Maafkan...saya...Iyaaa, saya baru ingat setelah Sdr. Oberlins :
Sdr. Adi Laurensia di Yysan UPH.
Maklum sudah lama sekali, yaitu pd 1982-1984 atau 1985, Adi adalah salah satu asisten saya atau istilah di UNAI : Korektor.
Kalau saya tidak salah ingat, Sdr. Oberlins, Sdr.Tanggor Sihombing, dll seangkatan dengan Sdr. Adi. Jadi ini sekitar 33 thn lalu ( 1982an - 2015 ).
Maaf, kalau ada yang kelupaan. Maklum sudah lama waktu tsb.
Selanjutnya saya kalau boleh saya tambahkan, UPH dimiliki oleh pemilik yg jelas. Dan pemilik ini adalah pengusaha. Dan gaya kepemimpinan pengusaha sangat jelas : ultimate authority ditangannya. ( Wewenang mutlak, istilah dari Prof. Kao dari Harvard ).
( Saya pernah ikut seminar yg di buat UPH di Aryaduta Hotel, dimana ada Pak James Riadi, wkt itu Rektorat Dr.Adrianus Mooi, dan ada juga Ir. Jonathan Parapak. Waktu dipanggung, Pak James main perintah ini itu, semua ikut saja. Dan James juga moderator. Karena beliau adalah owner semua ikut saja.
Saya juga dengar dari eks Mhsiswa sy yang di Kadin Pusat yg juga pengusaha, kalau Pak James mau dijumpai, tamu itu tidak boleh terlambat. Tapi kalau beliau, kalau terlambat tidak masalah. Ini sudah sifat beliau.
Nah, jangan lupa James Riadi adalah generasi kedua, dimana, kita tahu dalam Siklus Kehidupan Family Business itu, berada pada tahap 2 : mengembangkan dan menikmati. ( Dan betul beliau nikmati pada tahap ini, karena nama besar Dr.HC.Mohtar Riadi sudah mendahului dia (ayah nya ).
Makanya semua pegawai di UPH beda komitmen atau apalah mau disebut ( pengabdian ) dibanding kalau pegawai yang di organisasi kita. Sebenarnya, di organisasi kita jelas kok, siapa yang punya yaitu Bapa surgawi kata kita semua, tapi kita lebih komit berjalan dengan ' penglihatan ' ( baca : boss langsung terlihat, dan kalau main-main, langsung pecat ), daripada berjalan dgn ' iman ' ( baca : pegawai organisasi ada yg melawan, krn jarang ada yg dipecat ( kalau melawan, tdk patuh ) , paling-paling dimutasi, dan membela diri pula dgn alasan " tidak ada kasih ' lah. Ini mirip dgn menyalah gunakan istilah di SS,Pel.12 Kwartal 4/2015,dgn istilah ' cheap grace '. ( Saya pernah kerja sebagai As.Direktur di lembaga pendidikan, pemilik adalah generasi kedua, wahhhhh.... kita walaupun dosen, eksekutir, tetap dianggap pegawai, makan gaji dari beliau. Kita diperintah sudah tidak beda dgn pegawai non dosen atau tidak beda dgn pesuruh deh ). Ini ciri khas perilaku generasi kedua dari keluarga pengusaha/entrepreneur.
Selanjutnya, saya pernah berteman dgn bapaknya James Riadi = Dr.HC Mohtar Riadi via surat saling berbalasan, dan pernah jumpa waktu di sebuah seminar juga, penampilan beliau (generasi pertama ) sangat humble dan biasa saja. Jadi memang generasi kedua, itu lebih ' galak ' kalau mau dikatakan demikian, karena mereka itu sudah jadi berlian, bukan seperti generasi pertama : melalui tekanan atau susah payah waktu merintis awal2 usaha, baru jadi berlian. ( Ini seperti dikatakan General Patton : Pressure makes diamond ).
Saya berpendapat, organisasi lembaga kita, kalau sistim atau prosedur ini itu katakanlah sudah ok. Tetapi unsur manusianya, sikapnya, perilakunya tidak penuh berkomitmen ( strong belief ) dibanding kalau diluar organisasi yg langsung dibawah pemilik yg jelas, apalagi berjiwa pengusaha, atau entrepreneurial atau ' profit oriented ' atau ' surplus oriented ', ( dgn ultimate authority ), kalau macam-macam, bisa setiap saat di pecat atau istilah halusnya : di berhentikan. ( Kalau kerja dgn pengusaha ada istilah, pagi ke kantor dengan jabatan misalkan direktur, bisa-bisa sore pulang sudah tidak direktur lagi krn di berhentikan. Jadi waktu pulang kerumah, istri sudah kaget, suaminya sudah tidak Direktur lagi. Hal ini beda dgn di organisasi kita, tunggu sampai pensiun, dan kalau di mutasikan tidak mudah ).
Demikian, jangan langsung percaya saya, cek dan ricek, sesuai saran Professornya Jim Collins di Stanford Univ pada mahasiswanya untuk lebih membumi dan menjadi hebat.
Salam dan dgn doa selalu,
Hans Mandalas
Dosen UNAI ( 1979 -1986 )
Anggota Keluarga Besar
AYPB-RasPaul ( 1 Tim 4:15 ).
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Date: Wed, 23 Dec 2015 11:12:00 +0000 (UTC)
Subject: Bls: Mantap Bls: Re: [Advent-Global] Puji Tuhan dan Terimakasih untuk UPH.