Syallom,
Saya melihat di milis ini begitu banyak debat yang terjadi. Tapi saya yakin, kita-kita yang berdebat adalah semuanya pasti anak-anak Tuhan yang sedang berkembang. Jadi jangan lah kita berburuk sangka, kalau sudah berdebat pasti bermusuhan. Yang bahaya itu bermusuhan dulu baru berdebat.
Saya adalah anggota awam. Saya pernah mendapatkan sebuah buku tentang penginjilan dan perpuluhan. Dan jika memang ini benar, maka saya rasa ini adalah Injil bagi organisasi kita. Bersama ini saya attach buku tersebut.
Secara singkat, buku ini sepertinya menyingkap tabir bahwa adalah suatu kebohongan besar yang menyatakan bahwa perpuluhan itu harus dan hanya diberikan ke gereja, lalu gereja menyetornya ke organisasi 100%, tanpa ada tinggal satu rupiah pun digereja, walaupun itu untuk kegiatan penginjilan. Buku ini mengungkapkan bahwa EG White, yang nota bene diakui sebagai nabiah di akhir zaman oleh SDA, tetap memberikan perpuluhan, tetapi menyalurkannya secara langsung pada kegiatan penginjilan, para pekerja Tuhan, bahkan untuk pembangunan lembaga pendidikan Tuhan, dan itu berlangsung selama 30 tahun lebih hingga akhir hayatnya, oleh karena penyalahgunaan perpuluhan oleh organisasi kita. Bahkan EG White menuliskan kriteria yang patut disebut hamba Tuhan.
Yang menjadi pertanyaan saya adalah:
1. Apakah ajaran 'serahkan saja perpuluhan ke gereja, dan tentang penggunaannya oleh organisasi tidak perlu engkau risaukan apakah digunakan secara benar atau salah, biarlah mereka yang berdosa pada Tuhan kalau penggunaannya salah', sesuai dengan alkitab?
2. Bukankah pertanggungjawaban perpuluhan itu adalah bersifat pribadi, sebagaimana Tuhan juga memberi rejeki secara pribadi? Apakah yang harus saya jawab ketika Tuhan bertanya 'dimanakah perpuluhan yang aku titipkan padamu itu'? Bisakah saya menjawab 'Tuhan, perpuluhan yang Engkau titipkan itu sudah saya serahkan ke gereja dan saya tidak peduli mau diapakan itu oleh mereka, memangnya itu urusan saya Tuhan?'
3. Apakah saya ikut berdosa ketika saya tahu bahwa perpuluhan yang Tuhan titipkan melalui saya, digunakan secara tidak benar, tetapi saya tetap memberikannya kepada orang yang menyalahgunakannya?
4. Siapakah kira-kira yang pantas menerima perpuluhan ini? Apakah para missionaris termasuk missionaris independent, atau para pekerja di dalam gereja seperti ketua, diakon dll, yang pada kenyataannya lebih lelah mengurus jiwa-jiwa dibanding mereka yang digelari gembala jemaat atau pendeta?
5. Salahkah (dosa) jika perpuluhan tersebut langsung diberikan pada pendeta jemaat tanpa melalui organisasi?
6. Salahkah (dosa) jika perpuluhan di gereja digunakan untuk kebutuhan penginjilan seperti KPA atau KKR?
7. Saya suka dengan pelajaran sekolah sabat triwulan lalu, tentang pembersihan bait suci. Kira-kira apa yang Yesus anggap sebuah perdagangan di jemaat saat ini, dan Dia harus obrak-abrik dengan resiko dibenci dan nyawa melayang. Apakah kita berani katakan padaNya, 'Yesus, dirimu berikan saja perpuluhanmu ke gereja, soal penggunaannya bukan urusanmu, itu urusan kami dengan Tuhan'?
Mohon diberi penjelasan yang sesuai dengan Alkitab dan Roh Nubuat.
Terima kasih atas perhatian dari saudara-saudara sekalian.
Syallom.
Allah dan Kristus dijelaskan didalam Perjanjian Baru sebagai Pemberi Yang Agung yang memperkaya manusia oleh kasih karunia-Nya. Semenjak saat itu, Kristus sanggup untuk menantang pengikut-pengikut-Nya untuk memberi secara bebas oleh karena mereka telah menerima dengan bebas juga (Matius 10:8). Tujuan dari cara memberi orang Kristen adalah bukan untuk menyediakan bagi kebutuhan-kebutuhan Allah sebab Allah tidak membutuhkan apapun (Kisah Para Rasul 17:25). Cara memberi kita membuat kita lebih mengasihi Tuhan kita.
Pak Pendeta yang saya hormati,
Terima kasih atau videonya. Namun, penjelasan yang bapak berikan tidak bisa menjawab inti pertanyaan saya. Bahkan sepertinya, yang saya lihat, peraturan jemaat/organisasi lebih tinggi dari Alkitab dan Roh Nubuat. Mungkin ini yang Yesus maksudkan dengan Matius 15:1-9, adat istiadat lebih tinggi dari Perintah Tuhan.
Sebagai contoh, berbakti pada hari sabat yaitu hari sabtu adalah sebuah doktrin. Bila dilanggar jelas adalah dosa. Tapi, jam kebaktian dimulai pukul 9 pagi apakah sebuah doktrin atau peraturan jemaat/manusia?
Mengembalikan perpuluhan adalah sebuah doktrin, tetapi apakah "harus" mengembalikan perpuluhan melalui gereja/organisasi adalah sebuah doktrin atau peraturan manusia? Apakah pembagian perpuluhan dari gereja ke konfrence/daerah, baru ke uni dan seterusnya adalah sebuah doktrin atau peraturan manusia?
Selamat sabat pak Pendt.
| Shalom AI members Ykk, Selamat malam dan selamat Minggu bekerja. Saya hanya terkesan dengan ayat Alkitab dibawah ini, tapi melahirkan gejolak dalam aspek hidupku.?!?! 1 Korintus 9:13-14 (TB) Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu. Matius 10:10 (TB) Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. 1 Timotius 5:18 (TB) Bukankah Kitab Suci berkata: "Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik," dan lagi "seorang
pekerja patut mendapat upahnya." Lukas 10:7 (TB) Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Mimpi dan kerinduan saya adalah, agar mereka yg mau bekerja ( baca : menginjil), boleh didukung ! System perpuluhan yang sudah ada/paten, tetap berjalan, namun adalah "terobosan baru" atau terbarui dalam metode penginjilan
kita. Sehingga, anggota Jemaat yang punya semangat dan kemauan, bahkan para 1.000 MM, alumnus universitas kita, tidak lagi repot mencari pekerjaan duniawi, tapi ternyata bisa survive juga dengan menginjil. Bagaimana metode terbaruinya?? Kita akan sambung lagi yaa... Terima kasih. Tuhan memberdayakan kita dalam menyegerakan kedatanganNya. Pdt. D. Simanungkalit
|
Terkirim dari: Lenovo P90
Saudara-saudara Ykk,
Agar tidak lari kemana-mana pembicaraan kita, kembali saya lampirkan sebuah buku yang saya terima beberapa waktu lalu mengenai kebenaran tentang perpuluhan. Saya akan ulangi kembali emai saya yang pertama.
Secara singkat, buku ini sepertinya menyingkap tabir bahwa adalah suatu kebohongan besar yang menyatakan bahwa perpuluhan itu harus dan hanya diberikan ke gereja, lalu gereja menyetornya ke organisasi 100%, tanpa ada tinggal satu rupiah pun digereja, walaupun itu untuk kegiatan penginjilan. Buku ini mengungkapkan bahwa EG White, yang nota bene diakui sebagai nabiah di akhir zaman oleh SDA, tetap memberikan perpuluhan, tetapi menyalurkannya secara langsung pada kegiatan penginjilan, para pekerja Tuhan, bahkan untuk pembangunan lembaga pendidikan Tuhan, dan itu berlangsung selama 30 tahun lebih hingga akhir hayatnya, oleh karena penyalahgunaan perpuluhan oleh organisasi kita. Bahkan EG White menuliskan kriteria yang patut disebut hamba Tuhan.
Yang menjadi pertanyaan saya adalah:
1. Apakah ajaran 'serahkan saja perpuluhan ke gereja, dan tentang penggunaannya oleh organisasi tidak perlu engkau risaukan apakah digunakan secara benar atau salah, biarlah mereka yang berdosa pada Tuhan kalau penggunaannya salah', sesuai dengan alkitab?
2. Bukankah pertanggungjawaban perpuluhan itu adalah bersifat pribadi, sebagaimana Tuhan juga memberi rejeki secara pribadi? Apakah yang harus saya jawab ketika Tuhan bertanya 'dimanakah perpuluhan yang aku titipkan padamu itu'? Bisakah saya menjawab 'Tuhan, perpuluhan yang Engkau titipkan itu sudah saya serahkan ke gereja dan saya tidak peduli mau diapakan itu oleh mereka, memangnya itu urusan saya Tuhan?'
3. Apakah saya ikut berdosa ketika saya tahu bahwa perpuluhan yang Tuhan titipkan melalui saya, digunakan secara tidak benar, tetapi saya tetap memberikannya kepada orang yang menyalahgunakannya?
4. Siapakah kira-kira yang pantas menerima perpuluhan ini? Apakah para missionaris termasuk missionaris independent, atau para pekerja di dalam gereja seperti ketua, diakon dll, yang pada kenyataannya lebih lelah mengurus jiwa-jiwa dibanding mereka yang digelari gembala jemaat atau pendeta?
5. Salahkah (dosa) jika perpuluhan tersebut langsung diberikan pada pendeta jemaat tanpa melalui organisasi?
6. Salahkah (dosa) jika perpuluhan di gereja digunakan untuk kebutuhan penginjilan seperti KPA atau KKR?
7. Saya suka dengan pelajaran sekolah sabat triwulan lalu, tentang pembersihan bait suci. Kira-kira apa yang Yesus anggap sebuah perdagangan di jemaat saat ini, dan Dia harus obrak-abrik dengan resiko dibenci dan nyawa melayang. Apakah kita berani katakan padaNya, 'Yesus, dirimu berikan saja perpuluhanmu ke gereja, soal penggunaannya bukan urusanmu, itu urusan kami dengan Tuhan'?
Mohon diberi penjelasan yang sesuai dengan Alkitab dan Roh Nubuat.
Terima kasih atas perhatian dari saudara-saudara sekalian.
| Salom para umat Tuhan yg suka berpendapat di milis ini. Hati2 spy tdk disusupi oleh ajaran Davidian khususnya mengenai persembahan dan persepuluhan. Sy se7 dg sdr. Oberlin spy pemilis mencantumkan nama jemaatnya, bl perlu sertakan jg apa jabatannya di gereja. Hati2 jg spy tdk mengkritik pemimpin2 gereja krn gereja (termasuk para pemimpinnya) adalah pengantin wanitanya Yesus meskipun gereja-Nya ini bnyk kekurangan dan kelemahan. Saran saya jika anggota milis ini mempunyai pandangan yg berbeda tentang persepuluhan dan persembahan ada baiknya dibicarakn dulu di jemaatnya kalo blm tundas sampaikanlah ke Konferens, dst. Saya salut membaca pendapat anggota milis yg cerdas, baik, dan bermanfaat membangun iman. Selamat berdiskusi. Yesus memberkati. Pdt. Hemat Sibuea Gembala jemaat BNI. Sent from Yahoo Mail on Android
|
mengapa pembahasan hanya selalu ditujukan pada penggunaan perpuluhan ...mari kita selalu memikirkan penginjilan, bagaimana menarik jiwa dan menjadi sarana dalam pekerjaan Tuhan....
memberi perpuluhan itu perintah Tuhan .jangan selalu interfensi kepada pengelolah...kalaau itu salah biarlah itu dosa...dan kita ada aturan sesuai dengan organisasi nyatakan mari kita ikuti kalau masih mengaku didlam GMAHK sedunia... kecuali kalau tidak lagi.
Saya berfikir sederhana saja.
Serahkan persembahan dan persepuluhanmu ke perbendaharaan Tuhan. Jangan coba2 bikin versi sendiri lalu di legalkan. Kalau mau menuggunakan sebagian untuk kas gereja itu urusanmu dengan Tuhan, jangan minta di legalkan. Nah kalau penggunaan oleh organisasi yamg menyimpang barulah kita komentari, contoh A/R yang menumpuk/menggunung. Kita boleh protes para pimpinannya.
Salam,
Fred TPSimamora
Bakrie Tower
Terkirim dari: Lenovo P90
Pada 3 Agt 2015 11.46, 'Hemat Sibuea' via Advent Global <advent...@googlegroups.com> menulis:
>
> Salom para umat Tuhan yg suka berpendapat di milis ini. Hati2 spy tdk disusupi oleh ajaran Davidian khususnya mengenai persembahan dan persepuluhan. Sy se7 dg sdr. Oberlin spy pemilis mencantumkan nama jemaatnya, bl perlu sertakan jg apa jabatannya di gereja.
>
> Hati2 jg spy tdk mengkritik pemimpin2 gereja krn gereja (termasuk para pemimpinnya) adalah pengantin wanitanya Yesus meskipun gereja-Nya ini bnyk kekurangan dan kelemahan.
>
> Saran saya jika anggota milis ini mempunyai pandangan yg berbeda tentang persepuluhan dan persembahan ada baiknya dibicarakn dulu di jemaatnya kalo blm tundas sampaikanlah ke Konferens, dst.
>
> Saya salut membaca pendapat anggota milis yg cerdas, baik, dan bermanfaat membangun iman.
>
> Selamat berdiskusi. Yesus memberkati.
>
> Pdt. Hemat Sibuea
> Gembala jemaat BNI.
>
>
> Sent from Yahoo Mail on Android
>
> ________________________________
> From:"'Naibaho Albert' via Advent Global" <advent...@googlegroups.com>
> Date:Mon, Aug 3, 2015 at 10:23 AM
> > --
> > Samuel Simorangkir D.Min
> > WIUM Field Secretary and Communication & PARL Director,
> > AWR & Jakarta Studio Director
> > West Indonesia Union Mission.
> > +6282113265659
> > www.adventist.or.id
> >
> > --
> > You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
Saudara2 ykk,
Saya senang, kebetulan gembala saya, bpk Pdt. Irianto Marbun mau memberikan pemikirinnya. Membicarakan perpuluhan adalah membicarakan penginjilan, bila saya bisa mengutip dari buku Nasehat Bagi Sidang Pasal 8 - Nasehat Tentang Penatalayanan, "Persembahan sukarela dan persepuluhan merupakan sumber keuangan Injil. Dari harta yang dipercayakan kepada manusia, Allah menuntut bagian tertentu - perpuluhan".
Pak Pendeta, apakah tabu/salah seorang anggota biasa/awam bertanya perihal tentang perpuluhan? Apa yang dimaksud dengan intervensi pengelolah perpuluhan?
Bila saya boleh mengutip tulisan Roh Nubuat:
"Imam-imam dan penghulu-penghulu disebut sebagai wakil-wakil Allah bagi bangsa itu; sebenarnya mereka harus membetulkan perlakuan salah terhadap halaman Bait Suci itu. Seharusnya mereka memberikan kepada orang banyak suatu teladan keikhlasan dan belas kasihan. Gantinya mempelajari keuntungan mereka sendiri, seharusnya mereka mempertimbangkan keadaan dan keperluan orang-orang yang berbakti, dan seharusnya bersedia menolong orang-orang yang tidak mampu membeli korban yang dituntut. Akan tetapi hal ini tidak mereka lakukan. Loba akan kekayaan telah mengeraskan hati mereka". (Alfa Omega 5 (Kerinduan Segala Zaman) hal 156).
Suatu pelajaran yang berharga saya dapat sewaktu saya masih remaja, ketika mempelajari sebuah buku 'Apa yang harus diketahui oleh setiap orang Advent mengenai masalah tahun 1888" terbitan tahun 1995 oleh Indonesia Publishing House, pada bab 6 - Roh Kudus Diperlakukan Secara Memalukan - EG White menuliskan "Allah yang telah dilukai dan dihina akan berbicara, menyatakan dosa-dosa yang tersembunyi. Sebagaimana para imam dan penguasa, yang penuh dengan amarah dan kengerian, mencari perlindungan dan melarikan diri pada peristiwa terakhir penyucian Kaabah, begitulah akan terjadi pada pekerjaan ini di akhir zaman".
"Seluruh alam semesta menyaksikan perlakuan yang memalukan terhadap Yesus Kristus ini, yang diwakili oleh Roh Kudus. Sekiranya Kristus berada dihadapan mereka, maka mereka akan memperlakukan Dia dengan cara yang sama seperti perlakuan orang Yahudi terhadap Kristus".
Bahkan di bab 7 - Mengapa terjadi Pengkhianatan dan Penyaliban Terhadap Yesus? - "Kalaupun mempunyai pimpinan yang sudah diurapi, pengikutnya tidak bebas dari tanggung jawab pribadi. Kita tidak mengikut pimpinan dengan membabi buta. Adalah kesempatan setiap pengikut untuk belajar mengenal kemauan Allah melalui FirmanNya sebagaimana diterangi oleh Roh Kudus... Roh Kudus ingin mendorong setiap orang melakukan apa yang benar".
Pak Pendt. Irianto Marbun yang saya hormati, apakah "aturan sesuai dengan organisasi" berarti adalah kehendak Allah? Manakah lebih tinggi, aturan organisasi atau Alkitab dan Roh Nubuat? Tapi saya masih memegang teguh keyakinan bahwa bapak adalah gembala yang takut akan Tuhan.
Pak Pendeta, tidak perlu menunggu domba mu ini keluar dari kandangNya. Bila apa yang saya tanyakan dan sampaikan adalah salah dan dosa, dan saya terus bersikeras, maka bapak memiliki pengaruh dan kekuasaan di gereja untuk mengeluarkan/memecat saya dari kandang ini. Jangan ragu untuk bertindak pada hal itu. Itu adalah tugas bapak.
Saya akan sampaikan kembali apa yang telah saya tuliskan dan sampaikan, yang mungkin bapak belum ketahui, untuk sebagai bahan pertimbangan bapak menilai dan menegur saya.
Syallom,
Saya melihat di milis ini begitu banyak debat yang terjadi. Tapi saya yakin, kita-kita yang berdebat adalah semuanya pasti anak-anak Tuhan yang sedang berkembang. Jadi jangan lah kita berburuk sangka, kalau sudah berdebat pasti bermusuhan. Yang bahaya itu bermusuhan dulu baru berdebat.
Saya adalah anggota awam. Saya pernah mendapatkan sebuah buku tentang penginjilan dan perpuluhan. Dan jika memang ini benar, maka saya rasa ini adalah Injil bagi organisasi kita. Bersama ini saya attach buku tersebut.
Secara singkat, buku ini sepertinya menyingkap tabir bahwa adalah suatu kebohongan besar yang menyatakan bahwa perpuluhan itu harus dan hanya diberikan ke gereja, lalu gereja menyetornya ke organisasi 100%, tanpa ada tinggal satu rupiah pun digereja, walaupun itu untuk kegiatan penginjilan. Buku ini mengungkapkan bahwa EG White, yang nota bene diakui sebagai nabiah di akhir zaman oleh SDA, tetap memberikan perpuluhan, tetapi menyalurkannya secara langsung pada kegiatan penginjilan, para pekerja Tuhan, bahkan untuk pembangunan lembaga pendidikan Tuhan, dan itu berlangsung selama 30 tahun lebih hingga akhir hayatnya, oleh karena penyalahgunaan perpuluhan oleh organisasi kita. Bahkan EG White menuliskan kriteria yang patut disebut hamba Tuhan.
Yang menjadi pertanyaan saya adalah:
1. Apakah ajaran 'serahkan saja perpuluhan ke gereja, dan tentang penggunaannya oleh organisasi tidak perlu engkau risaukan apakah digunakan secara benar atau salah, biarlah mereka yang berdosa pada Tuhan kalau penggunaannya salah', sesuai dengan alkitab?
2. Bukankah pertanggungjawaban perpuluhan itu adalah bersifat pribadi, sebagaimana Tuhan juga memberi rejeki secara pribadi? Apakah yang harus saya jawab ketika Tuhan bertanya 'dimanakah perpuluhan yang aku titipkan padamu itu'? Bisakah saya menjawab 'Tuhan, perpuluhan yang Engkau titipkan itu sudah saya serahkan ke gereja dan saya tidak peduli mau diapakan itu oleh mereka, memangnya itu urusan saya Tuhan?'
3. Apakah saya ikut berdosa ketika saya tahu bahwa perpuluhan yang Tuhan titipkan melalui saya, digunakan secara tidak benar, tetapi saya tetap memberikannya kepada orang yang menyalahgunakannya?
4. Siapakah kira-kira yang pantas menerima perpuluhan ini? Apakah para missionaris termasuk missionaris independent, atau para pekerja di dalam gereja seperti ketua, diakon dll, yang pada kenyataannya lebih lelah mengurus jiwa-jiwa dibanding mereka yang digelari gembala jemaat atau pendeta?
5. Salahkah (dosa) jika perpuluhan tersebut langsung diberikan pada pendeta jemaat tanpa melalui organisasi?
6. Salahkah (dosa) jika perpuluhan di gereja digunakan untuk kebutuhan penginjilan seperti KPA atau KKR?
7. Saya suka dengan pelajaran sekolah sabat triwulan lalu, tentang pembersihan bait suci. Kira-kira apa yang Yesus anggap sebuah perdagangan di jemaat saat ini, dan Dia harus obrak-abrik dengan resiko dibenci dan nyawa melayang. Apakah kita berani katakan padaNya, 'Yesus, dirimu berikan saja perpuluhanmu ke gereja, soal penggunaannya bukan urusanmu, itu urusan kami dengan Tuhan'?
Mohon diberi penjelasan yang sesuai dengan Alkitab dan Roh Nubuat.
Terima kasih atas perhatian dari saudara-saudara sekalian.
Syallom.
Terima kasih atas pendapat saudara sekalian.
Saya tidak bermaksud untuk membuat doktrin yang baru. Mengembalikan perpuluhan adalah benar adanya, karena itu adalah milik T
uhan. Hal ini sama suci nya dengan sabat. Hari sabat adalah hari sabtu. Tetapi apakah mengembalikan perpuluhan kepada gereja adalah sebuah doktrin? atau apakah menyetor perpuluhan 100% ke kantor daerah/konfrence adalah sebuah doktrin?
Saya setuju dengan pendapat para saudaraku "bahwa banyak memberi banyak berkat". Lalu bila Yesus berpikir seperti itu, mengapa Dia harus membersihkan bait Allah sebanyak 2 kali? "Mengapa Ia tidak membiarkan saja hal itu, dalam kemerosotan mereka, khususnya karena hal itu bukan menjadi tidak penting (karena Ia akan mati) tetapi, dalam angkatan yang dibinasakan?' (Pelajaran Sek. Sabat 15 Juni 2015). Bahkan, bukankah hal ini yang amat sangat menimbulkan kebencian para Imam, Ahli Taurat dan orang-orang terkemuka untuk membinasakan Dia? (Lukas 19:47).
Saya tidak menyangkal, bahwa umat Advent adalah umat Tuhan yang sisa. Tetapi, sama hal seperti orang Yahudi, siapakah yang menyalibkan Yesus? Amaran EG White terhadap umat Tuhan saat ini sangat keras, " tidak satu dari antara 20 orang yang namanya tertulis dalam buku jemaat bersiap sedia akan kedatangan Tuhan Yesus.." atau 'tidak satu dari 10 pendeta yang siap menantikan kedatangan Yesus kedua kali'. Saya pun bisa mengerti, seandainya para pimpinan organisasi ini begitu membenci pembahasan ini.
Saya pernah membaca buku "Kerinduan Segala Zaman', yang bila dilihat saat ini adalah buku Alfa dan Omega Jilid 5 dan 6. Di jilid 5 diceritakan bahwa, setelah Yesus membersihkan bait suci, maka "Bait Allah menjadi pusat pengaruh", banyak orang-orang yang disembuhkan, puji-pujian dinaikkan. "Pada waktu Kristus disalibkan, orang-orang yang telah disembuhkan dengan jalan demikian itu tidak menggabungkan diri dengan rombongan rakyat jelata dalam menyerukan, "Salibkan Dia; Salibkan Dia!" simpati mereka adalah pada Yesus,,". (Alfa Omega Jilid 5 - Di dalam bait suciNya). Inilah yang terjadi setelah Yesus 'membersihkan' bait suci Nya.
"Dosa penajisan Bait Suci itu sebagian besar terletak atas imam-imam. Atas usaha merekalah maka halaman itu dijadikan pasar. Orang banyak itu hampir tidak bersalah. Mereka mendapat kesan oleh melihat wewenang Ilahi yang ada pada Yesus; akan tetapi bagi mereka pengaruh imam-imam dan penghulu itulah yang terutama. Dipandangnya pekerjaan Yesus sebagai usaha yang baru, dan meragukan hakNya untuk campur tangan dalam apa yang diizinkan oleh para penguasa Bait Suci itu. Mereka marah karena perdagangan itu telah terganggu, lalu mereka memadamkan keyakinan oleh Roh Kudus." ( Kerinduan Segala Zaman Jilid I - Di Dalam Bait SuciNya).
Saya bisa bayangkan, jika seandainya seluruh dana yang diperoleh oleh gereja, tidak dipaksakan untuk disetorkan seluruhnya ke daerah/konfrence. Bayangkan saja, jika seandainya 50% dana dari perpuluhan dan persembahan dapat tinggal di gereja untuk dijadikan sebagai dana penginjilan, saya yakin gereja pun akan menjadi pusat pengaruh, yang membawa orang, siapa saja yang datang ke gereja, akan dibawa kepada Yesus.
Saya suka dengan pertanyaan pelajaran sekolah sabat di hari jumat 19 Juni 2015, Bagaimanakah agama dapat dimanfaatkan untuk merahi keuntungan, reputasi dan posisi? Lebih penting lagi, bagaimana kita sebagai jemaat dapat memastikan bahwa kita tidak akan jatuh ke dalam penyesatan yang sama?
Selamat menyambut hari sabat.
Pak Pendeta yang saya hormati,
Terima kasih atau videonya. Namun, penjelasan yang bapak berikan tidak bisa menjawab inti pertanyaan saya. Bahkan sepertinya, yang saya lihat, peraturan jemaat/organisasi lebih tinggi dari Alkitab dan Roh Nubuat. Mungkin ini yang Yesus maksudkan dengan Matius 15:1-9, adat istiadat lebih tinggi dari Perintah Tuhan.
Sebagai contoh, berbakti pada hari sabat yaitu hari sabtu adalah sebuah doktrin. Bila dilanggar jelas adalah dosa. Tapi, jam kebaktian dimulai pukul 9 pagi apakah sebuah doktrin atau peraturan jemaat/manusia?
Mengembalikan perpuluhan adalah sebuah doktrin, tetapi apakah "harus" mengembalikan perpuluhan melalui gereja/organisasi adalah sebuah doktrin atau peraturan manusia? Apakah pembagian perpuluhan dari gereja ke konfrence/daerah, baru ke uni dan seterusnya adalah sebuah doktrin atau peraturan manusia?
Selamat sabat pak Pendt.
Berikut juga saya sampaikan dokumen yang pernah saya lampirkan dan pertanyakan di forum ini.
Terima kasih atas perhatian Pak Pendeta. Syallom.
saya meyakini bahwa organisasi GMAHK sedunia sesuai dengan Alkitab dan Rohnubuat...dan sistem perpuluhan dan persembahan telah diatur sesuai aturan yang berlaku..
dan kita memberikan perpuluhan dan persembahan sesuai Alkitab nyatakan...berikanlah itu denganhati yang tulus...jangan dengan persungutan...percayakan lah kepada organisasi pengelolaannya sesuai dengan aturannya....jangan berpikir salah dan pesimis kemana itu digunakan dan mencari suatu jalan untuk selalu menyelidikinya itu bukan bagian kita...
apalagi bila merasa ..kemana dan untuk apa digunakan....
pertimbangan yang baik selalu ada bagi para pimpinan kita diorganisasi ini untuk penggunaannya dengan baik...
doakan pimpinan kita dan organisasiGereja kita agar diberikan hikmat untuk mengelolanya dengan baik untuk pekerjaan Tuhan.
Terima kasih brother Roy Tampubolon atas artikel/file tentang perpuluhan yg bro kirim.
Saya sudah baca sepintas dan cukup menarik sebenarnya bila kita bisa bedah Alkitab dan tulisan Ny. White mengenai perpuluhan di milis ini.
Namun melihat tanggapan-tanggapan yang ada, saya pikir milis ini bukan tempat yang tepat bro.
Bagaimana bila kita amati, kagumi dan bahas secara mendalam mutiara-mutiara kebenaran dari Tuhan ini di sebuah forum khusus yang netral dan tidak dipengaruhi jabatan atau titel seseorang dalam organisasi, namun tetap bertujuan baik mendukung penginjilan di dunia ini?
Kalau brother setuju, coba bro visit www.extramiles.club/forum
Kemudian bro register disana dan posting isi artikel tersebut. Semua anggota milis ini juga diundang untu memberikan pandangannya disana dengan bebas, sopan dan teratur. Semua diharapkan melepaskan apapun titel saudara di organisasi, namun tetap dalam koridor mendukung pekerjaan Tuhan di bumi ini.
Ditunggu... :)
Syallom,
Saya melihat di milis ini begitu banyak debat yang terjadi. Tapi saya yakin, kita-kita yang berdebat adalah semuanya pasti anak-anak Tuhan yang sedang berkembang. Jadi jangan lah kita berburuk sangka, kalau sudah berdebat pasti bermusuhan. Yang bahaya itu bermusuhan dulu baru berdebat.
Saya adalah anggota awam. Saya pernah mendapatkan sebuah buku tentang penginjilan dan perpuluhan. Dan jika memang ini benar, maka saya rasa ini adalah Injil bagi organisasi kita. Bersama ini saya attach buku tersebut.
Secara singkat, buku ini sepertinya menyingkap tabir bahwa adalah suatu kebohongan besar yang menyatakan bahwa perpuluhan itu harus dan hanya diberikan ke gereja, lalu gereja menyetornya ke organisasi 100%, tanpa ada tinggal satu rupiah pun digereja, walaupun itu untuk kegiatan penginjilan. Buku ini mengungkapkan bahwa EG White, yang nota bene diakui sebagai nabiah di akhir zaman oleh SDA, tetap memberikan perpuluhan, tetapi menyalurkannya secara langsung pada kegiatan penginjilan, para pekerja Tuhan, bahkan untuk pembangunan lembaga pendidikan Tuhan, dan itu berlangsung selama 30 tahun lebih hingga akhir hayatnya, oleh karena penyalahgunaan perpuluhan oleh organisasi kita. Bahkan EG White menuliskan kriteria yang patut disebut hamba Tuhan.
Yang menjadi pertanyaan saya adalah:
1. Apakah ajaran 'serahkan saja perpuluhan ke gereja, dan tentang penggunaannya oleh organisasi tidak perlu engkau risaukan apakah digunakan secara benar atau salah, biarlah mereka yang berdosa pada Tuhan kalau penggunaannya salah', sesuai dengan alkitab?
2. Bukankah pertanggungjawaban perpuluhan itu adalah bersifat pribadi, sebagaimana Tuhan juga memberi rejeki secara pribadi? Apakah yang harus saya jawab ketika Tuhan bertanya 'dimanakah perpuluhan yang aku titipkan padamu itu'? Bisakah saya menjawab 'Tuhan, perpuluhan yang Engkau titipkan itu sudah saya serahkan ke gereja dan saya tidak peduli mau diapakan itu oleh mereka, memangnya itu urusan saya Tuhan?'
3. Apakah saya ikut berdosa ketika saya tahu bahwa perpuluhan yang Tuhan titipkan melalui saya, digunakan secara tidak benar, tetapi saya tetap memberikannya kepada orang yang menyalahgunakannya?
4. Siapakah kira-kira yang pantas menerima perpuluhan ini? Apakah para missionaris termasuk missionaris independent, atau para pekerja di dalam gereja seperti ketua, diakon dll, yang pada kenyataannya lebih lelah mengurus jiwa-jiwa dibanding mereka yang digelari gembala jemaat atau pendeta?
5. Salahkah (dosa) jika perpuluhan tersebut langsung diberikan pada pendeta jemaat tanpa melalui organisasi?
6. Salahkah (dosa) jika perpuluhan di gereja digunakan untuk kebutuhan penginjilan seperti KPA atau KKR?
7. Saya suka dengan pelajaran sekolah sabat triwulan lalu, tentang pembersihan bait suci. Kira-kira apa yang Yesus anggap sebuah perdagangan di jemaat saat ini, dan Dia harus obrak-abrik dengan resiko dibenci dan nyawa melayang. Apakah kita berani katakan padaNya, 'Yesus, dirimu berikan saja perpuluhanmu ke gereja, soal penggunaannya bukan urusanmu, itu urusan kami dengan Tuhan'?Mohon diberi penjelasan yang sesuai dengan Alkitab dan Roh Nubuat.
Terima kasih atas perhatian dari saudara-saudara sekalian.Syallom.
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
Sedikit pertanyaan:
Sistem sekarang ini 0% di Jemaat dan 100% ke Konferens. Badan manakah yg berhak memutuskan pembagian perpuluhan? Apakah Peraturan Jemaat (Working Policy), GC, Divisi, Uni, konferens atau Jemaat itu sendiri, atau siapa?
DI Amerika sana konon sudah ada yg namanya Jemaat Konferens, yaitu jemaat yg mengelola sebagian perpuluhannya sendiri. Apakah keberadaan sistem Jemaat konferens ini legal dan sesuai aturan? Aturannya seperti apa (jika ada)?
Mohon dibantu jawabannya bagi yang mengetahui, terutama rekan2 yg ada di Amerika sana yah...
Salam
Edi limbong
From: advent...@googlegroups.com [mailto:advent...@googlegroups.com] On Behalf Of Praban Saputro
Sent: 03 Agustus 2015 22:43
To: Advebt Gkibal
Subject: Re: Re: [Advent-Global] Pekerja/Hamba Tuhan, pekerjaan Tuhan, Perpuluhan dan persembahan.
Dear All:
Saya tertarik untuk ikut berdiskusi mengenai pekerjaan Tuhan, perpuluhan dan persembahan: Pendapat saya singkat saja. Sistem perpuluhan yang ada di organisasi Advent seluruh dunia sudah sesuai dengan Alkitab dan Tulisan Roh Nubuat. Dan sistem perpuluhan ini pekerjaan Tuhan melalui GMAHK di seluruh dunia maju pesat karena ditopang dengan sistem perpuluhanyang bagus. Sistem perpuluhan itu jangan diganti karena itu sudah menopang pekerjaan Tuhan di daerah, uni, divisi dan general conference.
Yang perlu ditekankan dan dimodifikasi itu adalah sistem pembagian persembahan terpadu (perpuluhan kedua) di Indonesia. Maaf kalau pendapat saya ini berbeda dengan saudara-saudara pendeta dari Indonesia. Di Amerika sistem persembahan terpadu (perpuluhan kedua) lebih diserahkan kepada individu atau anggota. Misalnya: Anggota jemaat itu atau individu itu bisa memberikan semua persembahan terpadu (perpuluhan kedua) kepada jemaat. Atau bisa membagi sesuai dengan kebutuhan di jemaat atau konferens.. Coba baca tulisan Ellen G. White mengenai pembagian dan penggunaan perpuluhan kedua (persembahan terpadu. Kalau hal ini bisa dilakukan maka akan memperkuat keuangan di jemaat.
Salam
Pdt. Praban Saputro
Upland Indonesian Church
Loma Linda Indonesian Church
| From: Edi Limbong Sent: Monday, August 3, 2015 5:58 PM Reply To: advent...@googlegroups.com Subject: RE: Re: [Advent-Global] Pekerja/Hamba Tuhan, pekerjaan Tuhan, Perpuluhan dan persembahan. |
1. Sekarang ini gereja adalah tempat yang tepat untuk alokasi dana karena gereja gereja kita sangat jelas pemasukan dan pengeluaran nya sedangkan organisasi kita belum memberikan kejelasan yang otentik terhadap keuangan sehingga menimbulkan banyak pertanyaan dan saya lihat banyak anggota yang tidak iklas memberikannya karena ketidakjelasan tersebut.
2. Saya lebih suka perpuluhan di alokasikan untuk sesama manusia dan bukan untuk Tuhan karena Tuhan tidak akan pernah menerima uang atau butuh uang, sesama manusia tentu di dalam nya adalah pendeta pendeta kita juga tentunya.
3. Para pendeta atau pun pemimpin2 kita tidak perlu kaget apabila perpuluhan berkurang, khususnya di jkt ini karena jkt banyak orang cerdas yang berhati baik tetapi menggunakan logika juga dengan baik.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
Dear Jady Sihombing,
Saya coba bertanya dan jawab tulisan yang saudara kirim beberapa waktu yang lalu:
1. ....organisasi kita belum memberikan kejelasan yang otentik terhadap keuangan.....saya anjurkan agar Jedy minta Pendeta jemaat Berea untuk mengundang bendahara DKI KOnferens atau kalau perlu bendahara UIKB datang melayani dihari Sabat, Dalam pertemuan itu Jedy bisa mendapatkan penjelasan sesuai dengan yang diharapkan.
2. Saya lebih suka perpuluhan di alokasikan untuk sesama manusia dan bukan untuk Tuhan karena Tuhan tidak akan pernah menerima uang atau butuh uang, sesama manusia tentu di dalam nya adalah pendeta pendeta kita juga tentunya.
Tulisan saudara Jady ini sudah bukan Alkitabiah lagi. Perpuluhan itu bukan milik Jady atau manusia, jadi suka atau tidak suka kita harus ikutin apa yang Tuhan suka.
3. Para pendeta atau pun pemimpin2 kita tidak perlu kaget apabila perpuluhan berkurang, khususnya di jkt ini karena jkt banyak orang cerdas yang berhati baik tetapi menggunakan logika juga dengan baik.
Untuk perpuluhan tidak boleh pakai logika, tapi harus pakai iman.
Kalaupun perpuluhan berkurang dari orang yang sengaja tidak mengembalikan uang TUhan, pekerjaan TUhan di DKI jakarta pasti tetap akan berjalan sesuai dengan rencana Tuhan.
Mari kita ikut apa yang Tuhan inginkan.
Salam berkat,
Pdt. S. SImorangkir
Dear pak pdt Simorangkir,
1. Saya tulis ini karena rasa cinta kepada organisasi ini, dan steatment pertama tentu bukan ditujukan untuk saya atau pun jemaat kecil berea
2. Secara fakta memang manusialah yang menerima itu semua, manusia yang memakai nama Tuhan untuk menerima nya.
3. Iman adalah Perbuatan, perbuatan tentu di dalam nya mengandung pertimbangan dan logika, apakah ada manusia yang berbuat tanpa menimbang atau berpikir terlebih dahulu? Tentu tidak ya pak pdt, kecuali sudah rusak pikirannya dan sering kita sebut tidak waras. Apakah Tuhan menciptakan robot yg tdk punya logika dan siap melakukan apa saja?
4. Saya berlogika karena menghargai pikiran yang Tuhan berikan kepada saya pak pdt.
Amin pak pendeta, tentu pekerjaan Tuhan akan tetap berjalan karena Tuhan memakai seisi alam ini untuk melakukan.
Tuhan berkati
Saya tambahkan ya, bagi anda yang dengan tulus ingin jawabannya "Berdoa dengan sungguh2". Niscaya Tuhan akan menjawabnya. Sadar atau tidak semua kita pernah mengalaminya kalau berdoa sungguh2 untuk setiap masalah, pasti ada solusinya. Jadi ini sekedar mengingatkan saja.
Salam,
Fred TPSimamora
Bintaro Jaya
Terkirim dari: Lenovo P90
Pada 5 Agt 2015 06.34, Praban Saputro <psap...@gmail.com> menulis:
>
> Dear All dan Sdr. Roy Tampubolon:
>
> Sebelum saya membaca sebuah buku biasanya saya cari tahu siapa penulis dan latar belakang penulis. Melalui pertolongan internet kita bisa menemukan jawabannya. Setelah menemukan jawabanya maka kita tahu mau dibawa kemana kita pada akhirnya. Jadi memang Dr. Vance Ferrell, penulis dalam lampiran email Sdr., Roy Tampubolon sangat detail dan bagus. Dia pernah menjadi pendeta GMAHK dan mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi. Namun resign karena tidak sejalan lagi dengan prinsip yang dia yakini.
>
> Jadi saya bisa mengerti mengapa tujuan akhirnya adalah Dr. Vance Ferrell memiliki pendapat yang sedikit berbeda dengan GMAHK mengenai perpuluhan dan bisa menggoyangkan iman.Saya coba cari tahu konklusinya namun tidak ada. Saya tidak tahu apakah penterjemah sengaja tidak melampirkannya atau saya yang kelewatan sehingga tidak menemukan walaupun saya sudah coba sampai dua kali browising.
>
> Sebagai perbandingan kita bisa membaca tulisan mengenai perpuluhan di website Biblical Research Institute of General Conference. sehingga kita akan memilki pandangan yang seimbang dalam mencari jawaban terhadap pertanyaan yang disebutkan dalam email. Saya memang tidak dalam kategori memberikan jawaban terhadap semua pertanyaan. Namun saya rinda agar pembaca buku-buku atau penterjemah buku-buku dari "Penulis-Penulis Advent" mengerti siapa dan latar belakangnya. Banyak yang bagus. Namun kita bisa tebak dari pendahuluan dan kesimpulannya.
>
> Memang menarik membaca hal-hal yang berbeda dari biasanya. Namun janganlah iman kita digoyahkan dengan membaca satu pandangan yang berbeda. Kita perlu meriset dan meriset lalu mengambil kesimpulan. Memang capek dan tidak punya kesempatan untuk melakukan itu semua. Itulah sebabnya kita perlu mengisi walaupun tidak sedetail sipenulis.
>
> Salam
>
> Pdt. Praban Saputro
> Upland Indonesian Church
> Loma Linda Indonesian Church
>
>
>
> 2015-07-30 2:28 GMT-07:00 roy tampubolon <roy.gm...@gmail.com>:
>>
>> Syallom, bu
>>
Dear Sdr JADY..
karna Abraham mengikuti logikanya maka Abraham mengikuti saran isrinya Sarah..utk mengambil gundik Hagar. Dan apa yg terjadi saya percaya sdr Jady udah memgerti...
Utk kasus yg lain Abraham tdk menggunakan logikanya..sehingga dia mengajak anak Ishak utk dipersembahkan..
Pertanyaan saya utk kita apakah kewajiban kita utk perpuluhan atas logika atau iman.atau iman yg berlandaskan logika,,?
Jawaban saya: Kewajiban kita tentang perpuluhan adalah iman tanpa ada embel-embel logika...GBU..
Pdt Solaiman Lbn Gaol
Jemaat Petukangan Selatan
--
Dear pdt Solaiman,
1. Apa itu Iman? Mohon dibedah kata iman dulu ya pak pdt seberikan jawaban.
2. Apakah Tuhan menciptakan robot yang tidak berpertimbangan?
3. Apakah dalam kehidupan sehari2 bapak pendeta Solaiman tidak menggunakan akal, pemikiran atau pertimbangan dalam melakukan atau tidak melakukan sesuatu?
Membangun gereja itu sangat berlogika bisa tercapai pak, kita juga mau beli unit untuk bangunan gereja kita agar lebih besar.
Logika nya
1. Komitment jemaat
2. Bantuan uni dan konfrens
3. Pencarian dana
4. Banyak umat2 Tuhan yang diberkati dan siap dibantu dan lain lain.
Jikalau pembangunan gereja berhasil tanpa yang saya sebut diatas atau tanpa iman atau tanpa perbuatan yang di dalam nya mengandung pemikiran baru saya sebut itu hal goib
Sekedar info tambahan ttg Persepuluhan dan Persembahan Terpadu, di Organisasi GMAHK aturannya terdapat dalam "Working Policy of the General Conference of Seventh- day Adventist" Halaman 691-719, semua keterangan ttg Tithe, Principle and procedure in Tithing, Sharing Financial Resources, Sharing the Tithe, Accountibility for use of Tithe, Offerings, Offerings plan, Combined offering plan, calender of offerings weekly appeal, Personal giving plan, Camp meeting mission offering, Special donation and bequests, implementation..
Bila saudara2 ingin melihat Working.Policy untuk memperjelas, silahkan ke Kantor Uni, Konferens, Daerah, atau undang Direktur Penatalayanan ke gereja agar bisa lebih menjelaskan ttg Persepuluhan dan persembahan terpadu, khusus untuk Uni Timur Direktur Penatalayanan Uni Pdt. Semuel Wullur dengan senang hati akan menjelaskan atau menjawab pertanyaan2 hub beliau di email: swu...@yahoo.com, no hp beliau by request di japri, thanks
Irma Pakasi
Toraja
Mantap.....terimakasih saudari Irma untuk informasinya yang baik.
Salam berkat,
Pdt. S. Simorangkir
Ulangan 4:2 Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu.
Ulangan 12:32 Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya.
kalau penggunaan perpuluhan hanya berdasarkan " Working Policy of the General Conference of Seventh- day Adventist" Halaman 691-719, semua keterangan ttg Tithe, Principle and procedure in Tithing " itu sama dengan menambahi dan mengurangi apa yang diperintahkan Tuhan.Saudara-saudaraku yang kekasih dalam Tuhan.
Terima kasih atas perhatian yang saudara berikan atas pertanyaan saya ini.
Tentang siapa penulis dari buku tersebut, apakah itu menjadi sebuah masalah? Tidakkah kita mengetahui, bahwa pada rapat besar General Conference 1888 yang diselenggarakan di Minneapolis pada tanggal 17 Oktober, EG White mengatakan bahwa Yesus telah disalibkan disana, dan Roh Kudus telah diolok-olok oleh karena kita menolak doktrin "Pembenaran Oleh Iman"? Apakah ajaran AT Jones (38 thn) dan EJ Waggoner (33 thn) tentang Pembenaran Oleh Iman harus kita 'buang' oleh karena (setahu saya) mereka akhirnya keluar dari organisasi ini?
Apakah doktrin 'Trinitas' harus kita 'campakkan' karena istilah dan ajaran ini dicetuskan oleh gereja Roma Katolik, yang selalu kita sebut gereja setan, penyembah setan dan lain-lain yang pasti menyakitkan hati mereka? Dimanakah kita ketika kita mengatakan 'jangan lihat orangnya, lihatlah Firman yang disampaikannya'?
Tentang ayat ini, kepada siapakah Yesus bicara? Matius 23:34-35 (TB) Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota,
supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah.
Pak Pendt. Simorangkir dan seluruh para Gembala dan Tua-tua jemaat yang sangat saya hormati. Kasihanilah mereka yang kita tuduh karena pertanyaan yang saya ajukan ini. Jangan sakiti lagi perasaan mereka. Jika apa yang saya tanyakan dan sampaikan bertentangan dengan Alkitab dan Roh Nubuat, tegur saya dan nyatakanlah itu dosa. Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak mengenal mereka. Tapi walaupun begitu, Yesus pun mati untuk mereka juga. Mereka pun perlu diselamatkan seperti saya juga.
Saya percaya bahwa organisasi ini adalah milik Tuhan. Tuhan lah yang membentuknya. Bahkan Tuhan berfirman bahwa umat yang sisa ini bagaikan 'Biji Bola MataNya'. Tetapi apakah dengan begitu saya harus mengabaikan pekabaran kitab Wahyu tentang jemaat Laodikia, dimana saya berada saat ini seperti pengajaran yang saya terima, yang suam-suam kuku, yang juga akan dimuntahkan? Wahyu 3:15-19 (TB) Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!
Saudaraku, Hamba-hamba Tuhan yang saya hormati, saya suka sekali dengan pelajaran sekolah sabat kita triwulan ini, yaitu tentang Missionaris. Penginjilan harus tetap berjalan dan tidak boleh dihalangi. Penginjilan dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak pandang jabatan, kedudukan dan sosial ekonomi. Tetapi, terkadang saat kita melakukan tugas menginjil pun, Tuhan pun ingin kita mendengar apa kataNya. Oleh karena itu, di saat kita menginjil, kadang sering Tuhan juga mengirimkan terang baru pada kita. Cerita ini mulanya saya anggap sebagai cerita biasa, tetapi Roh Tuhan melalui buku Kerinduan Segala Zaman, mengungkap lebih dalam dari cerita ini. Saya harap, saudara-saudara sekalian dapat meluangkan waktu membacanya dengan penuh perhatian.
Matius 2:1-12 (TB) Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."
Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia."
Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.
Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
Imam- imam tengah mengulang-ulangi tradisi-tradisi. Mereka meninggikan agama dan peribadatan mereka sendiri, sementara mereka mencela bangsa Yunani dan Romawi sebagai orang kafir dan orang berdosa melebihi orang lain. Orang majus itu bukannya penyembah berhala, dan pada pandangan Allah mereka tegak jauh lebih tinggi daripada imam-imam itu, yang mengaku sebagai penyembah Dia; namun mereka dianggap orang Yahudi sebagai orang kafir. Bahkan diantara para penunggu yang telah ditentukan Kitab Suci itu, pertanyaan-pertanyaan mereka yang penuh harapan gemilang itu tidak juga menjamah hati.
Imam-imam dan tua-tua Yerusalem sebenarnya bukanlah tidak mengetahui hal kelahiran Kristus itu sebagaimana yang mereka pura-pura buat. Laporan tentang kunjungan malaikat-malaikat kepada gembala-gembala itu sudah dibawa ke Yerusalem, tetapi rabi-rabi telah memperlakukannya seperti sesuatu hal yang tidak layak mendapat perhatian mereka. Mereka sendiri boleh jadi sudah akan mendapat Yesus dan mungkin sudah akan siap untuk memimpin orang Majus itu ke tempat kelahiranNya; tetapi sebaliknya, orang Majus itulah yang datang untuk menarik perhatian mereka kepada kelahiran Mesias. "Dimana Raja orang Yahudi yang dilahirkan itu?" tanya mereka; "kami telah melihat bintangNya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
Sekarang kesombongan dan iri hati menutup pintu terhadap terang. Sekiranya laporan yang dibawa oleh gembala-gembala dan orang Majus itu diakui, maka akan ditempatkannyalah imam-imam dan rabi-rabi itu dalam satu kedudukan yang paling tidak disukai, membatalkan pengakuan mereka sebagai ahli tafsir kebenaran Allah. Guru-guru yang terpelajar ini tidak mau merendahkan hati untuk diberi petunjuk oleh orang-orang yang mereka sebut kafir. Mustahil, kata mereka, Allah sudah melampaui mereka, untuk berhubungan dengan gembala-gembala yang tidak tahu apa-apa atau dengan orang kafir yang tidak disunat. Mereka bertekad untuk menunjukkan hinaan terhadap laporan yang tengah mengharukan Raja Herodes dan seluruh kota Yerusalem. Malahan mereka tidak mau pergi ke Betlehem untuk melihat kalau segala perkara ini demikian halnya. Dan mereka menuntun orang banyak untuk menganggap perhatian kepada Yesus sebagai suatu keheboan yang mengandung anasir kefanatikan. Di sinilah mulai terjadi penolakan terhadap Kristus oleh imam-imam dan rabi-rabi. Dari titik ini kesombongan serta kedegilan mereka pun tumbuhlah hingga menjadi kebencian yang tetap terhadap Juruselamat. Sementara Allah membuka pintu bagi orang kafir, para pemimpin Yahudi sedang menutup pintu bagi mereka sendiri." (Kerinduan Segala Zaman Jilid 1 pasal 6 - "Kami Melihat Bintangnya")
Saya yakin, tidak ada yang berani menyangkal bahwa orang Yahudi adalah umat (perjanjian) Tuhan. Begitulah juga dengan saya terhadap organisasi/umat Tuhan saat ini. Tapi, para hamba Tuhan yang saya sangat hormati, lihatlah apa yang bangsa Yahudi lakukan? Dan lihatlah apa yang telah/akan kita lakukan? Mungkin Tuhan mengutus orang "Majus" atau 'gembala' kepada kita saat ini untuk memberitahukan 'kegenapan' Injil yang sudah begitu lama kita pegang dan agung-agungkan selama ini?! Sebenarnya, bukankah sebuah 'Injil' juga kepada orang Yahudi ketika Pilatus mengatakan 'Aku tak menemukan kesalahan apapun pada orang ini (Yesus)'? Semua kita pasti tidak ingin apa yang terjadi pada bangsa Yahudi dahulunya akan terjadi juga pada kita. Dan untuk itulah Tuhan menjaga Alkitab dan Roh Nubuat agar tetap ada hingga saat ini, supaya kita dapat belajar dan lebih dekat pada Tuhan.
Benarlah juga adanya, bahwa dunia kita ini bahkan apa yang terkandung di dalam nya, semuanya adalah milik Tuhan. Dunia kita ini bagaikan debu di alam semesta. Bagaikan debu di rumah saya, bila berkurang satu debu, tidak membuat rumah saya lebih bersih, atau pun sebaliknya. Bila bertambah satu debu, tidak membuat rumah saya bertambah kotor. Tapi oleh karena Kasih Tuhanlah makanya kita sangat berharga, dan berpengaruh terhadap alam semesta ciptaan Tuhan. Bahkan, saat ini pun malaikat-malaikat Tuhan sedang menonton kita dan mencatat apa yang kita lakukan, entah itu baik, entah itu jahat.
Para Hamba Tuhan yang saya hormati, dusta bukanlah hanya mengatakan hal yang tidak benar. Belajar dari cerita Abraham saat di Mesir, yang mengatakan bahwa Sara adalah saudarinya. Memang benar Sara adalah saudara perempuan Abraham, satu bapak lain ibu. Tetapi Tuhan pun marah akan hal ini, karena Abraham menutupi kebenaran lainnya yaitu Sara adalah juga istrinya. Berarti, bukankah dosa apabila kita menutupi/menghalangi sebuah kebenaran yang ada?
Sekali lagi Pak Pendt. Simorangkir dan para Hamba Tuhan dan Tua-tua jemaat, bila apa yang saya sampaikan dan tanyakan ini tidaklah bertentangan dengan Alkitab dan Roh Nubuat, bersalahkah dan berdosakah saya? Bila seandainya pengajaran ini adalah 'benar' sebagai 'Injil' bagi umat Tuhan khususnya Gereja Tuhan, apakah kita tidak merasa berdosa untuk terus menutupi dan menghalangi injil ini oleh karena berbagai 'kepentingan'? Apakah saat ini peraturan jemaat telah menjadi lebih tinggi dari Alkitab dan Roh Nubuat?
Saya percaya, semua para Hamba Tuhan, tua-tua jemaat yang ada di milis ini adalah umat-umat Tuhan yang takut akan Allah. Organisasi kita pun dulunya bukanlah sebesar ini, bahkan gereja Advent pun pada awalnya bukanlah memelihara hari Sabat. Tapi Tuhan tidak pernah meninggalkan gerejaNya, Dia berikan pada kita terang sedikit demi sedikit hingga akhirnya semua akan terbuka. Pak Pendt. Simorangkir, apapun yang orang lain katakan tentangmu, aku hanya percaya bahwa engkau adalah hamba Tuhan yang masih takut akan Tuhan. Maafkan bila tanggung jawab ini terletak lebih berat padamu. Aku percaya, malaikat Tuhan ada disamping anda saat membaca email, bahkan disamping kita semua.
Terima kasih juga khususnya untuk gembala saya, Pdt. Irianto Marbun, dedikasi anda untuk penginjilan dan pengembalaan tak perlu diragukan lagi. Sudah banyak pengalaman penginjilan yang kita lakukan bersama. Sayang sekali anda harus memegang beberapa jemaat, sehingga perhatian anda harus terpecah. Dibawah anda, gereja kita banyak mengalami kemajuan. Anda adalah salah satu sahabat terbaik saya. Jangan pernah ragu pak.
Pak Pdt. Simorangkir, untuk mencegah terjadi sakit hatu kepada orang lain, saya akan tuliskan identitas saya. Nama saya Roy Tampubolon, saya adalah anggota jemaat GMAHK sidang Gatot Subroto Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Saya rasa itu sudah cukup untuk mencegah kita untuk tidak menembak secara membabi buta.
Tuhan memberkati kita.
Syallom.
--
“Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.” [Imamat 27:30]Persepuluhan … adalah milik TUHAN. Bentuk ungkapan yang sama digunakan untuk hukum hari Sabat. “Tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; (Keluaran 20:10). TUHAN menyediakan untuk DiriNya satu bentuk khusus tentang waktu dan sarana manusia, dan tidak seorangpun dapat, tanpa menjadi bersalah, menggunakannya untuk kepentingannya pribadi.” [Patriarch & Prophets, 525, 526]
“Mereka yang mencampuri urusan mengenai perpuluhan dengan tidak semestinya akan diganjar dengan kehilangan harta sorgawi mereka… Tuhan belum berubah, perpuluhan masih tetap harus digunakan untuk pelayanan InjilNya.” [9 Testimonies, 249-250]“Janganlah seorang pun merasa mempunyai kebebasan untuk menahan perpuluhan, untuk digunakan sesuai dengan pendapat mereka. Mereka tidak seharusnya menggunakannya walaupun dalam keadaan darurat, dan tidak boleh menggunakannya sesuai dengan pikiran mereka, walaupun mereka menganggap itu untuk melakukan pekerjaan Tuhan. [9 Testimonies, 247]
“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” [Maleakhi 3:10]
Dear Saudara Satar dan Saudara Jady Sihombing,
Syalom!
Sepertinya kita harus belajar bersama kembali.
Beberapa hari lalu saya ada posting informasi tentang theology Organisasi yang saya ambil dari buku peraturan jemaat. Organisasi gereja kita dibuat oleh Tuhan Yesus sendiri berdasarkan Alkitab dan Roh Nubuat.
Keterangan dari Pdt. Praban itu sudah betul.
Dari tulisan saudara saya lihat hampir mirip dengan pekabarannya Randy Tauran yang menyatakan kita harus keluar dari organisasi gereja yang sekarang.
Dan tidak percayalagi sama organisasi. Yang penting apa kata Alkitab dan Roh Nubuat, padahal Alkitab dan Roh Nubuatlah yang membuat adanya organisasi.
Lihat itu Randy Tauran, tidak percaya sama organisasi tapi dia membuat organisasi sendiri, menerima uang dari pengikutnya bahkan memberkati saudari saya menikah. Siapa yang mengawasi dia dan siapa yang audit pengeluaran keuangannya dan sampai dimana penginjilan yang diperintahkan Tuhan Yesus Kristus sudah dia lakukan bersama pengikutnya?
Mohon maaf...kalau saya salah menyebutkan saudara Jady dan Satar seperti mengikuti ajarannya Randy Tauran, semoga hal ini tidak benar.
Salam berkat,
Pdt. S. Simorangkir
Dear saudara Satar,
Silahkan baca email saya beberapa hari yang lalu tentang theologi organisasi atau baca buku peraturan jemaat.
Jikalau saudara percaya Alkitab maka saudara akan percaya terhadap organisasi karena organisasi gereja ini ada berdasarkan Alkitab dan melalui organisasi ada working policy.
Kalau saudara tidak percaya dengan organisasi yang sudah membuat working policy berarti saudara tidak percaya terhadap Alkitab yang mengajrkan kita tentang organisasi. Bukan cuman itu, berarti saudara tidak percaya sama Firman Tuhan yang membuat organisasi.
Salam berkat,
Pdt. S. Simorangkir
Dear pak pdt Simorangkir,
Advent adalah rumah saya, apa pun yang terjadi Advent adalah rumah saya. Jikalau pun ada debu kotoran saya juga lah yang mengotorinya dan saya juga lah yang membersihkan debu karena Advent adalah rumah saya.
Bpk Randy Tauran saya tidak kenal pak tapi hanya pernah dengar2 saja, kita semua pengikut Yesus aja ya pak pdt.
Mengenai Alkitab kita pasti sama2 membaca tapi apa yang kita ambil maknanya belum tentu sama dan itu wajar dan baik karena beraneka ragam wawasan yang diambil dari setiap ayat.
Jikalau sudah dikatakan working policy organisasi maka saya mau bilang apa lagi selain ikut karena saya members di dalam nya, jikalau tidak ikut maka organisasi punya hak untuk mengeluarkan.
Hanya saja sebagai members terkadang kita yang anggota ini banyak juga membuat bunyi bunyian, maklumlah pak pdt namanya jg anak anak yang perlu di ayomi.
Janganlah kira nya pak pdt terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa kita orang yang tidak percaya dengan Firman Tuhan hanya karena berbeda makna yang kita ambil dari setiap Firman.
Terimakasih saudara Ari Palgunadi untuk kesaksian yang baik.
Lebih banyak anggota yang bersaksi maka nama Yesus Kristus semakin ditinggikan.
Tuhan memberkati saudara Ari didalam pelayanannya di IAFCO, Amin.
Oh Tuhan, insyafkanlah kami ini lewat kuasa Roh Kudus sehingga pemahaman kami dulunya berbagai tafsir akan Petsepuluhan dan Persembahan makin jelas. Kepada Pendeta kami yang dangkal pemahamannya mengenai 'TOPIC' yang hangat2nya dipetdebatkan agar menahan diri, kepada Bapak2 yang awam biarlah ini kita hentikan, dan Pemimpin/petinggi di Organisasi sudilah diakhiri bersoal jawab di milis yang sifatnya mendunia, gantinya "adakan SEMINAR PENATALAYANAN, dan Undang Pakar PENATALAYANAN". Hindarkan perpecahan dan jangan menarik diri dari Gereja. Salam!!! Sent from Yahoo! Mail on Android |
Dear pdt Simorangkir,
Terima kasih atas pelayanan nya di milis ini, tidak ada dihati rasa tidak suka kepada hamba2 Tuhan dan juga kepada organisasi yang adalah alat Tuhan untuk pekerjaan injil.
Hanya sharing ideologi atau berbagi tentang firman tetapi karena ada sahabat2 yang sedikit resah terhadap obrolan yang baik ini sehingga yang di dapat sebuah keributan maka saya setuju untuk stop topik ini.
Terima kasih karena kesabaran dan tetap rendah hati berbagi, senang sekali.
Tuhan Berkati segala yang pendeta kerjakan di dalam pelayanan..
Dear all, Sabat ini saya khotbah di jemaat saya salemba, saya mau khotbah tentang pencobaan, mohon bantuannya tertulis dimana di alkitab dan rohnubuat yang menekankan bahwa sebagian orang kristen/umat Tuhan akan murtad /kekuar dan bahkan akan menjadi musuh terbesar/paling susah dihadapi umat Tuhan . Salam penyerahan kepadaNya. Sent from Yahoo Mail on Android |
|
Terkirim dari: Lenovo P90
| Salom saudara seiman. Sungguh hangat diskusi tentang persepuluhan. Dibawah ini saya lampirkan tulisan E.G White, Counsels on Stewardship, hlm. 101-103, The Use of the Tithe. Tolong dibaca sbg referensi spy diskusinya lbh fokus. Chapter 21—The Use of the Tithe. God has given special direction as to the use of the tithe. He does not design that His
work shall be crippled for want of means. That there may be no haphazard work and no error, He has made our duty on these points very plain. The portion that God has reserved for Himself is not to be diverted to any other purpose than that which He has specified. Let none feel at liberty to retain their tithe, to use according to their own judgment. They are not to use it for themselves in an emergency, nor to apply it as they see fit, even in what they may regard as the Lord’s work. CS 101.1 The minister should, by precept and example, teach the people to regard the tithe as sacred. He should not feel that he can retain and apply it according to his own judgment, because he is a minister. It is not his. He is not at liberty to devote to himself whatever he thinks is his due. He should not give his influence to any plans for diverting from their legitimate use the tithes and offerings dedicated to God. They are to be placed in His treasury
and held sacred for His service as He has appointed. CS 101.2 God desires all His stewards to be exact in following divine arrangements. They are not to offset the Lord’s plans by performing some deed of charity, or giving some gift or some offering, when or how they, the human agents, shall see fit. It is a very poor policy for men to seek to improve on God’s plan, and invent a makeshift, averaging up their good impulses on this and that occasion, and offsetting them against God’s requirements. God calls upon all to give their influence to His own arrangement. He has made His plan known; and all who would cooperate with Him must carry out this plan, instead of daring to attempt an improvement on it. CS 101.3 The Lord instructed Moses, for Israel, “Thou shalt command the children of Israel, that they bring thee pure oil olive beaten for the light, to cause the lamp to burn always.” Exodus 27:20. This was to be a continual
offering that the house of God might be properly supplied with that which was necessary for His service. His people today are to remember that the house of worship is the Lord’s property, and that it is to be scrupulously cared for. But the funds for this work are not to come from the tithe. CS 102.1 A very plain, definite message has been given to me for our people. I am bidden to tell them that they are making a mistake in applying the tithe to various objects which, though good in themselves, are not the object to which the Lord has said that the tithe should be applied. Those who make this use of the tithe are departing from the Lord’s arrangement. God will judge for these things. CS 102.2 Other Lines to Be Sustained, but Not From Tithes One reasons that the tithe may be applied to school purposes. Still others reason that canvassers and colporteurs should be supported from the tithe. But a great mistake is made
when the tithe is drawn from the object for which it is to be used—the support of the ministers.... CS 102.3 The tithe is the Lord’s, and those who meddle with it will be punished with the loss of their heavenly treasure unless they repent. Let the work no longer be hedged up because the tithe has been diverted into various channels other than the one to which the Lord has said it should go. Provision is to be made for these other lines of work. They are to be sustained, but not from the tithe. God has not changed; the tithe is still to be used for the support of the ministry.—Testimonies for the Church 9:247-250. CS 102.4 Includes Bible Teachers Our conferences look to the schools for educated and well-trained laborers, and they should give the schools a most hearty and intelligent support. Light has been plainly given that those who minister in our schools, teaching the word of God, explaining the Scriptures,
educating the students in the things of God, should be supported by the tithe money. This instruction was given long ago, and more recently it has been repeated again and again.—Testimonies for the Church 6:215. CS 103.1 Not a Poor Fund The tithe is set apart for a special use. It is not to be regarded as a poor fund. It is to be especially devoted to the support of those who are bearing God’s message to the world; and it should not be diverted from this purpose.—The Review and Herald Supplement, December 1, 1896. CS 103.2 Not for Church Expense I was shown that it is wrong to use the tithe for defraying the incidental expenses of the church. In this there has been a departure from correct methods. It would be far better to dress less expensively, cut down your indulgences, practice self-denial, and meet these outgoings. By so doing you will have a clear
conscience. But you are robbing God every time that you put your hands into the treasury for funds to meet the running expenses of the church.—. CS 103.3. Biarlah tulisan E.G. White di atas kita jadikan pedoman dan petunjuk pada saat sdr2 seiman berdiskusi. Selamat melanjutkan diskusi yg menarik ini. Salom, Pdt. Hemat Sibuea Gembala Jemaat BNI |
Terimakasih pak atas bantuannya. Jika masih ada yg lebih tepat terimakasih jika ada tambahan. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Wow....Saudara Satar. Sinaga,
Pagi-pagi saudara sudah buat komentar yang tidak baik.
Disubject ini sudah banyak yang membantu saudara menerangkan apa yang saudara perlukan agar saudara tidak jauh dari kebenaran. Tapi saudara berulangkali tuliskan bahwasanya saudara lebih percaya kepada Alkitab daripada kata organisasi, working policy bahkan Roh nubuat.
Itu sebabnya saya tanyakan tentang pengetahuan saudara dan iman saudara mengenai organisasi (theologianya).
Kalau saudara percaya kepada organisasi seperti yang saudara saksikan dalam janji baptisan maka saudara akan percaya dengan working policy organisasi. Sudah pasti working policy dibuat berdasarkan alkitab dan roh nubuat dan disetujui bersama oleh umat advent sedunia. Nach didalamnya ada aturan main tentang perpuluhan dan persembahan.
Tapi kalau saudara tidak percaya sama organisasi yang ada dasarnya Alkitab ini berarti anda tidak percaya sama Firman Tuhan.
Bukan itu saja, terkadang isi email saudara ada yang sopan ada yang kurang sopan. Kalau memang saudara konsisten dengan kesopanan yang saudara tunjukkan saudara pasti tidak akan perpanjang diskusi ini, karena saya sudah himbau dari awal disubject lain agar saudara/i mengundang pimpinan daerah/konferens untuk membuat seminar dijemaat tentang penatalayanan.
Saya tidak bisa menerangkan secara detail dimilis karena saya sedang melakukan berbagai pelayanan, saat ini berada di batam untuk pindahan pemancar dan studio radio advent. Tapi disela-sela kesibukan saya sempatkan untuk membaca dan membalas email.
Jadi, sekali lagi. Kekurangan saudara yang saya lihat adalah, tidak mau menerima informasi apa kata organisasi gereja (working policy) bahkan Roh Nubuat tapi hanya Alkitab.
Pelajaran yang saudara harus terima dan harus dibicarakan langsung tidak melalui milis adalah:
A. Alkitab dan Roh Nubuat
B. Penatalayanan
C. Theology organisasi
Jika ini sudah saudara pelajari maka komentar dan tindakan saudara Satar Sinaga diperusahan dimana saudara bekerja tidak akan seperti sebelumnya, akan lebih baik lagi dan nama Tuhan ditinggikan.
Salam berkat,
Pdt. S. Simorangkir
Sdr samuel
Kalau anda seorang doktor yg baik. Dan kalau anda seoran pendeta yg dicontoh.
Kalau anda seorang direktur komunikasi yg hebat. Saya hanya hanya minta pembahasan ini jangan melebar ke devidian. Melenceng bpk tauran... melenceng w.policy
Tunjukan saja yg saya minta dlm Alkitab. Bereskan. Kalau tidak juga tdk masalah. Selesaikan.
Perpuluhan tetap diserahkan ke perbendaharaan (ada di alkitab).
Horas
Satar
Saudara Satar Sinaga,
Email disubject ini sudah lebih 80 yang mereponse tulisan anda. Sudah banyak yang kasih informasi dan kesaksian.
Silahkan dilanjutkan dijemaat, saya akan atur jadwal berkhotbah dan buat seminar dijemaat anda atau paling tidak akan saya minta ketua konferens mengirim utusan kejemaat anda. Tolong dimanfaatkan dengan baik.
Salam berkat,
Pdt. S. Simorangkir
--
Sauudara samuel
Silahkan aja. Di Alkitab kata persepuluhan hanya 30 ayat saja.
Tidak lebih dan tidak kurang.
Dan yg memberkan taanggapan ada 80 orang.
Seperti Anjuran Sesepuh Rohani PA. Siboro sudah memuakkan.
Mari kita closed diskusi ini.
Horas
Satar
Saudara Satar,
Yang memuakkan itu mungkin karena tulisan kamu pagi-pagi tidak bawa berkat. Diskusi Firman Tuhan tapi tulisan seperti tidak kenal Tuhan. Lain kali jangan menulis seprti dibawah ini yach:
Sangat disayangkan statement pentolan UNI yang mengatakan atau membalikan kata-kata dan membuat suatu ketetapan "Kalau tidak percaya dengan organisasi (working policy) berarti tidak percaya terhadap Alkitab" Pendidikan doktor tapi pembicaraan seperti mandorPredikat Pendeta tapi statementnya pendustaposisi direktur komunikasi tapi tugasnya hanya membuat mis komunikasi.
Salam berkat,
Pdt. S. Simorangkir
Syalom!
Sudah pak Siboro.
Tadi malam saya sudah doakan ech....tadi pagi dia kasih tulisan seperti dibawah ini.
Saya berharap, yqng bapak maksud memuakkan itu adalah tulisan sdr Satar bukan tulisan saya.
Kalau mang ada tulisan saya yang memukakan, tolong diberitahu kepada saya via japri.
Satar menulis:
Sangat disayangkan statement pentolan UNI yang mengatakan atau membalikan kata-kata dan membuat suatu ketetapan "Kalau tidak percaya dengan organisasi (working policy) berarti tidak percaya terhadap Alkitab" Pendidikan doktor tapi pembicaraan seperti mandorPredikat Pendeta tapi statementnya pendustaposisi direktur komunikasi tapi tugasnya hanya membuat mis komunikasi.
Salam berkat,
Pdt. S. Simorangkit
Saya percaya bagus2 aja tujuan khotbahnya. Motifnya aja diperbaiki sedikit karena akan memoengaruhi cara penyampaian.
Salam,
Terkirim dari: Lenovo P90
Pada 6 Agt 2015 06.38, imanagungsilalahi via Advent Global <advent...@googlegroups.com> menulis:
>
> Dear Pak Bilter Nababan na burju,
>
> Shalom! God is good!
>
> Mohon maaf kalau saya berbeda pemikiran dengan anda dan rekan-rekan sekampung. Saran saya urungkan niat anda untuk berkhotbah kalau niat khotbah anda adalah menekankan bahwa saudara dan sahabat kita yang murtad akan menjadi musuh terbesar bagi kita yang merasa 'selamat' karena namanya masih tercantum dalam buku catatan keanggotaan jemaat.
>
> Musuh terbesar kita adalah diri sendiri karena sering kita membiarkan hati kita menjadi singgasana si penghulu kejahatan gantinya menjadi 'pondokan' bagi Roh Suci. Saya khawatir umat langsung mengambil sikap bermusuhan pada setiap saudara dan sahabat kita yang saat ini dianggap murtad secara organisasi. Padahal jangan-jangan kita yang masih 'nyaman' di bangku gerejalah yang sebenarnya murtad secara rohani.
>
> Kalau saya boleh usulkan - he he he .... Emangnya siapa saya ...? - bagaimana kalau anda mengkhotbahkan perumpamaan Tuhan Yesus tentang anak yang hilang. Itu lho tentang kemurtadan juga sebenarnya, tapi berbalik hanya karena memandang kasih Allah yang ada di rumah.
>
> Sekali lagi, mohon maaf karena berbeda sufut pandang.
>
> Tuhan memberkati.
>
> Salam,
> Si-Iman
> Jakarta
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
> ________________________________
> From: "'Bilter Nababan' via Advent Global" <advent...@googlegroups.com>
> Sender: advent...@googlegroups.com
> Date: Wed, 5 Aug 2015 08:04:04 -0700
> To: advent...@googlegroups.com<advent...@googlegroups.com>
> ReplyTo: advent...@googlegroups.com
> Subject: Re: [Advent-Global] Pekerja/Hamba Tuhan, pekerjaan Tuhan, Perpuluhan dan persembahan.
>
> Dear all,
>
> Sabat ini saya khotbah di jemaat saya salemba, saya mau khotbah tentang pencobaan, mohon bantuannya tertulis dimana di alkitab dan rohnubuat yang menekankan bahwa sebagian orang kristen/umat Tuhan akan murtad /kekuar dan bahkan akan menjadi musuh terbesar/paling susah dihadapi umat Tuhan .
> Tujuan khotbahnya agar jemaat mengetahui dan memahami bahwa dari anggota jemaat itu sendiri yang murtad akan menjadi musuh terbesar, jemaat mempunyai persiapan untuk menghadapinya sehingga tidak ikut murtad. Terimakasih atas bantuannya.
>
> Salam penyerahan kepadaNya.
> Bilter Nababan
>
> Sent from Yahoo Mail on Android
>
> From:"'Maringan Marbun' via Advent Global" <advent...@googlegroups.com>
> Date:Wed, Aug 5, 2015 at 18:30
> Subject:Re: [Advent-Global] Pekerja/Hamba Tuhan, pekerjaan Tuhan, Perpuluhan dan persembahan.
>
> Haloooooo......haloooooo.
>
> Mohon stop aja topic ini. Kurang baik....dan kurang baik.
>
> Yang ngak mau bayar biarin saja.
>
> Saran juga buat Pdt Simorangkir....lebih baik tidak berdiskusi di milis ini secara terbuka. Saran...ya melawat saja habis itu berdoa.
>
> Thanks
>
> Mmarbun
>
> Sent from my iPad
>
> On Aug 5, 2015, at 2:40 PM, samuel simorangkir <simoran...@gmail.com> wrote:
>
>> Dear Saudara Satar dan Saudara Jady Sihombing,
>>
>> Syalom!
>>
>> Sepertinya kita harus belajar bersama kembali.
>> Beberapa hari lalu saya ada posting informasi tentang theology Organisasi yang saya ambil dari buku peraturan jemaat. Organisasi gereja kita dibuat oleh Tuhan Yesus sendiri berdasarkan Alkitab dan Roh Nubuat.
>>
>> Keterangan dari Pdt. Praban itu sudah betul.
>>
>> Dari tulisan saudara saya lihat hampir mirip dengan pekabarannya Randy Tauran yang menyatakan kita harus keluar dari organisasi gereja yang sekarang.
>> Dan tidak percayalagi sama organisasi. Yang penting apa kata Alkitab dan Roh Nubuat, padahal Alkitab dan Roh Nubuatlah yang membuat adanya organisasi.
>>
>> Lihat itu Randy Tauran, tidak percaya sama organisasi tapi dia membuat organisasi sendiri, menerima uang dari pengikutnya bahkan memberkati saudari saya menikah. Siapa yang mengawasi dia dan siapa yang audit pengeluaran keuangannya dan sampai dimana penginjilan yang diperintahkan Tuhan Yesus Kristus sudah dia lakukan bersama pengikutnya?
>>
>> Mohon maaf...kalau saya salah menyebutkan saudara Jady dan Satar seperti mengikuti ajarannya Randy Tauran, semoga hal ini tidak benar.
>>
>> Salam berkat,
>>
>> Pdt. S. Simorangkir
>>
>> On Aug 5, 2015 2:05 PM, "satar sinaga" <satar...@gmail.com> wrote:
>>>
Sedikit Sharing,
Diskusi Millis itu enak jika yang dibahas topiknya alias Objectnya atau sering dikenal sebagai tulisan yg objective....jadi yg dibahas adalah topik diskusinya,
Diskusi Millis akan berubah jadi medan perang jika yang dibahas adalah Subjectnya atau sering dikatakan sebagai tulisan yang subjective...
Seringkali tulisan indah seseorang dimilis ternoda hanya karena terbersit sedikit tulisan Subjective...karena subjective setitik rusak Objective sebelanga.
Tulisan Subjective biasanya membahas siapa penulisnya, darimana Jemaatnya, apa pekerjaannya, apa jabatannya, apa pendidikannya, apa aliran agamanya, sopan santunnya, tata bahasanya, alamat emailnya kok aneh, ini akun asli apa palsu, siapa bapaknya, siapa istrinya, siapa anaknya dan berbagai macam hal subject lainnya.
Dalam menulis di millis diharapkan kita meniadakan hal-hal yg bersifat subjective supaya diskusinya bisa berlanjut dan menarik untuk diikuti.
Salam
Edi limbong
| Dari: samuel simorangkir Terkirim: Kamis, 6 Agustus 2015 07.27 Balas Ke: advent...@googlegroups.com Perihal: Re: [Advent-Global] Pekerja/Hamba Tuhan, pekerjaan Tuhan, Perpuluhan dan persembahan. |