Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

1,230 views
Skip to first unread message

Samuel Simorangkir

unread,
Nov 11, 2015, 5:38:12 AM11/11/15
to advent...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com

PETISI 50

Jemaat GMAHK Uni Indonesia Kawasan Barat

 

 

Petisi 50 Jemaat GMAHK Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB)  adalah Kumpulan orang-orang yang keanggotaannya di Jemaat GMAHK UIKB telah berumur rata-rata 50 tahun dengan mempunyai pengalaman yang sangat professional didalam pelayanan penginjilan serta mempunyai dedikasi yang tinggi untuk kemajuan pekerjaan Tuhan di kawasan UIKB untuk selanjutnya disebut Petisi 50.

 

Petisi 50 bukanlah kumpulan orang-orang yang mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi didalam pelayanan pekerjaan Tuhan, Petisi 50 bukanlah kumpulan orang-orang yang haus akan kekuasaan dan ambisi didalam politik yang menyesatkan. Tetapi Petisi 50 adalah kumpulan orang-orang yang mempunyai Cinta-Kasih Yesus Kristus dengan integritas yang sangat tinggi yang tidak bisa di perjual-belikan oleh kekuasaan politik yang sedang berlangsung.

 

Dengan ini Petisi 50, akan menyampaikan suara aspirasi yang sangat penting yang dapat mewakili seluruh anggota jemaat GMAHK UIKB serta seluruh kantor daerah/konferens dan lembaga-lembaga yang berada di kawasan Uni Indonesia Kawasan Barat.

 

Isi Petisi 50 :

 

Pada pemilihan Ketua Uni Indonesia bagian Barat dan Officer-nya pada tanggal 8 November 2015 di kantor SSD Manila, Philipina, rapat dipimpin oleh Pdt. Samuel Saw, Max Langi dan didampingi oleh Pdt. GT Ng dari General Conferens, serta para anggota nominating yang mana diantaranya hadir Sdr. Dr. A. U Sitanggang dan Pdt. Hengky Wijaya sebagai wakil dari UIKB. Dalam rapat ini perwakilan dari UIKB telah menyampaikan aspirasi dari umat advent di Uni Indonesia kawasan Barat mengenai ketua dan officer yang mereka kehendaki dan juga telah disampaikan alasan-alasan mengusulkan nama-nama tersebut namun pimpinan dan anggota nominating lainnya telah mengabaikan aspirasi dari umat Advent yang ada di Uni Indonesia Kawasan Barat.

Karena pimpinan dan beberapa anggota nominating komite tidak sependapat dengan aspirasi yang telah disampaikan gantinya mempelajari aspirasi tersebut pimpinan rapat beserta anggota nominating komite diluar perwakilan dari Indonesia langsung memutuskan jalan keluar dengan cara foting. Hasil foting sangat tidak sesuai dengan aspirasi dan harapan dari umat Advent yang ada di Uni Indonesia kawasan Barat.

Karena hasil keputusan nominating komite tidak mencerminkan usulan dan aspirasi dari umat Advent di UIKB dan caucus (utusan) dan patut diduga telah terjadi konspirasi yang tidak sehat. Maka dengan ini kami menyampaikan petisi sebagai berikut:

 

1.     Menolak hasil keputusan nominating komite SSD

2.     Meminta Pdt. JS. Peranginangin tidak menyerahkan jabatan kepengurusan pimpinan Uni Indonesia kawasan Barat kepada pengurus yang terpilih berdasarkan rapat nominating tanggal 8 November di SSD Manila – Philipina.

3.     Meminta penjelasan Divisi mengapa nominating komite memilih diluar aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan Uni Indonesia kawasan Barat dan memaksakan kehendak dengan cara foting.

4.     Meminta SSD dalam waktu yang sesegera mungkin menyetujui usulan yang telah disampaikan oleh Uni Indonesia kawasan barat yaitu merobah status UIKB dari mission menjadi konferens selambat-lambatnya tanggal 31 Desember 2015.( ADCOM of West Indonesia Union Mission in its official letter dated 16 April 2014 number 2014 – 143)

5.     Sementara menunggu terbentuknya konferens Uni Indonesia kawasan Barat maka kepemimpinan Uni Indonesia Kawasan Barat didalam status Quo artinya kepemimpinan yang lama tetap melakukan tugas dan tanggungjawab sampai terbentuknya kepengurusan konferens Uni Indonesia kawasan Barat.

6.     Apabila batas waktu tersebut diatas SSD belum berhasil menyetujui usulan Uni Indonesia kawasan Barat menjadi konferens maka kami akan membentuk konferens sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

7.     Meminta dilakukan audit oleh kantor Akuntan Publik dari kantor Akuntan The Big Five.

 

Besar harapan kami General Conferens dan SSD dapat memahami dan mengakomodasi aspirasi serta niat baik yang terkandung didalam petisi ini sehingga akan tercapai penyelesaian yang baik untuk memajukan pekerjaan Tuhan di Indonesia kawasan barat.

 

 

Jakarta November 10, 2015

 

 

 

 

 

    Ketua                                               Sekretaris                                             Penasehat

 

 

 

 

Esron Siburian                             Pdt. Samuel Simorangkir                            Pdt. M. Siagian

 

 



maringan marpaung

unread,
Nov 11, 2015, 5:58:33 AM11/11/15
to advent...@googlegroups.com, konferens-DKI, daer...@googlegroups.com
Dear Ykk,

Biasanya saya jam 5 sore sudah keluar dari kantor, tapi saat asik kerja dikantor sedikit buka email pribadi aneh bacanya dan kurang mengerti maksud email ini. takut salah menafsirkan

syalom

= Hormat Saya =
Maringan
KANIA AC - 082112270251
Service - Cuci AC & Bongkar Pasang AC


--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

hansmandalas

unread,
Nov 11, 2015, 7:24:47 AM11/11/15
to 'Sonny Situmorang' via Advent Global, Konferens dki, daer...@googlegroups.com

Dear sahabat yg baik,

Salam sejahtera.

Kebetulan saya buka email ini ( walaupun saya masih di RSAdvent Bandung, dlm tahap pemulihan dari sakit ), saya beri perhatian sedikit pada apa yang disebut dgn Petisi 50.

Bukan hanya karena saya berusia diatas 50, dan mau nimbrung, tapi karena saya mengasihi pada siapapun dalam situasi seperti ini.

Saudaraku yang saya cintai, perihal ini, saya tidak beri komentar ini dan itu, kecuali berdoa dan memohon kepada Bapa surgawi agar memberi ' heavenly wisdom ' kepada kita semua sebelum melangkah lebih jauh.

Saya pribadi, tidak berani menentang ( kalaupun itu mungkin tidak sesuai dengan pikiran kita yang juga orang berdosa ) yang berkaitan dengan organisasi Tuhan. ( Pengalaman kecil dalam hidup saya diwaktu lalu, ketika saya undurkan diri dari Lembaga Pendidikan kita, adalah satu sikap saya, untuk tidak menentang organisasi Tuhan, karena risikonya bagi penentang tidak dapat dibayangkan ).

Selanjutnya, dari pengamatan saya sebagai orang berdosa, menentang pada organisasi Tuhan, apapun alasannya, dampaknya atau akibatnya tak terbayangkan dan sangat mengerikan. Saya sudah melihat dengan mata kepala saya sendiri, bahwa Tuhan tidak dapat dipermainkan dengan alasan apapun itu.

Demikian, dan anggaplah ini surat dari sesama orang berdosa untuk mencari belas kasihan dari Bapa surgawi.

Salam dan dengan doa,

Hans Mandalas
Orang berdosa sejak lahir
Dosen ( sejak 1979 )
Pelayan masyarakat
Promotor/Founder
OB di Jemaat Menteng dan sekitarnya di DKI sekitarnya.

Catatan :
Dalam dunia ini ada dua kelas manusia :
1. Menurut
2. Berontak
Semoga Tuhan memberkati kita sekalian.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: Samuel Simorangkir <simoran...@gmail.com>
Date: Wed, 11 Nov 2015 17:39:08 +0700
Subject: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

Ahimaas

unread,
Nov 11, 2015, 9:40:42 AM11/11/15
to 'Sonny Situmorang' via Advent Global, Konferens dki, daer...@googlegroups.com


AHIMAAS PENDER
Central Java Mission SDA Church
Jl. Raya Salatiga - Kopeng km. 9
PO BOX 123 Getasan,
Salatiga - 50774
Jawa Tengah - Indonesia
Email :
ahimaa...@yahoo.com

C
@gmail.com
pastor...@gmail.com
pendeta...@gmail.com
Cell Phone :
0888 02791037
0819 32275351
0852 29937772

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.
Dari: 'hansmandalas' via Advent Global
Terkirim: Rabu, 11 November 2015 7.24 PM
Ke: 'Sonny Situmorang' via Advent Global
Cc: Konferens dki; daer...@googlegroups.com
Perihal: Tuhan kasihanilah kami, ampunilah kami.Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.
Janji Temu1.vcs

Iwan Napit

unread,
Nov 11, 2015, 10:10:42 AM11/11/15
to advent...@googlegroups.com, daer...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com

Dear Pdt Simorangkir,

Sehubungan dengan Point# 7 - Istilah Public Accountant "The Big Five" sudah berakhir sejak Tahun 2002,  dengan bubarnya Arthur Andersen oleh karena terlibat dalam "Enron Scandal", dengan demikian, saat ini mereka lebih dikenal dengan sebutan "The Big Four", karena tinggal 4 yaitu:
1. Price Waterhouse Coopers
2. Ernst & Young
3. Deloitte Touche Tohmatsu
4. KPMG

Diluar kelompok 4 besar diatas, masih banyak public accountant international yg kredible, sebut saja Grant Thornton dan BDO, menduduki layer ke 2 diluar the big four.

Sekedar infomasi spy petisi tsb diatas tidak terkesan asal-asal.

Rgd,
Iwan

joela...@yahoo.com

unread,
Nov 11, 2015, 10:52:34 AM11/11/15
to advent...@googlegroups.com


Joela...@gmail.com
Sent from Yahoo Mail on Android



From: Iwan Napit <iwan...@gmail.com>;
To: <advent...@googlegroups.com>;
Cc: <daer...@googlegroups.com>; <Konfer...@yahoogroups.com>;
Subject: Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.
Sent: Wed, Nov 11, 2015 3:10:39 PM

L.A Manullang

unread,
Nov 11, 2015, 10:56:43 AM11/11/15
to Advebt Gkibal
Dear All,

Kalau begitu officers yang diumumkan itu bukan berdasarkan Call dong, tetapi berdasarkan konspirasi. Kalau ini yang terjadi maka sudah backward cara SSD yang membawa nama Advent yang kampion dalam berdemokrasi dan berorganisasi.

Agar tugas SSD bertambah ringan memang sebaiknya di enforce saja WIUM jadi conference agar Conference itu yang memilih officernya dan mengendalikan keuangannya.

Nampaknya pimpinan SSD dan wakil GC yang memiimpin nominating committee itu kurang paham akan perkembangan dan Undang2 di Indonesia.

Keuangan WIUM harus diaudit public accountant mempunyai dampak financial yang sangat merugikan SSD, sebab public accountant melakukan audit tidak terlepas dari by laws di Indonesia and auditors opinion juga harus mengacu pada generally accounting standard yang berlaku dan compliance aturan di Indonesia.

Kalau ditinjau dari banyaknya dana yang ditransfer dari WIUM ke SSD maka WIUM dikategorikan sebagai Incorporated Asing. Tentu nanti auditor akan menghitung berapaTithe of Tithe, Offerings . berapa ratio yang ditransfer out dan berapa yang tinggal di Indonesia. Kalau Incorporated Asing harus mendapat ijin sebagai Incorporated Asing dan harus sesuai dengan Apakah UU Investasi Asing atau organisasi asing. Dan WIUM harus berhasil menunjukkan SK  yang sesuai dengan itu.Kalau SK sekarang ini Ijin dari Departemen Agama yang sudah masuk dalam State Gazete, WIUM ini adalah milik Indonesia 100 % dan semua aturan termasuk officer dan keuangan diatur sendiri oleh Indonesia.,

Kalau itu dianggap joint venture, harus ada fair contribution antara organisasi Asing yaitu GC dan MAHK7 Indonesia, maka MAHK7 Indonesia wajib membayar royalty dimana Pemerintah membatasi 5 % dari revenue nasional kalau dianggap perpuluhan dan offerings itu sebagai revenue. Royalty ini diharuskan karena MAHK7 memakai nama Advent dimana brand itu milik GC.

Dengan demikian maka akan terbuka hasil audit itu pada semua stake holder dalam hal ini semua anggota yang telah rajin membayar perpuluhan dan persembahan.

Dan ini mempunyai konsekuensi yang sangat berat bagi SSD dimana major cash resources dari SSD adalah dari WIUM.

Dan kalau conference terbentuk oleh diktum atau bentukan anggota WIUM, maka confrence itu harus berpatokan pada UU Indonesia, dimana perpuluhan akan digunakan 100 % di Indonesia tidak ada lagi Tithe of Tithe ke SSD, dan offerings akan digunakan di Indonesia dan Advent di Indonesia hanya membayar royalty yang disepakati  atas kebersamaan persaudaraan.

Namun kalau organisasi kita dikategorikan sebagai perkumpulan sesuai dengan UU di Indonesia, dan Advent Indonesia sebagai anggota Advent Se dunia, maka WIUM hanya membayar membership fee yang ditentukan berdasarkan banyaknya anggota.

Ini semua akan dianalisa dan dilaporkan dalam audited report dari public accountant dan dan dikonfirmasikan oleh  Lawyer Indonesia.

Maka terbukalah kegiatan Advent termasuk keuangannya, dan pengaruh SSD akan lama kelamaan pupus, fund untuk membiayai operational mereka hanya dapat diharapkan dari Mission lain di south pacific region.

Inilah konsequensi kalau conference terbentuk atas prakarsa anggota sendiri bukan  berdasarkan restu dari GC/SSD sebab Advent Indonesia tidak mau menerima officers yang berdasarkan konspirasi.

Ini adalah buah pikiran spontan tanpa disusun berupa strategic planning yang sophisticated tetapi cukup membuka pikiran semua pihak apa untung rugi dari sesuatu keputusan yang ditolak.

Kiranya Tuhan selalu memimpin organisasi Advent yang kita telah kita akui terbentuknya berdasarkan ilham dari Tuhan, dan Kristus adalah pemimpinnya, dan Presiden GC adalah Ketua Harian


Salam persaudaraan,


Laurence Manullang
Loma Linda
----- Forwarded Message -----
From: Iwan Napit <iwan...@gmail.com>
To: advent...@googlegroups.com
Cc: daer...@googlegroups.com; Konfer...@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, November 11, 2015 10:10 PM
Subject: Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

roy tampubolon

unread,
Nov 11, 2015, 11:12:45 AM11/11/15
to advent...@googlegroups.com

Lucu sekali.
Biasanya kalau anggota biasa protes langsung dikatakan 'memberontak terhadap Tuhan' bila melawan keputusan organisasi. Alasan nya,, ya,,,, khan udah dimulai dengan doa. Jadi Tuhan sudah hadir dalam keputusan itu, dan itu adalah kehendak Tuhan.
Emang nya dihadapan Tuhan berlaku hukum Indonesia? Bahkan mungkin juga patut dipertanyakan tentang peraturan jemaat juga nih.

Oberlins Panjaitan

unread,
Nov 11, 2015, 11:17:26 AM11/11/15
to advent...@googlegroups.com
Terima kasih atas ulasan Bp. L. Manullang.
Semoga dapat membawa kita semua yg cukup aktif dimilis ini utk berfikir lebih luas & berfikir secara positif utk menjadi kepujian & kemuliaan bagi Tuhan.

Salam & GBU
Oberlins P.
Kota Legenda Bekasi


Date: Wed, 11 Nov 2015 15:56:05 +0000
From: advent...@googlegroups.com
To: advent...@googlegroups.com
Subject: Fw: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

kloster sihotang

unread,
Nov 11, 2015, 12:19:37 PM11/11/15
to advent...@googlegroups.com
Dear Pst. S. Simorangkir,

Apakah statement berikut adalah benar2 "BENAR"?:


"Through this, Petition 50, we are writing our important aspiration that represents every church member in West Indonesian Union Mission, and all regional mission/ conference, and institutions in the area of West Indonesian Union Mission."


"Dengan ini Petisi 50, akan menyampaikan suara aspirasi yang sangat penting yang dapat mewakili seluruh anggota jemaat GMAHK UIKB serta seluruh kantor daerah/konferens dan lembaga-lembaga yang berada di kawasan Uni Indonesia Kawasan Barat."


Salam,

Kloster Sihotang

IEISDAC San Bernardino, CA.


 


Kuntaraf, Jonathan

unread,
Nov 11, 2015, 3:03:57 PM11/11/15
to advent...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com
Dear Pdt. S. Simorangkir, 

Pertama-tama saya ingin sampaikan salam dari North Carolina. 

Dalam masa pensiun bersama cucu-cucu kami, saya kaget membaca adanya Petisi 50. Jadi ingat Petisi 50 Ali Sadikin tahun 70-an. Itu dalam dunia politik. Rasa-rasanya setelah melayani 44 tahun dalam pekerjaan Tuhan, dan usia yang sudah mendekati 70 tahun ini; baru sekarang ada petisi yang ditujukan ke divisi dan GC. Namun saya jadi berpikir, kok cara politik luar mau di bawa ke gereja; bukankah Anda sendirinya yang mengatakan beberapa hari lalu bahwa masalah politik jangan di bawa ke gereja? Eh, baru saja Anda tuliskan demikian, sekarang membuat petisi tersebut. Saya jadi bertanya-tanya, mengapa sangat mudah untuk bertentangan dengan kata-katanya sendiri? 

Sebagai seorang pensiunan, saya tidak ada kepentingan pribadi dalam memberikan pandangan ini.  Namun saya menaruh prihatin kepada apa yang  terjadi, sebab itu punya beberapa pertanyaan:

1. Oleh sebab Pdt. Simorangkir memberikan ucapan selamat kepada kepada officers Uni yang baru tertanggal 8 Nopember, hari Minggu, jam 7:23 (pagi waktu Eastern Standard Time), dengan kalimat: Dan selamat untuk officer UIKB periode 2015 - 2020 yang baru terpilih, yakni: 

Pdt. W. Mandolang MP.Th sebagai ketua UIKB
Pdt. M. Sagala D.Min sebagai sekretaris UIKB
P.Doloksaribu sebagai Bendahara UIKB.

Kemudian Pdt. Simorangkir membuat petisi menolak keputusan,” jadi saya jadi heran, memberikan selamat tetapi menolak. apakah  artinya ini? Orang lain bisa sebutkan ini sebagai “kemunafikan” namun Anda bisa menarik kesimpulan sendiri. 

2. Terlepas dari siapa yang terpilih dan tidak terpiliih, sebab saya dekat  dan akrab dengan mereka semua; officers lama dan baru; petisi itu ditujukan kepada Nominating Committee SSD. Apakah tidak salah? Sebab nominating Committee itu hanya mengrekomendasikan kepada sidang paripurna dan keputusan itu dibuat oleh sidang paripurna komite akhir tahun SSD. Jadi kalau ada pertanyaan sekalipun, harus diberikan kepada Sidang paripurna SSD. Seharusnya setiap orang yang jadi utusan bisa protes pada waktu di sidang paripurna; agar dikembalikan kepada Nominating committee. Kalau ada ketidak beresan dan sebagainya, itu diprotes di Paripurna.  Anda sendiri ingat di persidangan General Conference, beberapa kali hasil nominating committee itu dikembalikan kepada nominating committee. Setelah semua complaint di dengar bisa diputuskan kembali atau keputusan di ganti. Tetapi kalau sudah diputuskan di paripurna, maka itu sudah final. Jadi saya melihat penyusun dari petisi tidak mengetahui akan proses pemilihan dalam organisasi kita, hingga mengprotes ke nominating committee; padahal sudah dibutuskan oleh paripurna. Jadi petisinya salah alamat.  

3. Surat tersebut mengatakan, “Dengan Cinta Kasih Yesus Kristus,” yang membuat keanehan, sebab kasih Yesus itu mempunyai sifat pelayanan, siap jadi hamba; dan siap menerima keputusan . Bukankah kalau petisi atau mengprotes sebab tidak puas, justru adalah sifat Lucifer, menolak sebagai gantinya “obedience?” jadi saya melihat kok Cinta Kasih Yesus Kristus jadi begini? Apakah tidak salah?

4. Surat tersebut menyebutkan membawakan aspirasi dari seluruh anggota di Uni Indonesia Kawasan Barat, benarkah? Baru saja di milis ini banyak yang tidak setuju. Kalau begitu bukankah petisi ini dimulai dengan kebohongan? 

5. Saya sendiri tidak tahu apa yang terjadi di nominating committee atau di sidang paripurna, sebab saya lagi “enjoy,” dengan cucu-cucu saya di sini. Sampai sekarangpun saya tidak dapat berita dari orang divisi mengenai keputuan nominating Committee, dan prosesnya.  Hanya dari email Anda, dituliskan: “telah disampaikan alasan-alasan mengusulkan nama-nama tersebut namun pimpinan dan anggota nominating lainnya telah mengabaikan aspirasi dari umat Advent yang ada di Uni Indonesia Kawasan BaratHasil foting sangat tidak sesuai dengan aspirasi dan harapan dari umat Advent yang ada di Uni Indonesia kawasan Barat.” Terus terang saya sendiri merasa “surprise,” dengan keputusan tersebut, namun kalau voting tidak sesuai dengan harapan kita; itu ‘kan biasa? Saya ingat sebagai Pembantu Rektor I, saya punya usul dan harapan siapa yang jadi kita punya dekan dari salah satu fakultas. Yang saya usulkan seorang yang berpengalaman; namun yang saya usulkan dan harapkan kalah suara dalam  voting. Ya biasa; bukan?  Masa saya protes  dan bilang ada konspirasi? Sementara saya dekat dengan semua officers uni lama dan baru, namun saya tidak melihat yang higher organization lihat. Jadi kalau higher organization telah melihat dari berbagai penjuru, dan mengusulkannya melalui nominating committee dan memutuskannya melalui sidang paripurna, kita harus “legowo.” Segala surat petisi will do harm than good. 

6. Yang saya lihat, Surat petisi ini akan memberikan dampak yang negatip kepada banyak orang. Jadi kalau setiap orang diputuskan untuk pindah, atau tidak terpilih, maka buat petisi. Wah bahaya pekerjaan Tuhan kalau begini. Dengan bertamengkan pekerjaan Tuhan, atau ada dugaan konspirasi;  tetapi  justru akan merusak pekerjaan Tuhan, sebab memecah belah anggota dan pengerja. Ironisnya beberapa pendeta yang mengpelopori menentang keputusan organisasi tsb.. Teladan yang bagaimana yang diberikan kepada pengerja lain dan anggota, dan generasi penerus? Sangat menyedihkan. 

7. Proses menjadi Uni Konferens itu, sampai sekarang saya tidak tahu terhambat dimana. Sebab setahu saya belum sampai di GC, makanya GC belum mengirimkan evaluation team ke WIUM. Satu hal yang juga menjadi pertanyaan: surat petisi tersebut supaya Union Conference dipercepat, tetapi justru adanya petisi ini akan memperlambat. Salah satu ciri bagi satu uni telah siap untuk menjadi uni konferens adalah kedewasaan. Nah adanya segala macem petisi menunjukkan salah satu persyaratan tersebut tidak terpenuhi. 

8.   Satu lagi, sehubungan dengan laporan kegiatan Department Komunikasi, tentang apa yang telah dibuat, itu sih okay, okay saja; walaupun tanggapan orang akan bermacam-macam. Namun,  Pdt. Simorangkir menyebutkan point 4, tentang apa yang telah dibuat: “NB: Pilot Project dikantor UIKB terlaksana dengan baik selama 2 tahun, tapi harus diberhentikan oleh karena permintaan dari Hope Channel GC yang tidak setuju adanya siaran Radio dan TV Komunitas dikantor UIKB.”

Apakah ini benar? Maafkan bila saya merasa perlu untuk klarifikasi akan hal ini sebab Hope Channel GC tidak akan pernah melarang siaran radio dan TV komunitas di kantor UIKB. Kalau informasi ini tidak diperbaiki ini namanya pembohongan kepada publik. Yang kami ketahui ialah  TV komunitas menyiarkan  video2  dari hcbn, produksi sendiri atau sinetron2 kristen . Dan setelah bbrp lama  (anda sebutkan 2 tahun), tidak siaran lagi karena alatnya rusak. Jadi berhenti siaran sebab rusak, bukan sebab dilarang oleh Hope Chanel GC. Juga informasi lain tidak akurat.  Misalnya ttg program Kabar Baik yg dibilang rutin Pdt. Simorangkir syuting di HCI. Yang benar adalah cuma 3 episode, setelah itu tidak pernah ada tindak lanjut lagi. Padahal HCI  sudah katakan kalau mau rutin harus setiap selasa, namun program itu justru berhenti sendiri.  Ada beberapa hal yang lain yang tidak akurat; dan saya bisa jelaskan bila dibutuhkan.   Maafkan saya harus menjelaskan  hal Ini sebab semua informasi yang tidak akurat harus di perbaiki supaya jangan ada pembohongan kepada publik. 

Nah anjuran saya kepada Pdt. Simorangkir adalah untuk mengikuti apa yang Anda sendiri tuliskan; jangan menggunakan cara dunia atau politik dalam gereja. Dalam pekerjaan Tuhan, God is in control. Berdasarkan pengalaman saya dapat berkata, Bagaimana banyaknya orang mau menjatuhkan seseorng, semua usaha mereka untuk menjatuhkan, tidak akan berhasil bila Tuhan tidak menghendaki. Dan bagaimanapun usaha seseorang untuk menjadi pemimpin, dengan segala team suksesnya, kalau bukan kehendak Tuhan; dia tidak akan berhasil. Sebab itu dalam segala keputusan; kalau seandainya dirasa salah sekalipun, maka itu akan tetap menjadi berkat bila diterima dengan baik. Tetapi menolak keputusan, merusak kerohanian pribadi, merusak persatuan, bahkan merusak pekerjaan Tuhan. 

Itu saja, tanggapan saya, seorang pensiunan, yang tetap mendoakan dan mendukung pekerjaan Tuhan di Indonesia. 

Salam dalam Kristus, 

Jonathan Kuntaraf

From: <advent...@googlegroups.com> on behalf of Samuel Simorangkir
Reply-To: "advent...@googlegroups.com"
Date: Wednesday, November 11, 2015 at 5:39 AM
To: "advent...@googlegroups.com"
Cc: "Konfer...@yahoogroups.com", "daer...@googlegroups.com"
Subject: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

PETISI 50

Jemaat GMAHK Uni Indonesia Kawasan Barat

 

 

Petisi 50 Jemaat GMAHK Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB)  adalah Kumpulan orang-orang yang keanggotaannya di Jemaat GMAHK UIKB telah berumur rata-rata 50 tahun dengan mempunyai pengalaman yang sangat professional didalam pelayanan penginjilan serta mempunyai dedikasi yang tinggi untuk kemajuan pekerjaan Tuhan di kawasan UIKB untuk selanjutnya disebut Petisi 50.

 

Petisi 50bukanlah kumpulan orang-orang yang mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi didalam pelayanan pekerjaan Tuhan, Petisi 50bukanlah kumpulan orang-orang yang haus akan kekuasaan dan ambisi didalam politik yang menyesatkan. Tetapi Petisi50adalah kumpulan orang-orang yang mempunyai Cinta-Kasih Yesus Kristus dengan integritas yang sangat tinggi yang tidak bisa di perjual-belikan oleh kekuasaan politik yang sedang berlangsung.

 

Dengan ini Petisi 50, akan menyampaikan suara aspirasi yang sangat penting yang dapat mewakili seluruh anggota jemaat GMAHK UIKB serta seluruh kantor daerah/konferens dan lembaga-lembaga yang berada di kawasan Uni Indonesia Kawasan Barat.

 

Isi Petisi 50 :

 

Pada pemilihan Ketua Uni Indonesia bagian Barat dan Officer-nya pada tanggal 8 November 2015 di kantor SSD Manila, Philipina, rapat dipimpin oleh Pdt. Samuel Saw, Max Langi dan didampingi oleh Pdt. GT Ng dari General Conferens, serta para anggota nominating yang mana diantaranya hadir Sdr. Dr. A. U Sitanggang dan Pdt. Hengky Wijaya sebagai wakil dari UIKB. Dalam rapat ini perwakilan dari UIKB telah menyampaikan aspirasi dari umat advent di Uni Indonesia kawasan Barat mengenai ketua dan officer yang mereka kehendaki dan juga telah disampaikan alasan-alasan mengusulkan nama-nama tersebut namun pimpinan dan anggota nominating lainnya telah mengabaikan aspirasi dari umat Advent yang ada di Uni Indonesia Kawasan Barat.

Karena pimpinan dan beberapa anggota nominating komite tidak sependapat dengan aspirasi yang telah disampaikan gantinya mempelajari aspirasi tersebut pimpinan rapat beserta anggota nominating komite diluar perwakilan dari Indonesia langsung memutuskan jalan keluar dengan cara foting. Hasil foting sangat tidak sesuai dengan aspirasi dan harapan dari umat Advent yang ada di Uni Indonesia kawasan Barat.

Karena hasil keputusan nominating komite tidak mencerminkan usulan dan aspirasi dari umat Advent di UIKB dan caucus (utusan) dan patut diduga telah terjadi konspirasi yang tidak sehat. Maka dengan ini kami menyampaikan petisi sebagai berikut:

 

1.     Menolak hasil keputusan nominating komite SSD

2.     Meminta Pdt. JS. Peranginangin tidak menyerahkan jabatan kepengurusan pimpinan Uni Indonesia kawasan Barat kepada pengurus yang terpilih berdasarkan rapat nominating tanggal 8 November di SSD Manila – Philipina.

3.     Meminta penjelasan Divisi mengapa nominating komite memilih diluar aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan Uni Indonesia kawasan Barat dan memaksakan kehendak dengan cara foting.

4.     Meminta SSD dalam waktu yang sesegera mungkin menyetujui usulan yang telah disampaikan oleh Uni Indonesia kawasan barat yaitu merobah status UIKB dari mission menjadi konferens selambat-lambatnya tanggal 31 Desember 2015.(ADCOM of West Indonesia Union Mission in its official letter dated 16 April 2014 number 2014 – 143)

5.     Sementara menunggu terbentuknya konferens Uni Indonesia kawasan Barat maka kepemimpinan Uni Indonesia Kawasan Barat didalam status Quo artinya kepemimpinan yang lama tetap melakukan tugas dan tanggungjawab sampai terbentuknya kepengurusan konferens Uni Indonesia kawasan Barat.

6.     Apabila batas waktu tersebut diatas SSD belum berhasil menyetujui usulan Uni Indonesia kawasan Barat menjadi konferens maka kami akan membentuk konferens sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

7.     Meminta dilakukan audit oleh kantor Akuntan Publik dari kantor Akuntan The Big Five.

 

Besar harapan kami General Conferens dan SSD dapat memahami dan mengakomodasi aspirasi serta niat baik yang terkandung didalam petisi ini sehingga akan tercapai penyelesaian yang baik untuk memajukan pekerjaan Tuhan di Indonesia kawasan barat.

 

 

Jakarta November 10, 2015

 

 

 

 

 

    Ketua                                               Sekretaris                                             Penasehat

 

 

 

 

Esron Siburian                             Pdt. Samuel Simorangkir                            Pdt. M. Siagian

 

 



beatri...@yahoo.com

unread,
Nov 11, 2015, 6:15:29 PM11/11/15
to Kuntaraf, Jonathan, advent...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com, advent...@googlegroups.com
Dear All,
Hati ini miris melihat keadaan ini. Tidak tahu harus berkata apa. Hanya firman TUHAN inilah yg mudah2an cocok untuk mengingatkan.
1 Korintus 6:1-11 (TB) Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus?
Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?
Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.
Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat?
Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya?
Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya?
Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?
Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu.
Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,
pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.

Terima kasih.


Beatrix Marbun


Sent from my ASUS
__._,_.___

Posted by: "Kuntaraf, Jonathan" <Kunt...@gc.adventist.org>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (8)
======================================================================
Amsal 16:32  "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."
Yakobus 1:19, 20 "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah."
======================================================================

.

__,_._,___

hutauruk joshua

unread,
Nov 11, 2015, 7:06:48 PM11/11/15
to advent...@googlegroups.com, Konferens dki, daer...@googlegroups.com
Manusia  Perencana - Tuhan Allah Penentu, semoga!
jh

samuel simorangkir

unread,
Nov 11, 2015, 7:19:53 PM11/11/15
to advent...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com
Dear All,

Selamat pagi dan Shalom!

Terimakasih untuk komentar dan pertanyaan yang sudah diberikan disubject ini.
Mohon bersabar dan silahkan bertanya langsung kepada Bpk. Esron Siburian yang merupakan ketua dari petisi 50.

Saya dan beberapa Pendeta mendapat undangan untuk menghadiri pertemuan pada tanggal 10 November 2015, ini adalah tanggal dimana hasil pemilihan officer UIKB yang baru telah diumumkan dan kita ucapkan selamat dihari-hari sebelumnya.
Yang hadir adalah tokoh-tokoh gereja, tidak hanya dari Jakarta tapi juga datang dari berbagai daerah. Dan mereka adalah anggota-anggota awam, ahli ekomi, hukum, dll dan yang "loyal" terhadap organisasi.

Dalam pertemuan tersebut kami terkejut mendengar kesaksian tentang apa yang terjadi di rapat SSD, khususnya tentang proses pemilihan officer UIKB (hal ini sudah diceritakan dalam surat Petisi 50). Kesimpulannya, anggota-anggota awam tidak setuju dengan cara pimpinan didalam memimpin rapat dan melakukan pemilihan pada waktu itu. Mereka melihat, para pemimpin rohani sudah melakukan hal yang tidak baik dan tidak memberikan teladan yang tidak benar kepada anggota awam yang tulus mau ikut bekerja didalam pekerjaan Tuhan. Mereka melihat ada oknum-oknum tertentu yang bekerja dan bersembunyi dibalik peraturan dan kebenaran organisasi gereja.

Didalam pertemuan mereka menerangkan, tujuan dari petisi tidaklah mempertahankan agar Pdt. J.S Peranginangin dan officer lainnya tetap menjadi officer yang akan bekerja hingga 2020. Tujuan dari petisi tidak juga membenci atau tidak menerima officer baru, Pdt. Wendel Mandolang dan lainnya untuk bekerja hingga 2020. Inti permasalahan adalah, pemimpin di SSD telah mempraktekkan hal-hal yang tidak benar dalam melakukan proses pemilihan.

Memang diakui, alasan diatas berbeda dengan bunyi dari isi petisi, namun mereka menjelaskan bahwasanya akan ada keterangan diberikan selanjutnya.

Didalam pertemuan, Bpk Esron Siburian menegaskan bahwasanya untuk melakukan pembetulan tidak dengan cara keluar dan membuat "sekoci" baru, tapi tetap berada didalam organisasi GMAHK dan bertujuan menjadikan UIKB menjadi Konferens Uni Kawasan Barat sesuai dengan aturan main organisasi GMAHK dan juga sesuai dengan aturan main dari negara Repulik Indonesia.

Dimohon kepada anggota milis agar jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu yang sudah memperalat para pemimpin kita untuk melakukan keputusan sesuai dengan kehendak mereka. Petisi yang diberikan bukanlah bermaksud untuk memecah belah anggota jemaat dan organisasi, tapi bertujuan agar para pemimpin di SSD dan GC bisa bertindak lebih bijaksana lagi tanpa harus bertindak oleh karena pengaruh dan maksud-maksud yang tidak benar dari oknum-oknum tertentu.

Didalam pertemuan tersebut sudah harus ada ketua dan sekretaris yang mencatat. Kebetulan saya diangkat sebagai sekretaris, dan saya bersama beberapa Pendeta hadir dan sudah memastikan agar jangan sampai petisi maupun pergerakan yang dilakukan melanggar aturan main gereja kita.


Sekali lagi, informasi yang diberikan tidaklah 'titik'. Silahkan menghubungi Bpk Esron Siburian jikalau ada pertanyaan dan saran lainnya.

Terimakasih, Tuhan memberkati kita.

Salam berkat,

Pdt. S. Simorangkir



Dear All,

Kalau begitu officers yang diumumkan itu bukan berdasarkan Call dong, tetapi berdasarkan konspirasi. Kalau ini yang terjadi maka sudah backward cara SSD yang membawa nama Advent yang kampion dalam berdemokrasi dan berorganisasi.

Agar tugas SSD bertambah ringan memang sebaiknya di enforce saja WIUM jadi conference agar Conference itu yang memilih officernya dan mengendalikan keuangannya.

Nampaknya pimpinan SSD dan wakil GC yang memiimpin nominating committee itu kurang paham akan perkembangan dan Undang2 di Indonesia.

Keuangan WIUM harus diaudit public accountant mempunyai dampak financial yang sangat merugikan SSD, sebab public accountant melakukan audit tidak terlepas dari by laws di Indonesia and auditors opinion juga harus mengacu pada generally accounting standard yang berlaku dan compliance aturan di Indonesia.

Kalau ditinjau dari banyaknya dana yang ditransfer dari WIUM ke SSD maka WIUM dikategorikan sebagai Incorporated Asing. Tentu nanti auditor akan menghitung berapaTithe of Tithe, Offerings . berapa ratio yang ditransfer out dan berapa yang tinggal di Indonesia. Kalau Incorporated Asing harus mendapat ijin sebagai Incorporated Asing dan harus sesuai dengan Apakah UU Investasi Asing atau organisasi asing. Dan WIUM harus berhasil menunjukkan SK  yang sesuai dengan itu.Kalau SK sekarang ini Ijin dari Departemen Agama yang sudah masuk dalam State Gazete, WIUM ini adalah milik Indonesia 100 % dan semua aturan termasuk officer dan keuangan diatur sendiri oleh Indonesia.,

Kalau itu dianggap joint venture, harus ada fair contribution antara organisasi Asing yaitu GC dan MAHK7 Indonesia, maka MAHK7 Indonesia wajib membayar royalty dimana Pemerintah membatasi 5 % dari revenue nasional kalau dianggap perpuluhan dan offerings itu sebagai revenue. Royalty ini diharuskan karena MAHK7 memakai nama Advent dimana brand itu milik GC.

Dengan demikian maka akan terbuka hasil audit itu pada semua stake holder dalam hal ini semua anggota yang telah rajin membayar perpuluhan dan persembahan.

Dan ini mempunyai konsekuensi yang sangat berat bagi SSD dimana major cash resources dari SSD adalah dari WIUM. 

Dan kalau conference terbentuk oleh diktum atau bentukan anggota WIUM, maka confrence itu harus berpatokan pada UU Indonesia, dimana perpuluhan akan digunakan 100 % di Indonesia tidak ada lagi Tithe of Tithe ke SSD, dan offerings akan digunakan di Indonesia dan Advent di Indonesia hanya membayar royalty yang disepakati  atas kebersamaan persaudaraan.

Namun kalau organisasi kita dikategorikan sebagai perkumpulan sesuai dengan UU di Indonesia, dan Advent Indonesia sebagai anggota Advent Se dunia, maka WIUM hanya membayar membership fee yang ditentukan berdasarkan banyaknya anggota.

Ini semua akan dianalisa dan dilaporkan dalam audited report dari public accountant dan dan dikonfirmasikan oleh  Lawyer Indonesia.

Maka terbukalah kegiatan Advent termasuk keuangannya, dan pengaruh SSD akan lama kelamaan pupus, fund untuk membiayai operational mereka hanya dapat diharapkan dari Mission lain di south pacific region.

Inilah konsequensi kalau conference terbentuk atas prakarsa anggota sendiri bukan  berdasarkan restu dari GC/SSD sebab Advent Indonesia tidak mau menerima officers yang berdasarkan konspirasi.

Ini adalah buah pikiran spontan tanpa disusun berupa strategic planning yang sophisticated tetapi cukup membuka pikiran semua pihak apa untung rugi dari sesuatu keputusan yang ditolak.

Kiranya Tuhan selalu memimpin organisasi Advent yang kita telah kita akui terbentuknya berdasarkan ilham dari Tuhan, dan Kristus adalah pemimpinnya, dan Presiden GC adalah Ketua Harian 


Salam persaudaraan,


Laurence Manullang
Loma Linda



2015-11-11 17:39 GMT+07:00 Samuel Simorangkir <simoran...@gmail.com>:



--
Samuel Simorangkir D.Min
WIUM Field Secretary and Communication & PARL Director, 
AWR & Jakarta Studio Director
West Indonesia Union Mission.
+6282113265659

www.adventist.or.id

satar sinaga

unread,
Nov 11, 2015, 7:33:15 PM11/11/15
to advent...@googlegroups.com, advent-indonesia
Saya hanya membaca dan tidak tau mau berbuat apa sambil berdoa "Tuhan jadilah Kehendakmu"

Regards
Satar

--

Natty Ahimas

unread,
Nov 11, 2015, 8:18:46 PM11/11/15
to advent...@googlegroups.com

Komendan Simorangkir saya sangat mengasihi komendan . Mengapa komendan tulis pernyataan itu .. kalau boleh komendan tarik kembali pernyataan itu .... karena itu tdak ada nilai Rohani... maafkan saya .... Tuhan memberkati.....j

S. Simbolon

unread,
Nov 11, 2015, 8:31:11 PM11/11/15
to yahya...@yahoo.com, hansma...@yahoo.com, 'Sonny Situmorang' via Advent Global, Konferens dki, daer...@googlegroups.com
Guru saya, pak Yahya Dikan,
Secara pribadi saya sangat setuju dengan apa yang bapak sampaikan, dan dalam setiap pemilihan pasti ada perdebatan dan tentunya yang menang akan puas dan yang kalah akan merasa sedih dan tentunya pasti menerima keputusan ini TETAPI kalau itu sudah direkayasa sebelumnya tentu kurang baik, dan kita harus berani seperti pelajaran kita satu Triwulan ini. Yeremi berjuang untuk mengingatkan bangsa Israel dan Yehuda agar bisa kembali ke Tuhan.
Hal sama harus dilakukan saat ini bagi yang mengaku umat Tuhan agar tidak terjadi lagi praktek-praktek yang bertentangan dengan Perintah Tuhan.
Sepertinya menjadi seorang Pimpinan di UIKB sudah seperti kekuasaan dan ini bisa menjadi Dewa Baal bagi orang-orang yang setuju denga praktek-praktek duniawi.
Tujuan kita semua ke Sorga dan bukan untuk memperebutkan kekuasaan didunia ini, tetapi menjadi pelayan-pelayan yang dapat memperkenalkan Tuhan bagi yang belum mengenalnya.
Kebetulan pula dalam waktu dekat akan ada pemilihan Ketua Konferens dan Ketua Daerah, kita harap dan doakan agar pemilihan ini tidak dilakukan seperti yang dilakukan dunia, dan dilakukan sesuai dengan kekendak Tuhan dan akan menghasilkan Pimpinan-Pimpinan yang berkualitas dalam pelayanan.
Saya melihat tidak ada masalah dengan ke tiga pimpinan yang di pilih karena begitu banyak ucapa selamat bagi mereka.

Salam hormat buat pak Guru
Sedia S


From: "yahya...@yahoo.com [Konferens-DKI]" <Konferens-...@yahoogroups.com>
To: hansma...@yahoo.com; 'Sonny Situmorang' via Advent Global <advent...@googlegroups.com>
Cc: Konferens dki <konfer...@yahoogroups.com>; daer...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, November 11, 2015 9:22 PM
Subject: Re: [Konferens-DKI] Tuhan kasihanilah kami, ampunilah kami.Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

 
Dear bapak dan ibu,
Kami percaya umat Advent adalah orang2 yg baik dan tahu peraturan yg ada di organisasi GMAHK. Seharusnya kita mentaati keputusan yg telah diputuskan oleh organisasi. Petisi 50 terkesan memboikot keputusan the higher organisation dengan cara mengatas namakan umat Advent Uni Indonesia bagian Barat. Pertanyaannya Umat Advent Uni Barat yg mana? Kami sebagai orang awam tidak masalah siapapun yg jadi ketua Uni dan tidak masalah juga apakah berbentuk Union Mission atau Conference. Yg penting bagaimana bahu membahu mengabarkan Injil. Kami justru berpendapat dengan adanya petisi 50 ini akan menghambat pekerjaan Tuhan. Saat ini Jemaat juga sedang mengadakan pemilihan pegawai sidang. Dalam pemilihan pegawai Jemaat saja tidak mungkin bisa memuaskan semua pihak. Namun apa yg sudah di putuskan seharusnya kita hormati, apalagi keputusan organisasi yg notabene yang duduk disitu adalah para pendeta, orang yang sudah diasingkan Tuhan untuk pekerjaan yang mulia menyelamatkan jiwa untuk semua umat. Apapun posisinya sebagai pendeta seharusnya diterima dengan baik dan dimanapun tempatnya seharusnya juga diterima, toh tujuannya satu yaitu penginjilan untuk menyelamatkan jiwa. Kami sebagai orang awam sungguh prihatin adanya petisi 50 ini karena itu bukan contoh yang baik untuk anggota Jemaat. Kami berdoa kiranya Tuhan memberikan jalan yang terbaik demi kemajuan pekerjaan Tuhan di Uni Barat ini.

Yahya
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "'hansmandalas' hansma...@yahoo.com [Konferens-DKI]" <Konferens-...@yahoogroups.com>
Date: Wed, 11 Nov 2015 12:24:45 +0000
To: 'Sonny Situmorang' via Advent Global<advent...@googlegroups.com>


Subject: [Konferens-DKI] Tuhan kasihanilah kami, ampunilah kami.Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.
__._,_.___

Posted by: yahya...@yahoo.com
======================================================================
Amsal 16:32  "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."
Yakobus 1:19, 20 "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah."
======================================================================

.

__,_._,___


Rofinus Pardede

unread,
Nov 11, 2015, 8:48:18 PM11/11/15
to advent...@googlegroups.com, yahya...@yahoo.com, hansma...@yahoo.com, Konferens dki, daer...@googlegroups.com
Dear all,

Sbg anggota GMAHK >50 merasa sedih membaca 7 butir somasi ke SSD secara terbuka ke public, khususnya butir 6 yang mengancam akan mendirikan Konfrens UIKB berdasarkan hukum Indonesia. Sebaiknya menerima putusan Tuhan ini dengan air bijaksana sambil mengusahakan UIKB menjadi konfrens dalam 5 tahun ini sesuai persetujuan GD.

RM Pardede
Jemaat Benhil

anp...@gmail.com

unread,
Nov 11, 2015, 9:04:21 PM11/11/15
to Kuntaraf, Jonathan, Advebt Gkibal, Konfrence DKI, daer...@googlegroups.com
Dear Pdt kuntaraf yg terhormat and all millis member.

Saya sebagai kaum awam yg lugu..dan kurang mengerti politik2..sungguh sangat kaget fan heran atas apa yg terjadi saat ini.

Untuk itu saya akan menggagas Petisi 100, untuk mendoakan keselamatan organisasi ini, Meminta kepada higher organization (sSD and GC) agar menetapkan Pdt. DR. J Kuntaraf menjadi Penasehat di uIKB...karena sudah banyak pimpinan Organisasi yg Error..dan sekaligus menyelamatkan asset2 organisasi, jangn sampai terulang Peristiwa dulu dimana sekertaris yg tidak puas karena tidak terpilih jadi ketua uNi..mengambil sueat2 certificate Organisasi..yg ahirnya, mengakibatkan adanya badab hukun menjadi dua di indonesia..Advent SE-indonesia dan dan advent indonesia..

Untuk itu mohon dukungan saudara2 yg prihatin serta concer menyelamatkan organisasi.

NB: pdt. HE Sinaga tolong sampaikan ini ke SSD..

Salam,
Anpan, Bintaro
Yang lagi bingung...
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: "'Kuntaraf, Jonathan' Kunt...@gc.adventist.org [Konferens-DKI]" <Konferens-...@yahoogroups.com>
Date: Wed, 11 Nov 2015 20:03:46 +0000
ReplyTo: "Kuntaraf, Jonathan" <Kunt...@gc.adventist.org>
Subject: [Konferens-DKI] Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

 
__._,_.___

Posted by: "Kuntaraf, Jonathan" <Kunt...@gc.adventist.org>
======================================================================
Amsal 16:32  "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."
Yakobus 1:19, 20 "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah."
======================================================================

.

__,_._,___

syane.pua

unread,
Nov 11, 2015, 9:50:31 PM11/11/15
to anp...@gmail.com, Kuntaraf, Jonathan, Advebt Gkibal, Konfrence DKI, daer...@googlegroups.com
Yang paling pas Legowo.....



Sent from Samsung tablet.

anp...@gmail.com

unread,
Nov 11, 2015, 10:07:55 PM11/11/15
to syane.pua, Kuntaraf, Jonathan, Advebt Gkibal, Konfrence DKI, daer...@googlegroups.com
Dear Syane yg bijak,

Habis..kalau tidak mau legowo..ya..biat tandingan peredan yg lebih hebat..tetapi memang benar Malu kita ini..di mnaa masih banyak rupanya pimpinan kita. Yg belum dewasa berorganisasi..

Salam,
Anpan
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: "syane.pua" <syan...@gmail.com>
Date: Thu, 12 Nov 2015 10:50:09 +0800
To: <anp...@gmail.com>; Kuntaraf, Jonathan<Kunt...@gc.adventist.org>; Advebt Gkibal<advent...@googlegroups.com>

Samuel Simorangkir

unread,
Nov 11, 2015, 10:33:49 PM11/11/15
to advent...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com
Dear Pdt. J. Kuntaraf,

Shalom!


Terimakasih untuk emailnya.


Sabar saja pak Pendeta, kita sebagai Pendeta harus banyak berdoa agar tindakan dan tulisan kita selaras dengan kehendak Tuhan dan dapat menjadi berkat bagi umatNya.

Anggota jemaat kita adalah anggota yang baik dan takut akan Tuhan, mereka punya banyak pengalaman bekerja didunia tapi bukan orang dunia.
Itu sebabnya ketika mereka melihat cara dunia dipraktekkan di organisasi gereja, maka mereka akan bereaksi seperti itu.

Bagi mereka, cara dunia itu sudah biasa melakukan strategi untuk memenangkan maksud dan tujuan, contoh:

 1. Untuk mengalahkan pemimpin lokal, kita harus menundukkan atau berteman dengan pemimpinnya yang diatas.
 Bisa pakai suap dengan uang, entartain (selama berada di Indonesia), dan selalu kasih informasi-informasi yang jelek dan tidak benar tentang apa
 yang sedang terjadi. Dan akhirnya pemimpin yang dihasut tidak objective lagi didalam bertindak dan mengambil keputusan.

INTINYA UANG: Semua bisa dibeli dengan uang.

2. Untuk memenangkan tujuan maka menggunakan Politik adu domba, baik dengan menggunakan unsur SARA atau dengan cara lainnya.

3. Untuk memenangkan tujuan, gunakan Firman Tuhan dan peraturan organisasi. Karena sudah diputuskan oleh pimpinan diatas, maka keputusan harus diikuti oleh bawahan. 

Tapi kali ini, kena batunya, masalahnya ada orang lokal yang mengikuti proses untuk membuat keputusan dan proses itu dibuat dengan cara tidak benar. Biar itu dibilang sudah sesuai dengan aturan main, orang lokal ini menjadi saksi bagaimana pimpinan menggoalkan keinginannya. 

Saya percaya Pendeta J. Kuntaraf lebih tau tentang itu.

By the way, tentang komentar Pendeta mengenai laporan kegiatan departemen Komunikasi.  Khan sudah saya bilang, detailnya ada dilaporan 5 tahunan, dan soal kebenaran sudah pasti saya yang lebih tau benar atau tidaknya dari pada Pdt. J. Kuntaraf yang berdomisili di Amerika.
Yach….cuman itu saja yang saya perhatikan, tujuan Pdt. J. Kuntaraf mungkin tidak mau mencari kebenaran,  yang penting Pdt. J. Kuntaraf tuliskan dimilis, soal benar atau tidaknya itu urusan belakang, yang penting orang membaca dan mendapat kesan, tulisan Pendeta Simorangkir diragukan kebenarannya….ha..ha…ha…

Nach….demikian juga tentang subject ini, sangat mudah kita politisir untuk mendapatkan kesan pembaca, antara lain: gerekan pemecah belah jemaat, atau tindakan mosi tidak percaya sama pemimpin yang diangkat atau yang lebih parah lagi, memang mereka tidak setuju karena yang terpilih adalah orang menado dan mereka mau mempertahankan Pemimpin yang lama. Tidak mengikuti peraturan organisasi, dll.

Semuanya itu tidak benar, inti permasalahannya adalah: Pemimpin di SSD mengadakan rapat dan melakukan pemilihan dengan cara yang tidak benar. Hal ini harus diperbaiki.

Mereka tidak berencana untuk keluar atau memecah belah organisasi, tapi mereka yang selama ini adalah pemilik dan pembela organisasi ingin agar organisasi GMAHK berjalan sesuai dengan peraturan organisasi dan peraturan pemerintah Indonesia.

NB:
Oh iya….menurut informasi: jumlah yang hadir dan membuat petisi 50 ini masih lebih besar dibandingkan dari beberapa orang yang dulu pernah datang ke DIVISI dan menakut-nakuti pimpinan DIVISI dan mengatas namakan jemaat dan berkata, kalau bukan nama ini yang tidak terpilih sebagai ketua UIKB, maka anggota-anggota jemaat akan menahan perpuluhan.


Salam berkat,


Pdt. S. Simorangkir 



Samuel Simorangkir D.Min
Communication, PARL, 

AWR & Jakarta Studio Director
West Indonesia Union Mission.

Naibaho Albert

unread,
Nov 11, 2015, 10:59:30 PM11/11/15
to advent...@googlegroups.com
Dear, Pdt S.Simorangkir


Sy setuju dengan Pdt, utk memenangkan tujuan hrs dari jalan yg benar jangan pakai politik kotor atau kelompok2...ini baru benar ..ada unsur adil jujur, benar dan profesional..ini hrs ada dalam proses memenangkan tujuan..

Regard,
DAN

Daniel Simanjuntak

unread,
Nov 11, 2015, 11:44:26 PM11/11/15
to Samuel Simorangkir, advent...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com
Dear All,
Yang bau akan tercium dengan sendirinya kepermukaan secara alamia, walau bagaimanapun menutupinya, jadilah pemimpin yg tidak dapat di perjualbelikan dalam bentuk apapun juga, sehingga dapat mengambil keputusan yg benar sesuai kehendak Tuhan bukan kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Sebagai kaum awam sangat miris mendengar akan hal ini, dari pemilihan pegawai jemaat, maupun konference  atau dilevel atasnya. Ini merupakan suatu krisis kepemimpinan yg perlu di reformasi. Saya belum melihat pemimpin yg rendah hati, jujur dan bersih, tidak ambisius. Berani   memberantas KKN.

Rgds,


DANIEL SIMANJUNTAK.
MTH1, JKT.
M. 0817176980 (XL).
PERS HUKUM & HAM
ANTI CORRUPTION TEAM.

kebutuhan terbesar dunia ini adalah "Kebutuhan akan manusia yang tidak dapat diperjualbelikan, manusia yang dalam sanubarinya setia dan jujur, manusia yang tidak segan menyebut dosa itu dosa, manusia yang angan-angan hatinya setia kepada tugas seperti jarum menunjuk ke kutub, manusia yang mau berdiri demi kebenaran walau langit runtuh sekalipun." Pendidikan.43(ED, 57,58)  

Sent from my iPhone  powered by Xl

Dari: Samuel Simorangkir simoran...@gmail.com [Konferens-DKI]
Terkirim: ‎12/‎11/‎2015 10:33
Kepada: advent...@googlegroups.com
Cc: Konfer...@yahoogroups.com; daer...@googlegroups.com
Subjek: [Konferens-DKI] Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

[Seluruh pesan asli tidak disertakan.]

Fred Truman P Simamora

unread,
Nov 12, 2015, 12:30:46 AM11/12/15
to advent...@googlegroups.com, daer...@googlegroups.com, Konferens dki
Bro Hans,
Cepat sembuh, ya.
God bless you.
Salam kompak,
Fred TPSimamora
Bakrie Tower


Sent from: Lenovo P90

On Nov 11, 2015 7:24 PM, 'hansmandalas' via Advent Global <advent...@googlegroups.com> wrote:
>
>
> Dear sahabat yg baik,
>
> Salam sejahtera.
>
> Kebetulan saya buka email ini ( walaupun saya masih di RSAdvent Bandung, dlm tahap pemulihan dari sakit ), saya beri perhatian sedikit pada apa yang disebut dgn Petisi 50.
>
> Bukan hanya karena saya berusia diatas 50, dan mau nimbrung, tapi karena saya mengasihi pada siapapun dalam situasi seperti ini.
>
> Saudaraku yang saya cintai, perihal ini, saya tidak beri komentar ini dan itu, kecuali berdoa dan memohon kepada Bapa surgawi agar memberi ' heavenly wisdom ' kepada kita semua sebelum melangkah lebih jauh.
>
> Saya pribadi, tidak berani menentang ( kalaupun itu mungkin tidak sesuai dengan pikiran kita yang juga orang berdosa ) yang berkaitan dengan organisasi Tuhan. ( Pengalaman kecil dalam hidup saya diwaktu lalu, ketika saya undurkan diri dari Lembaga Pendidikan kita, adalah satu sikap saya, untuk tidak menentang organisasi Tuhan, karena risikonya bagi penentang tidak dapat dibayangkan ).
>
> Selanjutnya, dari pengamatan saya sebagai orang berdosa, menentang pada organisasi Tuhan, apapun alasannya, dampaknya atau akibatnya tak terbayangkan dan sangat mengerikan. Saya sudah melihat dengan mata kepala saya sendiri, bahwa Tuhan tidak dapat dipermainkan dengan alasan apapun itu.
>
> Demikian, dan anggaplah ini surat dari sesama orang berdosa untuk mencari belas kasihan dari Bapa surgawi.
>
> Salam dan dengan doa,
>
> Hans Mandalas
> Orang berdosa sejak lahir
> Dosen ( sejak 1979 )
> Pelayan masyarakat
> Promotor/Founder
> OB di Jemaat Menteng dan sekitarnya di DKI sekitarnya.
>
> Catatan :
> Dalam dunia ini ada dua kelas manusia :
> 1. Menurut
> 2. Berontak
> Semoga Tuhan memberkati kita sekalian.

> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> ________________________________

> From: Samuel Simorangkir <simoran...@gmail.com>
> Sender: advent...@googlegroups.com
> Date: Wed, 11 Nov 2015 17:39:08 +0700
> To: <advent...@googlegroups.com>
> ReplyTo: advent...@googlegroups.com

> Cc: <Konfer...@yahoogroups.com>; <daer...@googlegroups.com>


> Subject: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.
>

> PETISI 50


>
> Jemaat GMAHK Uni Indonesia Kawasan Barat
>
>  
>
>  
>
> Petisi 50 Jemaat GMAHK Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB)  adalah Kumpulan orang-orang yang keanggotaannya di Jemaat GMAHK UIKB telah berumur rata-rata 50 tahun dengan mempunyai pengalaman yang sangat professional didalam pelayanan penginjilan serta mempunyai dedikasi yang tinggi untuk kemajuan pekerjaan Tuhan di kawasan UIKB untuk selanjutnya disebut Petisi 50.
>
>  
>

> Petisi 50 bukanlah kumpulan orang-orang yang mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi didalam pelayanan pekerjaan Tuhan, Petisi 50 bukanlah kumpulan orang-orang yang haus akan kekuasaan dan ambisi didalam politik yang menyesatkan. Tetapi Petisi 50 adalah kumpulan orang-orang yang mempunyai Cinta-Kasih Yesus Kristus dengan integritas yang sangat tinggi yang tidak bisa di perjual-belikan oleh kekuasaan politik yang sedang berlangsung.


>
>  
>
> Dengan ini Petisi 50, akan menyampaikan suara aspirasi yang sangat penting yang dapat mewakili seluruh anggota jemaat GMAHK UIKB serta seluruh kantor daerah/konferens dan lembaga-lembaga yang berada di kawasan Uni Indonesia Kawasan Barat.
>
>  
>
> Isi Petisi 50 :
>
>  
>
> Pada pemilihan Ketua Uni Indonesia bagian Barat dan Officer-nya pada tanggal 8 November 2015 di kantor SSD Manila, Philipina, rapat dipimpin oleh Pdt. Samuel Saw, Max Langi dan didampingi oleh Pdt. GT Ng dari General Conferens, serta para anggota nominating yang mana diantaranya hadir Sdr. Dr. A. U Sitanggang dan Pdt. Hengky Wijaya sebagai wakil dari UIKB. Dalam rapat ini perwakilan dari UIKB telah menyampaikan aspirasi dari umat advent di Uni Indonesia kawasan Barat mengenai ketua dan officer yang mereka kehendaki dan juga telah disampaikan alasan-alasan mengusulkan nama-nama tersebut namun pimpinan dan anggota nominating lainnya telah mengabaikan aspirasi dari umat Advent yang ada di Uni Indonesia Kawasan Barat.
>
> Karena pimpinan dan beberapa anggota nominating komite tidak sependapat dengan aspirasi yang telah disampaikan gantinya mempelajari aspirasi tersebut pimpinan rapat beserta anggota nominating komite diluar perwakilan dari Indonesia langsung memutuskan jalan keluar dengan cara foting. Hasil foting sangat tidak sesuai dengan aspirasi dan harapan dari umat Advent yang ada di Uni Indonesia kawasan Barat.
>
> Karena hasil keputusan nominating komite tidak mencerminkan usulan dan aspirasi dari umat Advent di UIKB dan caucus (utusan) dan patut diduga telah terjadi konspirasi yang tidak sehat. Maka dengan ini kami menyampaikan petisi sebagai berikut:
>
>  
>
> 1.     Menolak hasil keputusan nominating komite SSD
>
> 2.     Meminta Pdt. JS. Peranginangin tidak menyerahkan jabatan kepengurusan pimpinan Uni Indonesia kawasan Barat kepada pengurus yang terpilih berdasarkan rapat nominating tanggal 8 November di SSD Manila – Philipina.
>
> 3.     Meminta penjelasan Divisi mengapa nominating komite memilih diluar aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan Uni Indonesia kawasan Barat dan memaksakan kehendak dengan cara foting.
>

> 4.     Meminta SSD dalam waktu yang sesegera mungkin menyetujui usulan yang telah disampaikan oleh Uni Indonesia kawasan barat yaitu merobah status UIKB dari mission menjadi konferens selambat-lambatnya tanggal 31 Desember 2015.( ADCOM of West Indonesia Union Mission in its official letter dated 16 April 2014 number 2014 – 143)

francky roring

unread,
Nov 12, 2015, 12:47:43 AM11/12/15
to advent...@googlegroups.com
Dear Pdt. S. Somorangkir,

Saya sedang mengamati seluruh komentar dari teman-teman, tapi saya sebelum ikut berkomentar ingin dapat informasi jelas mengenai dugaan permainan kotor yang dilakukan di pemilihan officer UIKB. Jangan berkomentar mengambang, coba beri alasan konkrit kesalahan apa yang terjadi di pemilihan tersebut atau bahkan mungkin ada konspirasi, mohon terbuka saja. Kalau petisi 50 ada bukti kuat, akan mudah kami kaum awam menilai mana yang benar dan mana yang tidak benar, walaupun saya sendiri sangat benci dengan pembentukan kelompok ataupun petisi. Saya sudah bisa membayangkan kekacauan yang terjadi apabila setiap keputusan di jemaat, didaerah/konferens, UNI dan yang lebih tinggi yang tidak sesuai dengan keinginan kita lalu kita bikin Petisi. Contoh saya tidak setuju dengan Komunikasi UIKB, saya galang teman-teman dan bikin Petisi 5 kah, 6 kah. Atau tidak setuju dengan Ketua Jemaat yang terpilih, saya bikin Petisi. Maka hancurlah organisasi ini. Di dunia ini hampir tidak ada pemilihan satu jabatan yang 100 % orang setuju secara tulus.

Kemudian saya ingin menggaris bawahi pernyataan Pdt. Samuel S. bahwa tidak mempermasalahkan officer yang terpilih sekarang, kalau tidak permasalahkan mengapa buat petisi walaupun mungkin cara pemilihan mereka ini tidak berkenan dengan aturan atau keinginan kita. Kemudian saya sangat tidak sependapat bahwa Petisi 50 membawa suara anggota GMAHK UIKB, padahal saya orang yang jelas-jelas menentang Petisi2an. Saya salah satu anggota GMAHK UIKB yang berdomisili di Banjarmasin.

Mari lah Pendeta dan sekaligus salah satu pimpinan di UNI (UIKB) beri contoh yang baik bagaimana cara berorganisasi dengan system demokrasi yang benar. Mari kita berprinsip bahwa Urusan lobi-lobi atau bahkan suap menyuap dalam pemilihan satu jabatan biarlah itu dilakukan oleh orang lain, jangan oleh diri saya sendiri. Urusan saya dengan Tuhan adalah menjalankan satu prosedur dengan benar dan kalaupun tidak di dengar, saya tetap percayakan kepada Tuhan bahwa segala sesuatu Tuhan yang atur.

Salam,
Francky Roring


Pada Rab, 11/11/15, Samuel Simorangkir <simoran...@gmail.com> menulis:

Judul: Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.
Kepada: advent...@googlegroups.com
Cc: "Konfer...@yahoogroups.com" <Konfer...@yahoogroups.com>, "daer...@googlegroups.com" <daer...@googlegroups.com>
Tanggal: Rabu, 11 November, 2015, 7:34 PM

Dear Pdt. J.
Kuntaraf,
Shalom!

Terimakasih untuk emailnya.

Sabar saja pak Pendeta, kita sebagai
Pendeta harus banyak berdoa agar tindakan dan tulisan kita
selaras dengan kehendak Tuhan dan dapat menjadi berkat bagi
umatNya.
Anggota jemaat kita adalah anggota
yang baik dan takut akan Tuhan, mereka punya banyak
pengalaman bekerja didunia tapi bukan orang dunia.Itu sebabnya ketika mereka melihat

francky roring

unread,
Nov 12, 2015, 12:49:09 AM11/12/15
to advent...@googlegroups.com
Dear Sir Hans,

Kami hanya bisa mendoakan dari Jauh (Banjarmasin) agar Sir cepat sembuh dan pulih kesehatan seperti sedia kala. Tetap semangat ya. Tks

Salam,
Francky Roring
Pada Rab, 11/11/15, Fred Truman P Simamora <fsim...@gmail.com> menulis:

Judul: Re: Tuhan kasihanilah kami, ampunilah kami.Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.
Kepada: advent...@googlegroups.com
Cc: daer...@googlegroups.com, "Konferens dki" <konfer...@yahoogroups.com>
Tanggal: Rabu, 11 November, 2015, 9:30 PM
> Subject: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia
Kawasan Barat.
>

Echel Nayo

unread,
Nov 12, 2015, 1:52:03 AM11/12/15
to advent...@googlegroups.com, syane.pua, Kuntaraf, Jonathan, Konfrence DKI, daer...@googlegroups.com
Maafkan saya pak Anpan, saya pernah berpikir mungkin Bapak salah satu
tim sukses karena sejak lama memperjuangkan konfrens Uni Barat. Dari
tulisan pak Anpan di bawah ini menurut saya Bapak masih memiliki
idealisme yang murni. Kita tentu sangat menyayangkan ambisius
kelomopok tertentu apalagi didasari sentimen sukuisme dalam pekerjaan
Tuhan. Biarlah pelayan yang berdedikasi diapresiasi dan yg belum kita
dorong.

Kami dulu jemaat Depok Jaya, 90an persen dari Manado. Sebelum saya
bergabung tidak ada pendeta yang bertahan lebih satu tahun meskipun
pendetanya asal Manado. Datanglah seorang pendeta dari Medan, awalnya
seperti kena virus Jakarta saat itu, agak malas melawat, tetapi
setelah didorong menjadi pelayan yang luar biasa dan hampir saja 3
periode kami tahan di jemaat. Kalau bukan pendeta yang berterus terang
pengen pindah ingin cari pengalaman di tempat lain, mungkim akan lain
ceritanya karena dia memiliki jiwa melayani yang baik. Jemaat
bertumbuh dengan pesat. Kalau kita semua tidak memandang pelayan Tuhan
itu dari suku mana dan mau mendukung dan bekerja sama dalam pelayanan,
saya yakin pekerjaan Tuhan akan semakin maju.

Rgds,


Echel

On 11/12/15, anp...@gmail.com <anp...@gmail.com> wrote:
> Dear Syane yg bijak,
>
> Habis..kalau tidak mau legowo..ya..biat tandingan peredan yg lebih
> hebat..tetapi memang benar Malu kita ini..di mnaa masih banyak rupanya
> pimpinan kita. Yg belum dewasa berorganisasi..
>
> Salam,
> Anpan
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> Yang lagi bingung...Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSATFrom: "'Kuntaraf, Jonathan'
> Posted by: "Kuntaraf, Jonathan" <Kunt...@gc.adventist.org>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Reply via web post
>
> •
>
>
> Reply to sender
>
> •
>
>
> Reply to group
>
> •
>
> Start a New Topic
>
> •
>
> Messages in this topic
> (8)
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ======================================================================
>
> Amsal 16:32  "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang
> menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."
>
> Yakobus 1:19, 20 "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini:
> setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk
> berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak
> mengerjakan kebenaran di hadapan Allah."
>
> ======================================================================
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Visit Your Group
>
>
>
> New Members
> 1
>
>
> New Photos
> 1
>
>
>
>
>
>
>
> • Privacy • Unsubscribe • Terms of Use
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> .
>
>
>
>
>
>
>
> __,_._,___

hutauruk joshua

unread,
Nov 12, 2015, 2:46:12 AM11/12/15
to advent...@googlegroups.com, Samuel Simorangkir, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com
Saya pernah tertarik dengan acara ILC (debat kusir?) - namun tidak ada ssesuatu hal yang terjadi atas perdebatan itu
akhirnya saya tinggalkan acara itu
jh.



Fred Truman P Simamora

unread,
Nov 12, 2015, 3:47:32 AM11/12/15
to Kuntaraf, Jonathan, daer...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com, advent...@googlegroups.com
Yang kami hormati pdt Jonathan Kuntaraf,

Mungkin bisa memberi saran kepada anggota petisi 50. Kelihatannya pdt S.Simorangkir cuma penyambung lidah, walaupun sebenarnya hal tsb tidak bijak.
Salam,
Fred TPSimamora,
Bintaro Jaya

Sent from: Lenovo P90

> PETISI 50
>
> Jemaat GMAHK Uni Indonesia Kawasan Barat
>
>  
>
>  
>
> Petisi 50 Jemaat GMAHK Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB)  adalah Kumpulan orang-orang yang keanggotaannya di Jemaat GMAHK UIKB telah berumur rata-rata 50 tahun dengan mempunyai pengalaman yang sangat professional didalam pelayanan penginjilan serta mempunyai dedikasi yang tinggi untuk kemajuan pekerjaan Tuhan di kawasan UIKB untuk selanjutnya disebut Petisi 50.
>
>  
>
> Petisi 50bukanlah kumpulan orang-orang yang mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi didalam pelayanan pekerjaan Tuhan, Petisi 50bukanlah kumpulan orang-orang yang haus akan kekuasaan dan ambisi didalam politik yang menyesatkan. Tetapi Petisi50adalah kumpulan orang-orang yang mempunyai Cinta-Kasih Yesus Kristus dengan integritas yang sangat tinggi yang tidak bisa di perjual-belikan oleh kekuasaan politik yang sedang berlangsung.
>
>  
>
> Dengan ini Petisi 50, akan menyampaikan suara aspirasi yang sangat penting yang dapat mewakili seluruh anggota jemaat GMAHK UIKB serta seluruh kantor daerah/konferens dan lembaga-lembaga yang berada di kawasan Uni Indonesia Kawasan Barat.
>
>  
>
> Isi Petisi 50 :
>
>  
>
> Pada pemilihan Ketua Uni Indonesia bagian Barat dan Officer-nya pada tanggal 8 November 2015 di kantor SSD Manila, Philipina, rapat dipimpin oleh Pdt. Samuel Saw, Max Langi dan didampingi oleh Pdt. GT Ng dari General Conferens, serta para anggota nominating yang mana diantaranya hadir Sdr. Dr. A. U Sitanggang dan Pdt. Hengky Wijaya sebagai wakil dari UIKB. Dalam rapat ini perwakilan dari UIKB telah menyampaikan aspirasi dari umat advent di Uni Indonesia kawasan Barat mengenai ketua dan officer yang mereka kehendaki dan juga telah disampaikan alasan-alasan mengusulkan nama-nama tersebut namun pimpinan dan anggota nominating lainnya telah mengabaikan aspirasi dari umat Advent yang ada di Uni Indonesia Kawasan Barat.
>

> Karena pimpinan dan beberapa anggota nominating komite tidak sependapat dengan aspirasi yang telah disampaikan gantinya mempelajari aspirasi tersebut pimpinan rapat beserta anggota nominating komite diluar perwakilan dari Indonesia langsung memutuskan jalan keluar dengan cara foting. Hasil foting sangat tidak sesuai dengan aspirasi dan harapan dari umat Advent yang ada di Uni Indonesia kawasan Barat.


>
> Karena hasil keputusan nominating komite tidak mencerminkan usulan dan aspirasi dari umat Advent di UIKB dan caucus (utusan) dan patut diduga telah terjadi konspirasi yang tidak sehat. Maka dengan ini kami menyampaikan petisi sebagai berikut:
>
>  
>
> 1.     Menolak hasil keputusan nominating komite SSD
>
> 2.     Meminta Pdt. JS. Peranginangin tidak menyerahkan jabatan kepengurusan pimpinan Uni Indonesia kawasan Barat kepada pengurus yang terpilih berdasarkan rapat nominating tanggal 8 November di SSD Manila – Philipina.
>
> 3.     Meminta penjelasan Divisi mengapa nominating komite memilih diluar aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan Uni Indonesia kawasan Barat dan memaksakan kehendak dengan cara foting.
>
> 4.     Meminta SSD dalam waktu yang sesegera mungkin menyetujui usulan yang telah disampaikan oleh Uni Indonesia kawasan barat yaitu merobah status UIKB dari mission menjadi konferens selambat-lambatnya tanggal 31 Desember 2015.(ADCOM of West Indonesia Union Mission in its official letter dated 16 April 2014 number 2014 – 143)
>
> 5.     Sementara menunggu terbentuknya konferens Uni Indonesia kawasan Barat maka kepemimpinan Uni Indonesia Kawasan Barat didalam status Quo artinya kepemimpinan yang lama tetap melakukan tugas dan tanggungjawab sampai terbentuknya kepengurusan konferens Uni Indonesia kawasan Barat.
>
> 6.     Apabila batas waktu tersebut diatas SSD belum berhasil menyetujui usulan Uni Indonesia kawasan Barat menjadi konferens maka kami akan membentuk konferens sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
>
> 7.     Meminta dilakukan audit oleh kantor Akuntan Publik dari kantor Akuntan The Big Five.
>
>  
>
> Besar harapan kami General Conferens dan SSD dapat memahami dan mengakomodasi aspirasi serta niat baik yang terkandung didalam petisi ini sehingga akan tercapai penyelesaian yang baik untuk memajukan pekerjaan Tuhan di Indonesia kawasan barat.
>
>  
>
>  
>
> Jakarta November 10, 2015
>
>  
>
>  
>
>  
>
>  
>
>  
>
>     Ketua                                               Sekretaris                                             Penasehat
>
>  
>
>  
>
>  
>
>  
>
> Esron Siburian                             Pdt. Samuel Simorangkir                            Pdt. M. Siagian
>
>  
>
>  
>
>
>

Kuntaraf, Jonathan

unread,
Nov 12, 2015, 8:53:51 AM11/12/15
to advent...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com
Dear Pdt. Simorangkir, 

Terima kasih atas jawaban Anda, dan sebenarnya saya lebih senang untuk menuliskan secara pribadi, namun petisi 50 dikirim ke milis umum, harus dijawab secara umum, dan tanggapan ini juga saya harus jawab secara umum; walaupun seperti debat kusir; namun saya percaya ada beberapa hal yang harus diklarifikasi.  Untuk soal laporan department komunikasi, nanti saya tulis secara pribadi saja; sebab tujuan saya bukan untuk mempermalukan Anda, tetapi kita menghindarkan pembohongan publik. 

Pertama  saya sangat setuju harus banyak berdoa. Saya juga setuju tulisan kita harus selaras dengan kehendak Tuhan dan menjadi berkat bagi umatnya. Pertanyaan yang Anda harus pikirkan ialah apakah mengirimkan petisi melalui beberapa milis yang mempunyai potensi untuk memecah belah anggota dan pengerja itu sesuai dengan doa? Kehendak Tuhan dan jadi berkat? 

Benar anggota jemaat kita adalah anggota yang baik dan takut akan Tuhan. Kita sebagi pengerja harus belajar dari mereka. Begitu banyak tanggapan dari kaum awam, dan seharusnya pendeta harus malu dinasehati kaum awam untuk satu kesalahan yang fatal. Pendeta yang harusnya jadi pembimbing, justru mengfasiltasi dalam menentang keputusan organisasi; dan harus dinasehati oleh kaum awam. Anggota kita sangat kecewa.

Untuk tiga point pertama yang Pdt. Simorangkir katakan, itu adalah satu asumsi, dari asumsi menjadi opini, dan akhirnya menjadi keyakinan; dan sekarang Anda mau meyakinkan orang lain dan membenarkan diri dengan petisi dan tulisan Anda. Namun benarkah asumsi Anda itu?  Saya prihatin dengan asumsi Anda seakan-pemimpin itu dapat dibeli dengan uang, bahkan Anda tuliskan: INTINYA UANG: Semua bisa dibeli dengan uang.

Maafkan kalau saya tidak sependapat dengan Pendeta Simorangkir. Ada yang tidak bisa dibeli dengan uang, itu adalah integritas. Maafkan kalau saya sampaikan bahwa saya selalu menolak diberikan uang untuk pelayanan saya. Kalau dipaksa, maka saya salurkan ke YAPI, atau kegiatan lain. Kunjungan terakhir saya ke Indonesia,  seorang awam di Semarang memberikan uang 5 juta, kemudian Konferens DKI memberikan kepada saya 1,5 juta sebagai gift setelah memberikan seminar Roh Nubuat, walaupun sebagai pensiunan saya berhak untuk menggunakan uang itu untuk pribadi; namun saya masukkan ke Uni, masuk dalam trust funds untuk pelayanan. Hari terakhir di Jakarta seorang memaksakan saya terima $ 2,000.00, akhirnya kami gunakan untuk menolong 2 orang yang perlu pertolongan pendidikan di Manila yang dikenalkan oleh ibu Yane Sinaga.  Saya berikan contoh, bahwa tidak semua orang bisa dikuasai uang. Nah tulisan Anda memberikan indikasi bahwa para pemimpin itu dapat dibeli oleh uang; dan tulisan Anda dapat menyebabkan keraguan kepada pemimpin. Artinya Anda merendahkan pemimpin anda sendiri.  Apakah Pdt. Simorangkir menyadari itu? 

Nah sekarang mengenai proses pemilihan, tulisan Anda mengatakan proses yang tidak benar.   Adalah masalah dalam hal ini dengan tulisan Anda:

  1. Anda mengatakan proses tidak benar, apakah sudah diklarfikasi dengan beberapa orang yang hadir? (bukan satu orang, sebab seorang itu bisa bias)
  2. Tulisan petisi, “diduga adanya konspirasi.” Bagaimana dibuat petisi atas dugaan,, bukan fakta? 
  3. Apakah Anda akan mempertanyakan prosesnya bila yang diputuskan adalah yang Anda setujui? 
  4. Ataukah oleh sebab yang diputuskan Anda tidak setujui, makanya Anda mempertanyakan proses?
  5. Bahkan menuduh Semua bisa dibeli dengan uang? 

Nah dalam soal proses ini, kebetulan Dr. GT NG telpon saya kemarin, dan saya tanya sekalian mengenai proses pemilihan. Beliau menyebutkan bahwa oleh sebab Pdt. Asoy Sakit, maka GT Ng yang diminta memimpin Nominating Committee. Beliau menyebutkan bahwa perbincangan sangat panjang. Kemudian dari officers mengusulkan nama;dan  namayang diusulkan adalah yang muncul dalam caucus, dan telah dievaluasi oleh officers SSD.  Kemudian semua anggota nominating bisa berbicara, dan mengdiskusikan. Dan di buat voting. Setelah dibuat voting, direkomendasikan ke paripurna, Kalau ada pertanyaan, maka itu bisa ditanyakaan di paripurna. Namun tidak ada yang protes, dan telah diterima secara aklamasi. Apakah yang tidak benar dalam proses pemilihan? 

Beberapa orang bertanya hasil caucus, itu ada disimpan oleh sekretaris divisi, dan banyak yang berpikir bahwa yang tertinggi di caucus adalah yang harus jadi ketua uni. Jawabannya adalah salah. System caucus dimulai waktu Dr. Edward ketua Divisi Timur Jauh, dan saya ingat saya pergi berkeliling ke beberaa divisi untuk memimpin caucus. Tetapi kami tidak buka hasilnya, dan itu tertutup, dan dibuka oleh sekretaris divisi, untuk menolong siapa yang akan direkomendasikan. Nah officers menggunakan hasil caucus tersebut, dan mengevaluasi dari berbagai segi, mengevaluasinya, dan membawa nama tersebut ke Nominating Committee. Anggota nominating bisa bicara, tetapi keputusan tetap berada di tangan anggota nominating committee. Dari pembicaraan dengan Dr. GT Ng, saya tidak melihat apa yang tidak beres.  Yang tidak beres adalah yang terpilih bukan yang diharapkan. Itu biasa, dan tidak perlu dipermasalahan. 

Nah Pdt. JSP menerima dengan senang hati keputusan tersebut dan sangat senang untuk kembali jadi dosen.  Beliau menghimbau agar semua mendukung officers yang baru. Maka sayapun sebagai pensiunan,  menghimbau jemaat dan anggota untuk mendukung officers yang baru. Lupakan semua perbedaan pendapat, mari berjalan bersama dengan Tuhan dalam menyelesaikan pekerjaan Tuhan.  Inilah yang kita harus doakan, ini adalah kehendak Tuhan untuk jadi berkat, yang bukan dalam kata-kata, tetapi dalam perbuatan. 

Salam dari Norh Carolina,

Jonathan Kuntaraf



Fred Truman P Simamora

unread,
Nov 12, 2015, 9:17:21 AM11/12/15
to Kuntaraf, Jonathan, daer...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com, advent...@googlegroups.com
Aminnn pdt Kuntaraf.
Salam,
Fred TPSimamora
Bintaro Jaya


Sent from: Lenovo P90

S. Simorangkir

unread,
Nov 12, 2015, 10:44:33 AM11/12/15
to advent...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com, jonath...@gmail.com, Jonathan Kuntaraf

Dear Pdt. J. Kuntaraf,


Saya coba jawab tulisan Pendeta, tadi siang saya banyak membalas email diberbagai subject sehingga tidak focus dengan apa yang Pendeta tulis.


Untuk laporan department komunikasi dibuat agar diketahui public, tidak ada yang perlu disembunyikan, tuduhan pendeta yang menyatakan saya melakukan pembohongan public itu tidak benar dan bisa dijadikan sebagai pembunuhan karakter. 


Saya tidak tau, bagaimana pendeta lebih tau tentang pekerjaan saya sementara saya sendiri sebagai pelakunya. Dan yang luar biasa, pendeta tidak pernah bertanya dan berhubungan dengan saya tentang pekerjaan komunikasi yang saya lakukan dikantor UIKB.


Menjawab pertanyaan Pendeta sebelumnya, adalah benar Hope Channel GC melarang ada siaran TV Komunitas di kantor UIKB (karena tidak boleh ada 2 siaran di kantor UIKB) dan ini disampaikan oleh Pdt. J.S Peranginangin dirapat koordinasi departemen dan keputusannya ditutup atau tidak menyiar lagi.

Saya sendiri pernah melihat bunyi keputusannya baik hasil rapat board Hope Channel GC dan juga di SSD.


Soal pemancar rusak, itu hal yang wajar karena barangnya adalah barang murah dan rakitan, baru pakai 1 bulan bisa rusak dan dibetulkan kembali, selama 2 tahun kadang rusak dan terkadang bisa baik setelah diperbaiki. Karena sudah dianjurkan pimpinan untuk tidak menyiar makanya diberhentikan dalam keadaan rusak. Benar selama 2 tahun menyiar bahan yang disiarkan adalah hasil rekaman dan edit sendiri, kemudian kumpulan dari video-video Kristen lainnya dan siaran HCBN. Melalui siaran kita lakukan ada response dari pemirsa yang berada disekitar kantor UIKB, ada yang bertelephone menganjurkan agar siaran jangan kadang mati atau terkadang hidup, dan yang luar biasa, ada orang yang tinggal disekitar tebet memberikan uang sebagai persembahan oleh karena menyaksikan siaran HCBN. Yang luar biasa, ada satu yayasan anti narkoba mau memasang iklan anti narkoba dan memberikan dana penyiaran. Belum lagi pihak rt/rw dan lurah mau menitip pengumuman melalui siaran tv komunitas kita.


Sebelum pimpinan menganjurkan untuk ditutup, saya sudah bilang kepada pimpinan. Pemancar TV Komunitas sebaiknya jangan ditutup karena bisa dimanfaatkan oleh Hope Channel Indonesia untuk menyiar (apalagi pada waktu itu, saya sedang menunggu bantuan SSD sebesar us $ 30.000 yang dijanjikan untuk pengadaan alat pemancar TV Komunitas) , karena pada waktu itu Hope Channel Indonesia belum bisa menyiar melalui satelit, hanya di Indovision dan Internet. Tapi karena Pdt. J.S Peranginangin didesak dirapat GC, akhirnya kita tutup.  



2. Mohon dibantu, tulisan saya yang mana yang Pendeta maksud dengan ini:

Nah tulisan Anda memberikan indikasi bahwa para pemimpin itu dapat dibeli oleh uang; dan tulisan Anda dapat menyebabkan keraguan kepada pemimpin. Artinya Anda merendahkan pemimpin anda sendiri.  Apakah Pdt. Simorangkir menyadari itu?


3.  Mengenai pemilihan di SSD: Dr. GT NG  menyebutkan bahwa perbincangan sangat panjang.  Kemudian dari officers mengusulkan nama; dan  nama yang diusulkan adalah yang muncul dalam caucus, dan telah dievaluasi oleh officers SSD.  Kemudian semua anggota nominating bisa berbicara, dan mendiskusikan. Dan di buat voting. Setelah dibuat voting, direkomendasikan ke paripurna, Kalau ada pertanyaan, maka itu bisa ditanyakaan di paripurna. Namun tidak ada yang protes, dan telah diterima secara aklamasi. Apakah yang tidak benar dalam proses pemilihan?


Pertanyaan yang muncul dalam pertemuan petisi 50: apakah dibenarkan dirapat pemilihan, officer atau pemimpin rapat mengusulkan nama?

Apakah benar nama yang diusulkan dari hasil caucus ?

Siapa yang buat peraturan Caucus? Dan kenapa utusan dari UIKB merasa bahwasanya aspirasi diabaikan?

Maaf….ini bukan masalah yang terpilih bukan yang diharapkan. 

Tapi karena adanya unsur paksaan kehendak dari pimpinan SSD. Dan kesan ini dirasakan oleh utusan UIKB yang merupakan orang yang sudah berpengalaman diorganisasi gereja maupun di dunia luar.


Selama 5 tahun pelayanan bersama Pdt. J.S Peranginangin, beliau selalu mengedepankan keluhan dan anjuran anggota jemaat, dan beliau selalu mengajarkan kepada kami agar kita sebagai Pendeta harus percaya diri untuk selalu memimpin jemaat untuk dapat mengalami pertumbuhan rohani didalam Yesus Kristus. Kita tidak perlu berpikir negative kepada anggota yang memerlukan pelayanan lebih dari kita.


Didalam pertemuan petisi 50, saya dapat rasakan kebutuhan anggota jemaat untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik lagi dari pemimpin SSD. Saya berharap, keterangan yang lebih jelas lagi dari pihak SSD tentang apa yang terjadi dirapat pemilihan kemarin segera dilakukan, sehingga anggota jemaat dapat mengerti dan tetap setia digereja kita ini.


Jangan lupa, menurut Pak Esron Siburian, Petisi 50 bukanlah pergerakan untuk mempertahankan officer lama atau menolak officer baru. Bukan juga untuk mengajak umat keluar dari organisasi tapi, panggilan kepada pemimpin SSD untuk melayani lebih baik lagi kepada umat-umatNya.

samuel simorangkir

unread,
Nov 12, 2015, 10:46:38 AM11/12/15
to advent...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com, jonath...@gmail.com, Jonathan Kuntaraf

Dear Pdt. J. Kuntaraf,


Saya coba jawab tulisan Pendeta, tadi siang saya banyak membalas email diberbagai subject sehingga tidak focus dengan apa yang Pendeta tulis.


Untuk laporan department komunikasi dibuat agar diketahui public, tidak ada yang perlu disembunyikan, tuduhan pendeta yang menyatakan saya melakukan pembohongan public itu tidak benar dan bisa dijadikan sebagai pembunuhan karakter. 


Saya tidak tau, bagaimana pendeta lebih tau tentang pekerjaan saya sementara saya sendiri sebagai pelakunya. Dan yang luar biasa, pendeta tidak pernah bertanya dan berhubungan dengan saya tentang pekerjaan komunikasi yang saya lakukan dikantor UIKB.


Menjawab pertanyaan Pendeta sebelumnya, adalah benar Hope Channel GC melarang ada siaran TV Komunitas di kantor UIKB (karena tidak boleh ada 2 siaran di kantor UIKB) dan ini disampaikan oleh Pdt. J.S Peranginangin dirapat koordinasi departemen dan keputusannya ditutup atau tidak menyiar lagi.

Saya sendiri pernah melihat bunyi keputusannya baik hasil rapat board Hope Channel GC dan juga di SSD.


Soal pemancar rusak, itu hal yang wajar karena barangnya adalah barang murah dan rakitan, baru pakai 1 bulan bisa rusak dan dibetulkan kembali, selama 2 tahun kadang rusak dan terkadang bisa baik setelah diperbaiki. Karena sudah dianjurkan pimpinan untuk tidak menyiar makanya diberhentikan dalam keadaan rusak. Benar selama 2 tahun menyiar bahan yang disiarkan adalah hasil rekaman dan edit sendiri, kemudian kumpulan dari video-video Kristen lainnya dan siaran HCBN. Melalui siaran kita lakukan ada response dari pemirsa yang berada disekitar kantor UIKB, ada yang bertelephone menganjurkan agar siaran jangan kadang mati atau terkadang hidup, dan yang luar biasa, ada orang yang tinggal disekitar tebet memberikan uang sebagai persembahan oleh karena menyaksikan siaran HCBN. Yang luar biasa, ada satu yayasan anti narkoba mau memasang iklan anti narkoba dan memberikan dana penyiaran. Belum lagi pihak rt/rw dan lurah mau menitip pengumuman melalui siaran tv komunitas kita.


Sebelum pimpinan menganjurkan untuk ditutup, saya sudah bilang kepada pimpinan. Pemancar TV Komunitas sebaiknya jangan ditutup karena bisa dimanfaatkan oleh Hope Channel Indonesia untuk menyiar (apalagi pada waktu itu, saya sedang menunggu bantuan SSD sebesar us $ 30.000 yang dijanjikan untuk pengadaan alat pemancar TV Komunitas) , karena pada waktu itu Hope Channel Indonesia belum bisa menyiar melalui satelit, hanya di Indovision dan Internet. Tapi karena Pdt. J.S Peranginangin didesak dirapat GC, akhirnya kita tutup.  



2. Mohon dibantu, tulisan saya yang mana yang Pendeta maksud dengan ini:

Nah tulisan Anda memberikan indikasi bahwa para pemimpin itu dapat dibeli oleh uang; dan tulisan Anda dapat menyebabkan keraguan kepada pemimpin. Artinya Anda merendahkan pemimpin anda sendiri.  Apakah Pdt. Simorangkir menyadari itu?


3.  Mengenai pemilihan di SSD: Dr. GT NG  menyebutkan bahwa perbincangan sangat panjang.  Kemudian dari officers mengusulkan nama; dan  nama yang diusulkan adalah yang muncul dalam caucus, dan telah dievaluasi oleh officers SSD.  Kemudian semua anggota nominating bisa berbicara, dan mendiskusikan. Dan di buat voting. Setelah dibuat voting, direkomendasikan ke paripurna, Kalau ada pertanyaan, maka itu bisa ditanyakaan di paripurna. Namun tidak ada yang protes, dan telah diterima secara aklamasi. Apakah yang tidak benar dalam proses pemilihan?


Pertanyaan yang muncul dalam pertemuan petisi 50: apakah dibenarkan dirapat pemilihan, officer atau pemimpin rapat mengusulkan nama?

Apakah benar nama yang diusulkan dari hasil caucus ?

Siapa yang buat peraturan Caucus? Dan kenapa utusan dari UIKB merasa bahwasanya aspirasi diabaikan?

Maaf….ini bukan masalah yang terpilih bukan yang diharapkan. 

Tapi karena adanya unsur paksaan kehendak dari pimpinan SSD. Dan kesan ini dirasakan oleh utusan UIKB yang merupakan orang yang sudah berpengalaman diorganisasi gereja maupun di dunia luar.


Selama 5 tahun pelayanan bersama Pdt. J.S Peranginangin, beliau selalu mengedepankan keluhan dan anjuran anggota jemaat, dan beliau selalu mengajarkan kepada kami agar kita sebagai Pendeta harus percaya diri untuk selalu memimpin jemaat untuk dapat mengalami pertumbuhan rohani didalam Yesus Kristus. Kita tidak perlu berpikir negative kepada anggota yang memerlukan pelayanan lebih dari kita.


Didalam pertemuan petisi 50, saya dapat rasakan kebutuhan anggota jemaat untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik lagi dari pemimpin SSD. Saya berharap, keterangan yang lebih jelas lagi dari pihak SSD tentang apa yang terjadi dirapat pemilihan kemarin segera dilakukan, sehingga anggota jemaat dapat mengerti dan tetap setia digereja kita ini.


Jangan lupa, menurut Pak Esron Siburian, Petisi 50 bukanlah pergerakan untuk mempertahankan officer lama atau menolak officer baru. Bukan juga untuk mengajak umat keluar dari organisasi tapi, panggilan kepada pemimpin SSD untuk melayani lebih baik lagi kepada umat-umatNya.



Kuntaraf, Jonathan

unread,
Nov 12, 2015, 1:33:55 PM11/12/15
to S. Simorangkir, advent...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com, jonath...@gmail.com
Dear Pdt. Simorangkir, 

Saya akan menjawab email Anda dalam 2 bagian. Yang pertama soal laporan department komunikasi, saya akan berikan secara pribadi, dan kalau Anda akan masukkan ke milis, silahkan. Ya masing-masing yang menumbuhkan karakternya dan masing-masing yang merusak dan menunjukkan karakternya sendiri. Masalah petisi saja telah menunjukkan siapakah Pdt. Simorangkir itu. 

Jadi saya jawab soal petisi yang lebih banyak di tanyakan orang: 

1. Anda tulis, Mohon dibantu, tulisan saya yang mana yang Pendeta maksud dengan ini:

Nah tulisan Anda memberikan indikasi bahwa para pemimpin itu dapat dibeli oleh uang; dan tulisan Anda dapat menyebabkan keraguan kepada pemimpin. Artinya Anda merendahkan pemimpin anda sendiri.  Apakah Pdt. Simorangkir menyadari itu?


JK: Begitu panjang Pdt. Simorangkir memberikan pendahuluan, saya copas: 


Bagi mereka, cara dunia itu sudah biasa melakukan strategi untuk memenangkan maksud dan tujuan, contoh:

 1. Untuk mengalahkan pemimpin lokal, kita harus menundukkan atau berteman dengan pemimpinnya yang diatas.
 Bisa pakai suap dengan uang, entartain (selama berada di Indonesia), dan selalu kasih informasi-informasi yang jelek dan tidak benar tentang apa
 yang sedang terjadi. Dan akhirnya pemimpin yang dihasut tidak objective lagi didalam bertindak dan mengambil keputusan.

INTINYA UANG: Semua bisa dibeli dengan uang.

Ini berbicara mengenai pemimpin, dengan INTINYA UANG; semua bisa dibeli dengan uang, apakah bukan itu yang Anda maksudkan? Kalau bukan, tolong jelaskan hal tersebut. 

2.  Anda juga menanyakan: 

Pertanyaan yang muncul dalam pertemuan petisi 50: apakah dibenarkan dirapat pemilihan, officer atau pemimpin rapat mengusulkan nama?

Apakah benar nama yang diusulkan dari hasil caucus ?

Siapa yang buat peraturan Caucus? Dan kenapa utusan dari UIKB merasa bahwasanya aspirasi diabaikan?

Maaf….ini bukan masalah yang terpilih bukan yang diharapkan. 

Tapi karena adanya unsur paksaan kehendak dari pimpinan SSD. Dan kesan ini dirasakan oleh utusan UIKB yang merupakan orang yang sudah berpengalaman diorganisasi gereja maupun di dunia luar.


JK: A. Tidak salah pemimpin atau officers mengusulkan nama. Justru ini yang selalu berlaku. Nanti dalam pemilihan di tingkat uni juga, pemimpin rapat akan mengusulkan siapa yang akan jadi direktur Komunikasi uni. Anggota nominating committee akan memperbincangkannya, bisa goal bisa juga tidak. Anda mengetahui apa yang terjadi di GC session di San Antonio. Pdt. Ted Wilson selalu mengusulkan ketua divisi, atau vice president atau direktur department. Usulan Pdt. Ted Wilson sering diterima oleh nominating committee, tetapi bisa di tolak di paripurna seperti beberapa kali terjadi di San Antonio. Tetapi mungkin juga usulan Pdt. Ted Wilson kalah suara, seperti dalam pemilihan direktur Penerbitan. Pdt. Ted Wilson mau mempertahankan yang lama, tetapi tidak berhasil. Itu adalah dinamika pemilihan. Jadi benar, ketua bisa mengusulkan nama. 
B. Jawabannya ialah iya, semua nama pernah keluar dari caucus, namun tidak selamanya yang tertinggi untuk jabatan tersebut. Dari hasil nama yang muncul di caucus, saya bilang officers divisi menyaringnya dan mengevaluasi sesuai dengan evaluasi dari division officers terhadap nama-nama tersebut, baru diusulkan ke Nominating. 
C.  siapa yang buat peraturan caucus? Ya divisi. Saya mau sampaikan di seluruh dunia ini ada 13 divisi, dan hanya SSD dan NSD yang punya system caucus  seperti yang sekarang ini.  Tujuan caucus untuk lihat direction, tetapi bukan berarti keputusan. Mungkin saja seorang sangat menonjol dari hasil caucus, tetapi belum tentu dia yang diusulkan ke nominating. Officers yang mengevalusi  dari berbagai hal,  dan pasti ada kritaria yang dibuat oleh division officers. Pertanyaan kedua untuk ini, “Dan kenapa utusan dari UIKB merasa bahwasanya aspirasi diabaikan?” ya, utusan dari UIKB ‘kan ada preference. Umumnya semua utusan datang ke nominating dengan agenda masing-masing, dan berusaha untuk mengpromosikannya dengan sebaik mungkin; tetapi tetap anggota nominating yang ambil keputusan. Kalau tidak terpilih yang diusulkan utusan uni, sudah pasti merasa aspirasi diabaikan. Namun, kembali ini dinamika pemilihan. 
D. tidak ada unsur paksaan. Usulan officer harus di approve oleh nominating committee, dan harus diajukan ke paripurna. 

3. Anda menuliskan: "Jangan lupa, menurut Pak Esron Siburian, Petisi 50 bukanlah pergerakan untuk mempertahankan officer lama atau menolak officer baru. Bukan juga untuk mengajak umat keluar dari organisasi tapi, panggilan kepada pemimpin SSD untuk melayani lebih baik lagi kepada umat-umatNya.

JK: Satu pandangan yang lebih baik, namun bukan itu yang tertulis. Anda ‘ kan orang Komunikasi, dan mengetahui yang orang baca, yang tersurat bukan yang tersirat. Nah , Yang tertulis  dalam petisi adalah menolak keputusan nominating committee. Bahkan menganjurkan agar jangan timbang terima sampai status jadi  uni Konferens. Saya juga sudah bilang, itu petisi yang salah alamat, sebab yang memutuskan adalah session, bukan nominating committee. Nominating committee hanya recommend. Penasehat anda orang yang berpengalaman, masa tidak tahu prosedur organisasi? 

Pendeta Simorangkir, Anda masih muda, walaupun masuk petisi 50, Anda ‘kan belum 50 tahun. Masa depan masih panjang. Sebab itu berjalanlah dengan Tuhan dengan penuh kerendahan hati.Tidak pernah dengar kepada saya, sebab untuk kesekalian kalinya kita  berdialog, Anda tidak pernah merasa salah, dan merasa benar.  Namun begitu banyak anggota awam yang memberikan nasehat kepada Anda; dengarlah mereka.  Namun awam yang mengangkat kerohanian Anda, mengajak Anda memberikan pelayanan yang lebih baik; bukan awam atau penasehat yang mengajak Anda menyalahkan atasan; tanpa bukti yang jelas. 

Okay itu saja, untuk soal laporan komunikasi saya akan kirim dengan japri. 

Jonathan Kuntaraf




From: "S. Simorangkir"
Date: Thursday, November 12, 2015 at 10:45 AM
To: "advent...@googlegroups.com", "Konfer...@yahoogroups.com", "daer...@googlegroups.com"
Cc: Jonathan Kuntaraf, Jonathan Kuntaraf
Subject: Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

imanagun...@yahoo.com

unread,
Nov 12, 2015, 6:24:19 PM11/12/15
to advent...@googlegroups.com
Dear Pak Hans Mandalas, mantan dosenku na burju.

Puji Tuhan karena doa Anda mengingatkan saya akan doa-doa dari nabi Musa dan nabi Daniel. Saya membayangkan doa Anda membumbung tinggi mencapai takhta surga. Dan kemudian malaikat-malaikat surga pun boleh bersuka cita, memuji Allah, hossana haleluya, karena ada Pak Hans Mandalas sebagai nabi Musa dan nabi Daniel abad 21.

Thanks, Pak . Saya doakan agar Anda kembali sehat wal'fiat. Kampung kita ini butuh orang-orang GILA seperti anda. Gila dalam arti: Gigih, Inovatif, Luwes tapi terukur, dan A ... (aduh, saya lupa nih, Pak. Maaf ya, Pak) Haaa ....

Tuhan memberkati,

Salam,
Si-Iman
Ketapang.

------Original Message------
From: 'francky roring' via Advent Global
Sender: advent...@googlegroups.com
To: advent...@googlegroups.com
ReplyTo: advent...@googlegroups.com
Subject: Re: Tuhan kasihanilah kami, ampunilah kami.Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.
Sent: Nov 12, 2015 12:49

Dear Sir Hans,

Kami hanya bisa mendoakan dari Jauh (Banjarmasin) agar Sir cepat sembuh dan pulih kesehatan seperti sedia kala. Tetap semangat ya. Tks

Salam,
Francky Roring
Pada Rab, 11/11/15, Fred Truman P Simamora <fsim...@gmail.com> menulis:

Judul: Re: Tuhan kasihanilah kami, ampunilah kami.Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.


Kepada: advent...@googlegroups.com
Cc: daer...@googlegroups.com, "Konferens dki" <konfer...@yahoogroups.com>
Tanggal: Rabu, 11 November, 2015, 9:30 PM

Bro Hans,
Cepat sembuh, ya.
God bless you.
Salam kompak,
Fred TPSimamora
Bakrie Tower


Sent from: Lenovo P90

On Nov 11, 2015 7:24 PM, 'hansmandalas' via Advent Global
<advent...@googlegroups.com>
wrote:
>
>

> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT

> ________________________________
> From: Samuel Simorangkir <simoran...@gmail.com>
> Sender: advent...@googlegroups.com
> Date: Wed, 11 Nov 2015 17:39:08 +0700
> To: <advent...@googlegroups.com>
> ReplyTo: advent...@googlegroups.com
> Cc: <Konfer...@yahoogroups.com>;
<daer...@googlegroups.com>

> Subject: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia
Kawasan Barat.
>


> PETISI 50
>
> Jemaat GMAHK Uni Indonesia Kawasan Barat
>
>  
>
>  
>
> Petisi 50 Jemaat GMAHK Uni Indonesia Kawasan Barat
(UIKB)  adalah Kumpulan orang-orang yang keanggotaannya di
Jemaat GMAHK UIKB telah berumur rata-rata 50 tahun dengan
mempunyai pengalaman yang sangat professional didalam
pelayanan penginjilan serta mempunyai dedikasi yang tinggi
untuk kemajuan pekerjaan Tuhan di kawasan UIKB untuk
selanjutnya disebut Petisi 50.
>
>  
>

> Petisi 50 bukanlah kumpulan orang-orang yang mencari


keuntungan untuk kepentingan pribadi didalam pelayanan

pekerjaan Tuhan, Petisi 50 bukanlah kumpulan orang-orang


yang haus akan kekuasaan dan ambisi didalam politik yang

menyesatkan. Tetapi Petisi 50 adalah kumpulan orang-orang

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

anp...@gmail.com

unread,
Nov 12, 2015, 6:55:46 PM11/12/15
to Taslym Jambak, Kunt...@gc.adventist.org, S. Simorangkir, Advebt Gkibal, Konfrence DKI, daer...@googlegroups.com, jonath...@gmail.com
Dear udo..Taslym yg gelisah,

Saya kasih komentar sedikit.., menurut apa yg saya baca..apa yg dituturkan Pdt. Kuntaraf. Adalah meluruskan dan mengklarifikasi masalah..sesuai dengan aturan di organisasi..jadi tidak untuk memancing pertengkaran!.

Bahkan ada yg sifatnya agak internal sesama pelayan di Organisasi..di kirim secara japri.

Justru yg membuat iman saya jadi kendor dan kurang hormat bagi para pimpinan sekarang ( tidak semua)..APAKAH ETHIS MENJELEKAN PIMPinan SEnDIRI??!!!, di muka/forum umum. Kalau kita tidak nyaman di Organisasi itu keluar dan cari zone aman bagi kita..

Apakah Ethis membawa suara /mengatas namakan perwakilan UIKB seperti yg diuraikan dalam Petisi 50!!.

Saya sedih melihat cara permainan politik kotor begini..saya memang bisa mengerti bagaimana kecewanya karena usulan nama yg di usung tidak goal ( nama: pdt MS, Pdt SS, BS) untuk officer.. tetapi dalam berorganisasi ada yg kalah dan ada yg menang..tergantung bagaimana utusan meyakinkan para pemilih dan Pimpinan..

Maaf bagi suku tertentu, saya bukan Penghianat bangsa, TEtapi Pelurus Bangsa..

Sampai disini dulu..saya mau kerja..sampai jumpa..di lain waktu.

Salam Persaudaraan dalam Yesus,

Anpan, Bintaro
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: "Taslym Jambak taslym...@gmail.com [Konferens-DKI]" <Konferens-...@yahoogroups.com>
Date: Fri, 13 Nov 2015 05:10:37 +0700
ReplyTo: Taslym Jambak <taslym...@gmail.com>
Subject: Bls: [Konferens-DKI] Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

 

Saya anggota awam dan tidak tau apa2, heran membaca pdt sama pdt bertengkar di email ini, dimana letak pelayanan dan kerendahan hati itu, soal2 pribadi jangan di email ini, di japri aja masing2. Contoh yang tidak baik, dan sering terjadi. Namanya Hamba2 Tuhan. Bagaimana ini, atau inikah kelengkapan nubuatan itu. Terima kasih, Selemat hari persiapan Sabat Semua. Taslym Jambak 

Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya.
Dari: 'Kuntaraf, Jonathan' Kunt...@gc.adventist.org [Konferens-DKI]
Terkirim: Jumat, 13 November 2015 01:33
Balas Ke: Kuntaraf, Jonathan
Perihal: [Konferens-DKI] Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan
Barat.

__._,_.___

Posted by: Taslym Jambak <taslym...@gmail.com>
======================================================================
Amsal 16:32  "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."
Yakobus 1:19, 20 "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah."
======================================================================
Yahoo! Groups

.

__,_._,___

satar sinaga

unread,
Nov 12, 2015, 7:17:29 PM11/12/15
to advent...@googlegroups.com, Taslym Jambak, Kunt...@gc.adventist.org, S. Simorangkir, Konfrence DKI, daer...@googlegroups.com, jonath...@gmail.com

--
lihat aja1.jpg

samuel simorangkir

unread,
Nov 12, 2015, 9:11:11 PM11/12/15
to advent...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com, jonath...@gmail.com
Dear Pdt. J. Kuntaraf dan pak Taslym,

Mohon maaf pak Taslym, ijinkan saya meresponse tulisan Pdt. J. Kuntaraf.

Puji Tuhan, terimakasih karena Pdt. J. Kuntaraf bisa melihat karakter saya yang baik melalui pelayanan saya sebagai Pendeta di Petisi 50.
Anggota jemaat itu harus kita perhatikan dan kita doakan apalagi ketika mereka meminta untuk diperhatikan. Mereka adalah umat Tuhan yang baik dan tulus melayani.
Kalau Pendeta J. Kuntaraf masih mengingat pengalaman bekerja dijemaat, pasti punya pengalaman seperti saya.

Ada anggota yang marah dan kirim surat kepada saya, tidak mau bertemu dengan Pendeta lagi karena Pendeta sombong dan tidak peduli dengan dia. Hal ini dia ceritakan kepada semua orang tidak langsung kepada saya, dia katakan: Pendeta Simorangkir hanya memperhatikan orang-orang kaya saja.
Lalu, tanpa tunggu waktu lama, saya segera mendatangi rumahnya, dia terkejut, lalu saya kasih waktu banyak untuk mendengar isi hatinya dan saya meminta maaf, saya ceritakan bahwasanya saya pernah kerumahnya tapi tidak bertemu, kemudian dia merasa puas dan kamipun akhirnya saling meminta maaf dan saling berdoa.

Benar, saya belum termasuk anggota Petisi 50, karena tahun depan umur saya baru genap 50 tahun, kemarin sudah saya ceritakan disubject lain bahwasanya saya dan teman-teman Pendeta mendapat undangan, kami hadir disana dan memberikan arahan agar jangan sampai menyalahi Firman Tuhan dan aturan gereja. 

2 hari sebelumnya saya ucapkan selamat kepada officer baru dan berterimakasih kepada officer lama, tapi setelah beberapa hari dan didalam pertemuan Petisi 50 saya mendengar keluh kesah anggota oleh karena diperlakukan tidak benar diacara pemilihan officer UIKB di SSD, hati saya merasa sedih. Sedih melihat perasaan anggota yang hatinya terluka, sedih melihat cara pimpinan yang sepertinya kurang pas melayani jemaat di UIKB khususnya utusan yang hadir dirapat SSD. Sepertinya para pemimpin sudah menunjukkan "Kingly Power" bukan lagi "Servent Leader". Hal ini sudah terlihat dari keterangan Pdt. J. Kuntaraf sendiri yang sudah bertanya dengan Pdt. Gt.Ng.

Belum lagi pengalaman tahun lalu yang saya ingat, anggota bertanya melalui video report yang dipresentasikan dirapat akhir tahun SSD 2014, kenapa UIKB belum Konferens? setelah video diperlihatkan dihadapan pimpinan-pimpinan SSD dan GC, tiba-tiba Pdt. J. Lubis berbicara: no…no…no saya lebih tau tentang UIKB, UIKB belum saatnya menjadi Konferens. (Kita sangat kecewa mendengar sikap Pdt. J. Lubis seperti itu).

Dan dirapat UIKB 2015, Pdt. W. Mandolang bilang, file permohonan UIKB untuk menjadi konferens sudah saya serahkan dan diterima SSD. Kenapa waktunya begitu lama, padahal sudah diputuskan satu tahun sebelumnya. Jangan-jangan, ini motive pimpinan SSD untuk tidak menjadikan UIKB menjadi konferens agar pemilihan officer UIKB ditentukan oleh SSD sendiri (dengan cara yang Pdt. J. Kuntaraf sudah jelaskan). Semua syak wasangka maupun praduga ini harus segera diklarifikasi.

Sebagai Pendeta kita harus tunjukkan sikap simpati dan empati, sekarang kita tinggal tunggu pemimpin dari SSD dan GC, apakah mereka adalah Pendeta sejati seperti Tuhan Yesus Kristus yang mau segera meninggalkan tahtanya, menemui dombaNya.

Oh iya....perlu diklarfikasi informasi yang Pdt. J. Kuntaraf tuliskan dimilis ini, tulisan Pendeta bisa menyesatkan anggota dan bisa disebut pembohongan public.
Tidak benar pemilihan di GC seperti yang Pendeta ceritakan. Nama tidak langsung diberikan oleh Pdt. Ted Wilson, nama itu datang dari anggota nominating kata utusan Indonesia yang hadir dan menjadi anggota nominating di GC San Antonio beberapa bulan lalu. Pdt. J. Kuntaraf pada waktu itu bukanlah anggota nominating, jadi tidak tau apa yang terjadi dirapat tersebut.

Belum lagi tentang pemilihan direktur departemen UIKB, Pdt. J.S Peranginangin 5 tahun lalu tidak pernah menyebutkan nama siapa-siapa yang akan menjadi direktur departemen di UIKB.

Proses pemilihan di SSD jelas sudah menyalahi aturan main, pemimpin rapat memiliki kreteria sendiri didalam memilih pemimpin, anggota nominating tidak dilibatkan. 


2. Mengenai tulisan: Intinya Uang: Semuanya bisa dibeli dengan uang.

Jelas membicarakan tentang pemimpin dan oknum yang memberikan uang atau pelayanan kepada pemimpin.
Saya menceritakan, adalah biasa bagi anggota melihat cara dunia seperti itu.
Tapi saya tidak bilang itu orang SSD atau GC. Pdt. J. Kuntaraf yang menyimpulkan seperti itu.

3. Didalam pertemuan mereka menerangkan, tujuan dari petisi tidaklah mempertahankan agar Pdt. J.S Peranginangin dan officer lainnya tetap menjadi officer yang akan bekerja hingga 2020. Tujuan dari petisi tidak juga membenci atau tidak menerima officer baru, Pdt. Wendel Mandolang dan lainnya untuk bekerja hingga 2020. Inti permasalahan adalah, pemimpin di SSD telah mempraktekkan hal-hal yang tidak benar dalam melakukan proses pemilihan.

Memang diakui, alasan diatas berbeda dengan bunyi dari isi petisi, namun mereka menjelaskan bahwasanya akan ada keterangan diberikan selanjutnya.

Didalam pertemuan, Bpk Esron Siburian menegaskan bahwasanya untuk melakukan pembetulan tidak dengan cara keluar dan membuat "sekoci" baru, tapi tetap berada didalam organisasi GMAHK dan bertujuan menjadikan UIKB menjadi Konferens Uni Kawasan Barat sesuai dengan aturan main organisasi GMAHK dan juga sesuai dengan aturan main dari negara Repulik Indonesia.


Sekali lagi, informasi yang diberikan tidaklah 'titik'. Silahkan menghubungi Bpk Esron Siburian jikalau ada pertanyaan dan saran lainnya.

Salam berkat,

Pdt. S. Simorangkir

Ramon

unread,
Nov 12, 2015, 11:23:32 PM11/12/15
to samuel simorangkir, advent...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com, jonath...@gmail.com
Dear Pdt Simorangkir,

Seingat saya, kami awam diajarkan untuk mendukung organisasi karena organisasi. Apa pun yang diputuskan organisasi adalah seizin yang memilikinya yaitu Tuhan. Setiap pemilihan, setiap pengelolaan, kebijakan dan langkah adalah tidak main-main karena semua dijalankan dengan iman, pakai doa, dan berlandaskan firman demi tujuan pelayanan. Walaupun telihat seakan salah sekalipun, tetaplah dukung. Biarlah yang bersalah akan bertanggungjawab sendiri kepada Tuhan sementara kita menerima ap yang sudah diputuskan dengan penurutan Kristus. 
 Walaupun jujur banyak hal berkaitan pelaku2 organisasi ini membuat tawar hati, kami coba terus lakukan hal itu karena iman bhw Tuhan hanya punya satu jemaat yang dipakai untuk pekerjaan terakhir: GMAHK. Tidak ada yang lain.

Namun sekarang terlihat dari perspektif saya beberapa pimpinan sedang melakukan lain dari apa yang diajarkan, dan sedang tidak menerima hasil rapat yang pasti diakui oleh pimpinan sendiri telah dipimpin Roh kudus. Ketidak-terimaan hasil rapat yng dilakukan secara voting dan demokratis adalah suatu hal yang buruk dalam berorganisasi. 

Namun dalam hal ini ada satu "tiket" yang sepertinya dipegang oleh pdt Simorangkir dkk pendukung petisi 50, yang menjadi alasan mengapa mereka menolak hasil rapat: Adanya indikasi kecurangan dan politik suap dalam pemilihan. 

Walaupun hal ini pun sebenarnya terlambat disampaikan karena harusnya dilontarkan sebelum keputusan diambil dan diumumkan, baiknya pihak petisi 50 menerangkan berdasarkan fakta, bukti dan saksi yang mendukung tuduhannya. Selama ini belum didengar kesaksian utusan yang HADIR, karena merekalah yang paling pantas berkomentar krn menyaksikan langsung kecurangan yang disebut. Sejauh ini belum muncul sama sekali orang2 teraebut di forum ini untuk didengar kesaksiannya. Tentunya kesaksian dari merekalah yang paling kuat bukan dari Pdt Simorangkir yang selama ini menjadi seakan ujung tombak petisi 50, karena Pdt Simorangkir tidak hadir di rapat. 

Pihak petisi 50 tentu mendengar langsung keluhan dari saksi2 tsb. Dan karena ini ditumpahkan kepada umum, dan tidak ada dalam struktur kita bentuk mahkamah untuk meluruskan hal ini, biarlah umum juga yang sudah dipaksa menjadi saksi kini mendengar alasan mereka secara objektif agar pihak petisi 50 dan pdt simorangkir pun tidak terlihat sebagai pemecah persatuan. Sejauh ini diskusi pun sudah melebar sampai ke hal2 lainnya dan kita semakin tidak objektif pula sampai mengarah ke prestasi pribadi, dll. 

Jika memang saksi yang hadir di rapat tidak hadir menjelaskan kepada umum dengan bukti otentik dan objektif dan menjelaskan pelanggaran2 apa yng sudah dibuat pada saat komite (siapa pun utusan kami belum mengenal), sebaiknya upaya petisi dihentikan demi persatuan karena bukti tidak ada. Tuduhan menjadi tidak beralasan sama sekali dan pihak petisi pun sudah masuk ke ranah baru yaitu pencemaran nama baik terhadap pimpinannya sendiri. 

Jangan dulu buru-buru masuk ke hal lain yng seakan dipaksakan. MOTIF nya untuk ganti status Konferens Uni pun harus benar bukan karena tuduhan kosong lalu sakit hati. Kalau pun terbukti tentu kita bisa duduk bersama kembali untuk memutuskan langkah selanjutnya.
Mohon segera diambil tindakan agar tidak berlama-lama dan kita bisa bersama kembali.

God bless
Ramon Tengkano

Sent from my iPhone
JK: Satu pandangan yang lebih baik, namun bukan=

Simon Tarmidi

unread,
Nov 13, 2015, 1:46:19 AM11/13/15
to swidj...@gmail.com, Taslym Jambak, Kuntaraf, Jonathan, simoran...@gmail.com, advent...@googlegroups.com, konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com, jonath...@gmail.com
ini tanggapan saya pribadi setelah melihat, mengamati, memperhatian, menimbang dan berpendapat bahwa 'P50'  yang diposting di milis ini dan beberapa WG grou, GMAHK group saya menyatakan ini adalah 'virus demokari GMAHK', itu bisa berubah menjadi Tumor dan selanjutnya Cancer Organisasi,

saya kutip pernyataan pada poin nomor 1, sbb . "Menolak hasil keputusan Nominating SSD'.

nomor 2 dst sampai nomor 7.... P50 saya menilai permintaan secara paksa (memaksa)," meng ancaman". ...."apabila dalam batas waktu tsb belum disetujui ,  kami akan membentuk konfrens yg berlaku di Indonesia". date linenya 31 Desember 2015.

Saat saya membaca milis tsb, hati saya miris, sedih, saya bertanya adakan para petinggi GMAHK disana, "kemarin kami di kantor gereja berdiskusi, jawabnya "ada" mereka ada disana bersama kaum awam, saya bertanya lagi dlm hati 'loh kok begitu'. bagaimana sih sdr/i kami dan kaum awam ini. konsensus gereja ini selalu dimulai di gereja, kantor gereja, pemimpin gereja. pak ketua uni saja sudah legowo, iklas dan mendukung kepemimpinan baru. Rapat SSD pun sudah selesai smua berlangsung secara mengikuti peraturan GMAHK yang berlaku, fair, normal dan terbuka dan demokatis.

Sebagai gemerasi kelompok menengah (saya berusia 52 th)  an, saya bersyukur mengenal, memiliki Peraturan gereja, peraturan organisasi dan para pemimoin yang rohani. Terimakasih saya sampaikan pada pak guru dan dosen saya, Pdt JKuntaraf (trims Sir, trims pak guru, trims pak Pdt. Kuntaraf), yang masih terpanggil dengan hati nurani yang suci dan mendalam, walau sudah pensiun, tetapi masih mau menggembalakan kami, mengasuh dan membimbing serta membela kebenaran peraturan ini, membela dan mempersatukan bahtera gereja dan umat keseluruhan "GMAHK se Dunia dan di UIKB" ini untuk tetap utuh dan kondusif.

Kmi berdoa semoga Bp Kuntaraf akan terus bersemangat, memberikan pencerahan, petunjuk, pengarahan dan nasehat2 nya, kami melihat umat ini telah di tegak luruskan melalui Pernyataan, Tulisan, email yang kami baca dan terima selama ini, Semoga Bapak tetap sehat dan diberkati dengan hikmat, akal budi dan kebenaran. Bagi saya pribadi bapak telah menjadi Rasul Paulur Modern, ditengah konflik, idialis, nasionali dan perkembangan jemaat ini untuk tetap utuh dan bersatu.

Hati saya di teguhkan dengan email dan tulisan2 yang Pdt J Kuntaraf berikan dari masalah Petisi 50 yang sedang kita hadapi ini. Saya hanya bisa berdoa dan berharap "TUHAN kiranya akan tetap memelihara, "biji mataNya', Buah hatiNya, Umat PilihanNya, GMAHK'. jarena didepan sedang akan ada acara besar "KONFERENSI UIKB akhir Nopember ini dilanjutkan dengan Konferensi 10 Daerah/Konfrence di UIKB di bulan Desember dan awal Januri 2016.
kami berharap semua program dan rencana kegiatan dapat berjalan sesuai dengan sekedul yang sudah dirancang dari SSD, dan UIKB dst sampai ke Daerah2 dan Jemaat2.

Salam dan doa
STarmidi, Tarigan :
Sahabat guru, murid dan umat di gmahk sumatera utara.




Dari: "swidj...@gmail.com [Konferens-DKI]" <Konferens-...@yahoogroups.com>
Kepada: Taslym Jambak <taslym...@gmail.com>; "Kuntaraf, Jonathan" <Kunt...@gc.adventist.org>; "simoran...@gmail.com" <simoran...@gmail.com>; advent...@googlegroups.com; "konfer...@yahoogroups.com" <konfer...@yahoogroups.com>; daer...@googlegroups.com
Cc: jonath...@gmail.com
Dikirim: Jumat, 13 November 2015 6:08
Judul: Re: Bls: [Konferens-DKI] Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

 

Dear sdr Taslym Jambak.

Saya hanya melihat tulisan Pdt Kuntaraf meluruskan berita yg ditulis dan ditanyakan. agar jangan sampai ada di salah mengerti, sebab dampak tulisan di milis itu bisa menimbulkan interpretasi yang berbeda dan sangat beresiko buat kerohanian Umat ke depannya.

Maka itu sebaiknya anda jangan berkomentar dan apalagi mematikan karakter Hamba Tuhan yang meluruskan suatu berita dan issue yang sedang hangat dalam milis ini.

Buat pak Taslym (jika) ini dianggap pertengkaran agaknya berlebihan pemikiran dan komentar anda itu...

Manalah sama kelingking dan telunjuk ? Terkecuali telunjuk itu menunjuk dan kelingking berkait, maka pendapat anda itu benar dan mungkin anda sudah memiliki pengalaman seperti hal itu, makanya anda berpendapat demikian buat Hamba Tuhan seperti dituliskan dibawah ini ?

Marilah kita berdoa buat setiap orang yang membawa damai dan jauhkanlah sifat utk menambah keruh suasana di milis ini.

Kiranya Tuhan memberkati kita semua.

Salam,
Stevanus
Mt Moriah

Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "Taslym Jambak taslym...@gmail.com [Konferens-DKI]" <Konferens-...@yahoogroups.com>
Date: Fri, 13 Nov 2015 05:10:37 +0700
ReplyTo: Taslym Jambak <taslym...@gmail.com>


Subject: Bls: [Konferens-DKI] Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

 
Saya anggota awam dan tidak tau apa2, heran membaca pdt sama pdt bertengkar di email ini, dimana letak pelayanan dan kerendahan hati itu, soal2 pribadi jangan di email ini, di japri aja masing2. Contoh yang tidak baik, dan sering terjadi. Namanya Hamba2 Tuhan. Bagaimana ini, atau inikah kelengkapan nubuatan itu. Terima kasih, Selemat hari persiapan Sabat Semua. Taslym Jambak 

Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya.
Dari: 'Kuntaraf, Jonathan' Kunt...@gc.adventist.org [Konferens-DKI]
Terkirim: Jumat, 13 November 2015 01:33
Balas Ke: Kuntaraf, Jonathan
Perihal: [Konferens-DKI] Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan
Barat.
__._,_.___

Posted by: swidj...@gmail.com
======================================================================
Amsal 16:32  "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."
Yakobus 1:19, 20 "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah."
======================================================================

.

__,_._,___


mmarbun29

unread,
Nov 13, 2015, 4:07:20 AM11/13/15
to advent...@googlegroups.com
Moderator,  tolong masukan email ini:
Luke harahap @yahoo.com 
Thanks 



Sent via the Samsung GALAXY S®4, an AT&T 4G LTE smartphone
Salam berkat,

Pdt. S. Simorangkir

On Nov 13, 2015, at 1:33 AM, Kuntaraf, Jonathan <Kunt...@gc.adventist.org> wrote:

Dear Pdt. Simorangkir, 

Saya akan menjawab email Anda dalam 2 bagian. Yang pertama soal laporan department komunikasi, saya akan berikan secara pribadi, dan kalau Anda akan masukkan ke milis, silahkan. Ya masing-masing yang menumbuhkan karakternya dan masing-masing yang merusak dan menunjukkan karakternya sendiri. Masalah petisi saja telah menunjukkan siapakah Pdt. Simorangkir itu. 

Jadi saya jawab soal petisi yang lebih banyak di tanyakan orang: 

1. Anda tulis, Mohon dibantu, tulisan saya yang mana yang Pendeta maksud dengan ini:
Nah tulisan Anda memberikan indikasi bahwa para pemimpin itu dapat dibeli oleh uang; dan tulisan Anda dapat menyebabkan keraguan kepada pemimpin. Artinya Anda merendahkan pemimpin anda sendiri.  Apakah Pdt. Simorangkir menyadari itu?

JK: Begitu panjang Pdt. Simorangkir memberikan pendahuluan, saya copas: 

Bagi mereka, cara dunia itu sudah biasa melakukan strategi untuk memenangkan maksud dan tujuan, contoh:

 1. Untuk mengalahkan pemimpin lokal, kita harus menundukkan atau berteman dengan pemimpinnya yang diatas.
 Bisa pakai suap dengan uang, entartain (selama berada di Indonesia), dan selalu kasih informasi-informasi yang jelek dan tidak benar tentang apa
 yang sedang terjadi. Dan akhirnya pemimpin yang dihasut tidak objective lagi didalam bertindak dan mengambil keputusan.

INTINYA UANG: Semua bisa dibeli dengan uang.

Ini berbicara mengenai pemimpin, dengan INTINYA UANG; semua bisa dibeli dengan uang, apakah bukan itu yang Anda maksudkan? Kalau bukan, tolong jelaskan hal tersebut. 

2.  Anda juga menanyakan: 

Pertanyaan yang muncul dalam pertemuan petisi 50: apakah dibenarkan dirapat pemilihan, officer atau pemimpin rapat mengusulkan nama?
Apakah benar nama yang diusulkan dari hasil caucus ?
Siapa yang buat peraturan Caucus? Dan kenapa utusan dari UIKB merasa bahwasanya aspirasi diabaikan?
Maaf….ini bukan masalah yang terpilih bukan yang diharapkan. 
Tapi karena adanya unsur paksaan kehendak dari pimpinan SSD. Dan kesan ini dirasakan oleh utusan UIKB yang merupakan orang yang sudah berpengalaman diorganisasi gereja maupun di dunia luar.

JK: A. Tidak salah pemimpin atau officers mengusulkan nama. Justru ini yang selalu berlaku. Nanti dalam pemilihan di tingkat uni juga, pemimpin rapat akan mengusulkan siapa yang akan jadi direktur Komunikasi uni. Anggota nominating committee akan memperbincangkannya, bisa goal bisa juga tidak. Anda mengetahui apa yang terjadi di GC session di San Antonio. Pdt. Ted Wilson selalu mengusulkan ketua divisi, atau vice president atau direktur department. Usulan Pdt. Ted Wilson sering diterima oleh nominating committee, tetapi bisa di tolak di paripurna seperti beberapa kali terjadi di San Antonio. Tetapi mungkin juga usulan Pdt. Ted Wilson kalah suara, seperti dalam pemilihan direktur Penerbitan. Pdt. Ted Wilson mau mempertahankan yang lama, tetapi tidak berhasil. Itu adalah dinamika pemilihan. Jadi benar, ketua bisa mengusulkan nama. 
B. Jawabannya ialah iya, semua nama pernah keluar dari caucus, namun tidak selamanya yang tertinggi untuk jabatan tersebut. Dari hasil nama yang muncul di caucus, saya bilang officers divisi menyaringnya dan mengevaluasi sesuai dengan evaluasi dari division officers terhadap nama-nama tersebut, baru diusulkan ke Nominating. 
C.  siapa yang buat peraturan caucus? Ya divisi. Saya mau sampaikan di seluruh dunia ini ada 13 divisi, dan hanya SSD dan NSD yang punya system caucus  seperti yang sekarang ini.  Tujuan caucus untuk lihat direction, tetapi bukan berarti keputusan. Mungkin saja seorang sangat menonjol dari hasil caucus, tetapi belum tentu dia yang diusulkan ke nominating. Officers yang mengevalusi  dari berbagai hal,  dan pasti ada kritaria yang dibuat oleh division officers. Pertanyaan kedua untuk ini, “Dan kenapa utusan dari UIKB merasa bahwasanya aspirasi diabaikan?” ya, utusan dari UIKB ‘kan ada preference. Umumnya semua utusan datang ke nominating dengan agenda masing-masing, dan berusaha untuk mengpromosikannya dengan sebaik mungkin; tetapi tetap anggota nominating yang ambil keputusan. Kalau tidak terpilih yang diusulkan utusan uni, sudah pasti merasa aspirasi diabaikan. Namun, kembali ini dinamika pemilihan. 
D. tidak ada unsur paksaan. Usulan officer harus di approve oleh nominating committee, dan harus diajukan ke paripurna. 

3. Anda menuliskan: "Jangan lupa, menurut Pak Esron Siburian, Petisi 50 bukanlah pergerakan untuk mempertahankan officer lama atau menolak officer baru. Bukan juga untuk mengajak umat keluar dari organisasi tapi, panggilan kepada pemimpin SSD untuk melayani lebih baik lagi kepada umat-umatNya.

JK: Satu pandangan yang lebih baik, namun bukan=

roni sihotang

unread,
Nov 13, 2015, 6:19:32 AM11/13/15
to advent...@googlegroups.com
sangat setuju pendapat pendapat Sdr. Ramon Tengkano.... biarlah yang hadir langsung menguraikan "proses atau hal-hal yang terjadi dalam sistim dan tata cara yang dilakukan jelang pemilihan". Supaya tidak ada (tetap mungkin ada) salah tanggap. Bersuara-lah Saudara utusan. Katakanlah...katakan sejujurnya... untuk apa kita begini dan begitu. Kalau prosesnya memang ada kecurangan... perlu dikoreksi.

Terima kasih.

Ronny Sihotang



--

mmarbun29

unread,
Nov 13, 2015, 9:05:30 PM11/13/15
to advent...@googlegroups.com
Moderator tolong masukan :lukeh...@yahoo.com 



Sent via the Samsung GALAXY S®4, an AT&T 4G LTE smartphone


-------- Original message --------
JK: Satu pandangan yang lebih baik, namun bukan itu yang tertulis. Anda ‘ kan orang Komunikasi, dan mengetahui yang orang baca, yang tersurat bukan yang tersirat. Nah , Yang tertulis  dalam petisi adalah menolak keputusan nominating committee. Bahkan menganjurkan agar jangan timbang terima sampai status jadi  uni Konferens. Saya juga sudah bilang, itu petisi yang salah alamat, sebab yang memutuskan adalah session, bukan nominating committee. Nominating committee hanya recommend. Penasehat anda orang yang berpengalaman, masa tidak tahu prosedur organisasi? 

Pendeta Simorangkir, Anda masih muda, walaupun masuk petisi 50, Anda ‘kan belum 50 tahun. Masa depan masih panjang. Sebab itu berjalanlah dengan Tuhan dengan penuh kerendahan hati.Tidak pernah dengar kepada saya, sebab untuk kesekalian kalinya kita  berdialog, Anda tidak pernah merasa salah, dan merasa benar.  Namun begitu banyak anggota awam yang memberikan nasehat kepada Anda; dengarlah mereka.  Namun awam yang mengangkat kerohanian Anda, mengajak Anda memberikan pelayanan yang lebih baik; bukan awam atau penasehat yang mengajak Anda menyalahkan atasan; tanpa bukti yang jelas. 

Okay itu saja, untuk soal laporan komunikasi saya akan kirim dengan japri. 

Jonathan Kuntaraf




From: "S. Simorangkir"
Date: Thursday, November 12, 2015 at 10:45 AM
To: "advent...@googlegroups.com", "Konfer...@yahoogroups.com", "daer...@googlegroups.com"
Cc: Jonathan Kuntaraf, Jonathan Kuntaraf
Subject: Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

Dear Pdt. J. Kuntaraf,

Saya coba jawab tulisan Pendeta, tadi siang saya banyak membalas email diberbagai subject sehingga tidak focus dengan apa yang Pendeta tulis.

Untuk laporan department komunikasi dibuat agar diketahui public, tidak ada yang perlu disembunyikan, tuduhan pendeta yang menyatakan saya melakukan pembohongan public itu tidak benar dan bisa dijadikan sebagai pembunuhan karakter. 

Saya tidak tau, bagaimana pendeta lebih tau tentang pekerjaan saya sementara saya sendiri sebagai pelakunya. Dan yang luar biasa, pendeta tidak pernah bertanya dan berhubungan dengan saya tentang pekerjaan komunikasi yang saya lakukan dikantor UIKB.

Menjawab pertanyaan Pendeta sebelumnya, adalah benar Hope Channel GC melarang ada siaran TV Komunitas di kantor UIKB (karena tidak boleh ada 2 siaran di kantor UIKB) dan ini disampaikan oleh Pdt. J.S Peranginangin dirapat koordinasi departemen dan keputusannya ditutup atau tidak menyiar lagi.
Saya sendiri pernah melihat bunyi keputusannya baik hasil rapat board Hope Channel GC dan juga di SSD.

Soal pemancar rusak, itu hal yang wajar karena barangnya adalah barang murah dan rakitan, baru pakai 1 bulan bisa rusak dan dibetulkan kembali, selama 2 tahun kadang rusak dan terkadang bisa baik setelah diperbaiki. Karena sudah dianjurkan pimpinan untuk tidak menyiar makanya diberhentikan dalam keadaan rusak. Benar selama 2 tahun menyiar bahan yang disiarkan adalah hasil rekaman dan edit sendiri, kemudian kumpulan dari video-video Kristen lainnya dan siaran HCBN. Melalui siaran kita lakukan ada response dari pemirsa yang berada disekitar kantor UIKB, ada yang bertelephone menganjurkan agar siaran jangan kadang mati atau terkadang hidup, dan yang luar biasa, ada orang yang tinggal disekitar tebet memberikan uang sebagai persembahan oleh karena menyaksikan siaran HCBN. Yang luar biasa, ada satu yayasan anti narkoba mau memasang iklan anti narkoba dan memberikan dana penyiaran. Belum lagi pihak rt/rw dan lurah mau menitip pengumuman melalui siaran tv komunitas kita.

Sebelum pimpinan menganjurkan untuk ditutup, saya sudah bilang kepada pimpinan. Pemancar TV Komunitas sebaiknya jangan ditutup karena bisa dimanfaatkan oleh Hope Channel Indonesia untuk menyiar (apalagi pada waktu itu, saya sedang menunggu bantuan SSD sebesar us $ 30.000 yang dijanjikan untuk pengadaan alat pemancar TV Komunitas) , karena pada waktu itu Hope Channel Indonesia belum bisa menyiar melalui satelit, hanya di Indovision dan Internet. Tapi karena Pdt. J.S Peranginangin didesak dirapat GC, akhirnya kita tutup.  


2. Mohon dibantu, tulisan saya yang mana yang Pendeta maksud dengan ini:
Nah tulisan Anda memberikan indikasi bahwa para pemimpin itu dapat dibeli oleh uang; dan tulisan Anda dapat menyebabkan keraguan kepada pemimpin. Artinya Anda merendahkan pemimpin anda sendiri.  Apakah Pdt. Simorangkir menyadari itu?

3.  Mengenai pemilihan di SSD: Dr. GT NG  menyebutkan bahwa perbincangan sangat panjang.  Kemudian dari officers mengusulkan nama; dan  nama yang diusulkan adalah yang muncul dalam caucus, dan telah dievaluasi oleh officers SSD.  Kemudian semua anggota nominating bisa berbicara, dan mendiskusikan. Dan di buat voting. Setelah dibuat voting, direkomendasikan ke paripurna, Kalau ada pertanyaan, maka itu bisa ditanyakaan di paripurna. Namun tidak ada yang protes, dan telah diterima secara aklamasi. Apakah yang tidak benar dalam proses pemilihan?

Pertanyaan yang muncul dalam pertemuan petisi 50: apakah dibenarkan dirapat pemilihan, officer atau pemimpin rapat mengusulkan nama?
Apakah benar nama yang diusulkan dari hasil caucus ?
Siapa yang buat peraturan Caucus? Dan kenapa utusan dari UIKB merasa bahwasanya aspirasi diabaikan?
Maaf….ini bukan masalah yang terpilih bukan yang diharapkan. 
Tapi karena adanya unsur paksaan kehendak dari pimpinan SSD. Dan kesan ini dirasakan oleh utusan UIKB yang merupakan orang yang sudah berpengalaman diorganisasi gereja maupun di dunia luar.

Selama 5 tahun pelayanan bersama Pdt. J.S Peranginangin, beliau selalu mengedepankan keluhan dan anjuran anggota jemaat, dan beliau selalu mengajarkan kepada kami agar kita sebagai Pendeta harus percaya diri untuk selalu memimpin jemaat untuk dapat mengalami pertumbuhan rohani didalam Yesus Kristus. Kita tidak perlu berpikir negative kepada anggota yang memerlukan pelayanan lebih dari kita.

Didalam pertemuan petisi 50, saya dapat rasakan kebutuhan anggota jemaat untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik lagi dari pemimpin SSD. Saya berharap, keterangan yang lebih jelas lagi dari pihak SSD tentang apa yang terjadi dirapat pemilihan kemarin segera dilakukan, sehingga anggota jemaat dapat mengerti dan tetap setia digereja kita ini.

Jangan lupa, menurut Pak Esron Siburian, Petisi 50 bukanlah pergerakan untuk mempertahankan officer lama atau menolak officer baru. Bukan juga untuk mengajak umat keluar dari organisasi tapi, panggilan kepada pemimpin SSD untuk melayani lebih baik lagi kepada umat-umatNya.


Salam berkat,

Pdt. S. Simorangkir

imanagun...@yahoo.com

unread,
Nov 14, 2015, 7:40:47 PM11/14/15
to advent...@googlegroups.com
Dear Pak Pdt. Samuel Simorangkir,

Ijinkan saya merespon Anda secara langsung dan terbuka. Bukan untuk menggurui Anda, bukan juga untuk merendahkan martabat seorang pendeta. Anggap sajalah ini bincang-bincang sesama umat Allah.

Saya bukanlah seorang pelawak. Tapi kadal dan biawak mungkin perlu juga mendengar ocehan cicak tentang buaya dan komodo yang saling berlomba memburu katak. Kakkakkakkk ...!


Berikut adalah komentar ringkas saya terhadap email Anda tersebut:

1). Kenapa kalau ada pertanyaan harus bertanya langsung kepada Pak Esron Siburian sebagai Ketua Petisi 50? Apa hebatnya rupanya seorang Ketua Petisi 50 itu sehingga Sekretaris Petisi 50 kayaknya gak boleh atau gak bisa atau takut menjawab pertanyaan? Anda juga kayaknya lebih hebat dari Pak Esron Siburian. Apa Anda gak sadar itu? Masa' sih? Hi hi hi ...

Saya sebenarnya ada banyak pertanyaan, tapi saya gak merasa perlu bertanya pada Pak Esron Siburian tentang Petisi 50. Kalau pun saya bertemu dengan Pak Esron Siburian, maka bukan hal-hal yang berkaitan dengan Petisi 50 yang akan saya tanyakan kepadanya. Saya hanya akan menanyakan kepadanya, "Bagaimana kabar semua anak dan cucu dari Namboruku?" Itu saja pertanyaan saya kepadanya kalau saya bertemu dengannya. Ha ha ha .... Tapi kalau dia ngotot untuk meminta pendapat saya tentang Petisi 50, maka saya akan bilang, "Petisi 50 tak perlu dilanjutkan." Tentu saja saya punya beberapa alasan dan pertimbangan untuk memberikan jawaban itu. Hmmm ....

2). Apakah ada kepentingan yang harus dibela oleh Petisi 50 sehingga menyalahkan pemimpin rapat pemilihan officers UIKB? Bagaimana kalau pemimpin rapat walau salah prosedur tapi ternyata ngotot mengusulkan nama-nama yang alhamdulilah sesuai dengan selera Petisi 50? Apakah akan ada juga pertemuan untuk mengeluarkan Petisi 50 yang sama? Orang goblok kayak saya gak akan percaya bahwa Petisi 50 hanya bertujuan untuk meluruskan prosedur pemilihan. Kalau itu alasannya, maka setan pun tertawa juga. Ha ha ha ....

3).. Saya menulis ini bukan karena dimanfaatkan oleh orang lain. Saya tidak punya kepentingan apa-apa. Saya tidak ada utang kepada siapapun. Tapi mohon maaf - tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Anda sebagai seorang pendeta - kalau saya mengatakan bahwa Anda tampaknya bukan saja sedang menunggangi kuda tunggangan bernama Kelompok Petisi 50, tapi Anda juga sedang jadi kuda tunggangannya sang penunggang bernama Kelompok Petisi 50. Anda belum berusia 50 tahun, tapi kok bisa-bisanya jadi sekretaris Petisi 50. Disuruh menyebarkan petisi, kok mau? Apa-apaan itu. Aduuhh ... Hu hu hu ...

4). Sebagai bagian dari Korps Kependetaan, sebaiknya Anda mengundurkan diri dari posisi sebagai Sekretaris Petisi 50. Silakan saja Anda hadir kalau Anda mau hadir di rapat-rapat Petisi 50. Tapi kalaupun Anda hadir di rapat-rapat kelompok Petisi 50, Anda cukup menjadi seorang pendengar kalau Anda tidak mau menjadi gembala yang menggiring domba-dombanya ke jalan yang benar.

Sebagai seorang pendeta yang masih aktif, Anda patut hormat dan setia kepada Korps Kependetaan, organisasi di mana Anda berada di dalamnya. Biarkan orang-orang awam yang ada di Kelompok Petisi 50 itu sendiri yang mengajukan petisi atau tuntutan mereka secara langsung kepada SSD. Jangan mau jadi kuda tunggangan dan jangan mau menunggangi kuda, apalagi kalau kuda tunggangannya masih memiliki sifat-sifat kuda liar.

Dan kalaupun Anda seide dengan orang-orang awam tersebut, silakan Anda bertarung sendiri memenangkan ide Anda itu dalam rapat-rapat yang ada di internal Korps Kependetaan atau langsung mengajukannya sendiri ke SSD tanpa melibatkan anggota-anggota awam.

5) Adalah lebih elok kalau semua petinggi UIKB, baik para mantan maupun yang baru, untuk tidak terlibat dalam rapat-rapat Petisi 50. Ini penting demi menjaga kesan bahwa para petinggi itu tidak sedang 'bermain' di dua kaki. Karena itu tolong dong sampaikan pesan saya ini kepada Pdt. J.S. Peranginangin, Pdt. Marolop Sagala, atau siapa saja yang mungkin berkepentingan atau merasa akan diuntungkan oleh adanya Petisi 50.

Kalau Anda memperhatikan anggota jemaat, tolong juga dong dengarkan suara saya ini. Saya ini orang kecil. Perutnya aja yang gede. Maklum, sudah dari sononya, kayak katak. Ha ha ha ... Jangan hanya dengar suara Pak. Esron Siburian dkk dong. Pak. Esron Siburian itu bukan Bos Anda lho. Iya 'kan?

6). Terakhir. God really loves you. Go and do sin no more. Itu saja.

Tulisan ini dibuat hari Jum'at lalu di tengah-tengah hutan Kalimantan, di baca ulang pada subuh pagi tadi di rumah saya di Bekasi Selatan. Lalu akan terkirim saat ini oleh sebuah aksi jari jempol tangan kanan.

Tuhan memberkati.

Salam,
Si-Iman
Menteng

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: samuel simorangkir <simoran...@gmail.com>
Date: Thu, 12 Nov 2015 07:19:50 +0700
Subject: [Advent-Global] Re: Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

Dear All,

Selamat pagi dan Shalom!

Terimakasih untuk komentar dan pertanyaan yang sudah diberikan disubject ini.
Mohon bersabar dan silahkan bertanya langsung kepada Bpk. Esron Siburian yang merupakan ketua dari petisi 50.

Saya dan beberapa Pendeta mendapat undangan untuk menghadiri pertemuan pada tanggal 10 November 2015, ini adalah tanggal dimana hasil pemilihan officer UIKB yang baru telah diumumkan dan kita ucapkan selamat dihari-hari sebelumnya.
Yang hadir adalah tokoh-tokoh gereja, tidak hanya dari Jakarta tapi juga datang dari berbagai daerah. Dan mereka adalah anggota-anggota awam, ahli ekomi, hukum, dll dan yang "loyal" terhadap organisasi.

Dalam pertemuan tersebut kami terkejut mendengar kesaksian tentang apa yang terjadi di rapat SSD, khususnya tentang proses pemilihan officer UIKB (hal ini sudah diceritakan dalam surat Petisi 50). Kesimpulannya, anggota-anggota awam tidak setuju dengan cara pimpinan didalam memimpin rapat dan melakukan pemilihan pada waktu itu. Mereka melihat, para pemimpin rohani sudah melakukan hal yang tidak baik dan tidak memberikan teladan yang tidak benar kepada anggota awam yang tulus mau ikut bekerja didalam pekerjaan Tuhan. Mereka melihat ada oknum-oknum tertentu yang bekerja dan bersembunyi dibalik peraturan dan kebenaran organisasi gereja.

Didalam pertemuan mereka menerangkan, tujuan dari petisi tidaklah mempertahankan agar Pdt. J.S Peranginangin dan officer lainnya tetap menjadi officer yang akan bekerja hingga 2020. Tujuan dari petisi tidak juga membenci atau tidak menerima officer baru, Pdt. Wendel Mandolang dan lainnya untuk bekerja hingga 2020. Inti permasalahan adalah, pemimpin di SSD telah mempraktekkan hal-hal yang tidak benar dalam melakukan proses pemilihan.

Memang diakui, alasan diatas berbeda dengan bunyi dari isi petisi, namun mereka menjelaskan bahwasanya akan ada keterangan diberikan selanjutnya.

Didalam pertemuan, Bpk Esron Siburian menegaskan bahwasanya untuk melakukan pembetulan tidak dengan cara keluar dan membuat "sekoci" baru, tapi tetap berada didalam organisasi GMAHK dan bertujuan menjadikan UIKB menjadi Konferens Uni Kawasan Barat sesuai dengan aturan main organisasi GMAHK dan juga sesuai dengan aturan main dari negara Repulik Indonesia.

Dimohon kepada anggota milis agar jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu yang sudah memperalat para pemimpin kita untuk melakukan keputusan sesuai dengan kehendak mereka. Petisi yang diberikan bukanlah bermaksud untuk memecah belah anggota jemaat dan organisasi, tapi bertujuan agar para pemimpin di SSD dan GC bisa bertindak lebih bijaksana lagi tanpa harus bertindak oleh karena pengaruh dan maksud-maksud yang tidak benar dari oknum-oknum tertentu.

Didalam pertemuan tersebut sudah harus ada ketua dan sekretaris yang mencatat. Kebetulan saya diangkat sebagai sekretaris, dan saya bersama beberapa Pendeta hadir dan sudah memastikan agar jangan sampai petisi maupun pergerakan yang dilakukan melanggar aturan main gereja kita.


Sekali lagi, informasi yang diberikan tidaklah 'titik'. Silahkan menghubungi Bpk Esron Siburian jikalau ada pertanyaan dan saran lainnya.

Terimakasih, Tuhan memberkati kita.

Salam berkat,

Pdt. S. Simorangkir



Dear All,

Kalau begitu officers yang diumumkan itu bukan berdasarkan Call dong, tetapi berdasarkan konspirasi. Kalau ini yang terjadi maka sudah backward cara SSD yang membawa nama Advent yang kampion dalam berdemokrasi dan berorganisasi.

Agar tugas SSD bertambah ringan memang sebaiknya di enforce saja WIUM jadi conference agar Conference itu yang memilih officernya dan mengendalikan keuangannya.

Nampaknya pimpinan SSD dan wakil GC yang memiimpin nominating committee itu kurang paham akan perkembangan dan Undang2 di Indonesia.

Keuangan WIUM harus diaudit public accountant mempunyai dampak financial yang sangat merugikan SSD, sebab public accountant melakukan audit tidak terlepas dari by laws di Indonesia and auditors opinion juga harus mengacu pada generally accounting standard yang berlaku dan compliance aturan di Indonesia.

Kalau ditinjau dari banyaknya dana yang ditransfer dari WIUM ke SSD maka WIUM dikategorikan sebagai Incorporated Asing. Tentu nanti auditor akan menghitung berapaTithe of Tithe, Offerings . berapa ratio yang ditransfer out dan berapa yang tinggal di Indonesia. Kalau Incorporated Asing harus mendapat ijin sebagai Incorporated Asing dan harus sesuai dengan Apakah UU Investasi Asing atau organisasi asing. Dan WIUM harus berhasil menunjukkan SK  yang sesuai dengan itu.Kalau SK sekarang ini Ijin dari Departemen Agama yang sudah masuk dalam State Gazete, WIUM ini adalah milik Indonesia 100 % dan semua aturan termasuk officer dan keuangan diatur sendiri oleh Indonesia.,

Kalau itu dianggap joint venture, harus ada fair contribution antara organisasi Asing yaitu GC dan MAHK7 Indonesia, maka MAHK7 Indonesia wajib membayar royalty dimana Pemerintah membatasi 5 % dari revenue nasional kalau dianggap perpuluhan dan offerings itu sebagai revenue. Royalty ini diharuskan karena MAHK7 memakai nama Advent dimana brand itu milik GC.

Dengan demikian maka akan terbuka hasil audit itu pada semua stake holder dalam hal ini semua anggota yang telah rajin membayar perpuluhan dan persembahan.

Dan ini mempunyai konsekuensi yang sangat berat bagi SSD dimana major cash resources dari SSD adalah dari WIUM. 

Dan kalau conference terbentuk oleh diktum atau bentukan anggota WIUM, maka confrence itu harus berpatokan pada UU Indonesia, dimana perpuluhan akan digunakan 100 % di Indonesia tidak ada lagi Tithe of Tithe ke SSD, dan offerings akan digunakan di Indonesia dan Advent di Indonesia hanya membayar royalty yang disepakati  atas kebersamaan persaudaraan.

Namun kalau organisasi kita dikategorikan sebagai perkumpulan sesuai dengan UU di Indonesia, dan Advent Indonesia sebagai anggota Advent Se dunia, maka WIUM hanya membayar membership fee yang ditentukan berdasarkan banyaknya anggota.

Ini semua akan dianalisa dan dilaporkan dalam audited report dari public accountant dan dan dikonfirmasikan oleh  Lawyer Indonesia.

Maka terbukalah kegiatan Advent termasuk keuangannya, dan pengaruh SSD akan lama kelamaan pupus, fund untuk membiayai operational mereka hanya dapat diharapkan dari Mission lain di south pacific region.

Inilah konsequensi kalau conference terbentuk atas prakarsa anggota sendiri bukan  berdasarkan restu dari GC/SSD sebab Advent Indonesia tidak mau menerima officers yang berdasarkan konspirasi.

Ini adalah buah pikiran spontan tanpa disusun berupa strategic planning yang sophisticated tetapi cukup membuka pikiran semua pihak apa untung rugi dari sesuatu keputusan yang ditolak.

Kiranya Tuhan selalu memimpin organisasi Advent yang kita telah kita akui terbentuknya berdasarkan ilham dari Tuhan, dan Kristus adalah pemimpinnya, dan Presiden GC adalah Ketua Harian 


Salam persaudaraan,


Laurence Manullang
Loma Linda




2015-11-11 17:39 GMT+07:00 Samuel Simorangkir <simoran...@gmail.com>:

PETISI 50

Jemaat GMAHK Uni Indonesia Kawasan Barat

 

 

Petisi 50 Jemaat GMAHK Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB)  adalah Kumpulan orang-orang yang keanggotaannya di Jemaat GMAHK UIKB telah berumur rata-rata 50 tahun dengan mempunyai pengalaman yang sangat professional didalam pelayanan penginjilan serta mempunyai dedikasi yang tinggi untuk kemajuan pekerjaan Tuhan di kawasan UIKB untuk selanjutnya disebut Petisi 50.

 

Petisi 50 bukanlah kumpulan orang-orang yang mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi didalam pelayanan pekerjaan Tuhan, Petisi 50 bukanlah kumpulan orang-orang yang haus akan kekuasaan dan ambisi didalam politik yang menyesatkan. Tetapi Petisi 50 adalah kumpulan orang-orang yang mempunyai Cinta-Kasih Yesus Kristus dengan integritas yang sangat tinggi yang tidak bisa di perjual-belikan oleh kekuasaan politik yang sedang berlangsung.

 

Dengan ini Petisi 50, akan menyampaikan suara aspirasi yang sangat penting yang dapat mewakili seluruh anggota jemaat GMAHK UIKB serta seluruh kantor daerah/konferens dan lembaga-lembaga yang berada di kawasan Uni Indonesia Kawasan Barat.

 

Isi Petisi 50 :

 

Pada pemilihan Ketua Uni Indonesia bagian Barat dan Officer-nya pada tanggal 8 November 2015 di kantor SSD Manila, Philipina, rapat dipimpin oleh Pdt. Samuel Saw, Max Langi dan didampingi oleh Pdt. GT Ng dari General Conferens, serta para anggota nominating yang mana diantaranya hadir Sdr. Dr. A. U Sitanggang dan Pdt. Hengky Wijaya sebagai wakil dari UIKB. Dalam rapat ini perwakilan dari UIKB telah menyampaikan aspirasi dari umat advent di Uni Indonesia kawasan Barat mengenai ketua dan officer yang mereka kehendaki dan juga telah disampaikan alasan-alasan mengusulkan nama-nama tersebut namun pimpinan dan anggota nominating lainnya telah mengabaikan aspirasi dari umat Advent yang ada di Uni Indonesia Kawasan Barat.

Karena pimpinan dan beberapa anggota nominating komite tidak sependapat dengan aspirasi yang telah disampaikan gantinya mempelajari aspirasi tersebut pimpinan rapat beserta anggota nominating komite diluar perwakilan dari Indonesia langsung memutuskan jalan keluar dengan cara foting. Hasil foting sangat tidak sesuai dengan aspirasi dan harapan dari umat Advent yang ada di Uni Indonesia kawasan Barat.

Karena hasil keputusan nominating komite tidak mencerminkan usulan dan aspirasi dari umat Advent di UIKB dan caucus (utusan) dan patut diduga telah terjadi konspirasi yang tidak sehat. Maka dengan ini kami menyampaikan petisi sebagai berikut:

 

1.     Menolak hasil keputusan nominating komite SSD

2.     Meminta Pdt. JS. Peranginangin tidak menyerahkan jabatan kepengurusan pimpinan Uni Indonesia kawasan Barat kepada pengurus yang terpilih berdasarkan rapat nominating tanggal 8 November di SSD Manila – Philipina.

3.     Meminta penjelasan Divisi mengapa nominating komite memilih diluar aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan Uni Indonesia kawasan Barat dan memaksakan kehendak dengan cara foting.

4.     Meminta SSD dalam waktu yang sesegera mungkin menyetujui usulan yang telah disampaikan oleh Uni Indonesia kawasan barat yaitu merobah status UIKB dari mission menjadi konferens selambat-lambatnya tanggal 31 Desember 2015.( ADCOM of West Indonesia Union Mission in its official letter dated 16 April 2014 number 2014 – 143)

5.     Sementara menunggu terbentuknya konferens Uni Indonesia kawasan Barat maka kepemimpinan Uni Indonesia Kawasan Barat didalam status Quo artinya kepemimpinan yang lama tetap melakukan tugas dan tanggungjawab sampai terbentuknya kepengurusan konferens Uni Indonesia kawasan Barat.

6.     Apabila batas waktu tersebut diatas SSD belum berhasil menyetujui usulan Uni Indonesia kawasan Barat menjadi konferens maka kami akan membentuk konferens sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

7.     Meminta dilakukan audit oleh kantor Akuntan Publik dari kantor Akuntan The Big Five.

 

Besar harapan kami General Conferens dan SSD dapat memahami dan mengakomodasi aspirasi serta niat baik yang terkandung didalam petisi ini sehingga akan tercapai penyelesaian yang baik untuk memajukan pekerjaan Tuhan di Indonesia kawasan barat.

 

 

Jakarta November 10, 2015

 

 

 

 

 

    Ketua                                               Sekretaris                                             Penasehat

 

 

 

 

Esron Siburian                             Pdt. Samuel Simorangkir                            Pdt. M. Siagian

 

 






--
Samuel Simorangkir D.Min
WIUM Field Secretary and Communication & PARL Director, 

AWR & Jakarta Studio Director
West Indonesia Union Mission.
+6282113265659

S. Simbolon

unread,
Nov 14, 2015, 7:45:58 PM11/14/15
to advent...@googlegroups.com, S. Simorangkir, jonath...@gmail.com, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com
Selamat pagi Pdt. Kuntaraf dan Pdt.Simorangkir,

Sebagai usul anggota awam bahwa diskusi Pendeta ini, dibuat secara Japri saja agar kami tidak ikut dalamnya.
Pemikiran saya, sebagai anak-anak Tuhan yang merindukan kedatangan Yesus ke dua, untuk tidak berpikir negatif terhadap pemikiran yang muncul termasuk Petisi 50 ini, dan mari kita dengarkan apa yang mereka suarakan. Saya akan ikut mendukung mereka.
Mari kia kosongkan pikiran kita dari kepentingan-kepentingan pribadi, suku, dan kelompok. Kalau kita tidak mempunyai kepentingan pribadi, mari kita dengarkan suara mereka, dari pada berdebat diatara dua petinggi GMAHK ini.
Tuhan memberkati kita semua

Salam dalam Kasih Yesus
Sedia S
Anggota Awam Jemaat Solideo Depok

roy tampubolon

unread,
Nov 14, 2015, 8:07:36 PM11/14/15
to advent...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com, samuel simorangkir, jonath...@gmail.com, daer...@googlegroups.com

Kasus ini sudah melebihi zaman Yeremia.

Kalau zaman Yeremia, yang bertikai adalah Nabi Tuhan VS Imam/Pemuka Agama yang jahat dan Nabi Palsu.

Tapi kayaknya sekarang ini bukan begitu lagi,,, mungkin sudah lebih dari itu.

Mungkin yang bertikai sekarang adalah Nabi Palsu VS Imam/Pemuka Agama yang jahat,,,
Atau Imam yang jahat VS Imam yang jahat.

Dunia ini udah makin aneh.
Enaknya bilang 'Prrreettt!' (kata anak kecil).

S. Simbolon

unread,
Nov 14, 2015, 8:08:09 PM11/14/15
to advent...@googlegroups.com, samuel simorangkir, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com, jonath...@gmail.com
Saudara Ramon,
Nimbrung ya...karena emailya ke Pdt. Simorangkir tapi di milis, dan mohon ijin nimbrung.
Usul saya, mari kita dengar dan amati dulu apa yang dipikirkan para petisi 50 ini.Kalau mau merusak Organisasi GMAHK kita kejar mereka ramai-ramai tetapi kalau mau memperbaiki yang sudah kurang baik mari kita dukung. Jadi kita dengarkan dulu, dan simak dengan baik rencana dan tujuan Petisi 50 ini.
Mengenai rapat dan keputusan yang dibuat oleh pimpinan adalah tuntunan Roh Kudus dan disetujui oleh Allah, secara pribadi saya belum mengakuinya 100%. Karena tidak semua pimpinan itu yang mengikuti arahan Roh Kudus tetapi mengikuti kata hati dan keinginannya.
Jadi mari kita berdoa agar Yesus segera datang dan akan memberikan jawaban atas masalah yang ada di Lembaga yang mengklain sebagai Gereja yang teakhir dan di Nubuatkan.

Salam hormat
Sedia S



From: 'Ramon' via Advent Global <advent...@googlegroups.com>
To: samuel simorangkir <simoran...@gmail.com>
Cc: advent...@googlegroups.com; "Konfer...@yahoogroups.com" <Konfer...@yahoogroups.com>; "daer...@googlegroups.com" <daer...@googlegroups.com>; "jonath...@gmail.com" <jonath...@gmail.com>
Sent: Friday, November 13, 2015 11:21 AM
Subject: Re: [Konferens-DKI] Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

--

S. Simorangkir

unread,
Nov 14, 2015, 10:02:05 PM11/14/15
to advent...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com
Dear Pak Iman,

Shalom!

Adalah menjadi tugas saya sebagai departemen Komunikasi mengkomunikasikan/mempromosikan program organisasi dan disaat yang sama menyampaikan informasi maupun aspirasi jemaat kepada pimpinan.
Selama 5 tahun, milis kita gunakan sebagai satu wadah untuk mempromosikan/sosialisasikan program organisasi dan disaat yang sama sebagai wadah untuk mendapatkan info dari jemaat.
Beberapa waktu lalu,  tentang perkemahan pemuda, sepulang dari GC saya mendapatkan email dari tokoh-tokoh pemuda dan segera saya ingatkan direktur pemuda uikb bersama ketua uni agar anjuran atau email mereka
segera didengar dan ditanggapi, jangan didiamkan karena dirapat uni telah diputuskan agar semua pimpinan, pendeta dan tua-tua jemaat memanfaatkan internet/milis sebagai wadah berkomunikasi (hanya saja, selama 5 tahun ini, milis jadi tempat yang empuk
bagi beberapa orang untuk merusak citra dan karakter saya, mereka tidak perduli kebenaran dari apa yang mereka tulis untuk menyanggah setiap informasi yang saya posting dimilis, yang penting tujuan mereka adalah, tulisan pendeta simorangkir selalu mendatangkan masalah atau polemik).


Memang, pekerjaan saya ini beresiko, disuka pemimpin dan disaat yang sama bisa dibenci atau disukai oleh jemaat…yach….untunglah masa penderitaan saya akan segera ber’akhir dibulan ini.
Saya berharap agar jangan saya lagi yang dipilih menjadi direktur komunikasi biar saya bisa lakukan hal yang lain untuk menjadi berkat bagi jemaat dan kepujian bagi nama Tuhan.
Tunggu dulu, mungkin ada yang berpikir, siapa suruh Pdt. Simorangkir mau ambil banyak waktu dimlis? 
Ini berdasarkan pengalaman yang saya lihat, dulu Kasus Metro Konferens jakarata sebenarnya bisa saja tidak terjadi apabila fasilitas milis dimanfaatkan sebagai ajang mengeluarkan uneg-uneg, pendapat, klarifikasi dan lain-lain.
Banyak orang yang ikut-ikut tapi tidak tau apa penyebabnya muncul Metro Konferens.

Nach…begitu saya direktur Komunikasi DKI Jakarta dan UIKB, saya manfaatkan milis-milis untuk mengetahui apa yang sedang dipermasalahkan anggota dan anggota tau program-program organisasi.

Demikian halnya dengan isi surat Petisi 50, ini adalah bahagian dari tugas departemen Komunikasi untuk menyampaikan aspirasi anggota kepada pimpinan. Saya bukan anggota petisi 50 karena belum genap usia 50 tahun, dan saya menjadi sekretaris dirapat pada waktu itu karena diminta untuk menjadi sekretaris rapat dan melaporkannya ke GC, SSD dan berbagai milis dan saya mendesak pimpinan agar segera turun dari tahtanya, melawat dan berkomunikasi dengan Pak Esron Siburian sehingga persoalan segera selesai.

Salam berkat,

Pdt. S. Simorangkir



Ismail Y. Sinaga

unread,
Nov 14, 2015, 10:07:25 PM11/14/15
to advent...@googlegroups.com
Yth Lae S Simbolon dan saudaraku yg lainnya.......

Ini hanya pendapat / asumsi pribadi.

Singkat saja apapun alasannya pembentukan petisi 50 dengan semua tuntutannya tidak bisa dibenarkan karena selain mengingkari aturan dan prosedure yang ada juga sangat berpotensi memecah belah umat......yang pasti dengan adanya petisi 50 ini akan muncul pro kontra yang walaupun saya dapat yakini yang pro petisi 50 pasti sangat jauh lebih sedikit dibanding dengan yg tdk setuju dengan petisi 50.

Sangat disayangkan tindakan para penggagas dan pembentuk petisi 50 ini sepertinya lebih didasarkan pada kekecewaan dan ketidak terakomodasinya angan angan hati mereka yang jauh hari sebelumnya sudah membentuk atau merancang skenario siapa siapa yang mereka inginkan untuk duduk di singgasana UIKB ini yang alih alih semuanya tdk jadi kenyataan atau jauh dari harapan mereka. Ketika keputusan sudah diambil dan hasilnya tidak pas dengan yang mereka inginkan lalu mereka bertanya kepada utusan dari UIKB dan mereka terima laporan bahwa jalannya sidang tidak prosedural dan diduga ada rekayasa dan konspirasi yang dilakukan peserta dari SSD....Nah laporan inilah yang menjadi pemicu dan ditanggapi secara emosional sehingga terjadilah pembentukan petisi 50 ini......jadi sebenarnya yang mereka lakukan ini adalah hanya bentuk ketidak puasan atas putusan yang sudah diambil oleh sidang bukan untuk memperbaiki aturan dan tata cara yang lebih baik atau aturan yg selaras di Indonesia.

Jika ada keinginan untuk membentuk konferens UIKB lakukanlah sesuai mekanime yang ada bukan dengan cara pemberontakan model petisi 50 ini....

Klaim bahwa kelompok 50 ini adalah perwakilan dari anggota UIKB sebaiknya dihentikan karena itu tidak benar dan ada unsurr pembohongan disini.

Jadi Petisi 50 dengan berbagai tuntutannya tersebut sebaiknya diabaikan dan diakhiri saja.

Salam,
IYS
Jkt


Sent from my Samsung Galaxy smartphone.
3. Didalam pertemuan mereka menerangkan, tujuan dari petisi tidaklah mempertahankan agar Pdt. J.S Peranginangin dan officer lainnya tetap menjadi officer yang akan bekerja hingga 2020. Tujuan dari petisi tidak juga membenci atau tidak menerima officer baru, Pdt. Wendel Mandolang dan lainnya untuk bekerja hingga 2020. Inti permasalahan adalah, pemimpin di SSD telah mempraktekkan hal-hal yang tidak benar dalam melakukan proses pemilihan.

Memang diakui, alasan diatas berbeda dengan bunyi dari isi petisi, namun mereka menjelaskan bahwasanya akan ada keterangan diberikan selanjutnya.

Didalam pertemuan, Bpk Esron Siburian menegaskan bahwasanya untuk melakukan pembetulan tidak dengan cara keluar dan membuat "sekoci" baru, tapi tetap berada didalam organisasi GMAHK dan bertujuan menjadikan UIKB menjadi Konferens Uni Kawasan Barat sesuai dengan aturan main organisasi GMAHK dan juga sesuai dengan aturan main dari negara Repulik Indonesia.


Sekali lagi, informasi yang diberikan tidaklah 'titik'. Silahkan menghubungi Bpk Esron Siburian jikalau ada pertanyaan dan saran lainnya.

Salam berkat,

Pdt. S. Simorangkir

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout


.

roy tampubolon

unread,
Nov 14, 2015, 10:12:35 PM11/14/15
to advent...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com, jonath...@gmail.com, daer...@googlegroups.com, samuel simorangkir

Dear Saudara Ramon T,

Ijinkan saya mengomentari tulisan anda. Saya setuju dengan usulan anda untuk biarlah saksi yang berbicara, jangan diwakilkan. Kalau diwakilkan, artinya bukan lagi saksi (sesuai pengertian) tapi udah pengacara.

Tentang Tuhan mengizinkan, saya setuju. Tapi hanya sebatas mengijinkan. Karena ijin Tuhan belum tentu Dia setujui (restui/kehendak Nya). Saya ambil contoh, Tuhan mengijinkan Adam dan Hawa untuk memakan buah larangan, tapi apakah itu Dia setujui (restui/sesuai kehendak Nya)?
Bahkan Tuhan mengizinkan bangsa Israel memiliki raja, dan untuk itu Tuhan pun campur tangan, tapi apakah itu yang Tuhan kehendaki?
Tuhan memgizinkan dan mengirimkan burung puyuh pada orang Israel untuk dimakan, tapi apakah itu yang Tuhan kehendaki?
Memang benar, organisasi melalui gembala-gembala, bahkan melalui anda saat ini, 'mendoktrinkan' agar mendukung organisasi walaupun salah, tapi saya mau tanyakan pada anda, apakah Alkitab mengajarkan hal itu? Apakah Yesus juga mengajarkan hal itu? Bukankah itu suatu kefanatikan yang bodoh dan buta? Bukankah Alkitab dan Roh Nubuat disampaikan pada kita saat ini sebagai penuntun agar kita tidak fanatik secara bodoh dan buta? Saya tidak pernah temukan ajaran Alkitab bahwa kita harus mendukung yang nampaknya 'pekerjaan Tuhan' walaupun salah.

Saya rasa, pelajaran sekolah sabat kita tentang Yeremia bisa menyadarkan kita akan kehendak Tuhan. Kita terlalu gampang menjual nama Tuhan entah itu beralaskan melalui doa kah, pekerjaan Tuhan kah atau apalah. Pada dasarnya hati kita jauh daripada Nya.

Hormat saya,

Roy

Kuntaraf, Jonathan

unread,
Nov 14, 2015, 10:24:03 PM11/14/15
to advent...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com
Dear Brother Simbolon, 

Terima kasih atas tanggapannya. Boleh saya berikan pandangan saya sebagai mantan dosen?

  1. Saya ini bukan petinggi di GMAHK. Saya seorang awam seperti Anda, sebab saya sudah pensiun sejak bulan Juli yang lalu. 
  2. Email kepada Pdt. Simorangkir ada dua macam, ada yang pribadi adan yang umum melalui milis. Petisi itu seharusnya dikirim secara pribadi ke GC dan SSD, tetapi justru nyasar ke milis. Bukankah ini harus di tanggapi juga secara umum? Kalau tidak, persepsi umum akan seperti yang dituduhkan dalam petisi tersebut. 
  3. Contohnya seperti yang terlampir di bawah ini, email saya terakhir; menjawab keterangan Pdt. Simorangkir yang mengatakan bahwa proses pemilihan di SSD itu “jelas salah.” Alasannya, sebab officer yang mengusulkan. Menurut beliau offiers tidak bisa mengusulkan. Nah ini pandangan yang salah yang harus dikoreksi. Officers selamanya bisa mengusulkan, tetapi yang menentukan adalah nominating committee. Bukankah ini harus diketahui oleh umum? 
  4. Kalau pernyataan dari seseorang yang salah tidak dikoreksi, maka akan menimbulkan gejolak kesalah pengertian. Mungkin Anda dengar, sebelum Anda masuk UNAI (sebab Akper belum buka), Bulan Desember 1980 terjadi masalah besar, “perkelahian antara dua suku di ITKA,” didepan mata kepala saya sendiri. Tentara Kavaleri, polisi dari Cimahi sampai Kodim turun tangan, dan tembakan-tembakan keatas terjadi. Waktu suasana reda, kami panggil mereka yang terlibat, apa yang menyebabkan perkelahiana tersebut?” Wakil dari satu suku mengatakan, “Kami mendengar bahwa mereka mau menyerangi kami.” Suku kedua juga bilang,, “kami dengar mereka mau menyerang kami.” Jadi dasar perkelahian, “dengar mau diserang,” hanya issue, akhirnya jadi benaran. Nah saya melihat petisi 50 mengissue-kan sesuatu, dan setelah saya tanya lebih lanjut, “sebab usulan datang dari officers.” Lho, dimana-mana juga officers berhak untuk mengusulkan, tetapi, nominating tetap yang memutuskan untuk rekomendasikan ke paripurna. Jadi saya tidak lihat tuduhan yang valid. Sebab itu perlu dikoreksi. Walaupun pensiunan, bukankah tanggung jawab saya untuk mendidik masyarakat Advent untuk berpikir objektip? 
  5. Jangan kuatir, saya tidak ada kepentingan pribadi. Apa yang diharapkan oleh pensiunan? Tidak ada posisi yang saya cari. Soal suku? Ada yang menuduh saya kesukuan. Masing-masing bebas menilai. Yang jelas, kami sekarang bantu 43 orang sekolah diperguruan tinggi, yang satu suku dengan saya hanya 10%, yang 90% bukan satu suku dengan saya. Lebih dari 50% adalah dari Tapanuli. Dan banyak yang tamat marga Simbolon! Hehehe. Ada yang namanya Madona Simbolon pernah murid Anda bukan? Atau kakaknya Sartika Simbolon, dan adiknya lagi.. Jadi kami tidak membedakan suku dalam membantu. Kami bantu yang perlu dibantu. 
Jadi itu saja keterangan saya. Kami sudah dengar, dan sampai detik ini, sata lihat tuduhannya kami tidak lihat kebenarannya. Dan ini harus diketahui oleh umum, termasuk oleh Anda sendiri.

Salam dalam Kristus, 

Jonathan Kuntaraf
From: Jonathan Kuntaraf
Date: Saturday, November 14, 2015 at 8:35 PM
To: samuel simorangkir, <advent...@googlegroups.com>
Cc: "Konfer...@yahoogroups.com", "daer...@googlegroups.com"

Subject: Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

Anakku Pdt. Samuel Simorangkir, 

Bukan berlebihan kalau saya bisa menyebutkan Pdt. Simorangkir anakku, oleh sebab latar belakang hubungan keluarga Simorangkir dan keluarga Liwidjaja. Opung Anda, Opung JL Simorangkir almarhum sahabat kental dengan mertua saya, Dr. Elisha Liwidjaja; bukan hanya sama-sama ketua di Gereja Jalan Bali, Medan sekitar 50-60 tahun lalu, tetapi begitu akrab, sampai waktu mertua saya membeli tanah Air Bersih, dipakai nama Opung JL Simorangkir, walaupun semua uangnya dari mertua saya. Kita bersyukur di tanah tersebut sekarang ada gereja Advent, SMP/SMA Advent, Gedung Pertemuan Advent dan juga panti asuhan YAPI. Opung Anda dan mertua saya akan bersuka bila waktu kebangkitan nanti mengetahui bahwa kerja sama mereka telah menghasilkan pekerjaan Tuhan dalam berbagai bidang di tempat tersebut. Setiap saya berjumpa dengan bapak Anda, bapak J. Simorangkir, beliau selalu sebutkan hal yang baik tentang mertua saya dsb. Saya juga ingat waktu anda umur 5 tahun, saya selalu ke rumah di jalan Sisingamangaraja dua kali seminggu, mengajar amang boru Anda. Jadi dengan latar belakang ini, saya bisa sebutkan “anak,” dan tulisan saya ini adalah untuk memberikan nasehat atau pandangan dari seorang bapak kepada seorang anak. Seorang bapak, tidak akan menyesatkan anaknya; tetapi coba memberikan bimbingan sebaiknya. 

Nah dengan latar belakang ini, sdr. Taslym, jangan hal ini dianggap sebagai perdebatan. Ini adalah pandangan orang tua yang coba meluruskan persepsi seorang anak, dalam hubungannya dengan organisasi. Kan kasihan kalau tidak diluruskan, sebab akan merugikan diri sendiri, merugikan orang lain, bahkan merugikan gereja. Tujuan kita adalah surga. Orang pensiunan macam saya hanya mau melihat pekerjaan Tuhan akan segra selesai dan Yesus segra datang. Sebab kami rindu untuk bertemu dengan orang-orang yang kita cintai, mertua saya, opung JL Simorangkir, dan sudah pasti, Andrew Kuntaraf yang sangat kami cintai. 

Nah untuk Pdt. Simorangkir, sudah pasti saya tahu bahwa anggota jemaat perlu diperhatikan; dan saya dekat dengan anggota jemaat. Saya berusaha untuk balas email dari anggota kepada saya yang jumlah sangat banyak, apakah minta nasehat, minta bantuan pendidikan, minta keterangan Alkitab; bahkan minta pelajaran Alkitab secara regular. Sebab itu setiap minggu dimana saya berada, saya memberikan pelajaran Alkitab kepada seseorang di Jakarta melalui TANGO. . Perlawatan saya juga tidak memandang bulu.  Pelayanan adalah satu sukacita. Nah itulah sebabnya saya ambil waktu sebagian dari waktu saya yang seharusnya dipakai untuk tulis buku, untuk menulis dalam meluruskan segala dugaan-dugaan yang dapat menimbulkan pemikiran yang negatip kepada organisasi. 

Setiap tulisan itu harus berhati-hati dituliskan, sebuah tulisan dapat membuat satu revolusi. Tetapi saya senang kepada anggota yang dewasa hingga tidak terpengaruh dengan tulisan Anda, dan justru memberikan nasehat kepada Anda. Saya ambil contoh dari tulisan Anda di bawah ini perlu diklarifikasi:

  1. Sepertinya para pemimpin sudah menunjukkan “Kingly Power” bukan lagi “Servant Leader. 
    1. JK. Kalimat yang sangat berbahaya, serta berisi tuduhan yang tidak berdasar. Benar ‘kah? Kalau benar “kingly power,” tidak perlu lagi di bawa ke nominating committee.  Kalau di bawa ke nominating Committee dan dibawa ke paripurna, menunjukkan keputusan tetap di buat oleh paripurna yang menerima rekomendasi dari nominating committee. Saya kenal para pemimpin tersebut, dan saya kenal mereka yang memikirkan kemajuan pekerjaan Tuhan. Kalau yang terpilih bukanlah yang Anda jagokan, janganlah punya pandangan bahwa yang memimpin itu puya kingly power. 
  2. Soal pandangan dari Pdt.J. Lubis mengenai soal union conference, 
    1. JK. Ya beliau yang sangat berpengalaman punya penilaian mengenai kriteria untuk menjadi konferens.  Beliau lebih tahu dari Anda dan saya soal memimpin uni sebab beliau pernah jadi ketua uni. Saya sendiri memberikan pendapat bahwa pembuatan petisi itu justru akan memperlambat proses uni untuk jadi uni konferens. Sedangkan anggota awam menuliskan dalam milis bahwa penulisan petisi menunjukkan ketidak dewasaan. Sifat “menolak,” “menuntut,” “meng ultimatum,” kepada higher oganization adalah tanda ketidak dewasaan. Jadi apakah Anda tahu apa yang Anda buat telah memperlambat UIKB jadi Uni Konferens? 
  3. Nah sehubungan dengan proses pemilihan di San Antonio, Anda menuliskan :”Oh iya….perlu diklarfikasi informasi yang Pdt. J. Kuntaraf tuliskan dimilis ini, tulisan Pendeta bisa menyesatkan anggota dan bisa disebut pembohongan public. Tidak benar pemilihan di GC seperti yang Pendeta ceritakan. Nama tidak langsung diberikan oleh Pdt. Ted Wilson, nama itu datang dari anggota nominating kata utusan Indonesia yang hadir dan menjadi anggota nominating di GC San Antonio beberapa bulan lalu. Pdt. J. Kuntaraf pada waktu itu bukanlah anggota nominating, jadi tidak tau apa yang terjadi dirapat tersebut” 
    1. JK: hehehe. Ini satu hal yang menarik. Menarik sebab Anda katakan, dapat informasi dari anggota nominating utusan Indonesia. Sorry,  Ini bukan pembohongan public, tetapi pengalaman dari seorang yang pernah duduk di Nominating Committee GC untuk dua kali. Maafkan kalau saya katakan saya pernah duduk di nominating committee dari tingkat jemaat, mission, conference, uni, divisi sampai GC. Saya duduk di nominating committee di GC session di New Orleans, dan juga Nominating Committee di GC Spring meeting di Maryland. Sangat umum dan justru selalu, ketua GC memberikan calonnya, untuk suatu jabatan, dan diperbincangan. Mungkin juga dari anggota ada calon tambahan, dan akhirnya di vote. Sesudah di vote baru diberikan ke paripurna. Sama seperti President Jokowi mempunyai hak untuk mengusulkan para menterinya, Ketua divisi dapat mengusulkan. Tetapi dalam  pemilihan di SSD,  Pdt. GT Ng adalah chairman, dan usulan nama datang dari officers. Ya, officers yang telah melihat hasil caucus, dan officers yang telah melihat hasil kerja selama ini dsb., Namun mereka juga tidak punya kingly power. Harus tetap pergi ke Nominating committee. Dari Nominating committee baru recommend ke session.  
  4. Anda menuliskan, Proses pemilihan di SSD jelas sudah menyalahi aturan main, pemimpin rapat memiliki kreteria sendiri didalam memilih pemimpin, anggota nominating tidak dilibatkan.”  
    1. JK. Apanya yang jelas? Kalimat anda sangat meyakinkan, walaupun salah. Sebelum itu Saya harus koreksi  keterangan saya, sebab Anda bertanya, “apakah pemimpin rapat atau officers bisa mengusulkan nama,”  Jawaban saya adalah dalam keadaan normal dimana ketua divisi yang jadi chairman dengan sendirinya dia bisa ikut mengusulkan, sebagian dari officers. Tetapi pertemuan SSD baru-baru ini, yang chairman adalah Pdt. GT Ng, sebab Pdt. Asoy dalam keadaan sakit. Jadi usulan bukan datang dari GT Ng, tetapi dari officer. Nah sekarang saya mau bertanya, mengapa pemilihan SSD sudah menyalahi aturan main?” Apakah officers tidak bisa mengusulkan nama? Sudah pasti officers punya kriteria sebab mereka mengetahui atau mengenal akan siapa yang akan dipilih. Saya mau tanya, apakah salah kalau officers punya kriteria untuk calon yang akan dipilih? Saya teringat sebelum nominating Committee di FED dimulai, officers dan utusan department ketemu dulu untuk mengevaluasi setiap calon pemimpin; ditinjau dari hasil caucus, performa selama ini, kesanggupan memimpin, kerja sama antar officers, personal finance, etc. Dengan demikian officers saat memberikan calon itu sudah sepakat, tidak ada perpecahan antara officers. Tetapi ini bukan kingly power, sebab bukan pendapat seorang. Sesudah itu dari officers dihadapkan ke Nominating committee dan direkomendasikan ke paripurna. Dalam hal apa ini disebutkan “jelas salah.” Peraturan apa yang mengatakan salah?  Apakah salah sebab Anda tidak mengetahuinya proses yang biasa ini? Coba tanya kepada penasehat Anda yang pernah jadi sekretaris uni, apakah union officers tidak pernah ketemu dulu sebelum nominating committee? Apakah betul officer tidak bisa mengusulkan nama? Kemudian pernyataan Anda,  pakah benar anggota nominating tidak dilibatkan?  Mereka hadir, mereka bisa berbicara, dan mereka bisa vote.  Prinsipnya, offiers bisa mengusulkan, tetapi tidak selamanya diterima oleh nominating committee. Kemudian apa yang direkomendasikan oleh nominating committee, harus di bawakan ke paripurna. Anda telah menebar issue yang berbahaya dengan mengatakan proses “pemilihan di SSD jelas salah sebab sudah menyalahi aturan main,” padahal oleh sebab Anda tidak tahu prosesnya. Sangat menyedihkan. 
  5. Soal berikut:  Intinya Uang: Semuanya bisa dibeli dengan uang. Keterangan Anda, "Jelas membicarakan tentang pemimpin dan oknum yang memberikan uang atau pelayanan kepada pemimpin.Saya menceritakan, adalah biasa bagi anggota melihat cara dunia seperti itu. Tapi saya tidak bilang itu orang SSD atau GC. Pdt. J. Kuntaraf yang menyimpulkan seperti itu.” 
    1. JK. Lho kembali baca tulisan Anda, dan juga pengertian orang yang baca, ini bukan orang yang memberikan uang, tetapi faktor orang yang menerima uang, hingga keputusannya dipengaruhi oleh uang. Ini adalah suatu fitnah, apalagi anda menyebutkankan Intinya UANG, Semua dibeli dengan uang.” Saya rasa officers lama dan baru tidak ada tim suksesnya. Officers baru dipercayakan untuk memimpin bukan oleh mereka punya banyak uang. Mereka dipercayakan oleh Tuhan untuk suatu jabatan yang kudus. Jadi kita patut mendukung mereka dengan doa dan perbuatan. Ini bukan anjang pertarungan politik. Dan jangan gunakan cara politik dunia masuk di gereja.
    2. JK: Kalau dalam dunia politik, kepemimpin Golkar ditolak, muncul pemimpin tantangan. Wah, itu cara dunia. Gereja itu bukan pertandingan politik, dan masing-masing mau cari jabatan. Ini adalah pekerjaan pelayanan. 
  6. Anda tuliskan, “Memang diakui, alasan diatas berbeda dengan bunyi dari isi petisi, namun mereka menjelaskan bahwasanya akan ada keterangan diberikan selanjutnya.” JK. Siapa itu “mereka?” Kalau namanya petisi, harus jelas, dan atas persetujuan bersama dari orang hadir dan ditunjukkan oleh tanda tangan. Kemudian ada beberapa point:
    1. Legalitas. Apakah bisa mengatas namakan “seluruh anggota GMAHK di Indonesia Kawasan Barat?”  sementara lebih dari 99,9% dari anggota tidak mengetahuinya? Berapa sih yang hadir? Kalau 1000 orang sekalipun, masih tidak mencapai 1% anggota. Bukankah ini satu kebohongan? Apalagi kalau hanya 50 orang. 
    2. Misalnya saya dengar dari Medan datang satu orang, apakah dia bisa mewakili lebih dari 2000  anggota Medan? Siapa yang mengangkat beliau itu jadi wakil untuk petisi? 
    3. Kepada siapa petisi ditujukan. Saya sudah tuliskan, dan Anda belum jawab bawa email itu ditujukan kepada nominating committee. Itu salah, sebab nominating hanya recommend. Yang putuskan ialah paripurna. 
  7. Anda juga menyebutkan,  Didalam pertemuan, Bpk Esron Siburian menegaskan bahwasanya untuk melakukan pembetulan tidak dengan cara keluar dan membuat “ ekoci” baru, tapi tetap berada didalam organisasi GMAHK dan bertujuan menjadikan UIKB menjadi Konferens Uni Kawasan Barat sesuai dengan aturan main organisasi GMAHK dan juga sesuai dengan aturan main dari negara Repulik Indonesia.” 
    1. JK: Petisi ini petisi Esron Siburian atau kelompok? Juga selama bernama union mission, peraturan organisasi yang berlaku. Kecuali status uni sudah union conference. Tetapi ironisnya, Anda telah memperlambat proses tersebut. Anda tidak akui bukan? Namun itulah kenyataannya. 
  8. Point terakhir surat Anda, "Sekali lagi, informasi yang diberikan tidaklah 'titik'. Silahkan menghubungi Bpk Esron Siburian jikalau ada pertanyaan dan saran lainnya.” 
    1. JK. hehehe. Saya sudah menulis kepada sdr. Esron Siburian, tidak pernah dapatkan jawaban. Namun Anda ‘kan yang menyusun petisi tersebut? Sebab dalam suratnya kepada Anda pada tanggal 11 Nopember jam 13:43, beliau menulis kepada Anda: Thanks Sam.. Good and very good job. Please send to all Confrence, and union mission in WIUM. Jadi Anda yang menyusunnya, bukan? Sampai mendapat pujian dari Sdr. Esron, dan beliau meminta Anda mengirimkannya keseluruh konferens. Jadi mengapa harus dilemparkan kepada beliau segala informasi tambahan? 
Nah kembali sebagai seorang bapak, saya ingin sampai kepada anakku Pdt. Simorangkir, Saya rasa saya sudah menulis dengan panjang, dan kesimpulannya; tidak ada yang salah dengan pemilihan di SSD. Petisi 50 kecewa sebab bukan orang yang diharapkan yang jadi union officers. Namun sikap membuat petisi adalah sikap yang sangat salah. Sikap ini menunjukkan tidak memilikii confidence kepada leadership. Bahkan menyebarkan issue yang tidak benar, yang dapat mengganggu persatuan di UIKB. Saya sangat sesalkan  Pdt. Simorangkir  ikut berperan dalam melakukan kebodohan ini. Sebab itu anjuran saya, sebagai pendeta pensiunan dan sebagai bapak, Pdt. Simorangkir  bersama peserta petisi  (kalau ada) seharusnya mencabut petisi tersebut, dan memohon maaf kepada anggota GMAHK di seluruh Indonesia, serta SSD dan GC, sebab Pdt. Simorangkir  dkk telah  membohongi SSD dan GC, dengan mengatas namakan seluruh anggota seluruh Indonesia Kawasan Barat; padahal Anda semua tidak punya wewenang untuk itu. Pdt. Simorangkir dkk harus minta maaf kepada SSD/GC sebab memberikan tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar, membuat suasana yang dapat menyebabkan perpecahan. Ingatlah, Anda sebagai pendeta harus menyatukan bukan memecahbelah. 

Tuhan memberkati anakku Pdt. Simorangkir untuk bertindak bijaksana dengan penuh kerendahan hati.

Jonathan Kuntaraf

PS 1. Saya selesaikan email ini hari Jumat tetapi saya tidak langsung kirim sebab di Indonesia sudah hari Sabat. Saya baru sekarang kirim, setelah Sabat berakhir di NC. 
2. Boleh saya bertemu dengan kelompok Petisi 50? Bisa diatur pertemuan? Dengan senang saya bertemu dan bertatap muka dengan mereka, sebab banyak yang tulus   tetapi tidak mengerti. Supaya mereka yang tidak tahu bisa tahu, bukan hanya ikut-ikutan saja.  

imanagun...@yahoo.com

unread,
Nov 14, 2015, 10:53:26 PM11/14/15
to advent...@googlegroups.com
Dear Pak Pdt. Samuel Simorangkir,

Terima kasih karena sudah menjawab email saya. Respon Anda yang sangat cepat ini sangat saya hargai. Kenapa? Ini karena sangat jarang lho seorang petinggi Advent mau menjawab email saya. Seingat saya, hanya dua orang pendeta yang menjadi petinggi Advent yang mau merespon saya - si orang kecil di akar rumput komunitas GMAHK - terlepas apakah email saya menyenangkan atau tidak menyenangkan mereka. Kedua pendeta tersebut sudah pensiun dari dinas aktif di organisasi GMAHK. Tapi saya pikir Anda bisalah mengetahui siapa dua orang hamba Allah yang saya maksudkan itu.

Saya tersenyum membaca pengakuan Anda bahwa tidak lama lagi penderitaan Anda akan berakhir. Masak sih, Pak Pendeta? Saya agak gak percaya nih. Buktinya, ada aja yang ngincer posisi tersebut. He he he ...

'Kan ada yang bilang bahwa Anda adalah seorang pendeta yang berani melawan arus. Kalau memang benar demikian, maka saya menyarankan Anda untuk mengatakan 'selamat tinggal' kepada Pak Esron Siburian dkk yang ada di Kelompok Petisi 50. (Seingat saya ini kali yang kedua Pak Esron Siburian menggunakan seorang Direktur Komunikasi untuk menyampaikan ketidakpuasannya terhadap keputusan organisasi. Yang pertama adalah 4-5 tahun yang lalu ketika dia menggunakan Direktur Komunikasi Konferens Jawa Bagian Timur setelah pemilihan officers Jawa Timur yang konon katanya heboh).

Tapi kalau Anda enggan untuk mengatakannya, maka sulit bagi saya untuk tidak mengatakan bahwa Anda sedang menunggangi kuda tunggangan bernama Petisi 50. Begitu juga sebaliknya, adalah sulit bagi saya untuk tidak mengatakan bahwa Anda adalah kuda tunggangan bagi Kelompok Petisi 50.

Lawanlah arus Petisi 50. Jangan terbawa arus Petisi 50. Saya aja yang orang Batak, pendukung setia PSMS, tapi menolak Petisi 50. Bukan karena saya tidak lahir di bona pasogit. Tapi karena saya melihat Petisi 50 itu sangat-sangat tidak kristiani.


Mohon maaf kalau saya terpaksa harus bilang begitu. Ini saya sampaikan karena saya peduli terhadap Anda.


Salam berkat,
Si-Iman
Menteng, Jakarta









Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: "S. Simorangkir" <simoran...@gmail.com>
Date: Sun, 15 Nov 2015 10:03:26 +0700
Subject: Re: [Advent-Global] Re: Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

samuel simorangkir

unread,
Nov 14, 2015, 11:36:23 PM11/14/15
to Jonathan Kuntaraf, advent...@googlegroups.com, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com
Dear Bapaku Pdt. J. Kuntaraf,

Senang sekali mendengar panggilan pendeta kepada saya "anak".
Coba dari 6 tahun lalu ini dilakukan, pasti kita tidak selisih pendapat untuk memajukan pekerjaan Tuhan dibidang Media Televisi ha..ha..ha..

1. Benar sekali, latar belakang hubungan keluarga Simorangkir oppung dan ayah saya bersama keluarga Liwidjaja sangat erat, teristimewa didalam pengadaan tanah dan gereja-gereja di kota Medan, Tanjung Kaso dll.
Oh iya, untuk tanah yang di Sekolah Air Bersih, mungkin oppung saya punya andil juga dalam hal dana, karena sertifikatnya dipegang oleh oppung dan atas nama dia. Nanti soal kebenarannya akan kita tanyakan waktu kita dikumpulkan Tuhan di surga. Saat ini mereka sudah tidur dengan tenang di Taman Eden, Medan.

Pendeta Kuntaraf, mohon maaf...saya harus kasih koreksi tentang keterangan dan komentarnya, dan mohon maaf sama pembaca dimilis. Kalau pembaca tidak suka, silahkan untuk tidak dibaca dan didelate saja.
Dan lagi, tulisan saya ini mau saya batasin. Saya menjawab bukan sebagai perwakilan Petisi 50, tapi orang luar yang hadir dirapat petisi 50. Bapak Esron Siburian yang menjawab kepentingan petisi 50 sehubungan dengan tulisan Pdt. J. Kuntaraf.


Kita ini berdiskusi, bukan berbantah-bantah. Sedapat-dapatnya tidak menghakimi yang ujung-ujungnya merusak citra saya atau Pendeta J. Kuntaraf.

Komentar saya tentang tulisan Pendeta Kuntaraf di nomer 1. 

  1. Sepertinya para pemimpin sudah menunjukkan “Kingly Power” bukan lagi “Servant Leader. 
    1. JK. Kalimat yang sangat berbahaya, serta berisi tuduhan yang tidak berdasar. Benar ‘kah? Kalau benar “kingly power,” tidak perlu lagi di bawa ke nominating committee.  Kalau di bawa ke nominating Committee dan dibawa ke paripurna, menunjukkan keputusan tetap di buat oleh paripurna yang menerima rekomendasi dari nominating committee. Saya kenal para pemimpin tersebut, dan saya kenal mereka yang memikirkan kemajuan pekerjaan Tuhan. Kalau yang terpilih bukanlah yang Anda jagokan, janganlah punya pandangan bahwa yang memimpin itu puya kingly power. 

S.S. Argument Pendeta benar karena sesuai dengan sudut pandang Pendeta bahkan pendeta mengarahkan pembaca dengan kalimat, Kalau yang terpilih bukanlah yang Anda jagokan, janganlah punya pandangan bahwa yang memimpin itu puya kingly power. 

Dibawah ini adalah berdasarkan sudut pandang saya terhadap petisi 50:
saya mendengar keluh kesah anggota oleh karena diperlakukan tidak benar diacara pemilihan officer UIKB di SSD, hati saya merasa sedih. Sedih melihat perasaan anggota yang hatinya terluka, sedih melihat cara pimpinan yang sepertinya kurang pas melayani jemaat di UIKB khususnya utusan yang hadir dirapat SSD. Sepertinya para pemimpin sudah menunjukkan "Kingly Power" bukan lagi "Servent Leader". Hal ini sudah terlihat dari keterangan Pdt. J. Kuntaraf sendiri yang sudah bertanya dengan Pdt. Gt.Ng.

Komentar saya tentang tulisan Pendeta di nomer 3. Tentang pembohonan public. 

JK: hehehe. Ini satu hal yang menarik. Menarik sebab Anda katakan, dapat informasi dari anggota nominating utusan Indonesia. Sorry,  Ini bukan pembohongan public, tetapi pengalaman dari seorang yang pernah duduk di Nominating Committee GC untuk dua kali.

SS: Ini tulisan Pdt. Kuntaraf dan ini alasan saya menyebutkan pendeta berbohong dimilis: Anda mengetahui apa yang terjadi di GC session di San Antonio. Pdt. Ted Wilson selalu mengusulkan ketua divisi, atau vice president atau direktur department. 

SS: Tidak benar pemilihan di GC seperti yang Pendeta ceritakan. Nama tidak langsung diberikan oleh Pdt. Ted Wilson, nama itu datang dari anggota nominating kata utusan Indonesia yang hadir dan menjadi anggota nominating di GC San Antonio beberapa bulan lalu. Pdt. J. Kuntaraf pada waktu itu bukanlah anggota nominating, jadi tidak tau apa yang terjadi dirapat tersebut.

b. Ini tulisan Pdt. Kuntaraf: ....Justru ini yang selalu berlaku. Nanti dalam pemilihan di tingkat uni juga, pemimpin rapat akan mengusulkan siapa yang akan jadi direktur Komunikasi uni.

S.S: tentang pemilihan direktur departemen UIKB, Pdt. J.S Peranginangin 5 tahun lalu tidak pernah menyebutkan nama siapa-siapa yang akan menjadi direktur departemen di UIKB.


Komentar saya tentang tulisan Pendeta di nomer 4:

Proses pemilihan di SSD jelas sudah menyalahi aturan main, pemimpin rapat memiliki kreteria sendiri didalam memilih pemimpin, anggota nominating tidak dilibatkan.”  
  1. JK. Apanya yang jelas? Kalimat anda sangat meyakinkan, walaupun salah. Sebelum itu Saya harus koreksi  keterangan saya, sebab Anda bertanya, “apakah pemimpin rapat atau officers bisa mengusulkan nama,”  Jawaban saya adalah dalam keadaan normal dimana ketua divisi yang jadi chairman dengan sendirinya dia bisa ikut mengusulkan, sebagian dari officers. Tetapi pertemuan SSD baru-baru ini, yang chairman adalah Pdt. GT Ng, sebab Pdt. Asoy dalam keadaan sakit. Jadi usulan bukan datang dari GT Ng, tetapi dari officer. Nah sekarang saya mau bertanya, mengapa pemilihan SSD sudah menyalahi aturan main?” Apakah officers tidak bisa mengusulkan nama? 
  1. SS: Bisa Iya dan bisa Tidak. Jangan lupa, Pdt. J. Kuntaraf dan Saya tidak hadir dan tidak terlibat di rapat SSD. Bagi Pdt. J. Kuntaraf Iya, bagi saya tidak. Tapi yang sedang kita bicarakan adalah tentang orang yang diutus ke SSD diwaktu pemilihan. Berdasarkan pengalaman pemilihan di GC, San Antonio, Pdt. Ted Wilson tidak mengusulkan nama terlebih dahulu. Dan juga berdasarkan pengalaman pemilihan UIKB 5 tahun yang lalu. Pdt J.S Peranginangin sebagai pimpinan rapat juga tidak mengusulkan nama.

  1. JK: Sudah pasti officers punya kriteria sebab mereka mengetahui atau mengenal akan siapa yang akan dipilih. Saya mau tanya, apakah salah kalau officers punya kriteria untuk calon yang akan dipilih? Saya teringat sebelum nominating Committee di FED dimulai, officers dan utusan department ketemu dulu untuk mengevaluasi setiap calon pemimpin; ditinjau dari hasil caucus, performa selama ini, kesanggupan memimpin, kerja sama antar officers, personal finance, etc. Dengan demikian officers saat memberikan calon itu sudah sepakat, tidak ada perpecahan antara officers. Tetapi ini bukan kingly power, sebab bukan pendapat seorang. Sesudah itu dari officers dihadapkan ke Nominating committee dan direkomendasikan ke paripurna. Dalam hal apa ini disebutkan “jelas salah.

  1. SS: Menurut anggota yang diutus, kreteria tidak dibicarakan bersama anggota nominating. 
Mohon maaf...itu dulu yang bisa saya kasih jawaban, saya lagi tidak fokus karena terganggu dengan banyaknya telephone saat ini. 
Kalau sudah ada waktu tenang, akan saya jawab lebih baik lagi.


HORAS

Pdt. S. Simorangkir



From: <advent...@googlegroups.com> on behalf of samuel simorangkir
Reply-To: "advent...@googlegroups.com"




--
Samuel Simorangkir D.Min
WIUM Field Secretary and Communication & PARL Director, 
AWR & Jakarta Studio Director
West Indonesia Union Mission.
+6282113265659

samuel simorangkir

unread,
Nov 14, 2015, 11:45:20 PM11/14/15
to advent...@googlegroups.com
Dear Pak Si-Iman,

Terimakasih untuk kepeduliaannya kepada saya, puji Tuhan.

So pasti banyak yang ngincer jabatan departemen komunikasi UIKB, dan mereka punya pilihan: bisa lanjutkan apa yang sudah saya buat (khususnya pelayanan di milis) atau tidak usah layani milis (khan itu bukan keharusan).

Saya kurang setuju kalau disebut melawan arus, karena tidak semuanya mengikut arus. Hanya saja, saya yang banyak bicara yang lain tidak berbicara tapi cuman titip pesan untuk saya bicarakan, yach...namanya Komunikasi, memang tugasnya untuk mengkomunikasikan.

Untuk petisi 50? kalau mereka sudah dilayani oleh pimpinan tapi masih melakukan hal-hal yang tidak benar, iya sudah pasti saya diluan yang menjadi jubir organisasi.
Sama seperti beberapa bulan lalu, banyak dibicarakan dimilis, saya banyak bicarakan di kantor, kemudian kantor kasih jawaban, lalu dimilis saya yang banyak bicara kepada anggota milis, agar jikalau ada menemukan kecurangan atau pertanyaan, silahkan ditanya langsung kepada pimpinan atau bendaraha. Atau undang mereka buat seminar di gereja.

Salam berkat,


Pdt. S. Simorangkir



Hizkia silaen

unread,
Nov 15, 2015, 4:13:43 AM11/15/15
to advent...@googlegroups.com, Samuel Simorangkir, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com
Mari kita dukung pekrjaan Tuhan.. Tempatkan hak pada tempatnya.. maju terus petisi 50. Tuhan memberkati

rolandosilaen

unread,
Nov 15, 2015, 4:22:09 AM11/15/15
to advent...@googlegroups.com
Horas Pak Pendeta Simorangkir,

Kami mendukung petisi 50. Semoga para pemimpin pemimpin kita dapat Hikmat dan Roh Kudus dalam memimpin organisasi kita ini.

Maaf kan kami bila kami berfikir kurang hikmat, tetapi kami berdoa untuk Petisi 50, sebagai satu jalan terbaik saat ini.

Amin.

Salam
Rolando



Sent from Samsung Mobile

S. Simbolon

unread,
Nov 15, 2015, 5:30:14 AM11/15/15
to Jonathan Kuntaraf, advent...@googlegroups.com, S. Simorangkir, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com
Pak Pendeta Kuntaraf,

Terimakasih atas penjelasannya dan saya yakin bahwa pak Pendeta akan terus seperti yang saya kenal sejak dari UNAI tahun 82an.
Yang saya sampaikan adalah kerinduan seorang anggota buat para Pendetanya, agar tetap kuat dalam satu corps yang harus dihormati oleh kami anggota.
Saya bersyukur kepada Tuhan karena YAPI dapat menyekolahkan adik-adik dan murid saya untuk mencapai cita-citanya.
Terimakasih pak Pendeta dan salam sama ibu dr. Kathleen, serta Tuhan selalu memberkati.

Salam hormat saya
Sedia S

Subject: Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.
Dear Brother Simbolon, 

Terima kasih atas tanggapannya. Boleh saya berikan pandangan saya sebagai mantan dosen?

  1. Saya ini bukan petinggi di GMAHK. Saya seorang awam seperti Anda, sebab saya sudah pensiun sejak bulan Juli yang lalu. 
  2. Email kepada Pdt. Simorangkir ada dua macam, ada yang pribadi adan yang umum melalui milis. Petisi itu seharusnya dikirim secara pribadi ke GC dan SSD, tetapi justru nyasar ke milis. Bukankah ini harus di tanggapi juga secara umum? Kalau tidak, persepsi umum akan seperti yang dituduhkan dalam petisi tersebut. 
  1. Contohnya seperti yang terlampir di bawah ini, email saya terakhir; menjawab keterangan Pdt. Simorangkir yang mengatakan bahwa proses pemilihan di Philippies itu “jelas salah.” Alasannya, sebab officer yang mengusulkan. Menurut beliau offiers tidak bisa mengusulkan. Nah ini pandangan yang salah yang harus dikoreksi. Officers selamanya bisa mengusulkan, tetapi yang menentukan adalah nominating committee. Bukankah ini harus diketahui oleh umum? 
  1. Kalau pernyataan dari seseorang yang salah tidak dikoreksi, maka akan menimbulkan gejolak kesalah pengertian. Mungkin Anda dengar, sebelum Anda masuk UNAI (sebab Akper belum buka), Bulan Desember 1980 terjadi masalah besar, “perkelahian antara dua suku di ITKA,” didepan mata kepala saya sendiri. Tentara Kavaleri, polisi dari Cimahi sampai Kodim turun tangan, dan tembakan-tembakan keatas terjadi. Waktu suasana reda, kami panggil mereka yang terlibat, apa yang menyebabkan perkelahiana tersebut?” Wakil dari satu suku mengatakan, “Kami mendengar bahwa mereka mau menyerangi kami.” Suku kedua juga bilang,, “kami dengar mereka mau menyerang kami.” Jadi dasar perkelahian, “dengar mau diserang,” hanya issue, akhirnya jadi benaran. Nah saya melihat petisi 50 mengissue-kan sesuatu, dan setelah saya tanya lebih lanjut, “sebab usulan datang dari officers.” Lho, dimana-mana juga officers berhak untuk mengusulkan, tetapi, nominating tetap yang memutuskan untuk rekomendasikan ke paripurna. Jadi saya tidak lihat tuduhan yang valid. Sebab itu perlu dikoreksi. Walaupun pensiunan, bukankah tanggung jawab saya untuk mendidik masyarakat Advent untuk berpikir objektip? 
  2. Jangan kuatir, saya tidak ada kepentingan pribadi. Apa yang diharapkan oleh pensiunan? Tidak ada posisi yang saya cari. Soal suku? Ada yang menuduh saya kesukuan. Masing-masing bebas menilai. Yang jelas, kami sekarang bantu 43 orang sekolah diperguruan tinggi, yang satu suku dengan saya hanya 10%, yang 90% bukan satu suku dengan saya. Lebih dari 50% adalah dari Tapanuli. Dan banyak yang tamat marga Simbolon! Hehehe. Ada yang namanya Madona Simbolon pernah murid Anda bukan? Atau kakaknya Sartika Simbolon, dan adiknya lagi.. Jadi kami tidak membedakan suku dalam membantu. Kami bantu yang perlu dibantu. 
Jadi itu saja keterangan saya. Kami sudah dengar, dan sampai detik ini, sata lihat tuduhannya kami tidak lihat kebenarannya. Dan ini harus diketahui oleh umum, termasuk oleh Anda sendiri.

Salam dalam Kristus, 

Jonathan Kuntaraf
From: Jonathan Kuntaraf
Date: Saturday, November 14, 2015 at 8:35 PM
To: samuel simorangkir, <advent...@googlegroups.com>
Cc: "Konfer...@yahoogroups.com", "daer...@googlegroups.com"
Subject: Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.
From: "S. Simbolon"
Reply-To: "S. Simbolon"
Date: Saturday, November 14, 2015 at 7:45 PM

S. Simbolon

unread,
Nov 15, 2015, 5:45:20 AM11/15/15
to advent...@googlegroups.com
Horas Lae Sinaga,
Terimakasih atas tanggapannya, dan saya coba telusuri apa itu Petisi 50, dan saya temukan bukan ketidak puasan atas hasil yang terpilih tetapi ada hal lain yang perlu diperbaiki dalam tata cara pengambilan keputusan.
Saya sepakat dengan Petisi karena tidak ada masalah kepada: Pdt. W. Mandolang, Pdt. M. Sagala dan bapak P. Doloksaribu. Ada hal yang perlu diperbaiki dalam lembaga kita, itu yang membuat saya mendukung Petisi 50 ini.
Mari kita ikuti dan cermati apa yang akan dilakukan petisi ini, dan kalau menyimpang dari aturan organisasi GMAHK, saya akan ikut kejar mereka haaa...haaaa. Tapi saya yakin tidak akan menyimpang tetapi merindukan perbaikan system yang ada, dan menginginkan bahwa Uni Indonesia Kawasan Barat menjadi Konferens. Sudah selayaknya yang diperjuangkan ini dilakukan, karena Uni Indonesia Kawasan Timur sudah Konferens, sementara dari sudut manapun, asumsi saya bahwa UIKB lebih unggul.
Sekali lagi terimakasih lae, dan Tuhan selalu memberkati kita.

Salam
Sedia S



From: Ismail Y. Sinaga <ismail....@gmail.com>
To: "advent...@googlegroups.com" <advent...@googlegroups.com>
Sent: Sunday, November 15, 2015 10:07 AM

Hizkia silaen

unread,
Nov 15, 2015, 5:55:35 AM11/15/15
to advent...@googlegroups.com

Horas Pa Sinaga..
Tolong dibaca isi dari tuntutan Petisi 50 spy dpat mengerti apa yg dirindukan oleh anggota UIKB.
SECARA FINANCIAL, UIKB jauh lebih mapan.
Kenapa kita blom menjadi konfrens??
Apa yg menghalangi dan siapa??
Banyak yg mau bekerja dan melayani di UIKB.
Mari tempatkan UIKB pada posisi seharusnya. Berikan haknya.. jangan hanya minta kewajibannya..

Hizkia

Kuntaraf, Jonathan

unread,
Nov 15, 2015, 7:13:44 AM11/15/15
to advent...@googlegroups.com, Jonathan Kuntaraf, S. Simorangkir, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com
Dear Brother Simbolon, 

Terima kasih atas emailnya. Dan langsung saya kirimkan salam untuk Kathleen, langsung dia ingat mahasiswanya yang pintar, dan dia bilang, “pernah kerja di ADRA” ya? Well, 30 tahun telah berlalu; dan tidak ada sukacita yang lebih besar dari orang tua atau dosen melihat anak/anak dan mahasiswanya  berjalan dalam kebenaran. 

Kerinduan Anda juga menjadi kerinduan saya; kita sebagai pengerja tetap kuat sebagai corps pengerja, dan jadi panutan kepada anggota. Semua usaha haruslah membawa kepada persatuan. Kita harus menghindarkan hal-hal yang akan memecahkan kita. 

Kami senang memulai YAPI dan menolong mereka yang membutuhkan untuk tinggal di panti asuhan, mendapatkan bimbingan rohani, tempat bernaung, makanan dan pendidikan. Kita senang YAPI mempunyai 7 panti asuhan dengan 224 anak sekarang ini. Tetapi dana YAPI terbatas hanya untuk mengelola panti asuhan dan membantu korban malapetaka bila terjadi. Sebab itu untuk mereka yang masuk perguruan tinggi, dananya diambil dari Andrew Kuntaraf Memorial Scholarship funds. Dan dana inilah yang membantu sampai Madona, Sartika dan Melissa Simbolon menyelesaikan pendidikan sarjana. Kita puji Tuhan untuk itu. 

Tuhan memberkati Sdr. Simbolon dan keluarga senantiasa.

Salam dalam Kristus, 

Jonathan Kuntaraf 

samuel simorangkir

unread,
Nov 15, 2015, 9:29:08 AM11/15/15
to Kuntaraf, Jonathan, advent...@googlegroups.com, Jonathan Kuntaraf, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com, Pendeta Advent
Dear Pdt. J. Kuntaraf,

Saya perhatikan....ada hal yang perlu diluruskan sehubungan dengan diskusi Pendeta dengan saudara Lumban Gaol dan anggota milis, saya terlewat memperhatikan tulisan Pendeta ini, yang awalnya pendeta tulis sebagai response pertama dari surat petisi 50. 

Hal pertama yang perlu diingat adalah, petisi 50 ditujukan kepada pimpinan SSD dan GC yang memimpin dan yang membuat pemilihan di SSD (bukan untuk Pendeta J. Kuntaraf yang notabene tidak hadir pada waktu itu). Dari bunyi petisi dinyatakan ada hal yang tidak benar dilakukan oleh pemimpin dalam proses pemilihan.

Lalu ada komentar dari Pendeta Kuntaraf berdasarkan pemikiran dan pengalaman Pendeta yang menerangkan bahwasanya Petisi 50 itu salah, bisa seperti Lucifer, melawan organisasi dan lain-lain.

Saya melihat, pembaca dibawa kepada kebenarannya Pendeta J. Kuntaraf berdasarkan pengalaman, sementara Petisi 50 membicarakan kebenaran yang terjadi di SSD dimana Pendeta J. Kuntaraf tidak hadir disana.

Kebenaran Pendeta Kuntaraf adalah, adalah benar kalau pemimpin bisa mengusulkan nama (ini berdasarkan pengalaman Pendeta Kuntaraf).

Kebenaran yang diketahui oleh Petisi 50 adalah, pemimpin tidak pernah pertama kali mengusulkan nama, itu harus datangnya dari anggota nominating, sementara kriteria calon pemimpin yang dipilih harus dibahas dan disepakati bersama dengan anggota nominating.

Pendeta Kuntaraf coba meyakinkan pembaca dimilis dengan memberikan bukti, Pendeta Ted Wilson memberikan nama calon di GC, San Antonio beberapa bulan lalu. Ternyata hal ini tidak benar menurut utusan indonesia yang hadir dirapat nominating.
Pendeta Kuntaraf coba yakinkan pembaca dimilis bahwasanya, ketua uni biasa mengusulkan nama untuk calon direktur departemennya, tapi kenyaataan di UIKB 5 tahun lalu, Pdt. J.S Peranginangin tidak pernah mengusulkan nama pertama kali kepada anggota nominating untuk dipilih.

Sekali lagi, apa yang dituliskan oleh Petisi 50 tidak bisa disebutkan seperti gerakan Lucifer, melawan organisasi dan lain-lain. Petisi 50 punya kebenaran dan pemimpin SSD dan GC melakukan kesalahan.

Mari kita tunggu keterangan dari pemimpin SSD dan GC untuk memberikan keterangan tentang kebenaran dari apa yang sudah mereka lakukan pada waktu itu.

Untuk sementara, saya sangat menghimbau agar Pendeta Kuntaraf maupun Pendeta lainnya diharapkan untuk tidak memberikan komentar yang menghakimi terhadap kelompok Petisi 50.

Dan ingatlah: Tujuan dari Petisi 50 agar UIKB menjadi Konferens.
Jangan katakan, tidak mungkin bisa Konferens oleh karena tindakan Petisi 50 sudah menyatakan ketidak dewasaan rohani.
Belum saatnya mengatakan tindakan Petisi 50 itu salah, sebelum mendapatkan penjelasan dari SSD dan GC.



Salam berkat,


Pdt. S. Simorangkir



Kuntaraf, Jonathan

unread,
Nov 15, 2015, 10:51:51 AM11/15/15
to advent...@googlegroups.com, Jonathan Kuntaraf, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com
Dear Anakku Pdt. Simornagkir, 

Terima kasih atas emailnya. hehehe. Saya pikirkan sejak 6 tahun lalu tidak ada perbedaan sikap saya. Sebagai bapak dan anak, ya setiap kesalahan harus diingatkan. 

Untuk surat-surat tanah, memang mertua saya mempercayakannya kepada Oppung JL Simorangkir oleh sebab suhu politik tahun 1960-an tidak kondusif bagi orang Tionghoa di Medan. Banyak “ganyang China,” yang telah terjadi, maka untuk menyelamatkan surat tanah yang disumbangkannya; mertua saya memberikannya kepada orang yang sangat dipercaya, dan oppung Anda adalah orangnya. Namun sekarang sertifikat sudah ditangan Daerah. Kalau kebangkitan nanti, mereka akan lebih tertarik dengan bagaimana tanah itu digunakan,  daripada berapakah sumbangan masing-masing. Hehehe. Sebab semua akan melihatnya uang Tuhan. Kita hanya sebagai alat saja. 

Mengenai soal pencalonan juga baru sekarang  saya tahu bahwa officers tidak bisa mencalonkan pilihannya. Sepanjangan pengalaman saya bekerja dalam organisasi untuk 44 tahun, officers bisa mengusulkan. Kasus Anda bisa juga diusulkan oleh anggota nominating, dan akhirnya di vote. Jadi calon bisa datang dari officer, bisa datang dari anggota nominating. Itu soal biasa. Kalau hanya oleh sebab dicalonkan oleh officers, dan calon dari officers yang terpilih setelah di vote, masa ini disebutkan “jelas salah?” 

Mengenai Kriteria yang dipertimbangkan oleh officers, memang umumnya tidak dibahas secara umum, tetapi menjadi pertimbangan officers, kecuali dengan sangat terpaksa. Mengapa? Sebab itu adalah hal yang peka. Baru-baru ini ada masalah di Hongkong sebab dalam nominating committee, chairmannya bilang, “dia tidak bayar perpuluhan dengan setia.” Wah berita itu kedengaran kepada orangnya, yang jadi ngamuk! Jadi banyak pertimbangan dari officers, dan akhirnya menyeleksi calon. Yg jelas pertimbangan officers adalah yang terbaik menurut officers sesuai criteria officers, walaupun mungkin tidak seperti yang diharapkan utusan dari uni. 

Mengenai sifat Lucifer, saya mengerti kalau orang tidak sependapat, atau marah sama saya. Saya tidak mengharapkan semua akan setuju dengan saya. Prinsipnya, kita semua memiliki sifat Lucifer. Kita hidup 6000 tahun setelah adanya dosa, jadi Sifat tidak puas, mementingkan diri, mau menonjolkan diri, membohong telah mendarah daging dalam diri manusia. Inilah yang harus dikikis, jangan dimanjakan. Kita diajak untuk bertarak bukan hanya dari makanan tetapi juga dari sifat-sifat manusia yang mementingkan diri. Nah sifat Yesus harus dikembangkan dengan kuasa Yesus, dan sifat Luficer yang dikesampingkan. Kalau Perasaan tidak puas, protes, ultimatum dikembangkan sebagai gantinya kerendahan hati dan pelayanan; bukankah kita sedang memanjakan sifat Luficer? 

Oleh sebab Pdt. Simorangkir sekarang merasa bukan anggota petisi 50, hanya diminta sebagai sekretaris, walaupun saya lihat Anda yang menyusun petisi itu; tetapi Anda juga mengatakan, bukan maksudnya begitu; jadi kami bingung, jadi kalau Anda bukan anggota petisi 50, artinya tidak bisa mewakili petisi 50, maka tidak ada manfaatnya kita teruskan perbincangan kita. Jadi kita akhiri saja diskusi kita, dan biar saja pembaca yang menilai mana yang disebut kehendak Tuhan. 

Salam dari North Carolina, 

Jonathan Kuntaraf

From: <advent...@googlegroups.com> on behalf of samuel simorangkir
Reply-To: "advent...@googlegroups.com"
Date: Saturday, November 14, 2015 at 11:36 PM
To: Jonathan Kuntaraf
Cc: "advent...@googlegroups.com", "Konfer...@yahoogroups.com", "daer...@googlegroups.com"
Subject: Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

Maringan Marbun

unread,
Nov 15, 2015, 1:18:43 PM11/15/15
to advent...@googlegroups.com, Jonathan Kuntaraf, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com
Dear All,

Sedih rasanya melihat apa yang terjadi ini. Ketika nubuatan yang mengatakan bintang berguguran apakah yang terjadi ini merupakan kenyataanya?.

Saran saya sebagai anggota jemaat awam dan tidak memihak entah siapa. Saya hanya memihak menyambut kedatangan Yesus yang Kedua kali.

1. Mari kita terima hasil pemilihan itu dengan lapang,dada. Kita hargai higher organisasi kita yang telah bekerja.

2. Bila pemilihan itu cacat menurut yang tidak setuju, Tuhan Akan berikan petunjuk Dan Organisasi kita adalah milik Tuhan yang tidak Akan pernah di permalukan. 

3.  Saya sangat kwatir dengan program penginjilan yang selalu di canangkan Akan tidak berjalan dengan baik kalau kita tidak menghargai pimpinan kita.

4. Pelajaran Raja Uzia hendaknya menjadi contoh yang baik, walaupun dia masih sangat Muda namun rakyatnya menghargai Dan menuntun untuk berbuat baik.

5. Saran untuk Pemilihan Pimpinan Konfrense. Dipilih saja Dari atas sebagai mana Suku Lewi di asingkan Tuhan untuk memiliki pelayan Kaabah.

Reff: di ground floor telah daysat bagaimana ini Dan itu menjelang Pemilihan.

6. Saran untuk Guruku Pdt J Kuntaraf. Email email yang ngaur jangan di response, biarkan saja.

Semoga bermanfaat.



Thanks

M.Marbun






Sent from my iPad

satar sinaga

unread,
Nov 15, 2015, 6:54:58 PM11/15/15
to advent...@googlegroups.com, Jonathan Kuntaraf, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com

Ya... Tuhan berkatilah kami dihari-hari yang akan kami lalui....padaku tidak ada kebijaksanaan yang menilai mana yang benar mana yang yang salah......ampunilah dosaku ... dan jadilah kehendakMu.



berdoa.jpg

francky roring

unread,
Nov 15, 2015, 8:43:52 PM11/15/15
to advent...@googlegroups.com
Sdr. Roy,

Sama sikap kita pak. Saya hanya ingin melihat lebih jernih alasan Petisi 50 dimana kita sendiri dibuat bertanya-tanya apa dasar mereka benar untuk menyuarakan Petisi 50 itu. Tapi saya juga tidak ingin cari tahu hal itu lagi karena sudah begitu jauh komentar-komentar yang diberikan dari berbagai pihak, tetapi dari Pihak Petisi 50 sendiri tidak memberikan bukti konkrit tentang dugaan kuat mereka terhadap pemilihan officer UIKB. Jadi mulai sekarang saya mau kembali lagi berdiam diri. Haaaaaa. Thanks ya Sdr. Roy atas waktunya untuk merespon tulisan saya. Sukses selalu.

Salam,
Francky Roring
Pada Ming, 15/11/15, roy tampubolon <roy.gm...@gmail.com> menulis:

Judul: Re: [Konferens-DKI] Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.
Kepada: advent...@googlegroups.com
Tanggal: Minggu, 15 November, 2015, 8:08 AM

Bpk. Francky
Roring,
Ahahhaha,,,

Saya tak tahu alasan kenapa ada Petisi 50? Saya pun tak tahu
dimana yang salah. Saya bukan lah orang yang ngerti tatib di
organisasi. Mungkin nanti dibuat lagi petisi 10, 20, 30,
40,,,, 200. Oleh karena itulah saya tidak mau menolak dan
menerima petisi-petisian. Satu hal lagi, saya pun tak ingin
nama Tuhan dialaskan atas dasar kegiatan kita. Kita terlalu
biasa menjual nama Tuhan, sehingga mungkin oleh karena
itulah NamaNya tak berkuasa lagi atas kita.
Siapa pun diatas sana, gak ada efeknya sama
pribadi saya. Gak menambah dan mengurangi iman saya. Bagi
saya yang penting, saya bisa beribadah kepada Tuhan setiap
saat, baik dalam tidurku dan pekerjaanku.
Kalau bapak masih penasaran, boleh tanya pak
dengan Pdt. Simorangkir and the geng.
Salam,
Roy
On Nov 15, 2015 10:51 PM,
"'francky roring' via Advent Global"
<advent...@googlegroups.com>
wrote:
Sdr.
Roy,



Anda tidak menjawab pertanyaan saya tentang alasan Petisi 50
mengatakan pemilihan officer ini salah?  Saya sangat setuju
dengan mengutamakan Kasih Yesus nah itu yang ditunjukkan
dengan kerelaan menerima sesuatu hasil yang kita sendiri
tidak tahu apakah disitu ada permainan kotor atau tidak? 
Karena kalau setiap hasil keputusan kita harus cari-cari
tahu apa ada kecurangan dan lain sebagainya, maka kita
sendiri akan stress.  Lebih menunjukkan kasih Yesus adalah
selalu menerima hasil pemilihan dengan senang hati, dan
selalu berpikiran bahwa Allah tahu mana yang terbaik untuk
umatNya.  Thanks.



Salam,

Francky Roring

Pada Ming, 15/11/15, roy tampubolon <roy.gm...@gmail.com>
menulis:



 Judul: Re: [Konferens-DKI] Re: [Advent-Global] Konferens
Uni Indonesia Kawasan Barat.

 Kepada: advent...@googlegroups.com

 Tanggal: Minggu, 15 November, 2015, 7:39 AM



 Sdr. Francky

 Roring,

 Saya tidak pernah setuju atau menolak petisi

 50. Bahkan saya muak dengan hal itu. Saya harap saudara
bisa

 membaca email saya sebelumnya.



 Tetapi saya hanya inginkan, jangan lah kita terlalu
gampang

 menjual nama Tuhan, mengatasnamakan pekerjaan Tuhan,
lalu

 menuduh orang yang protes seperti Lusifer. Terlalu
gampang

 kita mengatakannya.



 Saya hanya tahu, bahwa Tuhan menegaskan agar kita
menegakkan

 Kasih dan Keadilan, dua hal ini adalah SifatNya. Kasih
yang

 berkeadilan, dan Keadilan yang berkasihan. Tak boleh

 pisah.

 Salam,

 Roy

 On Nov 15, 2015 10:19 PM,

 "'francky roring' via Advent Global"

 <advent...@googlegroups.com>

 wrote:

 Sdr.

 Roy,







 Maaf saya ikut nimbrung mengomentari tulisan anda. 
Saya

 hanya ingin bertanya "Apa dasar/alasan anda
mengatakan

 bahwa pemilihan yang sudah berlangsung ini

 salah/menyimpang?  Petisi 50 tidak jelas-jelas
membuktikan

 adanya kesalahan atau kongkalingkong dalam hal ini,
hanya

 menuliskan "ada dugaan kuat."  Tugas Sdr.
Roy

 kalau mau dukung Petisi 50 ini cari tahu dengan jelas
bukti

 kesalahan atau kongkalingkong dari pemilihan officer
UNI

 kita ini.  Baru kita bicara lebih luas. Tks.







 Salam,



 Francky Roring



 Pada Sab, 14/11/15, roy tampubolon <roy.gm...@gmail.com>

 menulis:







  Judul: Re: [Konferens-DKI] Re: [Advent-Global]
Konferens

 Uni Indonesia Kawasan Barat.



  Kepada: advent...@googlegroups.com



  Cc: "Konfer...@yahoogroups.com"

 <Konfer...@yahoogroups.com>,

 jonath...@gmail.com,

 "daer...@googlegroups.com"

 <daer...@googlegroups.com>,

 "samuel simorangkir" <simoran...@gmail.com>



  Tanggal: Sabtu, 14 November, 2015, 7:12 PM
  "'S. Simbolon' via Advent Global"
<advent...@googlegroups.com>



  wrote:



  Saudara



  Ramon,Nimbrung ya...karena emailya ke Pdt.



  Simorangkir tapi di milis, dan mohon ijin



  nimbrung.Usul saya, mari kita dengar dan amati



  dulu apa yang dipikirkan para petisi 50 ini.Kalau mau



  merusak Organisasi GMAHK kita kejar mereka
ramai-ramai



  tetapi kalau mau memperbaiki yang sudah kurang baik

 mari



  kita dukung. Jadi kita dengarkan dulu, dan simak
dengan

 baik



  rencana dan tujuan Petisi 50 ini.



  Mengenai rapat dan keputusan yang



  dibuat oleh pimpinan adalah tuntunan Roh Kudus dan

 disetujui



  oleh Allah, secara pribadi saya belum mengakuinya
100%.



  Karena tidak semua pimpinan itu yang mengikuti arahan

 Roh



  Kudus tetapi mengikuti kata hati dan



  keinginannya.Jadi mari kita berdoa agar Yesus



  segera datang dan akan memberikan jawaban atas
masalah

 yang



  ada di Lembaga yang mengklain sebagai Gereja yang

 teakhir



  dan di Nubuatkan.



  Salam hormatSedia S



















  From:



  'Ramon' via Advent Global <advent...@googlegroups.com>



   To: samuel simorangkir



  <simoran...@gmail.com>







  Cc: advent...@googlegroups.com;



  "Konfer...@yahoogroups.com"



  <Konfer...@yahoogroups.com>;



  "daer...@googlegroups.com"



  <daer...@googlegroups.com>;



  "jonath...@gmail.com"



  <jonath...@gmail.com>







   Sent: Friday, November



  13, 2015 11:21 AM



   Subject: Re:



  [Konferens-DKI] Re: [Advent-Global] Konferens Uni

 Indonesia



  Kawasan Barat.







  Dear Pdt



  Simorangkir,
  selanjutnya.Mohon segera diambil



  tindakan agar tidak berlama-lama dan kita bisa
bersama



  kembali.



  God



  blessRamon Tengkano



  Sent from my iPhone



  On Nov 13, 2015, at 09:11, samuel simorangkir



  simoran...@gmail.com



  [Konferens-DKI] <Konferens-...@yahoogroups.com>



  wrote:



































































   







































        Dear Pdt. J. Kuntaraf



  dan pak Taslym,



  Mohon



  maaf pak Taslym, ijinkan saya meresponse tulisan Pdt.

 J.



  Kuntaraf.







  Puji Tuhan, terimakasih karena Pdt.



  J. Kuntaraf bisa melihat karakter saya yang baik

 melalui



  pelayanan saya sebagai Pendeta di Petisi 50.



  Anggota jemaat itu harus kita



  perhatikan dan kita doakan apalagi ketika mereka

 meminta



  untuk diperhatikan. Mereka adalah umat Tuhan yang
baik

 dan



  tulus melayani.Kalau Pendeta J. Kuntaraf masih



  mengingat pengalaman bekerja dijemaat, pasti punya



  pengalaman seperti saya.



  Ada anggota yang marah dan kirim



  surat kepada saya, tidak mau bertemu dengan Pendeta

 lagi



  karena Pendeta sombong dan tidak peduli dengan dia.
Hal

 ini



  dia ceritakan kepada semua orang tidak langsung
kepada

 saya,



  dia katakan: Pendeta Simorangkir hanya memperhatikan



  orang-orang kaya saja.Lalu, tanpa tunggu waktu
  pembohongan public.Tidak benar pemilihan di GC
  atau pelayanan kepada pemimpin.Saya menceritakan,



  adalah biasa bagi anggota melihat cara dunia seperti



  itu.Tapi saya tidak bilang itu orang SSD atau GC.
  On Nov



  13, 2015, at 1:33 AM, Kuntaraf, Jonathan <Kunt...@gc.adventist.org>



  wrote:






























  nama?Apakah benar nama



  yang diusulkan dari hasil caucus ?Siapa yang buat



  peraturan Caucus? Dan kenapa utusan dari UIKB merasa



  bahwasanya aspirasi diabaikan?Maaf….ini bukan



  masalah yang terpilih bukan yang diharapkan. Tapi
karena

 adanya



  unsur paksaan kehendak dari pimpinan SSD. Dan kesan
ini



  dirasakan oleh utusan UIKB yang merupakan orang yang

 sudah



  berpengalaman diorganisasi gereja maupun di dunia



  luar.



























  JK: A. Tidak salah pemimpin atau officers mengusulkan

 nama.



  Justru ini yang selalu berlaku. Nanti dalam pemilihan

 di



  tingkat uni juga, pemimpin rapat akan mengusulkan
siapa

 yang



  akan jadi direktur Komunikasi uni. Anggota nominating



  committee akan memperbincangkannya,



   bisa goal bisa juga tidak. Anda mengetahui apa yang

 terjadi



  di GC session di San Antonio. Pdt. Ted Wilson selalu



  mengusulkan ketua divisi, atau vice president atau

 direktur



  bukan=

francky roring

unread,
Nov 15, 2015, 8:51:29 PM11/15/15
to advent...@googlegroups.com
Hai Bang Anton,

Mari kita saling mendoakan ya, supaya tetap setia sampai waktu nya (entah sampai Tuhan datang ataupun sampai umur kita berakhir didunia ini alias mati). Tetap semangat bang. Thanks.

Salam,
Francky Roring
Pada Ming, 15/11/15, anp...@gmail.com <anp...@gmail.com> menulis:

Judul: Re: [Konferens-DKI] Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.
Kepada: "Advebt Gkibal" <advent...@googlegroups.com>
Tanggal: Minggu, 15 November, 2015, 3:48 PM

Dear All,

Saya semakin sedih dan miris tentang apa yg terjadi ahir2
ini, sungguh menandakan tanda2 ahir zaman,..dimana masa
penampian sudah semakin jelas dan kita jadi. Bingung Roh apa
kiranya yg turun atas mereka2 ini.

Sdr. Franky..doakan kami2 yg sudah wujur ini agar iman kami
di kuatkan dan tidaak goyah melihat apa yg terjadi ahir2
ini..dan step ke duA..pemilihan konfrencepun bisa seperti
ini..dan mau kemana Organisasi ini dibawa!!

Tuhan memberkati,

Anpan, Bintaro
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "'francky roring' via Advent Global" <advent...@googlegroups.com>
Sender: advent...@googlegroups.com
Date: Sun, 15 Nov 2015 15:07:05
To: <advent...@googlegroups.com>
Reply-To: advent...@googlegroups.com
Subject: Re: [Konferens-DKI] Re: [Advent-Global] Konferens
Uni Indonesia
Kawasan Barat.

Sdr. Sedia S.

Saya agak tergelitik dengan statement saudara yang
menyebutkan bahwa saudara kurang setuju bahwa keputusan
rapat tidak sepenuhnya tuntunan Roh Kudus.  Saya ingin
bertanya apakah rapat Petisi 50 di tuntun oleh Roh
Kudus?  Kemudian usulan Petisi 50 yang tidak gagal atau
kalah di rapat paripurna, apakah usulan - usulan tersebut
sudah melalui tahapan-tahapan yang benar tanpa ada kolusi
dan nepotisme atau kepentingan kepentingan kelompok dan yang
lainnya?  Semua akan terimbas dengan pertanyaan dan
keraguan disemua lini. Jadi mari kita bersikap dewasa lah.
Kecuali ada bukti konkrit, jelas kebenarannya, mari kita
menyuarakan nya tanpa harus membentuk petisi-petisi. 
Dengan tidak puas nya kita karena nama yang kita usung tidak
keluar sebagai pemenang, tentu Tuhan ada maksud.  Kita
ingat pemilihan Daud jadi raja.  Daud tidak dihitung
sama sekali tapi terpilih.  Kakak-kakak nya
berpenampilan gagah tapi Tuhan tidak pilih. Bukan karena
sudah S3, S2 kemudian sudah jaminan untuk dipilih. 
Biar Tuhan yang pilih melalui suara-suara yang memang berhak
memilihnya.  Kalau utusan kita sudah bersuara tapi
kalah, ya jiwa besarlah.  Apalagi Pendeta yang bersuara
kemudian tidak didengar, ya tidak apa-apa. Sudah memang
harus demikian.  Thanks.

Salam,
Francky Roring
Pada Sab, 14/11/15, 'S. Simbolon' via Advent Global <advent...@googlegroups.com>
menulis:

Judul: Re: [Konferens-DKI] Re: [Advent-Global] Konferens
Uni Indonesia Kawasan Barat.
Kepada: "advent...@googlegroups.com"
<advent...@googlegroups.com>,
"samuel simorangkir" <simoran...@gmail.com>
Cc: "Konfer...@yahoogroups.com"
<Konfer...@yahoogroups.com>,
"daer...@googlegroups.com"
<daer...@googlegroups.com>,
"jonath...@gmail.com"
<jonath...@gmail.com>
Tanggal: Sabtu, 14 November, 2015, 5:08 PM

francky roring

unread,
Nov 15, 2015, 8:54:08 PM11/15/15
to advent...@googlegroups.com
Dear kawanku Satar,

Thanks atas foto "Anak yang sedang berdoa" yang sangat memotivasi khususnya bagi saya. Sukses selalu kawanku. Tks.

Salam,
Francky Roring
Pada Ming, 15/11/15, satar sinaga <satar...@gmail.com> menulis:

Judul: Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.
Kepada: "advent...@googlegroups.com" <advent...@googlegroups.com>
Cc: "Jonathan Kuntaraf" <jonath...@gmail.com>, "Konfer...@yahoogroups.com" <Konfer...@yahoogroups.com>, "daer...@googlegroups.com" <daer...@googlegroups.com>
Tanggal: Minggu, 15 November, 2015, 3:54 PM
On Nov 15, 2015, at 10:51 PM, Kuntaraf,
Jonathan <Kunt...@gc.adventist.org>
wrote:






Subject: Re:
[Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.







“Sepertinya para
pemimpin
sudah menunjukkan “Kingly Power” bukan
lagi “Servant Leader.” 
JK. Kalimat yang sangat
berbahaya, serta berisi tuduhan yang tidak berdasar.
Benar ‘kah? Kalau benar “kingly
power,” tidak perlu lagi di bawa ke
nominating committee.  Kalau di bawa ke nominating
Committee dan dibawa ke paripurna, menunjukkan
keputusan tetap di buat oleh paripurna yang menerima
rekomendasi dari nominating committee. Saya kenal para
pemimpin tersebut, dan saya kenal mereka yang memikirkan
kemajuan pekerjaan Tuhan. Kalau yang terpilih bukanlah yang
Anda jagokan, janganlah punya pandangan
bahwa yang memimpin itu puya kingly
power. 





S.S. Argument Pendeta benar karena sesuai dengan sudut
pandang Pendeta bahkan pendeta mengarahkan pembaca dengan
kalimat, Kalau
yang terpilih bukanlah yang Anda jagokan, janganlah punya
pandangan bahwa yang memimpin itu puya kingly
power. 



Dibawah ini adalah berdasarkan
sudut pandang saya terhadap petisi 50:


saya mendengar keluh kesah anggota oleh karena diperlakukan
tidak benar diacara pemilihan officer UIKB di SSD, hati saya
merasa sedih. Sedih melihat perasaan anggota yang hatinya
terluka, sedih melihat cara pimpinan yang sepertinya kurang
pas melayani jemaat
di UIKB khususnya utusan yang hadir dirapat SSD. Sepertinya
para pemimpin sudah menunjukkan "Kingly Power"
bukan lagi "Servent Leader". Hal ini sudah
terlihat dari keterangan Pdt. J. Kuntaraf sendiri yang sudah
bertanya dengan Pdt. Gt.Ng.






Komentar
saya tentang tulisan Pendeta di nomer 3.
Tentang pembohonan public. 





JK: hehehe.
Ini satu hal yang menarik. Menarik sebab Anda katakan, dapat
informasi dari anggota nominating utusan
Indonesia. Sorry,  Ini
bukan pembohongan public, tetapi pengalaman dari seorang
yang pernah duduk di Nominating Committee GC untuk dua
kali.







SS: Ini
tulisan Pdt. Kuntaraf dan ini alasan saya menyebutkan
pendeta berbohong dimilis: Anda mengetahui apa yang terjadi
di GC session di San Antonio.
Pdt. Ted Wilson selalu mengusulkan ketua divisi, atau vice
president atau direktur department. 







SS: Tidak benar pemilihan di GC seperti yang Pendeta
ceritakan. Nama tidak langsung diberikan oleh Pdt. Ted
Wilson, nama itu datang dari anggota nominating kata utusan
Indonesia yang hadir dan menjadi anggota nominating di GC
San Antonio beberapa bulan lalu.
Pdt. J. Kuntaraf pada waktu itu bukanlah anggota
nominating, jadi tidak tau apa yang terjadi dirapat
tersebut.







b. Ini
tulisan Pdt. Kuntaraf: ....Justru
ini yang selalu berlaku. Nanti dalam pemilihan di tingkat
uni juga, pemimpin rapat akan mengusulkan siapa yang akan
jadi direktur Komunikasi uni.





S.S: tentang pemilihan direktur departemen UIKB, Pdt. J.S
Peranginangin 5 tahun lalu tidak pernah menyebutkan nama
siapa-siapa yang akan menjadi direktur departemen di
UIKB.











Komentar saya tentang tulisan Pendeta di nomer 4:





“Proses
pemilihan di SSD jelas sudah menyalahi aturan main,
pemimpin rapat memiliki kreteria sendiri didalam memilih
“Sepertinya para
pemimpin
sudah menunjukkan “Kingly Power” bukan
:”Oh iya….perlu diklarfikasi
informasi yang Pdt. J. Kuntaraf tuliskan dimilis ini,
tulisan
Pendeta bisa menyesatkan anggota dan bisa disebut
pembohongan public. Tidak benar
pemilihan di GC seperti
yang Pendeta ceritakan. Nama tidak langsung diberikan oleh
Pdt. Ted Wilson, nama itu datang dari anggota nominating
kata utusan Indonesia yang hadir dan menjadi anggota
nominating di GC San Antonio beberapa bulan lalu. Pdt. J.
Kuntaraf pada waktu itu bukanlah
anggota nominating, jadi tidak tau apa yang terjadi dirapat
menuliskan, “Proses
pemilihan di SSD jelas sudah menyalahi aturan main,
pemimpin rapat memiliki kreteria sendiri didalam memilih
jelas salah sebab sudah menyalahi aturan
main,”
padahal oleh sebab Anda tidak tahu prosesnya. Sangat
menyedihkan. 
Soal
berikut:  Intinya
Uang: Semuanya bisa dibeli dengan uang. Keterangan Anda,
"Jelas
membicarakan tentang pemimpin dan oknum yang memberikan uang
atau pelayanan kepada pemimpin.Saya menceritakan, adalah biasa
bagi anggota melihat cara dunia seperti
itu. Tapi saya tidak bilang itu orang SSD atau GC. Pdt. J.
Kuntaraf yang menyimpulkan seperti itu.” 
JK. Lho kembali baca
tulisan Anda, dan juga pengertian orang yang baca, ini bukan
orang yang memberikan
uang, tetapi faktor orang yang menerima uang, hingga
keputusannya dipengaruhi oleh uang. Ini adalah suatu fitnah,
apalagi anda menyebutkankan Intinya UANG, Semua dibeli
dengan uang.” Saya rasa officers lama dan baru tidak ada
tim suksesnya. Officers baru dipercayakan
untuk memimpin bukan oleh mereka punya banyak uang. Mereka
dipercayakan oleh Tuhan untuk suatu jabatan yang kudus. Jadi
kita patut mendukung mereka dengan doa dan perbuatan. Ini
bukan anjang pertarungan politik. Dan jangan gunakan cara
politik dunia masuk
di gereja.JK: Kalau dalam dunia
politik, kepemimpin Golkar ditolak, muncul pemimpin
tantangan. Wah, itu cara dunia.
Gereja itu bukan pertandingan politik, dan masing-masing
mau cari jabatan. Ini adalah pekerjaan
pelayanan. 
Anda
tuliskan, “Memang diakui, alasan diatas berbeda dengan
bunyi dari isi petisi, namun mereka menjelaskan bahwasanya
akan
ada keterangan diberikan selanjutnya.” 
JK. Siapa itu “mereka?” Kalau namanya petisi,
harus jelas, dan atas persetujuan bersama dari orang hadir
dan ditunjukkan oleh tanda tangan. Kemudian ada beberapa
point:
Legalitas. Apakah bisa mengatas
namakan “seluruh anggota GMAHK di Indonesia Kawasan
Barat?”
 sementara lebih dari 99,9% dari anggota tidak
mengetahuinya? Berapa sih yang hadir? Kalau 1000 orang
sekalipun, masih tidak mencapai 1% anggota. Bukankah ini
satu kebohongan? Apalagi kalau hanya 50
orang. Misalnya saya dengar dari Medan
datang satu orang, apakah dia bisa mewakili lebih dari 2000
 anggota Medan? Siapa yang mengangkat
beliau itu jadi wakil untuk petisi? Kepada
siapa petisi ditujukan. Saya sudah tuliskan, dan Anda belum
jawab bawa email itu ditujukan kepada nominating
committee. Itu salah, sebab
nominating hanya recommend. Yang putuskan ialah
paripurna. 
Anda juga
menyebutkan,  “Didalam
pertemuan, Bpk Esron Siburian menegaskan bahwasanya untuk
melakukan pembetulan tidak dengan cara keluar dan
membuat “ ekoci” baru, tapi tetap berada didalam
organisasi GMAHK dan bertujuan menjadikan UIKB menjadi
Konferens Uni Kawasan Barat sesuai dengan aturan
main organisasi GMAHK dan juga sesuai dengan aturan main
dari negara Repulik Indonesia.” 
JK: Petisi ini petisi
Esron Siburian atau kelompok? Juga selama bernama union
mission, peraturan organisasi
yang berlaku. Kecuali status uni sudah union conference.
Tetapi ironisnya, Anda telah memperlambat proses tersebut.
Anda tidak akui bukan? Namun itulah
kenyataannya. 
Point terakhir surat
Anda, "Sekali lagi,
informasi yang diberikan tidaklah
'titik'. Silahkan menghubungi Bpk Esron Siburian
--





Samuel Simorangkir D.Min


WIUM Field Secretary and Communication
& PARL Director, 

AWR & Jakarta Studio
Director

West Indonesia Union
Mission.

+6282113265659

www.adventist.or.id








anp...@gmail.com

unread,
Nov 15, 2015, 11:15:56 PM11/15/15
to Advebt Gkibal
Dear adikku Frangky,

Saya takut efeknya sangat mempengaruhi kaeum awam/umat..dan akan timbul perpecahan. Karena saya lihat keras hati dari pihak penggugat..bisa terjadi seperti masa lalu kasus Lesiasel..yg ahirnya ada Advent indonesia dan Advent SEIndonesia.(Secara nadan hukum)

Mari berganddengan tangan mendoakan ..agar Tuhan memberi kekuatan kepada pihak yg benar..dan kita doakan pihak SSD agar turun tangan secepatnya.

Salam kasih,

Naibaho Albert

unread,
Nov 16, 2015, 6:39:45 AM11/16/15
to advent...@googlegroups.com
Dear, Mr.DR. S.Simorangkir


Hallo Pdt, tolong komunikasikan apa yang terjadi (something wrong) dengan proses pemilihan, pejabat tinggi UIKB periode 2015 s/d 2020??

Thanks,
DAN

Advent Global

unread,
Nov 16, 2015, 7:53:15 AM11/16/15
to 'Putra Sabbath Sinaga' via Advent Global
Dear Moderator, AG,

tolong daftarkan saudara Peter Nabut
Bendahara KJKT


Inaciu

hutauruk joshua

unread,
Nov 17, 2015, 7:10:42 PM11/17/15
to advent...@googlegroups.com
Kwartal ini Pel SS ttg Yeremia yang ditolak umatNya - yang ditolak bukan Yeremia tetapi yang menyuruh Yeremia

roy wauran

unread,
Nov 19, 2015, 2:37:25 AM11/19/15
to advent...@googlegroups.com, yahoogroups
Shalom,
Benar pak I.Y.Sinaga, biarlah kita yg awam ini jangan mudah dipengaruhi..sekali lagi kami yg usia diatas 50 th tdk pernah memberi mandat utk gerakan petisi 50 yg tidak loyal terhadap keputusan pimpinan yg lebih tinggi.
Bagi saya terbukti Uni kita belum layak menjadi konferens, krn salah satu syarat terbukti tidak terpenuhi : Belum dewasa dalam hal iman..
Puluhan tahun saya menjadi anggota gmahk baru kali ini ada kelompok yg menolak hasil keputusan pimipinan dengan dalih isi petisi demi kepentingan  umat dsb.
Apakah sdr2 ku yg menggagas dan mendukung gerakan ini tdk menyadari akibat yg terjadi dari gerakan petisi tsb, skarang sdr saksikan terjadi pro kontra, polarisasi,umat  ter-kotak2, terjadi kegaduhan dan mengancam kesatuan umat. mengapa tidak merespons hasil keputusan dengan doa saja dan serahkan kepada TUHAN yg lebih tau mana yg benar dan salah, TUHANlah yg akan beracara dan bertindak jika ada hal yg tdk benar.
Peraturan Gereja hal.165 : " Jemaat harus menentang tiap tindakan yang mengancam keharmonisan diantara anggota2nya, dan harus terus menerus mendorong persatuan" 
Selanjutnya kepada yg membocorkan dan menyebarkan perbincangan dalam komite pemilihan telah melakukan pelanggaran..
Tolong dibaca Peraturan Gereja hal,130
 " Adalah  pelanggaran etika kekristenan dan roh persatuan emas jika seorang anggota panitia pemilih mengulangi tiap laporan komite, diskusi,atau percakapan diluar komite mengenai anggota manapun yg namanya mungkin dipertimbangkan untuk tugas tertentu jemaat......Semua pertanyaan dan diskusi mengenai kelayakan anggota untuk memegang tugas jemaat haruslah bersifat  rahasia...Apakah peraturan ini hanya berlaku untuk jemaat, lalu utk organisasi diatasnya punya aturan lain yg lebih longgar dan bebas melakukan pelanggaran etika dan moral kristiani? wallahualam
Semoga tidak ada satu oknum sebagai pelaku pembocor rahasia tersebut.
Dan semoga tindakan saudara2ku masih dalam batas toleransi.
Karena hanya setan gundul yg gemar menabrak dan melanggar aturan.
Demikian terima kasih. TUHAN YESUS memberkati.
Wassalam,
Roy Wauran

Edi Limbong

unread,
Nov 19, 2015, 4:08:08 AM11/19/15
to advent...@googlegroups.com

Syalom,

 

Seharusnya Divisi senang jika Uni Barat jadi konferens. Seharusnya Organisasi itu berlomba-lomba agar yang levelnya mission itu ditingkatkan jadi konferens, artinya sudah bisa mandiri dan tidak merepotkan Divisi lagi secara financial dll.

 

Janganlah kedewasaan iman dijadikan tolak ukur, bagaimana caranya mengukur kedewasaan iman sebuah Uni? Pakailah ukuran-ukuran yang bisa diukur, seperti jumlah umat, jumlah konferens, mission, atau daerah dibawahnya, jumlah pengerja, jumlah perpuluhan dan persembahan, dll.

 

Sebelumnya Brother Richard Hutasoid menyatakan kalau status Konferens adalah status yang sifatnya Granted, ya susah kalau memang benar demikian. Ya tidak akan pernah granted kalau begitu, apalagi jika dengan menjadikan Uni barat konferens maka artinya dana ke Divisi akan disunat, maka sampai kapanpun tidak akan diberikan status konferens kalau begitu.

 

Menurut saya ujung-ujungnya uang. Jika Uni barat jadi konferens maka setoran persembahan dan perpuluhan ke Divisi akan berkurang atau bahkan di stop. Masakan dana perpuluhan dari rakyat Indonesia dikelola Divisi yang berada di negara lain? Karena status Mision itu seharusnya mendapatkan dana dari Divisi, tapi kenyataannya Mission Uni malah mentransfer dana ke Divisi. Harus dipastikan juga apakah praktek transfer dana yang selama ini berlaku dari Uni ke Divisi sudah benar menurut Hukum di Indonesia.

 

Jadi dari sudut netral, saya menilai sudah sangat tepat perjuangan para Petisi 50 ini, dan jika status Uni sudah menjadi konferens seharusnya tidak masalah siapapun yang menjabat. Pejabat terpilihpun tidak masalah menjabat jika status Uni sudah menjadi konferens.

 

Justru saya berpendapat, bisa saja Pengurus Uni yang ditunjuk ini bertujuan untuk meredam permintaan Uni barat jadi konferens.

Jadi lebih baik Divisi segera memberikan status Konferens kepada UNI BARAT, dan supaya win-win solution, pejabat yang sudah terpilih melalui mekanisme yang berlaku tetap menjabat...

 

Jika Uni barat telah dinaikkan statusnya jadi konferens, dan ternyata tim Petisi 50 tidak puas dan harus tetap orang yang mereka menjabat, maka benarlah Petisi 50 ini hanya kumpulan orang-orang yang haus kekuasaan dan memang pantas untuk dibubarkan!

 

Salam

Edi limbong

Pondok Gede

S. Simbolon

unread,
Nov 19, 2015, 9:06:02 AM11/19/15
to advent...@googlegroups.com
Pak Roy,
Apa kabar?, semoga sehat-sehat selalu
Pak Roy, saya baru dapat info dari bapak bahwa Petisi 50 ini menolak hasil keputusan pimpinan, dan mungkin perlu kita koreksi bahwa sejauh ini saya berdiskusi dengan yang mendukung Petisi 50, tujuan mereka bukan menolak keputusan pimpinan GMAHK tetapi memperjuangkan ketidak adilan dari Pimpinan GMAHK.
Saya melihat menolak dan memperjuangkan ketidak adilan sepertinya berbeda pak.
Kalau saya melihat bahwa pendukung Petisi 50 adalah mereka-mereka yang sudah dewasa dalam pemikiran dan kerohanian. Karena hal inilah mereka berani bersuara untuk suatu kebenaran dan tujuan mulia untuk membuat anggota GMAHK melek dalam membangun kerohanian, dan sudah waktunya kita membuka hati kita untuk tidak saling klaim siapa yang sudah dewasa dan siapa yang belum..tetapi kita bangun bersama kedewasaan itu dengan menghormati perbedaan pendapat dan pemikiran tanpa membuat perbedaan keyakinan
Demokrasi yang terpimpin dengan membiarkan anggotanya mengeluarkan pandangan-pandangan sesuai dengan pemikiran mereka dan pemikirn-pemikiran itu dipersatukan untuk membuat yang terbaik, demikian juga untuk memperbaiki Organisasi/Lembaga GMAHK yang kita cintai ini, biarlah kita mengijinkan anggotanya berpikir dan berbicara sesuai dengan alur pikirannya tanpa harus kita judge mereka-mereka itu melanggar peraturan dan lain-lainnya, tetapi semuanya pemikiran itu dibuat dibuat untuk memperbaiki kalau sesuai dengan ideologi GMAHK, tetapi kalau tidak boleh diabaikan.
Prinsipnya, mari kita semua tidak alergi dengan perbedaan pendapat dan pemikiran, dan kalau kita tidak setuju yahh,,kita diamkan saja dan kita tunggu dan lihat hasilnya nanti. 
Saya yakin bahwa semua yang terlibat dan mendukung Petisi 50 ini, sudah membaca peraturan Jemaat dan buku-buku Roh Nubuat, serta Alkitab kita.
Pak Roy..mari kita tetap berdoa dan memohon kepada Tuhan agar Organisasi/Lembaga GMAHK ini tetap dilindungi dan dipimpinanNYA kepada jalan yang benar.
Tuhan selalu memberkati kita

Salam
Sedia Simbolon
Anggota Jemaat Solideo Depok


From: 'roy wauran' via Advent Global <advent...@googlegroups.com>
To: "advent...@googlegroups.com" <advent...@googlegroups.com>; yahoogroups <konfer...@yahoogroups.com>
Sent: Thursday, November 19, 2015 2:34 PM
Subject: Bls: [Konferens-DKI] Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

Fred Truman P Simamora

unread,
Nov 19, 2015, 10:38:57 AM11/19/15
to Edi Limbong, advent...@googlegroups.com
Saya sependapat dengan bro Edi Limbong.
Mata kita orang awam semakin terbuka.
Jadi kalau divisi SSD menganggap UIKB belum dewasa seperti yang disampaikan oleh pdt J.Kuntaraf, maka pilihannya adalah setoran yang dari UIKB ke luar negeri perlu di kaji ulang apakah sudah sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia. Yesus tegas mengatakan "Bayarlah kewajibanmu kepada Pemerintah".
Kemungkinan setiap setoran ke luar negeri subject to W/H Tax PPh 26, sesuai dengan pasal 26 ayat (1) d, Undang-undang PPH no 36 thn 2008,
.....sehingga Pasal 26 berbunyi sbb:
Pasal 26
(1) Atas penghasilan tersebut di bawah ini, dengan nama dan dalam bentuk apapun, yang dibayarkan, disediakan untuk dibayarkan, atau telah jatuh tempo pembayarannya oleh badan pemerintah, subjek pajak dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya kepada Wajib Pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap, di Indonesia dipotong pajak sebesar 20% (dua puluh persen) dari jumlah bruto oleh pihak yang wajib membayarkan:
a. dividen;
b. bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang;
c. royalti, sewa, dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta;
d. imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan;
e. hadiah dan penghargaan;
f. pensiun dan pembayaran berkala lainnya;
g. premi swap dan transaksi lindung nilai lainnya; dan/ atau
h. keuntungan karena pembebasan utang.
Salam diskusi,
Fred TPSimamora,
Bintaro Immanuel

Sent from: Lenovo P90

On Nov 19, 2015 4:07 PM, Edi Limbong <lim...@seid.sharp-world.com> wrote:
>
> Syalom,
>
>  
>
> Seharusnya Divisi senang jika Uni Barat jadi konferens. Seharusnya Organisasi itu berlomba-lomba agar yang levelnya mission itu ditingkatkan jadi konferens, artinya sudah bisa mandiri dan tidak merepotkan Divisi lagi secara financial dll.
>
>  
>
> Janganlah kedewasaan iman dijadikan tolak ukur, bagaimana caranya mengukur kedewasaan iman sebuah Uni? Pakailah ukuran-ukuran yang bisa diukur, seperti jumlah umat, jumlah konferens, mission, atau daerah dibawahnya, jumlah pengerja, jumlah perpuluhan dan persembahan, dll.
>
>  
>
> Sebelumnya Brother Richard Hutasoid menyatakan kalau status Konferens adalah status yang sifatnya Granted, ya susah kalau memang benar demikian. Ya tidak akan pernah granted kalau begitu, apalagi jika dengan menjadikan Uni barat konferens maka artinya dana ke Divisi akan disunat, maka sampai kapanpun tidak akan diberikan status konferens kalau begitu.
>
>  
>
> Menurut saya ujung-ujungnya uang. Jika Uni barat jadi konferens maka setoran persembahan dan perpuluhan ke Divisi akan berkurang atau bahkan di stop. Masakan dana perpuluhan dari rakyat Indonesia dikelola Divisi yang berada di negara lain? Karena status Mision itu seharusnya mendapatkan dana dari Divisi, tapi kenyataannya Mission Uni malah mentransfer dana ke Divisi. Harus dipastikan juga apakah praktek transfer dana yang selama ini berlaku dari Uni ke Divisi sudah benar menurut Hukum di Indonesia.
>
>  
>
> Jadi dari sudut netral, saya menilai sudah sangat tepat perjuangan para Petisi 50 ini, dan jika status Uni sudah menjadi konferens seharusnya tidak masalah siapapun yang menjabat. Pejabat terpilihpun tidak masalah menjabat jika status Uni sudah menjadi konferens.
>
>  
>
> Justru saya berpendapat, bisa saja Pengurus Uni yang ditunjuk ini bertujuan untuk meredam permintaan Uni barat jadi konferens.
>
> Jadi lebih baik Divisi segera memberikan status Konferens kepada UNI BARAT, dan supaya win-win solution, pejabat yang sudah terpilih melalui mekanisme yang berlaku tetap menjabat...
>
>  
>
> Jika Uni barat telah dinaikkan statusnya jadi konferens, dan ternyata tim Petisi 50 tidak puas dan harus tetap orang yang mereka menjabat, maka benarlah Petisi 50 ini hanya kumpulan orang-orang yang haus kekuasaan dan memang pantas untuk dibubarkan!
>
>  
>
> Salam
>
> Edi limbong
>
> Pondok Gede
>
>  
>
>  
>
> From: advent...@googlegroups.com [mailto:advent...@googlegroups.com]
> Sent: 19 Nopember 2015 14:34
> To: advent...@googlegroups.com; yahoogroups

Oberlins Panjaitan

unread,
Nov 19, 2015, 10:45:42 AM11/19/15
to advent...@googlegroups.com, Konferens DKI, Jhony Lubis, hesi...@ssd.org
Salam Pak Roy Wauran & saudara-2 seiman.

Sy sebagai anggota awam selama ini  selalu berfikir & bertanya dalam hati sbb:
1. Organisasi kita yg besar di Indonesia ada 2 UNI, 4 RS, 3 Universitas , namun sptnya terkotak-2?... kenapa ya?

2. Setiap mahasiswa/i yg menyelesaikan pendidikan di Wilayah Barat/UIKB, akan sangat sulit utk berkarir diorganisasi Advent sampai tingkatan pelayanan yg tinggi sebagai pemimpin di Wilayah Timur/UIKT....mengapa ya? sebaliknya apakah demikian juga tamatan dari Wilayah Timur/UIKT berkarir di Wilayah Barat/UIKB? ...sy kurang data, mhn dilengkapi.

3. Kalau point no 2 ini benar-2 spt itu "kenyataannya" perlu masing-2 Wilayah memikirkannya dengan "seksama & bijaksana" dengan cara berfikir  spt yg Yesus ajarkan.
Tentunya, point 2 & 3 bisa kita hubungkan dengan timbulnya masalah saat ini spt Petisi 50, dan kedepannya pasti akan muncul lagi.

4. Spt tulisan Pak Roy Wauran >  bahwa "UIKB - Belum dewasa dalam iman",  mungkin ada patokan yg bisa kita ketahui utk menjadi tantangan-pergumulan bagi kita anggota-2 jemaat di UIKB supaya lebih dewasa dalam iman!

5. Kira-2 bisa kita di-sharing bgm "UIKT - Sudah dianggap dewasa dalam iman", sehingga "layak" menjadi Konferens, spt sekarang UIKT sedang pemilihan di Makasar (kalau tidak salah info).

6. Bagi umat-2 Tuhan yg sudah aktif di perantauan USA (Green card - Citizen), mungkin cara pandangnya pasti sdh sedikit berbeda ya, karena sudah tidak mengalami pelayanan langsung di Indonesia!

Semoga pemikiran positif bisa tetap kita utamakan dalam merespons pandangan spt saya ini utk kita semua (khususnya para pemimpin organisasi) untuk kemajuan pelayanan pekerjaan Tuhan.

Salam & GBU
Oberlins P.
Kota Legenda Bekasi

cc: - Pdt. J. Lubis
      - Pdt. H.E. Sinaga


Date: Thu, 19 Nov 2015 07:34:05 +0000
From: advent...@googlegroups.com
To: advent...@googlegroups.com; konfer...@yahoogroups.com
Subject: Bls: [Konferens-DKI] Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.

S. Simbolon

unread,
Nov 19, 2015, 8:21:04 PM11/19/15
to advent...@googlegroups.com, Edi Limbong
Sepertinya lae Simamora ini, sangat concern dengan pajak heee..heee,
Sepertinya Gereja atau lembaga agama selama ini tidak kena pajak lae...mungkin karena dianggap sebagai wadah sosial.
Kalau pajak diberlakukan ke Gereja kita berapa banyak nanti yang menjadi tunggakan Gereja kita utk pajak..bisa kolap keuangan nanti, karena bisa hitungan pembayaran pajak retroaktif.

Salam
Sedia S
Jemaat Solideo Depok



From: Fred Truman P Simamora <fsim...@gmail.com>
To: Edi Limbong <lim...@seid.sharp-world.com>; advent...@googlegroups.com
Sent: Thursday, November 19, 2015 10:38 PM
Subject: RE: [Konferens-DKI] Re: [Advent-Global] Konferens Uni Indonesia Kawasan Barat.
>> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-global+unsub...@googlegroups.com.

>> To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
>> Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
>> For more options, visit https://groups.google.com/d/optout
>>
>>  
>>
>> .
>>
>>  
>>
>> --
>> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
>> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-global+unsub...@googlegroups.com.

>> To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
>> Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
>> For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
>>
>> --
>> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
>> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-global+unsub...@googlegroups.com.

>> To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
>> Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
>> For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
>>
>>  
>
> --
> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-global+unsub...@googlegroups.com.

> To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
> Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
> For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
>
>  
>
> --
> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-global+unsub...@googlegroups.com.

> To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
> Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
> For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
>
>  
>
> --
> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-global+unsub...@googlegroups.com.

> To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
> Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
> For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
>
> --
> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-global+unsub...@googlegroups.com.

> To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
> Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
> For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-global+unsub...@googlegroups.com.

Hizkia silaen

unread,
Nov 19, 2015, 8:42:21 PM11/19/15
to advent...@googlegroups.com, Edi Limbong
Bpk simamora..

Sptnya persembahan bukan objek pajak.

Bantuan dan Sumbangan Sebagai Penghasilan.
Untuk bisa menentukan apakah suatu sumbangan atau bantuan merupakan objek pajak atau bukan, kita harus mengacu pada Pasal 4 Undang-undang Pajak Penghasilan (UU Nomor 7 Tahun 1983 jo UU Nomor 36 Tahun 2008).

Yang dikecualikan dari objek pajak adalah :
bantuan atau sumbangan, termasuk zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dan yang diterima oleh penerima zakat yang berhak atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dan yang diterima oleh penerima sumbangan yang berhak, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah, sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan

Dari ketentuan di atas, dapat disimpulkan bahwa secara umum bantuan sumbangan adalah bukan objek pajak dengan syarat tidak ada hubungan usaha, pekerjaan, kepemilikan dan penguasaan antara pihak-pihak yang memberi dan yang diberi sumbangan. Dengan kata lain adalah bahwa jika di antara meeka tidak ada hubungan-hubungan seperti itu maka bantuan atau sumbangan tersebut adalah bantuan atau sumbangan murni yang bukan merupakan objek pajak bagi penerimanya.

Mungkin pakar dan konsultan perpajakan abang Karianton Tampubolon lebih paham.


Hanya sharing saja.


Tuhan memberkati.



On Fri, Nov 20, 2015 at 8:20 AM, 'S. Simbolon' via Advent Global

Naibaho Albert

unread,
Nov 19, 2015, 11:20:18 PM11/19/15
to advent...@googlegroups.com
Dear, Mr. Frced Simamora


Ya bro bagus itu, harus kita dorong organisasi ini utk taat bayar pajak ke Negara, coba kita selidik lg klo tdk salah pegawai mission juga tdk bayar PPh 21(diluar pegawai yg kerja di sektor bisnisnya), saya tdk tau dasar hukumnya darimana itu????
Tolong teman2 yang tahu aturannya darimana tolong inform ke saya!!

Thanks,
DAN




To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.

maringan marpaung

unread,
Nov 19, 2015, 11:32:39 PM11/19/15
to advent...@googlegroups.com
Dear Pak Albert N

Secara teori bapak benar, namunkan bapak juga harus bersyukur kalau ini tdk taxable, dan seharusnya ahli2 pajak advent harus mendukung seperti ini, bukan malah menyatakan ini harus kena pajak atau tidak.

kita harus punya peran advisor yang baik untuk hal ini sebagai ahli hukum pajak bukan malah menyatakan ini harus kena pajak.

ada hal luar biasa campur tangan Tuhan untuk program ini hanya pak Naibaho ngak tau itu. itulah Kuasa ILAHI

syalom

= Hormat Saya =
Maringan
KANIA AC - 082112270251
Service - Cuci AC & Bongkar Pasang AC

Hizkia silaen

unread,
Nov 19, 2015, 11:50:02 PM11/19/15
to advent...@googlegroups.com, maringan marpaung
Saya setuju dgn lae maringan.
Kasihan pendeta kita yg melayani dgn penghasilan 3-6jt.. sudah capek keliling melayani dgn penghasilan minim, dipotong pajak juga.. 

Kita tdk usah cari benar/salah utk itu.. mungkin sdh ada peraturan yg dipakai untuk mereka.. setahu saya mrk sudah memiliki npwp dan sudah lapor pajak.

Terimakasih.

Naibaho Albert

unread,
Nov 19, 2015, 11:59:50 PM11/19/15
to advent...@googlegroups.com
Dear, Mr. Maringan M

Klo ada kesalah hrs kita koreksi, spy diperbaiki, klo dibiarkan berlarut2 maka akan membuat denda pajak lebih besar pak

DAN

satar sinaga

unread,
Nov 20, 2015, 12:11:05 AM11/20/15
to advent...@googlegroups.com
Kalau anda-anda ini ahli pajak jangan langsung menghakimi dan jangan langsung kepada konsekwensi atau dendanya
silahkan terangkan dulu :

1. Object pajak
2. Subject pajak.
3. Tarifnya
4. Yang tidak kena Pajak.
5. Konsekwensi Tidak bayar pajak (termasuk denda/dll)

Karena tidak semuanya paham pajak.... Monggo Mas.... jangan langsung menghakimi.

Regards
Satar

Naibaho Albert

unread,
Nov 20, 2015, 1:34:27 AM11/20/15
to advent...@googlegroups.com
Dear, Mr. Satar Sinaga


Bukan menghakimi pak, di selidik dulu apa dasar hukumnya tdk bayar PPH 21 nya! Kita mengingatkan aja,
kalau tdk ada dasarnya bisa kena sanksi pak, klo DJP tahu melalui intel pajaknya.

Tks,

satar sinaga

unread,
Nov 20, 2015, 1:56:43 AM11/20/15
to advent...@googlegroups.com
Kalau dibawah PTKP tidak perlu bayar pajak.

Regards
Satar

Fred Truman P Simamora

unread,
Nov 26, 2015, 2:19:34 AM11/26/15
to satar sinaga, advent...@googlegroups.com
Dear all,
Yang saya anggap ada witholding taxnya adalah setoran ke luar negeri. Menurutku ini subject to PPH 26. Kalau yang beredar dalam negeri saya dukung di kecualikan dari objek pajak.
Salam
Fred TP Simamora
Palembang


Sent from: Lenovo P90

>>>>> >> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
>>>>> >> To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
>>>>> >> Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.

>>>>> >> For more options, visit https://groups.google.com/d/optout
>>>>> >>
>>>>> >>  
>>>>> >>
>>>>> >> .
>>>>> >>
>>>>> >>  
>>>>> >>
>>>>> >> --
>>>>> >> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages