Program GMAHK memelihara jemaat Tuhan

818 views
Skip to first unread message

samuel simorangkir

unread,
Jun 3, 2014, 11:53:15 PM6/3/14
to advent...@googlegroups.com, Pendeta Advent, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com
Dear all,

Beberapa waktu lalu, salah satu konferens di UIKB mencari ketua konferens yang baru. Diberikan kesempatan kepada hamba-hamba Tuhan yang berminat untuk melayani, bukan untuk mencari kekuasaan maupun ketenaran tapi bertujuan untuk melayani dengan baik. Yang berminat diwajibkan untuk menyerahkan CV dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi dan misi. 

Yang menarik untuk disimak, disesi tanya jawab setelah calon pemimpin menyampaikan visi dan misi. 
Anggota rapat sangat serius menanyakan tentang pemeliharaan anggota dan menangani Pendeta yang kurang melawat.

Pada kesempatan ini, saya ingin informasikan kembali bahwasanya program GMAHK yang tertuang dalam "Strategic Plan" 5 tahunan bila benar-benar kita lakukan, maka program ini dapat menolong Pendeta dan tua-tua jemaat untuk memelihara anggota dan menolong Pendeta agar tidak dibilang anggotanya malas atau kurang melawat anggotanya.

Kita tidak boleh menghakimi Pendeta dengan mengatakan Pendeta malas atau kurang melawat. 
Penilaian ini harus melalui proses dan evaluasi untuk menunjukkan kebenaran apakah Pendeta kita malas melawat atau sebaliknya, justru sangat rajin melawat dan memelihara jemaatnya.

Disesi tanya jawab tersebut, saya yang termasuk orang yang ikut menyampaikan visi dan misi pada waktu pemilihan ketua konferens dan menyampaikan strategi,

"Pemeliharaan anggota jemaat dan memastikan Pendeta jemaat melakukan pelayanan sesuai dengan yang diharapkan."

1. Alasan utama kenapa saya mau turun dari UIKB mau melayani di Konferens adalah, oleh karena adanya Masalah Komunikasi. 
Banyak Informasi tidak diketahui oleh jemaat. Program pemeliharan dari GC/Divisi/UIKB dan Konferens/Daerah tidak diketahui dan tidak dilakukan oleh jemaat. 

Kalau mau memelihara anggota jemaat maka,

1. Ikuti Strategic Plan, program 5 tahunan. Reach up, Reach out and Reach across. (Lihat dan Evaluasi, tingkatkan jumlah anggota yang terlibat melakukan program). 
2. Konferensi jemaat harus dibuat 2 kali setahun. Karena konferensi adalah acara sosialisasi program, evaluasi dan menerima masukan dari anggota jemaat.
3. Evaluasi Pendeta dari anggota majelis 1 kali setahun (formulirnya ada dari daerah/konferens).
4. UKSS harus aktive mencatat dan memperhatikan anggota jemaat. 
Informasi dari UKSS tentang keadaan anggotanya harus disampaikan kepada tua-tua jemaat dan tua-tua jemaat bersama Pendeta mengatur program perlawatan.
5. Dijemaat harus ada program rutin 1 kali seminggu (setiap hari Selasa atau hari Kamis) jadwal perlawatan diakon/diakones bersama Pendeta.
6. Jemaat harus dilibatkan menginjil. 
Setiap UKSS harus ada CareGroup yang mempelajari buku Win Wellness. Dari kelompok yang belum ada tamu dan akhirnya memiliki tamu di CareGroup.
7. Setiap departemen bertanggung jawab mencari cara dan solusi agar jemaat yang dilayani bertambah untuk terlibat melakukan kegiatan Reach up, Reach out and Reach across.

Contoh: Dep. BWA....menolong para wanita Advent agar ikut melakukan kegiatan Reach up: Berdoa 777, berpuasa dan membaca Alkitab 1 fatsal 1 hari (program Revived by His Word).
Reach out: menolong para wanita Advent terlibat menginjil di caregroup dan program mission to the city.
Reach across: monolong para wanita Advent untuk menghilangkan hambatan/masalah yang terjadi terhadap sesama digereja maupun diluar gereja.

