Dear bpk imanagungsilalahi,
Trima kasih atas penjelasan perpuluhan nya, membuat saya mengerti apa yang harus saya lakukan sebagai anggota GMAHK.
Menyejukan hati, sehingga membuat rasa tanggung jawab kepada diri saya untuk mengembalikan perpuluhan kepada Tuhan ( organisasi )
Dear Pak Satar Sinaga, donganku na burju.--
Ijinkan saya menyapa anda ketika anda sedang tancap gas dalam posisi gigi-5 di jalur 'racing' diskusi ini. Kita makan roti dulu yuk .... Berikan saya roti yang ada selai nenasnya yaaa ... Ha ha ha ....
Kadang kita bisa saja bingung bin heran ketika kenyataan jauh berbeda dari impian. Bahkan sering kita menjadi gusar bin galau ketika yang kita dapatkan ternyata juga jauh berbeda dari yang kita harapkan.
Saya sendiri sejak awal berharap agar topik diskusi tentang perpuluhan ini dilayani bukan oleh Pdt. Samuel Simorangkir. Bukankah ada Direktur Penatalayanan tingkat Konferens/Daerah dan Uni di kampung ini? Kenapa mereka diam saja? Apa itu karena diskusinya tidak dilakukan dalam sebuah seminar di daerah tujuan wisata? Mudah-mudahan saja mereka memang mempunyai kesibukan yang lain yang menyebabkan mereka tidak dapat melayani umat Tuhan yang ada di dunia maya saat ini. Tapi kalau mereka sibuk, apakah Pak Pdt. Samuel Simorangkir tak mempunyai kesibukan yang lain yang relatif pas dengan bidang pelayanannya di bidang komunikasi organisasi GMAHK? Saya juga jadi bingung nih ....
Tapi kita patutlah puji Tuhan karena ada hamba-hamba Tuhan - yang tak perlulah saya sebutkan nama-nama mereka - yang walau berperan hanya sebagai gembala jemaat, tapi mau 'melawat' kita di dunia maya ini. Dengan kunjungan mereka itu, rasanya hati ini menjadi agak 'adem' walau mungkin saja kita masih ada berbeda pemahaman dengan mereka tentang perpuluhan. Itu mungkin karena kita masih di akar rumput sementara kata Pak Hans Mandalas yang dulu menjadi dosen kita, kita harus 'terbang' agak ke atas dan melihat dengan 'helicopter view' agar bisa jelas melihat semuanya. Ha ha ha ....
Diskusi tentang perpuluhan ini kalau di kampung sebelah sudah pasti langsung dihentikan oleh Pak Lurah dan aparat pamong desanya. Tapi kita bersyukur kepada Tuhan karena Pak Lurah di kampung ini ternyata cukup bijaksana untuk menyediakan sebuah lahan diskusi sebagai sarana bagi warganya untuk latihan menjadi lebih dewasa sebagai anak-anak bangsa dan anak-anak Tuhan. Untuk itu kita patut mendoakan agar Pak Lurah di kampung ini diberkati Tuhan juga. Bagaimana? Anda setuju juga, bukan?
Sudah dulu ya my friend. Silakan lanjut. Tapi bagaimana kalau kapan-kapan kita nyanyi-nyanyi lagi dengan suara fals tapi merdu yang dulu sempat cetar membahana di langit-langit kamar 205 Annex Dormitory. Hi hi hi ...
Salam,
Si-Iman
JakartaSent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!From: satar sinaga <satar...@gmail.com>Sender: advent...@googlegroups.comDate: Thu, 6 Aug 2015 07:43:53 +0700ReplyTo: advent...@googlegroups.comSubject: Re: [Advent-Global] Pekerja/Hamba Tuhan, pekerjaan Tuhan, Perpuluhan dan persembahan.Sdr samuel
Kalau anda seorang doktor yg baik. Dan kalau anda seoran pendeta yg dicontoh.
Kalau anda seorang direktur komunikasi yg hebat. Saya hanya hanya minta pembahasan ini jangan melebar ke devidian. Melenceng bpk tauran... melenceng w.policyTunjukan saja yg saya minta dlm Alkitab. Bereskan. Kalau tidak juga tdk masalah. Selesaikan.
Perpuluhan tetap diserahkan ke perbendaharaan (ada di alkitab).Horas
--
Satar
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
Sungguh sangat menyedihkan,,, sangat menyedihkan,,, dan sangat menyedihkan,,,
Sebenarnya saya sangat tidak ingin menulis lagi di group ini. Tapi sepertinya kita telah "pergi" terlalu jauh, takut tak bisa untuk "kembali".
Tapi sebelumnya, mohon para pembaca kembali ke fokus awal pertanyaan saya.
Kalimat ini sangat menganggu hati saya.
"Jikalau saudara percaya Alkitab maka saudara akan percaya terhadap organisasi karena organisasi gereja ini ada berdasarkan Alkitab dan melalui organisasi ada working policy.
Kalau saudara tidak percaya dengan organisasi yang sudah membuat working policy berarti saudara tidak percaya terhadap Alkitab yang mengajarkan kita tentang organisasi. Bukan cuman itu, berarti saudara tidak percaya sama Firman Tuhan yang membuat organisasi".
Pengajaran-pengajaran yang tidak berlandaskan Kitab Suci, yang didasarkan atas tradisi, aniaya yang tidak mengenal belas kasihan terhadap mereka yang berbeda pendapat, korupsi, dan penafsiran spiritual dari banyak imam merupakan sebagian besar faktor yang memyebabkan orang banyak berteriak meminta reformasi diadakan dalam gereja yang sudah mapan. Salah satu doktrin yang tidak Alkitabiah adalah Infabilitas gereja dan kepalanya (Gereja tak permah salah - ajaran Kepausan, literatur Katolik), yang pengajarannya adalah "Kerena gereja itu Ilahi, maka seseorang yang mewarisi sifat-sifatnya tentulah tidak pernah melakukan kesalahan. Lagi pula, sebagaimana yang dimaksud Allah, melalui gereja yang Ilahi ini, yang memimpin semua orang yang baik menuju surga, mengharuskan gereja itu tidak mempunyai pengajaran iman dan moral yang salah. Kristus akan memeliharanya dari segala kesalahan melalui kuasa Roh Kudus". (Apa yang harus anda ketahui tentang 27 doktrin)
Haruskah kita tutup mata dan telingan terhadap cerita imam-imam dan ahli taurat (bangsa Yahudi) di Alkitab?
Haruskah kita tutup mata dan telinga, serta melupakan tragedi 'Yesus Disalibkan dan Roh Kudus diolok-olok" pada kejadian rapat besar General Conference di Minneapolis tahun 1888?
Haruskah kita menghiraukan teguran terhadap jemaat 'Laodekia' yang suam-suam kuku?
Gereja kita sangat berterima kasih terhadap saksi-saksi mulia seperti Huss, John Wycliffe, Marthin Luther, Tyndale, Calvin, Knox dan Wesley - mereka adalah orang-orang yang berani menerobos 'working policy' di gerejanya masing agar kembali ke Alkitab. Bahkan Yesus sendiri pun menghancurkan 'working policy' nya orang Yahudi, yang Dia akui adalah umatNya juga, yang telah dijanjikannya kepada Abraham. Bukankah memetik gandum itu melanggar 'working policy' dalam menyucikan sabat? Bukankah 'berjalan sambil mengangkat kasurnya' melanggar ' working policy' nya orang Yahudi dalam memelihara Sabat? Bukankah melempari 'perempuan pezinah' dengan batu sampai mati adalah working policy nya orang Yahudi, tapi Yesus tak melempar satu batu pun.
Selama ini saya berpikir, hanya Kepausanlah lebih meninggikan ajaran manusia dari pada Alkitab, atau orang Yahudi yang lebih meninggikan aturan-aturan keagamaan daripada Taurat Tuhan itu sendiri, walaupun dengan alasan untuk menjaga kesucian hukum Tuhan. Tapi sepertinya gereja kita pun sudah mengambil tempat yang sama. Working policy atau peraturan jemaat sudah sederajat dengan Alkitab dan Roh Nubuat, sehingga kalau dianggap 'menentang' peraturan jemaat, berarti menentang Alkitab dan Roh Nubuat, dan ini juga berarti menentang Allah. Mungkin pun kita sudah menganut bahwa suara General Conference sudah 'mutlak' bahwa itu suara Tuhan.
Dalam penghakiman, manusia tidak dihukum oleh karena mereka dengan sadar mempercayai satu dusta melainkan oleh karena mereka tidak mempercayai kebenaran, oleh karena mereka melalaikan kesempatan untuk mempelajari apakah kebenaran itu.... Apapun yang bertentangan dengan firman Allah, kita dapat memastikan bahwa itu dari Setan. (Sejarah Para Nabi - Penggodaan dan Kejatuhan, hal. 51)
Akan tetapi Allah mempunyai suatu umat di atas dunia ini yang mempertahankan Alkitab, dan hanya Alkitablah, sebagai standar semua doktrin, dan dasar dari segala pembaharuan. Pendapat-pendapat kaum terpelajar, kesimpulan-kesimpulan ilmu pengetahuan, ringkasan doktrin atau keputusan-keputusan konsili kegerejaan, yang banyak dan saling bertentangan seperti gereja-gereja yang diwakilinya, suara mayoritas, - tidak satu atau semua ini harus dianggap sebagai bukti untuk menerima atau menolak sesuatu ajaran iman keagamaan. Sebelum menerima suatu doktrin atau petunjuk, kita harus menuntut, "Demikianlah firman Tuhan" untuk mendukungnya.
Setan selalu berusaha menarik perhatian kepada manusia sebagai gantinya kepada Allah. Ia menuntun orang-orang untuk memandang kepada uskup-uskup, pastor-pastor, profesor-profesor teologi, sebagai penuntun mereka gantinya Alkitab untuk mengetahui tugas-tugas mereka terhadap diri mereka sendiri. Kemudian, oleh mengendalikan pikiran para pemimpin ini, dia dapat mempengaruhi orang banyak sesuai dengan keimanannya.
Roh yang memgerakkan imam-imam (Yahudi) dan para penguasa ini masih dinyatakan oleh banyak orang yang mengaku saleh. Mereka menolak memeriksa kesaksian Alkitab mengenai kebenaran khusus pada zaman ini.
Ia (Yesus) memiliki suatu pandangan nubuatan mengenai pekerjaan meninggikan kekuasaan manusia untuk memerintah hati nurani, yang telah merupakan suatu kutuk yang mengerikan kepada gereja sepanjang zaman.
Walaupun Alkitab penuh dengan amaran terhadap guru-guru palsu, banyak yang bersedia menyerahkan pemeliharaan jiwa kepada pendeta... Tetapi apakah para pendeta tidak dapat salah? Bagaimana mungkin kita mempercayakan jiwa kita kepada tuntunan mereka kecuali kita mengetahui dari Firman Allah bahwa mereka adalah pembawa terang. (Kemenangan Akhir - Alkitab Suatu Perlindungan).
Saudara-saudara, tetaplah mengembalikan perpuluhan kerena itu milik Tuhan, dan itu lah PerintahNya.
Tetaplah dalam 'bahtera' ini, karena bagaimanapun dan apapun di dalamnya, walaupun hampir tenggelam, kapal inilah yang akan menyeberangkan kita ke tempat tujuan. Inilah kapal yang terakhir sebelum Yesus datang untuk kedua kali.
Selamat menyambut hari sabat.
Tuhan memberkati.
Khabarnya jemaat2 di USA statusnya Conference,. Jadi ke higher organisation kayaknya semacam setoranlah hahaha.
Salam Sabat
Fred TPS
Terkirim dari: Lenovo P90
Pada 7 Agt 2015 14.04, imanagungsilalahi via Advent Global <advent...@googlegroups.com> menulis:
>
> To whom it may concern, begitu bahasa Inggrisnya. Kepada siapa saja yang berkepentingan, begitu bahasa Indonesianya.
>
> Saya ada pertanyaan sederhana yang tak ada kaitannya dengan perpuluhan. Saya butuh jawaban apa adanya atas pertanyaan tentang persembahan.
>
> Katanya sih kita satu organisasi. Katanya sih kita satu iman. Tapi kenapa sih lain negeri, lain pula cara menangani persembahan?
>
> Ai toho do i? Benar gak tuh? Is it true?
>
>
> Konon sempat terdengar kalau di negerinya Pak Dhe Obama 100% persembahan umat akan tinggal di dalam jemaat sendiri. Tapi kenapa bagi kita yang ada di Indonesia hanya 50% dari persembahan umat yang akan tinggal di jemaat sendiri?
>
> Apakah di negerinya Pak Dhe Obama gak ada persembahan terpadu? Ataukah mereka yang tinggal di sana yang justru tidak mau patuh?
>
> Apakah istilah persembahan terpadu hanya ada di negerinya Jokowi? Dan kita terbiasa patuh walau banyak jemaat tampaknya harus gigit jari?
>
>
> Saya menduga bahwa populasi anggota GMAHK di Indonesia saat ini cenderung terkonsentrasikan di perkotaan. Ini tentu berbeda keadaannya dari - sebut saja - 30 atau 40 tahun yang lampau di mana daerah pedesaan merupakan kantong-kantong lahirnya anggota-anggota GMAHK yang baru sebelum mereka hijrah ke kota-kota.
>
> Orang desa itu konon sangat lugu dan cenderung berperi laku patuh. Mereka terima 'apa adanya', termasuk kalaupun mereka sedang dibohongi.
>
> Orang kota itu kadang sok tahu tapi cenderung mau berpikir kritis. Mereka akan bertanya 'ada apanya' dibalik penampilan sebuah aksi.
>
> Selamat menyambut Sabat.
>
> Tuhan memberkati.
>
> Salam,
> Si-Iman
> Jakarta
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
> ________________________________
> From: "'Naibaho Albert' via Advent Global" <advent...@googlegroups.com>
> Sender: advent...@googlegroups.com
> Date: Thu, 6 Aug 2015 07:55:00 +0000 (UTC)
> To: advent...@googlegroups.com<advent...@googlegroups.com>
> ReplyTo: advent...@googlegroups.com
> Subject: Bls: [Advent-Global] Pekerja/Hamba Tuhan, pekerjaan Tuhan, Perpuluhan dan persembahan.
>
> Dear, Pdt Praban
>
>
> Justru diterapkan itu persembahan terpadu jadi kosong kas gereja kami, karna itu disetor 50% ke konfrens, sebelumnya diterapkan itu banyak persembahan...tdk terganggu program jemaat...
> akhirnya dari kantong jemaat lg dirogoh...klo diberikan persembahan itu khusus utk jemaat 100% ke
> kas gereja Pdt..klo ini diterapkan gereja2 tdk perlu lg merogoh kantong masing2...krn sdh cukup persembahan itu utk membutuhi kebutuhan jemaat setiap bulannya...
>
> Regard,
> DAN
>
>
>
> Pada Kamis, 6 Agustus 2015 11:17, 'Hemat Sibuea' via Advent Global <advent...@googlegroups.com> menulis:
>
>
> Salom Pdt. Dr. Samuel Simorangkir.
>
> Saya bisa merasakan kegalauan di hati anda setelah mendapat kata2 yg tdk menyenangkan di milis ini. Saya tahu tujuanmu baik dan hatimu tulus tp mungkin sukar dipahami oleh org lain.
>
> Saya tahu siapa saudara. Kedua ortu sdr adalah tokoh jemaat Veteran, Medan dmn saya pernah gembalanya 5 th lebih (1989-1995).
>
> Saya teringat akan ibumu yg baik, sopan dan lembut, saya kira itulah yg menginspirasimu jd pendeta yg baik. Saya yakin beliau mendoakanmu dan turut galau atas apa yg terjadi kpdmu.
>
> Saya salut kpdmu kawan, meskipun kamu anak seorang pengusaha yg kaya namun kamu mau jd pendeta yg hidup dr persepuluhan yg dikembalikan olh jemaat.
>
> Saya tahu hatimu baik, ramah dan suka mengampuni. Saya berdoa semoga saudara sabar dan marpanganju menghadapi semua yg tdk baik dimilis ini mengenai anda. Biarlah tdk terkutuk org2 yg menghinamu krn kamu adalah hamba TUHAN yg sdh diurapi. Jadilah kamu parbahul-bahul na bolon.
>
> Marilah mengampuni dan memberkati. Ga usah galau atau membela diri. TUHAN mengasihi hamba-Nya yg tulus hati spt kamu.
>
> Harusnya ini saya kirim lwt japri tp sy tdk bisa. Tolong ga usah ditanggapi olh org lain ya. Tks.
>
> Salom.
>
> Pdt. Hemat Sibuea.
> Gembala jemaat BNI
>
>
> Sent from Yahoo Mail on Android
> ________________________________
> From:"jady sihombing" <sihomb...@gmail.com>
> Date:Thu, Aug 6, 2015 at 9:44 AM
Selamat Sabat saudara-saudara sekalian.
Pdt. Simorangkir yang saya hormati dan seluruh hamba-hamba Tuhan, baik itu para gembala, tua-tua jemaat dan siapa saja yang takut akan Tuhan.
Terima atas segala masukkan yang saya terima. Saya mohon maaf apabila ada kata-kata yang menyakiti hati saudara-saudara sekalian, terlebih para hamba Tuhan. Mohon di maklumkan, terlebih saya masih di level 'lanang celup' (lambat nangkap cepat lupa).
Bila apa yang saya sampaikan ini adalah sesuai dengan Firman Tuhan, marilah kita hidupkan. Namun, bila hal ini tidak sesuai dengan Firman Tuhan, marilah kita mencegahnya agar tak merusak dan memakan korban.
Saya hanya teringat sebuah perkataan 'Bila saya tak bisa masuk surga, setidaknya saya tidak menuntun orang lain ke neraka', oleh karena itu, untuk case ini, saya juga takut, jangan sampai saya menjadi penghalang bagi 'suatu injil'.
Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak. Berkat sabat menjadi bagian kita semua. Amin.
| Salom sdr. Iman Agung Silalahi. Hati saya sngt sejuk ketika membaca kata2 balasan anda kpd Guru kita Pdt Dr. Kuntaraf yg baik, rendah hati, dan yg dipenuhi kuasa Roh Kudus. Saya yakin ucapan anda itu tulus dan apa adanya. Saya sbg pendeta di Indonesia, spt yg anda tulis, mendapat pelajaran berharga setelah membaca komunikasi yg indah antara anda dan Guru kita. Mirip hubungan antara rasul Paulus dgn Timotius, murid Paulus yg lebih muda. Saya, pendeta Indonesia, layak meniru komunikasi yg baik ini. Saya hrs
terus berguru kpd Pdt. Dr. Kuntaraf meskipun beliau sdh pensiun. Saya belajar cara menyapa, berkomunikasi dg anggota jemaat sehingga terjadi suatu hubungan yg baik, harmonis.dan ramah. TUHAN Yesus memberkati sdr. Iman yg baik dan lembut. Penghormatan anda kpd hamba-Nya sama dengan memuliakan Allah yg telah mengurapi hamba-Nya itu. Salom, Pdt. Hemat Sibuea |
|