Dear Pak Simbolon & All yang baik,
Indah sekali penjelasannya, singkat, padat dan...
"Kedua diatas yg paling lengkap di jalankan SDA", suatu kalimat sarat makna dan pertanyaan. Pengagungan diri atau merek organisasi sih menurut saya...hehehe. Dan seperti biasanya, kalimat singkat ini mengandung makna tersembunyi "gereja lain kurang lengkap", atau kalimat tersanter sejagad raya "satu-satunya" atau bahasa Medannya "tHe Only oNe"
Kalau boleh bertanya nih ya Pak, apa dasar atau alasan Bapak mengatakan kalimat di atas? Doktrin SDA-kah? Pengetahuan SDA-kah? Atau Sabtunya?
Menurut kaca mata saya sebagai anggota biasa, GMAHK secara organisasi tidak memiliki atau minim program-program yang menggambarkan kata "saling mengasihi" tersebut. Bahkan programnya hanyalah tell the world. Sebatas "tell", bukan aksi atau bersaksi lewat aksi Yesus Kristus. Kalaupun ada aksi, tapi aksi yang bertujuan memindahkan orang lain dari agamanya ke SDA. Apakah memang demikian rencana kerja Yesus Kristus datang ke dunia ini? MengSDAkan seluruh dunia?
Sementara di uraian renungan pagi hari ini sang penulis sangat menggelitik dengan mengesampingkan semua hal-hal lahiriah yang sangat kental di GMAHK tercinta ini, dengan sangat MENINGGIKAN tabiat sebagai PENENTU AKHIR. Penulis seperti ngeye'in ritual kebanggaan Yahudi yang ternyata juga kini menjadi kebanggaan SDA, yaitu ke gedung buatan tangan manusia berdosa pada hari Sabtu.
Saya sungguh terkesimak ketika tadi pagi membaca isi atau penjabaran renungan pagi tersebut. Mengapa? Bertahun-tahun saya mengabarkan pembaharuan budi atau tabiat, bukan pada ketekunan doa ritual, puasa menyiksa diri, bangun subuh atau membuat angka tandingan dari 666, dan lain-lain. Walau banyak yang terberkati, tapi sangat disayangkan sungguh banyak yang ingin menyalibkan saya hanya karena saya lebih mengumandangkan Yesus Kristus dibanding hari Sabtu dan ritual-ritual kebanggaan lainnya. Dan ironisnya, ada pulak Pendeta senior yang meledek saya....hahaha. Padahal sudah beberapa kali kami duduk bersama, makan bersama, semobil bersama, merencanakan program-program yang baik. Sangat terberkati saya saat itu...saya berterima kasih pada beliau...
Yang saya maksud, begitu besar MURKA umat SDA ketika ada orang yang mengangkat Kristus lebih tinggi dari Sabtu dan ritual. Merasa harga diri atau kebanggaannya dihina atau direndahkan. Belum berusaha menggali dan memahami, sudah serta merta melempari Stefanus dengan batu dan menyalibkan Kristus di kayu palang.
Tujuan saya, alangkah baiknya ke depannya bila para pemimpin GMAHK tercinta ini merubah caranya mendidik umat. Bukan dengan mengagungkan hukum di atas Yesus Kristus, tapi menyampaikan pesan tertinggi dari Yesus Kristus, yaitu Tabiat Ktistus "saling mengasihi bahkan mengasihi musuh". Bila itu yang dikumandangkan, saya sangat yakin justru umat akan semakin rohani, bukan SEBATAS gerejani (sebatas ritual-ritual). Saya sangat yakin semua umat akan belajar mengasihi, bukan menghakimi sesama diluar SDA dengan berkata "GMAHK satu-satunya gereja yang benar", bahkan kadangkala berkata bahwa gereja lain sesat hanya karena hari mereka bersekutu berbeda dengan kita, padahal ada TUJUAN-TUJUAN terselubung di dalam semua trik dan intrik yang diramu pakai ayat-ayat sakti mandraguna. Entah apa itu, mari kita tanyakan pada rumput yang bergoyang...hehehe.
Bila ada kita yang geram membaca tulisan saya, sebaiknya tahan dulu, tarik nafas yang dalam. Mengapa? Jangan kotori pikiran Saudara, jangan ambil posisi Petrus yang menebas telinga Malthus, jangan juga posisi Yahudi yang merajang tubuh Stefanus, terlebih para penuntut kematian Yesus Kristus. Biarkan saya dihukum TUHAN kalau yang saya sampaikan ini PEMBODOHAN atau HUJAT pada "biji Mata TUHAN".
Jika kita berani mengaku bahwa SDA adalah satu-satunya yang paling benar, mari bersatu padu mulai dari GC hingga anggota jemaat menunjukkan pada dunia bahwa program utama Advent Sedunia adalah memanusiakan manusia, bukan memindahkan orang lain dari agamanya ke SDA. Padahal setelah pindah, jumlah buku Pelajaran SS saja tidak bertambah, apalagi PERHATIAN...
Memanusiakan manusia adalah makna terdalam dari Matius 28:19-20, bukan perpindahan merek agama untuk TUJUAN TERSELUBUNG yang disakralkan dengan menggunakan ayat-ayat magis menghipnotis. Maaf, TERLALU lembut...hehehe.
Selamat selamat...