Demikian juga Dep. PA, Dep. Anak. Dep. Rumah Tangga. Dep. Kesehatan, dll.
Jadi, kalau setiap departemen fokus menangani 'massanya', dan setiap UKSS ada catatan dan ada evaluasi kegiatan rohani jemaatnya. Maka semua informasi ini akan menolong Pendeta bersama tua-tua jemaat untuk melayani lebih baik lagi, sesuai dengan kebutuhan jemaatnya.

Siapapun pemimpin yang terpilih, jikalau jemaat dan pemimpin tidak mengikuti program yang sudah disepakati bersama didalam organisasi, ada kemungkinan mengalami hambatan untuk melayani dan berhasil lebih baik lagi. 

Jangan berpikir negative terhadap program: karena program adalah, sebuah kegiatan yang direncanakan dan diketahui untuk dilaksanakan bersama. Program dari GC/Divisi/UIKB datang tidak hanya ide tapi juga dibarengi dengan bantuan dana dan tenaga ahli untuk jemaat.
Program, menolong kita untuk dapat bekerja bersama-sama.
Program, menolong kita untuk dapat mengevaluasi dan mengadaptasi program kepada yang lebih baik lagi.

Semoga informasi ini dapat menolong dan menjadi berkat dijemaat dan nama Tuhan Yesus Kristus ditinggikan, Amin.


Tuhan memberkati kita.



Salam berkat,




--
Samuel Simorangkir D.Min
Communication, PARL, 
AWR & Jakarta Studio Director
West Indonesia Union Mission.
+6282113265659 
www.adventist.or.id

samuel simorangkir

unread,
Jun 8, 2014, 8:40:17 PM6/8/14
to Yoshen Danun, advent...@googlegroups.com, Pendeta Advent, Konfer...@yahoogroups.com, daer...@googlegroups.com
Dear pak Yos dan anggota milis,

Selamat pagi dan Syalom!

Berdasarkan pengalaman, mohon ijin untuk membagikan pengalaman yang saya buat ketika saya melayani dijemaat kurang lebih 15 tahun.

Secara administrasi laporan ditingkat daerah/konferens dan UIKB, program pemeliharaan anggota yang saya sebutkan sudah berjalan dengan baik. Tapi kenyataannya di lapangan tidak terlaksana dengan baik sehingga banyak yang mempersalahkan program yang dibuat oleh higher organisasi. Bagaimana carannya?

1. Pelayan gereja, kesulitan mendata kegiatan rohani jemaat sepanjang minggu di UKSS oleh karena, pada waktu pencatatan di UKSS, masih banyak anggota yang datang terlambat kegereja dijam sekolah sabat.
2. Adanya program dadakan, dimana jam diskusi sekolah sabat digabung, sehingga jadwal kegiatan UKSS dilaksanakan hanya sekedarnya saja. Tanpa ada waktu membuat perencanaan, apa yang akan dilakukan oleh kelompok UKSS dikemudian hari.
3. Oleh karena tidak adanya pencatatan maka, laporan kegiatan rohani jemaat, bahkan kebutuhan anggota ukss untuk dilawat tidak bisa dilaporkan secara akurat setiap sabat kepada pendeta, ketua jemaat dan diakon/diakones. Seandainya informasi itu ada, maka Pendeta dan ketua jemaat akan duduk bersama di Sabat sore 
untuk merencanakan tentang apa yang akan dilakukan untuk pemeliharaan anggota UKSS sepanjang minggu bekerja nanti.
4. Pelayan gereja, kesulitan memberikan laporan triwulan departemen sesuai dengan apa yang ditanyakan, oleh karena sepanjang triwulan kegiatan itu tidak dilaksanakan atau kalaupun ada program maka program tersebut berbeda dari apa yang ditanyakan.


Saya sebutkan tadi, secara administrasi, program pemeliharaan anggota berjalan dengan baik, kenapa?

Praktek dilapangan akhirnya yang membuat laporan 4 hal diatas untuk dilaporkan ke daerah/konferens, umumnya adalah Pendeta jemaat tanpa sepengetahuan Ketua jemaat dan majelis.
Bagi daerah/konferens, laporan tersebut lengkap, laporan yang sama diserahkan ke UIKB, kemudian kami rangkumkan untuk dilaporkan ke SSD (Divisi) hingga GC.
Berdasarkan semua laporan tersebut, maka 'higher organization' membuat program-program baru atau lain untuk dilaksanakan jemaat.
Dan umumnya, GC, SSD, UIKB kalau buat program, selalu membawa dana, pengetahuan atau kesaksian tambahan dan pembicara baru yang diharapkan dapat membantu jemaat didaerah/konferens untuk mencapai target pelayanan yang sudah dicanangkan.

Tapi kenyataannya, jemaat mungkin merasa.....wah....sepertinya ini tidak sesuai dengan kebutuhan jemaat.

Mungkin, hal yang perlu kita tingkatkan adalah:

1. Pendeta dan tua-tua jemaat sangat baik bila mau menggunakan waktu dan tenaganya untuk melayani pekerjaan Tuhan dengan memastikan, adanya informasi yang akurat tentang keberadaan dan kegiatan rohani jemaat setiap sabat.
Mungkin, setiap anggota majelis memiliki tanggung jawab menggembalakan beberapa UKSS dan Caregroup. Dan setiap sabat sore, anggota majelis memberikan laporannya kepada ketua jemaat yang sudah dibagi membawahi departemen yang sekaligus juga ikut menggembalakan UKSS dan Caregroups
yang digembalakan oleh pemimpin departemennya.
Setelah itu, Pendeta bersama ketua jemaat dan pemimpin diakon, selalu mengadakan rapat rutin disabat sore, merencanakan siapa yang akan dilawat dan kenapa harus dilawat dan siapa yang akan melawat sepanjang minggu bekerja nanti.


2. Sangat baik apabila setiap kali rapat majelis, agendanya adalah: tentang penginjilan (yang didalamnya mengenai pemeliharaan anggota jemaat, keterlibatan anggota jemaat menginjil, calon-calon baptisan yang didoakan, anggota baru dibaptis berapa yang tetap bertahan, dll. Semua info didapat dari UKSS).

3. Laporan Triwulan, sebelum diserahkan Pendeta ke daerah/konferens, dibaca dan didiskusikan bersama oleh masing-masing ketua yang membidangi departemen. Dan sangat baik juga kalau dibicarakan di majelis . Dan dalam laporan, ada catatan-catatan yang baik ditujukan kepada daerah/konferens
agar program dapat dilakukan lebih baik lagi dan sesuai dengan kebutuhan dijemaat.
Berdasarkan saran yang dibuat ini, maka daerah/konferens akan diskusikan dengan UIKB, SSD bahkan ke GC, bagaimana membuat program dikemudian hari sesuai kebutuhan dijemaat.

Melalui laporan triwulan departemen tertulis inilah salah satu cara, hubungan kerja/pelayanan pemimpin dijemaat bersama daerah/konferens, UIKB, SSD hingga GC tetap 'nyambung.

Bersama kita saling menguatkan dan memelihara kerohanian jemaat dan bersama kita menginjil dan mencari jiwa yang hilang untuk Tuhan Yesus Kristus.

Semoga ini bermanfaat, Tuhan memberkati.


Salam berkat,


Pdt. S. Simorangkir

 


2014-06-04 11:15 GMT+07:00 Yoshen Danun <yda...@gmail.com>:
Terima kasih Pendeta. Bagus semua.

Yang penting, program tanpa eksekusi ya nol.  Kami sebut itu result oriented.

Salam,

Yosh


__._,_.___

Posted by: samuel simorangkir <simoran...@gmail.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
======================================================================
Amsal 16:32  "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."
Yakobus 1:19, 20 "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah."
======================================================================

.

__,_._,___



--
Syalom,

Bang Yosh (Yoshen Danun)
Jem. Jakasampurna
Work For:
Ramsay Health Care Indonesia
  RS Premier Jatiegara
  RS Premier Bintaro
  RS Premier Surabaya
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages