Luar Biasa...Apa yg DAPAT kita lakukan juga agar kita semangat... dan tidak suam suam kuku.

64 views
Skip to first unread message

hansmandalas

unread,
Jan 3, 2016, 3:33:15 AM1/3/16
to 'Sonny Situmorang' via Advent Global

Para Sahabat yg baik, sesama AYPB-RasPaul-1Tim 1:15.

Salam sejahteraa.

Saya ingin berbagi. Yg baik kita bisa pelajari.

Tadi pagi saya ke satu pertemuan ibadah di sebuah Hall Mall dan luar biasaaa.

Ceritanya, saya melihat satu Baliho besar dari sebuah judul : Cry from the Hell. Dibawakan oleh seorang Pdt yg saya pernah diberitahu pd thn 1994 oleh partner bisnis saya.

Lalu tadi pagi saya kesana, ke Mall, di lantai 5, satu lantai jadi hall utk ibadah mereka.

Sekilas berbagi :

1. Kursi dipersiapkan sekitar 2000-3000an. Saya perkirakan sekitar 2000an yg hadir. ( Cadangan kursi diikat dgn rantai plastik spya jangan dibongkar selain petugas ).

2. Waktu masuk, dipintu sudah tunggu semacam diakones utk bagi lembar acara dan amplop persembahan.

3. Sebelum Khotbah, lagu Pujian sebagai pembuka dgn penyanyi solo tambah background plus band group. Pemain band memainkan dgn penuh perasaan. Dan tidak seperti disalah satu gereja yg pernah sy pergi ( di SDA ), pemain bandnya betul betul ' full volume'. Disini secukupnya dan terkendali.

4. Lagu yang dinyanyikan ciptaan atau karya orang Indonesia namun isinya kata-kata sederhana tetapi membangun pikiran. ( Edifying ).

5. Ketika Pengkhotbah mulai acara, memang dahsyat, benar benar dapat menguasai diri, hadirin dan topik serta membumi.

6. Pengkhotbah memberi contoh nyata dari dirinya yg pernah sombong, dan cerita lain yang nyata dari dunia kehidupan.

7. Ayat digunakan sekitar 5 ayat namun membumi. Yang lainnya kisah dari Yesus pada waktu melayani. Simple, tajam dan inti2nya yg disorot dan dikaitkan dgn kehidupan.

8.Inti pekabaran tdi pagi : Karakter yg harus dipersiapkan. Jangan sombong, jangan ada berhala lain dalam hidup, jujur dan apa yg dicari dalam dunia ini? ( Sia-sial lah itu )

9.Memang pengkhotbah sangat menguasai materi, hadirin dan rangkaian bgmna agar pelajaran ini bukan seperti seminar tetapi jadikan ' transformasi ' dari manusia berdosa menjadi layak masuk ke surga, krn kita akan hadapi pengadilan surga.
Pengkhotbah tadi juga seorang dosen, dekan, namun hidupnya sudah berlanglang buana dalam kehidupan ini dan merasakan suka duka. ( Saya tdk sebutkan nama Pengkhotbah itu disini, krn sy tidak mau mengejentawahkan manusia. Krn beliau juga katakan dia juga orang berdosa, dan mari kita hanya percaya pada Firman-Nya ).
Beliau juga selingi khotbah dan menyanyikan lagu sambil memberi aba-aba pd hadirin utk nyanyi dan respons bertepuk tangan kalau setuju firman yg dibacakan )

Juga lagu pujian2nya ada karangan Franky Sihombing dll, dan kata2 dari lagu lagu pujian, semua kata-kata yang positip. Ini memberi pada pikiran hadirin hal hal yang baik dan positip. Pokoknya selama 2 jam tidak ada waktu utk ngobrol selain nyanyi puji2an dan dengar khotbah.

Kalau saya ingat di SDA, kita luar biasa, memiliki pengetahuan baik tulisan Roh Nubuat, Sekolah Sabat, tapi apa yang terjadi, ketika pengkhotbah berbicara 30-40 menit misalkan, anggota tidak antusias, padahal kita perlu fokus pd tujuan : menyiapkan domba-domba kita utk terjadi kebangunan dan perubahan agar diri kita layak ke Surga.

Pengkhotbah itu juga berani tegur anggota dengan pertanyaan membumi ( sebagai ilustrasi ) tapi tidak menghakimi.

Saya perhatikan, domba2 diluar kandang, mereka kasian mungkin tahu sedikit ( tidak seperti kita yg sdh di jejali dgn tulisan RN, pelajaran SS dll ) namun mereka mau lakukan ( action oriented ). Mereka ditantang agar jgn sombong, harus jujur, rendah hati serta selalu bersyukur.

Oh ya, untuk acara khotbah, musik yang mengiringnya cukup baik dan tidak ' bergemuruh ' seperti suara guntur/halilintar di hari siang bolong.

Lalu kalau soal persembahan tidak usah ditanyakan lagi, sudah ada amplop2 yg di cetak bagus dan di slipkan di lembar acara lalu ada kotak persembahan setiap sudut dari ' deretan ' untuk sekian tempat duduk.

Secara keseluruhan, pertemuan ini betul betul professional; Para ' diakon' pengatur tamu yg datang, mengarahkan dgn baik. Semua pakai jas, dan rapih.

Semoga masukan ini memberi gambaran bahwa semangat pelayanan, semangat mengabdi diluar sana, bisa jadi satu tantangan bagi kita : apa yg dapat kita lakukan agar tidak suam suam kuku.

Demikian dan semoga Tuhan selalu memberkati kita sementara melayani.

Salam sesama AYPB-RasPaul-1 Tim 1:15

HansMandalas
OB-3P.

Catatan :
Pengkhotbah juga katakan dia juga orang berdosa dan sama2 kita pikirkan, jangan sibuk dgn pekerjaan tapi hilang keselamatan. Dia katakan selama 20 thn, dia sibuk sebagai pendeta, tapi akhirnya dia seperti diingatkan agar jangan hanya rutinitas dan surga hilang. Karakter yang layak harus dipersiapkan sempurna seperti Bapa disurga yang juga sempurna. Memang jadi Kristen ( berkarakter seperti Yesus ) itu mustahil secara manusia, tetapi bagi Allah tidak ada yg mustahil.

Luar biasaa. Tidak ada satupun peserta yg tidur, krn ritme dan volume suara Pdt tsb disesuaikan utk membangunkan dgn harapan bersinar lah anggota setelah pulang dari ibadah tsb melalui perbuatan sehari-hari.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

imanagun...@yahoo.com

unread,
Jan 4, 2016, 8:11:08 PM1/4/16
to advent...@googlegroups.com
Dear Pak Hans Mandalas, seorang 'aypb' yang sudah bangkit dan sedang bersinar untuk sambut kedatangan Yesus.

Terima kasih banyak atas kesaksian Anda tentang apa yang sedang terjadi di 'luar' sana. Kesaksian Anda itu sungguh sangat luar biasa. Saya diyakinkan bahwa GMAHK juga membutuhkan anggota-anggota gereja seperti Anda yang bukan saja senang untuk bersaksi tentang kebesaranNya, tapi juga gemar untuk saling berbagi kepada sesama umatNya. Kiranya Anda tetap 'gila' untuk bangkit dan bersinar untuk sambut kedatanganNya.

Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada kepada para pendeta GMAHK, maka ijinkan saya untuk mengatakan bahwa saya pun kadang merasakan hal yang sama seperti yang Anda rasakan bahwa sang pembawa Firman yang ada di 'luar' sana rasa-rasanya lebih 'berkuasa' dalam menyampaikan FirmanNya.dibandingkan sebagian pengkhotbah yang ada di dalam gereja kita. Itulah yang juga saya rasakan setiap kali saya mengikuti acara kebaktian 'arisan parsahutaon' - sekelompok etnis Batak Toba - yang ada di lingkungan di mana saya tinggal. Tapi saya percaya bahwa tidak sedikit juga pendeta gereja kita, bahkan anggota awam juga, yang dikaruniai Tuhan talenta berkhotbah.

Anda bilang bahwa di sebuah kebaktian yang ada di 'luar' sana, yang Anda hadiri kemarin pagi, sang pengkhotbah memberi contoh nyata dari dirinya yg dulunya pernah sombong, dan ada cerita lain yang nyata dari dunia kehidupan, lalu hanya menggunakan sekitar 5 ayat Alkitab yang membumi plus kisah Yesus Kristus yang dikaitkan dengan kehidupan kita. Simpel dan tajam.

Saya pikir bahwa siapapun pengkhotbahnya, entah dia itu bertalenta atau tidak, kalau saja khotbah yang dibawakan berisikan pengalaman hidup atau pergumulan pribadi sang pengkhotbah yang kemudian dibandingkan dengan kehidupan Yesus Kristus ketika Dia berada di dunia ini 2000 tahun yang lalu, maka khotbahnya akan dapat menyentuh hati umat yang mendengarkan khotbahnya.

Gak perlu banyak ayat Alkitab. Gak perlu seabrek kutipan tulisan Roh Nubuat. Umat hanya ingin mendengarkan kesaksian bahwa sang pengkhotbah mengalami perubahan dan menikmati perubahan itu. Tanpa kesaksian tentang nikmatnya perubahan yang dialami, maka khotbah-khotbah mungkin akan dianggap bagaikan seminar-seminar - kalau tidak mau dibilang 'jualan obat' di pinggir jalan - yang membosankan umat.

Salah satu khotbah terdahsyat di lingkungan GMAHK yang pernah saya dengar adalah khotbah yang disampaikan oleh Pdt. Edison Panjaitan pada kebaktian khotbah Sabat pagi di ritret jemaat MTH-1 pada tahun yang lalu. Saya bilang khotbahnya sangat dahsyat bukan karena dari awal sampai akhir khotbah mata saya atau mata peserta ritret melek terus, tetapi karena di akhir khotbah saya akhirnya dapat juga melihat kebutuhan saya akan Yesus Kristus di setiap saat kehidupan saya. Puji Tuhan!

Saya pikir bahwa saya tidak perlu minta ijin pada Pak Pdt. Edison Panjaitan untuk menceritakan sebagian dari isi khotbahnya yang sangat dahsyat itu. Kalaupun nanti Pak Pdt. Edison Panjaitan menjadi marah karena ulah saya ini, tak apa-apalah. Toh saya ini mantan muridnya. Dan lagi pula saya sudah terbiasa menghadapi orang yang marah-marah. Ha haa haaa ....

Di khotbahnya Pak Pdt. Edison Panjaitan menceritakan tentang 'keangkuhan'-nya sebagai seorang yang vegetarian. Dia berpikir bagaimana mungkin dia sebagai seorang yang vegetarian mengidap gangguan jantung sesuai dengan vonis dokter? Dia bilang pada Tuhan bahwa berpuluh-puluh tahun lamanya tidak ada daging di dalam menu makanannya, yang ada hanyalah sayur-sayuran, biji-bijian dan buah-buahan. Tetapi kenapa dia harus menghadapi meja operasi?

Ada rasa cemas di dalam hati. Ada rasa takut menghantui diri. Bagaimana kalau terjadi kegagalan di meja operasi? Segala sesuatu, bahkan yang terburuk pun bisa terjadi.

Tapi Yesus Kristus dan murid-muridNya punya pengalaman yang jauh lebih mengerikan dari yang dialami Pak Pdt. Edison Panjaitan. Ketika murid-murid Yesus, yang tadinya sangat percaya diri karena berpengalaman sebagai nelayan, menjadi sangat ketakutan karena angin badai yang mengombang-ambingkan perahu mereka sehingga mereka terancam mati tenggelam, Yesus mendiamkan angin ribut itu. Badai pun segera berlalu.

Suka atau tidak suka, setiap orang pasti pernah dan akan menghadapi badai dalam kehidupannya. Tetapi tidak akan ada badai yang akan menenggelamkan kapal 'pengharapan' kehidupan kita kalau kita bersama Yesus Kristus.

Saya sungguh-sungguh menikmati khotbah Pak Pdt. Edison Panjaitan saat itu. Mungkin ada baiknya juga kalau jemaat Menteng mengundang Pak Pdt. Edison Panjaitan untuk berkhotbah di sana.

Ah, jadi kepanjangan saya bercerita kepada Anda, Pak. Syukur-syukur kalau Anda terus membaca tulisan saya ini. Tuhan memberkati Anda.

Salam,
Si-Iman
Bekasi

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at https://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

hansmandalas

unread,
Jan 4, 2016, 9:30:37 PM1/4/16
to 'Sonny Situmorang' via Advent Global
Dear sahabat Se-Iman yg baik, sesama AYPB,

Terima kasih.

Hati saya tersentuh dgn uraian sdr Iman.

Ini mengingatkan pelajaran SS :
Know Jesus beda dgn Know about Jesus.
Mengetahui Yesus via pengalaman pribadi. Tahu tentang Yesus, dari literatur.

Terima kasih Sdr. Iman atas sharingnya.

Salam sesama AYPB - RasPaul - 1 Tim 1:15,

Hans Mandalas, OB-3P.,AYPB.

Catatan :
Usulan yg bagus utk undang Pdt.Edison Panjaitan ke jemaat kami.

Betul, kalau kita yg mengaku murid Yesus, labelnya SDA, mau sombong, apanya yang mau disombongkan? Orang non SDA yg lebih hebat secara duniawi dari kita ( kalau mau dikatakan dari duniawi ) juga mengaku murid Yesus dan lebih ' humble ' dan tahu diri sebagai orang berdosa. Ini fakta, walaupun tdk universal.

Maka, tidak ada tema yang paling ampuh kalau kita khotbahkan dengan tema utama : Akulah Yang Paling Berdosa, lalu diikuti sub topik topik antara lain : kesombongan yang mematikan kita, dll. Karena kita sombong, maka kita menghakimi orang lain. Dlsbnya.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages