Allah dan E.G White Tidak Memerintahkan/Menganjurkan Perayaan Natal

1,038 views
Skip to first unread message

Barita Aritonang

unread,
Dec 22, 2013, 10:40:38 PM12/22/13
to advent...@googlegroups.com
Yang terhormat Pak Limbong,

Kalau Bapak melihat kembali email saya yang pertama dengan subject "PROTES!!! UNAI Natalan", disana sudah saya sebutkan referensi tulisan roh nubuatnya, sama dengan referensi yang diberikan oleh Bpk. Stevanus yaitu "The Adventist Home" chapter 77.

Seperti salah satu teoris menafsirkan Alkitab, jangan dipenggal-penggal, kita harus baca secara keseluruhan. JADI, MARILAH KITA BACA BUKU ADVENTIST HOME SECARA KESELURUHAN, PALING TIDAK SECTION 16 (The Home and Its Social Relationship)

Inti yang saya tangkap dari membaca The Adventist Home khususnya section 16 adalah E.G White tidak menganjurkan kita merayakan Natal, tapi bagi gereja-gereja/keluarga-keluarga advent yang anak-anak mereka sudah terbiasa/kecanduan dengan perayaan-perayaan termasuk perayaan natal duniawi, bisa membuat bentuk ibadah di bulan Desember yang lebih rohaniah, dan E.G. White juga dengan tegas mengatakan bahaya dari hubungan sosial dengan orang-orang duniawi, dan dia tidak menganjurkan supaya kita mengikuti perayaan-perayaan natal duniawi, silahkan baca kutipan-kutipan dibawah ini;

Kalau kita baca buku ini mulai dari Section 16, judul UTAMANYA untuk chapter 73-78 adalah "The Home and Its Social Relationship", jelas sekali diawali bahwa penekanan adalah untuk anak-anak muda (Youth), supaya hati-hati membuat hubungan sosial, karena ini akan mempengaruhi pertumbuhan kerohanian mereka. 

Natural Tendencies Are Downward—If the youth could be persuaded to associate with the pure, the thoughtful, and the amiable, the effect would be most salutary. If choice is made of companions who fear the Lord, the influence will lead to truth, to duty, and to holiness. A truly Christian life is a power for good. But, on the other hand, those who associate with men and women of questionable morals, of bad principles and practices, will soon be walking in the same path. The tendencies of the natural heart are downward. He who associates with the skeptic will soon become skeptical; he who chooses the companionship of the vile will most assuredly become vile. To walk in the counsel of the ungodly is the first step toward standing in the way of sinners and sitting in the seat of the scornful.5 {AH 456.2}
With worldly youth the love of society and pleasure becomes an absorbing passion. To dress, to visit, to indulge the appetite and passions, and to whirl through the round of social dissipation appear to be the great end of existence. They are unhappy if left in solitude. Their chief desire is to be admired and flattered and to make a sensation in society; and when this desire is not gratified, life seems unendurable.6 {AH 457.1}
Those who love society frequently indulge this trait until it becomes an overruling passion.... They cannot endure to read the Bible and contemplate heavenly things. They are miserable unless there is something to excite. They have not within them the power to be happy, but they depend for happiness upon the company of other youth as thoughtless and reckless as themselves. The powers which might be turned to noble purposes they give to folly and mental dissipation.7 {AH 457.2}


Kemudian pada chapter 77,seperti kutipan dibawah ini, jelas sekali disebutkan bahwa bagi orang (terutama ANAK-ANAK MUDA/"YOUTH") yang sudah terbiasa dengan perayaan-perayaan natal dengan segala kemeriahaan duniawinya, dengan bantuan orang tua bisa merubah perayaan itu menjadi lebih rohaniah, bersifat penyangkalan diri dan berpusat kepada pengorbanan Yesus.

Sekarang, apakah kita ini yang di Indonesia masih ANAK-ANAK MUDA yang sudah terbiasa dengan perayaan natal duniawi yang perlu pengalihan dari kebiasaan perayaan natal duniawi tersebut? Sehingga harus membuat perayaan natal di GMAHK, seperti anak-anak yang di Amerika yang memang lingkungan mereka sangat kental dengan perayaan natal duniawi

Kalau kita dan anak-anak kita sudah terlahir di keluarga Advent dan lingkungan kita tidak melakukan perayaan Natal seheboh di Amerika (contohnya: anak-anak advent di perkampungan advent Tanjung Kasau-SUMUT), UNTUK APA KITA MERACUNI/MEMBIASAKAN ANAK KITA DENGAN PERAYAAN NATAL DUNIAWI DI BULAN DESEMBER YANG JELAS-JELAS BUKAN HARI/BULAN KELAHIRAN YESUS.

The Day Not to Be Ignored—As the twenty-fifth of December is observed to commemorate the birth of Christ, as the children have been instructed by precept and example that this was indeed a day of gladness and rejoicing, you will find it a difficult matter to pass over this period without giving it some attention. It can be made to serve a very good purpose. {AH 478.1}
The youth should be treated very carefully. They should not be left on Christmas to find their own amusement in vanity and pleasure seeking, in amusements which will be detrimental to their spirituality. Parents can control this matter by turning the minds and the offerings of their children to God and His cause and the salvation of souls. {AH 478.2}
The desire for amusement, instead of being quenched and arbitrarily ruled down, should be controlled and directed by painstaking effort upon the part of the parents. Their desire to make gifts may be turned into pure and holy channels and made to result in good to our fellow men by supplying the treasury in the great, grand work for which Christ came into our world. Self-denial and self-sacrifice marked His course of action. Let it mark ours who profess to love Jesus because in Him is centered our hope of eternal life.2 {AH 478.3}


Sekarang mengenai Pohon Natal, dikutipan dibawah ini jelas sekali, kalau memang ada pohon natal di gereja (ingat penjelasan saya diatas, kalau memang kita masih anak-anak yang sudah terbiasa dengan perayaan natal duniawi dan MASIH MEMBUTUHKAN pengalihan perayaan yang lebih rohaniah, sehingga ingin membuat perayaan natal versi Advent), pohon natal itu harus berisi persembahan untuk pekerjaan Tuhan, BUKAN HANYA HIASAN BELAKA.

Apakah memang kita masih membutuhkan POHON NATAL di GMAHK di Indonesia untuk memberikan persembahan bagi Tuhan seperti ANAK-ANAK MUDA yang sudah sangat terbiasa/kecanduan dengan perayaan Natal di daerah AMERIKA/EROPA/AUSTRALIA?

The tree may be as tall and its branches as wide as shall best suit the occasion; but let its boughs be laden with the golden and silver fruit of your beneficence, and present this to Him as your Christmas gift. Let your donations be sanctified by prayer.9 {AH 482.2}

Kiranya Tuhan memberkati kita semua melalui diskusi ini.

Salam,
Ari.


2013/12/23 Edi Limbong <lim...@seid.sharp-world.com>
Forward dari AI email Pak Stevanus,
Lengkap dengan tulisan EGW.
Mungkin yg kontra boleh juga dibawa kemari tulisan EGWnya supaya sama-sama belajar.
Alangkah baiknya Pro atau Kontra kita benar-benar berdasar, bukan karena pengalaman hidup semata atau katanya atau konon.
 
salam
edi limbong
 
----- Original Message -----
Sent: Sunday, December 22, 2013 4:48 PM
Subject: [PA-DKI] Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2014

 


Dear all,

Saya atas nama keluarga dan Jemaat Mt Moriah mengucapkan "Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2014" kepada semua sahabat2 dalam Kasih Tuhan Yesus yang terdaftar di milis ini...

Tidak terasa kita sudah tiba di penghujung tahun 2013, dan suasana Natal dan Tahun Baru sudah terasa dimana-mana...

Memasuki tahun 2014, kita akan menghadapi tantangan cukup berat dalam bidang ekonomi, sosial, politik dan rohani.

Persoalan ekonomi dunia khususnya di Amerika dan Eropah belum membaik / stabil, dan apalagi ekonomi Indonesia sudah pasti terimbas dengan pengurangan bantuan dana stimulus di Amerika, yang membuat keadaan ekonomi dunia semakin sulit, dan penggenapan Nubuatan semakin nyata dengan kekuasan tanduk kecil tersebut yang sudah memberikan bantuan dana kepada polisi dunia, Amerika di bulan Oktober, 2013 lalu.

Kemerosotan moral, etika, dan kepedulian umat untuk masalah ke agama-an mulai merosot dimana-mana, kendati keadaan itu seolah tidak pernah terjadi dan tidak dirasakan oleh banyak orang sekarang ini.

Statistik penarikan jiwa di kota2 besar merosot, contoh di DKI Jakarta Konferens tidak mencapai target dari tahun ke tahun tetapi budget pemasukan uang perpuluhan semakin bertambah di DKI Jakarta Konferens, tetapi jumlah baptisan merosot dari tahun ke tahun.. Dan memang Indonesia termasuk salah satu negara di SSD, yang tidak mencapai target sempurna dalam penarikan jiwa.

Dalam bidang ekonomi, pengetatan keuangan oleh Bank Indonesia sudah mulai dilaksanakan dengan menaikan suku bunga sejak pertengahan kwartal tahun 2013, tetapi disisi lain tingkat inflasi menaik yang seharusnya berbanding terbalik. Maka tahun 2014 adalah tahun dimana penyaluran dana kredit perbankan akan ketat dan dikuatirkan kredit macet akan bertambah, investor ada yang hengkang keluar dari Indonesia karena Pemilu 2014 dan tingkat kriminal-pun akan bertambah seiring dengan adanya Pemilu di tahun 2014.

Semua kejadian itu menunjukan Nubuatan sedang digenapai dan kedatangan Yesus sudah dekat sekali dan persiapan masing2 Umat Tuhan menyambut kedatanganNya akan terlihat jelas dan terbagi dua spt perumpamaan 5 dara yang bijak dan bodoh.

Oleh sebab itu jangan heran apabila yang jahat semakin jahat dan yang baik semakin baik dan berbahagialah orang2 yang menyediakan waktu untuk belajar Firman Tuhan, dan berserah sepenuhnya kepada pemeliharaan Tuhan yg menantikan DIA datang di awan2..

Dan sehubungan dengan pertanyaan /diskusi soal hari Natal dan pohon Natal, padahal sudah
Setiap tahun selalu dibahas soal Natal dan pohon Natal...

Saya memberikan kutipan dari Buku Ny E G White dibawah ini, agar bermanfaat :

1. Pohon Natal boleh dan tidak salah ada di Gereja dan di dlm Rumah anggota GMAHK.

Shall We Have a Christmas Tree?”—God would be well pleased if on Christmas each church would have a Christmas tree on which shall be hung offerings, great and small, for these houses of worship. [Note: reference is made in this article to current building projects. As the principles set forth in this connection are applicable today, these specific references are left in the article.] Letters of inquiry have come to us asking, Shall we have a Christmas tree? Will it not be like the world? We answer, You can make it like the world if you have a disposition to do so, or you can make it as unlike the world as possible. There is no particular sin in selecting a fragrant evergreen and placing it in our churches, but the sin lies in the motive which prompts to action and the use which is made of the gifts placed upon the tree. – {AH 482.1}

2. Merayakan Natal 25 Desember, dengan orang2 Non SDA adalah suatu kesempatan istimewa dan sangat diharapkan dilakukan oleh setiap anggota GMAHK

The Day Not to Be Ignored—As the twenty-fifth of December is observed to commemorate the birth of Christ, as the children have been instructed by precept and example that this was indeed a day of gladness and rejoicing, you will find it a difficult matter to pass over this period without giving it some attention. It can be made to serve a very good purpose. – {AH 478.1}

3. Tanggal 25 Desember sekalipun bukan tanggal kelahiran Yesus, tetapi tidak ada salahnya dirayakan bersama dunia secara bijak untuk tujuan yang bijaksana/ mulia.

The twenty-fifth of December is supposed to be the day of the birth of Jesus Christ, and its observance has become customary and popular. But yet there is no certainty that we are keeping the veritable day of our Saviour’s birth. History gives us no certain assurance of this. The Bible does not give us the precise time. Had the Lord deemed this knowledge essential to our salvation, He would have spoken through His prophets and apostles, that we might know all about the matter. But the silence of the Scriptures upon this point evidences to us that it is hidden from us for the wisest purposes. – {AH 477.2}

4. Pohon dijadikan tempat menggantungkan persembahan bukanlah dosa.

A Tree Laden With Offerings Is Not Sinful—Let not the parents take the position that an evergreen placed in the church for the amusement of the Sabbath school scholars is a sin, for it may be made a great blessing. Keep before their minds benevolent objects. In no case should mere amusement be the object of these gatherings. While there may be some who will turn these occasions into seasons of careless levity, and whose minds will not receive the divine impress, to other minds and characters these seasons will be highly beneficial. I am fully satisfied that innocent substitutes can be devised for many gatherings that demoralize. [11] – {AH 482.4}

5. Merayakan Natal dan Tahun Baru bersama orang yang tidak mampu adalah memuliakan nama Tuhan.

Christmas and New Year celebrations can and should be held in behalf of those who are helpless. God is glorified when we give to help those who have large families to support. [10] – {AH 482.3}

6. Tukar kado sewaktu Natal dan Tahun Baru bukanlah hal terlarang, tetapi untuk menunjukan perhatian dan kasih sayang satu sama lain.

The Interchange of Gifts as Tokens of Affection—The holiday season is fast approaching with its interchange of gifts, and old and young are intently studying what they can bestow upon their friends as a token of affectionate remembrance. It is pleasant to receive a gift, however small, from those we love. It is an assurance that we are not forgotten, and seems to bind us to them a little closer.... – {AH 478.4}

Tuhan memberkati kita semua.

Salam,
Stevanus S Widjaja
Jemaat Mt Moriah

Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Palmer Sagala <raypa...@gmail.com>
Date: Sun, 22 Dec 2013 15:38:07 +0700
Subject: Re: HAL: Re: [Advent-Indonesia]


On 22 Dec 2013 15:27, "Palmer Sagala" <raypa...@gmail.com> wrote:
>
> Dear all,
>
> Tidak ada yg salah dgn pohon natal...
> Apalagi kalau kita tau bahwa itu tdk ada hubungannya dgn kelahiran Yesus...dan jika kita hanya jadikan itu hiasan belaka.
>
> Persoalannya adalah SEBAHAGIAN kita umat Advent punya kebiasaan (kalau bukan krn keyakinan) menjadikan itu (ikut-ikutan) sebagai pertanda (merayakan) bahwa Yesus sudah lahir di Betlehem... menunjukkan sebagai Kristen-pengikut Yesus...  Padahal sesuai teladan Yesus, kita "merayakan" kelahiran Yesus disaat melakukaan perjamuan kudus...mengikuti TeladanNya..
>
> Jadi buat apa juga kita mengikuti "tradisi" yg mayoritas umat Kristen lakukan, memasang pohon natal, sementara kita sendiri FORMALLY tdk merayakan natal seperti mereka biasa lakukan....(seolah-olah kita org Advent tdk punya identity yg jelas), padahal kita "merayakan/mengingat" kelahiran Sang Penebus sesuai FirmanNya. Where do we stand ?
>
> Dan jikapun hanya sebagai hiasan, apakah tdk jadi batu sandungan "partuktuhan" - kalau bhs Batak katakan - bagi sesasama agt Advent, jika dibuat di gereja, sekolah, atau di rumah org Advent ?
>
> Utk agar diketahui oleh rekan2 warga non-Advent, bahwa kita Kristen, banyak hal yang boleh kita kakukan dan harusnya tunjukkan bahwa umat Advent  adalah Kristen sejati..., yakni menjadi terang/garam dunia...hidup penuh dan saling mengashi.. menjadi muridNya..mengikut Kristus kemana saja Dia pergi...Itulah Kristen SEJATI.
>
> Sekedar pandangan saja dari saya..
>
> Palmer Sagala
> Jambrut
>
> On 21 Dec 2013 07:39, "Simbolon_j" <simbo...@yahoo.com> wrote:
>>
>> Apa yg salah dgn pohon natal?
>> hppysbbth
>>
>>
>> Terkirim dari Samsung Mobile
>>
>>
>>
>> Kien Simbolon <kien.s...@yahoo.com> wrote:
>>
>>
>> Emang nya kenapa kalau ada pohon natal di rumah orang advent, pertanyaan seperti ini mamang sebaiknya dijawab dengan pertanyaan.
>>
>> tks,
>>
>>
>>
>> On Thursday, December 19, 2013 12:21 PM, Williamt Tulong <wtu...@gmail.com> wrote:
>> Mengpa rumah Orang Advent ada pohon Natal ?
>> --
>> --
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Advent-Indonesia" Google Groups.
>> Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke: Advent-I...@googlegroups.com
>> Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke: Advent-Indones...@googlegroups.com
>> Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di: http://groups.google.co.id/group/Advent-Indonesia?hl=id
>>  
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Advent-Indonesia" dari Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke advent-indonesia+berhenti berlan...@googlegroups.com .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>>
>> --
>> --
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Advent-Indonesia" Google Groups.
>> Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke: Advent-I...@googlegroups.com
>> Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke: Advent-Indones...@googlegroups.com
>> Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di: http://groups.google.co.id/group/Advent-Indonesia?hl=id
>>  
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Advent-Indonesia" dari Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke advent-indonesia+berhenti berlan...@googlegroups.com .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>> --
>> --
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Advent-Indonesia" Google Groups.
>> Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke: Advent-I...@googlegroups.com
>> Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke: Advent-Indones...@googlegroups.com
>> Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di: http://groups.google.co.id/group/Advent-Indonesia?hl=id
>>  
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Advent-Indonesia" dari Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke advent-indonesia+berhenti berlan...@googlegroups.com .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

--
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Advent-Indonesia" Google Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke: Advent-I...@googlegroups.com
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke: Advent-Indones...@googlegroups.com
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di: http://groups.google.co.id/group/Advent-Indonesia?hl=id
 
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Advent-Indonesia" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke advent-indonesia+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:


    _/ _/ _/ _/ _/ _/ _/ _/ _/ _/ _/ _/ _/ _/ _/ _/ _/ _/ _/ _/ _/ _/ _/ _/

    Kunjungi Blog PA-DKI!!! http://padkiplus.blogspot.com



    Filipi 4:8
    Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

    Terimakasih atas email-email Anda yang menyejukan hati para pembaca di milis PA-DKI (Pemuda Advent DKI Jakarta & Sekitarnya).
    .

    __,_._,___

    --
    You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
    To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
    To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
    Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
    For more options, visit https://groups.google.com/groups/opt_out.

    maringan...@gmail.com

    unread,
    Dec 22, 2013, 10:47:51 PM12/22/13
    to advent...@googlegroups.com
    Dear all
    Mari biasakan beragument dgn baik, sy salut dgn bapak Barita aritonang yg bs menjawab dgn tenang dan sopan, bukan seperti yg lain.

    Kalau bs mari belajar berkomunikasi milist dgn santun dan kata2 yg baik walau yg kita utaran itu suatu kebenaran yg hakikipun

    Syalom
    Salam damai dr sy
    Maringan marpaung -gmahk palem semi tangerang

    Powered by Telkomsel BlackBerry®

    From: Barita Aritonang <aaar...@gmail.com>
    Date: Mon, 23 Dec 2013 10:40:38 +0700
    Subject: [Advent-Global] Allah dan E.G White Tidak Memerintahkan/Menganjurkan Perayaan Natal

    Elisa Sagala

    unread,
    Dec 22, 2013, 11:08:21 PM12/22/13
    to advent...@googlegroups.com
    Dear anak-anak TUHAN,

    Rambut di kepala bisa sama hitam, namun pemahaman dan cara berpikir bisa berbeda. Menurut saya warna biru itu bagus, bagi Jojo warna yang bagus itu kuning. Siapa yang benar dan siapa yang salah? Menurut saya agama itu perilaku atau tabiat, menurut Poltak agama itu acara atau liturgi atau ritual. Lantas...apakah saya berhak menyalahkan Poltak atau Poltak berhak menyalahkan saya?

    Wassalam,

    Elisa Sagala
    ------------

    francky roring

    unread,
    Dec 22, 2013, 11:16:00 PM12/22/13
    to advent...@googlegroups.com
    Dear all,

    Mohon maaf ikut nimbrung.  Saya sepakat dengan Bro Aritonang dan juga ada benarnya tulisan dari Bang Stevanus kalau memang tujuan seperti yang di jabarkan oleh Bro Aritonang yaitu untuk kepentingan anak-anak yang sudah terbiasa dengan perayaan2 Natal. Saya sudah baca kutipan tersebut dan bahkan kami sempat baca di KPA internal (Advent semua tanpa ada tamu).  Saya ingin berkomentar seperti dibawah ini :

    1.  Kalau kita membiasakan terus-terusan dengan perayaan Natal yang Nota Bene Yesus tidak lahir pada tanggal 25
         Desember, apakah tidak akan merusak pemahaman anak - anak kita tentang satu kebenaran yang telah diputar
         balikan oleh kekuatan tertentu bahwa Yesus memang tidak lahir pada tanggal 25 Desember....Inikan bisa merusak 
         tabiat anak-anak kita. Mungkin cukup satu kali saja kita buat dan dalam acara tersebut  dijelaskan dengan seterang-        terangnya tentang apa yang benar tentang kelahiran Tuhan Yesus sehingga anak-anak kita mengerti dan tidak lagi
         merengek-rengek ketika Natal ala duniawi ini tiba.  Anak-anak saya dari kecil saya sudah ajarkan tentang kelahiran
         Yesus yang sebenarnya yang bukan jatuh pada tanggal 25 Desember dan puji Tuhan mereka sangat mengerti dan
         tidak ada permintaan macam-macam mengenai tibanya hari Natal duniawi tersebut.
    2.  Kenapa kita sebagai Organisasi  GMAHK tidak berani tampil beda dengan merayakan Natal paling tidak mendekati
         indikator yang terdapat dalam Lukas 2 dimana perhitungan saya berdasarkan pernyataan ayat-ayat pada pasal itu,
         Yesus lahir diantara bulan Mei - Juni.  Ini masih lebih baik daripada membohongi anak-anak kita.  Mari kita 
         merayakan hari Natal Tuhan Yesus pada bulan tersebut, maka akan lebih dimengerti oleh anak-anak kita dan juga
         ada kebenaran yang kita sampaikan kepada Dunia.
    3.  Kalau merayakan Natal yang dipercayai oleh kelompok orang-orang tertentu, bagi saya tidak masalah, tidak ubahnya
         kita merayakan lebaran dimana saya ikut merayakan lebaran bersama - sama dengan teman-teman saya yang mera
         yakannya. Ini demi untuk menjalin hubungan silaturami tanpa mengorbankan kebenaran kita.  Apa waktu lebaran kita
         ikut-ikutan buat ketupat atau kita sholat id juga? Tentu tidak biar mereka saja yang memang menganutnya.  Demikian
         juga dengan Natal 25 Desember. Apa kita perlu ikut2an buat pohon Natal? Tidak perlulah.  Yang kita lakukan adalah
         mengunjungi mereka yang merayakan nya saja, tanpa kita ikut-ikutan dengan paham mereka. 

    Demikian tanggapan saya mengenai Natal tersebut. Kiranya Tuhan memberikan petunjuk yang lebih jelas lagi mengenai Natal ini dan akan menunjukkan jalan yang terbaik bagi kita. Tks

    Salam,
    Francky Roring

    Elisa Sagala

    unread,
    Dec 22, 2013, 11:24:58 PM12/22/13
    to advent...@googlegroups.com
    Dear Pak Francky,

    Boleh tahu apa hubungan perayaan Natal dengan tabiat anak? Saya tidak sedang membela siapapun; baik yang PRO maupun yang KONTRA akan perayaan Natal. Hanya ingin tahu apa hubungan perayaan Natal dengan tabiat atau pertumbuhan tabiat.

    Trimakasih,

    Elisa Sagala
    -----------



    -------- Original message --------
    From: francky roring <franck...@yahoo.com>
    Date: 12/23/2013 11:16 (GMT+07:00)
    To: advent...@googlegroups.com

    francky roring

    unread,
    Dec 22, 2013, 11:35:49 PM12/22/13
    to advent...@googlegroups.com
    Dear Bro Elisa,

    Sangat jelaslah Bro, kalau kita biarkan anak-anak kita merayakan Natal yang di bulan Desember tanpa mengajar kan kepada mereka mana yang benar, sementara kita tahu bahwa tanggal 25 Desember Yesus tidak lahir, bukankah kita menanamkan ajaran kebohongan kepada anak-anak kita? Itulah saya mengusulkan merayakan Natal di bulan lain yang dekat-dekat dengan yang dibilang dalam Lukas 2 tersebut.  Apa Bro ingin mengajarkan sesuatu yang jelas2 hal itu tidak terjadi  dalam bulan tersebut? Tidak ubahnya kita mengajarkan dongeng belaka. Tapi kalau kita mengajarkan Hari Natal duniawi ini untuk mempererat hubungan pergaulan anak-anak kita, bagi saya tidak masalah. Saya selalu membawa anak-anak saya dalam undangan perayaan Natal dan anak-anak saya sudah sangat tahu apa maksud dari kehadiran kami diacara tersebut. Begitu pula dengan perayaan Lebaran. Saya bawa anak-anak saya berkunjung ke orang-orang yang merayakannya. Kira-kira demikian Bro Elisa. Tks

    Salam,
    Francky Roring

    Edi Limbong

    unread,
    Dec 22, 2013, 11:49:46 PM12/22/13
    to advent...@googlegroups.com
    Dear Pak Barita Aritonang,
     
    Jadi benarlah Subject baru yang bapak buat, tidak memerintahkan/menganjurkan Perayaan Natal. Oleh karena itu, Protes bapak sama dengan Protes saya, yaitu Protes Pribadi berdasarkan pemahaman pribadi.
     
    Kemudian saya sangat setuju pada point yang ini:
    Kalau kita baca buku ini mulai dari Section 16, judul UTAMANYA untuk chapter 73-78 adalah "The Home and Its Social Relationship", jelas sekali diawali bahwa penekanan adalah untuk anak-anak muda (Youth), supaya hati-hati membuat hubungan sosial, karena ini akan mempengaruhi pertumbuhan kerohanian mereka. 
     
    Kalau bicara pergaulan/hubungan sosial, Jika bapak ditanya, mana bapak lebih setuju anak bapak bergaul dengan Non Advent yang datang suka datang ke perbaktian Natal atau Non Advent yang suka ajak ke yang ga bener/hura-hura? Apakah Kebaktian Natal bapak masukkan dalam kategori Kegiatan Duniawi? Apakah bergaul dengan Non Advent bapak kategorikan sebagai bergaul dengan Orang-orang duniawi? Ataukah bapak sudah terlanjur punya kesimpulan bahwa Advent = Rohani dan Non Advent = Duniawi?
     
    Natal sendiri dapat dirayakan secara kebaktian, bisa juga dengan Berhura-hura. Untuk Natal yang dilaksanakan dengan Konsep Kebaktian, masa kita mau PROTES?
     
    Salam
    Edi Limbong
    a

    Johnson Sitorus

    unread,
    Dec 23, 2013, 12:00:46 AM12/23/13
    to advent...@googlegroups.com

    Mengapa harus berbantah-bantah?

     

    Mari kita baca analogi ini. Sdr Achmad lahir bulan Maret tanggal 10.  Lalu teman-2nya dan keluarganya ingin merayakan ulang tahunnya pada bulan Agustus tgl 17, tepat perayaan 17 agustusan, supaya meriah tepat hari proklamasi, sehingga seluruh rakyat Indonesia turut merayakan ulang tahun sdr Achmad, supaya lebih senang dan sangat meriah karena yang merayakan bukan hanya teman-2 dan keluarganya, tetapi lebih dari 250 juta.

     

    Kira-2, apakah sdr Achmad menerima perayaan itu? Apakah dia senang dan sangat senang? Atau apakah dia akan marah, karena merayakan tidak tepat waktu?  Pasti sdr Achmad tidak akan terima perayaan itu dan bahkah dia akan marah dan mungkin bilang sedang mengejeknya.

     

    Tapi apakah Sdr Achmad pernah lahir kedunia ini? Ya, dan dia menjadi orang yang disayangi oleh orang tuanya, sdr-2nya, teman-2nya dan bahkan anak-2 dan istrinya, karena dia orang baik, bertanggung jawab, lemah lembut, panjang sabar, pokoknya paling baik sehingga semua senang dan ingin memberi kado setiap dia berulang tahun tgl 10 Maret.

     

    Mudah-2an menolong kita untuk lebih mengasihi Yesus lebih lagi, tanpa harus berbantah-2 soal kelahirannya yang sangat jelas Alkitab: 1) tidak menyuruh untuk merayakan, tidak lahir bulan Desember, apalagi tgl 25, karena tdk ada catatan dan bulan desember di Israel adalah musim dingin, sementara Yesus lahir, gembala ada diluar, makanya ada tempat kandang yang kosong, jadi musim panas adalah sekitar bulan Maret/April.

     

    Tapi apa perlu kita bersuka cita, ya, karena kalau Yesus tidak lahir, maka tidak akan ada penebusan dan keselamatan manusia tidak akan pernah kita dapatkan. Jadi kapan kita merayakan? Ya anytime, kita merenungkan kelahiran Nya, pelayanan Nya didunia ini yang perlu kita teladani hingga pengorbanan Nya rela mati untuk menebus manusia. Meneladani Yesus jauh lebih penting daripada berbantah-2 dan merayakan yang bukan tgl ulang tahun DIA Sang Penebus, apalagi dengan berhura-2 seperti masyarakat kristiani pada umumnya. Tetapi kalau membagi-2 kado dan hadiah kepada kaum duafa, bagus, tetapi dihari lain juga bisa, jadi ini harus ditanamkan kepada anak-2 dan kepada orang lain.

     

    Semoga menolong.

     

    Salam sejahtera,

    Johnson




    This e-mail and any attachments are for use by the intended recipient and may contain confidential, privileged or proprietary information. Any use, dissemination, distribution, or reproduction of this message by unintended recipients is prohibited. If you have received this e-mail in error, please notify the sender immediately by telephone or e-mail and delete the original message. Thank you.

    Edi Limbong

    unread,
    Dec 23, 2013, 1:40:42 AM12/23/13
    to advent...@googlegroups.com
    Dear Pak Sitorus and All,
     
    Janganlah dibilang berantah-bantah, disebut saja Forum diskusi. Namanya juga Millis Pak.
     
    Kalau sudah tau tanggal 10 maret, tentu tidak tepat dirayakan 17 Agustus.
    Pertanyaannya apakah kita-kita yang kontra dengan Natal tau kapan Kelahiran Yesus? Tentu tidak bukan?
    Lalu ada orang yang menetapkan tanggal 25 Desember sebagai tanggal kelahiran Yesus, lalu kita salahkan? Dasar kita menyalahkan apa? Karena di Alkitab tertulis musim Panas? Jika demikian kenapa tidak kita buat Natal sendiri tanggal 17 Juni misalnya? Alasannya karena Alkitab tidak suruh. Kalau Alkitab tidak suruh, tentu Alkitab tidak larang juga toh? Karena Alkitab juga tidak suruh saya beli mobil, rumah, dan masih banyak hal-hal di Alkitab yang tidak disuruh Alkitab tapi saya lakukan.
     
    Alasan lainnya karna tgl 25 Desember adalah Hari Matahari atau Hari Dewa mithra.
    Dalam setiap tanggal tentu banyak peristiwa, Ratusan/Ribuan orang lahir didunia ini tanggal 17 agustus, banyak peristiwa lain selain hari kemerdekaan RI. Jadi Jika saya menetapkan tanggal 25 Desember sebagai Peringatan Kelahiran Yesus, lalu ada orang lain yg bilang itu Hari Dewa Matahari, ya itu urusannya sendiri, tapi bagi saya tanggal 25 Desember adalah hari yang saya pilih utk memperingati kelahiran Yesus. Seharusnya tidak jadi masalah kan?
     
    Yang saya ingin tekankan untuk rekan-rekan yang kontra dengan Perayaan Natal, mari kita kembalikan ke Hukum-Hukum Tuhan yang tertulis di Alkitab. Dimana Hukum Terutama adalah mengasihi Tuhan Allah, lalu mengasihi sesama manusia spt diri sendiri yang jika dijabarkan lahirlah 10 hukum Taurat, termasuk sabat.
     
    Jika aktvitas masih selaras dengan Hukum-hukum Tuhan janganlah kita salahkan atau protes. Yang EGW protes adalah Perayaan Natal yang hura-hura menghamburkan uang dan aktivitas-aktivitas perayaan lain yang sangat sekuler.
     
    Tapi Kebaktian Natal masa mau disalahkan? Format acara kebaktian Natal sendiri sama percis dengan kebaktian pada umumnya, saya bingung apanya yg mau disalahkan. Berdoanya sama percis spt kebaktian umum, lagu-lagunya ada di lagu sion kita, khotbahnya juga tentang Yesus. Saya bingung apanya yang mau kita salahkan dari Kebaktian Natal.
     
    salam
    Edi Limbong
     
     
     
     
    ----- Original Message -----

    Naibaho Albert

    unread,
    Dec 23, 2013, 3:46:53 AM12/23/13
    to advent...@googlegroups.com
    Dear, Mr. Marpaung


    mantap2 i lae, hati bisa panas tapi kepala harus dingin, walaupun marahtapi hrs tetap memakai kata2
    sopan.


    Hehe,
    DAN



    Pada Senin, 23 Desember 2013 11:26, Elisa Sagala <elisa...@ymail.com> menulis:

    Elisa Sagala

    unread,
    Dec 23, 2013, 3:57:26 AM12/23/13
    to advent...@googlegroups.com
    Luar biasa penjelasan Pak Limbong.
    Pak Limbong, yang saya temukan di Alkitab hukum TUHAN itu hanya satu loh. Matius 7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." Yang lain hanya komentar atau penjelasan atau penjabaran.

    Jangan terlalu serius bacanya ya Pak...hahaha.

    Elisa Sagala
    ------------



    -------- Original message --------
    From: Edi Limbong <lim...@seid.sharp-world.com>
    Date: 12/23/2013 13:40 (GMT+07:00)
    To: advent...@googlegroups.com
    Subject: Re: Bls: [Advent-Global] Allah dan E.G White Tidak Memerintahkan/Menganjurkan Perayaan Natal


    Dear Pak Sitorus and All,
     
    Janganlah dibilang berantah-bantah, disebut saja Forum diskusi. Namanya juga Millis Pak.
     
    Kalau sudah tau tanggal 10 maret, tentu tidak tepat dirayakan 17 Agustus.
    Pertanyaannya apakah kita-kita yang kontra dengan Natal tau kapan Kelahiran Yesus? Tentu tidak bukan?
    Lalu ada orang yang menetapkan tanggal 25 Desember sebagai tanggal kelahiran Yesus, lalu kita salahkan? Dasar kita menyalahkan apa? Karena di Alkitab tertulis musim Panas? Jika demikian kenapa tidak kita buat Natal sendiri tanggal 17 Juni misalnya? Alasannya karena Alkitab tidak suruh. Kalau Alkitab tidak suruh, tentu Alkitab tidak larang juga toh? Karena Alkitab juga tidak suruh saya beli mobil, rumah, dan masih banyak hal-hal di Alkitab yang tidak disuruh Alkitab tapi saya lakukan.
     
    Alasan lainnya karna tgl 25 Desember adalah Hari Matahari atau Hari Dewa mithra.
    Dalam setiap tanggal tentu banyak peristiwa, Ratusan/Ribuan orang lahir didunia ini tanggal 17 agustus, banyak peristiwa lain selain hari kemerdekaan RI. Jadi Jika saya menetapkan tanggal 25 Desember sebagai Peringatan Kelahiran Yesus, lalu ada orang lain yg bilang itu Hari Dewa Matahari, ya itu urusannya sendiri, tapi bagi saya tanggal 25 Desember adalah hari yang saya pilih utk memperingati kelahiran Yesus. Seharusnya tidak jadi masalah kan?
     
    Yang saya ingin tekankan untuk rekan-rekan yang kontra dengan Perayaan Natal, mari kita kembalikan ke Hukum-Hukum Tuhan yang tertulis di Alkitab. Dimana Hukum Terutama adalah mengasihi Tuhan Allah, lalu mengasihi sesama manusia spt diri sendiri yang jika dijabarkan lahirlah 10 hukum Taurat, termasuk sabat.
     
    Jika aktvitas masih selaras dengan Hukum-hukum Tuhan janganlah kita salahkan atau protes. Yang EGW protes adalah Perayaan Natal yang hura-hura menghamburkan uang dan aktivitas-aktivitas perayaan lain yang sangat sekuler.
     
    Tapi Kebaktian Natal masa mau disalahkan? Format acara kebaktian Natal sendiri sama percis dengan kebaktian pada umumnya, saya bingung apanya yg mau disalahkan. Berdoanya sama percis spt kebaktian umum, lagu-lagunya ada di lagu sion kita, khotbahnya juga tentang Yesus. Saya bingung apanya yang mau kita salahkan dari Kebaktian Natal.
     
    salam
    Edi Limbong
     
     
     
     
    ----- Original Message -----
    Sent: Monday, December 23, 2013 12:00 PM
    Subject: RE: Bls: [Advent-Global] Allah dan E.G White Tidak Memerintahkan/Menganjurkan Perayaan Natal

    Mengapa harus berbantah-bantah?

     

    Mari kita baca analogi ini. Sdr Achmad lahir bulan Maret tanggal 10.  Lalu teman-2nya dan keluarganya ingin merayakan ulang tahunnya pada bulan Agustus tgl 17, tepat perayaan 17 agustusan, supaya meriah tepat hari proklamasi, sehingga seluruh rakyat Indonesia turut merayakan ulang tahun sdr Achmad, supaya lebih senang dan sangat meriah karena yang merayakan bukan hanya teman-2 dan keluarganya, tetapi lebih dari 250 juta.

     

    Kira-2, apakah sdr Achmad menerima perayaan itu? Apakah dia senang dan sangat senang? Atau apakah dia akan marah, karena merayakan tidak tepat waktu?  Pasti sdr Achmad tidak akan terima perayaan itu dan bahkah dia akan marah dan mungkin bilang sedang mengejeknya.

     

    Tapi apakah Sdr Achmad pernah lahir kedunia ini? Ya, dan dia menjadi orang yang disayangi oleh orang tuanya, sdr-2nya, teman-2nya dan bahkan anak-2 dan istrinya, karena dia orang baik, bertanggung jawab, lemah lembut, panjang sabar, pokoknya paling baik sehingga semua senang dan ingin memberi kado setiap dia berulang tahun tgl 10 Maret.

     

    Mudah-2an menolong kita untuk lebih mengasihi Yesus lebih lagi, tanpa harus berbantah-2 soal kelahirannya yang sangat jelas Alkitab: 1) tidak menyuruh untuk merayakan, tidak lahir bulan Desember, apalagi tgl 25, karena tdk ada catatan dan bulan desember di Israel adalah musim dingin, sementara Yesus lahir, gembala ada diluar, makanya ada tempat kandang yang kosong, jadi musim panas adalah sekitar bulan Maret/April.

     

    Tapi apa perlu kita bersuka cita, ya, karena kalau Yesus tidak lahir, maka tidak akan ada penebusan dan keselamatan manusia tidak akan pernah kita dapatkan. Jadi kapan kita merayakan? Ya anytime, kita merenungkan kelahiran Nya, pelayanan Nya didunia ini yang perlu kita teladani hingga pengorbanan Nya rela mati untuk menebus manusia. Meneladani Yesus jauh lebih penting daripada berbantah-2 dan merayakan yang bukan tgl ulang tahun DIA Sang Penebus, apalagi dengan berhura-2 seperti masyarakat kristiani pada umumnya. Tetapi kalau membagi-2 kado dan hadiah kepada kaum duafa, bagus, tetapi dihari lain juga bisa, jadi ini harus ditanamkan kepada anak-2 dan kepada orang lain.

     

    Semoga menolong.

     

    Salam sejahtera,

    Johnson

     

     

     

    From: advent...@googlegroups.com [mailto:advent...@googlegroups.com] On Behalf Of francky roring
    Sent: Monday, December 23, 2013 12:36 PM
    To: advent...@googlegroups.com
    Subject: Bls: Bls: [Advent-Global] Allah dan E.G White Tidak Memerintahkan/Menganjurkan Perayaan Natal

     

    Dear Bro Elisa,

     

    Sangat jelaslah Bro, kalau kita biarkan anak-anak kita merayakan Natal yang di bulan Desember tanpa mengajar kan kepada mereka mana yang benar, sementara kita tahu bahwa tanggal 25 Desember Yesus tidak lahir, bukankah kita menanamkan ajaran kebohongan kepada anak-anak kita? Itulah saya mengusulkan merayakan Natal di bulan lain yang dekat-dekat dengan yang dibilang dalam Lukas 2 tersebut.  Apa Bro ingin mengajarkan sesuatu yang jelas2 hal itu tidak terjadi  dalam bulan tersebut? Tidak ubahnya kita mengajarkan dongeng belaka. Tapi kalau kita mengajarkan Hari Natal duniawi ini untuk mempererat hubungan pergaulan anak-anak kita, bagi saya tidak masalah. Saya selalu membawa anak-anak saya dalam undangan perayaan Natal dan anak-anak saya sudah sangat tahu apa maksud dari kehadiran kami diacara tersebut. Begitu pula dengan perayaan Lebaran. Saya bawa anak-anak saya berkunjung ke orang-orang yang merayakannya. Kira-kira demikian Bro Elisa. Tks


    This e-mail and any attachments are for use by the intended recipient and may contain confidential, privileged or proprietary information. Any use, dissemination, distribution, or reproduction of this message by unintended recipients is prohibited. If you have received this e-mail in error, please notify the sender immediately by telephone or e-mail and delete the original message. Thank you.

    --
    You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
    To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
    To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
    Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
    For more options, visit https://groups.google.com/groups/opt_out.

    Elisa Sagala

    unread,
    Dec 23, 2013, 4:08:18 AM12/23/13
    to advent...@googlegroups.com
    Oh itu ya Pak...saya setuju, jangan sampai berbohong ke anak-anak. Terima kasih jawabannya ya Pak Francky.

    Elisa Sagala
    ------------

    sina...@gmail.com

    unread,
    Dec 23, 2013, 11:21:55 AM12/23/13
    to advent...@googlegroups.com, advent...@googlegroups.com
    Saya umur 11 tahun pindah ke amerika.  Adik saya unlmur 8 tahun, kelas 2 SD.  Dari awal kami diajarkan bahwa kelahiran Kristus bukan tanggal 25 Desember.  Kami baik baik saja kok, malah berbaur dengan teman teman dalan "suasana" Natal yang cendrung penuh dengan "kasih" dan " saling memberi".. Trus masalahnya dimana nih?  Malah pernah di Loma Linda Indonesia Church kita melakukan anjuran Mrs. White dengan menggunakan Christmas Tree untuk persembahan pembangunan gereja.  Masih keganjal perayaan di tanggal 25 nya?  Jangan terlalu stuck di tanggal nya lahh...!!!  Namanya juga "perayaan", ya harus ada PATOKAN tanggalnya dong.  Namanya juga bikin acara, masa tidak ada hari dan tanggal.  Cam mananya?

    Atau kita SDA mengunci diri di kamar saja setiap tanggal 25 Desember?  Saya sudah baca kutipan Ellen White, dan salah satu kutipan adalah "tidak merayakan Natal duniawi tetapi ibadah yang lebih rohani"..

    Nahhhh, disini nih tugas orang tua, Pendeta, penatua untuk mengajari yang lebih rohania, "BUKAN MELARANG" tetapi merubah cara duniawi.  Supaya anak anak kita TIDAK MAKIN BINGUNG bertanya "papa, mama, itu gereja HKBP mengundang 200 anak yatim merayakan Natal dikasi kado baju dan celana baru untuk mereka.  Kok kita tidak".  Trus mau jawa apa?  "Oh kita beda Nak, kita nanti undang mereka tanggal 26 Desember"


    Ronald Sinaga
    Mt. Carmel Church

    Ps: inti dari hatiku, kita manfaatkan saja suasananya untuk kebaikan sesama manusia.

    pisctwentyfour

    unread,
    Dec 23, 2013, 8:12:14 PM12/23/13
    to advent...@googlegroups.com

    Apakh komen ellen white itu adalh bagian dr khayal yg dia dapat?ato bagian dr tradisi yg notabene ellen white adalh mantan grj metodis yg mungkin perayaan natal itu melekat di gaya hidup eleen white. Sm seperti org2 yunani yg ada dikorintus yg bertobt menjdi kristen yg msi mmbw tradisi penyembhan berhala kdlm grj

    Dikirim dari Yahoo! Mail pada Android



    From: sina...@gmail.com <sina...@gmail.com>;
    To: advent...@googlegroups.com <advent...@googlegroups.com>;
    Cc: advent...@googlegroups.com <advent...@googlegroups.com>;
    Subject: Re: Bls: Bls: [Advent-Global] Allah dan E.G White Tidak Memerintahkan/Menganjurkan Perayaan Natal
    Sent: Mon, Dec 23, 2013 4:21:55 PM

    ferry pardosi

    unread,
    Dec 23, 2013, 9:26:14 PM12/23/13
    to advent...@googlegroups.com

    Good thinking..saya tdk berpikir sampai ke sana..terimakasih

    Williamt Tulong

    unread,
    Dec 24, 2013, 12:37:26 AM12/24/13
    to advent...@googlegroups.com
    Kain dengan kesungguh-sungguhannya mempersembahkan kepada Tuhan dari hasil pertaniannya, tetapi Tuhan menolaknya. Ini bukan menyembah berhala tetapi pakai pikiran sendiri. Dan menggunakan pikiran sendiri akan membawa kepada penyembahan berhala. Perayaan Natal benar-benar PERAYAAN & PENYEMBAHAN KEPADA BERHALA bukan pikiran sendiri tetapi mengapa boleh dirayakan. Membenarkan diri tentu banyak cara untuk memberi alasan. 

    sina...@gmail.com

    unread,
    Dec 24, 2013, 2:07:36 AM12/24/13
    to advent...@googlegroups.com, advent...@googlegroups.com
    Pak William,

    Apakah berani mengatakan "Perayaan Natal benar-benar PERAYAAN & PENYEMBAHAN KEPADA BERHALA" kepada saudara saudara kita di seberang?  Kalau Bapak merasa benar, silahkan sebarkan kebenaran itu dan kami (khsusnya saya) akan mengikuti.

    Ronald Sinaga

    Ps:  Kain secara terang2an melawan "perintah Tuhan", tanpa bisa di debatkan.

    imanagun...@yahoo.com

    unread,
    Dec 24, 2013, 2:27:23 AM12/24/13
    to advent...@googlegroups.com
    Dear warga 'kampung' milis 'AG',

    Shalom! God is good ... All the time ...!

    Entah kenapa kisah percakapan Yesus Kristus dan seorang perempuan Samaria di sumur Yakub adalah salah satu dari sekian banyak kisah dalam Alkiitab yang paling sering saya renungi. Setiap kali kisah itu saya renungi, selalu saja ada hal menarik yang 'applicable' paling tidak bagi kehidupan pribadi saya sehari-hari. Ketika saya mencari sesuap nasi melalui pekerjaan di bidang 'sales and marketing', kisah itu menginspirasikan saya tentang bagaimana ketrampilan menjual yang sejati yang sepatutnya seorang 'salesman' harus miliki. Ketika saya tergoda untuk merasa lebih baik dari orang lain, kisah itu menunjukkan kepada saya bahwa di hadapan Khalik alam semesta ini tidak satupun perkara bejat dalam hidup saya yang dapat tersembunyi. Dan sesungguhnya masih ada banyak lagi yang bisa saya ceritakan tentang kontribusi kisah itu dalam hidup saya ini. Tapi kali ini, saat langit sedang mendung kelabu di atas sebuah kota kecil di ujung barat pulau Jawa, kisah itu memberikan inspirasi bagi saya untuk merespon topik yang sedang hangat-hangatnya didiskusikan di berbagai 'kampung', termasuk di 'kampung'. milis 'AG' ini.

    Saya seakan menangkap ada kesan silang pendapat di antara sesama anggota GMAHK sedunia dalam hal perayaan Natal. "Kita harus berbeda dari dunia," demikian sebagian dari kita yang menolak tegas perayaan Natal. "Tetapi kita merayakan Natal bukan dengan cara dunia," demikian sebagian lain dari kita memberi alasan kenapa ada berkat dalam turut merayakan Natal. Lalu apa yang dapat diberikan kisah percakapan Yesus Kristus dan seorang perempuan Samaria di sumur Yakub terhadap diskusi dengan topik perayaan Natal?

    Sekarang coba kita renungkan bersama kisah itu. Jangan merenungkannya secara terburu-buru atau hanya sekedar sambil lalu. Renungkanlah kisah itu secara pelan-pelan sehingga saripati dari kisah itu boleh meresap sampai di dalam kalbu.

    Orang Yahudi sangat bangga dengan status mereka sebagai satu-satunya bangsa pilihan Allah di dunia. Bagi mereka tidaklah pantas untuk seorang Yahudi untuk berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan bangsa 'murtad' seperti bangsa Samaria. Haram hukumnya untuk meminta tolong pada seorang Samaria. Tetapi kenapa Yesus yang adalah seorang Yahudi itu justru meminta minum dari seorang perempuan Samaria? Apakah Yesus tidak tahu tentang status diriNya?

    Adakah yang salah dari perigi Yakub? Adakah yang salah dari air minum yang berasal dari perigi Yakub? Adakah yang salah dengan perempuan Samaria yang sangat mengagungkan perigi Yakub? Tetapi kenapa Yesus mau datang ke perigi Yakub? Apa yang Yesus cari dan mau dan telah lakukan di perigi Yakub?

    Kalau saja saat ini perayaan Natal bagi umat Advent adalah sama seperti sumur Yakub bagi bangsa Yahudi dulu, salahkah kita datang ke acara perayaan Natal saat ini seperti ketika Yesus datang ke perigi Yakub dulu?

    Kalau dulu Yesus bilang, ada padaKu air minum yang tidak akan membuat rasa haus lagi, kenapa saat ini kita tidak datang ke perayaan Natal dan katakan pada mereka yang ada di perayaan Natal itu, ada pada kami rasa lega dan nikmat sejati dalam mensyukuri kelahiran Sang Penebus ke dunia ini?

    Ada 'perempuan Samaria' di perayaan Natal hari-hari ini. Pergilah ke sana, dan berlakulah seperti Yesus Kristus, bukan berlaku seperti orang Samaria, apalagi berlaku seperti orang Yahudi. Ini keyakinan saya pribadi. Boleh diikuti. Boleh ditertawai. Boleh juga tak perduli. Hi hi hi ...!

    Akhirnya, ijinkan saya untuk mengucapkan selamat menyambut berkat Natal dan Tahun Baru bagi semua warga 'kampung' ini.

    'The secret of happiness is living for others ....'

    Tuhan memberkati.

    Salam,
    Si-Iman
    Anyer.
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

    From: ferry pardosi <fpardo...@gmail.com>
    Date: Tue, 24 Dec 2013 09:26:14 +0700
    Subject: Re: Bls: Re: Bls: Bls: [Advent-Global] Allah dan E.G White Tidak Memerintahkan/Menganjurkan Perayaan Natal

    Boaz Malango

    unread,
    Dec 24, 2013, 3:07:31 AM12/24/13
    to advent...@googlegroups.com
    Salam.
    Boleh nibrung dikit ya?
    Saudara yang kekasih kampung milis.
    Jika tiba pada hari-hari perayaan seperti ini penyakit kita semua kambuh. Semua saling membenarkan diri. saya melihat bahwa literatur yang dipaparkan dalam topik ini hanya membaca dari buku AH padahal tentang natal yang ada dalam AH itu ada banyak kutipan dari buku lain hal ini boleh dilihat rujukannya. Kalau hanya membaca buku AH,  maka kita semua tidak beda dengan orang buta yang dituntun kepada seekor gajah agar orang buta itu mengenal gajah tersebut. Orang buta pertama dituntun dan diberikan bagian kaki gajah. karena dia tidak melihat secara utuh akan gajah tersebut maka ia mengatakan kalau gajah itu seperti tiang. sibuta kedua dituntun untuk memegang telinganya, maka iapun menyebutkan bahwa gajah itu lebar seperti tampi. sibuta ke tiga dituntun untuk memegang perut gajah, maka iapun menyatakan bahwa gajah itu seperti dinding begitulah seterusnya. oleh karena sibuta itu hanya mengetahui sebahagian dari tubuh gajah itu maka kita pun tidak dapat menyalahkan mereka memang itulah yang mereka tahu. Oleh karena itu sudah saatnya kita semua bangun, menggali sedalam-dalamnya akan kebenaran Tuhan supaya kita semua satu iman dan kita diselamatkan. Dikalangan pendeta-pendetapun sudah dua pendapat akhirnya umat pun kebingungan. Mungkin ada baiknya kalau ada orang yang memfasilitasi agar diadakan forum resmi untuk pembahasan hal-hal seperti ini.  

    Terimakasih
    malangoboaz
    gembala jemaat Depok baru

    imanagun...@yahoo.com

    unread,
    Dec 24, 2013, 3:16:02 AM12/24/13
    to advent...@googlegroups.com
    Langsung aja, Pak Pendeta. Di 'kampung' ini kita bisa berdiskusi tanpa khawatir disensor. Yang penting, mari kita diskusi secara dewasa dan elegan.

    Jadi, menurut Pak Pendeta, bagaimana seharusnya kita ini?

    Salam,
    Si-Iman
    Anyer

    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

    From: Boaz Malango <boazm...@yahoo.co.id>
    Date: Tue, 24 Dec 2013 16:07:31 +0800 (SGT)
    Subject: Bls: Bls: Re: Bls: Bls: [Advent-Global] Allah dan E.G White Tidak Memerintahkan/Menganjurkan Perayaan Natal

    maringan...@gmail.com

    unread,
    Dec 24, 2013, 3:25:11 AM12/24/13
    to advent...@googlegroups.com
    Haaaa,

    Pak Boaz, ini bukan kambuh penyakit tiap natal, namun semua dibuat abu2 tanpa ada kejelasan yg pasti, sedangkan sesama pdt aja ditanya jawabannya tdk bisa sama, gimana yg kayak awak ini bisanya jd penonton sajalah,

    Saya salut kalau hal ini tetap menjadi wacana yg ilmiiah dan saling buat argument asalkan santun.

    Salam damai buat kita semua
    Maringan marpaung-gmahk palem semi tangerang
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

    From: Boaz Malango <boazm...@yahoo.co.id>
    Date: Tue, 24 Dec 2013 16:07:31 +0800 (SGT)
    Subject: Bls: Bls: Re: Bls: Bls: [Advent-Global] Allah dan E.G White Tidak Memerintahkan/Menganjurkan Perayaan Natal

    Edi Limbong

    unread,
    Dec 24, 2013, 6:08:43 AM12/24/13
    to advent...@googlegroups.com
    Saudara-saudara...
     
    Jika kita hendak menilai sesuatu kegiatan, Mari kita kembalikan kepada Hukum Kasih, Hukum taurat atau Hukum-hukum lainnya di Alkitab.
    Misalnya: Kebaktian Hari Minggu itu tidak salah, yang salah adalah tidak menguduskan hari sabat sesuai Hukum ke-4. Dasarnya ada jelas.
    Merayakan Natal, hari ibu, hari kartini, hari kemerdekaan, hari pahlawan, hari sumpah pemuda, dan hari-hari perayaan lainnya itu tidak salah, yang salah itu ketika kita melanggar Hukum Tuhan.
     
    Mengenai Perayaan Natal, jika yg dilakukan dalam perayaan itu adalah Penyembahan kepada berhala, maka sudah jelas SALAH! Jangan ikuti...!
    Namun jika yang dilakukan adalah berkumpul, berbakti, bernyanyi, berdoa, memuji Tuhan, sisi mana yang hendak kita salahkan? Apakah kita harus memaksakan bahwa mereka-mereka ini sedang menyembah berhala? jangan-jangan kita yg sedang menyembah berhala "merasa paling benar".
     
    Pernahkah saudara mengikuti kebaktian Natal yang diisi dengan Pesta Sex, Minum-minuman keras, baku hantam? Natal yg seperti ini Jangan diikuti.
    Namun Perayaan Natal yang bersifat kebaktian, mari kita ikuti, kalau perlu kita jadi pembicara agar kita bisa Khotbahkan sedetil-detilnya apa arti Natal dan sejarah perkembangannya.
     
    Kalau perlu mari kita jadi ketua-ketua Natal di kantor atau di punguan Naposo atau di Arisan, mari jadi Panitia, pada saat mencari pembicara mari kita usulkan dan carikan Pendeta kita sebagai pembicara, kapan lagi kesempatan emas seperti ini muncul?
     
    Salam
    Edi Limbong

    Williamt Tulong

    unread,
    Dec 24, 2013, 8:53:11 AM12/24/13
    to advent...@googlegroups.com
    Pak Ronald Sinaga

    Saya baru saja membahasnya di depan orang katolik & Protestan tentang sejarah Natal dua kali dan Sejarah Pohon Natal satu kali. Bahkan ada yang meminta untuk diberitahukannya kepada orang lain.

    Tenggapan mereka, selama ini kami tidak tahu. 

    Silahkan mengikutinya. Namun jangan lupa untuk berdoa minta Roh Kudus agar bijaksana menerangkannya dan disertai kerendahan hati. Kita harus berani karena benar dan jangan takut karna salah. Tetapi cerdik seperti ular & tulus seperti burung Merpati. 

    Chandra kaban

    unread,
    Dec 24, 2013, 10:09:28 AM12/24/13
    to advent...@googlegroups.com

    Dear All,

    Sudah bukan rahasia umum bahwa tanggal kelahiran yesus masih menjadi perdebatan diantar kaum kristen tetapi telah disepakati bahwa natal ditetapkan ditanggal 25 desember artinya bahwa tidak ada kebohongan dalam hal ini. karena tanggal 25 dirayakan sebagai hari kelahiran yesus bukan sebagai sebuah kebenaran tetapi sebuah kesepatakan. sama seperti keluarga kami menyepakati tanggal kelahiran nenek saya yang sudah 85 tahun adalah 31 Desember karena beliau lupa akan tanggal lahirnya yang dulu dicatat orang tuanya dipintu rumahnya.

    Ingat bahwa tangal 25 adalah tanggal kesepakatan, Advent beserta Saksi Jehowah dan beberapa agama lainnya tidak ikut dalam kesepakatan tersebut dan memutuskan untuk tidak merayakannya. Sementara ortodoks yang tidak sepakat dengan tanggal tersebut tetapi tetap merayakannya tapi di tanggal 6 january. Terlepas dri asal usul natal tersebut beserta dengan pernak perniknya baik santa claus or pohon natal yg berasal dari kekafiran tapi apakah yg dilakukan oleh saudara kita itu salah? Berbakti di gereja, bernyanyi dan  berdoa

    Marilah kita dengan bijaksana menyikapi natal yg sedang dilakukan oleh saudara kita yg lain. Natal di indonesia terlebih2 didaerah setau saya dilakukan dengan penuh suka cita dan semuanya berbau rohani. Jadi agak ngeri juga kalau kita yg anak tuhan mengatakan yg merayakan natal itu adalah penyembah berhala.

    Regards

    Chandra

    Boaz Malango

    unread,
    Dec 24, 2013, 9:30:42 PM12/24/13
    to advent...@googlegroups.com
    Selamat pagi dan selamat berjumpa kembali di kampung Milis.

    Pak Marpaung, maksud saya penyakit kita kambuh karena semua mengatakan diri benar tanpa ada  literature yang cukup untuk membenarkan pendapat tersebut. Karena ada beberapa mengatakan bahwa acaranyakan Rohani, memuji Tuhan. Inilah yang ada dipikiran masing-masing.
    Karena pemikiran seperti inilah maka gereja kita secara umum sudah mengikuti perayaan-perayaan dunia karena disalut dengan gaya rohani. Dengan demikian Gereja kita telah menggenapi apa yang difirmankan Tuhan melalui hambaNya; “How often, in our own day, is the love of pleasure disguised by a "form of godliness"! A religion that permits men, while observing the rites of worship, to devote themselves to selfish or sensual gratification, is as pleasing to the multitudes now as in the days of Israel. And there are still pliant Aarons, who, while holding positions of authority in the church, will yield to the desires of the unconsecrated, and thus encourage them in sin.  {PP 317.2} 
    Yang termasuk dalam ayat ini;  Natal, hari ibu, hari kartini, kemerdekaan Indonesia jika dirayakan pada hari sabat. Inilah yang dilakukan Umat Advent sekarang ini. Yang menjadi pertanyaan siapakah yang salah disini? Yang jelas sebahagian dari Pendetalah yang salah karena tidak mempunyai pengetahuan untuk itu. Sudah seharusnya gereja menobatkan dunia tetapi sebaliknya gerejalah yang ditobatkan kepada dunia sebagaimana firman ini.” Conformity to worldly customs converts the church to the world; it never converts the world to Christ. Familiarity with sin will inevitably cause it to appear less repulsive. . . {GC 509.1}
    Oleh karena inilah saya sampaikan pada postingan saya yang lalu bahwa perlu diadakan forum resmi untuk menyelesaikan hal-hal yang mendasar sebagai umat Tuhan yang menjadi terang dunia.
     
    Salam
    Malangoboaz
    gembala jemaat Depok Baru

    maringan...@gmail.com

    unread,
    Dec 25, 2013, 4:29:36 AM12/25/13
    to advent...@googlegroups.com
    Dear all

    Baru saja sepulang dari gereja karena anak2 latihan utk sabat ini, dan seorang Opa agama budha dilingkungan kami datang mengucapkan selamat Natal dan sy persilahkan masuk dan kami jg saling salaman dan sy jg ucapkan salam Natal.

    Siopa masuk dan duduk sebentar kami ngobrol, hanya saja sy ucapkan maaf Opa tdk ada kue dan minuman baru krn memang sy tdk merayakan.

    Saudara sy hanya menjamu siopa dgn tangan terbuka saja dalam perayaan Natal ini

    Syalom

    Maringan marpaung-gmahk palem semi tangerang
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

    From: Boaz Malango <boazm...@yahoo.co.id>
    Date: Wed, 25 Dec 2013 10:30:42 +0800 (SGT)
    Subject: Bls: Bls: Bls: Re: Bls: Bls: [Advent-Global] Allah dan E.G White Tidak Memerintahkan/Menganjurkan Perayaan Natal

    K R Sagala

    unread,
    Dec 26, 2013, 7:58:40 PM12/26/13
    to advent...@googlegroups.com, advent...@googlegroups.com
    Mungkin kita perlu banyak berdoa dan merenung setelah baca kutipan dibawah ini ; "Shall We Have a Christmas Tree?"-God would be well pleased if on Christmas each church would have a Christmas tree on which shall be hung offerings, great and small, for these houses of worship. [Note: reference is made in this article to current building projects. As the principles set forth in this connection are applicable today, these specific references are left in the article.] Letters of inquiry have come to us asking, Shall we have a Christmas tree? Will it not be like the world? We answer, You can make it like the world if you have a disposition to do so, or you can make it as unlike the world as possible. There is no particular sin in selecting a fragrant evergreen and placing it in our churches, but the sin lies in the motive which prompts to action and the use which is made of the gifts placed upon the tree. - {AH 482.1}
    The tree may be as tall and its branches as wide as shall best suit the occasion; but let its boughs be laden with the golden and silver fruit of your beneficence, and present this to Him as your Christmas gift. Let your donations be sanctified by prayer.9The Review and Herald, December 11, 1879. - {AH 482.2}
    Christmas and New Year celebrations can and should be held in behalf of those who are helpless. God is glorified when we give to help those who have large families to support.10Manuscript 13, 1896. - {AH 482.3} 

    Sent from my iPhone


    2013/12/23 Edi Limbong <lim...@seid.sharp-world.com>
    .

    __,_._,___
    />

    sina...@gmail.com

    unread,
    Dec 26, 2013, 9:43:28 PM12/26/13
    to advent...@googlegroups.com, advent...@googlegroups.com
    Pak Sagala,

    Kutipan ini sudah ditulis oleh Pak Stevanus beberapa hari lalu.  Tetapi masih banyak yang anti-Natal berpikir kita ini sudah berkompromi.

    Ronald Sinaga
    Reply all
    Reply to author
    Forward
    0 new messages