Stek batang bisa besar2 ta p. Sigit ?
Biasanya kan dari rebung nya
| Hormon Auksin itu zat kimia sintetis yang ditemukan di bintil tunas pertama di pangkal akar bawang merah. Kalau Rooton, sekarang ini susah beli cup-an asli.... pada diecer di plastik kecil-kecil..... entah kalau dicampur aci atau terigu atau bubuk kapur. Anggap aja masih asli. Kalau rotan nggak ada saya pakai akar pun jadi... itu ambil bawang merah di dapur... terus diiris dekat bintil tunas pertama sebelum jadi lapis-lapis biji bawang merah. Dioles ke tempat yang diharap berakar. Kalau bambu petung di Kebon Raya Bogor itu besar bersih dari cabang dan pelepah daun dari bagian bawah.... indah sekali dan rumpunnya luas-luas meski itu di pintu masuk. Saya condong ambil itu contoh bambu yang sudah kasat mata dicheck. Kalau Nusa Verde itu di Yogya ya..... diekspor ke Afrika Selatan kalau nggak salah di Kompas pernah ada foto kultur jaringan. Kalau dibalik pesan nama "petung hitam" persepsi kita kayak bambu petung di Kebon Raya Bogor.... persepsi orang Verde bisa lain macam bambunya. Kebon raya itu kawasan konservasi, nggak bisa dicangkokin atau distek gitu. Caranya ya pesan ke tukang kebonnya di rumah dia (tanya nama, alamat desa dengan RT/RW), nanti dibuatkan... ambilnya di waktu yang ditentukan di rumah si tukang kebon. Saat ini di sekitar rumah saya banyak lah tanah dengan rumpun banbu apus. Dari bagian bawah hingga ke atas itu kotor oleh pelepah daun dan cabang-cabang yang nggak pernah dirapiin. Bekas tebangannya itu meninggalkan limbah kering yang jorok sekali berantakan. Kalau di panglong kayu itu sebentar kita parkir mobil... bentar lainnya jalanan di belakang kita sudah ketutup beberapa pick up yang juga mau angkut itu kayu. Perkembangan panglongnya kalau pertama kali saya tinggal 4 tahun yang lalu itu satu.... sekarang sudah ada lima lokasi panglong. Jadi ada perkembangan yang pesat. Nah, kalau jualan bambu apus dan petung itu nggak ada gerakan barang.... monoton sampai nggeletak bulukan ya itu-itu saja barang...nggak ada barang baru pengganti..... kayaknya sulit lakunya. Saya tidak pernah lihat ada gerakan orang nebang dan angkut itu rumpun-rumpun bambu untuk bahan baku komersial. Coba nanti saya tanya ke yang punya lahan kalau kepergok lagi ada... atau tanya orang siapa itu lahan-lahan bambu yang punya di sekitar rumah. Kayaknya cuma pagar produknya. Kalaupun gazebo restoran.... jarang garapannya. Kayaknya pasarannya untuk keperluan sendiri... untuk anyaman atau reng genteng rumah orang Betawi. Gelagat itu tampak di Depok sampai arah Jakarta... Pasar Minggu. Jakarta lho.... tempat orang membangun bangunan tradisional untuk komersial. |