ?
tidak ada beda kan ??

wasalam
qw

ö-nén♀

unread,
Nov 5, 2006, 7:47:04 PM11/5/06
to

qw wrote:
>
> ada yg beragama hanya ingin cari aman, ada yg mencari kedamaian, ada yg
> mencari kenyamanan, ada yg mencari pengetahuan, ada yg ikut2an, ada yg
> mencari kebenaran, dll
>
> wasalam
> qw

nyang sering terlihat oléh donie adalah kesempatan ,
ini nyang biasanya paling sulit diperoléh , apalagi kalo
kesempatan itu bisa untuk mencapé 'kebahagiaan'.

gatho

unread,
Nov 5, 2006, 11:04:12 PM11/5/06
to

A.
QW menulis:

mengapa manusia pada umumnya selalu gelisah ketika mendengar ada
manusia lainnya yg keluar dari kepercayaan(agama)nya dan pindah ke
kepercayaan lain ?
apakah faktor kuantitas masih dipermasalahkan ?
apakah pengikut yg banyak menjamin bahwa ajaran kepercayaan(agama) itu
adalah ter-"benar"?
mengapa kita tidak bisa lebih bijak utk menghormati bahwa keputusan
pribadi adalah hak atas hidupnya ?

wasalam
qw

Mbah gatho berkomentar:
Cucuku QW,
pertanyaan ente itu sebenarnya diperlukan suatu pemahaman bagi setiap
insan yang memegang keyakinan yang berbeda-beda.
Itulah sebabnya mBah ini memilih posisi "dalam kesendirian". Salah atau
benar adalah tanggung jawab pribadi mbah gatho.
"Lakum dinukum walyadin" itu sebenarnya perlu pemahaman yang benar.
Tidak hanya bermaksud jangan campuri urusanku saja , tetapi juga
imbangan yang adil denan - sayapun tidak ada urusan dengan yang kamu
lakukan.
Orang mau keluar masuk ke agama yang berbeda-beda itu sebenarnya sudah
dibenarkan oleh lakum dinukum walyadin itu.
Manusia secara pribadi mempunyai tanggung jawab atas perbuatannya
sendiri.
Kesombongan manusia adalah menganggap bahwa keyakinannya adalah yang
paling benar.
Kita berandai-andai kalau saja seseorang bisa mengajak sekian jumlah
orang mengikuti keyakinannya yang dia anggap sudah paling benar menuju
"KESELAMATAN" padahal semua itu hanya sebatas "KEYAKINAN" yang sangat
berlebihan merasa pasti benar. Tetapi nantinya ternyata akan salah,
maka dia sudah membuat kesalahan yang berlipat ganda. Terhadap dirinya
sendiri dan terhadap orang lain. Semakin banyak pengikutnya maka
semakin banyak orang akan celaka.
Tolonglah diri sendiri terlebih dulu baru diri sendiri akan bisa
menolong orang lain.

B.
QW menulis:


bagaimana jika ada nabi yg dihormati oleh "pelacur" ?
tidak ada mahluk yg hina dan mulia didunia ini jika kita mempunyai
"kasih"..

mBah gatho menanggapi:
berpikirlah sederhana, Kenapa manusia sok suci? Apa bedanya nabi dan
manusia biasa.
Kalau bicara "kasih" perlu definisi kasih yang benar.
Apakah manusia tahu apa itu kasih? sebagai contoh mbah gatho saja
Kalau mbah gatho ini kalau masih belum loyo, mungkin maseh suka
melacur, poligami, selingkuh main perempuan dll
Kalau punya uang banyak mungkin punya hobi berjudi, minum, foya2X makan
yang enak-enak dll
Kalau punya jabatan mestinya ya pengin korupsi.
Kalau kepepet ekonomi mungkin ya mencuri, merampok.

fidunia hassanah
di akherat ..... EGP

donie

unread,
Nov 5, 2006, 11:17:57 PM11/5/06
to

±Ðávid §°. wrote:
> donie wrote:
> > mBah gatho sih boleh mBillang: "uis aku kalah..." Tapi saya susah ini
> > mBah. Sudah diTETAPkan macam2: "pake kaca mata kuda," beleguk, harus
> > belajar histori, baca yang benar, mengingkari hati nurani, MENGINGKARI,
> > MEMPEROLOK, histeris, gelisah... eit apa lagi? nanti tak periksan lagi
> > ya....
>
> Bung Donnie,
> Saya sih sama sekali tidak merasa risau dengan macam-macam sebutan
> "blegug, gebleg, tidak bermutu, otak ndak nyampai, dll" Sebab, itu
> semua memang benar.

Saya bukan merisaukan sebutan2 itu. Tetapi ketetapan demikian mematikan
dialog/diskusi/debat.

qw

unread,
Nov 6, 2006, 3:28:06 AM11/6/06
to
gatho wrote :

>>mBah gatho menanggapi:
>>berpikirlah sederhana, Kenapa manusia sok suci? Apa bedanya nabi dan
>>manusia biasa.
>>Kalau bicara "kasih" perlu definisi kasih yang benar.
>>Apakah manusia tahu apa itu kasih?

Kasih salah satunya adalah tidak berpikiran "Negatif" thd sesama
mahluk..
selalu berpikir baik (positif) thd sesama mahluk..
jika sudah mampu berpikir positif, maka tidak ada yg namanya
"menghakimi mahluk lain berdosa apa ndak"
Berpikir positif ini memang agak susah, qw saja masih belajar terus dan
terus utk menghindari pikiran negatif hingga saat ini.. dan ini qw
lakukan sudah bertahun2 sejak menjadi mualaf.. p[erlu diakui ini ndak
gampang..
jika sudah mampu berpikir positif, maka preman2, pelacur2, bukanlah
manusia yg hina atau berdosa.. melaikan mereka hanya ndak mengerti...


>>sebagai contoh mbah gatho saja
>>Kalau mbah gatho ini kalau masih belum loyo, mungkin maseh suka
>>melacur, poligami, selingkuh main perempuan dll
>>Kalau punya uang banyak mungkin punya hobi berjudi, minum, foya2X makan
>>yang enak-enak dll
>>Kalau punya jabatan mestinya ya pengin korupsi.
>>Kalau kepepet ekonomi mungkin ya mencuri, merampok

itu nama'e tobat(tidak melakukan) karena ndak bisa berbuat...
lebih baek bila
bertobat(tidak melakukan) ketika masih bisa/ada kesempatan berbuat..

wasalam
qw

darion

unread,
Nov 6, 2006, 12:37:14 PM11/6/06
to

donie schreef:

bgituh carané memfilter orang nyang bener-bener gebleg, dari orang
nyang misik ada harepan buwat ninggalin kagebleg-an-é. Nyang
bener-bener gebleg mati dialog/diskusi/dèbat atawa mondoooor ajah.
Nyang gebleg samentara, terus ajah dalem usaha dianyah ngilangin
kagebleg-an samentara-é iku. Iku orang gebleg terpuji, dan pesti sigra
ka-ilangan kagebleg-an-é dan jadi orang nyang ..... masup aci.

darion

unread,
Nov 6, 2006, 12:39:47 PM11/6/06
to

dokkter...@yahoo.co.id schreef:

Rumit iku kalu nggak mampu maké-in akal lempeng. Kalu mampu nggak
rumit loh !

darion

unread,
Nov 6, 2006, 12:48:37 PM11/6/06
to

±Ðávid §°. schreef:

> qw wrote:
> > pindah agama dari yg satu ke yg lain bukan merupakan kemenangan agama
> > yg dipindahi, melainkan pilihan pribadi..
>
>
> Memang itu-lah yang terjadi pada banyak orang (termasuk saya). Saya
> sendiri pun menjadi katolik bukan berdasarkan "mana yang paling hebat"

jadi, kalo soka, mau jugah masup igama nyang paling brèngsèk ?
pigimanah inih ?
saya sik nggak mau ngikutin igama nyang nggak paling hebat. ngak mau.
nggak mau banget. banget-banget. saya pènginé masup igama
paliiiiiiing heibaaaaat.
kalu adah igama lebih heibaaaat daripadah igama nyang ngajarin
pengikut-é buwat berserah diri pada Tuhan, pasti sayanyah bakalan
ikutin itu igama.

> sebab hingga beberapa tahun sesudah dibabtis pengetahuan saya tentang
> ajaran katolik masih sangat sedikit, hampir tidak ada.

su'al sdikit banyak adalah su'al kwantita ajah. pangertian iku saksuèi
kamampuwan.
nggak samowa orang ahli pisika ngarti pisika kayak Einstein loh.

> Jadi jelas bukan karena argumen apapun, dan bukan juga karena agama A
> lebih masuk akal dari agama B.

yah, orang iku macem-macem. orang bepikiran lempeng udah pasti milih
igama nyang masup akal, ketimbang igama nggak masup akal.

> Tapi semata-mata memang jalan dan
> pilihan hidup yang unik.

Cuman lamtaran unik baè ?
bayangin kalu orang-orang pada kayak gitu dalem mili-in igama-né. Bisa
kacao nilaè-nilaè.
Miturut sayanyah orang nyang bepikiran lempeng ngikutin atawa milih
igama, lamtaran dianyah nggak liat ada igama laèn nyang lebi
heibaaaat.


>
> salam
> dg

darion

unread,
Nov 6, 2006, 1:21:14 PM11/6/06
to

gatho schreef:


> "Lakum dinukum walyadin" itu sebenarnya perlu pemahaman yang benar.

> Tidak hanya bermaksud jangan campuri urusanku saja, tetapi juga


> imbangan yang adil denan - sayapun tidak ada urusan dengan yang kamu
> lakukan.

pigimanah inih ? kok diplintir-plintir sa-énak jidat sik ?
Lakum diinukum wa liya diin iku adalah jaminan, garansi, aken
kabèbasan berigama dalem ajaran Islam. iku pranyataan tegas dan
eksplisit bahwa Islam njamin kabèbasan berigama.
ajaran Kristen nggak gituh.

> Orang mau keluar masuk ke agama yang berbeda-beda itu sebenarnya sudah
> dibenarkan oleh lakum dinukum walyadin itu.
> Manusia secara pribadi mempunyai tanggung jawab atas perbuatannya
> sendiri.

nah, bisa jugah kang Gatho di sana sinih mikir lempeng.

> Kesombongan manusia adalah menganggap bahwa keyakinannya adalah yang
> paling benar.

Kalu anggepan-é iku nggak cocog sama realita, nama-é bokan sombong
tapi .... geblek.
Islam slalu ngajarken orang supaya ngarti realitan. Ènget ajaran
Islam: jangan ikutin apa-ap[ah nyang situnyah nggak ngarti.

> Kita berandai-andai kalau saja seseorang bisa mengajak sekian jumlah
> orang mengikuti keyakinannya yang dia anggap sudah paling benar menuju
> "KESELAMATAN" padahal semua itu hanya sebatas "KEYAKINAN" yang sangat
> berlebihan merasa pasti benar.

Kayakinan berdasarken prasa-an tok, nama-é subyektip. Iku takayoooool.
Islam nggak soka iku. Muslim nggak bolé ikutin prasa-an subyektip.
Kudu ikutin nilaè-nilaè obyektip. Kudu. Harus. Musti. Perlok.

> Tetapi nantinya ternyata akan salah,
> maka dia sudah membuat kesalahan yang berlipat ganda.

Orang nyang ikutin anggepan subyektip cenderung bikin salah godèk.
Guooooodèk buaaanget.

> Terhadap dirinya
> sendiri dan terhadap orang lain. Semakin banyak pengikutnya maka
> semakin banyak orang akan celaka.

Pranyataan nggak ada gunah, samowa orang tau inih.

> Tolonglah diri sendiri terlebih dulu baru diri sendiri akan bisa
> menolong orang lain.

Inih dalem Islam nggak terpuji. Sanget nggak terpuji. Dalem Islam
diajarken, sebanyak mongkin tolong orang laèn dulu. Baru tolong diri
kendiri. Ertiné kalu kapal tenggelem, jangan lantas brenang kendiri
ajah ke pantai, tapi cari kayu, plampung, apah-apah nyang bisa
diglayutin orang, biar sebuaaaanyak mungkin orang laèn kebantu. Kalu
iku dah nggak mongkin, baru bolé brenang kendiri (nolong diri kendiri)
ke pantai. Mentingken diri kendiri adalah ajaran sètan.

Tapi yah, orang nyang soka naèk prahu nglawan arus tanpa pendayung,
sussa ngarti hal-hal kayak ginih.


>
> B.
> QW menulis:
> bagaimana jika ada nabi yg dihormati oleh "pelacur" ?
> tidak ada mahluk yg hina dan mulia didunia ini jika kita mempunyai
> "kasih"..
>
> mBah gatho menanggapi:
> berpikirlah sederhana, Kenapa manusia sok suci?

Nggak samowa menungsah sok suci.
Cuman menungsah gebleg ajah.

> Apa bedanya nabi dan
> manusia biasa.

Nabi adalah Guru Donia. Menungsah biasa nggak bisah jadi gituan. Nabi
masuk golongan orang dèngen "the higher mind". Menungsah biasa masuk
golongan "normal mind" ajah.

> Kalau bicara "kasih" perlu definisi kasih yang benar.
> Apakah manusia tahu apa itu kasih?

Èmang-é kang Gatho tau ? Sapa nyang tau ? Ada nggak ?

> bagai contoh mbah gatho saja
> Kalau mbah gatho ini kalau masih belum loyo, mungkin maseh suka
> melacur, poligami, selingkuh main perempuan dll

Miskinpun kang Gatho nyempilin kata "mongkin"(nyang brarti
pranyataan-é nggak adah nilaè) kliatan bahuwa hal iku dalem kondisi
ruhani dan kamampuan pikir-é cenderung bakalan nglako-in bgituan.
Sayanyah biarpun blon loyo, misik bregas, nggak soka mlacur, nggak soka
maèn prampuwan. Biarpun andei kata kondisi dan situasi menuntut iku
(apalagih di Nagri Londo, cèwèk iku goaaampang banget. Gratis lagi).
Tapi sayanyah bersedia berpuligami, kalu kondisi dan situasi menuntut
iku.

> Kalau punya uang banyak mungkin punya hobi berjudi, minum, foya2X makan
> yang enak-enak dll

Iku suál hobi baè. Sayanyah nggak soka hobi begituan. Apalagi kalu
punya uwang banyak. Sayanyah bakalan bangun skola-an, ngasi bèa-siswa
buwat nyang nggak mampu, membangun kaluwarga dll dll. dalem urutan
begitu. Hobi sayanyah maèn gitar trutama jazz dan klasik dan nyanyi
(kadang-kadang soka nyoba-nyoba bikin komposisi kendiri). Jugah
potograpi. Jugah soka banget nggambar. (Dulu di Ngèndonesah sampé
taon 2003) soka ngutik-ngutik mesin atawa motor. Soka maèn catur
(tapi nggak pènter-pènter amat). Pideo jugah soka, tapi nggak punyah
banyak weketu, lamtaran ngedit-é moaaakan weketu boaaanyak.

> Kalau punya jabatan mestinya ya pengin korupsi.

Sayanyah nggak soka iku. Iku nama-é maling. Sayanyah nggak soka jadi
maling. Sayanyah kalu punya jabatan pengin-é bukan maling tapi
mluasken usaha nyadarken orang-orang nyang sesat (orang nyang soka
banget ngikutin nilaè-nilaè subyektip ajah).

> Kalau kepepet ekonomi mungkin ya mencuri, merampok.

Sayanyah kalu kepèpèt ekonomi, nggak bakalan nyolong, apalagi
ngrampok. Sayanyah aken brusaha lebèh keras, kalu misik jugah dijepit
ekonomi sayanyah bakalan mèntak bantuan dari nyang mampu, kalu misik
jugah dijepit ekonomi, sayanya bakalan ngemis, mentak-mentak ajah di
pinggir jalan atawa èmpèran toko, kulo nuwun ndoroooooooo.

konsiste...@yahoo.com

unread,
Nov 6, 2006, 3:46:41 PM11/6/06
to

qw wrote:
> donie wrote :
> >>Well, well, well..... Ini adalah satu kisah di Menu Utama dari
> >>http://www.mualaf.com. Saya akui bahwa saya window shopping bukan
> >>mau/berencana beli sehingga saya perhatikan hal-hal yang akhirnya
> >>menyebabkan saya tidak mbeli. BTW situs mualaf ini cukup baik, walau
> >>tidak sama seperti answeringislam.com yang mau menampilkan
> >>konversi/mualaf dari kedua sisi dan memiliki index dari
> >>conversion/mualaf.
>
> >>1. Seperti umumnya kisah conversi/mualaf, kisah R. Erna R.S sulit untuk
> >>diperiksa kebenarannya. Siapaun bisa menulis seperti itu. Kalo kasus2
> >>seperti Hamran Ambrie yg di-post oleh DB Krislam, ke-mualaf-an
> >>astronaut Armstrong, Michael Jackson relatif mudah diperiksa
> >>faktual/fiksinya.
>
> mengapa manusia pada umumnya selalu gelisah ketika mendengar ada
> manusia lainnya yg keluar dari kepercayaan(agama)nya dan pindah ke
> kepercayaan lain ?

Gelisah? Mengapa gelisah? Saya kasi satu cerita mengapa gelisah. Saya
ada kenal satu keluarga Batak doeloe tinggalnya di daerah Gunung
Sahari. Mereka terkenal sebagai seorang kaya sekali pada waktoe doeloe.
Saya tak mau sebut apa kekayaan mereka sebab kalo saya sebut banyak
orang yg tahoe dan kenal. Anyway anaknya ini Om kawin dengan seorang
Islam dari Jawa Barat. Saya tak mau sebut kota mana, sebab banyak yg
kenal dengan anak ini Om. Ini orang Islam keturunan keluarga miskin,
kawin dengan seorang Batak perempuan keturunan orang kaya.

Setelah orang tua ini perempuan Batak meninggal, terjadilah perebutan
harta orang tua. Karena ini perempuan adalah anak yg tertua, harta
peninggalan hampir semuanya diambil oleh anak tertua dan suaminya
orang Islam ini. Orang lelaki miskin kawin dengan orang perempuan
kaya, seperti Muhammad. Apa yang terjadi sekarang? Saudara dengan
saudara jadi bermusuhan, tak mau lagi saling bicara. Terakhir satu
sodara perempuan bertemu dengan sodara perempuan yg tertua di satu
pertemuan upacara dan mereka saling tengok atau saling bicarapun tak
mau.

Ini yg membuat orang jadi gelisah, yaitu seorang perempuan Kristen
masuk Islam HANYA lantaran ikutin PELI! Yang di ikutin bukannya peli
orang kaya juga, tapi yg di iukitin yaitu peli orang miskin!

Ini perempuan mualaf walaupun KATANYA sudah masuk Islam, tapi dia tak
mau pakai jilbab, rambutnya di bikin kriting seperti orang kapir, dan
pakai celana ketat sekali sampai belahan di selangkangan depan jelas
sekali kelihatan!

Ini lelaki Islam sekarang kaya, bulak-balik ke Indonesia tiap 2 atau 3
bulan dan punya rumah bagus di pinggir laut disini.

Sedangkan adik perempuan isterinya tinggal di rumah yg sudah mau rubuh!

Inilah sebabnya mengapa banyak orang gelisah apabila melihat orang
hijrah (pindah agama) lantaran si lelaki Islam mau harta (seperti
Muhammad) dan si perempuan ikutin peli saja.!

Samson

unread,
Nov 6, 2006, 3:14:21 PM11/6/06
to
konsiste...@yahoo.com wrote in news:1162846001.005966.62420
@f16g2000cwb.googlegroups.com :

> Gelisah? Mengapa gelisah? Saya kasi satu cerita mengapa gelisah. Saya
> ada kenal satu keluarga Batak doeloe tinggalnya di daerah Gunung
> Sahari. Mereka terkenal sebagai seorang kaya sekali pada waktoe doeloe.
> Saya tak mau sebut apa kekayaan mereka sebab kalo saya sebut banyak


hanya orang yang tidak berTuhan atau tidak yakin akan kebenaran mutlak
agamanya lah yang TIDAK gelisah ketika mengetahui
ada saudara/anak/teman/sahabatnya yang "menyeberang"

Biasanya orang yang tidak gelisah itu kalau tidak yang atheis & agnostik atau beragama tapi
berpandangan "Banyak Jalan Menuju Roma" maupun "Semua agama tokh menyembah Tuhan yang
sama"

Saya tidak terlalu heran kalau yang mengatakan itu seorang Qiwie.

Bang Adil

unread,
Nov 6, 2006, 6:31:19 PM11/6/06
to

Yang sudah jelas tidak boleh ada kasih terhadap "sampah buangan dari
surga". Tuhan Yesus datang kedunia dan berikan nyawaNya untuk manusia
yg berdosa, bukannya untuk setan/iblis/jin!

>
> wasalam
> qw

Bang Adil

unread,
Nov 6, 2006, 6:36:48 PM11/6/06
to

qw wrote:
> gatho wrote :
> >>mBah gatho menanggapi:
> >>berpikirlah sederhana, Kenapa manusia sok suci? Apa bedanya nabi dan
> >>manusia biasa.
> >>Kalau bicara "kasih" perlu definisi kasih yang benar.
> >>Apakah manusia tahu apa itu kasih?
>
> Kasih salah satunya adalah tidak berpikiran "Negatif" thd sesama
> mahluk..
> selalu berpikir baik (positif) thd sesama mahluk..
> jika sudah mampu berpikir positif, maka tidak ada yg namanya
> "menghakimi mahluk lain berdosa apa ndak"
> Berpikir positif ini memang agak susah, qw saja masih belajar terus dan
> terus utk menghindari pikiran negatif hingga saat ini.. dan ini qw
> lakukan sudah bertahun2 sejak menjadi mualaf.. p[erlu diakui ini ndak
> gampang..
> jika sudah mampu berpikir positif, maka preman2, pelacur2, bukanlah
> manusia yg hina atau berdosa.. melaikan mereka hanya ndak mengerti...

Ada bedanya antara ndak ngarti dan ndak mau ngarti. Setan/iblis/jin
ndak mau ngarti, itu sebabnya mereka semua menjadi sampah buangan dari
surga!

qw

unread,
Nov 8, 2006, 3:04:58 AM11/8/06
to
Bang Adil menuliskan:

>>Gelisah? Mengapa gelisah? Saya kasi satu cerita mengapa gelisah. Saya
>>ada kenal satu keluarga Batak doeloe tinggalnya di daerah Gunung
>>Sahari. Mereka terkenal sebagai seorang kaya sekali pada waktoe doeloe.
>>Saya tak mau sebut apa kekayaan mereka sebab kalo saya sebut banyak
>>orang yg tahoe dan kenal. Anyway anaknya ini Om kawin dengan seorang..dst..

itulah sebab'e Jesus mengatakan, lebih mudah unta masuk ke lubang jarum
daripada orang yg berharta masuk ke kerajaan surga.. Paham ????
kalo pikirian om naga masih sama harta..harta..dan hartaaaa sebagai
tolak ukur kebaikan.... gak aneh kalo sering gelisah trussss... :)))

ö-nén♀

unread,
Nov 8, 2006, 3:27:42 AM11/8/06
to

wé , kalo énté ini bukan pembualap jadi2an dan énté sama sekali
tidak
merasakan kegelisahan , ané angkat topi wé.

ane akui , énté mémang melebihi kekuwatan manusia sewajarnya.

qw

unread,
Nov 8, 2006, 4:47:43 AM11/8/06
to

 ö-nén♀ menuliskan:

>> wé , kalo énté ini bukan pembualap jadi2an dan énté sama sekali
>> tidak
>> merasakan kegelisahan , ané angkat topi wé.
>
>> ane akui , énté mémang melebihi kekuwatan manusia sewajarnya.

boss... kalo ane gelisah sama orang yg belon mualap.. dari dulu ane
pasti ndak rela kalo adik ane masi jadi pendeta, dan saudara2 ane masi
ada yg konghuchu, buddhis, katholik, kristen,dll.. bahkan masih banyak
yg atheis...

kenyataannya qw selalu katakan "ikuti agamamu, jangan setengah2." kalo
mau jadi kristen, jadilah kristen yg baik, kalo mau jadi buddhis
jadilah buddhis yg baik..

inget loh bosss.. kebutuhan agama masing2 manusia berbeda2...
kalo qw kebutuhannya ndak cuma mau tau urusan duniawin atawa akhirat
aja.. tapi mau tau ttg diri sendiri (Ruh)...

gatho

unread,
Nov 8, 2006, 5:24:27 AM11/8/06
to

amiiiin ---------------------------------Q
semoga setiap orang bisa menemukan dirinya sendiri

qw

unread,
Nov 8, 2006, 5:29:06 AM11/8/06
to

gatho menuliskan:

>> amiiiin ---------------------------------Q
>> semoga setiap orang bisa menemukan dirinya sendiri

trims mbah..
memang pengetahuan ttg Ruh ntu ndak bisa dijelaskan dengan kata2, cuma
bisa dilakoni..
dan tutorial yg mendekati utk mencapainya menurut qw lebih "user
friendly" lewat pembualap.. :)) (ini pendapat pribadi loh mbah..)

àmín-Q™

unread,
Nov 8, 2006, 5:33:08 AM11/8/06
to

halah , kalo itu seh ané percaya , dèngen kebesaran dan kelonggaran
hati
énté , hakulyakin.

tetapi nyang ané mangsut , tidak ada kegelisahan pada ruh énté waktu

jadi pembualap itu hlo wé , itu nyang ané lebih salut.

qw

unread,
Nov 8, 2006, 5:40:01 AM11/8/06
to

 àmín-Q™ menuliskan:

>> halah , kalo itu seh ané percaya , dèngen kebesaran dan kelonggaran
>> hati
>> énté , hakulyakin.
>
>> tetapi nyang ané mangsut , tidak ada kegelisahan pada ruh énté waktu
>
>> jadi pembualap itu hlo wé , itu nyang ané lebih salut.

betul boss..
tapi biasa'e kalo udah jadi pembualap, juga punya perasaan nyang sama,
yaitu gelisah kalo orang laen beda sama si pembualap..

apalagi di Ina, ndak sedikit sodara2 tionghoa kita yg jadi pembualap...

sakjane pembualap kristen ntu juga banyak yg gelisah kalo saudara2
belum jadi pembualap kristen, jadi kudu di-ojok2 buat ikut ke
kebaktian... tul gak boss ???

àmín-Q™

unread,
Nov 8, 2006, 5:43:33 AM11/8/06
to

énté koQ suka merendah seh ? mbillangé doktoól , joko sembung
....................

qw

unread,
Nov 8, 2006, 5:49:54 AM11/8/06
to

 àmín-Q™ menuliskan:

>
>> énté koQ suka merendah seh ? mbillangé doktoól , joko sembung
> ....................

kalo sakjane ane joko sembung.. atawa ngaku geblek.. apakah itu ane
berarti merendah ?
that's kenyataan boss..... ane memang joko sembung... (walah.. ntar
dibilang merendah utk meninggi deh...please deh bosss...)

"makan sate salah, ndak makan juga salah.. " :-D

qw

unread,
Nov 8, 2006, 6:57:55 AM11/8/06
to
bill wrote :

>>Biasanya orang yang tidak gelisah itu kalau tidak yang atheis & agnostik atau >>beragama tapi berpandangan "Banyak Jalan Menuju Roma" maupun "Semua agama >>tokh menyembah Tuhan yang sama"

yang berpandangan Tuhan bermacam-macam adalah pandangan orang
polytheis..

>>Saya tidak terlalu heran kalau yang mengatakan itu seorang Qiwie.

ya.. karena pada hakikatnya Ruh itu satu.. dan sumbernyapun Satu..
hanya saja orang salah menafsirkan dan ada juga yg membedakandan ada
juga karena cara penyebutannya saja..

qw

unread,
Nov 8, 2006, 7:01:29 AM11/8/06
to
naga wrote :

>>Ada bedanya antara ndak ngarti dan ndak mau ngarti. Setan/iblis/jin
>>ndak mau ngarti, itu sebabnya mereka semua menjadi sampah buangan dari
>>surga!

ndak mau ngarti karena dia ndak ngarti..
sakperti iblis tidak mau bersujud waktu penciptaan adam, karena belio
ndak ngerti kalo yg dimaksud sujud adalah bukan menyembah.. dan juga
kagak ngerti kalo semua mahluk ciptaan Allah, tidak ada perbedaan dari
unsur pembentukkan, melainkan dari kualitas Ruh tsb..

gatho

unread,
Nov 8, 2006, 7:13:07 AM11/8/06
to

kembali ke topik ttg mualaf, supaya dialog tidak jadi mati: --> mualaf
>< murtad
mualaf = tidak gebleg; murtad = gebleg
he he he

donie nulis


> > Saya bukan merisaukan sebutan2 itu. Tetapi ketetapan demikian mematikan
> > dialog/diskusi/debat.

kalo donie pengin dialog di forum NG ini bisa jalan secara sehat, ada
jalan yang mudah yaitu tidak perlu memperhatikan (termasuk menjawab)
posting yang bersifat konter "mematikan". Sebab kalau dilanjutkan itu
namanya konyol, bukan gebleg dan bukan blegug. Sebab memetilk dari
pengalaman yang sudah-sudah posting konter itu tidak memberi jawaban
yang bermanfaat apalagi kita sudah tahu arahnya mau dibawa kemana.
Kalau pengin memberi jawaban kasih saja jawaban buntu. contohnya: oh ya
saya paham atau terima kasih, atau gaya gatho: ya wis aku kalah.
Toh dialog bisa dilakukan dengan kawan-kawan yang meng-utama-kan
"kehidupan berdialog".
Di sini kan tempat atau ajang untuk mendapat wawasan, tukar pengalaman,
saling memberi.
Kalau ada yang punya nafsu membunuh kan cukup dihindarkan, toh dia
tidak akan bisa "membunuh" kita dalam berpendapat.
Misalnya ada salah satu netter yang ngejar-ngejar mbah atau dinie atau
siapa saja dengan posting2x nya untuk mendapat response. tetapi kalau
nilai postingnya dipandang tidak perlu ditanggapi, ya lebih baik pilih
menghindar. Ini bukan karena gebleg dan tidak berarti pula 'menuduh"
dia sebaliknya yang gebleg

he he he orang gebleg koQ kaseh saran ya?.

qw

unread,
Nov 8, 2006, 7:23:04 AM11/8/06
to
mbah.. yg qw lihat disini adalah bukan mematikan dialog,
tetapi dialog tidak ketemu karena berbeda dasar
pengertian/landasannya..
dan yg kedua yg sering dialami dalam dialog adalah
bukan bertanya melaikan "memberikan tebakan"..
seperti layaknya anak2 main kelereng tebak2an ditangan..
isinya brapa ??? kalo jawabannya salah, maka dikejar terus sampe
jawabannnya sesuai dengan jumlah kelereng yg ada ditangan..
ini namanya bukan bertanya melainkan menguji...

sehingga terkesan jawabannya gak ketemu2, dan merasa ndak dijawab,
padahal sudah berkali2 dijawab...

jujur saja qw ceritakan kepada mbah gatho yg mungkin lebih bisa arif
utk menilai cerita qw.... belum lama ini waktu qw meditasi, qw
didatangi oleh tamu dalam meditasi (tamu ini adalah manusia dan bukan
beragama muslim).. qw ndak perlu menyebutkan namanya, karena ndak ada
gunanya, mungkin mbah gatho juga ndak akan percaya..
setelah saling ngobrol, salah satu dari obrolannya, belio menyarankan
kepada qw utk "tidak memberikan mutiara kepada babi".. spontan saja qw
tidak langsung meniya-kan melaikan bertanya lagi ttg ungkapan tsb dan
mengapa harus seperti itu.. akhirnya qw dapat memahami maksud belio,
samapi2 belio katakan, jika qw masih ragu, silahkan buktikan sendiri..
lihatlah hasilnya.. sampai saat ini qw masih coba membuktikan, dan
memang hasilnya sebagian besar seperti yg dikatakan belio..

wasalam
qw

gatho

unread,
Nov 8, 2006, 8:16:00 AM11/8/06
to

qw wrote:
> mbah.. yg qw lihat disini adalah bukan mematikan dialog,
> tetapi dialog tidak ketemu karena berbeda dasar
> pengertian/landasannya..
> dan yg kedua yg sering dialami dalam dialog adalah
> bukan bertanya melaikan "memberikan tebakan"..
> seperti layaknya anak2 main kelereng tebak2an ditangan..
> isinya brapa ??? kalo jawabannya salah, maka dikejar terus sampe
> jawabannnya sesuai dengan jumlah kelereng yg ada ditangan..
> ini namanya bukan bertanya melainkan menguji...
>
> sehingga terkesan jawabannya gak ketemu2, dan merasa ndak dijawab,
> padahal sudah berkali2 dijawab...
>
> jujur saja qw ceritakan kepada mbah gatho yg mungkin lebih bisa arif
> utk menilai cerita qw.... belum lama ini waktu qw meditasi, qw
> didatangi oleh tamu dalam meditasi (tamu ini adalah manusia dan bukan
> beragama muslim).. qw ndak perlu menyebutkan namanya, karena ndak ada
> gunanya, mungkin mbah gatho juga ndak akan percaya..

percaya dan nggak percaya sama saja tidak mengandung manfaat maupun
mudarat

> setelah saling ngobrol, salah satu dari obrolannya, belio menyarankan
> kepada qw utk "tidak memberikan mutiara kepada babi".. spontan saja qw
> tidak langsung meniya-kan melaikan bertanya lagi ttg ungkapan tsb dan
> mengapa harus seperti itu.. akhirnya qw dapat memahami maksud belio,
> samapi2 belio katakan, jika qw masih ragu, silahkan buktikan sendiri..
> lihatlah hasilnya.. sampai saat ini qw masih coba membuktikan, dan
> memang hasilnya sebagian besar seperti yg dikatakan belio..
>
> wasalam
> qw

wuah untung mbah gatho tidak gemuk kayak babi.
jadi mutiara itu maseh bisa diharapin untuk dikaseh mbah ya?
kebenulan baru butuh doku nih, mo pinjem digadeken dua bulan aja ntar
dibalikin.

tapi maseh perlu dipikir. apa mutiara itu boleh diberikan pada monyet
nyang bukan babi.
he he he.. mbah gatho tahu diri koQ--- sangat mirip orangutan jeee.

qw

unread,
Nov 8, 2006, 8:18:53 AM11/8/06
to
tambahan :

saran qw untuk kawan di NG, jika merasa jawaban berlum terjawab,
maka biasanya mengatakan :
"Anda belum menjawab pertanyaan saya"...
diganti menjadi..
"Anda belum menjawab dengan benar"... :-D

qw

unread,
Nov 8, 2006, 8:21:48 AM11/8/06
to
gatho wrote :

>>wuah untung mbah gatho tidak gemuk kayak babi.
>>jadi mutiara itu maseh bisa diharapin untuk dikaseh mbah ya?
>>kebenulan baru butuh doku nih, mo pinjem digadeken dua bulan aja ntar
>>dibalikin.

tergantung cara make'nya.. :))

>>tapi maseh perlu dipikir. apa mutiara itu boleh diberikan pada monyet
>>nyang bukan babi.
>>he he he.. mbah gatho tahu diri koQ--- sangat mirip orangutan jeee

ndak tau.. sepertinya mbah gatho kudu tanya sama orang yg punya kalimat
ini..
wong qw aja juga masih coba memahami artine kok.. walaupun sudah
berjuang secara "ngeyel"isme kepada belio... :-D

gatho

unread,
Nov 8, 2006, 9:02:38 AM11/8/06
to

kalo boleh tahu dan maseh inget kapan meditasinya? cukup tgl tidak usah
jam atau saat, mungkin mbah bisa trace sendiri sebab ente kagak mau
ngaseh id orang tsb. Sapa tahu dapet mutiara.
butuh doku banget jee.

dös-Q

unread,
Nov 8, 2006, 9:12:11 AM11/8/06
to

mo . éling mo ................................

qw

unread,
Nov 8, 2006, 9:23:13 AM11/8/06
to
gatho wrote :

>>kalo boleh tahu dan maseh inget kapan meditasinya? cukup tgl tidak usah
>>jam atau saat, mungkin mbah bisa trace sendiri sebab ente kagak mau
>>ngaseh id orang tsb. Sapa tahu dapet mutiara.
>>butuh doku banget jee.

silahkan...
tanggal 5/11/2006 jam pasti datangnya belio ndak tau detil persis, tapi
menjelang subuh..
tambahan informasi aja, tamu tsb orang yg masih bernafas..
sorry mbah ane ndak mau kasih tau sebab'e jadi hebohh nantinya...
soal'e di NG ini kalo ada sedikit yg aneh2, ndak bisa diterima...

gatho

unread,
Nov 8, 2006, 10:08:41 AM11/8/06
to

Ya wis, cukup .... tidak perlu yang aneh2 .
mbah juga tidak jadi butuh mutiara itu,
mekoQ tadi datang ketawa-ketiwi sama mbok gatho. Jebule dua-duanya
putus arisan. Kayaknya sudah cukup untuk nambahi uang muka beli sepeda
motor untuk ponakanku.

donie

unread,
Nov 8, 2006, 11:14:34 AM11/8/06
to

qw wrote:
> mbah.. yg qw lihat disini adalah bukan mematikan dialog,
> tetapi dialog tidak ketemu karena berbeda dasar
> pengertian/landasannya..
Yess mas qw. Pada akhirnya memang harus MENDISKUSIKAN dasar/landasan
masing2. Kalo memang DASARnya sama tidak akan ada dialog/diskusi/debat.
Kalo merasa memang "memberi mutiara pada babi" you've been long gone
for good, not only for a few days, I suppose?

donie

unread,
Nov 8, 2006, 11:22:00 AM11/8/06
to

Have you ever practiced what you teach mas qw? Just curious, coz I
havent seen any similar statement from you.

qw

unread,
Nov 8, 2006, 11:22:56 AM11/8/06
to

donie menuliskan:

>> Yess mas qw. Pada akhirnya memang harus MENDISKUSIKAN dasar/landasan
>> masing2. Kalo memang DASARnya sama tidak akan ada dialog/diskusi/debat.
>> Kalo merasa memang "memberi mutiara pada babi" you've been long gone
>> for good, not only for a few days, I suppose?

qqw sedang lihat pembuktian-nya...
siapa yg mencari mutiara akan ikhlas qw berikan..
karena seekor babi tidak akan mengerti mutiara, kalo dimakan maka akan
tersedak dan akhirnya tereak2...

qw

unread,
Nov 8, 2006, 11:32:24 AM11/8/06
to
donie wrote :

>>Have you ever practiced what you teach mas qw? Just curious, coz I
>>havent seen any similar statement from you.

off course..
silahkan perhatikan postingan qw lagi..
sakjane tomat pun mengetahui, bahwa qw hobby buat nasehat..
segala pertanyaan yg qw lemparkan disini sakjane utk menjawab
pertanyaan2 kawan2.. bukan pertanyaan yg pada prinsipnya bertanya
tetapi sudah tau (sudah gaharu cendana pula)..
silahkan perhatikan..
pernahkah qw langsung mempermasalahkan kontradiksi pada bibel jika
bukan karena counter2 jawaban2 agar dimengerti..

kalopun qw niat, bukannya sombong.. pastilah tidak ada yg mampu/sulit
menjawab karena qw pernah menjadi atheis keras dan bukan sembarang
atheis ikut2an..

ini si þíLL™

unread,
Nov 8, 2006, 11:33:47 AM11/8/06
to
"donie" <doni...@yahoo.com> wrote in news:1163002474.138826.183480
@m7g2000cwm.googlegroups.com :

>
> qw wrote:
you've been long gone
> for good, not only for a few days, I suppose?
>
>

whaaaaatt donie ?

you mean "he SHOULD have been gone for 11 months (if not for good). i.e till the next ramadhan, for the
sake of so-called MEMPERTAHANKAN BANGSA INDONESIA DARI KEHANCURAN" ??? what
happened to Poso then ? torn down to pieces ?

but yes within just less than 1 week, the man showed up here in this beloved newsgroup

mr. QW ente sudah mengecewakan Tomat sangat amat ! Tadinya Tomat diam-diam menganggumi
kepergian ente ke Poso berjuang mempertahankan kesatuan NKRI , tapi kasunyataannya ......what ?
what? what?

apa ente diusir J. Kalla , supaya orang luar Poso jangan bikin suasana Poso malah tambah keruh ?

you owe us detailed explanations QW, he he he he ................

qw

unread,
Nov 8, 2006, 11:36:55 AM11/8/06
to
oleh sebab itu mengapa qw tidak bisa berlama2 di NG ini..

karena dalam mencari ilmu biasanya qw mendatangi tokoh2 atau para
ahli2, lalu qw belajar disana.. siapapun orang-nya apapun
ajaran/kepercayaannya..
waktu qwpun ini hanya mengisi jadwal utk tunggu "baswe" lagi.. mungkin
tinggal 1minggu atau kurang.. qw harus berangkat dan mencari ilmu atau
mengamalkan ilmu lagi..

di Ng ini niat qw dari awal hanya agar kawan2 sebangsa jangan saling
berantem atas hal2 yg "salah paham" dan utk menyebarkan informasi2 yg
qw ketahui, selama masih dikaruniai nafas..

jika satu saat sudah tidak dibutuhkan atau memang tidak berguna lagi..
I'll go forever..

qw

unread,
Nov 8, 2006, 11:41:17 AM11/8/06
to
bill wrote :

>>mr. QW ente sudah mengecewakan Tomat sangat amat ! Tadinya Tomat diam-diam >>menganggumi
>>kepergian ente ke Poso berjuang mempertahankan kesatuan NKRI , tapi >>kasunyataannya ......what ?
>>what? what?


DO BETTER THAN NOTHING...
apa yg bang bill buat ??? berdoa ???
terimakasih atas do'anya...


>>apa ente diusir J. Kalla , supaya orang luar Poso jangan bikin suasana Poso malah >>tambah keruh ?

Don't talk what you don't understand..
gimana kalo kita bicara perbank-an ???

>>you owe us detailed explanations QW, he he he he ................

never talk to "provokator" about politic... uppssss... sorryyyy.. :-D

ini si þíLL™

unread,
Nov 8, 2006, 11:47:22 AM11/8/06
to
"qw" <qwi...@yahoo.com.sg> wrote in news:1163003815.337355.166370
@h54g2000cwb.googlegroups.com :

> oleh sebab itu mengapa qw tidak bisa berlama2 di NG ini..
>
> karena dalam mencari ilmu biasanya qw mendatangi tokoh2 atau para
> ahli2, lalu qw belajar disana.. siapapun orang-nya apapun
> ajaran/kepercayaannya..
> waktu qwpun ini hanya mengisi jadwal utk tunggu "baswe" lagi.. mungkin
> tinggal 1minggu atau kurang.. qw harus berangkat dan mencari ilmu atau
> mengamalkan ilmu lagi..

kaya tape-recorder rusak, omonagnitu di-ulang ulang terus, tapi bolak balik nongol, gak pergi pergi :))

> di Ng ini niat qw dari awal hanya agar kawan2 sebangsa jangan saling
> berantem atas hal2 yg "salah paham" dan utk menyebarkan informasi2 yg
> qw ketahui, selama masih dikaruniai nafas..

bahhhhh !!! kenyataannya malah bikin semangkin "rame"


> jika satu saat sudah tidak dibutuhkan atau memang tidak berguna lagi..
> I'll go forever..

sakinget saya, kedatangan ente ke NG dari dulu kagak pernah ada nyang menthak, mangkanya
kepergian ente pun kagak ada nyang bakal nganterin ........ koQ mirip mantera manggil jailangkung yah ?

qw

unread,
Nov 8, 2006, 11:52:37 AM11/8/06
to

ini si þíLL™ menuliskan:

>> kaya tape-recorder rusak, omonagnitu di-ulang ulang terus, tapi bolak balik nongol, gak pergi pergi :))

iku sebab'e bang bill sering berdoa... bukan utk rakyat poso, melainkan
berdoa ngusir siapa saja yg ndak disenangi di ng.... :))


>> bahhhhh !!! kenyataannya malah bikin semangkin "rame"

Horasss... baahhhh... ini lebih rameee... :-D


>> sakinget saya, kedatangan ente ke NG dari dulu kagak pernah ada nyang menthak, mangkanya
>> kepergian ente pun kagak ada nyang bakal nganterin ........ koQ mirip mantera manggil jailangkung >>yah ?

ooo tentu.. qw diundang sama dajjal yang disini... :))
kalo mau pergipun diusir sama luciffer yg disini... :))

ini si þíLL™

unread,
Nov 8, 2006, 11:54:33 AM11/8/06
to
"qw" <qwi...@yahoo.com.sg> wrote in
news:1163004077.1...@h48g2000cwc.googlegroups.com :

> bill wrote :
>>>mr. QW ente sudah mengecewakan Tomat sangat amat ! Tadinya Tomat
>>>diam-diam >>menganggumi kepergian ente ke Poso berjuang mempertahankan
>>>kesatuan NKRI , tapi >>kasunyataannya ......what ? what? what?
>
>
> DO BETTER THAN NOTHING...

setujoooooo, the thing is DO I HAVE TO ANNOUNCE EVERYTHING THAT I HAVE DONE FOR POSO
AND THE COUNTRY IN THIS NEWSGROUP (LIKE WHAT YOU DID) ?

tangan kanan memberi, tangan kiri ndak usah tahu

> apa yg bang bill buat ??? berdoa ???
> terimakasih atas do'anya...

you're welcome

>
>
>>>apa ente diusir J. Kalla , supaya orang luar Poso jangan bikin suasana
>>>Poso malah >>tambah keruh ?
>
> Don't talk what you don't understand..

that's why, what do you understand about me ? nothing except those that I have revealed myself

so, why don't we talk about you butt being kicked out from Poso. Is that what you called "DO BETTER" ?

> gimana kalo kita bicara perbank-an ???

waaahhh saya ndak tahu apa-apa soal perbankan, wong dulu cumak jadi office-boy, he he he


>>>you owe us detailed explanations QW, he he he he ................
>
> never talk to "provokator" about politic... uppssss... sorryyyy.. :-D
>
>


so jawabannya ????? maloeeee yach ?

ini si þíLL™

unread,
Nov 8, 2006, 11:59:59 AM11/8/06
to
"qw" <qwi...@yahoo.com.sg> wrote in news:1163004757.822904.57910
@m73g2000cwd.googlegroups.com :

>
> ini si þíLL™ menuliskan:
>>> kaya tape-recorder rusak, omonagnitu di-ulang ulang terus, tapi bolak ba
> lik nongol, gak pergi pergi :))
>
> iku sebab'e bang bill sering berdoa... bukan utk rakyat poso, melainkan
> berdoa ngusir siapa saja yg ndak disenangi di ng.... :))
>

don't be too sensitive QW, you're just my toy , in fact I need more people like you in this NG,

sakperti apa NG ini jadinya tanpa orangf macem ente

sama halnya hati saya nelongso karena ADW sudah agak lama ndak nongol, ada apa dengan belio ?

mudah-mudahan sehat walafiat


>>> bahhhhh !!! kenyataannya malah bikin semangkin "rame"
>
> Horasss... baahhhh... ini lebih rameee... :-D
>

habis beras makan gabahhh :)))

>
>>> sakinget saya, kedatangan ente ke NG dari dulu kagak pernah ada nyang me
> nthak, mangkanya
>>> kepergian ente pun kagak ada nyang bakal nganterin ........ koQ mirip m
> antera manggil jailangkung >>yah ?
>
> ooo tentu.. qw diundang sama dajjal yang disini... :))

betoool

> kalo mau pergipun diusir sama luciffer yg disini... :))

ndak mungkin mosok setan ngusir temennya :))

qw

unread,
Nov 8, 2006, 12:01:25 PM11/8/06
to

ini si þíLL™ menuliskan:

>> setujoooooo, the thing is DO I HAVE TO ANNOUNCE EVERYTHING THAT I HAVE DONE FOR POSO
>> AND THE COUNTRY IN THIS NEWSGROUP (LIKE WHAT YOU DID) ?
>
>> tangan kanan memberi, tangan kiri ndak usah tahu

seuuutujuuuu... bte, ini ajaran siapa? junjungan ente ya ??

>> that's why, what do you understand about me ? nothing except those that I have revealed myself
>> so, why don't we talk about you butt being kicked out from Poso. Is that what you called "DO BETTER" ?

tangan kanan memberi, tangan kiri ndak usah tau... benul pan ??
ini lagi ane terapin setelah di-ingetin ente....
ho..hoo.hoo.. ojo mancing2.. ntra kalo dijelasin, malah bilanh
pribahasa junjungan ente lagi...
(ndak lupa kan kenapa qw harus bilang bahwa kudu pergi ke poso??)
adakah pernah qw bilang kalo tahun kemarin kemana dan setelah ini mau
kemana ??
jangan maen paksa2 bang.. ntar kalo udah dijelasin, malah jadi fitnah
"sok pamer" lagi...
uuuhhh.. kasihan juga sama manusia kayak gini..


>> waaahhh saya ndak tahu apa-apa soal perbankan, wong dulu cumak jadi office-boy, he he he

gimana kalo ttg Inteligen (BIN) ??

>> so jawabannya ????? maloeeee yach ?

buang dulu sikap provokator dan negatif thingkingnya, ntar baru deh
dicerita-in... :-D

qw

unread,
Nov 8, 2006, 12:11:59 PM11/8/06
to
bill wrote:
>>ndak mungkin mosok setan ngusir temennya :))

justru itu.. yg ngusir itu setan yg nggak suka sama musuh'e..

dateng juga karena dajjal.. tapi ndak pake undangan loh.. cuma tau aja
kalo disini ada dajjal..
tapi ente tau nggak dajjal itu apa ??
dajjal bukan setan loh.. dajjal itu mangnulsia, yg menghancurkan atau
memutarbalikkan ajaran sang junjungan.. alias antichrist..

luciffer itu dekat/didukung oleh dajjal, tapi uniknya sang dajjal malah
musuhin luciffer..

ini si þíLL™

unread,
Nov 8, 2006, 12:17:02 PM11/8/06
to
"qw" <qwi...@yahoo.com.sg> wrote in news:1163005285.640676.91860
@m73g2000cwd.googlegroups.com :

>>> so jawabannya ????? maloeeee yach ?
>
> buang dulu sikap provokator dan negatif thingkingnya, ntar baru deh
> dicerita-in... :-D
>

buat yang terdesak, tentunya saya nyah provokator, buat nyang laen sayanyah justru detektip alias
membuka yang tertutup , hehehehehee

buat yang gak suka sayanyah negative ,. buat yang sukak , sayanyah positive banget banget pesti pesti

tergantung sama gantungan :))

ini si þíLL™

unread,
Nov 8, 2006, 12:20:11 PM11/8/06
to
"qw" <qwi...@yahoo.com.sg> wrote in news:1163005919.461703.181490
@e3g2000cwe.googlegroups.com :

christian don't know any dajjal, itu boeat nyang muslim saja , so why I care
dajjal doesn't exist in christian's live, it's a fairy tale

so, back to topic : KENAPA ENTE NYANG BERJANJI MAU NONGOL RAMADHAN TAHUN DEPAN, KOK
BARU 4-5 HARI SUDAH NONGOL LAGI ?

Apa jin ente kagak laku di Poso ?

Mana "hasil kerja" ente yang katanya mempertahankan NKRI dari kehancuran (btw ente pantes banget
jadi produsen sinetron teve swasta, menggantikan si Rampunyabi .... heheheheh)

qw

unread,
Nov 8, 2006, 12:28:08 PM11/8/06
to

ini si þíLL™ menuliskan:

>> christian don't know any dajjal, itu boeat nyang muslim saja , so why I care
>> dajjal doesn't exist in christian's live, it's a fairy tale
>
>> so, back to topic : KENAPA ENTE NYANG BERJANJI MAU NONGOL RAMADHAN TAHUN DEPAN, KOK
>> BARU 4-5 HARI SUDAH NONGOL LAGI ?
>
> Apa jin ente kagak laku di Poso ?

masih ada waktu, ndak langsung berangkat...
sambil nunggu baswe, boleh donk.. ketak-ketik di NG ?? :-D

> Mana "hasil kerja" ente yang katanya mempertahankan NKRI dari kehancuran (btw ente pantes banget
> jadi produsen sinetron teve swasta, menggantikan si Rampunyabi .... heheheheh)

hoo..hoo.hooo..
sang direktur lagi nanyain hasil kerja... :))
mau dibikin sinetron boss??? ogah aahhhh, ntar dikira sombong... :))

donie

unread,
Nov 9, 2006, 1:49:08 AM11/9/06
to

qw wrote:
> donie wrote :
>
> >>Have you ever practiced what you teach mas qw? Just curious, coz I
> >>havent seen any similar statement from you.
>
> off course..
> silahkan perhatikan postingan qw lagi..
> sakjane tomat pun mengetahui, bahwa qw hobby buat nasehat..

Saya jadi teringat buku Richard Harris? I AM OK, YOU ARE OK, berbicara
tentang transactional analysis dengan 3 kecenderungan manusia : PARENT,
ADULT, CHILD. Komunikasi tidak akan lancar antara si A dengan si B kalo
umpamanya si A menasehati (Parent) tapi si B tidak merasa memerlukan
nasehat (bukan Child tetapi Parent dan Adult).
Komunikasi/diskusi/sharing/dialog akan lancar kalo antara ADULT denan
ADULT, atau 'pemberi nasehat' dengan 'peminta nasehat.' No wonder,
jarang ketemu. Mas qw mau memberi nasehat, saya, paling tidak, tidak
meminta nasehat walau menanya....

donie

unread,
Nov 9, 2006, 2:03:25 AM11/9/06
to

qw wrote:
> donie menuliskan:
> >> Yess mas qw. Pada akhirnya memang harus MENDISKUSIKAN dasar/landasan
> >> masing2. Kalo memang DASARnya sama tidak akan ada dialog/diskusi/debat.
> >> Kalo merasa memang "memberi mutiara pada babi" you've been long gone
> >> for good, not only for a few days, I suppose?
>
> qqw sedang lihat pembuktian-nya...
> siapa yg mencari mutiara akan ikhlas qw berikan..

Pada dasarnya semua orang (babi sih kagak) mencari mutiara, tapi karena
mutiara FAKE ada dimana-mana sehingga orang memeriksa dulu. Ketika
orang 'memeriksa' dan terasa menyebalkan, lalu mas qw menganggap mereka
BABI yah susah.... Akhirnya you'll never sell your mutiara mas qw,
unless... unless....

ö-nén♀

unread,
Nov 9, 2006, 3:26:10 AM11/9/06
to

inilah bédanya pembualap unipersil sama pembualap jadi2an.

qiwé jadi pembualap dèngen ringan hati tanpa benturan dan kegelisahan
,
sedengken donie , baroe mikir akan jadi pembualap saja gelisah bukan
maén ,
sudah sejak taoen laloe mohon huda , tapiné nyang punya huda takut
tersaingi.

qw

unread,
Nov 9, 2006, 4:07:15 AM11/9/06
to
donie wrote:
>>Saya jadi teringat buku Richard Harris? I AM OK, YOU ARE OK, berbicara
>>tentang transactional analysis dengan 3 kecenderungan manusia : PARENT,
>>ADULT, CHILD. Komunikasi tidak akan lancar antara si A dengan si B kalo
>>umpamanya si A menasehati (Parent) tapi si B tidak merasa memerlukan
>>nasehat (bukan Child tetapi Parent dan Adult).
>>Komunikasi/diskusi/sharing/dialog akan lancar kalo antara ADULT denan
>>ADULT, atau 'pemberi nasehat' dengan 'peminta nasehat.' No wonder,
>>jarang ketemu. Mas qw mau memberi nasehat, saya, paling tidak, tidak
>>meminta nasehat walau menanya....

bertanya adalah hak seorang penanya..
memberi nasehat adalah juga hak seorang yg memberi jawaban...
jadi sang penanya harus terima resiko dinasehati apabila bertanya..
walaupun tidak suka nasehat..

>>Pada dasarnya semua orang (babi sih kagak) mencari mutiara, tapi karena
>>mutiara FAKE ada dimana-mana sehingga orang memeriksa dulu. Ketika
>>orang 'memeriksa' dan terasa menyebalkan, lalu mas qw menganggap mereka
>>BABI yah susah.... Akhirnya you'll never sell your mutiara mas qw,
>>unless... unless....

memeriksa ada batasannya..
batasannya adlah "niat"..
qw pribadi ingin bertanya secara "hati ke hati"..
apakah jika mas donie mengetahui mutiara itu, maka mas donie akan
meninggalkan batu yg selama ini dipegang ??
qw pribadi sebagai manusia pernah seperti mas donie, "mungkin" yg
membedakan adalah :
qw punya niat, jika yg qw dapat selama ini lebih baik dari kepercayaan
sebelumnya, maka qw akan tinggalkan kepercayaan sebelumnya.. qw tidak
perduli lingukan, keluarga,dll.
orang bodoh mana yg sudah mengetahui yg baik teryata ttg berpegang pada
yg buruk..

sebagai contoh : jika mas donie mempertentangkan ayat2 AlQuran dan
diketahui ada 10 ayat yg bertentangan, sedangkan dapat dibuktikan Bibel
mempunyai 100 pertentangan..
siapkah mas donie meninggalkan bibel dan mengatakan AlQuran lebih baik
dan akan ikut kepada AlQuran ??
jangan membohongi diri sendiri, dan silahkan jawab dengan jujur menurut
hati nurani..
qw tidak memerlukan jawaban tsb, silahkan mas donie menjawab sendiri
dan sebagai bahan kajian dalam diri/hati saja..

wasalam
qw

donie

unread,
Nov 9, 2006, 5:47:55 AM11/9/06
to

qw wrote:
> donie wrote:
> >>Saya jadi teringat buku Richard Harris? I AM OK, YOU ARE OK, berbicara
> >>tentang transactional analysis dengan 3 kecenderungan manusia : PARENT,
> >>ADULT, CHILD. Komunikasi tidak akan lancar antara si A dengan si B kalo
> >>umpamanya si A menasehati (Parent) tapi si B tidak merasa memerlukan
> >>nasehat (bukan Child tetapi Parent dan Adult).
> >>Komunikasi/diskusi/sharing/dialog akan lancar kalo antara ADULT denan
> >>ADULT, atau 'pemberi nasehat' dengan 'peminta nasehat.' No wonder,
> >>jarang ketemu. Mas qw mau memberi nasehat, saya, paling tidak, tidak
> >>meminta nasehat walau menanya....
>
> bertanya adalah hak seorang penanya..
> memberi nasehat adalah juga hak seorang yg memberi jawaban...
> jadi sang penanya harus terima resiko dinasehati apabila bertanya..
> walaupun tidak suka nasehat..

Very true. Kenyataannya memang begitu. Yang dicoba oleh I AM OK YOU'RE
OK adalah bagaimana kita membawakan diri kita dalam berkomunikasi,
sehingga ada 'komunikasi.' Saya menawarkan ADULT ke ADULT diskusi, mas
qw lebih memilih sebagai PARENT. That sure is your right.

> >>Pada dasarnya semua orang (babi sih kagak) mencari mutiara, tapi karena
> >>mutiara FAKE ada dimana-mana sehingga orang memeriksa dulu. Ketika
> >>orang 'memeriksa' dan terasa menyebalkan, lalu mas qw menganggap mereka
> >>BABI yah susah.... Akhirnya you'll never sell your mutiara mas qw,
> >>unless... unless....
>
> memeriksa ada batasannya..
> batasannya adlah "niat"..
> qw pribadi ingin bertanya secara "hati ke hati"..
> apakah jika mas donie mengetahui mutiara itu, maka mas donie akan
> meninggalkan batu yg selama ini dipegang ??

Kayak sih ngga, karena batu yang saya pegang saya yakini lebih baik
dari mutiara yang mas qw jual. Tapi all the while, saye cube nak
sampekan: 'so what?' Apakah dengan demikian kita run away from
discussing our pearls

> qw pribadi sebagai manusia pernah seperti mas donie, "mungkin" yg
> membedakan adalah :
> qw punya niat, jika yg qw dapat selama ini lebih baik dari kepercayaan
> sebelumnya, maka qw akan tinggalkan kepercayaan sebelumnya.. qw tidak
> perduli lingukan, keluarga,dll.
> orang bodoh mana yg sudah mengetahui yg baik teryata ttg berpegang pada
> yg buruk..
>
> sebagai contoh : jika mas donie mempertentangkan ayat2 AlQuran dan
> diketahui ada 10 ayat yg bertentangan, sedangkan dapat dibuktikan Bibel
> mempunyai 100 pertentangan..

That's not the issue. Saya sudah sampaikan ada difficult verses di
bible, tetapi itu tidak menjadi halangan bagi iman saya. Bedanya saya
merasa QS 4: 82 menantang:"mengapa mereka (TERMASUK SAYA ) tidak
mempelajari al quran. Kalo bukan dari Allah pastilah banyak
pertentangan disana." Dan saya sudah mempelajari dan menemukan 'banyak'
kontradiksi (yang saya sudah tampilkan sebatas yang menyangkut
kehidupan sekarang ini saja). Alkitab tidak ada menantang seperti itu,
tetapi begitupun kalo mas qw mau menampilkannya saya akan mencoba
menjawab semampu saya. Saya harus akui saya tidak se-produktif mas qw,
kebanyakan saya harus baca dan mencari regerensi dulu.

> siapkah mas donie meninggalkan bibel dan mengatakan AlQuran lebih baik
> dan akan ikut kepada AlQuran ??
> jangan membohongi diri sendiri, dan silahkan jawab dengan jujur menurut
> hati nurani..

Yang diatas adalah jawaban 'seadanya'

> qw tidak memerlukan jawaban tsb, silahkan mas donie menjawab sendiri
> dan sebagai bahan kajian dalam diri/hati saja..

Saya membaca mas qw pada awalnya siap menjawab/membahas apa saja. Saya
juga demikian. Keterlambatan postingan saya, sering merupakan akibat
direnungkan terlebih dahulu.

qw

unread,
Nov 9, 2006, 5:58:21 AM11/9/06
to
donie menuliskan:

>> Kayak sih ngga, karena batu yang saya pegang saya yakini lebih baik
>> dari mutiara yang mas qw jual. Tapi all the while, saye cube nak
>> sampekan: 'so what?' Apakah dengan demikian kita run away from
>> discussing our pearls

perlu digarisbawahi, qw tidak mengatakan bahwa agama kristen adalah
batu.. sesungguhnya agama kristen itu adalah mutiara jika dapat
mengerti dengan benar..
ajaran Jesus adalah mutiara, begitupula ajaran Allah yg disampaikan
Muhammad..
dan ajaran/mutiara bukan utk dijual, melaikan diberkan kepada siapa yg
dapat "menghargainya"

>> That's not the issue. Saya sudah sampaikan ada difficult verses di
>> bible, tetapi itu tidak menjadi halangan bagi iman saya. Bedanya saya
>> merasa QS 4: 82 menantang:"mengapa mereka (TERMASUK SAYA ) tidak
>> mempelajari al quran. Kalo bukan dari Allah pastilah banyak
>> pertentangan disana." Dan saya sudah mempelajari dan menemukan 'banyak'
>> kontradiksi (yang saya sudah tampilkan sebatas yang menyangkut
>> kehidupan sekarang ini saja). Alkitab tidak ada menantang seperti itu,
>> tetapi begitupun kalo mas qw mau menampilkannya saya akan mencoba
>> menjawab semampu saya. Saya harus akui saya tidak se-produktif mas qw,
>> kebanyakan saya harus baca dan mencari regerensi dulu.

Tuhan akan berani menatang/menyatakan karena itulah Tuhan yg benar..
silahkan jika mas donie anggap masih ada pertentangan, tunjukkan ke qw,
bukan hanya prasangka saja atau salah dengan mengartikan bacaan...
tapi kembali akan qw tanyakan kepada mas donie :
apa yg akan mas donie perbuat jika sudah diketahui/clear bahwa tidak
ada pertentangan ??


>> Saya membaca mas qw pada awalnya siap menjawab/membahas apa saja. Saya
>> juga demikian. Keterlambatan postingan saya, sering merupakan akibat
>> direnungkan terlebih dahulu.

ya pada awalnya demikian.. tapi qw juga harus melihat niat dan
kesungguhan dari sang penanya.. apakah cuma sekedar fun, mencari
kesalahan atau memang mau belajar dan membahas..
apalagi jika sang penanya sudah jengah atau tidak mau lagi di"guru"i..

apakah mas donie pernah mengutarakan kebaikan2 dalam islam disini..
sekali lagi renungkan... itulah isi hati mas donie..

donie

unread,
Nov 9, 2006, 6:20:08 AM11/9/06
to

Ok kalau mas qw mau melayaninya, saya akan up date lagi postingan:
"Kontradisksi versi mas donie."nya mas qw.

> tapi kembali akan qw tanyakan kepada mas donie :
> apa yg akan mas donie perbuat jika sudah diketahui/clear bahwa tidak
> ada pertentangan ??

I honestly don't know. Tapi itu adalah piso bermata 2: Kalo memang ada
pertentangan ato susah/maksa bagi mas qw njelaskannya apa yang akan
terjadi?


>
> >> Saya membaca mas qw pada awalnya siap menjawab/membahas apa saja. Saya
> >> juga demikian. Keterlambatan postingan saya, sering merupakan akibat
> >> direnungkan terlebih dahulu.
>

> apakah mas donie pernah mengutarakan kebaikan2 dalam islam disini..
> sekali lagi renungkan... itulah isi hati mas donie..

Pernah. Saya salut atas 'pluralisme' semangat reformasi, introspeksi
Gus Dur, alm Cak Nur dan group Paramadina, JIL, Abdul Munir Mulkhan,
Azumardi dan beberapa Tokoh IAIN Jakrata.
Kalo Islam per-se ato ajarannya, maaf2 saja, tidak tahu banyak, terlalu
banyak ditutupi KEBISINGAN azan dan keangkuhan penguasaan sarana umum.

qw

unread,
Nov 9, 2006, 6:28:04 AM11/9/06
to
donie menuliskan:

>> Ok kalau mas qw mau melayaninya, saya akan up date lagi postingan:
>> "Kontradisksi versi mas donie."nya mas qw.

oke.. siap dengan kotbah ???


>> I honestly don't know. Tapi itu adalah piso bermata 2: Kalo memang ada
>> pertentangan ato susah/maksa bagi mas qw njelaskannya apa yang akan
>> terjadi?

ini yg qw maksud jawaban tidak akan memberikan manfaat..
tolong luruskan niat dulu.. percuma kalo sudah berbusa2 tapi ndak ada
gunanya..
qw tidak akan bekerja utk sia2..
semua penjelasan yg qw katakan boleh silahkan dibuktikan/disangkal jika
memang memaksa..
hanya saja yg qw sayangkan (*maaf tidak bermaksud mengecilkan) layaknya
seperti seorang anak SMA mengajarkan teori fisika kepada anak2 TK..
hingga semua penjelasan2 seperti tidak terpahami.. dan malah menyerang
balik kalo jawaban2 tersebut seolah2 mbulet atau dipaksakan..

>> Pernah. Saya salut atas 'pluralisme' semangat reformasi, introspeksi
>> Gus Dur, alm Cak Nur dan group Paramadina, JIL, Abdul Munir Mulkhan,
>> Azumardi dan beberapa Tokoh IAIN Jakrata.
>> Kalo Islam per-se ato ajarannya, maaf2 saja, tidak tahu banyak, terlalu
>> banyak ditutupi KEBISINGAN azan dan keangkuhan penguasaan sarana umum.

GusDur, dll adalah manusia bukan ajaran islam..

sekali lagi pernakan mas donie mengatakan kelebihan2/kemuliaan2 dalam
islam sebagai contoh : islam mengajarkan sholat 5 waktu yg berarti
setiap saat diajarkan utk selalu ingat kepada Tuhan, dll... ??

It is loading more messages.
0 new messages