Berbagi yang ku lihat dan rasakan.

102 views
Skip to first unread message

hansmandalas

unread,
Oct 10, 2015, 11:47:58 PM10/10/15
to 'Sonny Situmorang' via Advent Global, Pendeta Advent, daer...@googlegroups.com, Konferens dki, sdacon...@googlegroups.com, KadNet Today

Dear sahabat yang baik,

Saya ingin berbagi dan silahkan ditelusuri.

Kemarin, Sabat, 10 Oktober, 2015. Saya ke gereja ditempat saya biasa bergereja. Lalu selesai pel SS, saya di ajak sahabat,eks mhsiswa ke JCC, krn di JCC mulai jam 10. JCC adalah gereja yang resmi dibawah Konferens DKI. Artinya perpuluhan di stor ke Konferens DKI dan sekitarnya.

Apa yang saya pelajari :

1. Pembawa acara SS, cukup OK walaupun di gabung. ( Untuk anak muda ada kelas tersendiri ).

2. Pengkhotbah sangat luar biasa. Pdt dari Advent, memulai khotbah dengan mengambil ayat di Buku Ayub serta lanjut dengan True Story pengalaman hidupnya yang mengerikan.

Analisis berdasarkan pengamatan saya :

1. Untuk pelajaran SS kita, memang mantap, ditulis oleh Doktor bidang Hukum, Dekan Fakultas Perjanjian Lama di Adventist College ( lihat di Buku SS. ) Jadi memang mantap, dan membumi. Jadi tantangan bagi kita para pelajar SS, harus belajar secara sistimatis, bukan asal baca judul lalu mulai berpikir kemana saja. ( Khususnya pada guru SS, harus belajar sistimatis ). Kalau perihal pelajaran SS, materinya mantap dan tidak ada ditempat lain bisa didapatkan hal ini, kecuali masuk pendidikan formal Theologia. ( Jadi kita beruntung dgn pel SS yang sangat berbobot ).

2.Untuk Khotbah kemarin sangat membumi. Ini bukan kata si A,si B tapi menurut pengalaman pengkhotbah dalam hidup ini. Ini menjadi masukan bagi kita bahwa anggota gereja perlu mendengar khotbah yang membumi dan yang didasarkan bahwa ' dia kenal Yesus '. ( Kenal Yesus itu berarti mengalami berjalan dengan kuasa Yesus. Ini pernah dipelajari di SS waktu lalu : 'know Jesus' beda dengan 'know about Jesus'- tahu tentang Yesus bisa dipelajari di Kitab Suci dan buku buku terkait ).

Oleh sebab itu renungan bersama al :

1. Anggota membutuhkan ' pengalaman berjalan dengan Yesus ' yang disampaikan pengkhotbah yang dikaitkan dengan ayat yang ditampilkan sebagai landasan. Kalau ini terjadi tidak ada anggota yang tidur di gereja, karena tertuju pada ' the true story '.
( Ini persis pelajaran pendekatan pembelajaran metode kasus ( bukan case study, karena metode kasus dan case study itu beda ) dimana pengalaman di kaitkan dengan konsep/teori dari buku, dalam hal ini kita gantungkan pada Al Kitab.

2. Pada jam Khotbah, kalau sudah terlalu banyak kutipan ini dan itu, boleh saja, tetapi ini sudah seperti seminar saja. Padahal anggota itu adalah " Laskar Yesus " dan " Infantry Allah ".Mereka perlu antusiasme, perlu kekuatan, perlu power yang ditularkan oleh pembicara, dan ini bisa terjadi kalau pembicara mengalami sendiri berjalan dengan Yesus ( Historia est vitae magistra, History is the tutor of life ). Tidak heran kemarin si pengkhobah Pdt Advent memberi dengan penuh keyakinan dan menggetarkan hati kita yang mendengar bahwa Tuhan itu luar biasa. ( Ini persis di MLM dimana upline yang akan cari down line buktikan dia sudah berhasil sehingga peminat tertarik. Tapi kalau bilang menurut ini itu, si A si B, maka jarang yang mau jadi pengikutnya upline ).

3.Pengkhotbah pada Sabat berikut di undang juga pengkhotbah Kristen non Advent. Lalu kenapa sampai terjadi seperti ini, karena stock didalam tidak ada yang seperti mereka, yang penuh antusias waktu berbicara karena alami sendiri yang akan di khotbahkan. ( Contoh : Wanita Samaria bicara dengan antusiasssss kepada orang lain karena berjumpa Yesus. Petrus juga berkhotbah dengan penuh semangat antusias. ( Enteos = Roh Kudus ).Sedangkan gaya khotbah beberapa pdt kita, gaya mengajar di ruang kelas, dengan power point dan kurang antusiasnya. ( Saya pernah undang seorang anggota Kristen dari gereja lain, saya kaget wkt dia berikan komentar, bahwa yang berkhotbah kurang semangat dan monoton. Padahal, pembicaranya sudah top di Advent wkt itu ). Banyak gaya pembicara kita seperti memberi seminar saja yang monoton. Ini yang pernah disurvai oleh Andrews University menurut alm A. Pardede Pdt, bahwa pengkhotbah kita kurang semangat ketika berbicara. Lalu kenapa? ( Berikut berpikir lateral : bebek yang di ternak - dikasih makan rutin, telor nya biasa-biasa saja. Tetap bebek bebek yang cari makan sendiri, telornya lebih mantap. Jadi kalau pedagang bebek cari telor, dia akan tanyakan, bebek-bebek ini ternak atau lepasan cari makan sendiri. Ini mirip dengan pasukan tentara regular dibanding gerilyawan. Kalau gerilyawan tidak digaji rutin, tapi hidup karena belas kasih penduduk dan karena ada idelogi yang jelas dan kommit pd ideologi itu. Ini analog dgn pdt kita karena status pegawai beda dgn pdt yang diluar cari makan sendiri. Dalam buku Dr. John Kao,MD,MBA,Psikiater, dari Harvard Business School, pelopor mata kuliah Entrerpreneurship dan Organizational Creativity, pd 1983, mengatakan kalau pegawai itu mentalnya : what should I do?, beda dengan entrepreneur : what can I do ?. Analog dengan pdt yang digaji bulanan ( what should I do ) dibanding pdt cari makan sendiri ( what can I do ).

Alhasil, tidak perduli di jemaat itu mau tidur, mau apa kek yang penting ada pengkhotbah dan acara berjalan rutin. Paling-paling kalau biasa-biasa saja, 3 tahun mutasi. ( Ini saya dengar dan alami dengan mata kepala sendiri, mentalitas yang seperti ini ).

Dalam konsep marketing, menurut Prof. Philip Kotler, kalau tidak ada differensiasi pada produk, tidak ada value, maka produk apa saja jadi komoditas, dan akhirnya ditinggalkan pelanggan. Tidak heran, anggota pada cari jemaat yang ada differensiasi ( antusiasme ) dan lainnya.

Selanjutnya, ada istilah branding, ini juga berhubungan dengan yang bisa kita kenal ' personal branding ' ( biasanya di dukung oleh pengalaman atau track records, dan sikap, perilaku, kebiasaan dan karakter ybs ).

Kesimpulan, mari kita buat yang terbaik ( lihat situasi ) and let God do the rest.

Kita perlu lakukan tugas sebagai KERTUA bukan ketua ( KERTUA : KEjakan TUgas dgn Antusias ) dengan sepenuh hati dan memohon Roh Kudus untuk meng-empower kita sehingga tidak hanya asal jalan dan setor muka. Dan disinilah perlunya Kebangunan dan Pembaruan. Bagaimana caranya utk bisa terlaksana, pasti Bapa surgawi memberi pada wktu yang tepat. Contoh bukankah ketika Junus berteriak Bertobatlah karena mau dibinasakan, langsung saja yang dengar respons menerimanya dan hukuman tidak jadi dilaksanakan.

Mungkinkah ada pendeta Advent yang berani berceramah dengan topik Bertobatlah kamu karena dunia segera binasa?
( Saya sudah cek paling kurang dua orang, mana yang lebih gamblang judul Bertobatlah karena dunia segera binasa, atau Allah Peduli, atau Pengharapan, maka mereka pilih Bertobatlah .... )

Semoga renungan ini bisa jadi masukan untuk kita secara individu. Dan apa yang saya lihat dan alami kemarin saya berbagi pd pembaca yang saya kasihi. Soal diterima atau tidak bukan urusan saya ( ini sikap mental laskar duniawi, yang penting sampaikan ).

Salam dengan semangat melayani, mengabdi dan membagikan apa saja demi kemajuan bersama dibawah Kasih dan Kasih Karunia serta persekutuan Roh Kudus..

Hans Mandalas
Pelayan masyarakat
Jemaat Menteng dan sekitarnya.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Edison L Tuuk

unread,
Oct 11, 2015, 12:28:45 AM10/11/15
to advent...@googlegroups.com, Pendeta Advent, daer...@googlegroups.com, KadNet Today, Konferens dki, sdacon...@googlegroups.com

Dear Bp Hans Mandalas.

Memang betul kalo banyak kutipan sudah seperti seminar...khotbah yg membumi bila khotbah itu menceritakan pengalaman hidup yg membumi dari pembicara BERJALAN BERSAMA YESUS...sederhana dan lebih menyentuh ke hati semua umat...
Kami di Semarang, sabat kemarin sangat-sangat merasa diberkati dgn firman dari Pdt J Kuntaraf...Bagaimana Membangkit Gelora untuk Menginjil dgn pengalaman2 beliau bagaimana Tuhan bekerja bersama manusia dalam membawa jiwa.
Bulan lalu di Salatiga juga berkunjung jemaat  Bethesda Penca Minstry...sangat menyentuh bagaimana mereka yg cacat fisik mau melayani dan menarik banyak jiwa...dari jam sekolah sabat sampai PA menguras airmata.....bagaimana dgn saya dan saudara2....kita bisa bila kita mau mengundang Yesus utk menggunakan saya utk pekerjaannya...

Terimakasih bos Hans....senang kalau bos bisa melayani ke Jawa Tengah....kami siap menyambut...

Amin

Edison L. Tuuk
Sent from Samsung Note 3

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

anp...@gmail.com

unread,
Oct 11, 2015, 1:21:38 AM10/11/15
to Hansmandalas. hansmandalas@yahoo.com, Advebt Gkibal, Pendeta Advent, daer...@googlegroups.com, Konfrence DKI, sdacon...@googlegroups.com, KadNet Today
Gear lae Hans,

Senang membaca tulisannya walau sangat panjang...

Memang menarik juga mendengar para penghotnah dari jemaat non advent..dan kita bisa lihat di Life channerl tv kita.
Ada yg saya mau tanya..apakah layak dan di bolehkan mengungn penghotbah berhotbah di acra sabat!!

Salam,
Anpan, Bintaro
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Apa yang saya pelajari :

Analisis berdasarkan pengamatan saya :

------------------------------------

------------------------------------

======================================================================
Amsal 16:32 "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."
Yakobus 1:19, 20 "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah."
======================================================================
------------------------------------

Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Konferens-DKI/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Konferens-DKI/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
Konferens-...@yahoogroups.com
Konferens-DKI...@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
Konferens-DK...@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

hansmandalas

unread,
Oct 11, 2015, 2:29:35 AM10/11/15
to 'Sonny Situmorang' via Advent Global, Pendeta Advent, daer...@googlegroups.com, KadNet Today, Konferens dki, sdacon...@googlegroups.com
Selamat siang Pak Bosss ( Berpikir Optimis Senyum Sukses selalu )

Brother Edison Tuuk yang baik,

Terima kasih untuk sambutan yang luar biasa.

Terima kasih untuk berbagi pengalaman brother juga pengalaman penginjilan Pdt. Kuntaraf.

Saya ingin berbagi, ketika kita masih ingat ada Penceramah kondang ( almarhum ) yang berkeliling berceramah dikota-kota di Indonesia, saya membaca waktu itu dikatakan bahwa, sebelum beliau kunjungi satu kota, utk ber dakwah, maka sudah ada kordinator ( atau katakanlah mata telinga atau utusan ) yang menjadi pemberi masukan, situasi daerah tsb dll, sehingga waktu beliau berceramah membumi dan pas dengan apa yang perlu/ingin didengar oleh hadirin utk kebangunan.

Ini persis seperti Professor pembicara luar negeri, sebelum datang ke Indonesia, promotor memberi masukan sehingga paling tidak ada gambaran yang beliau tahu apa kebutuhan kita.

Selanjutnya, sangat perlu penceramah atau pengkhotbah untuk memperhatikan bahwa hadirin ingin mendengar apa yang penting baginya, bagi kebutuhannya, dan bukan mau mendengar yang pembicara mau katakan. ( Adakalanya kita pembicara terjebak pada apa yang mau dikatakan, dan bukan apa yang pendengar perlu dengar. Dalam konsep Modern Marketing : bukan product oriented tetapi customer oriented bahkan Value Oriented ). Berarti, ini bukan lagi materi standar yang digunakan seperti di kelas Baptisan atau di KPA diberbagai tempat. Contoh : berapa kali kita mungkin melihat pembicara 'skip' atau lewati "power point" yang tidak perlu di tayangkan, dan di lewati cepat-cepat, sehingga ada kesan, bahwa pembicara tidak gunakan power point khusus untuk event tsb/kebaktian tsb. Apa lagi kalau pakai tanggal, dan tanggalnya pada minggu lalu ).

Sebagai tambahan, jangan lupa, pendengar kita juga sudah tentu menghadiri berbagai pembicara Seminar dan atau KKR diluar gereja kita. Oleh sebab itu, perlu kita terus belajar agar " public speaking skill kita akan menjamah siapa saja yang mendengar, dan tidak lepas dari persiapan hati dan pikiran kita sebelum berbicara didepan umum.

Semoga masukan yang sederhana ini, bisa menjadi tantangan bagi kita semua menghadapi era yang sudah sangat terbuka.

Salam dalam semangat melayani, mengabdi dan membagikan kebaikan dan berita baik dalam Kasih, Kasih Karunia dgn kuasa persekutuan Roh Kudus,

Hans Mandalas
Pelayan masyarakat
Orang Berdosa
Jemaat Menteng dan Sekitarnya dalam Konferens DKI dan sekitarnya.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: Edison L Tuuk <elt...@gmail.com>
Date: Sun, 11 Oct 2015 11:28:41 +0700
Subject: Re: [Advent-Global] Berbagi yang ku lihat dan rasakan.

hansmandalas

unread,
Oct 11, 2015, 2:42:44 AM10/11/15
to Anpan, 'Sonny Situmorang' via Advent Global, Pendeta Advent, daer...@googlegroups.com, Konferens dki, sdacon...@googlegroups.com, KadNet Today
Dear Bro. Anpan na burju,

Syalooom.
Halleluyah.

Saya tidak berkapasitas untuk menjawab : copy n paste :

Ada yg saya mau tanya..apakah layak dan di bolehkan mengungn penghotbah berhotbah di acra sabat!!
+++++++++++++
Yang saya tahu :

1. Gereja ini sudah diakui Konferens DKI dan sekitarnya.

2. Berdasarkan butir 1, ada Pdt dari Konferens DKi secara resmi.

3. Pengkhotbah dari dominasi lain ditentukan oleh pengurus gereja setempat ( tentunya kerja sama orang awam ).

4. Berdasarkan butir 1, perpuluhan dari gereja itu di stor ke Konferens DKI dan sekitarnya dan resmi.

Selanjutnya, kalau mau rasakan, datanglah Sabat depan, karena berita yang saya dengar pengkhotbahnya dahsyat. Ini yang saya dengar. Lalu ada acara lain pd Potluck.
( Kelas Baptisan juga berjalan seperti biasa ).

Jadi, kalau mau maju, kita harus minta Roh Kudus dan lihat apa yang terjadi diluar kandang, sehingga kita tidak terjebak dalam kacamata kuda atau dalam bahasa Marketing : Myopia Marketing.( Atau bagaikan ikan ikan dalam Aquarium padahal air di aquarium sudah berlumut. Atau bahasa dari Jesus Guru Agung kita : Melihat tapi tidak melihat ).

Akhirnya Brotherku, teriring salam dan dengan doa, kasih dan semangat kepedulian utk melayani, mengabdi serta berbagi.

Hans Mandalas
Pelayan
Orang Berdosa
Jemaat Menteng dan sekitarnya di Konf.DKI dan sekitarnya.

Catatan :
Tentunya di gereja itu melihat realita, drpd anggota dtg ke gereja hanya stor muka, tapi tidak dapatkan sesuatu yang menguatkan, maka harus buat sesuatu terobosan tapi masih dalam koridor yang benar dan baik.

anp...@gmail.com

unread,
Oct 11, 2015, 5:48:20 AM10/11/15
to Hansmandalas. hansmandalas@yahoo.com, Advebt Gkibal, Pendeta Advent, daer...@googlegroups.com, Konfrence DKI, sdacon...@googlegroups.com, KadNet Today
Terima kasih dan mudah2an pihak Konfrence bisa memberi klarifikasi.

Soal adanya setoran perpuluhan..saya jadi bingung, mudah2an organisasi kita bukan Organisasi UUD..atau organisasi preman yg penting ada setoran ...

Salam,
Anpan

hansmandalas

unread,
Oct 12, 2015, 3:42:11 AM10/12/15
to Manimbul Tamba, 'Sonny Situmorang' via Advent Global, Pendeta Advent, daer...@googlegroups.com, Konferens dki, sdacon...@googlegroups.com, KadNet Today
Dear brotherku yang Wonderful : bro. Manimbul Tamba,

Mauliate godaaannnng lae.

Terima kasih, bola sudah bergulir diatas landasan yang mantap.

Senang kali aku bah, copy n paste :

Sebaiknya :

“Semoga renungan ini bisa jadi masukan untuk kita secara individu. Dan apa yang saya lihat dan alami kemarin saya berbagi pd pembaca yang saya kasihi. Soal diterima atau tidak adalah urusan Roh Kudus ( ini sikap mental laskar Sorgawi, yang terpenting sampaikan dan lakukan pemeliharaan )”.
++++++++++++
Respons : Aku senang ada tambahan, penyesuaian sesuai pendapat lae. Memang harus begini, supaya proses radiant thinking berjalan, bersinar. Ok.
Jadi, Lae udah pakai Roh Kudus, ( dimensi Surga ), kita semua tentu OK.

Jangan lupa, kalau kita pakai Gambar Besar/Helicopter View/Big Picture kita lebih GILA : Gigih, ber Inovasi Luwes Antusias. ( Antusias : Enteos atau Roh Kudus ).

Terima kasih sudah menambah dan memperkaya. Tuhan memberkati yaaa.

Horassss dan Salam dgn semangat melayani, mengabdi, membagikan kebaikan.

Hans Mandalas
Pelayan
Org Berdosa
Di Jemaat Menteng dan sekitarnya di wilayah Konf. DKI dan sekitarnya.


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Manimbul Tamba <manimbu...@yahoo.com>
Date: Mon, 12 Oct 2015 15:23:45
To: 'Sonny Situmorang' via Advent Global<advent...@googlegroups.com>; Pendeta Advent<pendeta...@googlegroups.com>; daer...@googlegroups.com<daer...@googlegroups.com>; Konferens dki<konfer...@yahoogroups.com>; sdacon...@googlegroups.com<sdacon...@googlegroups.com>; KadNet Today<kadnet...@list.kadnet.org>; <hansma...@yahoo.com>
Subject: Re: [Konferens-DKI] Berbagi yang ku lihat dan rasakan.

Dear Pak Hans Mandalas,

Just for sharing & discussion:

Terimakasih atas pemaparan dan masukan yang cukup baik mengenai bersaksi dalam level seremonial gereja.

Saya sangat setuju dengan Pak Hans, hanya ada satu paragraph saya kurang setuju,kurang seirama dengan bagusnya saran yang sudah disampaikan (tapi saya kira motives dan esensinya Pak Hans baik), saya kutip:

“Semoga renungan ini bisa jadi masukan untuk kita secara individu. Dan apa yang saya lihat dan alami kemarin saya berbagi pd pembaca yang saya kasihi. Soal diterima atau tidak bukan urusan saya ( ini sikap mental laskar duniawi, yang penting sampaikan )”.

Sebaiknya :

“Semoga renungan ini bisa jadi masukan untuk kita secara individu. Dan apa yang saya lihat dan alami kemarin saya berbagi pd pembaca yang saya kasihi. Soal diterima atau tidak adalah urusan Roh Kudus ( ini sikap mental laskar Sorgawi, yang terpenting sampaikan dan lakukan pemeliharaan )”.

Kembali ke topik diatas,
saya juga mengamati banyaknya khotbah dalam gereja yang mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan jemaat atau dapat disebutkan hanya sebagai pelengkap rangkaian acara, tetapi tidak ada yang harus disalahkan untuk hal ini, hal ini disebabkan karena beberapa hal :

1.Sistem gereja Advent yang menganut Protestantisme, Kebebasan berbicara , bahkan berkhotbah untuk semua anggota jemaat, sehingga banyak anggota awam yang berkhotbah padahal tidak memiliki ilmu berkhotbah.

2.Adanya fakta yang terjadi bahwa banyak pengkhobah yang tidak melaksanakan apa yang telah dikhotbahkan, sehingga hal ini membuat satu kesan buruk/blacklist kepada si pembicara, sipendengar langsung mem “blacklist” apa yang disampaikan oleh si Pengkhotbah. Krisis ” Model Role”/krisis teladan, seperti yang terjadi dinegara kita sekarang ini membuat orang mulai apatis dengan khotbah ataupun dakwah, sehinggal khotbah dan dakwah dianggap sebagai retorika belaka. Sampai ada istilah seperti ini : Di Indonesia hanya 2 polisi yang jujur : Patung Polisi dan Polisi Tidur.

Kalaupun ada pembicara yang sangat menarik seperti yang diceritakan oleh Bpk Hans Mandalas diatas dan sangat direspon oleh pendengar karna sangat menarik, tapi mungkin powernya hanya sebatas acara seremonial khotbah, setelah keluar mimbar semangat akan turun, seperti benih yang jatuh ditanah yang yang berbatu-2, semangat waktu mendengar Firman, tetapi langsung loyo kembali,

3. Anggota jemaat sudah sangat sibuk dalam pekerjaan , bukan karna salah anggota tersebut tetapi sistem ekonomi yang mengharuskan orang dikota besar bekerja super sibuk, jadinya senin – jumat super sibuk dipekerjaan/, sehingga hari sabat sudah lelah untuk mendengarkan khotbah.

5.Kurangnya anggota jemaat melakukan penginjilan pribadi, sehingga pada waktu membawakan khotbah tidak ada yang akan disaksikan dalam khotbah tetapi hanya coba mengulas isi Alkitab dan Roh Nubuat, sehingga pendengar bosan/jenuh mendengar khotbah yang terlau teoritis. Idealnya anggota Bersaksi / menginjil dan kesaksiannya itulah yang disampaikan dalam acara khotbah, dibarengi dengan tulisan Alkitab dan Roh Nubuat.

Message yang ingin saya sampaikan pada waktu kita melayani sesama manusia seperti yang tertulis dalam Matius 25:31-46 maka Khotbah kita akan Powerful, walaupun kita tidak memiliki dasar ilmu berkhotbah,bagi bagi yang sudah memiliki ilmu berkhotbah akan sangat powerful sekali.

Jadi mulainlah dengan melayani sesama manusia, melakukan apa yang baik dan benar baru berkhotbah, kalau belum, tunda dulu untuk berkhotbah.

Seperti kata seorang pemimpin gereja terkenal :
Kita bukan melayani ideologi/sermon tetapi kita melayani sesama manusia.

Best Regards,
Manimbul Tamba.
HP 08128050215

--------------------------------------------
On Sun, 10/11/15, 'hansmandalas' hansma...@yahoo.com [Konferens-DKI] <Konferens-...@yahoogroups.com> wrote:

Subject: [Konferens-DKI] Berbagi yang ku lihat dan rasakan.
To: "'Sonny Situmorang' via Advent Global" <advent...@googlegroups.com>, "Pendeta Advent" <pendeta...@googlegroups.com>, "daer...@googlegroups.com" <daer...@googlegroups.com>, "Konferens dki" <konfer...@yahoogroups.com>, "sdacon...@googlegroups.com" <sdacon...@googlegroups.com>, "KadNet Today" <kadnet...@list.kadnet.org>
Date: Sunday, October 11, 2015, 10:47 AM
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages