Saya ingin berbagi dan silahkan ditelusuri.
Kemarin, Sabat, 10 Oktober, 2015. Saya ke gereja ditempat saya biasa bergereja. Lalu selesai pel SS, saya di ajak sahabat,eks mhsiswa ke JCC, krn di JCC mulai jam 10. JCC adalah gereja yang resmi dibawah Konferens DKI. Artinya perpuluhan di stor ke Konferens DKI dan sekitarnya.
Apa yang saya pelajari :
1. Pembawa acara SS, cukup OK walaupun di gabung. ( Untuk anak muda ada kelas tersendiri ).
2. Pengkhotbah sangat luar biasa. Pdt dari Advent, memulai khotbah dengan mengambil ayat di Buku Ayub serta lanjut dengan True Story pengalaman hidupnya yang mengerikan.
Analisis berdasarkan pengamatan saya :
1. Untuk pelajaran SS kita, memang mantap, ditulis oleh Doktor bidang Hukum, Dekan Fakultas Perjanjian Lama di Adventist College ( lihat di Buku SS. ) Jadi memang mantap, dan membumi. Jadi tantangan bagi kita para pelajar SS, harus belajar secara sistimatis, bukan asal baca judul lalu mulai berpikir kemana saja. ( Khususnya pada guru SS, harus belajar sistimatis ). Kalau perihal pelajaran SS, materinya mantap dan tidak ada ditempat lain bisa didapatkan hal ini, kecuali masuk pendidikan formal Theologia. ( Jadi kita beruntung dgn pel SS yang sangat berbobot ).
2.Untuk Khotbah kemarin sangat membumi. Ini bukan kata si A,si B tapi menurut pengalaman pengkhotbah dalam hidup ini. Ini menjadi masukan bagi kita bahwa anggota gereja perlu mendengar khotbah yang membumi dan yang didasarkan bahwa ' dia kenal Yesus '. ( Kenal Yesus itu berarti mengalami berjalan dengan kuasa Yesus. Ini pernah dipelajari di SS waktu lalu : 'know Jesus' beda dengan 'know about Jesus'- tahu tentang Yesus bisa dipelajari di Kitab Suci dan buku buku terkait ).
Oleh sebab itu renungan bersama al :
1. Anggota membutuhkan ' pengalaman berjalan dengan Yesus ' yang disampaikan pengkhotbah yang dikaitkan dengan ayat yang ditampilkan sebagai landasan. Kalau ini terjadi tidak ada anggota yang tidur di gereja, karena tertuju pada ' the true story '.
( Ini persis pelajaran pendekatan pembelajaran metode kasus ( bukan case study, karena metode kasus dan case study itu beda ) dimana pengalaman di kaitkan dengan konsep/teori dari buku, dalam hal ini kita gantungkan pada Al Kitab.
2. Pada jam Khotbah, kalau sudah terlalu banyak kutipan ini dan itu, boleh saja, tetapi ini sudah seperti seminar saja. Padahal anggota itu adalah " Laskar Yesus " dan " Infantry Allah ".Mereka perlu antusiasme, perlu kekuatan, perlu power yang ditularkan oleh pembicara, dan ini bisa terjadi kalau pembicara mengalami sendiri berjalan dengan Yesus ( Historia est vitae magistra, History is the tutor of life ). Tidak heran kemarin si pengkhobah Pdt Advent memberi dengan penuh keyakinan dan menggetarkan hati kita yang mendengar bahwa Tuhan itu luar biasa. ( Ini persis di MLM dimana upline yang akan cari down line buktikan dia sudah berhasil sehingga peminat tertarik. Tapi kalau bilang menurut ini itu, si A si B, maka jarang yang mau jadi pengikutnya upline ).
3.Pengkhotbah pada Sabat berikut di undang juga pengkhotbah Kristen non Advent. Lalu kenapa sampai terjadi seperti ini, karena stock didalam tidak ada yang seperti mereka, yang penuh antusias waktu berbicara karena alami sendiri yang akan di khotbahkan. ( Contoh : Wanita Samaria bicara dengan antusiasssss kepada orang lain karena berjumpa Yesus. Petrus juga berkhotbah dengan penuh semangat antusias. ( Enteos = Roh Kudus ).Sedangkan gaya khotbah beberapa pdt kita, gaya mengajar di ruang kelas, dengan power point dan kurang antusiasnya. ( Saya pernah undang seorang anggota Kristen dari gereja lain, saya kaget wkt dia berikan komentar, bahwa yang berkhotbah kurang semangat dan monoton. Padahal, pembicaranya sudah top di Advent wkt itu ). Banyak gaya pembicara kita seperti memberi seminar saja yang monoton. Ini yang pernah disurvai oleh Andrews University menurut alm A. Pardede Pdt, bahwa pengkhotbah kita kurang semangat ketika berbicara. Lalu kenapa? ( Berikut berpikir lateral : bebek yang di ternak - dikasih makan rutin, telor nya biasa-biasa saja. Tetap bebek bebek yang cari makan sendiri, telornya lebih mantap. Jadi kalau pedagang bebek cari telor, dia akan tanyakan, bebek-bebek ini ternak atau lepasan cari makan sendiri. Ini mirip dengan pasukan tentara regular dibanding gerilyawan. Kalau gerilyawan tidak digaji rutin, tapi hidup karena belas kasih penduduk dan karena ada idelogi yang jelas dan kommit pd ideologi itu. Ini analog dgn pdt kita karena status pegawai beda dgn pdt yang diluar cari makan sendiri. Dalam buku Dr. John Kao,MD,MBA,Psikiater, dari Harvard Business School, pelopor mata kuliah Entrerpreneurship dan Organizational Creativity, pd 1983, mengatakan kalau pegawai itu mentalnya : what should I do?, beda dengan entrepreneur : what can I do ?. Analog dengan pdt yang digaji bulanan ( what should I do ) dibanding pdt cari makan sendiri ( what can I do ).
Alhasil, tidak perduli di jemaat itu mau tidur, mau apa kek yang penting ada pengkhotbah dan acara berjalan rutin. Paling-paling kalau biasa-biasa saja, 3 tahun mutasi. ( Ini saya dengar dan alami dengan mata kepala sendiri, mentalitas yang seperti ini ).
Dalam konsep marketing, menurut Prof. Philip Kotler, kalau tidak ada differensiasi pada produk, tidak ada value, maka produk apa saja jadi komoditas, dan akhirnya ditinggalkan pelanggan. Tidak heran, anggota pada cari jemaat yang ada differensiasi ( antusiasme ) dan lainnya.
Selanjutnya, ada istilah branding, ini juga berhubungan dengan yang bisa kita kenal ' personal branding ' ( biasanya di dukung oleh pengalaman atau track records, dan sikap, perilaku, kebiasaan dan karakter ybs ).
Kesimpulan, mari kita buat yang terbaik ( lihat situasi ) and let God do the rest.
Kita perlu lakukan tugas sebagai KERTUA bukan ketua ( KERTUA : KEjakan TUgas dgn Antusias ) dengan sepenuh hati dan memohon Roh Kudus untuk meng-empower kita sehingga tidak hanya asal jalan dan setor muka. Dan disinilah perlunya Kebangunan dan Pembaruan. Bagaimana caranya utk bisa terlaksana, pasti Bapa surgawi memberi pada wktu yang tepat. Contoh bukankah ketika Junus berteriak Bertobatlah karena mau dibinasakan, langsung saja yang dengar respons menerimanya dan hukuman tidak jadi dilaksanakan.
Mungkinkah ada pendeta Advent yang berani berceramah dengan topik Bertobatlah kamu karena dunia segera binasa?
( Saya sudah cek paling kurang dua orang, mana yang lebih gamblang judul Bertobatlah karena dunia segera binasa, atau Allah Peduli, atau Pengharapan, maka mereka pilih Bertobatlah .... )
Semoga renungan ini bisa jadi masukan untuk kita secara individu. Dan apa yang saya lihat dan alami kemarin saya berbagi pd pembaca yang saya kasihi. Soal diterima atau tidak bukan urusan saya ( ini sikap mental laskar duniawi, yang penting sampaikan ).
Salam dengan semangat melayani, mengabdi dan membagikan apa saja demi kemajuan bersama dibawah Kasih dan Kasih Karunia serta persekutuan Roh Kudus..
Hans Mandalas
Pelayan masyarakat
Jemaat Menteng dan sekitarnya.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Dear Bp Hans Mandalas.
Memang betul kalo banyak kutipan sudah seperti seminar...khotbah yg membumi bila khotbah itu menceritakan pengalaman hidup yg membumi dari pembicara BERJALAN BERSAMA YESUS...sederhana dan lebih menyentuh ke hati semua umat...
Kami di Semarang, sabat kemarin sangat-sangat merasa diberkati dgn firman dari Pdt J Kuntaraf...Bagaimana Membangkit Gelora untuk Menginjil dgn pengalaman2 beliau bagaimana Tuhan bekerja bersama manusia dalam membawa jiwa.
Bulan lalu di Salatiga juga berkunjung jemaat Bethesda Penca Minstry...sangat menyentuh bagaimana mereka yg cacat fisik mau melayani dan menarik banyak jiwa...dari jam sekolah sabat sampai PA menguras airmata.....bagaimana dgn saya dan saudara2....kita bisa bila kita mau mengundang Yesus utk menggunakan saya utk pekerjaannya...
Terimakasih bos Hans....senang kalau bos bisa melayani ke Jawa Tengah....kami siap menyambut...
Amin
Edison L. Tuuk
Sent from Samsung Note 3
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
Apa yang saya pelajari :
Analisis berdasarkan pengamatan saya :
------------------------------------
------------------------------------
======================================================================
Amsal 16:32 "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."
Yakobus 1:19, 20 "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah."
======================================================================
------------------------------------
Yahoo Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Konferens-DKI/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Konferens-DKI/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
Konferens-...@yahoogroups.com
Konferens-DKI...@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
Konferens-DK...@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/