Google Groups no longer supports new Usenet posts or subscriptions. Historical content remains viewable.
Dismiss

Afrizal Mencari Ibunya

2 views
Skip to first unread message

Hangtuah Digital Library

unread,
Jun 13, 2009, 6:13:49 PM6/13/09
to
Anak Kalsel, Afrizal Terlunta-lunta Mencari Ibunya di Tasikmalaya
Sabtu, 13 Juni 2009 | 17:55 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Seorang bocah, Afrizal (13) asal Banjarmasin
Selatan, tersasar di daerah Banjaran, Jl. Situgede, Kecamatan
Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Keterangan warga Jl. Situgede, kepada wartawan, Sabtu, Afrizal
ditemukan seorang tukang ojek, Burhan (40) yang merasa kasihan
terlantar di terminal tipe A Kota Tasikmalaya, kemudian mengantarnya
ke Jalan Situgede sesuai permintaan Afrizal.

Kedatangan Afrizal ke Tasikmalaya bermaksud menyusul ibu kandungnya,
Ny Dewi Kristianti (35), yang diketahui kabur ke daerah Tasikmalaya
setelah suaminya kawin lagi. Sial bagi Afrizal, setelah sampai di
Tasikmalaya justru dia kebingungan, karena alamat alamat ibunya yang
katanya berada di Jl. Situgede salah.

"Untuk sementara ini keberadaan ibunya Afrizal masih belum jelas, tapi
Afrizal setiap ditanya merasa sangat yakin ibunya masih ada di
Tasikmalaya, kata warga setempat Irwan, yang memberi tempat singgah
anak tersebut.

Penuturan Afrizal, bisa sampai ke Tasikmalaya yakni setelah ibunya
mengirim surat ke rumahnya di Kampung Kandangan, Desa Manggala,
Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Banjarmasin Selatan. Isinya meminta
agar Afrizal menjaga Safrina (3), adiknya, dan meminta agar rajin
belajar, dan di belakang sampul surat tertulis alamat Jalan Situgede
No 30 Tasikmalaya, sehingga dengan bekal dan mengetahui alamat itu
Afrizal nekad menyusul ibunya.

Sementara itu pengakuan Afrizal di rumah Iwan, ibunya kabur setelah
mengetahui Samsul Bahri (40), ayah kandungnya punya istri muda,
sehingga ibunya sakit hati dan memilih meninggalkan keluarga di
Kalimantan. "Setelah mengetahui ayah nikah lagi, Umi (panggilan
Afrizal kepada ibunya, red) selalu mengurung diri selama dua hari,
kemudian tanpa pamit pada saya Umi pergi kalau tidak salah bulan Maret
(2009) lalu," katanya.

Sedangkan ia mengetahui ibunya pergi setelah pulang sekolah, tidak
melihat ibunya di rumah, saat itu juga mencari-cari ibunya di kampung
tersebut bahkan ke daerah lain tempat yang biasa ibunya disinggahi.
Afrizal mengaku sejak ibunya pergi setiap hari mengalami kesedihan,
apalagi jika melihat adiknya yang sering menangis.

Seminggu setelah menerima surat dari ibunya, Afrizal pergi dari rumah
dan berpamitan kepada neneknya sekaligus meminta bekal untuk
diperjalanan. "Sebelumnya dilarang sama nenek, jangan menyusul ibu,
karena khawatir, tapi akhirnya nenek mengizinkan dan memberi uang
sebesar Rp 300 ribu," katanya.

Setelah itu Afrizal 27 Mei sekitar pukul 15.30 WIB memulai
perjalanannya menuju Tasikmalaya dan berangkat dari rumah kemudian
naik bus dan baru tiba di Banjarmasin pukul 02.00 WIB dini hari.
Paginya dengan jalan kaki ia sampai di pelabuhan, sorenya datang Kapal
Kirana II dan baru berangkat ke Surabaya tengah malam. Tanggal 29 Mei
Kapal Kirana II sampai di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Karena tidak tahu di mana Tasikmalaya, Afrizal berniat pergi ke
Jakarta dulu dengan menumpang KA Kertajaya, kemudian turun di Stasiun
Bekasi. Di situlah ia mendapat petunjuk petugas Satpam agar naik bus
Primajasa jika ingin ke Tasikmalaya.

Setiba di Tasikmalaya, Afrizal berjalan kaki tanpa arah dan akhirnya
terdampar di Jalan Leuwianyar, Kota Tasikmalaya, hingga bertemu dengan
Burhan yang mempertanyakan bertanya kedatangan anak tersebut. Lantas
Burhan mencoba mengantarkan mencari alamat yang diberikan Afrizal,
namun setiba di alamat dituju, nama ibu Afrizal tidak ada di rumah
tersebut.

Sementara itu selama petualanganya di Tasikmalaya, Afrizal sempat
tinggal sembilan hari di rumah Burhan, namun karena merasa iba, warga
sekitar membantu memberikan uang sebesar Rp 500 ribu untuk ongkos
pulang Afrizal ke Banjarmasin. Mengetahui akan dipulangkan, Afrizal
sempat kabur dari rumah Burhan dan ditemukan sedang menuju Jalan
Situgede dan berdiri di depan rumah jln Situ Gede nomor 30 itu
seharian.

Besoknya, Burhan bersama warga mengantar Afrizal ke stasiun kereta api
menuju Surabaya untuk dipulangkan ke Kalimantan, namun Afrizal kembali
lagi ke Mangkubumi. Afrizal sampai sekarang tinggal di rumah Irwan
(36), warga Jalan Situgede I, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan
Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, sambil menunggu ibunya yang berharap
datang menemui Afrizal.

"Saya tidak mau pulang, saya ingin ketemu dulu Umi dan membawanya
pulang, saya sudah kangen," kata Afrizal sambil menangis.

ABI
Sumber: Ant

0 new messages