Dear pak Yos dan anggota milis,
Selamat pagi dan Syalom!
Berdasarkan pengalaman, mohon ijin untuk membagikan pengalaman yang saya buat ketika saya melayani dijemaat kurang lebih 15 tahun.
Secara administrasi laporan ditingkat daerah/konferens dan UIKB, program pemeliharaan anggota yang saya sebutkan sudah berjalan dengan baik. Tapi kenyataannya di lapangan tidak terlaksana dengan baik sehingga banyak yang mempersalahkan program yang dibuat oleh higher organisasi. Bagaimana carannya?
1. Pelayan gereja, kesulitan mendata kegiatan rohani jemaat sepanjang minggu di UKSS oleh karena, pada waktu pencatatan di UKSS, masih banyak anggota yang datang terlambat kegereja dijam sekolah sabat.
2. Adanya program dadakan, dimana jam diskusi sekolah sabat digabung, sehingga jadwal kegiatan UKSS dilaksanakan hanya sekedarnya saja. Tanpa ada waktu membuat perencanaan, apa yang akan dilakukan oleh kelompok UKSS dikemudian hari.
3. Oleh karena tidak adanya pencatatan maka, laporan kegiatan rohani jemaat, bahkan kebutuhan anggota ukss untuk dilawat tidak bisa dilaporkan secara akurat setiap sabat kepada pendeta, ketua jemaat dan diakon/diakones. Seandainya informasi itu ada, maka Pendeta dan ketua jemaat akan duduk bersama di Sabat sore
untuk merencanakan tentang apa yang akan dilakukan untuk pemeliharaan anggota UKSS sepanjang minggu bekerja nanti.
4. Pelayan gereja, kesulitan memberikan laporan triwulan departemen sesuai dengan apa yang ditanyakan, oleh karena sepanjang triwulan kegiatan itu tidak dilaksanakan atau kalaupun ada program maka program tersebut berbeda dari apa yang ditanyakan.
Saya sebutkan tadi, secara administrasi, program pemeliharaan anggota berjalan dengan baik, kenapa?
Praktek dilapangan akhirnya yang membuat laporan 4 hal diatas untuk dilaporkan ke daerah/konferens, umumnya adalah Pendeta jemaat tanpa sepengetahuan Ketua jemaat dan majelis.
Bagi daerah/konferens, laporan tersebut lengkap, laporan yang sama diserahkan ke UIKB, kemudian kami rangkumkan untuk dilaporkan ke SSD (Divisi) hingga GC.
Berdasarkan semua laporan tersebut, maka 'higher organization' membuat program-program baru atau lain untuk dilaksanakan jemaat.
Dan umumnya, GC, SSD, UIKB kalau buat program, selalu membawa dana, pengetahuan atau kesaksian tambahan dan pembicara baru yang diharapkan dapat membantu jemaat didaerah/konferens untuk mencapai target pelayanan yang sudah dicanangkan.
Tapi kenyataannya, jemaat mungkin merasa.....wah....sepertinya ini tidak sesuai dengan kebutuhan jemaat.
Mungkin, hal yang perlu kita tingkatkan adalah:
1. Pendeta dan tua-tua jemaat sangat baik bila mau menggunakan waktu dan tenaganya untuk melayani pekerjaan Tuhan dengan memastikan, adanya informasi yang akurat tentang keberadaan dan kegiatan rohani jemaat setiap sabat.
Mungkin, setiap anggota majelis memiliki tanggung jawab menggembalakan beberapa UKSS dan Caregroup. Dan setiap sabat sore, anggota majelis memberikan laporannya kepada ketua jemaat yang sudah dibagi membawahi departemen yang sekaligus juga ikut menggembalakan UKSS dan Caregroups
yang digembalakan oleh pemimpin departemennya.
Setelah itu, Pendeta bersama ketua jemaat dan pemimpin diakon, selalu mengadakan rapat rutin disabat sore, merencanakan siapa yang akan dilawat dan kenapa harus dilawat dan siapa yang akan melawat sepanjang minggu bekerja nanti.
2. Sangat baik apabila setiap kali rapat majelis, agendanya adalah: tentang penginjilan (yang didalamnya mengenai pemeliharaan anggota jemaat, keterlibatan anggota jemaat menginjil, calon-calon baptisan yang didoakan, anggota baru dibaptis berapa yang tetap bertahan, dll. Semua info didapat dari UKSS).
3. Laporan Triwulan, sebelum diserahkan Pendeta ke daerah/konferens, dibaca dan didiskusikan bersama oleh masing-masing ketua yang membidangi departemen. Dan sangat baik juga kalau dibicarakan di majelis . Dan dalam laporan, ada catatan-catatan yang baik ditujukan kepada daerah/konferens
agar program dapat dilakukan lebih baik lagi dan sesuai dengan kebutuhan dijemaat.
Berdasarkan saran yang dibuat ini, maka daerah/konferens akan diskusikan dengan UIKB, SSD bahkan ke GC, bagaimana membuat program dikemudian hari sesuai kebutuhan dijemaat.
Melalui laporan triwulan departemen tertulis inilah salah satu cara, hubungan kerja/pelayanan pemimpin dijemaat bersama daerah/konferens, UIKB, SSD hingga GC tetap 'nyambung.
Bersama kita saling menguatkan dan memelihara kerohanian jemaat dan bersama kita menginjil dan mencari jiwa yang hilang untuk Tuhan Yesus Kristus.
Semoga ini bermanfaat, Tuhan memberkati.
Salam berkat,
Pdt. S. Simorangkir