HAL: Re: [Advent-Global] Pekerja/Hamba Tuhan, pekerjaan Tuhan, Perpuluhan dan persembahan.

92 views
Skip to first unread message

anggiatsinurat

unread,
Aug 6, 2015, 12:31:47 AM8/6/15
to advent...@googlegroups.com
Saudara yang dikasihi Tuhan,
Mari kita berdoa sejenak, Amin.
Pemahaman saya memang sangat minim dan sederhana tentang perpuluhan, saya membawa perpuluhan kerumah perbendaharaan Tuhan, maka Tuhan memberkati berkelimpahan. Marilah kita pedomani, Amin

Salam,
Anggiat Sinurat
081210068192




Dikirm dari Samsung Galaxy Note

jady sihombing <sihomb...@gmail.com> menulis:

Dear  bpk imanagungsilalahi,

Trima kasih atas penjelasan perpuluhan nya, membuat saya mengerti apa yang harus saya lakukan sebagai anggota GMAHK.

Menyejukan hati, sehingga membuat rasa tanggung jawab kepada diri saya untuk mengembalikan perpuluhan kepada Tuhan ( organisasi )

On 6 Aug 2015 09:24, "imanagungsilalahi via Advent Global" <advent...@googlegroups.com> wrote:
Dear Pak Satar Sinaga, donganku na burju.

Ijinkan saya menyapa anda ketika anda sedang tancap gas dalam posisi gigi-5 di jalur 'racing' diskusi ini. Kita makan roti dulu yuk .... Berikan saya roti yang ada selai nenasnya yaaa ... Ha ha ha ....

Kadang kita bisa saja bingung bin heran ketika kenyataan jauh berbeda dari impian. Bahkan sering kita menjadi gusar bin galau ketika yang kita dapatkan ternyata juga jauh berbeda dari yang kita harapkan.

Saya sendiri sejak awal berharap agar topik diskusi tentang perpuluhan ini dilayani bukan oleh Pdt. Samuel Simorangkir. Bukankah ada Direktur Penatalayanan tingkat Konferens/Daerah dan Uni di kampung ini? Kenapa mereka diam saja? Apa itu karena diskusinya tidak dilakukan dalam sebuah seminar di daerah tujuan wisata? Mudah-mudahan saja mereka memang mempunyai kesibukan yang lain yang menyebabkan mereka tidak dapat melayani umat Tuhan yang ada di dunia maya saat ini. Tapi kalau mereka sibuk, apakah Pak Pdt. Samuel Simorangkir tak mempunyai kesibukan yang lain yang relatif pas dengan bidang pelayanannya di bidang komunikasi organisasi GMAHK? Saya juga jadi bingung nih ....

Tapi kita patutlah puji Tuhan karena ada hamba-hamba Tuhan - yang tak perlulah saya sebutkan nama-nama mereka - yang walau berperan hanya sebagai gembala jemaat, tapi mau 'melawat' kita di dunia maya ini. Dengan kunjungan mereka itu, rasanya hati ini menjadi agak 'adem' walau mungkin saja kita masih ada berbeda pemahaman dengan mereka tentang perpuluhan. Itu mungkin karena kita masih di akar rumput sementara kata Pak Hans Mandalas yang dulu menjadi dosen kita, kita harus 'terbang' agak ke atas dan melihat dengan 'helicopter view' agar bisa jelas melihat semuanya. Ha ha ha ....

Diskusi tentang perpuluhan ini kalau di kampung sebelah sudah pasti langsung dihentikan oleh Pak Lurah dan aparat pamong desanya. Tapi kita bersyukur kepada Tuhan karena Pak Lurah di kampung ini ternyata cukup bijaksana untuk menyediakan sebuah lahan diskusi sebagai sarana bagi warganya untuk latihan menjadi lebih dewasa sebagai anak-anak bangsa dan anak-anak Tuhan. Untuk itu kita patut mendoakan agar Pak Lurah di kampung ini diberkati Tuhan juga. Bagaimana? Anda setuju juga, bukan?

Sudah dulu ya my friend. Silakan lanjut. Tapi bagaimana kalau kapan-kapan kita nyanyi-nyanyi lagi dengan suara fals tapi merdu yang dulu sempat cetar membahana di langit-langit kamar 205 Annex Dormitory. Hi hi hi ...

Salam,
Si-Iman
Jakarta
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: satar sinaga <satar...@gmail.com>
Date: Thu, 6 Aug 2015 07:43:53 +0700
Subject: Re: [Advent-Global] Pekerja/Hamba Tuhan, pekerjaan Tuhan, Perpuluhan dan persembahan.

Sdr samuel
Kalau anda  seorang doktor yg baik. Dan kalau anda seoran pendeta yg dicontoh.
Kalau anda seorang direktur komunikasi yg hebat.  Saya hanya hanya minta pembahasan ini jangan melebar ke devidian.  Melenceng bpk tauran... melenceng w.policy

Tunjukan saja yg saya minta dlm Alkitab. Bereskan.  Kalau tidak juga tdk masalah. Selesaikan.
Perpuluhan tetap diserahkan ke perbendaharaan (ada di alkitab).

Horas
Satar

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

Daniel Simanjuntak

unread,
Aug 6, 2015, 2:13:42 AM8/6/15
to advent...@googlegroups.com
Sekedar masukan agar berkenan di hadapan Tuhan contoh, Biasanya anggota memberikan perpuluhan 1juta, tiba-tiba bulan berikutnya 10 juta, pendeta harus berani bertanya darimana uang sebanyak itu asalnya? Agar perpuluhan itu jadi berkat bagi yg memberi maupun yg mengelolanya..

Rgds,


DANIEL SIMANJUNTAK.
MTH1, JKT.
M. 0817176980 (XL).
PERS HUKUM & HAM
ANTI CORRUPTION TEAM.

kebutuhan terbesar dunia ini adalah "Kebutuhan akan manusia yang tidak dapat diperjualbelikan, manusia yang dalam sanubarinya setia dan jujur, manusia yang tidak segan menyebut dosa itu dosa, manusia yang angan-angan hatinya setia kepada tugas seperti jarum menunjuk ke kutub, manusia yang mau berdiri demi kebenaran walau langit runtuh sekalipun." Pendidikan.43(ED, 57,58)  

Sent from my iPhone  powered by Xl

Dari: 'anggiatsinurat' via Advent Global
Terkirim: ‎06/‎08/‎2015 11:31
Kepada: advent...@googlegroups.com
Subjek: HAL: Re: [Advent-Global] Pekerja/Hamba Tuhan, pekerjaan Tuhan,Perpuluhan dan persembahan.

samuel simorangkir

unread,
Aug 6, 2015, 3:54:03 AM8/6/15
to advent...@googlegroups.com
Dear Pdt. Hemat Sibuea,

Syalom!

Terimakasih untuk email yang memberikan kekuatan dan dukungan yang baik.

Saya bersama Pdt. J.S Peranginangin baru selesai rapat dengan officer Konferens Singapore untuk mengerjakan perpindahan studio dan pemancar radio kita di Batam.
Puji Tuhan...dalam waktu dekat studio dan kantor radio kita akan berdiri dengan baik di daerah vila maya, Batam.

Karena saya berlatar belakang dari keluarga orang tua anggota awam yang setialah maka saya sedikit tahan banting menghadapi penganiayaan dimilis. 
Salah satu alasan saya kenapa saya tetap berkomunikasi dimilis yach karena tugas saya sebagai direktur komunikasi dan alasan lain adalah, banyak sekali anggota milis pasif membaca email, mereka baca tapi tidak kasih komentar.
Cenderung kalau tidak ada klarifikasi dari berita miring maka kesimpulannya akan menjadi salah.
Baru-baru ini ketika saya di Amerika, ternyata orang-orang Indonesia di Amerika banyak yang membaca berita kita dimilis-milis.
Apa lagi ketika orang berkumpul di acara GC, San Antonio. Yang mereka bicarakan adalah berita dari milis, luar biasa khan?

Yach.....semua ini proses menuju kepada kedewasaan iman.
Semoga kita bisa berubah dari waktu-kewaktu menjadi lebih baik lagi dan sempurna seperti Tuhan Yesus Kristus,.

Salam berkat, 

Pdt. S. Simorangkir


Samuel Simorangkir D.Min
WIUM Field Secretary and Communication & PARL Director, 
AWR & Jakarta Studio Director
West Indonesia Union Mission.
+6282113265659

www.adventist.or.id

roy tampubolon

unread,
Aug 7, 2015, 7:57:29 AM8/7/15
to advent...@googlegroups.com

Sungguh sangat menyedihkan,,, sangat menyedihkan,,, dan sangat menyedihkan,,,

Sebenarnya saya sangat tidak ingin menulis lagi di group ini. Tapi sepertinya kita telah "pergi" terlalu jauh, takut tak bisa untuk "kembali".

Tapi sebelumnya, mohon para pembaca kembali ke fokus awal pertanyaan saya.

Kalimat ini sangat menganggu hati saya.
"Jikalau saudara percaya Alkitab maka saudara akan percaya terhadap organisasi karena organisasi gereja ini ada berdasarkan Alkitab dan melalui organisasi ada working policy.

Kalau saudara tidak percaya dengan organisasi yang sudah membuat working policy berarti saudara tidak percaya terhadap Alkitab yang mengajarkan kita tentang organisasi. Bukan cuman itu, berarti saudara tidak percaya sama Firman Tuhan yang membuat organisasi".

Pengajaran-pengajaran yang tidak berlandaskan Kitab Suci, yang didasarkan atas tradisi, aniaya yang tidak mengenal belas kasihan terhadap mereka yang berbeda pendapat, korupsi, dan penafsiran spiritual dari banyak imam merupakan sebagian besar faktor yang memyebabkan orang banyak berteriak meminta reformasi diadakan dalam gereja yang sudah mapan. Salah satu doktrin yang tidak Alkitabiah adalah Infabilitas gereja dan kepalanya (Gereja tak permah salah - ajaran Kepausan, literatur Katolik), yang pengajarannya adalah "Kerena gereja itu Ilahi, maka seseorang yang mewarisi sifat-sifatnya tentulah tidak pernah melakukan kesalahan. Lagi pula, sebagaimana yang dimaksud Allah, melalui gereja yang Ilahi ini, yang memimpin semua orang yang baik menuju surga, mengharuskan gereja itu tidak mempunyai pengajaran iman dan moral yang salah. Kristus akan memeliharanya dari segala kesalahan melalui kuasa Roh Kudus". (Apa yang harus anda ketahui tentang 27 doktrin)

Haruskah kita tutup mata dan telingan  terhadap cerita imam-imam dan ahli taurat (bangsa Yahudi) di Alkitab?
Haruskah kita tutup mata dan telinga, serta melupakan tragedi 'Yesus Disalibkan dan Roh Kudus diolok-olok" pada kejadian rapat besar General Conference di Minneapolis tahun 1888?
Haruskah kita menghiraukan teguran terhadap jemaat 'Laodekia' yang suam-suam kuku?

Gereja kita sangat berterima kasih terhadap saksi-saksi mulia seperti Huss, John Wycliffe, Marthin Luther, Tyndale, Calvin, Knox dan Wesley - mereka adalah orang-orang yang berani menerobos 'working policy' di gerejanya masing agar kembali ke Alkitab. Bahkan Yesus sendiri pun menghancurkan 'working policy' nya orang Yahudi, yang Dia akui adalah umatNya juga, yang telah dijanjikannya kepada Abraham. Bukankah memetik gandum itu melanggar 'working policy' dalam menyucikan sabat? Bukankah 'berjalan sambil mengangkat kasurnya' melanggar ' working policy' nya orang Yahudi dalam memelihara Sabat? Bukankah melempari 'perempuan pezinah' dengan batu sampai mati adalah working policy nya orang Yahudi, tapi Yesus tak melempar satu batu pun.

Selama ini saya berpikir, hanya Kepausanlah lebih meninggikan ajaran manusia dari pada Alkitab, atau orang Yahudi yang lebih meninggikan aturan-aturan keagamaan daripada Taurat Tuhan itu sendiri, walaupun dengan alasan untuk menjaga kesucian hukum Tuhan. Tapi sepertinya gereja kita pun sudah mengambil tempat yang sama. Working policy atau peraturan jemaat sudah sederajat dengan Alkitab dan Roh Nubuat, sehingga kalau dianggap 'menentang' peraturan jemaat, berarti menentang Alkitab dan Roh Nubuat, dan ini juga berarti menentang Allah. Mungkin pun kita sudah menganut bahwa suara General Conference sudah 'mutlak' bahwa itu suara Tuhan.

Dalam penghakiman, manusia tidak dihukum oleh karena mereka dengan sadar mempercayai satu dusta melainkan oleh karena mereka tidak mempercayai kebenaran, oleh karena mereka melalaikan kesempatan untuk mempelajari apakah kebenaran itu.... Apapun yang bertentangan dengan firman Allah, kita dapat memastikan bahwa itu dari Setan. (Sejarah Para Nabi - Penggodaan dan Kejatuhan, hal. 51)

Akan tetapi Allah mempunyai suatu umat di atas dunia ini yang mempertahankan Alkitab, dan hanya Alkitablah, sebagai standar semua doktrin, dan dasar dari segala pembaharuan. Pendapat-pendapat kaum terpelajar, kesimpulan-kesimpulan ilmu pengetahuan, ringkasan doktrin atau keputusan-keputusan konsili kegerejaan, yang banyak dan saling bertentangan seperti gereja-gereja yang diwakilinya, suara mayoritas, - tidak satu atau semua ini harus dianggap sebagai bukti untuk menerima atau menolak sesuatu ajaran iman keagamaan. Sebelum menerima suatu doktrin atau petunjuk, kita harus menuntut, "Demikianlah firman Tuhan" untuk mendukungnya.
Setan selalu berusaha menarik perhatian kepada manusia sebagai gantinya kepada Allah. Ia menuntun orang-orang untuk memandang kepada uskup-uskup, pastor-pastor, profesor-profesor teologi, sebagai penuntun mereka gantinya Alkitab untuk mengetahui tugas-tugas mereka terhadap diri mereka sendiri. Kemudian, oleh mengendalikan pikiran para pemimpin ini, dia dapat mempengaruhi orang banyak sesuai dengan keimanannya.
Roh yang memgerakkan imam-imam (Yahudi) dan para penguasa ini masih dinyatakan oleh banyak orang yang mengaku saleh. Mereka menolak memeriksa kesaksian Alkitab mengenai kebenaran khusus pada zaman ini.
Ia (Yesus) memiliki suatu pandangan nubuatan mengenai pekerjaan meninggikan kekuasaan manusia untuk memerintah hati nurani, yang telah merupakan suatu kutuk yang mengerikan kepada gereja sepanjang zaman.
Walaupun Alkitab penuh dengan amaran terhadap guru-guru palsu, banyak yang bersedia menyerahkan pemeliharaan jiwa kepada pendeta... Tetapi apakah para pendeta tidak dapat salah? Bagaimana mungkin kita mempercayakan jiwa kita kepada tuntunan mereka kecuali kita mengetahui dari Firman Allah bahwa mereka adalah pembawa terang. (Kemenangan Akhir - Alkitab Suatu Perlindungan).

Saudara-saudara, tetaplah mengembalikan perpuluhan kerena itu milik Tuhan, dan itu lah PerintahNya.
Tetaplah dalam 'bahtera' ini, karena bagaimanapun dan apapun di dalamnya, walaupun hampir tenggelam, kapal inilah yang akan menyeberangkan kita ke tempat tujuan. Inilah kapal yang terakhir sebelum Yesus datang untuk kedua kali.

Selamat menyambut hari sabat.
Tuhan memberkati.

Fred Truman P Simamora

unread,
Aug 7, 2015, 8:26:39 AM8/7/15
to advent...@googlegroups.com
Horas la Si-iman,

Khabarnya jemaat2 di USA statusnya Conference,. Jadi ke higher organisation kayaknya semacam setoranlah hahaha.

Salam Sabat
Fred TPS


Terkirim dari: Lenovo P90

Pada 7 Agt 2015 14.04, imanagungsilalahi via Advent Global <advent...@googlegroups.com> menulis:
>
> To whom it may concern, begitu bahasa Inggrisnya. Kepada siapa saja yang berkepentingan, begitu bahasa Indonesianya.
>
> Saya ada pertanyaan sederhana yang tak ada kaitannya dengan perpuluhan. Saya butuh jawaban apa adanya atas pertanyaan tentang persembahan.
>
> Katanya sih kita satu organisasi. Katanya sih kita satu iman. Tapi kenapa sih lain negeri, lain pula cara menangani persembahan?
>
> Ai toho do i? Benar gak tuh? Is it true?
>
>
> Konon sempat terdengar kalau di negerinya Pak Dhe Obama 100% persembahan umat akan tinggal di dalam jemaat sendiri. Tapi kenapa bagi kita yang ada di Indonesia hanya 50% dari persembahan umat yang akan tinggal di jemaat sendiri?
>
> Apakah di negerinya Pak Dhe Obama gak ada persembahan terpadu? Ataukah mereka yang tinggal di sana yang justru tidak mau patuh?
>
> Apakah istilah persembahan terpadu hanya ada di negerinya Jokowi? Dan kita terbiasa patuh walau banyak jemaat tampaknya harus gigit jari?
>
>
> Saya menduga bahwa populasi anggota GMAHK di Indonesia saat ini cenderung terkonsentrasikan di perkotaan. Ini tentu berbeda keadaannya dari - sebut saja - 30 atau 40 tahun yang lampau di mana daerah pedesaan merupakan kantong-kantong lahirnya anggota-anggota GMAHK yang baru sebelum mereka hijrah ke kota-kota.
>
> Orang desa itu konon sangat lugu dan cenderung berperi laku patuh. Mereka terima 'apa adanya', termasuk kalaupun mereka sedang dibohongi.
>
> Orang kota itu kadang sok tahu tapi cenderung mau berpikir kritis. Mereka akan bertanya 'ada apanya' dibalik penampilan sebuah aksi.
>
> Selamat menyambut Sabat.
>
> Tuhan memberkati.


>
> Salam,
> Si-Iman
> Jakarta
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
> ________________________________

> From: "'Naibaho Albert' via Advent Global" <advent...@googlegroups.com>
> Sender: advent...@googlegroups.com
> Date: Thu, 6 Aug 2015 07:55:00 +0000 (UTC)
> To: advent...@googlegroups.com<advent...@googlegroups.com>
> ReplyTo: advent...@googlegroups.com
> Subject: Bls: [Advent-Global] Pekerja/Hamba Tuhan, pekerjaan Tuhan, Perpuluhan dan persembahan.
>
> Dear, Pdt Praban
>
>
> Justru diterapkan itu persembahan terpadu jadi kosong kas gereja kami, karna itu disetor 50% ke konfrens, sebelumnya diterapkan itu banyak persembahan...tdk terganggu program jemaat...
> akhirnya dari kantong jemaat lg dirogoh...klo diberikan persembahan itu khusus utk jemaat 100% ke
> kas gereja Pdt..klo ini diterapkan gereja2 tdk perlu lg merogoh kantong masing2...krn sdh cukup persembahan itu utk membutuhi kebutuhan jemaat setiap bulannya...
>
> Regard,
> DAN
>
>
>
> Pada Kamis, 6 Agustus 2015 11:17, 'Hemat Sibuea' via Advent Global <advent...@googlegroups.com> menulis:
>
>
> Salom Pdt. Dr. Samuel Simorangkir.
>
> Saya bisa merasakan kegalauan di hati anda setelah mendapat kata2 yg tdk menyenangkan di milis ini. Saya tahu tujuanmu baik dan hatimu tulus tp mungkin sukar dipahami oleh org lain.
>
> Saya tahu siapa saudara. Kedua ortu sdr adalah tokoh jemaat Veteran, Medan dmn saya pernah gembalanya 5 th lebih (1989-1995). 
>
> Saya teringat akan ibumu yg baik, sopan dan lembut, saya kira itulah yg menginspirasimu jd pendeta yg baik. Saya yakin beliau mendoakanmu dan turut galau atas apa yg terjadi kpdmu.
>
> Saya salut kpdmu kawan, meskipun kamu anak seorang pengusaha yg kaya namun kamu mau jd pendeta yg hidup dr persepuluhan yg dikembalikan olh jemaat.
>
> Saya tahu hatimu baik, ramah dan suka mengampuni. Saya berdoa semoga saudara sabar dan marpanganju menghadapi semua yg tdk baik dimilis ini mengenai anda. Biarlah tdk terkutuk org2 yg menghinamu krn kamu adalah hamba TUHAN yg sdh diurapi. Jadilah kamu parbahul-bahul na bolon.
>
> Marilah mengampuni dan memberkati. Ga usah galau atau membela diri. TUHAN mengasihi hamba-Nya yg tulus hati spt kamu.
>
> Harusnya ini saya kirim lwt japri tp sy tdk bisa. Tolong ga usah ditanggapi olh org lain ya. Tks.
>
> Salom.
>
> Pdt. Hemat Sibuea.
> Gembala jemaat BNI
>
>
> Sent from Yahoo Mail on Android
> ________________________________
> From:"jady sihombing" <sihomb...@gmail.com>
> Date:Thu, Aug 6, 2015 at 9:44 AM

Iman Agung Silalahi

unread,
Aug 7, 2015, 11:36:39 AM8/7/15
to advent...@googlegroups.com
Selamat Sabat, Pak Fred, Laeku na burju.

Oh begitukah? Sistem setorankah? Setorannya kayak apa tuh? Apakah setorannya kayak sistem persentase dari salah satu perusahaan taksi ternama di Jakarta? Ataukah setorannya kayak setoran supir angkot yang jago ngepot karena disupiri oleh anak Medan? Ha ha ha ...

Saya heran saja kenapa para petinggi kita yang berkompeten dalam bidang penatalayanan seakan-akan bibir mereka terkatup rapat membisu dan enggan untuk berbicara atau seakan-akan jari-jari tangan mereka menjadi kejang-kejang kaku dan enggan untuk menulis untuk memberikan semacam pencerahan kalau ada diskusi tentang topik penatalayan di dunia maya. Ada sih petinggi kita yang mau bersuara, tapi gak eloklah kalau yang bukan bidang pelayanannya yang bersuara. Kesannya sih kayak gak tahu aja para petinggi gereja kita ini memainkan 'orkestra' organisasi?

Janganlah hanya suara tambur yang terus-terusan terdengar. Sakit telinga ini kalau hanya suara tambur yang terdengar. Di mana tuh suara serulingnya? Kapan tuh suara biolanya terdengar? "Aduh, orkes anu kumaha ieu teh, Kang?" tanya orang Sunda.

Jangan-jangan sang peniup seruling lagi tertidur. Jangan-jangan sang penggesek biola masih bermimpi. Jangan-jangan ... dan jangan-jangan .... Dan yang lebih cilaka lagi, jangan-jangan sang pemimpin orkestranya juga  kagak  ada  di atas podium nih. Dan kita hanya bisa mengernyitkan kulit di dahi. Hi hi hi ....

Tapi ya sudahlah, kalau para petinggi maunya diam saja, masak sih kita harus terus berteriak dan menjadi mogok? Kita lanjutkan saja kehidupan kerohanian kita sesuai dengan iman yang Tuhan berikan kepada kita. Kita nikmati saja kehidupan berorganisasi sesuai dengan aturan main yang ada. "Gitu aja kok repot?" kata alm. Gus Dur.

Walau saya percaya bahwa Tuhan masih sangat mengasihi organisasi GMAHK sedunia ini, tetapi boleh percaya, boleh juga tidak percaya, bahwa melihat bagaimana kehidupan sebagian hamba-hambaNya yang kadang-kadang terkesan 'glamour' alias tidak bersahaja serta kadang terkesan anggap remeh alias bersikap tak perduli, maka adalah bukan merupakan suatu keheranan lagi bila ada semakin banyak perpuluhan dan persembahan yang tertahan tidak jadi masuk ke dalam kas perbendaharaan organisasi. Namun demikian, mari kita maju terus dalam percaya karena Tuhan tidak bodoh walau ada saja sebagian hamba-hambaNya yang mau coba-coba mengakaliNya.

Apa? Tuhan mau coba di-akal-akal-in? Memangnya bisa? Tuhan gak akan bisa di-kadal-in sekalipun oleh mereka yang merasa gagah kayak buaya. Ha ha ha ....

Anyway, mari kita tetap doakan para pemimpin kita agar mereka menyediakan hati mereka sebagai singgasana - bukan sekedar kos-kosan - bagi kediaman Roh Suci.

Selamat menikmati Sabat.

Tuhan memberkati.

Salam,
Si-Iman
Bekasi



>> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-global+unsub...@googlegroups.com.

>> To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
>> Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
>> For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
>>
>> --
>> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
>> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-global+unsub...@googlegroups.com.

>> To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
>> Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
>> For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
>
> --
> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-global+unsub...@googlegroups.com.

> To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
> Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
> For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
> --
> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-global+unsub...@googlegroups.com.

> To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
> Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
> For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
>
>
> --
> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-global+unsub...@googlegroups.com.

> To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
> Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
> For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
>
> --
> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-global+unsub...@googlegroups.com.

> To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
> Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
> For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-global+unsub...@googlegroups.com.

Kuntaraf, Jonathan

unread,
Aug 7, 2015, 6:12:40 PM8/7/15
to advent...@googlegroups.com
Dear Brother Silalahi, muridku yang baik, 

Saya tidak mengikuti perbincangan dari awal soal perpuluhan, hanya dua tulisan Anda yang  terakhir yang saya baca; sebab rupanya pensiunan sibuk juga. hehehe. Well, kebetulan  ada waktu sementara jaga cucu di North Carolina, dan buka computer dan lihat tulisan Anda. Hanya saya kaget membaca seakan-akan system  persembahan di Amerika itu, semua persembahan tinggal di jemaat. Jawabnya tidak demikian. Justru umumnya persembahan di gereja di Amerika banyak yang dikirim ke higher organization. 

Mungkin saya berikan penjelasan sistem persembahan berlaku sekarang ini ada 2 sistim. . 30 tahun yang lalu, semua persembahan SS, birthday offering, investment, semuanya dikirim ke higher organization 100%. Yang tinggal di jemaat adalah persembahan funds sekolah Sabat, untuk membiayai kebutuhan sekolah Sabat, local church budget yaitu persembahan untuk kebutuhan jemaat hanya kebagian sebulan sekali; ada persembahan Anggota bekerja untuk  persembahan evangelisasi, dan persembahan pendidikan dikirim ke tempat yang ada sekolah gereja. Nah pada jaman “Pelayanan Jemaat,” atau “Church Ministry,” direktur CM untuk Divisi Timur Jauh adalah Pdt. Charles Griffin, memulai experience dengan Indonesia Timur, dimana 50% dari persembahan tinggal di gereja, dan 50% dikirim ke higher organization, dana ternyata persembahan meningkat. Alasan utama adalah agar lebih sederhana; sebab untuk berapa tempat, sangat susah ambil keputuan persembahan Sabat itu akan kemana saja. Akhirnya persembahan dengan persentase itu diterapkan di Uni Barat, dan uni yang lain termasuk Filipina; namun uni utara yang sekarang jadi NSD tidak mengikuti system tersebut. Kemudian 25 tahun yang lalu, Charles Griffin dari FED ke GC, dan memperkenalkan systerm persentase tersebut, dan diterima di Inter-American Division dan Divisi Afrika. Tetapi untuk Divisi lain, termasuk Divisi Amerika Utara, tetap menggunakan system yang lama; yaitu, setiap Sabat itu berbeda tujuan persembahannya. Sabat pertama, local budget, 100% tinggal di gereja; tetapi persembahan SS, 100% dikirim ke higher organization. Tetapi ada persembahan khusus untuk Voice of Prophecy, untuk AWR, atau tujuan-tujuan lain. Kalau Sabat itu adalah Sabat VOP, 100% dari persembahan adalah untuk VOP. Jadi untuk mengatakan 100% perembahan tinggal di jemaat, itu tidak tepat; sebab tergantung kepada tujuan persembahan Sabat itu. Sering juga persembahan dikirim semuanya ke higher organization. 

Itu saja untuk penjelasan soal persembahan. Kalau seandainya ada kesempatan saya akan baca perbincangan lainnya dengan judul ini. 

Tuhan memberkati,

Jonathan Kuntaraf



To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.

roy tampubolon

unread,
Aug 7, 2015, 9:11:46 PM8/7/15
to advent...@googlegroups.com

Selamat Sabat saudara-saudara sekalian.

Pdt. Simorangkir yang saya hormati dan seluruh hamba-hamba Tuhan, baik itu para gembala, tua-tua jemaat dan siapa saja yang takut akan Tuhan.

Terima atas segala masukkan yang saya terima. Saya mohon maaf apabila ada kata-kata yang menyakiti hati saudara-saudara sekalian, terlebih para hamba Tuhan. Mohon di maklumkan, terlebih saya masih di level 'lanang celup' (lambat nangkap cepat lupa).

Bila apa yang saya sampaikan ini adalah sesuai dengan Firman Tuhan, marilah kita hidupkan. Namun, bila hal ini tidak sesuai dengan Firman Tuhan, marilah kita mencegahnya agar tak merusak dan memakan korban.

Saya hanya teringat sebuah perkataan 'Bila saya tak bisa masuk surga, setidaknya saya tidak menuntun orang lain ke neraka', oleh karena itu, untuk case ini, saya juga takut, jangan sampai saya menjadi penghalang bagi 'suatu injil'.

Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak. Berkat sabat menjadi bagian kita semua. Amin.

imanagun...@yahoo.com

unread,
Aug 8, 2015, 6:46:32 PM8/8/15
to advent...@googlegroups.com
Dear Pak Pdt. Jonathan Kuntaraf, dosenku yang sangat baik.

Murid mana yang tidak melonjak girang hatinya kalau disapa gurunya? Dari jauh saja sudah menyapa, apalagi dari dekat? Anggota jemaat mana yang tidak bersyukur memuji Allah kalau seorang hambaNya tulus melawatnya walau di dunia maya? Bukankah kepada anggota jemaat tersebut Tuhan terasa semakin dekat?

God bless you, Pak Pendeta. Walau sudah pensiun dan walau ditengah nikmatnya keriangan bersama cucu, anda masih mau menyempatkan diri untuk memberikan pencerahan kepada saya. Hati saya terjamah karenanya.

Terima kasih banyak, Pak. Sudah jelas bagi saya sekarang bahwa ada perbedaan sistim pengumpulan persembahan di Amerika dengan yang di Indonesia, itu ada sejarahnya dan ada juga keputusan organisasinya. Ya, gak apa juga bagi saya.

Puji Tuhan karena hamba Tuhan yang benar sesungguhnya gak akan pernah pensiun untuk memberikan pencerahan kepada umatNya. Bukan itu saja, hamba Tuhan yang benar sesungguhnya tak pernah pensiun juga untuk memberikan contoh kepada sesama hambaNya tentang bagaimana melayani umatNya.

Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada semua pendeta yang ada di Idonesia, ijinkan saya untuk mengatakan bahwa saya melihat sosok seorang hambaNya pada diri seorang Pak Pdt. Jonathan Kuntaraf juga. Ini saya bilang bukan karena saya adalah murid anda, Pak. Ini saya katakan juga bukan sebagai 'cakap manis'-nya seorang salesman bernama Iman Agung Silalahi, Pak. Ini saya bilang apa adanya aja, Pak, bukan karena cari perhatian, bukan juga karena punya kepentingan. Kalau toh diunggkapkan secara terbuka di kampung ini, apa salah? Dan kalaupun salah, saya akan mohon maaf kepada khalayak ramai, "Ampuunn ..., Pak

Sekian dulu ya Pak. Selamat menikmati saat-saat indah bersama cucu. Tuhan memberkati.


Salam,
Si-Iman
Bekasi

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: "Kuntaraf, Jonathan" <Kunt...@gc.adventist.org>
Date: Fri, 7 Aug 2015 22:12:34 +0000

Hemat Sibuea

unread,
Aug 8, 2015, 8:20:10 PM8/8/15
to advent...@googlegroups.com
Salom sdr. Iman Agung Silalahi.

Hati saya sngt sejuk ketika membaca kata2 balasan anda kpd Guru kita Pdt Dr. Kuntaraf yg baik, rendah hati, dan yg dipenuhi kuasa Roh Kudus. Saya yakin ucapan anda itu tulus dan apa adanya. 

Saya sbg pendeta di Indonesia, spt yg anda tulis, mendapat pelajaran berharga setelah membaca komunikasi yg indah antara anda dan Guru kita. Mirip hubungan antara rasul Paulus dgn Timotius, murid Paulus yg lebih muda. Saya, pendeta Indonesia, layak meniru komunikasi yg baik ini. 

Saya hrs terus berguru kpd Pdt. Dr. Kuntaraf meskipun beliau sdh pensiun. Saya belajar cara menyapa, berkomunikasi dg anggota jemaat sehingga terjadi suatu hubungan yg baik, harmonis.dan ramah.

TUHAN Yesus memberkati sdr. Iman yg baik dan lembut. Penghormatan anda kpd hamba-Nya sama dengan memuliakan Allah yg telah mengurapi hamba-Nya itu.

Salom,

Pdt. Hemat Sibuea
From:"imanagungsilalahi via Advent Global" <advent...@googlegroups.com>
Date:Sun, Aug 9, 2015 at 5:46 AM

Houtman E. Sinaga

unread,
Aug 19, 2015, 2:56:17 PM8/19/15
to advent-global, josephh...@gmail.com
Dear Modertor Advent Global,
Mohon ditambahkan Pdt Joseph Sianipar, sebagai member Milis Advent Global. Keikut sertaan beliau akan memberikan kontribusi yang positif.

Salam
Pdt. HE Sinaga


----- Original Message -----
From: "Joseph Sianipar" <josephh...@gmail.com>
To: "Houtman E. Sinaga" <hesi...@ssd.org>
Sent: Wednesday, August 19, 2015 2:59:49 PM
Subject: Re: Bls: [Advent-Global] Pekerja/Hamba Tuhan, pekerjaan Tuhan, Perpuluhan dan persembahan.








Dear Pdt H.E Sinaga

Syalom,

Mohonlah saya direkomendasikan menjadi anggota Milis Advent Global,

Email saya : josephh...@gmail.com


Terimakasih

Pdt J H Sianipar



2015-08-08 4:35 GMT+07:00 Joseph Sianipar < josephh...@gmail.com > :


Trims Pdt Sinaga...saya akan follow up karena saya tidak mendapat info ini tadinya...saya bukan anggota group ADVENT Global.




Joseph



On Saturday, August 8, 2015, Houtman E. Sinaga < hesi...@ssd.org > wrote:


????

----- Forwarded Message -----
From: "'Iman Agung Silalahi' via Advent Global" < advent...@googlegroups.com >
To: advent...@googlegroups.com
Sent: Friday, August 7, 2015 11:36:34 PM
Subject: Re: Bls: [Advent-Global] Pekerja/Hamba Tuhan, pekerjaan Tuhan, Perpuluhan dan persembahan.






Selamat Sabat, Pak Fred, Laeku na burju.


Oh begitukah? Sistem setorankah? Setorannya kayak apa tuh? Apakah setorannya kayak sistem persentase dari salah satu perusahaan taksi ternama di Jakarta? Ataukah setorannya kayak setoran supir angkot yang jago ngepot karena disupiri oleh anak Medan? Ha ha ha ...

Saya heran saja kenapa para petinggi kita yang berkompeten dalam bidang penatalayanan seakan-akan bibir mereka terkatup rapat membisu dan enggan untuk berbicara atau seakan-akan jari-jari tangan mereka menjadi kejang-kejang kaku dan enggan untuk menulis untuk memberikan semacam pencerahan kalau ada diskusi tentang topik penatalayan di dunia maya. Ada sih petinggi kita yang mau bersuara, tapi gak eloklah kalau yang bukan bidang pelayanannya yang bersuara. Kesannya sih kayak gak tahu aja para petinggi gereja kita ini memainkan 'orkestra' organisasi?




Janganlah hanya suara tambur yang terus-terusan terdengar. Sakit telinga ini kalau hanya suara tambur yang terdengar. Di mana tuh suara serulingnya? Kapan tuh suara biolanya terdengar? "Aduh, orkes anu kumaha ieu teh, Kang?" tanya orang Sunda.



Jangan-jangan sang peniup seruling lagi tertidur. Jangan-jangan sang penggesek biola masih bermimpi. Jangan-jangan ... dan jangan-jangan .... Dan yang lebih cilaka lagi, jangan-jangan sang pemimpin orkestranya juga kagak ada di atas podium nih . Dan kita hanya bisa mengernyitkan kulit di dahi. Hi hi hi ....




Tapi ya sudahlah, kalau para petinggi maunya diam saja, masak sih kita harus terus berteriak dan menjadi mogok? Kita lanjutkan saja kehidupan kerohanian kita sesuai dengan iman yang Tuhan berikan kepada kita. Kita nikmati saja kehidupan berorganisasi sesuai dengan aturan main yang ada. "Gitu aja kok repot?" kata alm. Gus Dur.


Walau saya percaya bahwa Tuhan masih sangat mengasihi organisasi GMAHK sedunia ini, tetapi boleh percaya, boleh juga tidak percaya, bahwa melihat bagaimana kehidupan sebagian hamba-hambaNya yang kadang-kadang terkesan 'glamour' alias tidak bersahaja serta kadang terkesan anggap remeh alias bersikap tak perduli, maka adalah bukan merupakan suatu keheranan lagi bila ada semakin banyak perpuluhan dan persembahan yang tertahan tidak jadi masuk ke dalam kas perbendaharaan organisasi. Namun demikian, mari kita maju terus dalam percaya karena Tuhan tidak bodoh walau ada saja sebagian hamba-hambaNya yang mau coba-coba mengakaliNya.



Apa? Tuhan mau coba di-akal-akal- in ? Memangnya bisa? Tuhan gak akan bisa di-kadal- in sekalipun oleh mereka yang merasa gagah kayak buaya. Ha ha ha ....
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com .
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com .
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global .
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout .


--
Pdt J H Sianipar
WIUM Stewardship Director


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages