Bambu petung dari stek batang.

604 views
Skip to first unread message

sigit_...@yahoo.co.id

unread,
Dec 4, 2012, 4:22:22 AM12/4/12
to alumni fk 73
Ratusan bambu petung dari stek batang yg sy bibitkan di pekarangan, siap dipindahkan ke lahan. Kebutuhan bahan stik dupa utk di ekspor ke Bali puluhan batang bambu per hari. Perusahaan slh satu saudara saya butuh 4 kuintal stik setara 20 batang sehari. Para pengrajin stik berburu bambu sampai gunung Kawi, dan skrngpun sdh mulai habis. Jika nanam bambu petung 400 rumpun per ha akan menghasilkan 5000 batang per tahun stlh 3 tahun tanam. Terus menerus panen sampai umur 65 tahun. Perawatan cuma pupuk kandang setahun sekali. Jika per batang harganya 25 ribu di lahan (pembeli nebang sendiri), akan ada penghasilan pasif 125 juta/tahun atau 10 juta per bulan. Lumayan kan utk pensiun 2-3 generasi ?
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Yosowilangun-20121204-01563.jpg

Leputic Harmono

unread,
Dec 4, 2012, 7:13:11 PM12/4/12
to alf...@googlegroups.com

Stek batang bisa besar2  ta p. Sigit ?
Biasanya kan dari rebung nya

sigit_...@yahoo.co.id

unread,
Dec 5, 2012, 2:52:14 AM12/5/12
to alumni fk 73
Cara tradisionil dg mendongkel rhizome, tapi itu merusak rumpun dan hasilnya sedikit. Bambu apa saja bisa di stek, juga bisa di cangkok. Untuk stek kita pilih batang yg usianya sekitar 1 tahun (masih nampak segar, belum ditumbuhi jamur di batangnya) dipotong2 bbrp ruas, minimal ada 1 ruas yg utuh. Ruas yg utuh di lobangi sedikit dan diberi air sampai setengahnya. Kemudian ditanam horisontal stlh lobang ditutup. Tanah harus selalu lembab. Bbrp minggu akan keluar tunas. Tunas dilepas dan ditanam di polibag.
Utk mencangkok : Isi plastik kemasan 0,5 kg dg kompos, sekam dan sedikit tanah basah, trus diikat. Belah sedikit, belahan ditempelkan ke ruas bambu (batang atau cabang) persis di mata tunas, dan diikat dg tali rafia. Sebelumnya mata tunas diolesi hormon Auksin utk penumbuh akar (misal Rooton F). Tunggu bbrp minggu akan keluar akar dan tunas. Setelah akar berwarna coklat, tunas dipotong dari batang dan cangkokan disapih dg polibag.
Satu batang bambu bisa menghasilkan 10 - 25 cangkokan, sedang bambunya masih utuh dan bisa digunakan. Bayangkan 1 rumpun berisi 25 batang bisa menghasilkan berapa cangkokan ?
Selamat mencoba.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Leputic Harmono <lep...@gmail.com>
Date: Wed, 5 Dec 2012 07:13:11 +0700
Subject: Re: [alfk73] Bambu petung dari stek batang.

jadaru.p...@gmail.com

unread,
Dec 4, 2012, 8:24:01 PM12/4/12
to Milis FK73
Iki jenenge dr Sp Obsgyn sub spesialisasi Bambu petung . Ngajari coro manake' bambu petung , bukan anak manusia . Hehehhhh....
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Date: Wed, 5 Dec 2012 07:52:14 +0000
To: alumni fk 73<alf...@googlegroups.com>
Subject: Bls: Re: [alfk73] Bambu petung dari stek batang.

sigit_...@yahoo.co.id

unread,
Dec 5, 2012, 3:20:07 AM12/5/12
to alumni fk 73
Bener bener, mergo sing siji nggak ngasilke pasif income, kudu nyambutgawe terus. Sing iki ngasilke pasif income. Nyambut gawene sepisan, hasile terus terus an. Dadi aku iso nyandak liya liyane he he he.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Date: Wed, 5 Dec 2012 01:24:01 +0000
To: Milis FK73<alf...@googlegroups.com>
Subject: Re: Bls: Re: [alfk73] Bambu petung dari stek batang.

soenarjo soejoso

unread,
Dec 6, 2012, 11:47:40 AM12/6/12
to alf...@googlegroups.com
Hormon Auksin itu zat kimia sintetis yang ditemukan di bintil tunas pertama di pangkal akar bawang merah. Kalau Rooton, sekarang ini susah beli cup-an asli.... pada diecer di plastik kecil-kecil..... entah kalau dicampur aci atau terigu atau bubuk kapur. Anggap aja masih asli.
Kalau rotan nggak ada saya pakai akar pun jadi... itu ambil bawang merah di dapur... terus diiris dekat bintil tunas pertama sebelum jadi lapis-lapis biji bawang merah. Dioles ke tempat yang diharap berakar.

Kalau bambu petung di Kebon Raya Bogor itu besar bersih dari cabang dan pelepah daun dari bagian bawah.... indah sekali dan rumpunnya luas-luas meski itu di pintu masuk. Saya condong ambil itu contoh bambu yang sudah kasat mata dicheck. Kalau Nusa Verde itu di Yogya ya..... diekspor ke Afrika Selatan kalau nggak salah di Kompas pernah ada foto kultur jaringan. Kalau dibalik pesan nama "petung hitam" persepsi kita kayak bambu petung di Kebon Raya Bogor.... persepsi orang Verde bisa lain macam bambunya.
Kebon raya itu kawasan konservasi, nggak bisa dicangkokin atau distek gitu. Caranya ya pesan ke tukang kebonnya di rumah dia (tanya nama, alamat desa dengan RT/RW), nanti dibuatkan... ambilnya di waktu yang ditentukan di rumah si tukang kebon.

Saat ini di sekitar rumah saya banyak lah tanah dengan rumpun banbu apus. Dari bagian bawah hingga ke atas itu kotor oleh pelepah daun dan cabang-cabang yang nggak pernah dirapiin. Bekas tebangannya itu meninggalkan limbah kering yang jorok sekali berantakan. Kalau di panglong kayu itu sebentar kita parkir mobil... bentar lainnya jalanan di belakang kita sudah ketutup beberapa pick up yang juga mau angkut itu kayu. Perkembangan panglongnya kalau pertama kali saya tinggal 4 tahun yang lalu itu satu.... sekarang sudah ada lima lokasi panglong. Jadi ada perkembangan yang pesat.
Nah, kalau jualan bambu apus dan petung itu nggak ada gerakan barang.... monoton sampai nggeletak bulukan ya itu-itu saja barang...nggak ada barang baru pengganti..... kayaknya sulit lakunya. Saya tidak pernah lihat ada gerakan orang nebang dan angkut itu rumpun-rumpun bambu untuk bahan baku komersial.
Coba nanti saya tanya ke yang punya lahan kalau kepergok lagi ada... atau tanya orang siapa itu lahan-lahan bambu yang punya di sekitar rumah. Kayaknya cuma pagar produknya. Kalaupun gazebo restoran.... jarang garapannya. Kayaknya pasarannya untuk keperluan sendiri... untuk anyaman atau reng genteng rumah orang Betawi.  Gelagat itu tampak di Depok sampai arah Jakarta... Pasar Minggu. Jakarta lho.... tempat orang membangun bangunan tradisional untuk komersial. 

sigit_...@yahoo.co.id

unread,
Dec 7, 2012, 12:35:06 AM12/7/12
to alumni fk 73
Stlh membuat hotel yg banyak unsur bambunya, sy pingin punya kebun bambu petung di Lumajang. Membayangkan deretan rumpun bambu petung yg teratur dan rindang saja sudah senang. 1,5 tahun lalu saya mulai stek beberapa macam bambu, tapi yg banyak ya bambu petung.
Kemudian sy banyak bergaul dg mereka yg mengerti bambu di desa. Angle realitas mereka mengatakan bahwa kualitas bambu petung di sini kurang baik dibanding dataran tinggi seperti Pasirian atau Malang Selatan. Bambunya lebih kecil dan gembos. Mereka tentu bicara tentang bambu yg tumbuh liar, nyaris tanpa pupuk dsb. Mereka agak negatif dengan bambu yg dipupuk, dg contoh bambu yg di dekatnya ada timbunan kotoran sapi, biasanya bambunya gembos.
Ini berlawanan dg artikel tentang budidaya bambu yg ada di mbah google. Disana dikatakan perlu pupuk kandang maupun kimia yg rutin karena biomass yg diambil cukup besar. Jika tidak dipupuk, kekerasan nya akan berkurang. Ini lebih masuk akal, tetapi perlu dibuktikan.
Beberapa data yg berlawanan antara angle normatif di google dan angle realitas di masyarakat tadi sedikit banyak juga memunculkan ke ragu raguan utk action menanam. Jangan jangan memang jelek, padahal saya nanam utk membuat bangunan, entah bangunan rumah atau kandang. Akhirnya bibit bambu yg seharusnya ditanam di musim hujan tahun lalu, dibiarkan tetap di polibag, bahkan banyak yg tetap di tanah belum dipisahkan dari batang stek nya.
Seminggu yg lalu, misan saya yg punya industri dupa kelabakan cari stick. Karena pengrajin stick langganan nya mengurangi jatahnya akibat persaingan harga. Dia kemudian berburu stick ke daerah gunung Kawi. Rata rata pengrajin stick mengatakan hal yg sama, yaitu kekurangan bahan baku. Siapapun juragan dupa yg bisa mencarikan bambu utk dijual ke mereka, akan di suplai stick. Sekarang ganti misan saya yg kelabakan cari bambu, karena banyak rumpun bambu yg hilang krn tanahnya disewakan ke pengusaha kayu lapis utk nanam sengon. Dari situ semangat saya untuk berkebun bambu muncul lagi, krn jika utk stick, kekerasan bambu tidak dijadikan lagi sebagai pertimbangan. Siapa tahu juga, nantinya bisa membantu tetangga utk menjadi pengrajin stick.
Tapi sebenarnya bukan itu yg utama, justru keinginan utk membuktikan siapa yg benar tentang bambu yg dipupuk dan yg tidak. Teman teman yg merasa mengerti tentang bambu atau mbah google yg benar ?. Jadi sekali mengayuh, dua tiga pulau terlampaui. Keinginan punya hutan bambu, rasa penasaran tentang kualitas bambu yg dirawat dan yg tidak, dan terakhir pasar yg ternyata sangat besar.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: soenarjo soejoso <soena...@yahoo.com>
Date: Fri, 7 Dec 2012 00:47:40 +0800 (SGT)
Subject: [alfk73] Re: Bambu petung dari stek batang.

dba...@gmail.com

unread,
Dec 9, 2012, 10:13:56 AM12/9/12
to alf...@googlegroups.com, Leputic Harmono
Mon aku ada perlu. Tolong no HP mu
Benny
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Leputic Harmono <lep...@gmail.com>
Date: Wed, 5 Dec 2012 07:13:11 +0700
Subject: Re: [alfk73] Bambu petung dari stek batang.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages