Sent from my Samsung device
-------- Original message --------<br>From: roy tampubolon <
roy.gm...@gmail.com> <br>Date: 16/02/2016 8:01 am (GMT+07:00) <br>To:
advent...@googlegroups.com, "journey. h2" <
journ...@gmail.com> <br>Subject: [Advent-Global] (Bukan) Babel Rohani. <br><br>
Dear Saudara2 Sekalian,
Beberapa saat yang lalu, saya mendapat pelajaran tentang masalah kebabelan. Sangat miris memang,,, jika seandainya kita terjatuh dalam lobang yang sama seperti orang Yahudi dulunya. Bahkan mungkin kita jatuh ke tempat yang lebih dalam lagi.
Mengenai ketujuh jemaat di kitab Wahyu, terlebih kita yang saat ini di jemaat Laodekia, seharusnya membuat kita lebih sadar dan berubah untuk lebih baik. Karena peringatan pada kita adalah bahwa kita miskin, buta dan telanjang. Bila bisa saya katakan, miskin adalah bahwa kita begitu malasnya dan lalai dalam mencari kebenaran, sehingga kita tak memiliki apa-apa, semua nya harus 'kata gereja' dan 'kata pendeta'; buta adalah bagaimana kita menutup mata terhadap berbagai kebenaran yang ada di depan kita, walaupun itu sudah terpangpang dengan jelas, tetapi kita tak peduli, bagaikan Imam-imam Yahudi dulu nya dalam menyalibkan Yesus. Pengetahuan akan kebenaran hanya sebatas 'mengetahui', tanpa kuasa perubahan pada tabiat kita; dan terakhir telanjang, adalah bagaimana kita dengan pintar nya menutupi segala dosa-dosa kita dengan segala perbuatan baik kita, dan lebih parahnya adalah dengan itu kita menganggap bahwa kita sudah layak untuk diselamatkan.
Tapi, satu hal yang sangat penting adalah, seluruh isi kitab Wahyu adalah Injil juga. Yang artinya, walaupun itu berisi teguran, namun itu dilandaskan oleh kasih, karena Tuhan menegur orang yang dikasihiNya. Bahwasanya buku ini pada dasarnya disusun sangat sempurna, yaitu dimulai dari pemeriksaan umat Tuhan (ketujuh jemaat) barulah beralih ke hal- hal yang lebih besar. Artinya, sebenarnya Tuhan ingin kita dulu berubah, baru kita akan diberi kekuatan dan hikmat untuk menghadapi hal lainnya. Namun kenyataannya adalah, kita sangat senang menuduh orang lain sebagai anti kristus, pengikut setan, penyembah tanda binatang, padahal mungkin kita sudah ikut dalam barisan mereka. Kita sangat bangga sebagai umat pilihan, namun sama seperti orang Yahudi pada zaman Yesus, kita lebih memilih tradisi dan aturan manusia ketimbang menuruti kehendak Tuhan. Kita lebih takut terhadap peraturan organisasi, lebih takut kepada manusia daripada kepada Tuhan.
Satu hal yang penting untuk kebangkitan Laodekia adalah dalam Wahyu 3:14, dimana sebenarnya surat tersebut ditujukan sangat spesifik kepada 'malaikat jemaat' Laodekia. Siapakah para malaikat itu? Mereka adalah ketujuh bintang (Wahyu 1:20) yang lebih jelasnya lagi diterangkan dalam buku EG White pada Gospel Workers Hal. 13, yang isinya 'Pendeta-pendeta Allah dilambangkan sebagai tujuh bintang," hal ini juga dapat dibaca dalam buku Pedoman Kependetaan Hal. 11. Oleh karena itulah, kita dapat mengetahui mengapa jemaat kita ini begitu suam-suam, sehingga nantinya Tuhan akan memuntahkan kita. Sangat mengerikan.
Tulisan dibawah ini saya dapat dan saya bagi, mungkin beberapa orang pernah membacanya, semoga bisa menjadi suatu injil bagi kita semua, menyiapkan kita secara pribadi akan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus. Saya juga sadar, akan lebih banyak orang akan menyangkal tulisan ini, karena itulah pekerjaan yang paling mudah daripada berubah dan mengikuti kehendak Tuhan, karena mungkib beresiko mengurangi keuntungan pribadi duniawi kita.
Secara khusus, saya ucapkan terimaksih kepada mereka yang telah menulis artikel ini.
Selamat membaca.
Babel Rohani
Apa arti Babel? Apakah mekanisme ke-Babel-an itu? Apakah berhubungan dengan kepemimpinan Tunggal? Bagaimana pembuktian bahwa ke-Babel-an telah memasuki setiap agama (termasuk GMAHK)?
Tulisan di bawah disusun untuk menjawab berbagai pertanyaan diatas, berdasarkan sejarah dari Gereja Advent sendiri, didasarkan pada Roh Nubuat yang diberikan oleh Ellen G. White secara kontekstual, yang pada akhirnya akan membuat para pembaca berfikir, menimbang dan menilai apa yang sedang terjadi dan apa yang sudah diamarkan oleh Ellen G. White sebelum beliau menghembuskan nafas terakhir. Apa yang terjadi dewasa ini merupakan bukti apa yang menjadi konklusi tulisan ini pada akhirnya.
Benih-benih ke-Babelan telah dimulai meskipun pada zaman murid-murid Yesus mula-mula. Ketika para murid mempertanyakan siapakah yang terbesar, tanpa sadar para rasul telah membuka kunci masuknya ‘kekuasaan’ ke dalam pekerjaan Tuhan. Kekuasaan dan pemberontakan akan Kuasa Allah itulah yang menyebabkan Babel telah jatuh.
Mungkin sebagian kita mengartikan bahwa Babel adalah nyata-nyata menolak Tuhan. Benci kepada Tuhan dan pandangan-pandangan negative terhadap Tuhan. Namun juga kita sering lupa bahwa asal muasal kebabelan adalah keinginan untuk berkuasa di atas kehendak Tuhan itu sendiri. Apakah keinginan untuk berkuasa itu ?
Secara umum kita akan mengulas sudut pandang tersembunyi yang jarang dipikirkan tentang mekanisme kebabelan, dan selanjutnya kita akan menguji apakah kehidupan kita telah mencerminkan hal itu tanpa disengaja !
Pada Mulanya
Cerita bermula dari peristiwa sesudah air Bah pada zaman Nabi Nuh. Cerita anak-anak yang kurang mendapat perhatian dengan teliti. Awal mulanya adalah timbulnya keinginan sekelompok orang “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai kelangit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak keseluruh bumi”.
Terdapat paling tidak 3 hal penting yang perlu dicermati ;
Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai kelangit,
dan marilah kita cari nama,
supaya kita jangan terserak keseluruh bumi.
Mungkin mereka mempunyai motif yang baik, yaitu setelah peristiwa air Bah, mereka cenderung untuk berkelompok dan tidak ingin berserak keseluruh penjuru bumi. Namun Allah mempunyai pandangan lain :
Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu..” (Kejadian 1:28).
Alkitab mencatat kondisi yang terjadi waktu itu “Mereka ini satu bangsa dan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan-usaha mereka.” Dalam pandangan kemanusiaan kita, tentu kita dapat berfikir; entah apalagi rencana yang akan dilakukan oleh mereka bila Allah tidak campur tangan waktu itu karena itu baru awal usaha mereka memberontak kepada kehendak Allah. Allah menghendaki manusia memenuhi seluruh bumi. Keinginan untuk berkelompok menjadi satu saja tidak sesuai dengan perintah Allah pada mulanya, inilah sumber penyebab jatuhnya Babel—melanggar kehendak Allah.
Dalam pengartian lain, ketiga hal penting di atas tentu dengan mudah kita pahami sebagai ; suatu usaha/upaya untuk mencari nama, berkuasa, menjadi satu kepemimpinan dan bertentangan dengan kehendak Allah.
Sekarang kita akan kembali ke zaman mula-mula para rasul. Ketika sebagian besar murid-murid Yesus menganggap bahwa Injil Kabar Baik hanya diperuntukkan bangsa Yahudi saja apakah teladan Yesus dalam hal ini? Injil mencatat bahwa bukan hanya bangsa Yahudi saja kabar baik itu diperuntukkan. Terdapat bangsa Romawi (Kornelius), Samaria (perempuan Samaria), Ethiophia (sida-sida), Yunani dan bangsa-bangsa lain yang justru menunjukkan teladan iman yang tinggi. Allah tidak menghendaki kebenaran itu dimonopoli oleh sekelompok orang saja, kebenaran itu harus dibagikan kepada seluruh bangsa dan bahasa di muka bumi. Tidak lama kemudian timbul perselisihan tentang siapa yang ditunjuk untuk memimpin kumpulan para murid mula-mula ini. Perselisihan tentang suksesi kepemimpinan di dalam jemaat mula-mula ini kemudian diselesaikan dengan turunnya wahyu menyatakan bahwa “Kristus adalah kepala segala sesuatu baik yang disorga maupun yang di bumi” (Efesus 1:10). Sebagai kepada jemaat, kepala tubuh gereja, kepala pemerintahan dan penguasa (Kolose 2:10), kepala segala sesuatu, tertinggi di dunia dan di akhirat (Wahyu Muhammad), sehingga perselisihan tentang suksesi diselesaikan dengan damai.
Apakah suksesi kepemimpinan dan kebabelan ini akan berulang setelah zaman rasul mula-mula?
Tentu saja, namun juga sudah dilupakan dari sejarah. Ketika gereja mula-mula berdiri sepeninggal para murid-murid utama Kristus, bishop Roma menganggap kedudukannya lebih utama dibanding bishop maupun pendeta diseluruh bagian dunia manapun. Sejak saat itulah timbul perselisihan yang tidak kunjung selesai mengenai keutamaan Petrus sebagai kepala jemaat dan Paus sebagai Kepala Gereja. Kelompok Protestant mula-mula sangat yakin ketika system kepausan menguasai gereja katolik, pada saat itulah mereka memprotes system kekuasaan tunggal di bawah kekuasaan Paus dan beramai-ramai menyatakan keluar dari gereja Katolik yang sudah jatuh sebagai Babel dan menyatakan Paus sebagai Antikristus! Tentu dengan mudah kita yang hidup pada zaman sekarang ini mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi. Pada saat Paus menyatakan dirinya sebagai kepala jemaat-gereja, wakil Allah dan hendak menyatukan seluruh umat Kristen dibawah kepemimpinannya pada saat itulah peristiwa Babel berulang. Kepausan telah menjadi Babel rohani karena bertentangan dengan kehendak Allah. Mencari nama, ingin berkuasa dan memaksakan kehendak kepada umat Kristen lainnya.
Pada Mulanya(terjadinya) Ke-Babelan di MAHK
Sekarang kita akan melihat dan mengidentifikasi kepada diri sendiri. Gereja Advent/Organisasi MAHK! Apakah prinsip-prinsip kebabelan juga diadopsi kedalam organisasi atau dipraktekkan oleh pribadi?
Kepemimpinan tunggal! Sebuah otoritas penguasaan terhadap sebuah komunitas. Apakah hal itu telah diadopsi oleh GMAHK juga. Bagaimana GC sebagai “kepala” dalam hal ini dapat dikelola dengan kepemimpinan tunggal dan terpusat! Apakah itu bagian dari system babel atau revisi dan ketunggalan kepemimpinan. Apakah pekerjaan Allah hanya akan dikerjakan oleh organisasi dalam kepemimpinan GC ataukah justru sebaliknya. Bagaimana kondisi sesungguhnya dari program-program Organisasi apakah disusun untuk pekabaran “Seruan Nyaring” ataukah justru menghambat pekerjaan Tuhan diakhir zaman?
Tentu kita akan menggunakan tolok ukur yang sama. Sebagaimana ciri-ciri kebabelan itu diberikan kepada seseorang, kelompok, organisasi, negara dan lain-lain, tolok ukur yang sama secara jujur harus kita diberikan kepada organisasi MAHK dan diri kita untuk menguji apakah kita sendiri menggenapi hal itu tanpa sadar.
Dengan heran mereka mendengar kesaksian bahwa Babel adalah Gereja, jatuh oleh karena kesalahan-kesalahan dan dosa-dosanya, oleh karena penolakannya akan kebenaran yang telah dikirim dari surga.–Kemenangan Akhir, Amaran terakhir, hlm 606.
Dari amaran Roh Nubuat, diberikan ciri-ciri ke-Babel-an yang adalah “Gereja” itu sendiri yaitu ;
1. Melakukan kesalahan-kesalahan,
2. Melakukan dosa-dosa,
3. Menolak kebenaran yang dikirim dari Sorga,
System Ke-Pausan dari Gereja Roma Vatican tentu dengan mudah dikatakan menggenapinya, karena baik tulisan nubuat dan sejarah membuktikan hal itu dengan baik. Bagaimana dengan Gereja Protestan yang telah keluar dari Babel? Apakah mereka telah menjadi Babel dengan kriteria yang sama? Ya, tentu Protestan-pun telah jatuh ketika pekabaran malaikat kesatu dan kedua ditolak pada akhir tahun 1844, sehingga muncullah keturunan terakhir pada tahun 1860. Bagaimana dengan sidang terakhir Laodekia, mungkinkah keturunan terakhir ini juga jatuh, dan Allah membuat sidang baru?
Tentu kita akan sependapat bahwa tidak akan ada sidang baru, Alkitab tidak menyebutkan adanya sidang ke-delapan dan tidak ada gereja lain dimana Allah pergunakan sebagai “Watchman” selain sidang terakhir meskipun kondisinya suam-suam kuku seperti Laodekia. Bagaimana kesaksian Ellen G. White dalam hal ini? Apakah ketiga kriteria prasyarat kejatuhan itu dilakukan oleh organisasi MAHK juga? Bila ya bagaimanakah akhir dari ke-Babelan- dari MAHK?
Pentingnya Mengetahui Pekabaran 1888
Periode waktu kita putar kebelakang, setelah peristiwa 1844 dengan ‘Pekabaran 3 Malaikat’ sangat kerasnya mendengung dimuka bumi untuk menyiapkan umat-umat Tuhan kembali ke Sorga, kondisi kerohanian umat-umat Allah sempat mengalami kematangan panen raya. Seolah- olah waktu itu umat Allah siap untuk kembali kesorga. Namun apa yang terjadi ditahun 1888 adalah cerita sedih dimana kesiapan umat Allah telah dinodai oleh perbuatan beberapa pemimpin yang berkuasa di organisasi (GC) sehingga menyebabkan Roh Allah ditarik dari muka bumi. Pada saat itulah sesungguhnya pekabaran Malaikat ke-3 dikumandangkan untuk sidang Laodekia secara LEMBAGA !
Bila kita tengok peristiwa 1888 dimana Pekabaran Malaikat ke-3 di kumandangkan, pesan utama pekabaran ini adalah “Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba” –Wahyu 14:10.
Dengan kata lain pekabaran itu berseru demikian: “bila organisasi GMAHK menerima dan melakukan system Romanisme-ke-Babel-an, maka organisasi GMAHK akan minum anggur murka Allah dan dihukum dengan api”
Dari tahun 1888 ini kita akan mendalami sejarah dan kesaksian agar kita dapat belajar daripadanya dan membuktikan apakah peristiwa hukuman cawan murka-Nya “API murka Allah” selanjutnya benar-benar terjadi di dalam organisasi GMAHK.
Peristiwa penolakan Roh Kudus di dalam sidang GC di Minneapolis tahun 1888 merupakan bukti nyata dimana GMAHK secara Lembaga(gereja) memenuhi 3 kriteria sebagai “Fallen Church”; melakukan kesalahan, dosa dan menolak kebenaran yang Tuhan berikan. Kesaksian Roh yang dibawa oleh 2 pendeta muda Waggoner dan Jones ’ditolak’ oleh sidang di Minneapolis yang berarti prasyarat ketiga benar-benar dilakukan pada masa itu di dalam tubuh GMAHK.
Dalam belas kasihanNya yang sangat besar, ALLAH telah mengirimkan pekabaranNYA(justification by Faith) yang amat berharga kepada umatNYA melalui saudara-saudara Waggoner dan Jones.” T.M 91.
Beberapa orang telah menulis kepada saya bertanya apakah pekabaran pembenaran oleh Iman (1888) adalah pekabaran malaikat ketiga, dan saya telah menjawab, ‘Adalah pekabaran malaikat ketiga yang sesungguhnya’, Nabi itu berkata, ‘kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga, ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliannya.” –Ellen G. White, Review & Herald 1 April 1890.
Dalam belas kasihanNya yang besar, Tuhan menyampaikan sebuah pekabaran yang amat berharga kepada umatNya melalui Saudara-saudara Jones dan Waggoner… inilah pekabaran malaikat ketiga yang akan diberitakan dengan suara keras dan disertai kecurahan Roh Suci dengan limpah”— Ellen G. White, TM, 91, 92
Berkali-kali Roh Tuhan datang kepada perhimpunan itu dengan kuasa yang meyakinkan, walaupun ketidak-percayaan ditunjukkan oleh sebagian hadirin. Ellen G. White. hal 49.
Saya tahu bahwa pada saat itu ROH ALLAH telah dihinakan. Ellen G. White, hal 46.
Saya menegaskan bahwa pelaksanaan rapat di Minneapolis itu adalah sesuatu hal yang kejam terhadap Roh ALLAH. – Ellen G. White hal 45.
Ia (ROH KUDUS) telah diperlakukan sebagai tamu yang tidak disukai. Para peserta menolak untuk mengakui dan menerima DIA, ketika mereka menolak pekabaran Pembenaran oleh Iman dengan menuding pekabaran itu dan para pengikutnya sebagai kefanatikan. Ellen G. White, hal 49.
Seluruh alam semesta menyaksikan perlakuan yang memalukan terhadap Yesus Kristus, yang diwakili ROH KUDUS. Sekiranya Kristus berada dihadapan mereka, maka mereka akan memperlakukan Dia dengan cara yang sama seperti perlakuan orang Yahudi terhadap Kristus. Ellen G. White, hal 47.
Sejarah dan catatan-catatan Ellen G. White kemudian memberikan penjelasan bagaimana pekabaran pertobatan yang ditujukan kepada organisasi GMAHK ditolak dan dilecehkan, diejek dan dianggap sebagai suatu kefanatikan. Roh Allah yang berusaha mengingatkan para pemimpin pada pertemuan itu ditolak dan berduka. Peristiwa ini menyebabkan Allah menarik Roh Hujan Akhir yang seharusnya menyertai pekabaran malaikat terakhir-Seruan Nyaring.
Begitu pentingnya peristiwa 1888 ini sehingga General Conference(dan juga IPH, Cimindi tahun 1995) mengeluarkan sebuah buku berjudul “APA YANG HARUS DIKETAHUI OLEH SETIAP ORANG ADVENT MENGENAI MASALAH TAHUN 1888” yang disusun oleh A.V Wallenkampf. Sebegitu pentingkah kita harus mengetahui permasalahan 1888, amaran inilah yang menuntun penulis untuk menggali lebih dalam yang pada akhirnya menemukan mutiara-mutiara kebenaran yang luar biasa. Mutiara itu yang ingin penulis bagikan kepada sesama saudara seiman.
Ellen G. White berkata :
Ketika saya (E.G. White) bermaksud meninggalkan Minneapolis, malaikat Tuhan berdiri disamping saya dan berkata: ‘Jangan begitu; Allah mempunyai tugas bagimu untuk dilakukan disini. Umat ini sedang melakukan pemberontakan Korah, Datan dan Abiram….Mereka telah menunjukkan penghinaan mereka terhadap Firman Tuhan. Setan telah membutakan mata dan mengacaukan pertimbangan mereka; dan kecuali setiap jiwa bertobat dari dosa, dari kebebasan yang tidak disucikan ini dan yang menghinakan Roh Allah, maka mereka akan berjalan dalam kegelapan.” –hal 45.
Musuh manusia dan Allah(Setan) tidak menghendaki kebenaran ini diberitakan dengan terang dan jelas; sebab ia tahu bahwa apabila umat ini menerimanya sepenuhnya, kuasanya akan dipatahkan. – Ellen G. White, RH 3 September 1889.
Setan tidak ingin kebenaran tentang peristiwa 1888 dinyatakan kepada jemaat-Nya, kepada kita yang hidup sesudah masa itu berlalu. Penting atau tidak, dan apa akibat yang akan ditimbulkan dari mengetahui hal ini, kita akan dalami dan rasakan ketika seluruh tulisan di bawah ini dibaca dan direnungkan dengan tuntunan Roh Kudus. Sebagaimana hal yang telah penulis rasakan dan nikmati sebagai Hujan Akhir!
Munculnya Para Kritikus Terhadap Penyimpangan didalam Organisasi Advent
Tidaklah heran bila ketika Organisasi MAHK setelah tahun 1850 melakukan praktek-praktek penyimpangan beberapa orang muncul dan mengajarkan bahwa Organisasi Advent telah menjadi Babel dan mengajak anggota keluar dari gereja yang telah jatuh.
Untuk hal itu, ada banyak kutipan dan amaran yang diberikan oleh Ellen G. White yang menerangkan tentang munculnya guru-guru palsu, hamba-hamba Tuhan yang tidak dipanggil dalam pelayanan, orang-orang yang mengangkat diri sebagai seseorang yang diurapi oleh Tuhan dan sejenisnya. Kebanyakan amaran itu muncul ketika organisasi MAHK menghadapi banyaknya guru-guru palsu di permulaan pergerakan advent. Ciri-ciri dan tanda-tandanya daripada mereka
menimbulkan kekacauan dan perselisihan dalam jemaat;
ajarannya bertentangan dengan dasar iman yang telah ditetapkan oleh pendahulu;
mengatakan bahwa organisasi adalah Babel rohani;
menganjurkan umat Allah harus keluar dari organisasi dan mengajarkan untuk membentuk organisasi baru.
Keterangan guru-guru palsu dapat ditemukan di dalam buku Testimony to Minister (1885). –TM 23. Contoh yang sudah terjadi ; 1). Mr. Curtis , Massachusetts , 1845, –TM 57; 2). Mr. Stanton, 1893. –TM 521; 3). Mr. W.F. Caldwell, New Zealand , 1893
Guru-guru palsu ini mengajarkan bahwa Organisasi GMAHK telah roboh dan menjadi Babel , sehingga umat GMAHK harus keluar. Sehingga tolok ukur kepalsuan sangat jelas seperti 4 kriteria diatas. Hal ini menjadi tonggak ujian bila muncul orang-orang yang mengaku mendapat terang baru, selama pekabaran terang baru(progresive revelation) itu tidak mengajarkan keempat hal tersebut berarti benar, bila sebaliknya berarti palsu dan perlu dihindarkan.
Ellen G. White dengan keras mengatakan :
Those who assert that the Seventh-day Adventist churches constitute Babylon , or any part of Babylon , might better stay at home. Let them stop and consider what is the message to be proclaimed at this time. {TM 36.2} 1893
Barangsiapa yang menyatakan bahwa Gereja Advent Hari Ketujuh merupakan Babel, atau bagian dari Babel, lebih baik diam di rumah. Biarlah mereka berhenti dan memperhatikan apakah pesan yang harus dikumandangkan pada waktu ini.
Apa yang terjadi dengan Organisasi Advent sebelum maupun sesudah tahun 1888 memang menunjukkan kemerosotan moral dan kerohanian yang terjadi dikalangan umat Advent. Sehingga Allah mengutus dua pendeta muda untuk menegor, tetapi rupanya tegoran Allah itu dianggap palsu dan Roh Allah ditolak! Bila Ellen G. White mengatakan bahwa guru-guru palsu tersebut mempunyai ciri yang mengajarkan Advent adalah juga Babel dan mengajak umat keluar dari organisasi, bagaimana hal ini dapat disimpulkan? Kondisi ini terus berlangsung sampai tahun 1902 mencapai klimax kesabaran Allah dimana Allah sendiri menurunkan Api murkaNya, membakar Rumah Sakit dan Percetakan Advent di Batlle Creek menjadi puing rata dengan tanah! Ya, 14 tahun semenjak Pekabaran Malaikat ke-3 dikumandangkan(1888), Api Murka Allah benar-benar datang memenuhi ramalan para Nabi.
Kita akan merenungkan mengapa kemerosotan ini terjadi, dan apa yang dikategorikan sebagai kesalahan, dosa dan menolak amaran dari Tuhan sehingga Allah murka dan menghukum dengan Api. Untuk kemudian mengartikan ucapan Ellen G. White yang menentang barangsiapa yang mengatakan GMAHK sebagai Babel sebagai palsu, apakah masih berlaku sampai sekarang.
Penggenapan Nubuatan 1888 dan Teguran lain dari Ellen G. White
Selama dekade ‘ekskomunikasi’ dari organisasi, Ellen G. White tinggal di Australia. Pada saat itu perkembangan dari denominasi GMAHK sangat luar biasa namun secara keuangan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dalam masa itu tidak henti-hentinya Ellen G. White menuliskan surat kepada pimpinan General Conference maupun pendeta/pimpinan Advent yang menyimpang, menuliskan Testimony to the Church, To Minister/Worker, Medical Ministry dengan satu amaran yang pasti bahwa Organisasi Advent telah menyimpang dari kehendak Allah sebagai penyeru pekabaran 3 Malaikat di muka bumi pada masa itu dan dengan tegas Ellen G. White menyerukan untuk tidak membuat organisasi baru.
Penolakan pekabaran 1888 oleh sidang di Minneapolis telah membuat roh pertobatan menjauh dari gereja Advent, semakin hari semakin menghilang dan akhirnya sifat ke-babelan itu(prinsip Romanisme) dipraktekkan di dalam organisasi Advent. GMAHK benar-benar telah dimasuki oleh ke-Babel-an.
Tahun 1894 Ellen G. White memberikan teguran kepada gaya kepemimpinan di General Conference(President of GC) yang memusatkan kekuasaan di bawah ketua GC yang kemudian mengatur seluruh rencana kerja dan bagaimana para pekerja dibawahnya secara detil. Hal ini sangat bertentangan dengan kehendak Allah dalam hal kepemimpinan sebuah umat, seharusnya ‘Pemimpin’ membiarkan Roh Allah bekerja sebagaimana kehendak Tuhan sendiri gantinya kemampuan berfikir manusia. Pengaturan pekerjaan Allah dari pusat kekuasaan secara detil adalah system Roma-Kepausan dimana para pekerja Allah yang dipanggil untuk Injil Kebenaran dilarang untuk meniru.
“Mistakes have been made in this line. Those who do the work know better concerning these matters than anyone outside. God moves upon human minds to work according to His will and according to His purpose. Workers for God are to look to a higher Source for direction than to human minds. {9 Manuscript Release 178.5}
The minutiae and detail of how they are to work is not to be laid down by human minds. …men(president of GC) are pursuing a similar course to that of the Roman Catholics who center in the POPE every power of the church. {9 Manuscript Release 179.3}
God does not purpose to have one man prescribe how his fellow workmen shall perform His work. When this manner of action comes in among our people, there is need of a protest.
Tuhan tidak bermaksud untuk menunjuk seseorang mengarahkan bagaimana teman pekerja lainnya harus bertindak melaksanakan pekerjaan, jikalau ini terjadi diantara umatNya, harus ada protes.
Tahun 1895 kembali Ellen G. White memberi teguran kepada GC. Kali ini kembali beliau mengatakan bahwa kepemimpinan di dalam GC telah mengikuti pola Romanisme.
General Confrence sendiri menjadi rusak oleh perasaan-perasaan dan prinsip-prinsip yang salah…
Orang-orang telah mengambil kesempatan yang tidak adil dan mereka yang dianggap berada di bawah kekuasaannya. Mereka bertekad untuk membawa orang-orang itu tunduk di bawah persyaratan mereka; mereka mau memerintah atau menghancurkannya…
Kekuasaan bertangan besi yang sudah dikembangkan itu, seolah-olah kedudukan telah menjadikan manusia sebagai dewa-dewa. , membuat saya(Ellen G. White) takut, dan pasti menimbulkan ketakukan. Hal itu adalah suatu kutuk dimana saja dan oleh siapa saja hal itu dipraktekkan. –TM 359-361; PPAZ hal 32.
The goodness, mercy, and love of God were proclaimed by Christ to Moses. This was God’s character. When men who profess to serve God ignore His parental character and depart from honor and righteousness in dealing with their fellowmen, Satan exults, for he has inspired them with his attributes. They are following in the track of Romanism. {Testimony to Minister 362.2}
But how do men fall into such error? By starting with false premises, and then bringing everything to bear to prove the error true. In some cases the first principles have a measure of truth interwoven with the error, but it does not lead to any just action, and this is why men are misled. In order to reign and become a power, they employ Satan’s methods to justify their own principles. They exalt themselves as men of superior judgment, and they have stood as representatives of God. These are false gods. { Testimony to Minister 364.1}
Ditahun 1896 kembali teguran diberikan kepada kantor pusat di Battle Creek ;
Mereka yang hidup di negeri-negeri yang jauh tidak akan melakukan apa yang menurut pertimbangan mereka benar, kecuali mereka lebih dulu meminta izin ke Battle Creek . Sebelum mereka bergerak maju mereka harus menunggu jawaban ya atau tidak dari tempat itu. –Spesial Tertimony-A(9) 32.
Tidaklah bijaksana memilih satu orang sebagai ketua General Conference. Pekerjaan General Conference sudah meluas, dan ada beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu dipersulit. Suatu kekurangan ketajaman telah diperlihatkan. Harus ada suatu pembagian ladang, atau beberapa rencana lain harus dibuat untuk mengubah pengaturan yang ada sekarang. – Testimony to Minister 342; PPAZ hal 32.
Suara dari Battle Creek, yang sudah dianggap sebagai suatu kekuasaan dalam menasihati bagaimana pekerjaan harus dilaksanakan, bukan lagi suara Allah. –17 Manuscript Release 185; PPAZ hal 33.
Ditahun 1898 kembali teguran kepada General Conference lebih keras lagi diberikan ;
Sudah beberapa tahun berlalu sejak saya(Ellen G. White) menganggap General Conference itu sebagai suara Allah. –17 Manuscript Release 216; PPAZ hal 33.
Dengan kata lain pada saat itu Gaya kepemimpinan di pusat Organisasi Advent telah mengikuti teladan Romanisme-Babel-Kepausan! Mereka menganggap bahwa ‘suara dari GC adalah suara Tuhan dan tidak bisa salah’ sama dengan prinsip bahwa Paus tidak bisa salah. Para pemimpin telah mengakui dan melakukan praktek ketunggalan kepemimpinan dan tidak bisa salah. Prinsip Kepausan yang mengekskomunikasikan para bishop yang tidak mau tunduk dimasa zaman kegelapan kristenitas juga telah dilakukan oleh para pemimpin di GC yang mengekskomunikasikan Ellen G. White. Bolehkah dikatakan bahwa saat itu MAHK telah menjadi Babel itu sendiri ? Bukankah sudah diamarkan bahwa sejak tahun 1844 praktek kejahatan Babel akan memasuki berbagai organisasi? Dan dari tiga prasyarat kejatuhan sebuah Gereja ternyata organisasi MAHK-pun tidak luput dari menerima tanda binatang itu?
Kita kembali mengenang kondisi sesungguhnya(”Infalibility” Kepausan – ‘ketidakbisasalahan’) yang melatarbelakangi peristiwa 1888 didalam tubuh Organisasi MAHK sebagaimana penjelasan Ellen G. White :
“Orang-orang yang telah dipilih Allah untuk melakukan tugas khusus sedang dalam bahaya karena jemaat telah melihat kepada manusia yang seharusnya memandang kepada Allah. Ketika Pdt.Butler menjabat Ketua General Conference, para pendeta telah menempatkan Pdt.Butler dan Pdt.Smith serta beberapa pendeta lainnya di tempat yang sepatutnya hanya untuk Allah sendiri. …..Ada pikiran seorang yang sakit yang mempunyai kuasa mengatur rapat General Conference, dan para pendeta telah menjadi bayangan dan gema dari Pdt.Butler…Kedengkian, pikiran jahat, dan iri hati telah bekerja bagaikan ragi sampai seluruh adonan itu menjadi khamir…Kami(EGW) pikir Pdt.Butler sudah tiga tahun lebih lama dalam memegang jabatannya, dan sekarang segala kerendahan hati dan kelembutan sudah lenyap dari dalam dirinya. Dia mengira jabatannya itu memberikan dia suatu wewenang sedemikian rupa sehingga suaranya itu tidak bisa salah”. –dikutip oleh Dr.A.V. Wallenkampf dalam buku ‘Apa yang Harus diketahui oleh setiap orang Advent Mengenai Masalah Tahun 1888’, hlm 44, IPH 1995.
Prinsip Kepausan yang dapat kita ketemukan adalah ketergantungan umat kepada ‘manusia’ gantinya Allah, kekuasaan ‘Jabatan’ sewenang-wenang, dan pandangan bahwa ‘tidak bisa salah’. Identik dengan “Kepausan” yang justru seharusnya dihilangkan dari sidang yang benar.
Peristiwa tragis selanjutnya adalah amaran Ellen G. White yang diberikan kepada Review and Herald, lembaga penerbitan milik Advent yang waktu itu sangat maju. Namun kemajuan tersebut menyimpan duka dihati Tuhan, pemberontakan kepada Allah, pelanggengan kekuasaan, kepemimpinan tunggal dan tamak akan uang menjadi “tema” runtuhnya Review & Herald.
Kemajuan yang dicapai oleh ‘perusahaan’ penerbitan milik pemelihara hari Sabat menjadikannya sebuah industri yang sangat maju dan perluasan demi perluasan baik sarana fisik dan mesin termasuk para karyawan telah membuat R&H menjadi sebuah komplek mewah dan maju pada saat itu. Seperti kawasan industri bila dibandingkan dengan masa kini. Namun dampak kemajuan dan mengalirnya uang pada akhirnya membuat R&H menjadi sebuah perusahaan komersil. R&H mulai mempekerjakan para professional dengan bayaran lebih tinggi, termasuk juga para karyawan yang bukan pemelihara sabat. Yang menyedihkan adalah R&H juga memproduksi buku-buku fiksi, cerita-cerita Wild West, buku-buku Roma Katolik, literature sex dan buku-buku hypnotis dengan tujuan mencetak keuntungan. Lebih dari itu R&H mulai mengkontrol percetakan Advent lainnya(The Pacific Press) untuk tunduk di bawah koordinasinya.
Ellen G. White tidak henti-hentinya menegor kemerosotan dan penyimpangan ini ;
Managers had lost their sense of justice and responsibility, employees had lost much of their unselfish dedication and consecration. Boards had lost their power to control in right lines. It was a gradual process that was frowned upon by Heaven, and warning after warning had been sounded by God’s messenger. But these were for the most part ignored or scorned. {5 Biography 227.3}
The men in leading positions in the office of publication do not respect either the messenger or the messages graciously given them of God. . . . It is not safe for men who have so little of the spirit of Christ, so little divine enlightenment, to hold positions where they themselves, through temptation, may become tempters to lead into false paths those with whom they are associated.–Ibid. {5 Biography 228.2}
Professedly, these men were working for the interests of the publishing institution. . . . I speak that which I have seen, and which I know to be true. The speculative spirit has been gaining supremacy in the Battle Creek publishing house, and oppression is seen in a marked degree. I must speak plainly, for a power from beneath, a power that works in the children of disobedience, is working in the men who are acting in opposition to the leading of the Holy Spirit. . . . Satan gives them the impression that in their cruel business dealing, they are doing God a service.–Ibid. {5 Biography 230.4}
Dengan sederetan kisah-kisah penyimpangan lainnya dan teguran-teguran yang selalu diberikan oleh Ellen G. White sejak 1888, pada tahun 1901 kembali kejatuhan organisasi GMAHK(para pemimpin di Battle Creek) dinyatakan dihadapan umum “Bahwa orang-orang ini pasti berpijak di tempat yang kudus, menjadi sebagai suara Allah kepada umat, sebagaimana yang pernah kita percayai tentang General Conference—ITU SUDAH LEWAT”. –GC Bulletin, 3 April 1901, hlm 25. Pada akhirnya Tuhan menurunkan Api Murka-Nya pada tanggal 18 February 1902 dan 30 Desember 1902.
Rumah sakit Advent Battle Creek, lembaga Advent yang terbesar dan tersohor di dunia, terbakar habis pada tanggal 18 Februari 1902 dan dilanjutkan dengan dihancurkannya gedung percetakan Review and Herald Publishing Association, juga akibat kebakaran, pada tanggal 30 Desember 1902.
Kemerosotan moral dan masuknya paham-paham romanisne dan sekularisme yang terparah adalah ketika para pemimpin di Batlle Creek mulai menggunakan fasilitas yang dibentuk Allah sebagai sarana pemurtadan. Rumah Sakit Advent yang ditujukan untuk mengajarkan reformasi kesehatan justru mencampur adukkan penggunaan obat, dan bahan-bahan ‘haram’ lainnya ke dalam resep pengobatan. Lembaga percetakan (R&H) yang ditujukan untuk menyebarkan “pekabaran 3 malaikat” justru berencana mencetak buku ‘The Living Temple’ yang berisi ajaran Pantheisme yang sangat menyesatkan. Begitu marahnya Allah akan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di dalam lembaga-lembaga milik GMAHK yang tadinya ditunjuk sebagai penyimpan Mutiara Kebenaran sampai akhirnya Allah dengan geram membersihkan kedua lembaga Advent tersebut dari penyimpangan yang lebih parah.
Apakah Ellen G. White telah mengetahui peristiwa ini? Tiga bulan sebelum kejadian Ellen G. White mengamarkan ;
“I have been almost afraid to open the Review, fearing to see that God has cleansed the publishing house by fire.”–8T, p. 91. {5 Biography 225.1}
Tak ketinggalan Petugas pemadam kebakaran disaat itu menyatakan bahwa Api itu sungguh Aneh :
There is something strange,”’ he said, “’about your SDA fires, with the water poured on acting more like gasoline.”’–P. B. Fairchild to Arthur L. White, Dec. 4, 1965.
Laporan yang dibuat oleh petugas pemadam kebakaran menjadi bukti bagaimana Allah campur tangan dan menggenapi pekabaran malaikat ke-Tiga bahwa “maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba” (Wahyu 14:10). Ya, 14 tahun sejak didengungkan kepada sidang Laodikia, Allah mencurahkan murkaNya karena Organisasi GMAHK telah minum anggur dan mengikuti jalan Babel , mengikuti ‘Kejahatan’ dari Babel . Pekabaran malaikat ke Tiga telah terpenuhi justru di dalam tubuh MAHK sendiri !
Peristiwa-Peristiwa Sejak Kebakaran di Batlle Creek.
Tahun 1903 kembali Ellen G. White mengamarkan tentang akan terjadinya pemurtadan didalam tubuh GMAHK :
The enemy of souls has sought to bring in the supposition that a great reformation was to take place among Seventh-day Adventists, and that this reformation would consist in giving up the doctrines which stand as the pillars of our faith, and engaging in a process of reorganization. Were this reformation to take place, what would result?
1. The principles of truth that God in His wisdom has given to the remnant church, would be discarded.
2. Our religion would be changed. The fundamental principles that have sustained the work for the last fifty years would be accounted as error.
3. A new organization would be established.
4. Books of a new order would be written.
5. A system of intellectual philosophy would be introduced.
6. The founders of this system would go into the cities, and do a wonderful work.
7. The Sabbath of course, would be lightly regarded, as also the God who created it.
8. Nothing would be allowed to stand in the way of the new movement.
9. The leaders would teach that virtue is better than vice, but God being removed, they would place their dependence on human power, which, without God, is worthless.
10. Their foundation would be built on the sand, and storm and tempest would sweep away the structure. {1SM 204.2}
Apakah reformasi dikalangan GMAHK akan terjadi sesudah itu ?
Tidak berhenti dan bertobat dengan Api murka Allah, rupanya Batlle Creek-rumah sakit Advent juga tidak ketinggalan dalam ikut serta melakukan pemberontakan terhadap Allah. Pada sidang GC tahun 1903 salah satu agenda utama yang dibahas adalah krisis keuangan yang dialami oleh Batlle Creek Sanatorium oleh karena hutang. Adalah Dr. Kellogg (seorang anggota komite GC) penyebab timbulnya persoalan ini, ekspansi dalam mendirikan rumah sakit mengakibatkan hutang sebesar $300,000 ditahun 1903. Kellogs beroposisi dengan Daniells(pimpinan GC) yang mendapat support dari Ellen G. White, bahkan dalam salah satu sidang komite keuangan GC (annual council) kellogs menyatakan “Organisasi tidak boleh didominasi oleh orang yang berpendirian tidak ada kebijakan ‘tidak ada hutang’.” Meskipun perlawanan Kellogs ditujukan kepada Daniells tentunya dia juga mengarah kepada Ellen G. White, karena beberapa kali Ellen G. White menegornya ‘bahwa Kellogs berada dijalur yang salah’.
Permasalahan utama bukan hanya terletak pada jumlah utang yang besar, namun atas penggunaan uang-uang tersebut. Adalah rencana dari para pemimpin di Battle Creek untuk membuat Rumah Sakit Raksasa dan Sekolahan Advent Raksasa. Pembuatan Sekolah maupun Rumah Sakit yang besar adalah bukan kehendak Tuhan. Namun strategy evangelisasi yang ditetapkan surga ini dilanggar oleh para pemimpin oleh karena ingin membangun “Giant”. Ini mengulang sejarah pendirian menara Babel dan Tuhan mencerai beraikan pada akhirnya.
Battle Creek menjadi pusat penyimpangan ajaran-ajaran Advent sesudah itu(mempraktekan prinsip-prinsip dunia yang bertentangan dengan tuntunan Roh Nubuat; penggunaan tembakau dan obat-obatan). Masuknya pengajaran-pengajaran baru dan menyimpang, yang diajarkan kepada para murid menjadi perhatian dan pada akhirnya ditahun 1906 Ellen G. White mengatakan :
The warning is given in the Word, “Some shall depart from the faith, giving heed to seducing spirits and doctrines of devils” (1 Timothy 4:1). We now repeat, Parents, keep your children away from Battle Creek . Some of our medical missionary workers are becoming leavened with infidelity. Specious heresy has been taking hold of minds and its threads have been woven into the pattern of the figure. Who is responsible for giving young men and women an education that has left a seducing influence upon their minds? One father writes that of his two children who were sent to Battle Creek , one is now an infidel and the other has given up the truth. {Manuscript Release 760 26.4}
Letters such as this have been coming from different ones. The warning is given me to give to parents, If your children are in Battle Creek , call them away without delay. Satan has come down with great power to work with all deceivableness of unrighteousness.–Ms 20, 1906. (“Preach the Word,” February 7, 1906.) { Manuscript Release 760 27.1}
I have words to speak to you and to others in Battle Creek . I shall go over the ground step by step, just as I am led by the Holy Spirit. It is presented to me that there are some in Battle Creek who are being deceived by men linked together to support one another. I could name individuals, but this may not be necessary. { Manuscript Release 760 27.2}
Battle Creek dan R&H adalah sebuah sejarah bagaimana lembaga yang tadinya Allah tunjuk menjadi “Watchman” ternyata telah menjadi “Harlot”, bagaimana kesalahan, dosa dan menolak amaran dari Tuhan benar-benar terjadi di dalam tubuh GMAHK. Bagaimana kemudian sesudah itu?
Tahun 1915 ketika Ellen G. White tutup usia, satu amaran terakhir dipesankan kepada Gereja :
I am charged to tell our people, that do not realize, that the devil has device after device, and he carries them out in ways that they do not expect. Satan’s agencies will invent ways to make sinner out of saint. I tell you now, that when I am laid to rest, great changes will take place. I do not know when I shall be taken; and I desire to warn all against the devices of the devil. I want the people to know that I warned them fully before my death. –Manuscript 1, February 24, 1915.
Peristiwa apakah yang kemudian terjadi setelah sepeninggal Ellen G. White, sungguh akan membuat kita terpana, terkejut dan bertanya dalam hati, bagaimana mungkin lembaga yang ditunjuk Tuhan sebagai juru kabar dapat berbuat demikian. Bagaimana umat Advent harus bersikap dan bagaimana Allah membersihkan sidang terakhir ini yang telah melakukan kesalahan, dosa dan menolak terang kebenaran yang dikirimkan dari sorga?
Masuknya “Romanisme” – Kebabelan di dalam Jemaat Laodekia.
Kita kembali kepada amaran Ellen G. White ditahun 1903 setelah Review & Herald dihukum oleh Allah. Disitu diamarkan bahwa ; pilar-pilar kebenaran akan diabaikan, agama akan berubah, dasar-dasar kepercayaan dianggap sebagai suatu kesalahan, organisasi baru akan dibentuk, system/tatanan baru akan diperkenalkan, kepandaian akan ditekankan, para pemimpin akan mengajarkannya, namun kepercayaan itu bagaikan berdiri diatas pasir, akan sirna karena semua itu bukan kehendak Tuhan.
Bukankah penyimpangan doktrin di Battle Creek telah menggenapi amaran Ellen G. White tahun 1903, sehingga di tahun 1906 dengan keras Ellen G. White menyerukan untuk ‘menarik’ keluar anak-anak yang disekolahkan disana agar tidak tersesat.
Peristiwa yang terjadi sepeninggal Ellen G. White kemudian, akan membuka mata kita. Pada tahun 1949 kembali secara lembaga Review & Herald melakukan ‘dosa’ melalui pekerja D.E Rebok yang menghapus kata-kata ‘Kristus datang dalam keadaan tubuh berdosa’, yang sangat berkaitan dengan doktrin “Kemanusiaan Yesus” (Baca artikel : Trinitas – Suatu Kebenaran dan Kesesatan). Hal ini terjadi sangat erat hubungannya dengan kejatuhan gereja Protestan, dan GMAHK melalui R&H kembali mengulang kesalahan yang sama yaitu menyamakan dirinya dengan tingkah laku Prostestan yang telah jatuh. Pada tahun-tahun itu dua orang tokoh gereja Protestan, Donald Grey Barnhouse dan Walter Martin sedang mengadakan penyelidikan gerakan-gerakan bidat di Amerika Serikat dan memutuskan meneliti GMAHK untuk mengetahui apakah GMAHK termasuk “bidat” atau “Injili”. Tolok ukur “Injili” yang ditetapkan oleh mereka adalah bila mengakui bahwa “Kemanusiaan Yesus adalah sebelum Kejatuhan Adam” atau Kemanusiaan Yesus adalah tidak berdosa !.
Ketakutan dianggap sebagai aliran “bidat” itulah yang menyebabkan R&H “merevisi” kata-kata/doktrin yang tertulis di dalam buku “Bible Reading for The Home Circle”. Dan sejak tahun 1952 terdengar dua suara dikalangan GMAHK. Pada mulanya, suara yang sama dengan umat Protestant umumnya belum terdengar terlalu lantang, tetapi dengan diterbitkannya buku “Question on Doctrine” pada tahun 1957 oleh Review&Herald, dan digunakannya buku tersebut sebagai buku pelajaran agama di Perguruan-perguruan Tinggi yang mencetak calon-calon pendeta GMAHK, “suara baru” ini berhasil menelan suara asli dari Advent. Pada buku yang sama diajarkan pula penyangkalan bahwa Yesus bukanlah Imam Tertinggi Kabah di Surga, Dia telah melakukannya penebusan itu di kayu salib.
Paling tidak ada 2 ajaran dasar GMAHK yang telah dirubah, dianggap salah dan diperbaharui oleh R&H. Hal ini benar-benar menggenapi amaran Ellen G. White tentang ‘pilar-pilar kebenaran akan diabaikan, agama akan berubah, dasar-dasar kepercayaan dianggap sebagai suatu kesalahan’. Bila benar demikian, kenyataannya apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan Organisasi dan sebagian pemimpin GMAHK? Kejahatan telah memasuki GMAHK! Itu kata-kata yang tepat untuk melukiskan kondisi jemaat sekarang ini.
Pada tahun 1948 gereja-gereja sedunia membentuk sebuah kelompok oikumenis yang disebut dengan World Council of Churches(WCC) dengan tujuan menyatukan seluruh aliran-aliran Kristen. Protestan dan Katolik bersatu dengan berpegang pada asas persamaan doktrin, mempunyai tradisi dan iman yang sama. Beberapa gereja yang tidak bergabung kemudian membuat sebuah kelompok tersendiri yang disebut Christian World Communions(CWC) ditahun 1957 dimana GC-GMAHK termasuk salah satu formatur pembentuknya (visit: www.wcc-coe.org/wcc/links/church.html#ewe ) Apakah ini menggenapi amaran Ellen G. White tahun 1903 ‘organisasi baru akan dibentuk, system/tatanan baru akan diperkenalkan’. Kita menyebutnya itu sebagai “Ecumenical Movement”. Dan ketakjuban kita akan semakin bertambah bila mengetahui siapakah sebenarnya ‘creator’ dibalik gerakan Ecumenical ini. Benar! Gereja Roma Vatican.
The powerful Augustin Cardinal Bea….organized “ecumenical gatherings” that included not only Roman Catholics and Protestants as usual, but Jews and Muslims as well. In time, as was only logical, Buddhists, Shintoists, animists and a host of other non-Christian and even nonreligious groups would find a place in the poorly and broadly defined new “Ecumenism.” –Malachi Martin, The Keys of This Blood, Touchstone, New York 1990.
Semenjak Kongres Vatican II, GC-GMAHK melalui salah satu pendetanya pastor B.B Beach menjalin hubungan yang erat dengan Vatican maupun kelompok WCC itu. Hubungan baik itu nampak dalam kerjasama dan pertemuan semiofficial dengan pemimpin-pemimpin mereka.
“The Seventh-day Adventists is an associate of the National Council of Churches…..The Seventh-day Adventists have been affiliated with a unit of the Council since its formation in 1950” Letter From National Council of Churches (USA), March 21. 1960.
Kita tidak mengerti apakah pada saat itu GMAHK telah bersatu atau tetap beroposisi dengan Vatican maupun gereja-gereja yang telah jatuh. Bagaimana mungkin terang dan gelap dapat bersatu? Bagaimana mungkin umat Allah dapat bersatu dengan orang yang tidak percaya pekabaran 3 Malaikat, bagaimana mungkin kebenaran disamakan dengan kesalahan, dan bagaimana mungkin gereja yang benar dapat bersatu dengan gereja yang telah jatuh? Tahun 1948 seiring dengan merdekanya Negara Israel, merupakan awal perubahan ‘organisasi baru’ dimana system/tatanan agama baru mulai diperkenalkan. Sedikit demi sedikit kemudian GMAHK akan semakin masuk kedalam lingkaran itu sampai akhirnya seluruh amaran Ellen G. White akan terjadi.
Tahun 1973, pendeta GMAHK Bert Beverly Beach yang telah begitu dekat hubungannya dengan WCC bersama-sama dengan Lukas Vischer-Sekertaris World Council of Churches bekerja sama membuat sebuah buku berjudul “So Much In Common” diterbitkan oleh World Council of Churches, Geneva, Switzerland. Dalam salah satu bab berjudul “Between the World of Council of Churches and the Seventh-day Adventists Church ” dijelaskan bahwa kerjasama antara GMAHK Church dan World Council of Churches dimulai sejak kongres Vatican II.
In view of the fact that informal conversations between the World Council of Churches and the Seventh-day Adventist Church have been taking place on a regular basis for over four years, it is not inappropriate to consider the significance of these contact and take stock of what has been accomplished so far. –Bert B. Beach, So Much in Common, page 98.
Tidak lama sesudah itu pada tahun 1974, Neal C Wilson, former General Conference mengeluarkan pernyataan sbb :
“Although it is true that there was a period in the life of the Seventh-day Adventis Church when the denomination took a distinctly anti Roman Catholic viewpoint…. That attitude on the church’s part was nothing more than a manifestation of widespread anti-popery among conservative Protestant denominations in the early part of this century and the latter part of the last, and which has now been consigned to the historical trash heap so far as the Seventh-day Adventist Church is concerned.” –Court Transcript of United State vs the Seventh-day Adventist Church, Equal Employee Opportunity Commision vs the Pacific Press Publishing Association and the General Conference, Reply Brief for Defendants, p 4, Civil Case #74-2025 CBR, presided over by Judge Charles B Renfrew, U.S. District Courth, San Francisco, California, 1974-1975.
Tahun 1977 terdapat peristiwa yang menggemparkan dilingkungan GMAHK, tepatnya pada hari Rabu tanggal 18 Mei 1977 Paus Yohanes Paulus VI menerima medali emas yang dipersembahkan oleh wakil dari “World Confessional Families”, hadir diantaranya adalah Bishop John Howe dari Anglican Advisory Council dan Mr. B.B. Beach dari Seventh-day Adventis Church. Pertama kali dalam sejarah perwakilan dari gereja-gereja bertemu dengan Paus.
The Conference of Secretaries of world Confessional Families was organized twenty years ago, and its founder was the First Secretary of the Anglican Advisory Council, Bishop John Howe. The present Secretary of the Conference and at the same time the First Secretary of the Seventh-day Adventist Church, Mr. Beach, made a statement at the Vatican Radio emphasizing the importance of this first meeting of Adventists with the Pope. Word for word, this is what he said: “It was a great honor for me, as the Secretary of the Conference, to be present here in Rome , in audience with the Holy Father. On this occasion I presented to the Pope a book* about the world wide work of the Adventis church.” –Glas Koncila ( Surat Kabar Catholic di Yugoslavia), June 5 1977.
(* The book presented was the Adventist missionary book Faith in Action, and the medallion was a gold-covered symbol of the Seventh Adventist Church . The medallion is an engraved witness to the Adventist faith in Christ as Creator, Redeemer, and soon-coming Lord, in the cross and Bible, and in the lasting validity of the Ten Commandments. While the other commandments are represented simply as Roman numerals. the words of the fourth- ‘Remember the sabbath day, to keep it holy” are written out.)
Di tahun 1981 kembali Neal C Wilson, former General Conference mengeluarkan pernyataan :
“……there is another universal and truly Catholic Organization, the Seventh-day Adventis Church .” –Adventis Review, Maret 5, 1981, hal 3.
Apakah ini sebuah kebetulan ataukah penggenapan dari amaran Ellen G. White 1903 yang berbunyi “kepandaian akan ditekankan, para pemimpin akan mengajarkannya” apa yang telah terjadi dengan pemimpin GMAHK (GC) sebuah kompromi ataukah sebuah taktik untuk menyerukan “Hai sahabatku anda telah jatuh….bertobatlah engkau, tinggalkan ajaran Romanisme!”. Seruan pertobatan tentunya tidak diiringi pemberian medali dan sebuah pengakuan bahwa tidak ada bedanya kami dengan Katolik, karena sesungguhnya GMAHK-lah Organisasi Katolik yang sesungguhnya!
Tidak heran sebagian umat dan tokoh-tokoh GMAHK-pun terpukau sehingga berucap “We praised the pope for sounding like an Adventis or protestant preacher, and suggested God was using this pope to bring the gospel to the Catholics” –Review, September 19, 1993, Miriam Widmer.
Jabat erat antara GMAHK dan Vatican terus berlangsung hingga tahun 1995 disidang GC Nederland, bendera Vatican berkibar ditengah-tengah sidang GC. Di tahun yang sama rumah sakit Advent di Colorado , USA bekerjasama dengan Roman Catholic Health System.
You are not to unite with unbelievers in medical work. Neither is this the Lord’s plan. His word to you is, ‘Be ye not unequally yoked together with unbelievers: for what fellowship hath righteousness with un righteousness. –Medical Ministry, p 44.5
Adalah menarik bila kita mengamati fenomena yang terjadi di masa Paus Yohanes Paulus II memimpin Vatican. Begitu banyak perubahan yang terjadi diagama-agama dunia, politik dan juga di dalam lingkungan MAHK sendiri. Pada tahun-tahun ini tepatnya tahun 1995 dikeluarkan sebuah buku yang berjudul “Apa yang Harus diketahui oleh setiap orang Advent Mengenai Masalah Tahun 1888” yang ditulis oleh Dr.A.V. Wallenkampf terbitan IPH(dari terjemahan terbitan General Conference).
Di tahun yang sama Prof.Dr.Desmond Ford seorang ‘tokoh’ MAHK menerbitkan sebuah buku berjudul “Good News For Adventist” namun beliau mengajarkan kesalahan-kesalahan Ellen G. White maupun kesalahan Organisasi GMAHK. Beberapa statement beliau dapat kita ketahui sbb ;
“SDA sekarang ini sangat bertentangan dengan dunia Kristen, ajarannya merupakan satu benteng pemisah” –hal 24.
Bulan September 1995 Ford mengeluarkan edisi khusus berjudul “Traditional Advent and Evangelical Advent” yang menuduh bahwa E.G White adalah seorang penjiplak(plagiat), sehingga pilar-pilar kebenaran yang diajarkan oleh E.G.White sesungguhnya adalah hasil pemikiran pendeta-pendeta lainnya.
Hasil dari sepak terjang Ford berakibat pemutusan hubungan antara Organisasi MAHK(GC) dengan kelompok Ford yang kemudian menyeret kurang lebih 1/3 pendeta dan jemaat Australia beroposisi dengan Organisasi resmi MAHK.
Kita tidak bisa mengerti mengapa peristiwa Ford bisa terjadi. Selain karena Ford merasa diri benar (karena beliau menyombongkan hasil penelitian maupun gelar pendidikannya) sesungguhnya roh kerendahan hati telah menjauh dari Ford. Peristiwa yang sama dialami oleh AT. Jones dan Waggoner ketika pada akhirnya mereka ‘terhilang’ karena menganggap Pdt.Smith tidak tahu apa-apa, demikian pula Ford pada akhirnya terhilang.
Satu-satunya informasi yang mungkin bisa mengungkap misteri ini adalah “Desmond Ford adalah seorang Jesuit yang sejak lama disusupkan ke dalam tubuh GMAHK.” Informasi ini didasarkan atas pengakuan seorang Jesuit yang keluar dari ordo tersebut dan menjadi misionaris-oposisi diluar organisasi Vatican. Sebab itulah yang kemungkinan merupakan strategy dari Ford, pada akhirnya mengajarkan bahwa GMAHK harus menyatu dengan dunia Kristen lainnya, berikut pula ajaran-ajaran MAHK harus berubah menjadi ‘evangelical’, sejalan dengan misi eikumenis yang dilancarkan oleh Paus Yohanes Paulus II.
Apakah ada yang sudah berubah dengan tulisan amaran Ellen G. White karena tulisan itu terjadi dahulu di Battle Creek, bahwa Allah tidak ada pernah merencanakan di dalam pekerjaan-Nya penyatuan antara GMAHK dan Katolik maupun gereja-gereja yang telah jatuh ?
Memang mengherankan mengapa setelah tahun-tahun tersebut banyak sekali perubahan terjadi di dalam Roma Vatican termasuk juga di dalam tubuh MAHK sendiri. Mata dunia terpukau dengan kebijakan-kebijakan Roma Vatican akhir-akhir ini dan perubahan di dalam tahtanya. Semenjak Paus Yohanes Paulus II memimpin (1978-2005), perlu diakui bahwa Vatican kemudian menunjukkan perubahan yang luar biasa. Bila berabad-abad Vatican menutupi sejarah gelap Inkuisisi, Paus Yohanes Paulus II justru meminta maaf di tahun 1999. Sikap Vatican lebih lunak terhadap Protestant, bila dahulu menganggap Protestant adalah “sesat” sekarang Vatican mengatakan sebagai saudara. Vatican menunjukkan roh kerendahan hati dan mengakui kesalahan dan dosa-dosa putra-putrinya pada waktu yang lampau.
Tidak heran bila salah seorang pemimpin GMAHK di Divisi Trans-Europe mengeluarkan pendapatnya :
“…..Honestly demands an acknowledgment that in recent decades Roman Catholicism has changed in positive ways in most parts of the world…..Furthermore, the Catholic Church has formally accepted the principle of religious freedom [only as a façade]. It is not fair to suggest that these and other positive developments are just window dressing and must, in fact, be watched with suspicion” –Reinder Brinsma, Adventists and Catholics: Prophetic or Prejudice?, Spectrum, Summer 1999.
Apakah Roma benar-benar akan bertobat karena telah menunjukkan tanda-tanda pengakuan dosa dan segudang tindakan-tindakan moral yang memukau mata bangsa-bangsa. Apakah GMAHK yang selama ini dibekali oleh kesaksian roh melupakan tuntunan Tuhan dan mengabaikannya juga dan menerima jabat erat Roma Vatican dan ikut dengannya?
Melihat perubahan-perubahan dan terobosan-terobosan yang dibuat oleh Paus Johanes Paulus II, didorong oleh tuntunan Tuhan, Woodrow W. Whidden, professor of Religion di Andrews University, Michigan mengamarkan melalui Adventis Review May 25, 2000 ;
“When these four key tests are applied to the Roman Catholic religious system, the sad but inescapable conclusion is that papal Rome is still the great power…”
Mengapa tulisan Woodrow dimuat, karena pada tahun-tahun itu banyak independent ministry yang dengan keras dan terbuka menyerang Paus dan Roma Katolik dengan memakai nama GMAHK dan dianggap membawa dampak membahayakan/memalukan denominasi GMAHK. Bahkan selanjutnya Organisasi Advent(GC) mengambil tindakan hukum(melalui pengadilan negeri Florida ) melarang salah satu gereja Advent untuk menggunakan nama GMAHK dalam mengajarkan anti Katolik. (Peristiwa penganiayaan juga terjadi kepada jemaat GMAHK di masa pelayanan Edson(anak Ellen G. White) dibagian Selatan Amerika oleh GC (1901-1921); GMAHK German pada waktu PD I 1914; -/+ 1300 Jemaat GMAHK Hungaria tahun 1983; Jemaat GMAHK di Kenya Selatan tahun 1986; dan di beberapa tempat lainnya termasuk di Indonesia .
Dan hendaklah diingat, adalah kesombongan Roma bahwa ia tidak pernah berubah(never changes). Dan seandainya ia mempunyai kekuasaan, ia akan menjalankan prinsip-prinsip itu sekarang sama seperti pada abad-abad yang lampau…Roma bertujuan untuk menegakkan kembali kekuasaannya untuk memulihkan kembali keunggulannya yang hilang…dan kemenangan Roma di negeri ini(Amerika) sudah dipastikan. –The Great Controversy, p 581.1
Terjemahan perihal diatas dalam edisi bahasa Indonesia terdapat kesalahan(tidak pernah salah), konteks bahwa Roma tidak pernah berubah menjadi hilang disamarkan dengan Roma tidak pernah salah. Semoga ini bukan suatu kesengajaan pula yang dibuat oleh Roma Vatican dalam meng-’edit’ buku-buku Roh Nubuat.
Rupanya Organisasi Advent melalui beberapa pemimpinnya sudah menabur bibit-bibit ketidakpercayaan kepada tuntunan Roh Nubuat, dengan jalan kompromi beberapa pemimpin GMAHK dengan bangganya mengatakan bahwa pandangan Adventist terhadap Katolik sudah berubah, “and which has now been consigned to the historical trash heap so far as the Seventh-day Adventist Church is concerned.” – Neal C Wilson, former General Conference.
Tanpa disadari ataukah menggenapi amaran Ellen G. White ditahun 1903 tentang “Our religion would be changed. The fundamental principles that have sustained the work for the last fifty years would be accounted as error”, ternyata usaha-usaha mempertahankan ‘fundamental priciples’ benar-benar berubah. Meskipun pernyataan itu dikeluarkan oleh Pemimpin resmi di organisasi GMAHK namun tidak semua umat GMAHK berpandangan demikian, namun secara lembaga pemimpin GC telah mewakili seluruh GMAHK dan dengan demikian begitu pulalah pandangan dari GMAHK waktu itu.
Tahun 2002 muncul fenomena lain yang ‘disajikan’ oleh seorang Profesor Dr Samuel Bachiocchi yang sangat terkenal dengan bukunya “From Sabath to Sunday”. Kali ini ajaran yang dibawa adalah ‘Islam adalah Antikristus”. Tentunya gerakan Samuel Bachiocchi telah dimulai bertahun-tahun sebelumnya dan mengundang minat banyak kalangan Adventis, begitu mengesankan beliau menjelaskan tentang Sabat dan dasar-dasar pemikiran Advent lainnya sehingga banyak sekali ‘penganutnya’ dan diundang keberbagai seminary maupun gereja-gereja Advent diseluruh dunia. Yang menarik adalah pada akhirnya beliau berseberangan dengan E.G White, selain mengajarkan Islam adalah bagian dari Antikristus.
Banyak kalangan yang mengatakan Bachiocchi juga seorang Jesuit, namun hal ini belum bisa dipastikan karena perihal keorganisasian Jesuit merupakan rahasia yang tidak mungkin diungkapkan terang-terangan. Yang jelas kedekatan hubungannya dengan Vatican maupun Paus tidak diragukan.
Satu-satunya kemungkinan adalah pengawasan melalui ajaran yang diajarkannya, yaitu ketika dunia Kristen mayoritas mulai mengarah kepada perang Israel-Arab, pembentukan Zionis Kristen dalam membela kepentingan Israel untuk membangun kota suci Yerusalem, memang terdapat sebuah skenario global menyudutkan Islam menjadi tertuduh dan menggenapi sebagai si-Antikristus.
Kita tidak dibenarkan menuduh, namun berdasarkan cara-cara pengkhianat Advent dan amaran Roh Nubuat memberikan panduan kepada umat Advent untuk berhati-hati ;
“Penipuan setan yang paling akhir adalah membuat kesaksian Roh Allah itu tidak berarti. Setan akan bekerja dengan banyak akal, dengan berbagai cara untuk menggoyahkan keyakinan umat Allah yang sisa terhadap kesaksian yang benar”. –1 SM 48.
“Adalah rencana setan untuk melemahkan iman umat Allah terhadap kesaksian-kesaksian itu, kemudian akan menyusul keragu-raguan akan dasar utama dari iman kita, lalu meragukan Kitab Suci.” –4 T 211.
Pada mulanya mereka (pengkhianat-pengkhianat) akan mencari popularitas agar mendapat simpati dan kepercayaan, setelah itu sedikit-demi sedikit mulai mengajarkan hal-hal yang agak menyimpang dari dasar utama iman Advent, kemudian akan mulai meragukan Roh Nubuat ataupun pembawanya E.G. White yang pada akhirnya ketika terjadi pertentangan dengan para “Watchman (pengamat)” yang masih setia, mereka akan berhasil membawa keluar umat Advent yang tidak kuat dasar-dasar imannya untuk melawan kebenaran yang kita miliki.
Kita dapat melihat bahwa ketergantungan kepada kepintaran manusia, gelar-gelar Profesor, DR, ahli Teologia lebih diterima daripada ketergantungan kepada pimpinan Allah. Itu merupakan ciri-ciri yang bisa kita lihat melalui sejarah masuknya ‘Romanisme’ ke dalam setiap organisasi agama termasuk di dalam sejarah MAHK sendiri. Ketika orang yang ditinggikan menggantikan pencerahan murni dari Roh Allah, pada saat itulah ke-Babelan telah merayap memasuki pikiran dan akhirnya menjadi tingkah laku yang membawa umat tersesat dari jalan yang lurus, dasar-dasar iman Advent.
Terlalu banyak hal-hal yang bila diuraikan satu-persatu akan dengan mudah menunjukkan “kejahatan yang telah masuk” yang terjadi di dalam organisasi MAHK. Baik dilingkungan Divisi, Uni, Konfrens maupun Jemaat-jemaat setempat baik konteks GMAHK sedunia maupun di-Indonesia. Penyimpangan dalam hal keuangan merupakan hal yang sering terdengar di tingkat Divisi, Uni & Konfrens dimanapun; penyimpangan akan kekuasaan yang dilakukan oleh para pemimpin dan pendeta bukan hal baru lagi; penganiayaan, fitnah dan pembentukan opini jelek terhadap orang awam(& independent ministry) yang bekerja dengan tulus bukanlah hal baru; penyimpangan para pendeta yang hanya mengejar kedudukan, KKN, penyimpangan sexual, mengutamakan kesukuan & kekeluargaan, kebutuhan keluarga dan kelangsungan sekolah anak-anaknya bukanlah hal yang luar biasa; penguasaan di dalam jemaat oleh beberapa Ketua Sidang menjadi perbincangan disana-sini; praktek baptisan yang hanya mengejar jumlah baptisan dan pertambahan anggota, manajemen gereja yang sudah keduniawian itulah yang sedang masuk ke dalam jemaat Tuhan yang terakhir. Kejahatan demi kejahatan mulai menggerogoti bahtera yang tadinya bertugas sebagai penyelamat jiwa-jiwa.
Mana yang benar : GMAHK bukan Babel atau Anggota GMAHK bukan Babel ?
Bila sedemikian parah kemerosotan dan teguran keras dari utusan Tuhan beserta bukti-bukti nyata di atas, bagaimanakah ‘Kesaksian Roh’ memberikan arahan bagaimana bahtera ini akan berlayar. Bukankah ini sidang terakhir? Apakah mungkin jemaat terakhir dapat dikatakan sebagai Babel Rohani dan tergolong sebagai gereja yang telah jatuh juga?
Ditengah-tengah para peserta sidang yang menolak pekabaran 1888 Ellen G. White memastikan masih adanya hamba-hamba Tuhan yang setia, yang mendengar dan menerima amaran Tuhan dan ikut serta mengabarkannya kemudian.
Ditengah-tengah kejatuhan Battle Creek, kepada E.G Daniel-pemimpin General Conference Allah memberi dukungan melalui Ellen G. White. Hubungan kedua hamba Tuhan itu sangatlah erat. Daniel mendapat dukungan penuh dari Ellen G. White untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi pada waktu itu. Meskipun demikian suara minoritas akhirnya kalah dengan mayoritas kebabelan dari para pemimpin yang mulai menguasai Organisasi GMAHK. Pada dasarnya Tuhan masih memiliki umat-umatNya yang tersisa dan tersembunyi ditengah-tengah sebagian besar pemelihara Sabat yang hanya di bibir saja.
Sebut saja salah satu tokoh contoh penyimpangan ini. Uriah Smith. Pandangan Uriah Smith sejak mula-mula telah banyak menimbulkan permasalahan. Pertama kali beliau mengajarkan bahwa Turki adalah Antikristus bukan Paus sejak meninggalnya James White thn 1881, kemudian di dalam peristiwa 1888 Uriah Smith adalah salah satu pimpinan di GC yang dengan keras menolak amaran dari A.T Jones dan Waggoner. Setelah melalui proses yang panjang dan teguran demi teguran dari Ellen G. White pada akhirnya Uriah Smith bertobat dan kembali kepada kebenaran 10 tahun sebelum Battle Creek dibakar Api. Namun ada juga pemimpin-pemimpin GMAHK yang tetap tidak bertobat meskipun berkali-kali Ellen G. White memberikan tegoran misalnya John Harvey Kellog atau bahkan seseorang yang ‘dipilih’ seperti A.T.Jones. Sangat disesalkan A.T Jones yang dipilih oleh Tuhan sebagai pembawa ‘tegoran’ kepada GMAHK justru pada akhirnya hilang dari iman.
Peringatan-peringatan amaran yang serius, yang dinyatakan dengan pemusnahan fasilitas-fasilitas pekerjaan yang sangat disayangi, terucap kepada kita: “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan” (Wahyu 2:5).
Gereja sudah gagal, gagal secara menyedihkan, untuk memenuhi keinginan Penebusnya, namun TUHAN TIDAK MENARIK DIRI dari UMAT-NYA. IA masih tinggal dengan mereka, bukan karena sesuatu kebaikan yang ada dalam diri mereka, tetapi supaya nama-NYa tidak dihinakan dihadapan musuh-musuh kebenaran dan kesalehan, agar kaki tangan Iblis tidak berjaya dalam kebinasaan umat Allah. IA telah lama bersabar dengan pemberontakan, ketidakpercayaan dan kebodohan mereka. Dengan panjang sabar dan belas kasihan yang ajaib IA telah mendisiplin mereka. Kalau mereka mau mempedulikan petunjuk-NYA, niscaya IA akan menghapuskan kecenderungan-kecenderungan pelanggaran mereka, menyelamatkan mereka dengan keselamatan yang kekal dan menjadikan mereka sebagai monumen-monumen abadi dari kuasa anugerahNya. –Special Testimony, 13 November 1901.
Kita harus ingat bahwa gereja ini, sekalipun lemah dan cacat, adalah satu-satunya sasaran dibumi ini dimana Kristus mencurahkan perhatian-Nya yang tertinggi. IA senantiasa mengawasinya dengan perhatian, dan menguatkannya dengan Roh Kudus-Nya. –2 SM 396 (1902).
Kecuali GEREJA, yang sekarang sedang dipenuhi dengan ragi kemurtadannya sendiri, mau MENYESAL dan BERTOBAT, maka ia akan memakan buah perbuatannya sendiri sampai ia tidak menyukai dirinya sendiri. Apabila gereja ini menolak kejahatan dan memilih yang baik, bilamana ia mencari Allah dengan segala KERENDAHAN HATI dan mencapai penggilannya yang luhur di dalam Kristus, berdiri di atas panggung kebenaran abadi dan oleh iman bersandar teguh pada keberhasilan yang disediakan baginya, maka ia akan disembuhkan. Gereja ini akan tampak dalam kesederhanaan dan kemurnian yang diberikan Allah, terpisah dari ikatan-ikatan duniawi, menunjukkan bahwa kebenaran telah membuatnya benar-benar bebas. Maka PARA ANGGOTANYA sungguh-sungguh adalah pilihan Allah, wakil-wakilNya. –8 Testimony 247-251 (21 April 1903).
Kembali kita belajar dari sejarah. Dari 2 peristiwa besar pemurtadan GMAHK, 1888 dan 1902. Tidaklah berarti seluruh bangunan GMAHK runtuh meskipun Organisasi secara nyata telah menolak amaran Tuhan, berdosa dan mendukakan Roh Allah bahkan menerima Api murka Allah. Allah masih menyimpan permata-permataNya, hamba-hambaNya di dalam organisasi GMAHK yang tetap setia dengan iman dan pengharapan yang benar. Bersama merekalah Tuhan masih tinggal. Melalui merekalah amaran Tuhan diberikan kepada Organisasi. Meskipun hanya satu yang berdiri di antara seluruh anggota GMAHK yang murtad, Tuhan tetap akan memelihara sidang dalam arti melihat UMAT-Nya dalam sidang yang telah jatuh ini sampai kesudahannya. Mereka berdiri sebagai pribadi-pribadi bukan sebagai bagian organisasi yang telah jatuh.
Dalam banyak kisah di Alkitab, Tuhan mencontohkan peristiwa-peristiwa ini. Air Bah, Sodom Gomora, ketika amaran Tuhan datang ditengah-tengah kemerosotan moral dan kerohanian masyarakat waktu itu, selalu berakhir dengan penolakan oleh kaumnya. Namun ketika waktu penentuan telah usai, hukuman Allah tetap akan turun atas orang-orang berdosa, ditengah-tengah mayoritas masyarakat yang telah menolak amaran Tuhan tersebut selalu Tuhan masih menyimpang sebagian kecil hamba-hambaNya yang setia.
Hal ini menunjukkan Kasih Tuhan kepada jemaat terakhir-Nya. “Barangsiapa Kukasihi ia Kutegur”. Dalam setiap masa, ketika gereja Advent telah mulai menyimpang maka Tuhan melalui kesaksian Roh memberi teguran, sampai-sampai Api murka ditimpakan kepada Battle Creek. Penyimpangan-penyimpangan ini akan senantiasa terjadi dan utusan-utusan Tuhan sebagai penjaga akan terus bermunculan di setiap masa, sampai suatu saat kesalahannya organisasi sudah sampai kelangit, pada saat itulah pintu kasihan tertutup dan para umat Allah yang setia akan ditampi.
Penampian ini tidak membuat umat Allah yang benar keluar dari jemaat terakhir, penampian ini justru membuat sekam keluar dari gandum yang asli. Yang tidak setia keluar dari barisan, dan barisan itu bukan organisasi maupun status keanggotaan dalam organisasi MAHK, melainkan Iman dan Pengajaran yang benar yang dimilikinya yang disebut sebagai ‘Pilar-pilar Kebenaran’.
Gereja bisa saja kelihatan seperti hendak runtuh, tetapi itu tidak runtuh. Gereja tetap berdiri, sementara orang-orang berdosa di Sion akan ditampi-sekam akan dipisahkan dari gandum yang berharga. Ini merupakan suatu siksaan yang mengerikan, namun demikian itu harus terjadi.–2 SM 380 (1886).
Sebuah pernyataan serius saya sampaikan kepada jemaat, bahwa tidak ada satu diantara duapuluh nama-nama yang tercatat dalam buku jemaat yang bersedia untuk mengakhiri sejarah mereka di dunia ini, bahkan sama saja seperti orang-orang berdosa umumnya yang tidak berTuhan dan tanpa pengharapan di dunia ini. –Christian Service 41 (1893).
It is a solemn statement that I make to the church, that not one in twenty whose names are registered upon the church books are prepared to close their earthly history, and would be as verily without God and without hope in the world as the common sinner. They are professedly serving God, but they are more earnestly serving mammon. This half-and-half work is a constant denying of Christ, rather than a confessing of Christ. So many have brought into the church their own unsubdued spirit, unrefined; their spiritual taste is perverted by their own immoral, debasing corruptions, symbolizing the world in spirit, in heart, in purpose, confirming themselves in lustful practices, and are full of deception through and through in their professed Christian life. Living as sinners, claiming to be Christians! Those who claim to be Christians and will confess Christ should come out from among them and touch not the unclean thing, and be separate. . . . {ChS 41.1}
Tidak ada satu diantara duapuluh nama yang masih tercatat dijemaat menunjukkan kondisi sidang Laodekia terakhir. Bahwa kesembilan belas nama tersebut masih berada di jemaat, di organisasi, di tubuh GMAHK sedunia termasuk di jemaat terkecil di Indonesia. Mereka menguasai sidang, mereka mempunyai sifat kebabelan, mereka adalah sekam yang akan terbuang dan keluar dari barisan karena mereka sama saja seperti orang-orang berdosa lainnya…badan mereka berada di dalam gereja namun pikiran dan hati mereka sudah menjadi Babel. Secara ibadah mereka berbakti pada hari Sabat namun itu hanya pengakuan mereka saja.
Dasar pengertian ini membuat kita memandang ke depan dengan IMAN. Meskipun organisasi GMAHK dan banyak pemimpin dan pendeta telah meninggalkan tugas utama mereka, Tuhan tetap melihat penderitaan umat-umatNya. Organisasi yang telah dikuasai oleh para pemimpin yang tidak menjalankan tugas yang diberikan Tuhan, mengutamakan kekuasaan sebagaimana kepausan dan Romanisme, melakukan aniaya kepada kalangan sendiri, menolak terang, menuduh dan memandang negative sebagaimana sejarah masa lalu menjadi bukti bahwa dibalik kejatuhan mereka, akhir dari peperangan ini, umat-umat Tuhan akan sanggup bertahan sampai kesudahannya dan muncul sebagai pemenang, karena Roh Nubuat telah mengamarkan hal itu. Nuh telah berhasil mempertahankan iman dan keluarganya, Lut berhasil menyelamatkan keluarganya meskipun istrinya tertinggal. Umat-umat Allah yang tersisa dari gereja-gereja yang jatuh akan -bersatu dalam satu IMAN dan PENGAJARAN YANG SAMA. Keluar dari POLA PIKIR ke-Babel-an! dari gereja-gereja yang telah jatuh!
Hal ini merupakan arti lain dari sidang yang ‘suam-suam kuku’. Bahwa di dalam sidang yang suam-suam kuku terdiri dari sesuatu yang dingin dan sesuatu yang panas. Di dalam GMAHK yang suam-suam kuku, akan terdapat umat-umat Tuhan yang ‘panas’ dan juga yang ‘dingin’, keduanya bersatu sehingga menjadi suam-suam, sampai suatu saat yang dingin akan menguasai gereja, pada saat itulah pemanggilan keluar akan terjadi. Gereja telah jatuh karena dikuasai yang bukan umat Tuhan.
Sebagai jemaat kita tidak bisa menyalahkan mengapa kejahatan ini telah masuk kedalam Organisasi MAHK, mengapa sidang MAHK suam-suam. Karena hal itu masuk melalui individu-individu yang tidak melengkapi diri dengan dasar iman yang kuat. Individu-individu inilah yang kemudian mulai menguasai Organisasi, dan umat Allah yang benar teraniaya. Kita perlu membedakan antara ke-organisasian dan ke-individuan, antara masuknya kebabelan dari sisi politik strategy Vatican dalam menjalankan misinya menguasai seluruh organisasi agama di dunia termasuk GMAHK dan masuknya konsep-konsep Babel dalam pola hidup setiap individu.
Adalah tanggung jawab setiap orang untuk bergantung kepada Allah, dengan mempelajari kebenaran Kitab Suci sebagaimana Roh Kudus akan mengajarkan hal-hal yang benar kepadanya, dan bukan bergantung kepada Organisasi maupun kepada tokoh yang pintar dan terkenal.
Relevansi Tulisan-Tulisan Ellen Gould Harmon Pada Masa Kini (di Indonesia)
ELLEN G. WHITE mengatakan mengenai tulisan-tulisannya ;
Never have testimonies been more clearly brought before the people than those that have recently been traced by my pen. God bids me urge upon the attention of our people the importance of their study. Let this work begin now. Then, whether I am permitted to labor or am laid away to rest until Jesus comes, these messages are immortalized. –1SM 56.3.
Ya, Tuhan meninggalkan “penuntun” untuk menguji segala sesuatu yang akan terjadi sepeninggal Ellen G. White. Tulisan-tulisan itu akan senantiasa berbicara sebagai penuntun, pendamping dan sejarah yang dicontohkan kepada umat yang datang kemudian. Itu merupakan contoh bagaimana cara kerja Allah dalam menyelesaikan setiap masalah, memberikan petunjuk dan memberikan jalan keluar dari suatu masalah. Namun juga tulisan-tulisan Ellen G. White terkadang dijadikan sebuah doktrin mutlak, segala sesuatu harus didasarkan tulisan Ellen G. White bila tidak berarti salah. Tidak ada bedanya dengan suatu pengkultusan ‘roh nubuatan’.
Kembali Ellen G. White memberikan penjelasan tentang ‘cara’ penggunaan tulisan-tulisan beliau ;
Regarding the testimonies, nothing is ignored; nothing is cast aside; but time and place must be considered. Nothing must be done untimely. Some matters must be withheld because some persons would make an improper use of the light given. {1SM 57.2} 1907.
Mengenai kesaksian roh, tidak ada yang diabaikan; tidak ada yang dikesampingkan; tetapi waktu dan tempat harus diperhatikan. Tidak ada sesuatu diberikan tanpa pertimbangan waktu. Beberapanya harus dipertahankan karena beberapa orang akan menggunakan terang yang diberikan dengan tidak bijaksana.
Dengan jelas Ellen G. White mengamarkan bahwa tulisan-tulisannya tetap akan valid sampai kapanpun, dengan pertimbangan tempat dan waktu. Akan ada beberapa orang tertentu yang akan menggunakan tulisan-tulisan Ellen G. White dengan tidak benar. Termasuk tulisan ini juga bisa dikatakan tidak benar bila ternyata tidak sesuai dengan tempat dan waktu. Untuk itulah kita akan menguji mana yang benar, bijak dan mana yang justru palsu.
Tempat dan waktu merupakan pertimbangan penting dalam menterjemahkan tulisan dan contoh-contoh peristiwa dahulu. Ditinjau dari “waktu” tentu tulisan Ellen G. White sudah terjadi dahulu, meski ada sebagian yang belum terjadi. Dan apabila ditinjau dari “tempat” tulisan Ellen G. White tentu lebih tepat dikatakan sebagai nubuatan untuk Amerika. Kita perlu merenungkan bahwa skenario besar pertentangan Sabat dimulai “di Negara Kita(Amerika)” kata Ellen G. White berdasarkan nubuatan dalam buku Maranatha. Lebih jauh lagi hampir seluruh peristiwa-peristiwa yang dinubuatkan terjadi di Negara Amerika, bukan di Timur Tengah, Eropa maupun Indonesia. Ambil contoh : nubuatan bintang berguguran terjadi di New England/Massachuset, gempa terjadi di Lisbon yang terasa sampai Amerika, matahari gelap terjadi di Amerika semuanya berada di Amerika. Larangan minum Teh/Kopi, makan mentega, susu perlu diuraikan dalam konteks kondisi sosial budaya Amerika dan hal itu perlu diterangkan secara konteks sehingga tidak menimbulkan fanatisme yang buta.
Inilah yang dimaksud dengan pertimbangan waktu dan tempat. Bahwa umat Advent harus melihat tempat dan waktu yang berbeda dalam mengaplikasikan tuntunan Roh melalui Ellen G. White. Tuhan menunjukkan contoh peristiwa dan penyelesaiannya, bila peristiwa seperti itu terjadi dikemudian hari di tempat yang berbeda maka tuntunan Tuhan akan tetap sama dengan mekanisme yang sama. Peristiwa dan kejadiannya akan berbeda waktu dan tempat namun penyelesaiannya akan sama.
Untuk itu bagi kita yang tinggal di Indonesia harus melihat tulisan dan tuntunan Roh tersebut dalam waktu dan tempat yang terjadi di Indonesia, sehingga konteks penafsiran dan contoh peristiwa-peristiwa masa lalu dapat dijadikan pegangan dan tuntunan Roh Nubuat akan senantiasa valid sampai kapanpun, dalam konteks peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di GMAHK-Indonesia.
Apa yang terjadi dalam waktu dan tempat di GMAHK Indonesia akan membuat kita berfikir dan menilai kebenaran dari tuntunan Roh Nubuat dan menilai kejadian demi kejadian yang kita hadapi.
Kita akan mencoba menganalisa apa yang terjadi di Indonesia dan hubungannya dengan Roh Nubuat, khususnya yang berhubungan dengan organisasi dan jemaat ;
Ketika di Amerika muncul fenomena ‘kejahatan’ oleh beberapa pemimpin di Organisasi, yang menunjukkan sikap yang lunak terhadap kepausan. Hal itu tanpa disengaja menggenapi nubuatan “bahwa orang tua akan menyerahkan anaknya”. Aniaya yang dilakukan oleh organisasi GMAHK terhadap independent ministry maupun jemaat dan individu yang dengan keras berani mengajarkan Babel adalah Paus, dengan sendirinya membuat Organisasi GMAHK mengambil posisi sebagai penganiaya yang seharusnya melindungi.
Lain halnya di Indonesia, satu abad setelah peristiwa 1888, Tuhan dalam belas kasihNya menggunakan seorang awam Sie Tiong Gie(Gito Siswoyo) untuk memberikan amaran terhadap GMAHK Indonesia. Upaya tulus dan sungguh-sungguh justru dianggap Roh yang fanatik dan berlebihan. Amaran demi amaran senantiasa diberikan kepada Organisasi namun penolakan selalu terjadi. Sebuah buku yang sempat disusun dengan sangat baik dan diserahkan ke IPH-pun pada akhirnya tidak dicetak(judul buku: Menuju Kesatuan MAHK). Alm Sie Tiong Gie mengamarkan bagaimana GMAHK harus bertobat dan bersatu dalam kebenaran Kristus. Doktrin-doktrin yang dipertentangkan dikupas dengan sangat dalam dengan satu tujuan “Menuju Kesatuan Masehi Advent Hari Ketujuh”. Sayangnya amaran dan upaya tersebut berhenti berdengung meskipun banyak kalangan umat GMAHK Indonesia yang mempercayai dalam hati dengan diam-diam. Seruan nyaring dari alm Sie Tiong Gie tidak bergema oleh karena kekerasan hati beberapa petinggi organisasi.
Masih dalam belas kasihanNya, Tuhan mengutus amaran lain melalui Robert Walean Sr. Tuhan kembali menggunakan orang awam dalam pekerjaan terakhir. Robert Walean Sr dengan lantang menyerukan “Islam Hanif”, namun seruan itu justru disanggah oleh beberapa pemimpin dan pendeta di Organisasi dengan pandangan negative, menyudutkan dan memfitnah Robert Walean Sr bahwa yang bersangkutan adalah orang yang salah kaprah dengan mengumpulkan anggota-anggota GMAHK kegunung Salak menanti kedatangan Yesus. Gantinya membela pekabaran yang dengan nyata-nyata mendapat sambutan dari masyarakat muslim, kembali Organisasi melalui wakil-wakilnya melakukan penganiayaan meskipun tidak sampai ke pengadilan. Akibat dari tindakan itu pekabaran Islam Hanif kembali tidak dapat berseru dengan nyaring memenuhi Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim.
Tentunya lebih banyak lagi amaran-amaran yang diberikan oleh Tuhan melalui kaum awam di Indonesia, baik di tingkat jemaat, lingkungan maupun sampai tingkat organisasi kependetaan. Kita tidak mengenal mereka satu persatu, namun kontribusi mereka dalam memberi amaran kepada organisasi berakhir dengan cerita sama, penolakan! Bahkan dianggap menyimpang dan pengucilan. Berdosa, melakukan kesalahan dan menolak amaran yang datang dari Surga.
Peristiwa akhir-akhir(2006) ini dengan ‘Metro Konferens” kembali mengulang bagaimana kekuasaan tunggal hendak dipertahankan. Tindakan kekerasan menggunakan kekuatan sekuler dan pemaksaan(peristiwa penutupan sidang Kerawang) menggantikan Roh belas kasih, yang seharusnya ditunjukkan oleh para pemimpin di organisasi. Tuhan tidak menginginkan kekuasaan tunggal dalam melaksanakan misi pekerjaan terakhir. Pemusatan kekuasaan justru menghambat Injil Kebenaran itu dikabarkan dengan cepat. Entah berapa waktu telah dihabiskan untuk peperangan ini sehingga fokus pengabaran Injil menjadi terhambat. Jiwa-jiwa tidak terpelihara, pendeta-pendeta hanya mencari pekerjaan dan perpuluhan menjadi tujuan utama bukan mempersiapkan umat bagi kedatanganNya.
Dewasa ini para cendekiawan-cendekiawan GMAHK akan mengajarkan teori-teori yang memukau kepada mahasiswa-mahasiswa, maupun kepada hamba-hamba Tuhan termasuk mengajarkan disidang-sidang jemaat. Apakah pelajaran-pelajaran tersebut berasal dari Tuhan dan yang diinginkan oleh Tuhan untuk disampaikan kepada umatNya. Ataukah justru seruan dari kaum awam yang seharusnya didengar dan disambut dengan bantuan sepenuhnya ? Seringkali justru amaran pelajaran yang disampaikan oleh orang awam tersebut diabaikan dan gantinya diajarkan teori-teori yang dikembangkan dilembaga-lembaga pendidikan hasil dari intelegensi manusia.
Metode-metode penginjilan akan diajarkan dengan didukung hasil penelitian para cendekiawan terpelajar. Mereka melihat bahwa pekerjaan penginjilan adalah sebuah metode yang bisa dipecahkan secara rasio, diteliti, dikembangkan dengan konsep-konsep duniawi. Hasil kajian dari sekolah-sekolah tinggi Teology maupun lainnya. Namun sesungguhnya itu bukanlah “Cara” Tuhan bekerja. Allah tidak bekerja sebagaimana pemikiran manusia.
Apabila satu GEREJA terbukti tidak setia pada firman Tuhan, apapun kedudukan mereka, bagaimanapun tinggi dan suci panggilan mereka, Tuhan tidak dapat lagi bekerjasama dengan mereka. Maka orang-orang lain akan dipilih untuk mengemban tanggungjawab-tanggungjawab penting. Tetapi, jika pada gilirannya pun ini tidak menyucikan hidup mereka dari setiap perbuatan yang salah, kalau mereka tidak menjunjung prinsip-prinsip yang murni dan suci dalam batas-batas kemampuannya, maka Tuhan dengan sedih akan memukul dan merendahkan mereka dan, kecuali mereka menyesal, IA akan menghapuskan mereka dari tempat mereka dan menjadikan mereka suatu celaan. –14 Manuscript Release 102.1 1903
Prinsip di atas tetap bergema disepanjang zaman. Pada saat gereja melakukan kesalahan, setinggi dan semulia apapun panggilan itu, Tuhan tidak akan bekerja lagi melalui mereka. Terlebih ketika seseorang telah menolak Roh, mendukakan Roh itu adalah dosa terbesar.
Seperti kita ketahui namun juga tidak banyak umat GMAHK tidak memahaminya, peristiwa penolakan GC tahun 1888 terhadap pekabaran yang dibawa oleh A.T. Jones dan Waggoner adalah arti dari penolakan organisasi GMAHK terhadap tuntunan Roh, terhadap terang yang diberikan dari Surga, menolak teguran dan yang menakutkan adalah menolak Roh Kudus itu sendiri yang berarti pada saat itu Organisasi telah mendukakan Roh Kudus.
Seluruh alam semesta menyaksikan perlakuan yang memalukan terhadap Yesus Kristus, yang diwakili ROH KUDUS. Sekiranya Kristus berada dihadapan mereka, maka mereka akan memperlakukan Dia dengan cara yang sama seperti perlakuan orang Yahudi terhadap Kristus. Ellen G. White, hal 47.
Fakta ini tidak pernah dijelaskan oleh para pemimpin maupun oleh organisasi GMAHK, dan juga tidak diakui secara resmi. Karena fakta ini akan mengungkapkan teka-teki apa yang akan terjadi di tahun-tahun kemudian sampai jawaban bagaimana mungkin GMAHK yang menjadi biji mata Allah bisa keluar dari barisan umat-umat Allah dan bergabung dengan si-pembinasa keji(Gereja Roma Katolik) untuk menganiaya umat-umat Allah yang tersisa dari yang sisa.
Sikap lunak dan jabat erat pemimpin GMAHK terhadap Vatican di tahun 1977 s/d 2000 tidak dapat kita mengerti alasannya, pertimbangan dan strategi apa yang dipikirkan oleh para pemimpin GMAHK. Yang jelas tanpa disengaja semua peristiwa dan fakta di atas telah menggenapi amaran-amaran “kejatuhan” sebuah gereja, yang dimulai dari kompromi, hilangnya kepekaan karena menolak Roh dan berakhir kepada tidak adanya pertobatan dan iman.
Tetapi barangsiapa yang menolak pekerjaan Roh Kudus berarti menempatkan dirinya sendiri ditempat dimana pertobatan dan iman tidak dapat datang lagi kepadanya. Melalui Roh Kudus Tuhan bekerja dalam hati; jika manusia dengan sengaja menolak ROh Kudus, dan mengatakan bahwa itu datangnya dari Setan, mereka memutuskan saluran yang olehnya Allah dapat berhubungan dengan mereka. Jika akhirnya Roh itu ditolak, tidak ada lagi yang dapat diperbuat oleh Allah untuk jiwa yang demikian. Ellen G. White, Kerinduan Segala Zaman, Bab 33.
Bagaimana bila amaran tersebut diganti demikian : Tetapi karena organisasi GMAHK menolak pekerjaan Roh Kudus berarti menempatkan dirinya sendiri ditempat dimana pertobatan dan iman tidak dapat datang lagi kepada organisasi GMAHK. Melalui Roh Kudus Tuhan bekerja dalam hati; jika organisasi dengan sengaja menolak Roh Kudus, dan mengatakan bahwa itu datangnya dari Setan, organisasi memutuskan saluran yang olehnya Allah dapat berhubungan dengan-nya. Jika akhirnya Roh itu ditolak, tidak ada lagi yang dapat diperbuat oleh Allah untuk organisasi yang demikian.
Namun, jika seseorang, oleh penolakan yang diulang-ulangi akan tuntunan Allah, telah kehilangan kesanggupan untuk melihat kebaikan pada waktu ia melihatnya, jika ia telah menyebabkan nilai-nilai moralnya terbalik sampai kejahatan adalah kebaikan baginya dan kebaikan adalah kejahatan baginya, maka sekalipun ia berhadapan dengan Yesus, ia tidak sadar akan dosanya, ia tidak dapat bertobat dan karena itu ia tidak pernah dapat diampuni. Itulah dosa terhadap Roh Kudus. William Barclay, The Gospel of Mark (Philadelphia: The Westmintster Press, 1976, hlm 81); Sekolah Sabath 16 Juni 2006.
Bahkan dari kalangan gereja MAHK-pun harus dinyatakan adanya suatu PENOLAKAN. Harus ada dalam gereja MAHK suatu penyataan ajaib akan kuasa ALLAH, tetapi kuasa itu TIDAK akan menggerakkan mereka yang belum merendahkan diri dihadapan Tuhan, dan membukakan pintu hati melalui pengakuan dan PERTOBATAN. Dalam penyataan kuasa yang menerangi bumi dengan kemuliaan ALLAH itu mereka hanya akan melihat sesuatu yang dalam kebutaan mereka menganggapnya berbahaya, sesuatu yang akan menimbulkan ketakutan mereka, dan mereka akan bersikukuh untuk MENOLAKNYA. Karena ALLAH tidak bekerja menurut pendapat mereka. Mengapa, kata mereka, sampai kita TIDAK MENGENAL ROH ALLAH itu, padahal kita sudah berada dalam pekerjaan ini bertahun-tahun lamanya?” –RH Extra, 23 Desember 1890.
Pekabaran (malaikat ketiga) tidak akan dipahami, terang yang akan menerangi bumi dengan kemuliaannya (pekabaran terakhir) akan disebut terang palsu oleh mereka yang menolak untuk berjalan di dalam kemuliaannya yang terus maju. – RH, 27 Mei 1890.
Saya tidak ingin mengatakan GMAHK yang kita cintai telah ikut membentuk ‘image of the Beast’, namun pada kenyataannya kemerosotan, ketidakmajuan pekerjaan Tuhan, keacuhan para pendeta, kejahatan dan penyimpangan dari hari kehari yang ditunjukkan oleh organisasi maupun beberapa pemimpin menjadi bukti amaran Ellen G. White bahwa ‘setinggi apapun panggilan Tuhan terhadap gereja, ketika gereja menunjukkan ketidakpercayaan, maka Tuhan tidak akan bekerja melalui gereja yang telah jatuh tersebut’. Bukankah demikian kenyataannya, dan bukankah itu juga berarti sebagai “fallen churches” ?. Gereja tidak terbatas kepada fisik gedung tempat ibadah, gereja adalah pribadi. Ketika gereja telah mendapat amaran dan menolak terang yang diamarkan kepadanya maka baik gereja-organisasi maupun gereja-individu akan menggenapi sebagai fallen churches!
Who is The Watchman
Bila demikian siapakah yang akan Tuhan gunakan sebagai Watchman? Siapakah yang harus menggantikan tugas sebagai penegur dosa-dosa ?
Pada setiap generasi Allah telah mengirimkan hamba-hambaNya untuk menegur dosa, baik diluar maupun di dalam gereja. Tetapi orang-orang ingin perkara-perkara yang menyenangkan yang disampaikan kepada mereka, dan kebenaran yang murni dan yang tidak dipoles tidak diterima oleh mereka. Banyak “PEMBAHARU”, yang memasuki pekerjaan mereka, bertekad untuk bertindak bijaksana dalam menyerang dosa-dosa gereja dan bangsa. Mereka berharap, oleh teladan kehidupan Kristen yang murni, menuntun orang-orang kembali kepada ajaran-ajaran Alkitab. Tetapi Roh Allah turun keatas mereka sebagaimana turun keatas Elia, menggerakkannya menegur dosa-dosa seorang raja yang jahat dan suatu umat yang murtad. Mereka tidak bisa menahan diri dari mengkhotbahkan kata-kata Alkitab-doktrin-doktrin yang tadinya mereka enggan untuk menyampaikannya. Mereka didorong untuk dengan bersemangat menyatakan kebenaran, dan menyatakan bahaya yang mengancam jiwa-jiwa. Perkataan yang Tuhan berikan kepada mereka, mereka ucapkan, tidak takut apa pun akibatnya, dan orang-orang terdorong untuk mendengar amaran itu. –Great Controversy 606.
Di dalam sidang Allah dimana dosa merajalela, Tuhan akan bangkit dan menegor umat-Nya melalui hamba-hambaNya yang setia. Yesus sebagai penegor dilukiskan sebagai Saksi Yang Setiawan setelah melihat dan menyaksikan keadaan Sidang yang suam karena dosa-dosa, menempelak dan menyingkap serta menjelaskan keadaan umat itu yang sebenarnya dihadapan Allah. –1 Selected Message 202
Para “Pembaharu” didalam GMAHK pada mulanya adalah para pendeta dan hamba-hamba Tuhan lainnya di dalam Organisasi. Ketika Ellen G. White masih hidup dengan jelas amaran-amaran itu diberikan melalui Ellen G. White ataupun melalui hamba Tuhan lainnya yang mendapat dukungan Roh Tuhan yang berbicara kepada Ellen G. White. Namun waktu dan tempat telah berubah. Setelah Ellen G. White meninggal, Tuhan seolah-olah berhenti berbicara. Tidak ada “Penjaga”, seiring dengan meninggalnya Ellen G. White, amaran Tuhan yang jelas seolah-oleh telah mati juga.
Masihkah kita temukan fenomena Roh seperti itu sekarang ini ? Jarang bahkan Tidak ada lagi. Apakah dengan demikian Tuhan berhenti menuntun jemaatNya? Apakah Roh Nubuat berhenti berbicara?
Roh Nubuat mengatakan ‘Watchman’ dengan gelar PEMBAHARU. Para pembaharu ini akan muncul untuk menyerukan pekabaran terakhir-Loud Cry-Seruan Nyaring-Pekabaran Malaikat ke-3 dibantu Malaikat Lainnya dengan kekuatan penuh. Mereka terdiri dari orang-orang yang tidak ternama, kaum biasa, kaum awam, tidak terpelajar dan tidak terpandang dalam hierarchy organisasi. Karena gereja telah jatuh maka Tuhan menggunakan alat lainnya yang tidak dipandang mata oleh para pemimpin dan pendeta yang telah kehilangan iman. Saya menyebut mereka teman seperjuangan sebagai Layman-Kaum Awam ( baca Testimony jilid 9 hal 125).
Dalam khayal pada malam hari itu, gambaran-gambaran lewat di hadapan saya tentang suatu gerakan PEMBAHARUAN yang besar dikalangan umat ALLAH. –9T 126 (1909).
Saya sangat terkesan oleh pemandangan yang baru saja berlalu dihadapan saya pada malam itu. Tampaknya ada suatu gerakan besar –suatu usaha kebangunan- yang berlangsung dibanyak tempat. Anggota-anggota kita berjalan dalam barisan untuk menyambut panggilan Allah. –TM 515 (1913)
Sebelum Ellen G. White meninggal, beliau telah melihat adanya perubahan ‘mekanisme’ di dalam organisasi GMAHK. Bahwa Tuhan tidak dapat menggunakan organisasi secara maksimal karena penolakan mereka terhadap Roh Kudus. Tuhan menggunakan alat-alat lain yang tampak sederhana dan dipenuhi oleh Roh.
Dalam pekerjaan khidmat yang terakhir sedikit orang-orang besar yang akan dilibatkan……Allah akan melakukan satu pekerjaan dalam zaman kita yang hanya segelintir orang menyangkanya. Ia akan mengangkat dan meninggikan dari antara kita orang-orang yang telah diajar oleh pengurapan Roh-Nya ketimbang oleh latihan lahiriah dari lembaga-lembaga ilmiah. Fasilitas-fasilitas ini tidak boleh diremehkan atau dicela; semuanya diurapi oleh Allah, tetapi fasilitas-fasilitas itu hanya dapat memberikan kecakapan-kecakapan lahiriah. Allah akan menyatakan bahwa Ia tidak bergantung pada makhluk-makhluk fana yang terpelajar dan mementingkan diri. –5T 80, 82 (1882).
Saya hendak memberitahukan kepadamu bahwa Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan terakhir ini dengan cara yang sangat luar biasa, dan dalam cara yang akan bertentangan dengan rencana manusia. Akan ada orang-orang diantara kita yang selalu hendak menguasai pekerjaan Allah, bahkan mendikte gerakan-gerakan apa yang harus dibuat bilamana pekerjaan bertambah maju dibawah petunjuk malaikat yang bergabung dengan malaikat yang ketiga dalam pekabaran yang harus disampaikan kepada dunia. Allah akan menggunakan cara-cara dan sarana-sarana oleh mana akan kelihatan bahwa Ia memegang kendali pada tangan-Nya sendiri. Para pekerja akan terkejut oleh sarana-sarana sederhana yang akan Ia gunakan untuk melaksanakan dan menyempurnakan pekerjaan kebenaran-Nya. – TM 300 (1885).
Kepada jiwa-jiwa yang sungguh-sungguh mencari terang dan yang menerima dengan senang hati setiap cahaya terang ilahi dari sabda-Nya yang suci, kepada mereka sejalah terang akan diberikan. Melalui jiwa-jiwa inilah Allah akan menyatakan terang dan kuasa yang akan menerangi bumi dengan kemulian-Nya. –5T 729 (1889).
Jangan membayangkan bahwa adalah mungkin membuat rencana-rencana untuk masa depan. Hendaklah diakui bahwa Allah sedang memegang kemudi disegala zaman dan pada setiap keadaan. Ia akan bekerja melalui sarana-sarana yang sesuai, dan akan memelihara, menambah dan membangun umat-Nya sendiri. – CW 71 (1895).
Mengapa orang yang tuna aksara tersebut memiliki kuasa ini, sedangkan orang yang terpelajar tidak? Orang yang tuna aksara, melalui iman akan Kristus, telah memasuki suasana kebenaran yang murni dan jelas, sedangkan orang yang terpelajar telah menyimpang dari kebenaran. Orang yang malang adalah saksi Kristus. Dia tidak dapat menarik perhatian dari segi sejarah ataupun yang disebut ilmu pengetahuan yang tinggi, tetapi dia mengumpulkan bukti yang kuat dari firman Allah. Kebenaran yang dia ucapkan melalui ILHAM ROH begitu murni dan mengagumkan, dan bersama dengan itu suatu kuasa yang demikian tak terbantah sehingga KESAKSIAN-nya tidak dapat disangkal. –8 Manuscrip Release 187, 188 (1905).
Para pekerja akan dilayakkan oleh pengurapan Roh Kudus oleh pelatihan dilembaga-lembaga keilmuan. Orang-orang yang senantiasa berdoa dan beriman akan didorong untuk maju dengan semangat yang suci, menyatakan firman yang Allah berikan kepada mereka. – GC 606 (1911).
Dengan sangat jelas bahwa mekanisme yang Allah tentukan untuk pekabaran akhir zaman tidak dilakukan oleh organisasi GMAHK, melainkan oleh kaum awam yang diurapi oleh Roh Allah yang begitu murni sebagai bukti kuasa Roh Allah yang menyertai mereka di dalam menegur dosa-dosa. Roh Allah itu telah mengubah hidupnya, memulihkan kerohanian, memulihkan keluarganya dan memberikan semangat tidak mengenal takut karena begitu tingginya ketergantungan kepada kehendak Allah dalam menuntun setiap langkah yang akan diambil. Pekerjaan ini bukan karena hasil pemikiran rasio, pendidikan tinggi maupun dari seminari-seminari terpelajar. Sejarah justru membuktikan bahwa penyimpangan doktrin dan ajaran GMAHK datangnya dari kalangan tertinggi di organisasi dan dari kaum terpelajar.
Mekanisme baru ini harus benar-benar disadari dan dimengerti oleh “orang-orang besar” yang masih berada di dalam organisasi. Tuhan masih mempunyai permata diantara ‘orang-orang besar’, para pendeta dan hamba Tuhan yang memegang jabatan sebagai pemimpin di dalam organisasi yang sudah jatuh. Para hamba Allah itu masih dipelihara untuk menahan agar bahtera dan laju perjalanan tidak menyimpang, sidang terakhir tetap terpelihara. Ditengah-tengah sekumpulan serigala yang hanya bekerja sebagai profesi saja. Ditengah-tengah organisasi para pendeta ini akan digunakan Tuhan bilamana mereka bersatu mendukung dan membantu kaum awam yang diutus untuk memberi amaran kepada umat dunia.
Lembaga-lembaga yang telah jatuh itu tidak boleh diremehkan, meskipun banyak terjadi penyimpangan didalamnya. Mengapa demikian? karena didalamnya masih terdapat hamba-hamba Tuhan yang tersisa. Pertentangan didalamnya akan senantiasa terjadi dan mereka harus bertahan ditengah-tengah tekanan baik dari pimpinan maupun dari rekan sekerja. Mereka harus berdiri dihadapan Allah sebagai pribadi-pribadi yang terlepas dari denominasi yang telah jatuh dan melaksanakan pekerjaan pekabaran terakhir yang dilengkapi dengan Roh. Mereka tidak dibenarkan mendiktekan program-program evangelisasi maupun program-program lainnya, menjadikan program tersebut menjadi program organisasi yang telah terkhamiri oleh kepausan. Gantinya mereka dianjurkan untuk bekerjasama, melatih, melengkapi pekerja awam yang tidak memiliki kepandaian secara ilmu pengetahuan maupun keorganisasian. Akhirnya PERSATUAN antara pemimpin, hamba Tuhan, para pendeta, dan kaum awam akan terjadi dan seruan nyaring itu akan berkumandang dengan lantang mengamarkan dunia-bahwa penghakiman sudah dimulai dan Yesus segera datang. Kitab Daniel dan Wahyu yang dilengkapi pelayanan bidang kesehatan akan menjadi topik utama seruan itu, identitas Antikristus akan terungkap, rahasia New World Order akan terbuka sekaligus penganiayaan akan menjadi tantangan bagi para hamba Tuhan akhir zaman. Bukan saja dari pihak luar dunia, terutama dari kalangan sendiri yang telah meninggalkan iman yang benar.
Dalam menelaah kembali sejarah gereja(GMAHK) yang menyangkut tahun 1888, kita dibawa kepada kesimpulan bahwa itu adalah waktu yang membawa kesempatan yang tiada taranya bagi Gereja. Tuhan sesungguhnya telah mengirimkan kepada umatNya “permulaan” hujan akhir dan seruan nyaring(loud cry) dalam pernyataan kebenaran Kristus, yaitu Juruselamat yang mengampuni dosa.– Ellen G. White, R&H 22 Nop 1892.
Sikap dan roh yang dinyatakan oleh banyak hadirin pada waktu itu begitu mengecewakan Tuhan sehingga IA harus menarik kembali berkat yang Istimewa ini…..
Adalah jelas bahwa berkat luar biasa yang hendak dicurahkan ALLAH kepada Gereja tidak diterima pada waktu itu pun juga tidak pada waktu-waktu berikutnya. Dalam fakta sejarah ini, perhatian kita yang khusus dewasa ini adalah untuk menyingkirkan setiap rintangan yang masih menghalang-halangi datangnya kuasa yang telah dijanjikan dan dengan jalan PERTOBATAN, IMAN, KEBANGUNAN dan REFORMASI melicinkan jalan agar Tuhan dapat melakukan pekerjaanNya yang khusus bagi kita dan melalui kita. Kita menyadari bahwa tanggungjawab utama dalam hal ini terletak di atas PIMPINAN GEREJA.
Kita bukan saja berdiri bersama-sama dengan jurukabar-jurukabar yang telah digunakan Tuhan pada tahun 1888 untuk memberitakan pekabaran yang paling berharga dari hal pembenaran oleh iman, tetapi juga dengan semua(KAUM AWAM) yang telah dengan setia memberitakannya KEMUDIAN. Inilah hari penekanan bagi KEBANGUNAN dan REFORMASI dipihak PIMPINAN Gereja dan kita bergabung dengan anggota-anggota kita yang setiawan (KAUM AWAM) dalam suatu kerinduan yang sungguh-sungguh untuk MENYAMBUT kebenaran SELENGKAPNYA yang akan memungkinkan kita memasuki pengalaman dibenarkan oleh Iman yang sejati. KITA RINDU BELAJAR DARI KESALAHAN-KESALAHAN MASA LAMPAU AGAR PEMBERONTAKAN, KERAS KEPALA, TIDAK KEPATUHAN, CURIGA DAN IRI HATI TIDAK DI DAPATI DI ANTARA KITA. –Ministry, Agustus 1976.
Pemimpin, pendeta, ketua jemaat, hamba-hamba Tuhan dan kaum awam harus bersatu padu untuk menegakkan persatuan diatas doktrin yang benar, tidak ada dualisme dan perbedaan pendapat. Terang-terang baru yang Tuhan berikan kepada utusan-utusanNya kaum awam harus ditemukan, didukung dan dengan urapan Roh dikumandangkan dengan nyaring. Golongan inilah yang akan menggenapi pekabaran terakhir sebagai ‘Watchman’, yang tersisa dari yang sisa. Bila tidak, para pendeta dan pimpinan hanya melakukan program-program menurut pendapat mereka yang sesungguhnya Tuhan tidak inginkan. Sama halnya dengan sesuatu yang palsu.
Babel dalam Kontekstual Kehidupan
Penelusuran sejarah dari kitab Kejadian 11-Menara Babel, kejatuhan gereja Roma Katolik dan sejarah gereja MAHK telah menunjukkan pelajaran yang sangat berharga bagi umat Allah yang hidup berdasarkan prinsip-prinsip ilahi di zaman sekarang. Bila bukti-bukti penyebab kejatuhan sebuah gereja itu begitu nyata, bila penghukuman Allah kepada Battle Creek begitu menyedihkan dan penolakan demi penolakan akan terang/amaran yang dibawa oleh hamba-hamba Tuhan benar-benar terjadi baik secara pribadi maupun lembaga bagaimana mungkin kita masih berkeras tidak dapat mengatakan bahwa gereja saat ini telah jatuh ‘fallen churches’? Mengapa dengan kukuh sifat cinta ‘keorganisasian’ itu masih dipertahankan ? Tidak melakukan pertobatan dari sifat-sifat ke-Babel-an yang ada di dalam diri kita?
“Saya melihat bahwa Allah memiliki anak-anak yang jujur di antara yang hanya sekedar bernama Advent dan gereja-gereja yang jatuh, dan sebelum itulah (hujan akhir) dicurahkan, pendeta-pendeta dan anggota-anggota akan dipanggil keluar dari gereja-gereja ini dan dengan senang hati akan menerima kebenaran. Setan mengetahui hal ini, dan sebelum seruan nyaring pekabaran malaikat yang ketiga diberikan, ia menimbulkan suatu keramaian di dalam tubuh agama-agama ini(religious bodies), sehingga mereka yang telah menolak kebenaran itu mengira bahwa Allah menyertai mereka. Setan berharap untuk menipu orang-orang jujur dan memimpin mereka supaya mengira bahwa Allah masih tetap bekerja bagi gereja-gereja itu. Tetapi terang akan bersinar, dan semua orang yang jujur akan meninggalkan gereja-gereja yang telah jatuh(fallen churches), lalu mereka berdiri di pihak umat yang sisa. – Ellen G. White, Tulisan-Tulisan Permulaan, hal 447.
Tentu yang dimaksud dengan ‘pendeta-pendeta dan anggota-anggota akan dipanggil keluar dari gereja-gereja’ begitu luas dan tidak terbatas pada gereja Katolik, Protestan maupun Advent. Ellen G. White mengatakan itu sebagai “religius body”, semua bentuk organisasi keagamaan termasuk organisasi gereja Advent.
Panggilan keluar, dalam arti luas tidak hanya berlaku untuk kelembagaan agama saja. Itu berlaku untuk semua golongan, kelompok maupun pribadi-pribadi. Mulai dari negara, pemerintahan, lembaga keagamaan, gereja, keluarga dan individu-individu. Ini adalah sebuah falsafah hidup. Dalam kacamata sempit itu dapat diterapkan dalam kehidupan beragama, namun dalam kehidupan bermasyarakat itu berarti sebuah falsafah hidup. Sebuah POLA PIKIR yang diperbaharui, bertobat dari pemikiran dan sifat babel kepada sebuah pemikiran yang diperbaharui – IMAN YANG BENAR kepada FIRMAN itu. Inilah maksud dari pekabaran 1888 – Pembenaran Oleh Iman yang sejati.
Dengan tolok ukur yang sama, syarat-syarat yang sama sifat ‘kebabelan’ atau ‘kejatuhan dari gereja’ itu dapat diidentifikasi dan diuji ke masing-masing elemen kehidupan.
Pada waktu suatu Negara/Pemerintahan mulai menjalankan kebijakan untuk menguasai bangsa lain, dan menjadi pemimpin dunia dari segi sosial, ekonomi maupun kebijakan-kebijakan maka dengan sendirinya Negara/Pemerintahan itu sudah tergolong ‘fallen churches’.
Pada waktu lembaga keagamaan(gereja-gereja) melakukan dosa-dosa ingin menjadi pemimpin bagi gereja-gereja lainnya, menganggap dirinya paling benar, menolak teguran-teguran dan kebenaran Firman Allah maka dengan sendirinya lembaga keagamaan itu menjadi ‘fallen churches’.
Pada waktu suatu sidang jemaat mulai memaksakan pekerjaan Tuhan, menolak kritikan dan teguran dari hamba-hamba Tuhan, tamak akan uang dan berebut kekuasaan dan jabatan maka jemaat itu telah menjadi ‘fallen churches’.
Dan pada waktu individu-individu tidak mau mendengar pendapat orang lain, merasa benar sendiri, menginginkan kekuasaan dalam segala segi kehidupan, otoriter di dalam keluarga maka dia telah menjadi ‘fallen churches’. Kesombongan akan hasil pemikiran/rasio/intelegensi/pendapat pribadi, akan gelar-gelar akademis juga dapat dikatakan sebagai ‘fallen churches’.
Prinsip ‘fallen churches’-kebabelan akan tetap berlaku dalam setiap sisi kehidupan, dan untuk itu manusia diamarkan untuk dijadikan sebagai contoh dan tidak mengikutinya. Bila setiap umat (beragama) mengerti akan prinsip ini maka surga itu sesungguhnya tidak jauh. Dan Allah itu begitu dekat. Kasih akan tercipta dan manusia akan kembali kepada “Gambar Allah” yang sesungguhnya.
Himbauan Penulis
Reformasi yang diinginkan Tuhan terlebih dahulu dilakukan di dalam jemaatNya, baru kemudian kepada orang-orang diluar Bait Suci. Dimulai dari Yerusalem, Yudea sampai Samaria. Dimulai dari dalam GMAHK, kepada Kristen lain, kepada Islam sampai ke ujung bumi. Jemaat yang digambarkan sebagai pengantinNya bila sudah diperbaharui akan disanggupkan untuk membawa misi pekabaran kebenaran kepada pihak di luar Bait Suci.
Perdebatan diterima atau ditolaknya pekabaran 1888 menjadi salah satu sejarah gelap didalam organisasi GMAHK. Sehingga reformasi itu sendiri tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sebagian besar cendekiawan GMAHK saling beradu argumen dan bahkan GC dalam beberapa situasi menggunakan kekuasaan untuk meredam gejolak keguncangan di dalam jemaat. Pada dasarnya pekabaran 1888 tidak diterima oleh sebagian besar pimpinan dan umat GMAHK sehingga Roh Hujan akhir tidak dicurahkan baik pada saat itu maupun sesudahnya. Hal ini mengulang peristiwa berputar-putarnya bangsa Israel selama 40 tahun sebelum masuk Kanaan. Namun apakah Tuhan tidak mempunyai waktu final dan menunda-nunda terus kedatanganNya sekalipun umatNya hanya satu saja? Tentu tidak, Tuhan akan segera memenuhi janjiNya segera datang meskipun hanya satu yang diselamatkan.
Tuhan merindukan reformasi kerohanian, pertobatan dan iman dimulai dari dalam terlebih dahulu. Sebagai lembaga yang terkecil, KELUARGA adalah inti dari jemaatNya yang besar. Bila seruan pertobatan secara lembaga ditahun 1888 telah gagal diterima oleh organisasi GMAHK, Tuhan mengharapkan bahwa seruan terakhir kepada keluarga-keluarga GMAHK kali ini berhasil. Keluarga adalah jemaatNya yang terkecil. Dari sanalah akan mengalir kesaksian dan kebenaran kepada masyarakat luas, baik didalam jemaatNya yang besar maupun masyarakat diluar Bait Suci. Keluarga-keluarga yang dipulihkan inilah yang akan menjadi jurukabar-jurukabar kebenaran diakhir zaman.
Saya merasa terdorong untuk mengamarkan apa yang saya rasakan terhadap program-program yang dijalankan oleh Organisasi GMAHK khususnya di Indonesia. Sekolah sabat yang disusun sungguh sangat baik, namun beberapanya tidak menyajikan makna yang sesungguhnya harus didengar oleh anggota-anggota jemaat khususnya GMAHK sebagai suatu pelajaran pertumbuhan iman. Banyak peristiwa yang tertutup dan tidak dijabarkan dengan jelas sehingga mengaburkan inti dari gerakan pembaharuan itu sendiri. Ditambah lagi pemahaman guru-guru pengajar yang tidak mengerti telah menambah kegagalan pekabaran pembaharuan itu ditujukan.
Dimulai dari kwartal pertama dengan tema “Keluarga dalam Keluarga Allah”. Misi dari pelajaran sekolah sabat kwartal pertama adalah PEMULIHAN didalam keluarga. Entah berapa banyak keluarga GMAHK yang benar-benar telah dipulihkan kerohaniannya, tujuan hidupnya, kehidupan kekeluargaannya agar siap menjadi jurukabar-jurukabar Allah diakhir zaman, merupakan tolok ukur keberhasilan dari misi tersebut. Bila misi ini gagal dengan sendirinya keluarga-keluarga GMAHK yang menjadi tujuan terakhir Tuhan mengadakan pembaharuan iman akan sia-sia. Banyak keluarga yang akan terpisah dari barisan umat Allah karena belum sungguh-sungguh pulih dan bertobat. Dan pelajaran itu sudah berlalu, pekabaran itu telah ditolak dan tidak mencapai sasaran. Berapa banyak keluarga yang telah dipulihkan dalam segala hal ?
Memasuki kwartal kedua dengan thema “Roh Kudus”, ada satu pertanyaan, ‘Bagaimana mungkin Roh Kudus akan tinggal di dalam pribadi-pribadi yang keluarganya yang belum dipulihkan?’. Keluarga yang masih mengikuti ke-babelan, keluarga yang belum bertobat? Bagaimana mungkin kita membicarakan ROH sementara diri kita tidak mengenal Roh itu sendiri?
Bukankah Roh itu akan menuntun kepada pertobatan, dan dari pertobatan akan membuahkan buah-buah Roh. Bila belum bertobat dan kehidupan belum dipulihkan bagaimana anggota dapat mendiskusikan ‘pribadi’ yang tidak dikenal itu?
Penyusun pelajaran SS (Sekolah Sabat) kwartal kedua(April-Mei-Juni) adalah Arnold V. Wallenkampf, Ph.D, beliau berpendapat bahwa penolakan pekabaran 1888 adalah kesalahan perorangan, bukan lembaga sehingga lembaga GMAHK tidak perlu bertobat. Dalam hubungan dengan misi evangelisasi lembaga GMAHK kesalahan pemaparan tentang Roh Kudus akan mengakibatkan makna yang dicontohkan oleh sejarah masa lalu tidak disajikan dengan benar. Tidak ada teladan yang dapat dijadikan pelajaran, penolakan Roh jelas-jelas terjadi disertai hukuman dengan Api, kemerosotan lembaga telah menjadi tanda hilangnya kuasa Roh dari lembaga GMAHK. Contoh yang sama sesungguhnya menjadi misi pelajaran kwartal kali ini. Ketidakmengertian akan tuntunan Roh, nafsu untuk berkuasa, penolakan terhadap amaran Tuhan yang disampaikan oleh utusan-utusan Allah yang sederhana, sikap /dosa penolakan terhadap mereka yang membawa amaran tersebut dan isi amaran itu sendiri merupakan contoh kegagalan lembaga Advent di dalam menerima hujan akhir itu. Contoh itu adalah tujuan pelajaran kali ini, untuk mempersiapkan umat Allah, keluarga yang telah dipulihkan dalam menerima pemulihan terakhir melalui Roh Kudus.
Sehingga judul buku “Apa yang Harus Diketahui oleh Setiap Orang Advent Mengenai Masalah tahun 1888” akan sejalan dengan pelajaran Sekolah Sabath “ROH KUDUS”; dan kesatuan IMAN dan PENGAJARAN yang BENAR akan tercipta, yang memungkinkan HUJAN AKHIR dinyatakan kepada umat GMAHK yang setia.
Bila pelajaran pengenalan akan Roh dan kepenuhan Roh kali ini tidak mencapai sasaran, maka pemulihan itu tidak akan terjadi dan Hujan Akhir itu tidak dinikmati dan tiada iman yang tersisa. Yang ada hanya diskusi tradisi dalam bentuk formalitas ibadah yang membicarakan perihal Roh yang sebenarnya tidak pernah dikenal. Inilah bedanya antara program hasil pemikiran manusia dengan hasil pekerjaan dari Roh Kudus. Temukan ROH ALLAH maka IA akan membawa kita kepada kebenaran yang sejati.
Pada kwartal ketiga (July–September) kita diharapkan akan memahami dasar-dasar Iman Advent. Sesungguhnya bila kita mampu melihat secara Roh pelajaran kwartal ini akan mampu membawa kita untuk menikmati Hujan Akhir. Pemahaman yang tuntas dan kuat akan memampukan kita untuk ‘berani’ tampil beda, dan dilengkapi oleh kuasa dari Surga dengan suara nyaring akan dimampukan untuk berseru kepada dunia yang sedang bergejolak menuju kebinasaan. Inilah kabar baik yang harus kita beritakan, jangan disimpan di bawah gantang karena itu akan dituntut pada hari penghakiman, apakah yang sudah engkau perbuat?
Selamat menikmati Pemulihan dari Hujan Akhir !
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to
advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to
advent...@googlegroups.com.
Visit this group at
https://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit
https://groups.google.com/d/optout.
Dear Saudara2 Sekalian,
Beberapa saat yang lalu, saya mendapat pelajaran tentang masalah kebabelan. Sangat miris memang,,, jika seandainya kita terjatuh dalam lobang yang sama seperti orang Yahudi dulunya. Bahkan mungkin kita jatuh ke tempat yang lebih dalam lagi.
Mengenai ketujuh jemaat di kitab Wahyu, terlebih kita yang saat ini di jemaat Laodekia, seharusnya membuat kita lebih sadar dan berubah untuk lebih baik. Karena peringatan pada kita adalah bahwa kita miskin, buta dan telanjang. Bila bisa saya katakan, miskin adalah bahwa kita begitu malasnya dan lalai dalam mencari kebenaran, sehingga kita tak memiliki apa-apa, semua nya harus 'kata gereja' dan 'kata pendeta'; buta adalah bagaimana kita menutup mata terhadap berbagai kebenaran yang ada di depan kita, walaupun itu sudah terpangpang dengan jelas, tetapi kita tak peduli, bagaikan Imam-imam Yahudi dulu nya dalam menyalibkan Yesus. Pengetahuan akan kebenaran hanya sebatas 'mengetahui', tanpa kuasa perubahan pada tabiat kita; dan terakhir telanjang, adalah bagaimana kita dengan pintar nya menutupi segala dosa-dosa kita dengan segala perbuatan baik kita, dan lebih parahnya adalah dengan itu kita menganggap bahwa kita sudah layak untuk diselamatkan.
Tapi, satu hal yang sangat penting adalah, seluruh isi kitab Wahyu adalah Injil juga. Yang artinya, walaupun itu berisi teguran, namun itu dilandaskan oleh kasih, karena Tuhan menegur orang yang dikasihiNya. Bahwasanya buku ini pada dasarnya disusun sangat sempurna, yaitu dimulai dari pemeriksaan umat Tuhan (ketujuh jemaat) barulah beralih ke hal- hal yang lebih besar. Artinya, sebenarnya Tuhan ingin kita dulu berubah, baru kita akan diberi kekuatan dan hikmat untuk menghadapi hal lainnya. Namun kenyataannya adalah, kita sangat senang menuduh orang lain sebagai anti kristus, pengikut setan, penyembah tanda binatang, padahal mungkin kita sudah ikut dalam barisan mereka. Kita sangat bangga sebagai umat pilihan, namun sama seperti orang Yahudi pada zaman Yesus, kita lebih memilih tradisi dan aturan manusia ketimbang menuruti kehendak Tuhan. Kita lebih takut terhadap peraturan organisasi, lebih takut kepada manusia daripada kepada Tuhan.
Satu hal yang penting untuk kebangkitan Laodekia adalah dalam Wahyu 3:14, dimana sebenarnya surat tersebut ditujukan sangat spesifik kepada 'malaikat jemaat' Laodekia. Siapakah para malaikat itu? Mereka adalah ketujuh bintang (Wahyu 1:20) yang lebih jelasnya lagi diterangkan dalam buku EG White pada Gospel Workers Hal. 13, yang isinya 'Pendeta-pendeta Allah dilambangkan sebagai tujuh bintang," hal ini juga dapat dibaca dalam buku Pedoman Kependetaan Hal. 11. Oleh karena itulah, kita dapat mengetahui mengapa jemaat kita ini begitu suam-suam, sehingga nantinya Tuhan akan memuntahkan kita. Sangat mengerikan.
Tulisan dibawah ini saya dapat dan saya bagi, mungkin beberapa orang pernah membacanya, semoga bisa menjadi suatu injil bagi kita semua, menyiapkan kita secara pribadi akan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus. Saya juga sadar, akan lebih banyak orang akan menyangkal tulisan ini, karena itulah pekerjaan yang paling mudah daripada berubah dan mengikuti kehendak Tuhan, karena mungkib beresiko mengurangi keuntungan pribadi duniawi kita.
Secara khusus, saya ucapkan terimaksih kepada mereka yang telah menulis artikel ini.
Selamat membaca.
Babel Rohani
Apa arti Babel? Apakah mekanisme ke-Babel-an itu? Apakah berhubungan dengan kepemimpinan Tunggal? Bagaimana pembuktian bahwa ke-Babel-an telah memasuki setiap agama (termasuk GMAHK)?
Tulisan di bawah disusun untuk menjawab berbagai pertanyaan diatas, berdasarkan sejarah dari Gereja Advent sendiri, didasarkan pada Roh Nubuat yang diberikan oleh Ellen G. White secara kontekstual, yang pada akhirnya akan membuat para pembaca berfikir, menimbang dan menilai apa yang sedang terjadi dan apa yang sudah diamarkan oleh Ellen G. White sebelum beliau menghembuskan nafas terakhir. Apa yang terjadi dewasa ini merupakan bukti apa yang menjadi konklusi tulisan ini pada akhirnya.
Benih-benih ke-Babelan telah dimulai meskipun pada zaman murid-murid Yesus mula-mula. Ketika para murid mempertanyakan siapakah yang terbesar, tanpa sadar para rasul telah membuka kunci masuknya ‘kekuasaan’ ke dalam pekerjaan Tuhan. Kekuasaan dan pemberontakan akan Kuasa Allah itulah yang menyebabkan Babel telah jatuh.
Mungkin sebagian kita mengartikan bahwa Babel adalah nyata-nyata menolak Tuhan. Benci kepada Tuhan dan pandangan-pandangan negative terhadap Tuhan. Namun juga kita sering lupa bahwa asal muasal kebabelan adalah keinginan untuk berkuasa di atas kehendak Tuhan itu sendiri. Apakah keinginan untuk berkuasa itu ?
Secara umum kita akan mengulas sudut pandang tersembunyi yang jarang dipikirkan tentang mekanisme kebabelan, dan selanjutnya kita akan menguji apakah kehidupan kita telah mencerminkan hal itu tanpa disengaja !
Pada Mulanya
Cerita bermula dari peristiwa sesudah air Bah pada zaman Nabi Nuh. Cerita anak-anak yang kurang mendapat perhatian dengan teliti. Awal mulanya adalah timbulnya keinginan sekelompok orang “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai kelangit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak keseluruh bumi”.
Terdapat paling tidak 3 hal penting yang perlu dicermati ;
Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai kelangit,
dan marilah kita cari nama,
supaya kita jangan terserak keseluruh bumi.
Mungkin mereka mempunyai motif yang baik, yaitu setelah peristiwa air Bah, mereka cenderung untuk berkelompok dan tidak ingin berserak keseluruh penjuru bumi. Namun Allah mempunyai pandangan lain :
Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu..” (Kejadian 1:28).
Alkitab mencatat kondisi yang terjadi waktu itu “Mereka ini satu bangsa dan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan-usaha mereka.” Dalam pandangan kemanusiaan kita, tentu kita dapat berfikir; entah apalagi rencana yang akan dilakukan oleh mereka bila Allah tidak campur tangan waktu itu karena itu baru awal usaha mereka memberontak kepada kehendak Allah. Allah menghendaki manusia memenuhi seluruh bumi. Keinginan untuk berkelompok menjadi satu saja tidak sesuai dengan perintah Allah pada mulanya, inilah sumber penyebab jatuhnya Babel—melanggar kehendak Allah.
Dalam pengartian lain, ketiga hal penting di atas tentu dengan mudah kita pahami sebagai ; suatu usaha/upaya untuk mencari nama, berkuasa, menjadi satu kepemimpinan dan bertentangan dengan kehendak Allah.
Sekarang kita akan kembali ke zaman mula-mula para rasul. Ketika sebagian besar murid-murid Yesus menganggap bahwa Injil Kabar Baik hanya diperuntukkan bangsa Yahudi saja apakah teladan Yesus dalam hal ini? Injil mencatat bahwa bukan hanya bangsa Yahudi saja kabar baik itu diperuntukkan. Terdapat bangsa Romawi (Kornelius), Samaria (perempuan Samaria), Ethiophia (sida-sida), Yunani dan bangsa-bangsa lain yang justru menunjukkan teladan iman yang tinggi. Allah tidak menghendaki kebenaran itu dimonopoli oleh sekelompok orang saja, kebenaran itu harus dibagikan kepada seluruh bangsa dan bahasa di muka bumi. Tidak lama kemudian timbul perselisihan tentang siapa yang ditunjuk untuk memimpin kumpulan para murid mula-mula ini. Perselisihan tentang suksesi kepemimpinan di dalam jemaat mula-mula ini kemudian diselesaikan dengan turunnya wahyu menyatakan bahwa “Kristus adalah kepala segala sesuatu baik yang disorga maupun yang di bumi” (Efesus 1:10). Sebagai kepada jemaat, kepala tubuh gereja, kepala pemerintahan dan penguasa (Kolose 2:10), kepala segala sesuatu, tertinggi di dunia dan di akhirat (Wahyu Muhammad), sehingga perselisihan tentang suksesi diselesaikan dengan damai.
Apakah suksesi kepemimpinan dan kebabelan ini akan berulang setelah zaman rasul mula-mula?
Tentu saja, namun juga sudah dilupakan dari sejarah. Ketika gereja mula-mula berdiri sepeninggal para murid-murid utama Kristus, bishop Roma menganggap kedudukannya lebih utama dibanding bishop maupun pendeta diseluruh bagian dunia manapun. Sejak saat itulah timbul perselisihan yang tidak kunjung selesai mengenai keutamaan Petrus sebagai kepala jemaat dan Paus sebagai Kepala Gereja. Kelompok Protestant mula-mula sangat yakin ketika system kepausan menguasai gereja katolik, pada saat itulah mereka memprotes system kekuasaan tunggal di bawah kekuasaan Paus dan beramai-ramai menyatakan keluar dari gereja Katolik yang sudah jatuh sebagai Babel dan menyatakan Paus sebagai Antikristus! Tentu dengan mudah kita yang hidup pada zaman sekarang ini mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi. Pada saat Paus menyatakan dirinya sebagai kepala jemaat-gereja, wakil Allah dan hendak menyatukan seluruh umat Kristen dibawah kepemimpinannya pada saat itulah peristiwa Babel berulang. Kepausan telah menjadi Babel rohani karena bertentangan dengan kehendak Allah. Mencari nama, ingin berkuasa dan memaksakan kehendak kepada umat Kristen lainnya.
Pada Mulanya(terjadinya) Ke-Babelan di MAHK
Sekarang kita akan melihat dan mengidentifikasi kepada diri sendiri. Gereja Advent/Organisasi MAHK! Apakah prinsip-prinsip kebabelan juga diadopsi kedalam organisasi atau dipraktekkan oleh pribadi?
Kepemimpinan tunggal! Sebuah otoritas penguasaan terhadap sebuah komunitas. Apakah hal itu telah diadopsi oleh GMAHK juga. Bagaimana GC sebagai “kepala” dalam hal ini dapat dikelola dengan kepemimpinan tunggal dan terpusat! Apakah itu bagian dari system babel atau revisi dan ketunggalan kepemimpinan. Apakah pekerjaan Allah hanya akan dikerjakan oleh organisasi dalam kepemimpinan GC ataukah justru sebaliknya. Bagaimana kondisi sesungguhnya dari program-program Organisasi apakah disusun untuk pekabaran “Seruan Nyaring” ataukah justru menghambat pekerjaan Tuhan diakhir zaman?
Tentu kita akan menggunakan tolok ukur yang sama. Sebagaimana ciri-ciri kebabelan itu diberikan kepada seseorang, kelompok, organisasi, negara dan lain-lain, tolok ukur yang sama secara jujur harus kita diberikan kepada organisasi MAHK dan diri kita untuk menguji apakah kita sendiri menggenapi hal itu tanpa sadar.
Dengan heran mereka mendengar kesaksian bahwa Babel adalah Gereja, jatuh oleh karena kesalahan-kesalahan dan dosa-dosanya, oleh karena penolakannya akan kebenaran yang telah dikirim dari surga.–Kemenangan Akhir, Amaran terakhir, hlm 606.
Dari amaran Roh Nubuat, diberikan ciri-ciri ke-Babel-an yang adalah “Gereja” itu sendiri yaitu ;
1. Melakukan kesalahan-kesalahan,
2. Melakukan dosa-dosa,
3. Menolak kebenaran yang dikirim dari Sorga,
System Ke-Pausan dari Gereja Roma Vatican tentu dengan mudah dikatakan menggenapinya, karena baik tulisan nubuat dan sejarah membuktikan hal itu dengan baik. Bagaimana dengan Gereja Protestan yang telah keluar dari Babel? Apakah mereka telah menjadi Babel dengan kriteria yang sama? Ya, tentu Protestan-pun telah jatuh ketika pekabaran malaikat kesatu dan kedua ditolak pada akhir tahun 1844, sehingga muncullah keturunan terakhir pada tahun 1860. Bagaimana dengan sidang terakhir Laodekia, mungkinkah keturunan terakhir ini juga jatuh, dan Allah membuat sidang baru?
Tentu kita akan sependapat bahwa tidak akan ada sidang baru, Alkitab tidak menyebutkan adanya sidang ke-delapan dan tidak ada gereja lain dimana Allah pergunakan sebagai “Watchman” selain sidang terakhir meskipun kondisinya suam-suam kuku seperti Laodekia. Bagaimana kesaksian Ellen G. White dalam hal ini? Apakah ketiga kriteria prasyarat kejatuhan itu dilakukan oleh organisasi MAHK juga? Bila ya bagaimanakah akhir dari ke-Babelan- dari MAHK?
Pentingnya Mengetahui Pekabaran 1888
Periode waktu kita putar kebelakang, setelah peristiwa 1844 dengan ‘Pekabaran 3 Malaikat’ sangat kerasnya mendengung dimuka bumi untuk menyiapkan umat-umat Tuhan kembali ke Sorga, kondisi kerohanian umat-umat Allah sempat mengalami kematangan panen raya. Seolah- olah waktu itu umat Allah siap untuk kembali kesorga. Namun apa yang terjadi ditahun 1888 adalah cerita sedih dimana kesiapan umat Allah telah dinodai oleh perbuatan beberapa pemimpin yang berkuasa di organisasi (GC) sehingga menyebabkan Roh Allah ditarik dari muka bumi. Pada saat itulah sesungguhnya pekabaran Malaikat ke-3 dikumandangkan untuk sidang Laodekia secara LEMBAGA !
Bila kita tengok peristiwa 1888 dimana Pekabaran Malaikat ke-3 di kumandangkan, pesan utama pekabaran ini adalah “Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba” –Wahyu 14:10.
Dengan kata lain pekabaran itu berseru demikian: “bila organisasi GMAHK menerima dan melakukan system Romanisme-ke-Babel-an, maka organisasi GMAHK akan minum anggur murka Allah dan dihukum dengan api”
Dari tahun 1888 ini kita akan mendalami sejarah dan kesaksian agar kita dapat belajar daripadanya dan membuktikan apakah peristiwa hukuman cawan murka-Nya “API murka Allah” selanjutnya benar-benar terjadi di dalam organisasi GMAHK.
Peristiwa penolakan Roh Kudus di dalam sidang GC di Minneapolis tahun 1888 merupakan bukti nyata dimana GMAHK secara Lembaga(gereja) memenuhi 3 kriteria sebagai “Fallen Church”; melakukan kesalahan, dosa dan menolak kebenaran yang Tuhan berikan. Kesaksian Roh yang dibawa oleh 2 pendeta muda Waggoner dan Jones ’ditolak’ oleh sidang di Minneapolis yang berarti prasyarat ketiga benar-benar dilakukan pada masa itu di dalam tubuh GMAHK.
Dalam belas kasihanNya yang sangat besar, ALLAH telah mengirimkan pekabaranNYA(justification by Faith) yang amat berharga kepada umatNYA melalui saudara-saudara Waggoner dan Jones.” T.M 91.
Beberapa orang telah menulis kepada saya bertanya apakah pekabaran pembenaran oleh Iman (1888) adalah pekabaran malaikat ketiga, dan saya telah menjawab, ‘Adalah pekabaran malaikat ketiga yang sesungguhnya’, Nabi itu berkata, ‘kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga, ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliannya.” –Ellen G. White, Review & Herald 1 April 1890.
Dalam belas kasihanNya yang besar, Tuhan menyampaikan sebuah pekabaran yang amat berharga kepada umatNya melalui Saudara-saudara Jones dan Waggoner… inilah pekabaran malaikat ketiga yang akan diberitakan dengan suara keras dan disertai kecurahan Roh Suci dengan limpah”— Ellen G. White, TM, 91, 92
Berkali-kali Roh Tuhan datang kepada perhimpunan itu dengan kuasa yang meyakinkan, walaupun ketidak-percayaan ditunjukkan oleh sebagian hadirin. Ellen G. White. hal 49.
Saya tahu bahwa pada saat itu ROH ALLAH telah dihinakan. Ellen G. White, hal 46.
Saya menegaskan bahwa pelaksanaan rapat di Minneapolis itu adalah sesuatu hal yang kejam terhadap Roh ALLAH. – Ellen G. White hal 45.
Ia (ROH KUDUS) telah diperlakukan sebagai tamu yang tidak disukai. Para peserta menolak untuk mengakui dan menerima DIA, ketika mereka menolak pekabaran Pembenaran oleh Iman dengan menuding pekabaran itu dan para pengikutnya sebagai kefanatikan. Ellen G. White, hal 49.
Seluruh alam semesta menyaksikan perlakuan yang memalukan terhadap Yesus Kristus, yang diwakili ROH KUDUS. Sekiranya Kristus berada dihadapan mereka, maka mereka akan memperlakukan Dia dengan cara yang sama seperti perlakuan orang Yahudi terhadap Kristus. Ellen G. White, hal 47.
Sejarah dan catatan-catatan Ellen G. White kemudian memberikan penjelasan bagaimana pekabaran pertobatan yang ditujukan kepada organisasi GMAHK ditolak dan dilecehkan, diejek dan dianggap sebagai suatu kefanatikan. Roh Allah yang berusaha mengingatkan para pemimpin pada pertemuan itu ditolak dan berduka. Peristiwa ini menyebabkan Allah menarik Roh Hujan Akhir yang seharusnya menyertai pekabaran malaikat terakhir-Seruan Nyaring.
Begitu pentingnya peristiwa 1888 ini sehingga General Conference(dan juga IPH, Cimindi tahun 1995) mengeluarkan sebuah buku berjudul “APA YANG HARUS DIKETAHUI OLEH SETIAP ORANG ADVENT MENGENAI MASALAH TAHUN 1888” yang disusun oleh A.V Wallenkampf. Sebegitu pentingkah kita harus mengetahui permasalahan 1888, amaran inilah yang menuntun penulis untuk menggali lebih dalam yang pada akhirnya menemukan mutiara-mutiara kebenaran yang luar biasa. Mutiara itu yang ingin penulis bagikan kepada sesama saudara seiman.
Ellen G. White berkata :
Ketika saya (E.G. White) bermaksud meninggalkan Minneapolis, malaikat Tuhan berdiri disamping saya dan berkata: ‘Jangan begitu; Allah mempunyai tugas bagimu untuk dilakukan disini. Umat ini sedang melakukan pemberontakan Korah, Datan dan Abiram….Mereka telah menunjukkan penghinaan mereka terhadap Firman Tuhan. Setan telah membutakan mata dan mengacaukan pertimbangan mereka; dan kecuali setiap jiwa bertobat dari dosa, dari kebebasan yang tidak disucikan ini dan yang menghinakan Roh Allah, maka mereka akan berjalan dalam kegelapan.” –hal 45.
Musuh manusia dan Allah(Setan) tidak menghendaki kebenaran ini diberitakan dengan terang dan jelas; sebab ia tahu bahwa apabila umat ini menerimanya sepenuhnya, kuasanya akan dipatahkan. – Ellen G. White, RH 3 September 1889.
Setan tidak ingin kebenaran tentang peristiwa 1888 dinyatakan kepada jemaat-Nya, kepada kita yang hidup sesudah masa itu berlalu. Penting atau tidak, dan apa akibat yang akan ditimbulkan dari mengetahui hal ini, kita akan dalami dan rasakan ketika seluruh tulisan di bawah ini dibaca dan direnungkan dengan tuntunan Roh Kudus. Sebagaimana hal yang telah penulis rasakan dan nikmati sebagai Hujan Akhir!
Munculnya Para Kritikus Terhadap Penyimpangan didalam Organisasi Advent
Tidaklah heran bila ketika Organisasi MAHK setelah tahun 1850 melakukan praktek-praktek penyimpangan beberapa orang muncul dan mengajarkan bahwa Organisasi Advent telah menjadi Babel dan mengajak anggota keluar dari gereja yang telah jatuh.
Untuk hal itu, ada banyak kutipan dan amaran yang diberikan oleh Ellen G. White yang menerangkan tentang munculnya guru-guru palsu, hamba-hamba Tuhan yang tidak dipanggil dalam pelayanan, orang-orang yang mengangkat diri sebagai seseorang yang diurapi oleh Tuhan dan sejenisnya. Kebanyakan amaran itu muncul ketika organisasi MAHK menghadapi banyaknya guru-guru palsu di permulaan pergerakan advent. Ciri-ciri dan tanda-tandanya daripada mereka
menimbulkan kekacauan dan perselisihan dalam jemaat;
ajarannya bertentangan dengan dasar iman yang telah ditetapkan oleh pendahulu;
mengatakan bahwa organisasi adalah Babel rohani;
menganjurkan umat Allah harus keluar dari organisasi dan mengajarkan untuk membentuk organisasi baru.
Keterangan guru-guru palsu dapat ditemukan di dalam buku Testimony to Minister (1885). –TM 23. Contoh yang sudah terjadi ; 1). Mr. Curtis , Massachusetts , 1845, –TM 57; 2). Mr. Stanton, 1893. –TM 521; 3). Mr. W.F. Caldwell, New Zealand , 1893
Guru-guru palsu ini mengajarkan bahwa Organisasi GMAHK telah roboh dan menjadi Babel , sehingga umat GMAHK harus keluar. Sehingga tolok ukur kepalsuan sangat jelas seperti 4 kriteria diatas. Hal ini menjadi tonggak ujian bila muncul orang-orang yang mengaku mendapat terang baru, selama pekabaran terang baru(progresive revelation) itu tidak mengajarkan keempat hal tersebut berarti benar, bila sebaliknya berarti palsu dan perlu dihindarkan.
Ellen G. White dengan keras mengatakan :
Those who assert that the Seventh-day Adventist churches constitute Babylon , or any part of Babylon , might better stay at home. Let them stop and consider what is the message to be proclaimed at this time. {TM 36.2} 1893
Barangsiapa yang menyatakan bahwa Gereja Advent Hari Ketujuh merupakan Babel, atau bagian dari Babel, lebih baik diam di rumah. Biarlah mereka berhenti dan memperhatikan apakah pesan yang harus dikumandangkan pada waktu ini.
Apa yang terjadi dengan Organisasi Advent sebelum maupun sesudah tahun 1888 memang menunjukkan kemerosotan moral dan kerohanian yang terjadi dikalangan umat Advent. Sehingga Allah mengutus dua pendeta muda untuk menegor, tetapi rupanya tegoran Allah itu dianggap palsu dan Roh Allah ditolak! Bila Ellen G. White mengatakan bahwa guru-guru palsu tersebut mempunyai ciri yang mengajarkan Advent adalah juga Babel dan mengajak umat keluar dari organisasi, bagaimana hal ini dapat disimpulkan? Kondisi ini terus berlangsung sampai tahun 1902 mencapai klimax kesabaran Allah dimana Allah sendiri menurunkan Api murkaNya, membakar Rumah Sakit dan Percetakan Advent di Batlle Creek menjadi puing rata dengan tanah! Ya, 14 tahun semenjak Pekabaran Malaikat ke-3 dikumandangkan(1888), Api Murka Allah benar-benar datang memenuhi ramalan para Nabi.
Kita akan merenungkan mengapa kemerosotan ini terjadi, dan apa yang dikategorikan sebagai kesalahan, dosa dan menolak amaran dari Tuhan sehingga Allah murka dan menghukum dengan Api. Untuk kemudian mengartikan ucapan Ellen G. White yang menentang barangsiapa yang mengatakan GMAHK sebagai Babel sebagai palsu, apakah masih berlaku sampai sekarang.
Penggenapan Nubuatan 1888 dan Teguran lain dari Ellen G. White
Selama dekade ‘ekskomunikasi’ dari organisasi, Ellen G. White tinggal di Australia. Pada saat itu perkembangan dari denominasi GMAHK sangat luar biasa namun secara keuangan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dalam masa itu tidak henti-hentinya Ellen G. White menuliskan surat kepada pimpinan General Conference maupun pendeta/pimpinan Advent yang menyimpang, menuliskan Testimony to the Church, To Minister/Worker, Medical Ministry dengan satu amaran yang pasti bahwa Organisasi Advent telah menyimpang dari kehendak Allah sebagai penyeru pekabaran 3 Malaikat di muka bumi pada masa itu dan dengan tegas Ellen G. White menyerukan untuk tidak membuat organisasi baru.
Penolakan pekabaran 1888 oleh sidang di Minneapolis telah membuat roh pertobatan menjauh dari gereja Advent, semakin hari semakin menghilang dan akhirnya sifat ke-babelan itu(prinsip Romanisme) dipraktekkan di dalam organisasi Advent. GMAHK benar-benar telah dimasuki oleh ke-Babel-an.
Tahun 1894 Ellen G. White memberikan teguran kepada gaya kepemimpinan di General Conference(President of GC) yang memusatkan kekuasaan di bawah ketua GC yang kemudian mengatur seluruh rencana kerja dan bagaimana para pekerja dibawahnya secara detil. Hal ini sangat bertentangan dengan kehendak Allah dalam hal kepemimpinan sebuah umat, seharusnya ‘Pemimpin’ membiarkan Roh Allah bekerja sebagaimana kehendak Tuhan sendiri gantinya kemampuan berfikir manusia. Pengaturan pekerjaan Allah dari pusat kekuasaan secara detil adalah system Roma-Kepausan dimana para pekerja Allah yang dipanggil untuk Injil Kebenaran dilarang untuk meniru.
“Mistakes have been made in this line. Those who do the work know better concerning these matters than anyone outside. God moves upon human minds to work according to His will and according to His purpose. Workers for God are to look to a higher Source for direction than to human minds. {9 Manuscript Release 178.5}
The minutiae and detail of how they are to work is not to be laid down by human minds. …men(president of GC) are pursuing a similar course to that of the Roman Catholics who center in the POPE every power of the church. {9 Manuscript Release 179.3}
God does not purpose to have one man prescribe how his fellow workmen shall perform His work. When this manner of action comes in among our people, there is need of a protest.
Tuhan tidak bermaksud untuk menunjuk seseorang mengarahkan bagaimana teman pekerja lainnya harus bertindak melaksanakan pekerjaan, jikalau ini terjadi diantara umatNya, harus ada protes.
Tahun 1895 kembali Ellen G. White memberi teguran kepada GC. Kali ini kembali beliau mengatakan bahwa kepemimpinan di dalam GC telah mengikuti pola Romanisme.
General Confrence sendiri menjadi rusak oleh perasaan-perasaan dan prinsip-prinsip yang salah…
Orang-orang telah mengambil kesempatan yang tidak adil dan mereka yang dianggap berada di bawah kekuasaannya. Mereka bertekad untuk membawa orang-orang itu tunduk di bawah persyaratan mereka; mereka mau memerintah atau menghancurkannya…
Kekuasaan bertangan besi yang sudah dikembangkan itu, seolah-olah kedudukan telah menjadikan manusia sebagai dewa-dewa. , membuat saya(Ellen G. White) takut, dan pasti menimbulkan ketakukan. Hal itu adalah suatu kutuk dimana saja dan oleh siapa saja hal itu dipraktekkan. –TM 359-361; PPAZ hal 32.
The goodness, mercy, and love of God were proclaimed by Christ to Moses. This was God’s character. When men who profess to serve God ignore His parental character and depart from honor and righteousness in dealing with their fellowmen, Satan exults, for he has inspired them with his attributes. They are following in the track of Romanism. {Testimony to Minister 362.2}
But how do men fall into such error? By starting with false premises, and then bringing everything to bear to prove the error true. In some cases the first principles have a measure of truth interwoven with the error, but it does not lead to any just action, and this is why men are misled. In order to reign and become a power, they employ Satan’s methods to justify their own principles. They exalt themselves as men of superior judgment, and they have stood as representatives of God. These are false gods. { Testimony to Minister 364.1}
Ditahun 1896 kembali teguran diberikan kepada kantor pusat di Battle Creek ;
Mereka yang hidup di negeri-negeri yang jauh tidak akan melakukan apa yang menurut pertimbangan mereka benar, kecuali mereka lebih dulu meminta izin ke Battle Creek . Sebelum mereka bergerak maju mereka harus menunggu jawaban ya atau tidak dari tempat itu. –Spesial Tertimony-A(9) 32.
Tidaklah bijaksana memilih satu orang sebagai ketua General Conference. Pekerjaan General Conference sudah meluas, dan ada beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu dipersulit. Suatu kekurangan ketajaman telah diperlihatkan. Harus ada suatu pembagian ladang, atau beberapa rencana lain harus dibuat untuk mengubah pengaturan yang ada sekarang. – Testimony to Minister 342; PPAZ hal 32.
Suara dari Battle Creek, yang sudah dianggap sebagai suatu kekuasaan dalam menasihati bagaimana pekerjaan harus dilaksanakan, bukan lagi suara Allah. –17 Manuscript Release 185; PPAZ hal 33.
Ditahun 1898 kembali teguran kepada General Conference lebih keras lagi diberikan ;
Sudah beberapa tahun berlalu sejak saya(Ellen G. White) menganggap General Conference itu sebagai suara Allah. –17 Manuscript Release 216; PPAZ hal 33.
Dengan kata lain pada saat itu Gaya kepemimpinan di pusat Organisasi Advent telah mengikuti teladan Romanisme-Babel-Kepausan! Mereka menganggap bahwa ‘suara dari GC adalah suara Tuhan dan tidak bisa salah’ sama dengan prinsip bahwa Paus tidak bisa salah. Para pemimpin telah mengakui dan melakukan praktek ketunggalan kepemimpinan dan tidak bisa salah. Prinsip Kepausan yang mengekskomunikasikan para bishop yang tidak mau tunduk dimasa zaman kegelapan kristenitas juga telah dilakukan oleh para pemimpin di GC yang mengekskomunikasikan Ellen G. White. Bolehkah dikatakan bahwa saat itu MAHK telah menjadi Babel itu sendiri ? Bukankah sudah diamarkan bahwa sejak tahun 1844 praktek kejahatan Babel akan memasuki berbagai organisasi? Dan dari tiga prasyarat kejatuhan sebuah Gereja ternyata organisasi MAHK-pun tidak luput dari menerima tanda binatang itu?
Kita kembali mengenang kondisi sesungguhnya(”Infalibility” Kepausan – ‘ketidakbisasalahan’) yang melatarbelakangi peristiwa 1888 didalam tubuh Organisasi MAHK sebagaimana penjelasan Ellen G. White :
“Orang-orang yang telah dipilih Allah untuk melakukan tugas khusus sedang dalam bahaya karena jemaat telah melihat kepada manusia yang seharusnya memandang kepada Allah. Ketika Pdt.Butler menjabat Ketua General Conference, para pendeta telah menempatkan Pdt.Butler dan Pdt.Smith serta beberapa pendeta lainnya di tempat yang sepatutnya hanya untuk Allah sendiri. …..Ada pikiran seorang yang sakit yang mempunyai kuasa mengatur rapat General Conference, dan para pendeta telah menjadi bayangan dan gema dari Pdt.Butler…Kedengkian, pikiran jahat, dan iri hati telah bekerja bagaikan ragi sampai seluruh adonan itu menjadi khamir…Kami(EGW) pikir Pdt.Butler sudah tiga tahun lebih lama dalam memegang jabatannya, dan sekarang segala kerendahan hati dan kelembutan sudah lenyap dari dalam dirinya. Dia mengira jabatannya itu memberikan dia suatu wewenang sedemikian rupa sehingga suaranya itu tidak bisa salah”. –dikutip oleh Dr.A.V. Wallenkampf dalam buku ‘Apa yang Harus diketahui oleh setiap orang Advent Mengenai Masalah Tahun 1888’, hlm 44, IPH 1995.
Prinsip Kepausan yang dapat kita ketemukan adalah ketergantungan umat kepada ‘manusia’ gantinya Allah, kekuasaan ‘Jabatan’ sewenang-wenang, dan pandangan bahwa ‘tidak bisa salah’. Identik dengan “Kepausan” yang justru seharusnya dihilangkan dari sidang yang benar.
Peristiwa tragis selanjutnya adalah amaran Ellen G. White yang diberikan kepada Review and Herald, lembaga penerbitan milik Advent yang waktu itu sangat maju. Namun kemajuan tersebut menyimpan duka dihati Tuhan, pemberontakan kepada Allah, pelanggengan kekuasaan, kepemimpinan tunggal dan tamak akan uang menjadi “tema” runtuhnya Review & Herald.
Kemajuan yang dicapai oleh ‘perusahaan’ penerbitan milik pemelihara hari Sabat menjadikannya sebuah industri yang sangat maju dan perluasan demi perluasan baik sarana fisik dan mesin termasuk para karyawan telah membuat R&H menjadi sebuah komplek mewah dan maju pada saat itu. Seperti kawasan industri bila dibandingkan dengan masa kini. Namun dampak kemajuan dan mengalirnya uang pada akhirnya membuat R&H menjadi sebuah perusahaan komersil. R&H mulai mempekerjakan para professional dengan bayaran lebih tinggi, termasuk juga para karyawan yang bukan pemelihara sabat. Yang menyedihkan adalah R&H juga memproduksi buku-buku fiksi, cerita-cerita Wild West, buku-buku Roma Katolik, literature sex dan buku-buku hypnotis dengan tujuan mencetak keuntungan. Lebih dari itu R&H mulai mengkontrol percetakan Advent lainnya(The Pacific Press) untuk tunduk di bawah koordinasinya.
Ellen G. White tidak henti-hentinya menegor kemerosotan dan penyimpangan ini ;
Managers had lost their sense of justice and responsibility, employees had lost much of their unselfish dedication and consecration. Boards had lost their power to control in right lines. It was a gradual process that was frowned upon by Heaven, and warning after warning had been sounded by God’s messenger. But these were for the most part ignored or scorned. {5 Biography 227.3}
The men in leading positions in the office of publication do not respect either the messenger or the messages graciously given them of God. . . . It is not safe for men who have so little of the spirit of Christ, so little divine enlightenment, to hold positions where they themselves, through temptation, may become tempters to lead into false paths those with whom they are associated.–Ibid. {5 Biography 228.2}
Professedly, these men were working for the interests of the publishing institution. . . . I speak that which I have seen, and which I know to be true. The speculative spirit has been gaining supremacy in the Battle Creek publishing house, and oppression is seen in a marked degree. I must speak plainly, for a power from beneath, a power that works in the children of disobedience, is working in the men who are acting in opposition to the leading of the Holy Spirit. . . . Satan gives them the impression that in their cruel business dealing, they are doing God a service.–Ibid. {5 Biography 230.4}
Dengan sederetan kisah-kisah penyimpangan lainnya dan teguran-teguran yang selalu diberikan oleh Ellen G. White sejak 1888, pada tahun 1901 kembali kejatuhan organisasi GMAHK(para pemimpin di Battle Creek) dinyatakan dihadapan umum “Bahwa orang-orang ini pasti berpijak di tempat yang kudus, menjadi sebagai suara Allah kepada umat, sebagaimana yang pernah kita percayai tentang General Conference—ITU SUDAH LEWAT”. –GC Bulletin, 3 April 1901, hlm 25. Pada akhirnya Tuhan menurunkan Api Murka-Nya pada tanggal 18 February 1902 dan 30 Desember 1902.
Rumah sakit Advent Battle Creek, lembaga Advent yang terbesar dan tersohor di dunia, terbakar habis pada tanggal 18 Februari 1902 dan dilanjutkan dengan dihancurkannya gedung percetakan Review and Herald Publishing Association, juga akibat kebakaran, pada tanggal 30 Desember 1902.
Kemerosotan moral dan masuknya paham-paham romanisne dan sekularisme yang terparah adalah ketika para pemimpin di Batlle Creek mulai menggunakan fasilitas yang dibentuk Allah sebagai sarana pemurtadan. Rumah Sakit Advent yang ditujukan untuk mengajarkan reformasi kesehatan justru mencampur adukkan penggunaan obat, dan bahan-bahan ‘haram’ lainnya ke dalam resep pengobatan. Lembaga percetakan (R&H) yang ditujukan untuk menyebarkan “pekabaran 3 malaikat” justru berencana mencetak buku ‘The Living Temple’ yang berisi ajaran Pantheisme yang sangat menyesatkan. Begitu marahnya Allah akan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di dalam lembaga-lembaga milik GMAHK yang tadinya ditunjuk sebagai penyimpan Mutiara Kebenaran sampai akhirnya Allah dengan geram membersihkan kedua lembaga Advent tersebut dari penyimpangan yang lebih parah.
Apakah Ellen G. White telah mengetahui peristiwa ini? Tiga bulan sebelum kejadian Ellen G. White mengamarkan ;
“I have been almost afraid to open the Review, fearing to see that God has cleansed the publishing house by fire.”–8T, p. 91. {5 Biography 225.1}
Tak ketinggalan Petugas pemadam kebakaran disaat itu menyatakan bahwa Api itu sungguh Aneh :
There is something strange,”’ he said, “’about your SDA fires, with the water poured on acting more like gasoline.”’–P. B. Fairchild to Arthur L. White, Dec. 4, 1965.
Laporan yang dibuat oleh petugas pemadam kebakaran menjadi bukti bagaimana Allah campur tangan dan menggenapi pekabaran malaikat ke-Tiga bahwa “maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba” (Wahyu 14:10). Ya, 14 tahun sejak didengungkan kepada sidang Laodikia, Allah mencurahkan murkaNya karena Organisasi GMAHK telah minum anggur dan mengikuti jalan Babel , mengikuti ‘Kejahatan’ dari Babel . Pekabaran malaikat ke Tiga telah terpenuhi justru di dalam tubuh MAHK sendiri !
Peristiwa-Peristiwa Sejak Kebakaran di Batlle Creek.
Tahun 1903 kembali Ellen G. White mengamarkan tentang akan terjadinya pemurtadan didalam tubuh GMAHK :
The enemy of souls has sought to bring in the supposition that a great reformation was to take place among Seventh-day Adventists, and that this reformation would consist in giving up the doctrines which stand as the pillars of our faith, and engaging in a process of reorganization. Were this reformation to take place, what would result?
1. The principles of truth that God in His wisdom has given to the remnant church, would be discarded.
2. Our religion would be changed. The fundamental principles that have sustained the work for the last fifty years would be accounted as error.
3. A new organization would be established.
4. Books of a new order would be written.
5. A system of intellectual philosophy would be introduced.
6. The founders of this system would go into the cities, and do a wonderful work.
7. The Sabbath of course, would be lightly regarded, as also the God who created it.
8. Nothing would be allowed to stand in the way of the new movement.
9. The leaders would teach that virtue is better than vice, but God being removed, they would place their dependence on human power, which, without God, is worthless.
10. Their foundation would be built on the sand, and storm and tempest would sweep away the structure. {1SM 204.2}
Apakah reformasi dikalangan GMAHK akan terjadi sesudah itu ?
Tidak berhenti dan bertobat dengan Api murka Allah, rupanya Batlle Creek-rumah sakit Advent juga tidak ketinggalan dalam ikut serta melakukan pemberontakan terhadap Allah. Pada sidang GC tahun 1903 salah satu agenda utama yang dibahas adalah krisis keuangan yang dialami oleh Batlle Creek Sanatorium oleh karena hutang. Adalah Dr. Kellogg (seorang anggota komite GC) penyebab timbulnya persoalan ini, ekspansi dalam mendirikan rumah sakit mengakibatkan hutang sebesar $300,000 ditahun 1903. Kellogs beroposisi dengan Daniells(pimpinan GC) yang mendapat support dari Ellen G. White, bahkan dalam salah satu sidang komite keuangan GC (annual council) kellogs menyatakan “Organisasi tidak boleh didominasi oleh orang yang berpendirian tidak ada kebijakan ‘tidak ada hutang’.” Meskipun perlawanan Kellogs ditujukan kepada Daniells tentunya dia juga mengarah kepada Ellen G. White, karena beberapa kali Ellen G. White menegornya ‘bahwa Kellogs berada dijalur yang salah’.
Permasalahan utama bukan hanya terletak pada jumlah utang yang besar, namun atas penggunaan uang-uang tersebut. Adalah rencana dari para pemimpin di Battle Creek untuk membuat Rumah Sakit Raksasa dan Sekolahan Advent Raksasa. Pembuatan Sekolah maupun Rumah Sakit yang besar adalah bukan kehendak Tuhan. Namun strategy evangelisasi yang ditetapkan surga ini dilanggar oleh para pemimpin oleh karena ingin membangun “Giant”. Ini mengulang sejarah pendirian menara Babel dan Tuhan mencerai beraikan pada akhirnya.
Battle Creek menjadi pusat penyimpangan ajaran-ajaran Advent sesudah itu(mempraktekan prinsip-prinsip dunia yang bertentangan dengan tuntunan Roh Nubuat; penggunaan tembakau dan obat-obatan). Masuknya pengajaran-pengajaran baru dan menyimpang, yang diajarkan kepada para murid menjadi perhatian dan pada akhirnya ditahun 1906 Ellen G. White mengatakan :
The warning is given in the Word, “Some shall depart from the faith, giving heed to seducing spirits and doctrines of devils” (1 Timothy 4:1). We now repeat, Parents, keep your children away from Battle Creek . Some of our medical missionary workers are becoming leavened with infidelity. Specious heresy has been taking hold of minds and its threads have been woven into the pattern of the figure. Who is responsible for giving young men and women an education that has left a seducing influence upon their minds? One father writes that of his two children who were sent to Battle Creek , one is now an infidel and the other has given up the truth. {Manuscript Release 760 26.4}
Letters such as this have been coming from different ones. The warning is given me to give to parents, If your children are in Battle Creek , call them away without delay. Satan has come down with great power to work with all deceivableness of unrighteousness.–Ms 20, 1906. (“Preach the Word,” February 7, 1906.) { Manuscript Release 760 27.1}
I have words to speak to you and to others in Battle Creek . I shall go over the ground step by step, just as I am led by the Holy Spirit. It is presented to me that there are some in Battle Creek who are being deceived by men linked together to support one another. I could name individuals, but this may not be necessary. { Manuscript Release 760 27.2}
Battle Creek dan R&H adalah sebuah sejarah bagaimana lembaga yang tadinya Allah tunjuk menjadi “Watchman” ternyata telah menjadi “Harlot”, bagaimana kesalahan, dosa dan menolak amaran dari Tuhan benar-benar terjadi di dalam tubuh GMAHK. Bagaimana kemudian sesudah itu?
Tahun 1915 ketika Ellen G. White tutup usia, satu amaran terakhir dipesankan kepada Gereja :
I am charged to tell our people, that do not realize, that the devil has device after device, and he carries them out in ways that they do not expect. Satan’s agencies will invent ways to make sinner out of saint. I tell you now, that when I am laid to rest, great changes will take place. I do not know when I shall be taken; and I desire to warn all against the devices of the devil. I want the people to know that I warned them fully before my death. –Manuscript 1, February 24, 1915.
Peristiwa apakah yang kemudian terjadi setelah sepeninggal Ellen G. White, sungguh akan membuat kita terpana, terkejut dan bertanya dalam hati, bagaimana mungkin lembaga yang ditunjuk Tuhan sebagai juru kabar dapat berbuat demikian. Bagaimana umat Advent harus bersikap dan bagaimana Allah membersihkan sidang terakhir ini yang telah melakukan kesalahan, dosa dan menolak terang kebenaran yang dikirimkan dari sorga?
Masuknya “Romanisme” – Kebabelan di dalam Jemaat Laodekia.
Kita kembali kepada amaran Ellen G. White ditahun 1903 setelah Review & Herald dihukum oleh Allah. Disitu diamarkan bahwa ; pilar-pilar kebenaran akan diabaikan, agama akan berubah, dasar-dasar kepercayaan dianggap sebagai suatu kesalahan, organisasi baru akan dibentuk, system/tatanan baru akan diperkenalkan, kepandaian akan ditekankan, para pemimpin akan mengajarkannya, namun kepercayaan itu bagaikan berdiri diatas pasir, akan sirna karena semua itu bukan kehendak Tuhan.
Bukankah penyimpangan doktrin di Battle Creek telah menggenapi amaran Ellen G. White tahun 1903, sehingga di tahun 1906 dengan keras Ellen G. White menyerukan untuk ‘menarik’ keluar anak-anak yang disekolahkan disana agar tidak tersesat.
Peristiwa yang terjadi sepeninggal Ellen G. White kemudian, akan membuka mata kita. Pada tahun 1949 kembali secara lembaga Review & Herald melakukan ‘dosa’ melalui pekerja D.E Rebok yang menghapus kata-kata ‘Kristus datang dalam keadaan tubuh berdosa’, yang sangat berkaitan dengan doktrin “Kemanusiaan Yesus” (Baca artikel : Trinitas – Suatu Kebenaran dan Kesesatan). Hal ini terjadi sangat erat hubungannya dengan kejatuhan gereja Protestan, dan GMAHK melalui R&H kembali mengulang kesalahan yang sama yaitu menyamakan dirinya dengan tingkah laku Prostestan yang telah jatuh. Pada tahun-tahun itu dua orang tokoh gereja Protestan, Donald Grey Barnhouse dan Walter Martin sedang mengadakan penyelidikan gerakan-gerakan bidat di Amerika Serikat dan memutuskan meneliti GMAHK untuk mengetahui apakah GMAHK termasuk “bidat” atau “Injili”. Tolok ukur “Injili” yang ditetapkan oleh mereka adalah bila mengakui bahwa “Kemanusiaan Yesus adalah sebelum Kejatuhan Adam” atau Kemanusiaan Yesus adalah tidak berdosa !.
Ketakutan dianggap sebagai aliran “bidat” itulah yang menyebabkan R&H “merevisi” kata-kata/doktrin yang tertulis di dalam buku “Bible Reading for The Home Circle”. Dan sejak tahun 1952 terdengar dua suara dikalangan GMAHK. Pada mulanya, suara yang sama dengan umat Protestant umumnya belum terdengar terlalu lantang, tetapi dengan diterbitkannya buku “Question on Doctrine” pada tahun 1957 oleh Review&Herald, dan digunakannya buku tersebut sebagai buku pelajaran agama di Perguruan-perguruan Tinggi yang mencetak calon-calon pendeta GMAHK, “suara baru” ini berhasil menelan suara asli dari Advent. Pada buku yang sama diajarkan pula penyangkalan bahwa Yesus bukanlah Imam Tertinggi Kabah di Surga, Dia telah melakukannya penebusan itu di kayu salib.
Paling tidak ada 2 ajaran dasar GMAHK yang telah dirubah, dianggap salah dan diperbaharui oleh R&H. Hal ini benar-benar menggenapi amaran Ellen G. White tentang ‘pilar-pilar kebenaran akan diabaikan, agama akan berubah, dasar-dasar kepercayaan dianggap sebagai suatu kesalahan’. Bila benar demikian, kenyataannya apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan Organisasi dan sebagian pemimpin GMAHK? Kejahatan telah memasuki GMAHK! Itu kata-kata yang tepat untuk melukiskan kondisi jemaat sekarang ini.
Pada tahun 1948 gereja-gereja sedunia membentuk sebuah kelompok oikumenis yang disebut dengan World Council of Churches(WCC) dengan tujuan menyatukan seluruh aliran-aliran Kristen. Protestan dan Katolik bersatu dengan berpegang pada asas persamaan doktrin, mempunyai tradisi dan iman yang sama. Beberapa gereja yang tidak bergabung kemudian membuat sebuah kelompok tersendiri yang disebut Christian World Communions(CWC) ditahun 1957 dimana GC-GMAHK termasuk salah satu formatur pembentuknya (visit:
www.wcc-coe.org/wcc/links/church.html#ewe ) Apakah ini menggenapi amaran Ellen G. White tahun 1903 ‘organisasi baru akan dibentuk, system/tatanan baru akan diperkenalkan’. Kita menyebutnya itu sebagai “Ecumenical Movement”. Dan ketakjuban kita akan semakin bertambah bila mengetahui siapakah sebenarnya ‘creator’ dibalik gerakan Ecumenical ini. Benar! Gereja Roma Vatican.
The powerful Augustin Cardinal Bea….organized “ecumenical gatherings” that included not only Roman Catholics and Protestants as usual, but Jews and Muslims as well. In time, as was only logical, Buddhists, Shintoists, animists and a host of other non-Christian and even nonreligious groups would find a place in the poorly and broadly defined new “Ecumenism.” –Malachi Martin, The Keys of This Blood, Touchstone, New York 1990.
Semenjak Kongres Vatican II, GC-GMAHK melalui salah satu pendetanya pastor B.B Beach menjalin hubungan yang erat dengan Vatican maupun kelompok WCC itu. Hubungan baik itu nampak dalam kerjasama dan pertemuan semiofficial dengan pemimpin-pemimpin mereka.
“The Seventh-day Adventists is an associate of the National Council of Churches…..The Seventh-day Adventists have been affiliated with a unit of the Council since its formation in 1950” Letter From National Council of Churches (USA), March 21. 1960.
Kita tidak mengerti apakah pada saat itu GMAHK telah bersatu atau tetap beroposisi dengan Vatican maupun gereja-gereja yang telah jatuh. Bagaimana mungkin terang dan gelap dapat bersatu? Bagaimana mungkin umat Allah dapat bersatu dengan orang yang tidak percaya pekabaran 3 Malaikat, bagaimana mungkin kebenaran disamakan dengan kesalahan, dan bagaimana mungkin gereja yang benar dapat bersatu dengan gereja yang telah jatuh? Tahun 1948 seiring dengan merdekanya Negara Israel, merupakan awal perubahan ‘organisasi baru’ dimana system/tatanan agama baru mulai diperkenalkan. Sedikit demi sedikit kemudian GMAHK akan semakin masuk kedalam lingkaran itu sampai akhirnya seluruh amaran Ellen G. White akan terjadi.
Tahun 1973, pendeta GMAHK Bert Beverly Beach yang telah begitu dekat hubungannya dengan WCC bersama-sama dengan Lukas Vischer-Sekertaris World Council of Churches bekerja sama membuat sebuah buku berjudul “So Much In Common” diterbitkan oleh World Council of Churches, Geneva, Switzerland. Dalam salah satu bab berjudul “Between the World of Council of Churches and the Seventh-day Adventists Church ” dijelaskan bahwa kerjasama antara GMAHK Church dan World Council of Churches dimulai sejak kongres Vatican II.
In view of the fact that informal conversations between the World Council of Churches and the Seventh-day Adventist Church have been taking place on a regular basis for over four years, it is not inappropriate to consider the significance of these contact and take stock of what has been accomplished so far. –Bert B. Beach, So Much in Common, page 98.
Tidak lama sesudah itu pada tahun 1974, Neal C Wilson, former General Conference mengeluarkan pernyataan sbb :
“Although it is true that there was a period in the life of the Seventh-day Adventis Church when the denomination took a distinctly anti Roman Catholic viewpoint…. That attitude on the church’s part was nothing more than a manifestation of widespread anti-popery among conservative Protestant denominations in the early part of this century and the latter part of the last, and which has now been consigned to the historical trash heap so far as the Seventh-day Adventist Church is concerned.” –Court Transcript of United State vs the Seventh-day Adventist Church, Equal Employee Opportunity Commision vs the Pacific Press Publishing Association and the General Conference, Reply Brief for Defendants, p 4, Civil Case #74-2025 CBR, presided over by Judge Charles B Renfrew, U.S. District Courth, San Francisco, California, 1974-1975.
Tahun 1977 terdapat peristiwa yang menggemparkan dilingkungan GMAHK, tepatnya pada hari Rabu tanggal 18 Mei 1977 Paus Yohanes Paulus VI menerima medali emas yang dipersembahkan oleh wakil dari “World Confessional Families”, hadir diantaranya adalah Bishop John Howe dari Anglican Advisory Council dan Mr. B.B. Beach dari Seventh-day Adventis Church. Pertama kali dalam sejarah perwakilan dari gereja-gereja bertemu dengan Paus.
The Conference of Secretaries of world Confessional Families was organized twenty years ago, and its founder was the First Secretary of the Anglican Advisory Council, Bishop John Howe. The present Secretary of the Conference and at the same time the First Secretary of the Seventh-day Adventist Church, Mr. Beach, made a statement at the Vatican Radio emphasizing the importance of this first meeting of Adventists with the Pope. Word for word, this is what he said: “It was a great honor for me, as the Secretary of the Conference, to be present here in Rome , in audience with the Holy Father. On this occasion I presented to the Pope a book* about the world wide work of the Adventis church.” –Glas Koncila ( Surat Kabar Catholic di Yugoslavia), June 5 1977.
(* The book presented was the Adventist missionary book Faith in Action, and the medallion was a gold-covered symbol of the Seventh Adventist Church . The medallion is an engraved witness to the Adventist faith in Christ as Creator, Redeemer, and soon-coming Lord, in the cross and Bible, and in the lasting validity of the Ten Commandments. While the other commandments are represented simply as Roman numerals. the words of the fourth- ‘Remember the sabbath day, to keep it holy” are written out.)
Di tahun 1981 kembali Neal C Wilson, former General Conference mengeluarkan pernyataan :
“……there is another universal and truly Catholic Organization, the Seventh-day Adventis Church .” –Adventis Review, Maret 5, 1981, hal 3.
Apakah ini sebuah kebetulan ataukah penggenapan dari amaran Ellen G. White 1903 yang berbunyi “kepandaian akan ditekankan, para pemimpin akan mengajarkannya” apa yang telah terjadi dengan pemimpin GMAHK (GC) sebuah kompromi ataukah sebuah taktik untuk menyerukan “Hai sahabatku anda telah jatuh….bertobatlah engkau, tinggalkan ajaran Romanisme!”. Seruan pertobatan tentunya tidak diiringi pemberian medali dan sebuah pengakuan bahwa tidak ada bedanya kami dengan Katolik, karena sesungguhnya GMAHK-lah Organisasi Katolik yang sesungguhnya!
Tidak heran sebagian umat dan tokoh-tokoh GMAHK-pun terpukau sehingga berucap “We praised the pope for sounding like an Adventis or protestant preacher, and suggested God was using this pope to bring the gospel to the Catholics” –Review, September 19, 1993, Miriam Widmer.
Jabat erat antara GMAHK dan Vatican terus berlangsung hingga tahun 1995 disidang GC Nederland, bendera Vatican berkibar ditengah-tengah sidang GC. Di tahun yang sama rumah sakit Advent di Colorado , USA bekerjasama dengan Roman Catholic Health System.
You are not to unite with unbelievers in medical work. Neither is this the Lord’s plan. His word to you is, ‘Be ye not unequally yoked together with unbelievers: for what fellowship hath righteousness with un righteousness. –Medical Ministry, p 44.5
Adalah menarik bila kita mengamati fenomena yang terjadi di masa Paus Yohanes Paulus II memimpin Vatican. Begitu banyak perubahan yang terjadi diagama-agama dunia, politik dan juga di dalam lingkungan MAHK sendiri. Pada tahun-tahun ini tepatnya tahun 1995 dikeluarkan sebuah buku yang berjudul “Apa yang Harus diketahui oleh setiap orang Advent Mengenai Masalah Tahun 1888” yang ditulis oleh Dr.A.V. Wallenkampf terbitan IPH(dari terjemahan terbitan General Conference).
Di tahun yang sama Prof.Dr.Desmond Ford seorang ‘tokoh’ MAHK menerbitkan sebuah buku berjudul “Good News For Adventist” namun beliau mengajarkan kesalahan-kesalahan Ellen G. White maupun kesalahan Organisasi GMAHK. Beberapa statement beliau dapat kita ketahui sbb ;
“SDA sekarang ini sangat bertentangan dengan dunia Kristen, ajarannya merupakan satu benteng pemisah” –hal 24.
Bulan September 1995 Ford mengeluarkan edisi khusus berjudul “Traditional Advent and Evangelical Advent” yang menuduh bahwa E.G White adalah seorang penjiplak(plagiat), sehingga pilar-pilar kebenaran yang diajarkan oleh E.G.White sesungguhnya adalah hasil pemikiran pendeta-pendeta lainnya.
Hasil dari sepak terjang Ford berakibat pemutusan hubungan antara Organisasi MAHK(GC) dengan kelompok Ford yang kemudian menyeret kurang lebih 1/3 pendeta dan jemaat Australia beroposisi dengan Organisasi resmi MAHK.
Kita tidak bisa mengerti mengapa peristiwa Ford bisa terjadi. Selain karena Ford merasa diri benar (karena beliau menyombongkan hasil penelitian maupun gelar pendidikannya) sesungguhnya roh kerendahan hati telah menjauh dari Ford. Peristiwa yang sama dialami oleh AT. Jones dan Waggoner ketika pada akhirnya mereka ‘terhilang’ karena menganggap Pdt.Smith tidak tahu apa-apa, demikian pula Ford pada akhirnya terhilang.
Satu-satunya informasi yang mungkin bisa mengungkap misteri ini adalah “Desmond Ford adalah seorang Jesuit yang sejak lama disusupkan ke dalam tubuh GMAHK.” Informasi ini didasarkan atas pengakuan seorang Jesuit yang keluar dari ordo tersebut dan menjadi misionaris-oposisi diluar organisasi Vatican. Sebab itulah yang kemungkinan merupakan strategy dari Ford, pada akhirnya mengajarkan bahwa GMAHK harus menyatu dengan dunia Kristen lainnya, berikut pula ajaran-ajaran MAHK harus berubah menjadi ‘evangelical’, sejalan dengan misi eikumenis yang dilancarkan oleh Paus Yohanes Paulus II.
Apakah ada yang sudah berubah dengan tulisan amaran Ellen G. White karena tulisan itu terjadi dahulu di Battle Creek, bahwa Allah tidak ada pernah merencanakan di dalam pekerjaan-Nya penyatuan antara GMAHK dan Katolik maupun gereja-gereja yang telah jatuh ?
Memang mengherankan mengapa setelah tahun-tahun tersebut banyak sekali perubahan terjadi di dalam Roma Vatican termasuk juga di dalam tubuh MAHK sendiri. Mata dunia terpukau dengan kebijakan-kebijakan Roma Vatican akhir-akhir ini dan perubahan di dalam tahtanya. Semenjak Paus Yohanes Paulus II memimpin (1978-2005), perlu diakui bahwa Vatican kemudian menunjukkan perubahan yang luar biasa. Bila berabad-abad Vatican menutupi sejarah gelap Inkuisisi, Paus Yohanes Paulus II justru meminta maaf di tahun 1999. Sikap Vatican lebih lunak terhadap Protestant, bila dahulu menganggap Protestant adalah “sesat” sekarang Vatican mengatakan sebagai saudara. Vatican menunjukkan roh kerendahan hati dan mengakui kesalahan dan dosa-dosa putra-putrinya pada waktu yang lampau.
Tidak heran bila salah seorang pemimpin GMAHK di Divisi Trans-Europe mengeluarkan pendapatnya :
“…..Honestly demands an acknowledgment that in recent decades Roman Catholicism has changed in positive ways in most parts of the world…..Furthermore, the Catholic Church has formally accepted the principle of religious freedom [only as a façade]. It is not fair to suggest that these and other positive developments are just window dressing and must, in fact, be watched with suspicion” –Reinder Brinsma, Adventists and Catholics: Prophetic or Prejudice?, Spectrum, Summer 1999.
Apakah Roma benar-benar akan bertobat karena telah menunjukkan tanda-tanda pengakuan dosa dan segudang tindakan-tindakan moral yang memukau mata bangsa-bangsa. Apakah GMAHK yang selama ini dibekali oleh kesaksian roh melupakan tuntunan Tuhan dan mengabaikannya juga dan menerima jabat erat Roma Vatican dan ikut dengannya?
Melihat perubahan-perubahan dan terobosan-terobosan yang dibuat oleh Paus Johanes Paulus II, didorong oleh tuntunan Tuhan, Woodrow W. Whidden, professor of Religion di Andrews University, Michigan mengamarkan melalui Adventis Review May 25, 2000 ;
“When these four key tests are applied to the Roman Catholic religious system, the sad but inescapable conclusion is that papal Rome is still the great power…”
Mengapa tulisan Woodrow dimuat, karena pada tahun-tahun itu banyak independent ministry yang dengan keras dan terbuka menyerang Paus dan Roma Katolik dengan memakai nama GMAHK dan dianggap membawa dampak membahayakan/memalukan denominasi GMAHK. Bahkan selanjutnya Organisasi Advent(GC) mengambil tindakan hukum(melalui pengadilan negeri Florida ) melarang salah satu gereja Advent untuk menggunakan nama GMAHK dalam mengajarkan anti Katolik. (Peristiwa penganiayaan juga terjadi kepada jemaat GMAHK di masa pelayanan Edson(anak Ellen G. White) dibagian Selatan Amerika oleh GC (1901-1921); GMAHK German pada waktu PD I 1914; -/+ 1300 Jemaat GMAHK Hungaria tahun 1983; Jemaat GMAHK di Kenya Selatan tahun 1986; dan di beberapa tempat lainnya termasuk di Indonesia .
Dan hendaklah diingat, adalah kesombongan Roma bahwa ia tidak pernah berubah(never changes). Dan seandainya ia mempunyai kekuasaan, ia akan menjalankan prinsip-prinsip itu sekarang sama seperti pada abad-abad yang lampau…Roma bertujuan untuk menegakkan kembali kekuasaannya untuk memulihkan kembali keunggulannya yang hilang…dan kemenangan Roma di negeri ini(Amerika) sudah dipastikan. –The Great Controversy, p 581.1
Terjemahan perihal diatas dalam edisi bahasa Indonesia terdapat kesalahan(tidak pernah salah), konteks bahwa Roma tidak pernah berubah menjadi hilang disamarkan dengan Roma tidak pernah salah. Semoga ini bukan suatu kesengajaan pula yang dibuat oleh Roma Vatican dalam meng-’edit’ buku-buku Roh Nubuat.
Rupanya Organisasi Advent melalui beberapa pemimpinnya sudah menabur bibit-bibit ketidakpercayaan kepada tuntunan Roh Nubuat, dengan jalan kompromi beberapa pemimpin GMAHK dengan bangganya mengatakan bahwa pandangan Adventist terhadap Katolik sudah berubah, “and which has now been consigned to the historical trash heap so far as the Seventh-day Adventist Church is concerned.” – Neal C Wilson, former General Conference.
Tanpa disadari ataukah menggenapi amaran Ellen G. White ditahun 1903 tentang “Our religion would be changed. The fundamental principles that have sustained the work for the last fifty years would be accounted as error”, ternyata usaha-usaha mempertahankan ‘fundamental priciples’ benar-benar berubah. Meskipun pernyataan itu dikeluarkan oleh Pemimpin resmi di organisasi GMAHK namun tidak semua umat GMAHK berpandangan demikian, namun secara lembaga pemimpin GC telah mewakili seluruh GMAHK dan dengan demikian begitu pulalah pandangan dari GMAHK waktu itu.
Tahun 2002 muncul fenomena lain yang ‘disajikan’ oleh seorang Profesor Dr Samuel Bachiocchi yang sangat terkenal dengan bukunya “From Sabath to Sunday”. Kali ini ajaran yang dibawa adalah ‘Islam adalah Antikristus”. Tentunya gerakan Samuel Bachiocchi telah dimulai bertahun-tahun sebelumnya dan mengundang minat banyak kalangan Adventis, begitu mengesankan beliau menjelaskan tentang Sabat dan dasar-dasar pemikiran Advent lainnya sehingga banyak sekali ‘penganutnya’ dan diundang keberbagai seminary maupun gereja-gereja Advent diseluruh dunia. Yang menarik adalah pada akhirnya beliau berseberangan dengan E.G White, selain mengajarkan Islam adalah bagian dari Antikristus.
Banyak kalangan yang mengatakan Bachiocchi juga seorang Jesuit, namun hal ini belum bisa dipastikan karena perihal keorganisasian Jesuit merupakan rahasia yang tidak mungkin diungkapkan terang-terangan. Yang jelas kedekatan hubungannya dengan Vatican maupun Paus tidak diragukan.
Satu-satunya kemungkinan adalah pengawasan melalui ajaran yang diajarkannya, yaitu ketika dunia Kristen mayoritas mulai mengarah kepada perang Israel-Arab, pembentukan Zionis Kristen dalam membela kepentingan Israel untuk membangun kota suci Yerusalem, memang terdapat sebuah skenario global menyudutkan Islam menjadi tertuduh dan menggenapi sebagai si-Antikristus.
Kita tidak dibenarkan menuduh, namun berdasarkan cara-cara pengkhianat Advent dan amaran Roh Nubuat memberikan panduan kepada umat Advent untuk berhati-hati ;
“Penipuan setan yang paling akhir adalah membuat kesaksian Roh Allah itu tidak berarti. Setan akan bekerja dengan banyak akal, dengan berbagai cara untuk menggoyahkan keyakinan umat Allah yang sisa terhadap kesaksian yang benar”. –1 SM 48.
“Adalah rencana setan untuk melemahkan iman umat Allah terhadap kesaksian-kesaksian itu, kemudian akan menyusul keragu-raguan akan dasar utama dari iman kita, lalu meragukan Kitab Suci.” –4 T 211.
Pada mulanya mereka (pengkhianat-pengkhianat) akan mencari popularitas agar mendapat simpati dan kepercayaan, setelah itu sedikit-demi sedikit mulai mengajarkan hal-hal yang agak menyimpang dari dasar utama iman Advent, kemudian akan mulai meragukan Roh Nubuat ataupun pembawanya E.G. White yang pada akhirnya ketika terjadi pertentangan dengan para “Watchman (pengamat)” yang masih setia, mereka akan berhasil membawa keluar umat Advent yang tidak kuat dasar-dasar imannya untuk melawan kebenaran yang kita miliki.
Kita dapat melihat bahwa ketergantungan kepada kepintaran manusia, gelar-gelar Profesor, DR, ahli Teologia lebih diterima daripada ketergantungan kepada pimpinan Allah. Itu merupakan ciri-ciri yang bisa kita lihat melalui sejarah masuknya ‘Romanisme’ ke dalam setiap organisasi agama termasuk di dalam sejarah MAHK sendiri. Ketika orang yang ditinggikan menggantikan pencerahan murni dari Roh Allah, pada saat itulah ke-Babelan telah merayap memasuki pikiran dan akhirnya menjadi tingkah laku yang membawa umat tersesat dari jalan yang lurus, dasar-dasar iman Advent.
Terlalu banyak hal-hal yang bila diuraikan satu-persatu akan dengan mudah menunjukkan “kejahatan yang telah masuk” yang terjadi di dalam organisasi MAHK. Baik dilingkungan Divisi, Uni, Konfrens maupun Jemaat-jemaat setempat baik konteks GMAHK sedunia maupun di-Indonesia. Penyimpangan dalam hal keuangan merupakan hal yang sering terdengar di tingkat Divisi, Uni & Konfrens dimanapun; penyimpangan akan kekuasaan yang dilakukan oleh para pemimpin dan pendeta bukan hal baru lagi; penganiayaan, fitnah dan pembentukan opini jelek terhadap orang awam(& independent ministry) yang bekerja dengan tulus bukanlah hal baru; penyimpangan para pendeta yang hanya mengejar kedudukan, KKN, penyimpangan sexual, mengutamakan kesukuan & kekeluargaan, kebutuhan keluarga dan kelangsungan sekolah anak-anaknya bukanlah hal yang luar biasa; penguasaan di dalam jemaat oleh beberapa Ketua Sidang menjadi perbincangan disana-sini; praktek baptisan yang hanya mengejar jumlah baptisan dan pertambahan anggota, manajemen gereja yang sudah keduniawian itulah yang sedang masuk ke dalam jemaat Tuhan yang terakhir. Kejahatan demi kejahatan mulai menggerogoti bahtera yang tadinya bertugas sebagai penyelamat jiwa-jiwa.
Mana yang benar : GMAHK bukan Babel atau Anggota GMAHK bukan Babel ?
Bila sedemikian parah kemerosotan dan teguran keras dari utusan Tuhan beserta bukti-bukti nyata di atas, bagaimanakah ‘Kesaksian Roh’ memberikan arahan bagaimana bahtera ini akan berlayar. Bukankah ini sidang terakhir? Apakah mungkin jemaat terakhir dapat dikatakan sebagai Babel Rohani dan tergolong sebagai gereja yang telah jatuh juga?
Ditengah-tengah para peserta sidang yang menolak pekabaran 1888 Ellen G. White memastikan masih adanya hamba-hamba Tuhan yang setia, yang mendengar dan menerima amaran Tuhan dan ikut serta mengabarkannya kemudian.
Ditengah-tengah kejatuhan Battle Creek, kepada E.G Daniel-pemimpin General Conference Allah memberi dukungan melalui Ellen G. White. Hubungan kedua hamba Tuhan itu sangatlah erat. Daniel mendapat dukungan penuh dari Ellen G. White untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi pada waktu itu. Meskipun demikian suara minoritas akhirnya kalah dengan mayoritas kebabelan dari para pemimpin yang mulai menguasai Organisasi GMAHK. Pada dasarnya Tuhan masih memiliki umat-umatNya yang tersisa dan tersembunyi ditengah-tengah sebagian besar pemelihara Sabat yang hanya di bibir saja.
Sebut saja salah satu tokoh contoh penyimpangan ini. Uriah Smith. Pandangan Uriah Smith sejak mula-mula telah banyak menimbulkan permasalahan. Pertama kali beliau mengajarkan bahwa Turki adalah Antikristus bukan Paus sejak meninggalnya James White thn 1881, kemudian di dalam peristiwa 1888 Uriah Smith adalah salah satu pimpinan di GC yang dengan keras menolak amaran dari A.T Jones dan Waggoner. Setelah melalui proses yang panjang dan teguran demi teguran dari Ellen G. White pada akhirnya Uriah Smith bertobat dan kembali kepada kebenaran 10 tahun sebelum Battle Creek dibakar Api. Namun ada juga pemimpin-pemimpin GMAHK yang tetap tidak bertobat meskipun berkali-kali Ellen G. White memberikan tegoran misalnya John Harvey Kellog atau bahkan seseorang yang ‘dipilih’ seperti A.T.Jones. Sangat disesalkan A.T Jones yang dipilih oleh Tuhan sebagai pembawa ‘tegoran’ kepada GMAHK justru pada akhirnya hilang dari iman.
Peringatan-peringatan amaran yang serius, yang dinyatakan dengan pemusnahan fasilitas-fasilitas pekerjaan yang sangat disayangi, terucap kepada kita: “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan” (Wahyu 2:5).
Gereja sudah gagal, gagal secara menyedihkan, untuk memenuhi keinginan Penebusnya, namun TUHAN TIDAK MENARIK DIRI dari UMAT-NYA. IA masih tinggal dengan mereka, bukan karena sesuatu kebaikan yang ada dalam diri mereka, tetapi supaya nama-NYa tidak dihinakan dihadapan musuh-musuh kebenaran dan kesalehan, agar kaki tangan Iblis tidak berjaya dalam kebinasaan umat Allah. IA telah lama bersabar dengan pemberontakan, ketidakpercayaan dan kebodohan mereka. Dengan panjang sabar dan belas kasihan yang ajaib IA telah mendisiplin mereka. Kalau mereka mau mempedulikan petunjuk-NYA, niscaya IA akan menghapuskan kecenderungan-kecenderungan pelanggaran mereka, menyelamatkan mereka dengan keselamatan yang kekal dan menjadikan mereka sebagai monumen-monumen abadi dari kuasa anugerahNya. –Special Testimony, 13 November 1901.
Kita harus ingat bahwa gereja ini, sekalipun lemah dan cacat, adalah satu-satunya sasaran dibumi ini dimana Kristus mencurahkan perhatian-Nya yang tertinggi. IA senantiasa mengawasinya dengan perhatian, dan menguatkannya dengan Roh Kudus-Nya. –2 SM 396 (1902).
Kecuali GEREJA, yang sekarang sedang dipenuhi dengan ragi kemurtadannya sendiri, mau MENYESAL dan BERTOBAT, maka ia akan memakan buah perbuatannya sendiri sampai ia tidak menyukai dirinya sendiri. Apabila gereja ini menolak kejahatan dan memilih yang baik, bilamana ia mencari Allah dengan segala KERENDAHAN HATI dan mencapai penggilannya yang luhur di dalam Kristus, berdiri di atas panggung kebenaran abadi dan oleh iman bersandar teguh pada keberhasilan yang disediakan baginya, maka ia akan disembuhkan. Gereja ini akan tampak dalam kesederhanaan dan kemurnian yang diberikan Allah, terpisah dari ikatan-ikatan duniawi, menunjukkan bahwa kebenaran telah membuatnya benar-benar bebas. Maka PARA ANGGOTANYA sungguh-sungguh adalah pilihan Allah, wakil-wakilNya. –8 Testimony 247-251 (21 April 1903).
Kembali kita belajar dari sejarah. Dari 2 peristiwa besar pemurtadan GMAHK, 1888 dan 1902. Tidaklah berarti seluruh bangunan GMAHK runtuh meskipun Organisasi secara nyata telah menolak amaran Tuhan, berdosa dan mendukakan Roh Allah bahkan menerima Api murka Allah. Allah masih menyimpan permata-permataNya, hamba-hambaNya di dalam organisasi GMAHK yang tetap setia dengan iman dan pengharapan yang benar. Bersama merekalah Tuhan masih tinggal. Melalui merekalah amaran Tuhan diberikan kepada Organisasi. Meskipun hanya satu yang berdiri di antara seluruh anggota GMAHK yang murtad, Tuhan tetap akan memelihara sidang dalam arti melihat UMAT-Nya dalam sidang yang telah jatuh ini sampai kesudahannya. Mereka berdiri sebagai pribadi-pribadi bukan sebagai bagian organisasi yang telah jatuh.
Dalam banyak kisah di Alkitab, Tuhan mencontohkan peristiwa-peristiwa ini. Air Bah, Sodom Gomora, ketika amaran Tuhan datang ditengah-tengah kemerosotan moral dan kerohanian masyarakat waktu itu, selalu berakhir dengan penolakan oleh kaumnya. Namun ketika waktu penentuan telah usai, hukuman Allah tetap akan turun atas orang-orang berdosa, ditengah-tengah mayoritas masyarakat yang telah menolak amaran Tuhan tersebut selalu Tuhan masih menyimpang sebagian kecil hamba-hambaNya yang setia.
Hal ini menunjukkan Kasih Tuhan kepada jemaat terakhir-Nya. “Barangsiapa Kukasihi ia Kutegur”. Dalam setiap masa, ketika gereja Advent telah mulai menyimpang maka Tuhan melalui kesaksian Roh memberi teguran, sampai-sampai Api murka ditimpakan kepada Battle Creek. Penyimpangan-penyimpangan ini akan senantiasa terjadi dan utusan-utusan Tuhan sebagai penjaga akan terus bermunculan di setiap masa, sampai suatu saat kesalahannya organisasi sudah sampai kelangit, pada saat itulah pintu kasihan tertutup dan para umat Allah yang setia akan ditampi.
Penampian ini tidak membuat umat Allah yang benar keluar dari jemaat terakhir, penampian ini justru membuat sekam keluar dari gandum yang asli. Yang tidak setia keluar dari barisan, dan barisan itu bukan organisasi maupun status keanggotaan dalam organisasi MAHK, melainkan Iman dan Pengajaran yang benar yang dimilikinya yang disebut sebagai ‘Pilar-pilar Kebenaran’.
Gereja bisa saja kelihatan seperti hendak runtuh, tetapi itu tidak runtuh. Gereja tetap berdiri, sementara orang-orang berdosa di Sion akan ditampi-sekam akan dipisahkan dari gandum yang berharga. Ini merupakan suatu siksaan yang mengerikan, namun demikian itu harus terjadi.–2 SM 380 (1886).
Sebuah pernyataan serius saya sampaikan kepada jemaat, bahwa tidak ada satu diantara duapuluh nama-nama yang tercatat dalam buku jemaat yang bersedia untuk mengakhiri sejarah mereka di dunia ini, bahkan sama saja seperti orang-orang berdosa umumnya yang tidak berTuhan dan tanpa pengharapan di dunia ini. –Christian Service 41 (1893).
It is a solemn statement that I make to the church, that not one in twenty whose names are registered upon the church books are prepared to close their earthly history, and would be as verily without God and without hope in the world as the common sinner. They are professedly serving God, but they are more earnestly serving mammon. This half-and-half work is a constant denying of Christ, rather than a confessing of Christ. So many have brought into the church their own unsubdued spirit, unrefined; their spiritual taste is perverted by their own immoral, debasing corruptions, symbolizing the world in spirit, in heart, in purpose, confirming themselves in lustful practices, and are full of deception through and through in their professed Christian life. Living as sinners, claiming to be Christians! Those who claim to be Christians and will confess Christ should come out from among them and touch not the unclean thing, and be separate. . . . {ChS 41.1}
Tidak ada satu diantara duapuluh nama yang masih tercatat dijemaat menunjukkan kondisi sidang Laodekia terakhir. Bahwa kesembilan belas nama tersebut masih berada di jemaat, di organisasi, di tubuh GMAHK sedunia termasuk di jemaat terkecil di Indonesia. Mereka menguasai sidang, mereka mempunyai sifat kebabelan, mereka adalah sekam yang akan terbuang dan keluar dari barisan karena mereka sama saja seperti orang-orang berdosa lainnya…badan mereka berada di dalam gereja namun pikiran dan hati mereka sudah menjadi Babel. Secara ibadah mereka berbakti pada hari Sabat namun itu hanya pengakuan mereka saja.
Dasar pengertian ini membuat kita memandang ke depan dengan IMAN. Meskipun organisasi GMAHK dan banyak pemimpin dan pendeta telah meninggalkan tugas utama mereka, Tuhan tetap melihat penderitaan umat-umatNya. Organisasi yang telah dikuasai oleh para pemimpin yang tidak menjalankan tugas yang diberikan Tuhan, mengutamakan kekuasaan sebagaimana kepausan dan Romanisme, melakukan aniaya kepada kalangan sendiri, menolak terang, menuduh dan memandang negative sebagaimana sejarah masa lalu menjadi bukti bahwa dibalik kejatuhan mereka, akhir dari peperangan ini, umat-umat Tuhan akan sanggup bertahan sampai kesudahannya dan muncul sebagai pemenang, karena Roh Nubuat telah mengamarkan hal itu. Nuh telah berhasil mempertahankan iman dan keluarganya, Lut berhasil menyelamatkan keluarganya meskipun istrinya tertinggal. Umat-umat Allah yang tersisa dari gereja-gereja yang jatuh akan -bersatu dalam satu IMAN dan PENGAJARAN YANG SAMA. Keluar dari POLA PIKIR ke-Babel-an! dari gereja-gereja yang telah jatuh!
Hal ini merupakan arti lain dari sidang yang ‘suam-suam kuku’. Bahwa di dalam sidang yang suam-suam kuku terdiri dari sesuatu yang dingin dan sesuatu yang panas. Di dalam GMAHK yang suam-suam kuku, akan terdapat umat-umat Tuhan yang ‘panas’ dan juga yang ‘dingin’, keduanya bersatu sehingga menjadi suam-suam, sampai suatu saat yang dingin akan menguasai gereja, pada saat itulah pemanggilan keluar akan terjadi. Gereja telah jatuh karena dikuasai yang bukan umat Tuhan.
Sebagai jemaat kita tidak bisa menyalahkan mengapa kejahatan ini telah masuk kedalam Organisasi MAHK, mengapa sidang MAHK suam-suam. Karena hal itu masuk melalui individu-individu yang tidak melengkapi diri dengan dasar iman yang kuat. Individu-individu inilah yang kemudian mulai menguasai Organisasi, dan umat Allah yang benar teraniaya. Kita perlu membedakan antara ke-organisasian dan ke-individuan, antara masuknya kebabelan dari sisi politik strategy Vatican dalam menjalankan misinya menguasai seluruh organisasi agama di dunia termasuk GMAHK dan masuknya konsep-konsep Babel dalam pola hidup setiap individu.
Adalah tanggung jawab setiap orang untuk bergantung kepada Allah, dengan mempelajari kebenaran Kitab Suci sebagaimana Roh Kudus akan mengajarkan hal-hal yang benar kepadanya, dan bukan bergantung kepada Organisasi maupun kepada tokoh yang pintar dan terkenal.
Relevansi Tulisan-Tulisan Ellen Gould Harmon Pada Masa Kini (di Indonesia)
ELLEN G. WHITE mengatakan mengenai tulisan-tulisannya ;
Never have testimonies been more clearly brought before the people than those that have recently been traced by my pen. God bids me urge upon the attention of our people the importance of their study. Let this work begin now. Then, whether I am permitted to labor or am laid away to rest until Jesus comes, these messages are immortalized. –1SM 56.3.
Ya, Tuhan meninggalkan “penuntun” untuk menguji segala sesuatu yang akan terjadi sepeninggal Ellen G. White. Tulisan-tulisan itu akan senantiasa berbicara sebagai penuntun, pendamping dan sejarah yang dicontohkan kepada umat yang datang kemudian. Itu merupakan contoh bagaimana cara kerja Allah dalam menyelesaikan setiap masalah, memberikan petunjuk dan memberikan jalan keluar dari suatu masalah. Namun juga tulisan-tulisan Ellen G. White terkadang dijadikan sebuah doktrin mutlak, segala sesuatu harus didasarkan tulisan Ellen G. White bila tidak berarti salah. Tidak ada bedanya dengan suatu pengkultusan ‘roh nubuatan’.
Kembali Ellen G. White memberikan penjelasan tentang ‘cara’ penggunaan tulisan-tulisan beliau ;
Regarding the testimonies, nothing is ignored; nothing is cast aside; but time and place must be considered. Nothing must be done untimely. Some matters must be withheld because some persons would make an improper use of the light given. {1SM 57.2} 1907.
Mengenai kesaksian roh, tidak ada yang diabaikan; tidak ada yang dikesampingkan; tetapi waktu dan tempat harus diperhatikan. Tidak ada sesuatu diberikan tanpa pertimbangan waktu. Beberapanya harus dipertahankan karena beberapa orang akan menggunakan terang yang diberikan dengan tidak bijaksana.
Dengan jelas Ellen G. White mengamarkan bahwa tulisan-tulisannya tetap akan valid sampai kapanpun, dengan pertimbangan tempat dan waktu. Akan ada beberapa orang tertentu yang akan menggunakan tulisan-tulisan Ellen G. White dengan tidak benar. Termasuk tulisan ini juga bisa dikatakan tidak benar bila ternyata tidak sesuai dengan tempat dan waktu. Untuk itulah kita akan menguji mana yang benar, bijak dan mana yang justru palsu.
Tempat dan waktu merupakan pertimbangan penting dalam menterjemahkan tulisan dan contoh-contoh peristiwa dahulu. Ditinjau dari “waktu” tentu tulisan Ellen G. White sudah terjadi dahulu, meski ada sebagian yang belum terjadi. Dan apabila ditinjau dari “tempat” tulisan Ellen G. White tentu lebih tepat dikatakan sebagai nubuatan untuk Amerika. Kita perlu merenungkan bahwa skenario besar pertentangan Sabat dimulai “di Negara Kita(Amerika)” kata Ellen G. White berdasarkan nubuatan dalam buku Maranatha. Lebih jauh lagi hampir seluruh peristiwa-peristiwa yang dinubuatkan terjadi di Negara Amerika, bukan di Timur Tengah, Eropa maupun Indonesia. Ambil contoh : nubuatan bintang berguguran terjadi di New England/Massachuset, gempa terjadi di Lisbon yang terasa sampai Amerika, matahari gelap terjadi di Amerika semuanya berada di Amerika. Larangan minum Teh/Kopi, makan mentega, susu perlu diuraikan dalam konteks kondisi sosial budaya Amerika dan hal itu perlu diterangkan secara konteks sehingga tidak menimbulkan fanatisme yang buta.
Inilah yang dimaksud dengan pertimbangan waktu dan tempat. Bahwa umat Advent harus melihat tempat dan waktu yang berbeda dalam mengaplikasikan tuntunan Roh melalui Ellen G. White. Tuhan menunjukkan contoh peristiwa dan penyelesaiannya, bila peristiwa seperti itu terjadi dikemudian hari di tempat yang berbeda maka tuntunan Tuhan akan tetap sama dengan mekanisme yang sama. Peristiwa dan kejadiannya akan berbeda waktu dan tempat namun penyelesaiannya akan sama.
Untuk itu bagi kita yang tinggal di Indonesia harus melihat tulisan dan tuntunan Roh tersebut dalam waktu dan tempat yang terjadi di Indonesia, sehingga konteks penafsiran dan contoh peristiwa-peristiwa masa lalu dapat dijadikan pegangan dan tuntunan Roh Nubuat akan senantiasa valid sampai kapanpun, dalam konteks peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di GMAHK-Indonesia.
Apa yang terjadi dalam waktu dan tempat di GMAHK Indonesia akan membuat kita berfikir dan menilai kebenaran dari tuntunan Roh Nubuat dan menilai kejadian demi kejadian yang kita hadapi.
Kita akan mencoba menganalisa apa yang terjadi di Indonesia dan hubungannya dengan Roh Nubuat, khususnya yang berhubungan dengan organisasi dan jemaat ;
Ketika di Amerika muncul fenomena ‘kejahatan’ oleh beberapa pemimpin di Organisasi, yang menunjukkan sikap yang lunak terhadap kepausan. Hal itu tanpa disengaja menggenapi nubuatan “bahwa orang tua akan menyerahkan anaknya”. Aniaya yang dilakukan oleh organisasi GMAHK terhadap independent ministry maupun jemaat dan individu yang dengan keras berani mengajarkan Babel adalah Paus, dengan sendirinya membuat Organisasi GMAHK mengambil posisi sebagai penganiaya yang seharusnya melindungi.
Lain halnya di Indonesia, satu abad setelah peristiwa 1888, Tuhan dalam belas kasihNya menggunakan seorang awam Sie Tiong Gie(Gito Siswoyo) untuk memberikan amaran terhadap GMAHK Indonesia. Upaya tulus dan sungguh-sungguh justru dianggap Roh yang fanatik dan berlebihan. Amaran demi amaran senantiasa diberikan kepada Organisasi namun penolakan selalu terjadi. Sebuah buku yang sempat disusun dengan sangat baik dan diserahkan ke IPH-pun pada akhirnya tidak dicetak(judul buku: Menuju Kesatuan MAHK). Alm Sie Tiong Gie mengamarkan bagaimana GMAHK harus bertobat dan bersatu dalam kebenaran Kristus. Doktrin-doktrin yang dipertentangkan dikupas dengan sangat dalam dengan satu tujuan “Menuju Kesatuan Masehi Advent Hari Ketujuh”. Sayangnya amaran dan upaya tersebut berhenti berdengung meskipun banyak kalangan umat GMAHK Indonesia yang mempercayai dalam hati dengan diam-diam. Seruan nyaring dari alm Sie Tiong Gie tidak bergema oleh karena kekerasan hati beberapa petinggi organisasi.
Masih dalam belas kasihanNya, Tuhan mengutus amaran lain melalui Robert Walean Sr. Tuhan kembali menggunakan orang awam dalam pekerjaan terakhir. Robert Walean Sr dengan lantang menyerukan “Islam Hanif”, namun seruan itu justru disanggah oleh beberapa pemimpin dan pendeta di Organisasi dengan pandangan negative, menyudutkan dan memfitnah Robert Walean Sr bahwa yang bersangkutan adalah orang yang salah kaprah dengan mengumpulkan anggota-anggota GMAHK kegunung Salak menanti kedatangan Yesus. Gantinya membela pekabaran yang dengan nyata-nyata mendapat sambutan dari masyarakat muslim, kembali Organisasi melalui wakil-wakilnya melakukan penganiayaan meskipun tidak sampai ke pengadilan. Akibat dari tindakan itu pekabaran Islam Hanif kembali tidak dapat berseru dengan nyaring memenuhi Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim.
Tentunya lebih banyak lagi amaran-amaran yang diberikan oleh Tuhan melalui kaum awam di Indonesia, baik di tingkat jemaat, lingkungan maupun sampai tingkat organisasi kependetaan. Kita tidak mengenal mereka satu persatu, namun kontribusi mereka dalam memberi amaran kepada organisasi berakhir dengan cerita sama, penolakan! Bahkan dianggap menyimpang dan pengucilan. Berdosa, melakukan kesalahan dan menolak amaran yang datang dari Surga.
Peristiwa akhir-akhir(2006) ini dengan ‘Metro Konferens” kembali mengulang bagaimana kekuasaan tunggal hendak dipertahankan. Tindakan kekerasan menggunakan kekuatan sekuler dan pemaksaan(peristiwa penutupan sidang Kerawang) menggantikan Roh belas kasih, yang seharusnya ditunjukkan oleh para pemimpin di organisasi. Tuhan tidak menginginkan kekuasaan tunggal dalam melaksanakan misi pekerjaan terakhir. Pemusatan kekuasaan justru menghambat Injil Kebenaran itu dikabarkan dengan cepat. Entah berapa waktu telah dihabiskan untuk peperangan ini sehingga fokus pengabaran Injil menjadi terhambat. Jiwa-jiwa tidak terpelihara, pendeta-pendeta hanya mencari pekerjaan dan perpuluhan menjadi tujuan utama bukan mempersiapkan umat bagi kedatanganNya.
Dewasa ini para cendekiawan-cendekiawan GMAHK akan mengajarkan teori-teori yang memukau kepada mahasiswa-mahasiswa, maupun kepada hamba-hamba Tuhan termasuk mengajarkan disidang-sidang jemaat. Apakah pelajaran-pelajaran tersebut berasal dari Tuhan dan yang diinginkan oleh Tuhan untuk disampaikan kepada umatNya. Ataukah justru seruan dari kaum awam yang seharusnya didengar dan disambut dengan bantuan sepenuhnya ? Seringkali justru amaran pelajaran yang disampaikan oleh orang awam tersebut diabaikan dan gantinya diajarkan teori-teori yang dikembangkan dilembaga-lembaga pendidikan hasil dari intelegensi manusia.
Metode-metode penginjilan akan diajarkan dengan didukung hasil penelitian para cendekiawan terpelajar. Mereka melihat bahwa pekerjaan penginjilan adalah sebuah metode yang bisa dipecahkan secara rasio, diteliti, dikembangkan dengan konsep-konsep duniawi. Hasil kajian dari sekolah-sekolah tinggi Teology maupun lainnya. Namun sesungguhnya itu bukanlah “Cara” Tuhan bekerja. Allah tidak bekerja sebagaimana pemikiran manusia.
Apabila satu GEREJA terbukti tidak setia pada firman Tuhan, apapun kedudukan mereka, bagaimanapun tinggi dan suci panggilan mereka, Tuhan tidak dapat lagi bekerjasama dengan mereka. Maka orang-orang lain akan dipilih untuk mengemban tanggungjawab-tanggungjawab penting. Tetapi, jika pada gilirannya pun ini tidak menyucikan hidup mereka dari setiap perbuatan yang salah, kalau mereka tidak menjunjung prinsip-prinsip yang murni dan suci dalam batas-batas kemampuannya, maka Tuhan dengan sedih akan memukul dan merendahkan mereka dan, kecuali mereka menyesal, IA akan menghapuskan mereka dari tempat mereka dan menjadikan mereka suatu celaan. –14 Manuscript Release 102.1 1903
Prinsip di atas tetap bergema disepanjang zaman. Pada saat gereja melakukan kesalahan, setinggi dan semulia apapun panggilan itu, Tuhan tidak akan bekerja lagi melalui mereka. Terlebih ketika seseorang telah menolak Roh, mendukakan Roh itu adalah dosa terbesar.
Seperti kita ketahui namun juga tidak banyak umat GMAHK tidak memahaminya, peristiwa penolakan GC tahun 1888 terhadap pekabaran yang dibawa oleh A.T. Jones dan Waggoner adalah arti dari penolakan organisasi GMAHK terhadap tuntunan Roh, terhadap terang yang diberikan dari Surga, menolak teguran dan yang menakutkan adalah menolak Roh Kudus itu sendiri yang berarti pada saat itu Organisasi telah mendukakan Roh Kudus.
Seluruh alam semesta menyaksikan perlakuan yang memalukan terhadap Yesus Kristus, yang diwakili ROH KUDUS. Sekiranya Kristus berada dihadapan mereka, maka mereka akan memperlakukan Dia dengan cara yang sama seperti perlakuan orang Yahudi terhadap Kristus. Ellen G. White, hal 47.
Fakta ini tidak pernah dijelaskan oleh para pemimpin maupun oleh organisasi GMAHK, dan juga tidak diakui secara resmi. Karena fakta ini akan mengungkapkan teka-teki apa yang akan terjadi di tahun-tahun kemudian sampai jawaban bagaimana mungkin GMAHK yang menjadi biji mata Allah bisa keluar dari barisan umat-umat Allah dan bergabung dengan si-pembinasa keji(Gereja Roma Katolik) untuk menganiaya umat-umat Allah yang tersisa dari yang sisa.
Sikap lunak dan jabat erat pemimpin GMAHK terhadap Vatican di tahun 1977 s/d 2000 tidak dapat kita mengerti alasannya, pertimbangan dan strategi apa yang dipikirkan oleh para pemimpin GMAHK. Yang jelas tanpa disengaja semua peristiwa dan fakta di atas telah menggenapi amaran-amaran “kejatuhan” sebuah gereja, yang dimulai dari kompromi, hilangnya kepekaan karena menolak Roh dan berakhir kepada tidak adanya pertobatan dan iman.
Tetapi barangsiapa yang menolak pekerjaan Roh Kudus berarti menempatkan dirinya sendiri ditempat dimana pertobatan dan iman tidak dapat datang lagi kepadanya. Melalui Roh Kudus Tuhan bekerja dalam hati; jika manusia dengan sengaja menolak ROh Kudus, dan mengatakan bahwa itu datangnya dari Setan, mereka memutuskan saluran yang olehnya Allah dapat berhubungan dengan mereka. Jika akhirnya Roh itu ditolak, tidak ada lagi yang dapat diperbuat oleh Allah untuk jiwa yang demikian. Ellen G. White, Kerinduan Segala Zaman, Bab 33.
Bagaimana bila amaran tersebut diganti demikian : Tetapi karena organisasi GMAHK menolak pekerjaan Roh Kudus berarti menempatkan dirinya sendiri ditempat dimana pertobatan dan iman tidak dapat datang lagi kepada organisasi GMAHK. Melalui Roh Kudus Tuhan bekerja dalam hati; jika organisasi dengan sengaja menolak Roh Kudus, dan mengatakan bahwa itu datangnya dari Setan, organisasi memutuskan saluran yang olehnya Allah dapat berhubungan dengan-nya. Jika akhirnya Roh itu ditolak, tidak ada lagi yang dapat diperbuat oleh Allah untuk organisasi yang demikian.
Namun, jika seseorang, oleh penolakan yang diulang-ulangi akan tuntunan Allah, telah kehilangan kesanggupan untuk melihat kebaikan pada waktu ia melihatnya, jika ia telah menyebabkan nilai-nilai moralnya terbalik sampai kejahatan adalah kebaikan baginya dan kebaikan adalah kejahatan baginya, maka sekalipun ia berhadapan dengan Yesus, ia tidak sadar akan dosanya, ia tidak dapat bertobat dan karena itu ia tidak pernah dapat diampuni. Itulah dosa terhadap Roh Kudus. William Barclay, The Gospel of Mark (Philadelphia: The Westmintster Press, 1976, hlm 81); Sekolah Sabath 16 Juni 2006.
Bahkan dari kalangan gereja MAHK-pun harus dinyatakan adanya suatu PENOLAKAN. Harus ada dalam gereja MAHK suatu penyataan ajaib akan kuasa ALLAH, tetapi kuasa itu TIDAK akan menggerakkan mereka yang belum merendahkan diri dihadapan Tuhan, dan membukakan pintu hati melalui pengakuan dan PERTOBATAN. Dalam penyataan kuasa yang menerangi bumi dengan kemuliaan ALLAH itu mereka hanya akan melihat sesuatu yang dalam kebutaan mereka menganggapnya berbahaya, sesuatu yang akan menimbulkan ketakutan mereka, dan mereka akan bersikukuh untuk MENOLAKNYA. Karena ALLAH tidak bekerja menurut pendapat mereka. Mengapa, kata mereka, sampai kita TIDAK MENGENAL ROH ALLAH itu, padahal kita sudah berada dalam pekerjaan ini bertahun-tahun lamanya?” –RH Extra, 23 Desember 1890.
Pekabaran (malaikat ketiga) tidak akan dipahami, terang yang akan menerangi bumi dengan kemuliaannya (pekabaran terakhir) akan disebut terang palsu oleh mereka yang menolak untuk berjalan di dalam kemuliaannya yang terus maju. – RH, 27 Mei 1890.
Saya tidak ingin mengatakan GMAHK yang kita cintai telah ikut membentuk ‘image of the Beast’, namun pada kenyataannya kemerosotan, ketidakmajuan pekerjaan Tuhan, keacuhan para pendeta, kejahatan dan penyimpangan dari hari kehari yang ditunjukkan oleh organisasi maupun beberapa pemimpin menjadi bukti amaran Ellen G. White bahwa ‘setinggi apapun panggilan Tuhan terhadap gereja, ketika gereja menunjukkan ketidakpercayaan, maka Tuhan tidak akan bekerja melalui gereja yang telah jatuh tersebut’. Bukankah demikian kenyataannya, dan bukankah itu juga berarti sebagai “fallen churches” ?. Gereja tidak terbatas kepada fisik gedung tempat ibadah, gereja adalah pribadi. Ketika gereja telah mendapat amaran dan menolak terang yang diamarkan kepadanya maka baik gereja-organisasi maupun gereja-individu akan menggenapi sebagai fallen churches!
Who is The Watchman
Bila demikian siapakah yang akan Tuhan gunakan sebagai Watchman? Siapakah yang harus menggantikan tugas sebagai penegur dosa-dosa ?
Pada setiap generasi Allah telah mengirimkan hamba-hambaNya untuk menegur dosa, baik diluar maupun di dalam gereja. Tetapi orang-orang ingin perkara-perkara yang menyenangkan yang disampaikan kepada mereka, dan kebenaran yang murni dan yang tidak dipoles tidak diterima oleh mereka. Banyak “PEMBAHARU”, yang memasuki pekerjaan mereka, bertekad untuk bertindak bijaksana dalam menyerang dosa-dosa gereja dan bangsa. Mereka berharap, oleh teladan kehidupan Kristen yang murni, menuntun orang-orang kembali kepada ajaran-ajaran Alkitab. Tetapi Roh Allah turun keatas mereka sebagaimana turun keatas Elia, menggerakkannya menegur dosa-dosa seorang raja yang jahat dan suatu umat yang murtad. Mereka tidak bisa menahan diri dari mengkhotbahkan kata-kata Alkitab-doktrin-doktrin yang tadinya mereka enggan untuk menyampaikannya. Mereka didorong untuk dengan bersemangat menyatakan kebenaran, dan menyatakan bahaya yang mengancam jiwa-jiwa. Perkataan yang Tuhan berikan kepada mereka, mereka ucapkan, tidak takut apa pun akibatnya, dan orang-orang terdorong untuk mendengar amaran itu. –Great Controversy 606.
Di dalam sidang Allah dimana dosa merajalela, Tuhan akan bangkit dan menegor umat-Nya melalui hamba-hambaNya yang setia. Yesus sebagai penegor dilukiskan sebagai Saksi Yang Setiawan setelah melihat dan menyaksikan keadaan Sidang yang suam karena dosa-dosa, menempelak dan menyingkap serta menjelaskan keadaan umat itu yang sebenarnya dihadapan Allah. –1 Selected Message 202
Para “Pembaharu” didalam GMAHK pada mulanya adalah para pendeta dan hamba-hamba Tuhan lainnya di dalam Organisasi. Ketika Ellen G. White masih hidup dengan jelas amaran-amaran itu diberikan melalui Ellen G. White ataupun melalui hamba Tuhan lainnya yang mendapat dukungan Roh Tuhan yang berbicara kepada Ellen G. White. Namun waktu dan tempat telah berubah. Setelah Ellen G. White meninggal, Tuhan seolah-olah berhenti berbicara. Tidak ada “Penjaga”, seiring dengan meninggalnya Ellen G. White, amaran Tuhan yang jelas seolah-oleh telah mati juga.
Masihkah kita temukan fenomena Roh seperti itu sekarang ini ? Jarang bahkan Tidak ada lagi. Apakah dengan demikian Tuhan berhenti menuntun jemaatNya? Apakah Roh Nubuat berhenti berbicara?
Roh Nubuat mengatakan ‘Watchman’ dengan gelar PEMBAHARU. Para pembaharu ini akan muncul untuk menyerukan pekabaran terakhir-Loud Cry-Seruan Nyaring-Pekabaran Malaikat ke-3 dibantu Malaikat Lainnya dengan kekuatan penuh. Mereka terdiri dari orang-orang yang tidak ternama, kaum biasa, kaum awam, tidak terpelajar dan tidak terpandang dalam hierarchy organisasi. Karena gereja telah jatuh maka Tuhan menggunakan alat lainnya yang tidak dipandang mata oleh para pemimpin dan pendeta yang telah kehilangan iman. Saya menyebut mereka teman seperjuangan sebagai Layman-Kaum Awam ( baca Testimony jilid 9 hal 125).
Dalam khayal pada malam hari itu, gambaran-gambaran lewat di hadapan saya tentang suatu gerakan PEMBAHARUAN yang besar dikalangan umat ALLAH. –9T 126 (1909).
Saya sangat terkesan oleh pemandangan yang baru saja berlalu dihadapan saya pada malam itu. Tampaknya ada suatu gerakan besar –suatu usaha kebangunan- yang berlangsung dibanyak tempat. Anggota-anggota kita berjalan dalam barisan untuk menyambut panggilan Allah. –TM 515 (1913)
Sebelum Ellen G. White meninggal, beliau telah melihat adanya perubahan ‘mekanisme’ di dalam organisasi GMAHK. Bahwa Tuhan tidak dapat menggunakan organisasi secara maksimal karena penolakan mereka terhadap Roh Kudus. Tuhan menggunakan alat-alat lain yang tampak sederhana dan dipenuhi oleh Roh.
Dalam pekerjaan khidmat yang terakhir sedikit orang-orang besar yang akan dilibatkan……Allah akan melakukan satu pekerjaan dalam zaman kita yang hanya segelintir orang menyangkanya. Ia akan mengangkat dan meninggikan dari antara kita orang-orang yang telah diajar oleh pengurapan Roh-Nya ketimbang oleh latihan lahiriah dari lembaga-lembaga ilmiah. Fasilitas-fasilitas ini tidak boleh diremehkan atau dicela; semuanya diurapi oleh Allah, tetapi fasilitas-fasilitas itu hanya dapat memberikan kecakapan-kecakapan lahiriah. Allah akan menyatakan bahwa Ia tidak bergantung pada makhluk-makhluk fana yang terpelajar dan mementingkan diri. –5T 80, 82 (1882).
Saya hendak memberitahukan kepadamu bahwa Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan terakhir ini dengan cara yang sangat luar biasa, dan dalam cara yang akan bertentangan dengan rencana manusia. Akan ada orang-orang diantara kita yang selalu hendak menguasai pekerjaan Allah, bahkan mendikte gerakan-gerakan apa yang harus dibuat bilamana pekerjaan bertambah maju dibawah petunjuk malaikat yang bergabung dengan malaikat yang ketiga dalam pekabaran yang harus disampaikan kepada dunia. Allah akan menggunakan cara-cara dan sarana-sarana oleh mana akan kelihatan bahwa Ia memegang kendali pada tangan-Nya sendiri. Para pekerja akan terkejut oleh sarana-sarana sederhana yang akan Ia gunakan untuk melaksanakan dan menyempurnakan pekerjaan kebenaran-Nya. – TM 300 (1885).
Kepada jiwa-jiwa yang sungguh-sungguh mencari terang dan yang menerima dengan senang hati setiap cahaya terang ilahi dari sabda-Nya yang suci, kepada mereka sejalah terang akan diberikan. Melalui jiwa-jiwa inilah Allah akan menyatakan terang dan kuasa yang akan menerangi bumi dengan kemulian-Nya. –5T 729 (1889).
Jangan membayangkan bahwa adalah mungkin membuat rencana-rencana untuk masa depan. Hendaklah diakui bahwa Allah sedang memegang kemudi disegala zaman dan pada setiap keadaan. Ia akan bekerja melalui sarana-sarana yang sesuai, dan akan memelihara, menambah dan membangun umat-Nya sendiri. – CW 71 (1895).
Mengapa orang yang tuna aksara tersebut memiliki kuasa ini, sedangkan orang yang terpelajar tidak? Orang yang tuna aksara, melalui iman akan Kristus, telah memasuki suasana kebenaran yang murni dan jelas, sedangkan orang yang terpelajar telah menyimpang dari kebenaran. Orang yang malang adalah saksi Kristus. Dia tidak dapat menarik perhatian dari segi sejarah ataupun yang disebut ilmu pengetahuan yang tinggi, tetapi dia mengumpulkan bukti yang kuat dari firman Allah. Kebenaran yang dia ucapkan melalui ILHAM ROH begitu murni dan mengagumkan, dan bersama dengan itu suatu kuasa yang demikian tak terbantah sehingga KESAKSIAN-nya tidak dapat disangkal. –8 Manuscrip Release 187, 188 (1905).
Para pekerja akan dilayakkan oleh pengurapan Roh Kudus oleh pelatihan dilembaga-lembaga keilmuan. Orang-orang yang senantiasa berdoa dan beriman akan didorong untuk maju dengan semangat yang suci, menyatakan firman yang Allah berikan kepada mereka. – GC 606 (1911).
Dengan sangat jelas bahwa mekanisme yang Allah tentukan untuk pekabaran akhir zaman tidak dilakukan oleh organisasi GMAHK, melainkan oleh kaum awam yang diurapi oleh Roh Allah yang begitu murni sebagai bukti kuasa Roh Allah yang menyertai mereka di dalam menegur dosa-dosa. Roh Allah itu telah mengubah hidupnya, memulihkan kerohanian, memulihkan keluarganya dan memberikan semangat tidak mengenal takut karena begitu tingginya ketergantungan kepada kehendak Allah dalam menuntun setiap langkah yang akan diambil. Pekerjaan ini bukan karena hasil pemikiran rasio, pendidikan tinggi maupun dari seminari-seminari terpelajar. Sejarah justru membuktikan bahwa penyimpangan doktrin dan ajaran GMAHK datangnya dari kalangan tertinggi di organisasi dan dari kaum terpelajar.
Mekanisme baru ini harus benar-benar disadari dan dimengerti oleh “orang-orang besar” yang masih berada di dalam organisasi. Tuhan masih mempunyai permata diantara ‘orang-orang besar’, para pendeta dan hamba Tuhan yang memegang jabatan sebagai pemimpin di dalam organisasi yang sudah jatuh. Para hamba Allah itu masih dipelihara untuk menahan agar bahtera dan laju perjalanan tidak menyimpang, sidang terakhir tetap terpelihara. Ditengah-tengah sekumpulan serigala yang hanya bekerja sebagai profesi saja. Ditengah-tengah organisasi para pendeta ini akan digunakan Tuhan bilamana mereka bersatu mendukung dan membantu kaum awam yang diutus untuk memberi amaran kepada umat dunia.
Lembaga-lembaga yang telah jatuh itu tidak boleh diremehkan, meskipun banyak terjadi penyimpangan didalamnya. Mengapa demikian? karena didalamnya masih terdapat hamba-hamba Tuhan yang tersisa. Pertentangan didalamnya akan senantiasa terjadi dan mereka harus bertahan ditengah-tengah tekanan baik dari pimpinan maupun dari rekan sekerja. Mereka harus berdiri dihadapan Allah sebagai pribadi-pribadi yang terlepas dari denominasi yang telah jatuh dan melaksanakan pekerjaan pekabaran terakhir yang dilengkapi dengan Roh. Mereka tidak dibenarkan mendiktekan program-program evangelisasi maupun program-program lainnya, menjadikan program tersebut menjadi program organisasi yang telah terkhamiri oleh kepausan. Gantinya mereka dianjurkan untuk bekerjasama, melatih, melengkapi pekerja awam yang tidak memiliki kepandaian secara ilmu pengetahuan maupun keorganisasian. Akhirnya PERSATUAN antara pemimpin, hamba Tuhan, para pendeta, dan kaum awam akan terjadi dan seruan nyaring itu akan berkumandang dengan lantang mengamarkan dunia-bahwa penghakiman sudah dimulai dan Yesus segera datang. Kitab Daniel dan Wahyu yang dilengkapi pelayanan bidang kesehatan akan menjadi topik utama seruan itu, identitas Antikristus akan terungkap, rahasia New World Order akan terbuka sekaligus penganiayaan akan menjadi tantangan bagi para hamba Tuhan akhir zaman. Bukan saja dari pihak luar dunia, terutama dari kalangan sendiri yang telah meninggalkan iman yang benar.
Dalam menelaah kembali sejarah gereja(GMAHK) yang menyangkut tahun 1888, kita dibawa kepada kesimpulan bahwa itu adalah waktu yang membawa kesempatan yang tiada taranya bagi Gereja. Tuhan sesungguhnya telah mengirimkan kepada umatNya “permulaan” hujan akhir dan seruan nyaring(loud cry) dalam pernyataan kebenaran Kristus, yaitu Juruselamat yang mengampuni dosa.– Ellen G. White, R&H 22 Nop 1892.
Sikap dan roh yang dinyatakan oleh banyak hadirin pada waktu itu begitu mengecewakan Tuhan sehingga IA harus menarik kembali berkat yang Istimewa ini…..
Adalah jelas bahwa berkat luar biasa yang hendak dicurahkan ALLAH kepada Gereja tidak diterima pada waktu itu pun juga tidak pada waktu-waktu berikutnya. Dalam fakta sejarah ini, perhatian kita yang khusus dewasa ini adalah untuk menyingkirkan setiap rintangan yang masih menghalang-halangi datangnya kuasa yang telah dijanjikan dan dengan jalan PERTOBATAN, IMAN, KEBANGUNAN dan REFORMASI melicinkan jalan agar Tuhan dapat melakukan pekerjaanNya yang khusus bagi kita dan melalui kita. Kita menyadari bahwa tanggungjawab utama dalam hal ini terletak di atas PIMPINAN GEREJA.
Kita bukan saja berdiri bersama-sama dengan jurukabar-jurukabar yang telah digunakan Tuhan pada tahun 1888 untuk memberitakan pekabaran yang paling berharga dari hal pembenaran oleh iman, tetapi juga dengan semua(KAUM AWAM) yang telah dengan setia memberitakannya KEMUDIAN. Inilah hari penekanan bagi KEBANGUNAN dan REFORMASI dipihak PIMPINAN Gereja dan kita bergabung dengan anggota-anggota kita yang setiawan (KAUM AWAM) dalam suatu kerinduan yang sungguh-sungguh untuk MENYAMBUT kebenaran SELENGKAPNYA yang akan memungkinkan kita memasuki pengalaman dibenarkan oleh Iman yang sejati. KITA RINDU BELAJAR DARI KESALAHAN-KESALAHAN MASA LAMPAU AGAR PEMBERONTAKAN, KERAS KEPALA, TIDAK KEPATUHAN, CURIGA DAN IRI HATI TIDAK DI DAPATI DI ANTARA KITA. –Ministry, Agustus 1976.
Pemimpin, pendeta, ketua jemaat, hamba-hamba Tuhan dan kaum awam harus bersatu padu untuk menegakkan persatuan diatas doktrin yang benar, tidak ada dualisme dan perbedaan pendapat. Terang-terang baru yang Tuhan berikan kepada utusan-utusanNya kaum awam harus ditemukan, didukung dan dengan urapan Roh dikumandangkan dengan nyaring. Golongan inilah yang akan menggenapi pekabaran terakhir sebagai ‘Watchman’, yang tersisa dari yang sisa. Bila tidak, para pendeta dan pimpinan hanya melakukan program-program menurut pendapat mereka yang sesungguhnya Tuhan tidak inginkan. Sama halnya dengan sesuatu yang palsu.
Babel dalam Kontekstual Kehidupan
Penelusuran sejarah dari kitab Kejadian 11-Menara Babel, kejatuhan gereja Roma Katolik dan sejarah gereja MAHK telah menunjukkan pelajaran yang sangat berharga bagi umat Allah yang hidup berdasarkan prinsip-prinsip ilahi di zaman sekarang. Bila bukti-bukti penyebab kejatuhan sebuah gereja itu begitu nyata, bila penghukuman Allah kepada Battle Creek begitu menyedihkan dan penolakan demi penolakan akan terang/amaran yang dibawa oleh hamba-hamba Tuhan benar-benar terjadi baik secara pribadi maupun lembaga bagaimana mungkin kita masih berkeras tidak dapat mengatakan bahwa gereja saat ini telah jatuh ‘fallen churches’? Mengapa dengan kukuh sifat cinta ‘keorganisasian’ itu masih dipertahankan ? Tidak melakukan pertobatan dari sifat-sifat ke-Babel-an yang ada di dalam diri kita?
“Saya melihat bahwa Allah memiliki anak-anak yang jujur di antara yang hanya sekedar bernama Advent dan gereja-gereja yang jatuh, dan sebelum itulah (hujan akhir) dicurahkan, pendeta-pendeta dan anggota-anggota akan dipanggil keluar dari gereja-gereja ini dan dengan senang hati akan menerima kebenaran. Setan mengetahui hal ini, dan sebelum seruan nyaring pekabaran malaikat yang ketiga diberikan, ia menimbulkan suatu keramaian di dalam tubuh agama-agama ini(religious bodies), sehingga mereka yang telah menolak kebenaran itu mengira bahwa Allah menyertai mereka. Setan berharap untuk menipu orang-orang jujur dan memimpin mereka supaya mengira bahwa Allah masih tetap bekerja bagi gereja-gereja itu. Tetapi terang akan bersinar, dan semua orang yang jujur akan meninggalkan gereja-gereja yang telah jatuh(fallen churches), lalu mereka berdiri di pihak umat yang sisa. – Ellen G. White, Tulisan-Tulisan Permulaan, hal 447.
Tentu yang dimaksud dengan ‘pendeta-pendeta dan anggota-anggota akan dipanggil keluar dari gereja-gereja’ begitu luas dan tidak terbatas pada gereja Katolik, Protestan maupun Advent. Ellen G. White mengatakan itu sebagai “religius body”, semua bentuk organisasi keagamaan termasuk organisasi gereja Advent.
Panggilan keluar, dalam arti luas tidak hanya berlaku untuk kelembagaan agama saja. Itu berlaku untuk semua golongan, kelompok maupun pribadi-pribadi. Mulai dari negara, pemerintahan, lembaga keagamaan, gereja, keluarga dan individu-individu. Ini adalah sebuah falsafah hidup. Dalam kacamata sempit itu dapat diterapkan dalam kehidupan beragama, namun dalam kehidupan bermasyarakat itu berarti sebuah falsafah hidup. Sebuah POLA PIKIR yang diperbaharui, bertobat dari pemikiran dan sifat babel kepada sebuah pemikiran yang diperbaharui – IMAN YANG BENAR kepada FIRMAN itu. Inilah maksud dari pekabaran 1888 – Pembenaran Oleh Iman yang sejati.
Dengan tolok ukur yang sama, syarat-syarat yang sama sifat ‘kebabelan’ atau ‘kejatuhan dari gereja’ itu dapat diidentifikasi dan diuji ke masing-masing elemen kehidupan.
Pada waktu suatu Negara/Pemerintahan mulai menjalankan kebijakan untuk menguasai bangsa lain, dan menjadi pemimpin dunia dari segi sosial, ekonomi maupun kebijakan-kebijakan maka dengan sendirinya Negara/Pemerintahan itu sudah tergolong ‘fallen churches’.
Pada waktu lembaga keagamaan(gereja-gereja) melakukan dosa-dosa ingin menjadi pemimpin bagi gereja-gereja lainnya, menganggap dirinya paling benar, menolak teguran-teguran dan kebenaran Firman Allah maka dengan sendirinya lembaga keagamaan itu menjadi ‘fallen churches’.
Pada waktu suatu sidang jemaat mulai memaksakan pekerjaan Tuhan, menolak kritikan dan teguran dari hamba-hamba Tuhan, tamak akan uang dan berebut kekuasaan dan jabatan maka jemaat itu telah menjadi ‘fallen churches’.
Dan pada waktu individu-individu tidak mau mendengar pendapat orang lain, merasa benar sendiri, menginginkan kekuasaan dalam segala segi kehidupan, otoriter di dalam keluarga maka dia telah menjadi ‘fallen churches’. Kesombongan akan hasil pemikiran/rasio/intelegensi/pendapat pribadi, akan gelar-gelar akademis juga dapat dikatakan sebagai ‘fallen churches’.
Prinsip ‘fallen churches’-kebabelan akan tetap berlaku dalam setiap sisi kehidupan, dan untuk itu manusia diamarkan untuk dijadikan sebagai contoh dan tidak mengikutinya. Bila setiap umat (beragama) mengerti akan prinsip ini maka surga itu sesungguhnya tidak jauh. Dan Allah itu begitu dekat. Kasih akan tercipta dan manusia akan kembali kepada “Gambar Allah” yang sesungguhnya.
Himbauan Penulis
Reformasi yang diinginkan Tuhan terlebih dahulu dilakukan di dalam jemaatNya, baru kemudian kepada orang-orang diluar Bait Suci. Dimulai dari Yerusalem, Yudea sampai Samaria. Dimulai dari dalam GMAHK, kepada Kristen lain, kepada Islam sampai ke ujung bumi. Jemaat yang digambarkan sebagai pengantinNya bila sudah diperbaharui akan disanggupkan untuk membawa misi pekabaran kebenaran kepada pihak di luar Bait Suci.
Perdebatan diterima atau ditolaknya pekabaran 1888 menjadi salah satu sejarah gelap didalam organisasi GMAHK. Sehingga reformasi itu sendiri tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sebagian besar cendekiawan GMAHK saling beradu argumen dan bahkan GC dalam beberapa situasi menggunakan kekuasaan untuk meredam gejolak keguncangan di dalam jemaat. Pada dasarnya pekabaran 1888 tidak diterima oleh sebagian besar pimpinan dan umat GMAHK sehingga Roh Hujan akhir tidak dicurahkan baik pada saat itu maupun sesudahnya. Hal ini mengulang peristiwa berputar-putarnya bangsa Israel selama 40 tahun sebelum masuk Kanaan. Namun apakah Tuhan tidak mempunyai waktu final dan menunda-nunda terus kedatanganNya sekalipun umatNya hanya satu saja? Tentu tidak, Tuhan akan segera memenuhi janjiNya segera datang meskipun hanya satu yang diselamatkan.
Tuhan merindukan reformasi kerohanian, pertobatan dan iman dimulai dari dalam terlebih dahulu. Sebagai lembaga yang terkecil, KELUARGA adalah inti dari jemaatNya yang besar. Bila seruan pertobatan secara lembaga ditahun 1888 telah gagal diterima oleh organisasi GMAHK, Tuhan mengharapkan bahwa seruan terakhir kepada keluarga-keluarga GMAHK kali ini berhasil. Keluarga adalah jemaatNya yang terkecil. Dari sanalah akan mengalir kesaksian dan kebenaran kepada masyarakat luas, baik didalam jemaatNya yang besar maupun masyarakat diluar Bait Suci. Keluarga-keluarga yang dipulihkan inilah yang akan menjadi jurukabar-jurukabar kebenaran diakhir zaman.
Saya merasa terdorong untuk mengamarkan apa yang saya rasakan terhadap program-program yang dijalankan oleh Organisasi GMAHK khususnya di Indonesia. Sekolah sabat yang disusun sungguh sangat baik, namun beberapanya tidak menyajikan makna yang sesungguhnya harus didengar oleh anggota-anggota jemaat khususnya GMAHK sebagai suatu pelajaran pertumbuhan iman. Banyak peristiwa yang tertutup dan tidak dijabarkan dengan jelas sehingga mengaburkan inti dari gerakan pembaharuan itu sendiri. Ditambah lagi pemahaman guru-guru pengajar yang tidak mengerti telah menambah kegagalan pekabaran pembaharuan itu ditujukan.
Dimulai dari kwartal pertama dengan tema “Keluarga dalam Keluarga Allah”. Misi dari pelajaran sekolah sabat kwartal pertama adalah PEMULIHAN didalam keluarga. Entah berapa banyak keluarga GMAHK yang benar-benar telah dipulihkan kerohaniannya, tujuan hidupnya, kehidupan kekeluargaannya agar siap menjadi jurukabar-jurukabar Allah diakhir zaman, merupakan tolok ukur keberhasilan dari misi tersebut. Bila misi ini gagal dengan sendirinya keluarga-keluarga GMAHK yang menjadi tujuan terakhir Tuhan mengadakan pembaharuan iman akan sia-sia. Banyak keluarga yang akan terpisah dari barisan umat Allah karena belum sungguh-sungguh pulih dan bertobat. Dan pelajaran itu sudah berlalu, pekabaran itu telah ditolak dan tidak mencapai sasaran. Berapa banyak keluarga yang telah dipulihkan dalam segala hal ?
Memasuki kwartal kedua dengan thema “Roh Kudus”, ada satu pertanyaan, ‘Bagaimana mungkin Roh Kudus akan tinggal di dalam pribadi-pribadi yang keluarganya yang belum dipulihkan?’. Keluarga yang masih mengikuti ke-babelan, keluarga yang belum bertobat? Bagaimana mungkin kita membicarakan ROH sementara diri kita tidak mengenal Roh itu sendiri?
Bukankah Roh itu akan menuntun kepada pertobatan, dan dari pertobatan akan membuahkan buah-buah Roh. Bila belum bertobat dan kehidupan belum dipulihkan bagaimana anggota dapat mendiskusikan ‘pribadi’ yang tidak dikenal itu?
Penyusun pelajaran SS (Sekolah Sabat) kwartal kedua(April-Mei-Juni) adalah Arnold V. Wallenkampf, Ph.D, beliau berpendapat bahwa penolakan pekabaran 1888 adalah kesalahan perorangan, bukan lembaga sehingga lembaga GMAHK tidak perlu bertobat. Dalam hubungan dengan misi evangelisasi lembaga GMAHK kesalahan pemaparan tentang Roh Kudus akan mengakibatkan makna yang dicontohkan oleh sejarah masa lalu tidak disajikan dengan benar. Tidak ada teladan yang dapat dijadikan pelajaran, penolakan Roh jelas-jelas terjadi disertai hukuman dengan Api, kemerosotan lembaga telah menjadi tanda hilangnya kuasa Roh dari lembaga GMAHK. Contoh yang sama sesungguhnya menjadi misi pelajaran kwartal kali ini. Ketidakmengertian akan tuntunan Roh, nafsu untuk berkuasa, penolakan terhadap amaran Tuhan yang disampaikan oleh utusan-utusan Allah yang sederhana, sikap /dosa penolakan terhadap mereka yang membawa amaran tersebut dan isi amaran itu sendiri merupakan contoh kegagalan lembaga Advent di dalam menerima hujan akhir itu. Contoh itu adalah tujuan pelajaran kali ini, untuk mempersiapkan umat Allah, keluarga yang telah dipulihkan dalam menerima pemulihan terakhir melalui Roh Kudus.
Sehingga judul buku “Apa yang Harus Diketahui oleh Setiap Orang Advent Mengenai Masalah tahun 1888” akan sejalan dengan pelajaran Sekolah Sabath “ROH KUDUS”; dan kesatuan IMAN dan PENGAJARAN yang BENAR akan tercipta, yang memungkinkan HUJAN AKHIR dinyatakan kepada umat GMAHK yang setia.
Bila pelajaran pengenalan akan Roh dan kepenuhan Roh kali ini tidak mencapai sasaran, maka pemulihan itu tidak akan terjadi dan Hujan Akhir itu tidak dinikmati dan tiada iman yang tersisa. Yang ada hanya diskusi tradisi dalam bentuk formalitas ibadah yang membicarakan perihal Roh yang sebenarnya tidak pernah dikenal. Inilah bedanya antara program hasil pemikiran manusia dengan hasil pekerjaan dari Roh Kudus. Temukan ROH ALLAH maka IA akan membawa kita kepada kebenaran yang sejati.
Pada kwartal ketiga (July–September) kita diharapkan akan memahami dasar-dasar Iman Advent. Sesungguhnya bila kita mampu melihat secara Roh pelajaran kwartal ini akan mampu membawa kita untuk menikmati Hujan Akhir. Pemahaman yang tuntas dan kuat akan memampukan kita untuk ‘berani’ tampil beda, dan dilengkapi oleh kuasa dari Surga dengan suara nyaring akan dimampukan untuk berseru kepada dunia yang sedang bergejolak menuju kebinasaan. Inilah kabar baik yang harus kita beritakan, jangan disimpan di bawah gantang karena itu akan dituntut pada hari penghakiman, apakah yang sudah engkau perbuat?
Selamat menikmati Pemulihan dari Hujan Akhir !
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-global+
unsub...@googlegroups.com.To post to this group, send email to
advent...@googlegroups.com.Visit this group at
https://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit
https://groups.google.com/d/optout.