--Saudara Anton Panggabean,
Tulisan apa yang kamu buat ini.
Kenapa kamu bilang dimilis yang penghuninya banyak orang saya doktor abal2 marsahit? yang artinya Doktor yang tidak benar dan sakit-sakitan.
Apa kamu tidak berpikir dulu baru menulis dan sebelum memposting dimilis dibaca ulang dan bertanya sama Roh Kudus apakah tulisan ini layak atau tidak, menjadi berkat atau tidak?
Tidakkah Tuhan itu baik kepadamu, umurmu sudah diperpanjang, Dia beri kekuatan kepadamu untuk bisa bertahan dalam pergumulan sakit.
Tidakkah engkau punya kata hati nurani yang menyadarkan engkau siapa yang engkau kata-katain?
Gelar Doktor yang saya terima bukan dari sekolah abal-abal saudara.
Itu saya terima dari sekolah Tuhan. Tiga setengah tahun saya belajar, praktekkan dijemaat selama 3 bulan, dan tulis dan oleh karena berkat Tuhan saya berhasil.
Saya bersekolah dikirim resmi oleh DKI Konferens, Jakarta dan mulai bersekolah dibulan Oktober 2001 bersama Pdt. Michael Palar, Pdt. MIlton Pardosi.
Saya dikirim untuk gelar Doctor of Ministry setelah Pdt. B.F Simanjuntak dan Pdt. M. Sagala.
Saya ikut penamatan dibulan Maret 2005, Desertasi yang saya tulis tentang, bagaimana melatih pemimpin Departemen Rumah Tangga agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,
sebelum berhasil membuat programnya saya coba lakukan itu beberapa bulan di 5 gereja DKI Jakarta, semua yang saya lakukan diawali dan diakhiri dengan persetujuan berbagai komite.
Dihadapan pengajar, siswa/i, tamu International dan tim, oleh karena Kasih Karunia Tuhan, saya berhasil mempresentasikan dan mempertahankan tulisan saya dan akhirnya tulisan desertasi saya masuk menjadi bahagian dari buku perpustakaan AIIAS.
Mentoring adalah cara yang saya anjurkan untuk dilakukan didalam melatih pemimpin dan itu saya coba praktekkan selama 5 tahun sebagai direktur Komunikasi dan Kebebasan beragama di DKI Jakarta dan 5 tahun di UIKB.
Bukan itu saja, selama 3 setengah tahun belajar di AIIAS, Tuhan memberikan kesempatan kepada saya untuk jadi pemimpin mahasiswa/i Indonesia (PPMIP) dan menjadi pemimpin mahasiswa/i AIIAS (KEtua Student Association) yang berasal dari 62 negara. 2 perkara besar terjadi pada waktu itu, studen lounge bertaraf international dapat dinikmati oleh mahasiswa/i AIIAS dan disaat yang sama kami memiliki kerja sama yang baik dengan rektor dan dosen didalam mengatasi masalah pelik yang terjadi antara seorang Mahasiwi yang diperlakukan tidak adil oleh dosennya.
Baru-baru ini dalam pertemuan GC yang ke 60, San Antonio Texas, saya banyak bertemu dengan teman-teman yang pernah bersekolah di AIIAS, bahkan ada pertemuan khusus dilakukan oleh AIIAS. Dunia Advent bahkan dunia pendidikan mengenal AIIAS bukanlah sekolah abal-abal.
Disaat yang sama, isteri saya juga berhasil saya mentor untuk dapat menyelesaikan pendidikan S2 dari AIIAS, Master Education.
2 Anak saya bersekolah dan berhasil menyelesaikan pendidikan elementry disekolah international AIIAS.
Sepulang dari AIIAS, pimpinan UNAI pernah meminta kepada kami agar mau mengajar di UNAI, tapi kami memilih untuk melayani jemaat.
Saya terpaksa sampaikan hal ini, karena memang pengetahuan saudara Anton Panggabean masih terbatas dan belum pernah bersekolah di AIIAS, mereka yang sudah pernah bersekolah di AIIAS sudah pasti tidak akan pernah berani mengata-ngatai orang yang sudah berhasil dan tamat dengan baik di sekolah AIIAS.
Pelayanan yang saya lakukan di milis memang sepertinya jauh dari apa yang disangka orang tentang orang yang sudah berhasil mendapat gelar doctor, itu memang harus saya lakukan agar level pengetahuan, emosi
dan expetasi bisa sama dengan saudara yang belum mendapatkan gelar doctor. Saya bersama pimpinan dapat mengukur dan mengetahui apa yang ada dibenak jemaat, apa yang diharapkan dan kami bisa kendalikan melalui sarana informasi yang non formal dimilis-milis.
Bertobatlah, jangan mengata-ngatai hamba Tuhan. Semua yang kita lakukan mesti ada akibatnya. Tuhan tidak mau hambaNya dikata-katai.
Terimakasih.
Pdt. S. Simorangkir
--2015-07-27 9:35 GMT+07:00 <anp...@gmail.com>:Unang pe sai alo2 ibana, doktor abal2 na marsahit do. Harusnya dia bersyukur di beri masukan..untuk bahan evaluasinya.
Selamat bekerja, AnpanSent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSATFrom: maringan marpaung <maringan...@gmail.com>Sender: advent...@googlegroups.comDate: Mon, 27 Jul 2015 08:53:04 +0700ReplyTo: advent...@googlegroups.comSubject: Re: [Advent-Global] an kita lakukan?Pak anpan
Seperti lagu rombongan Bapak waktu kebaktian Di serpong sabat lalu
Sy tdk merasa diadili atau bermusuhan. Sy anggota biasa ini mana mungkin punya niat ada musuh apalagi dgn pimpinan yg terhormat dimilist ini
Syalom
On Jul 27, 2015 8:49 AM, <anp...@gmail.com> wrote:--Masih pagi sudah seperti pengadilan saja..., mungkin lupa berdoa mohon berkat pagi ini... Sehingga yg hinggap adalah kuasa permusuhan..--
Haaa...seru deh..,
AnpanSent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSATFrom: "'Maringan Marbun' via Advent Global" <advent...@googlegroups.com>Sender: advent...@googlegroups.comDate: Mon, 27 Jul 2015 08:19:44 +0700ReplyTo: advent...@googlegroups.comSubject: Re: [Advent-Global] an kita lakukan?Tolong di clearkan. Maringan Marpaung atau Maringan Marbun.Thanks
Sent from my iPadDear sdr Maringan Marpaung,Syalom!Saya sangat terkejut membaca tulisan saudara disubject ini dan yang lebih terkejut lagi saya perhatikan tidak ada yang membalas dan mencoba untuk meluruskan persepsi yang sudah saudara tuliskan.Mohon saudara Maringan Marbun memberikan bukti dan alasan sesuai dengan apa yang sudara tuliskan:1. Program penginjilan mana yang kita copy/paste dari gereja lain sehingga hasilnya tidak maksimal dan ada kesan jemaat dibodohi?2. Siapa pemimpin yang hanya bisa teori tapi kenyataannya tidak berhasil dijemaat? (bukankah para pemimpiin yang dipilih oleh jemaat melalui utusannnya telah memilih pemimpin yang mereka tau selama ini sudah berpengalalman diladang/dijemaat?).3. Mengapa sdr Maringan Marpaung menyatakan, KKR cukup satu kali satu tahun saja? apakah saudara sudah punya pengalaman melakukannya?Terimakasih untuk penjelesannya, ditunggu.Salam berkat,Pdt. S. Simorangkir--2015-07-25 21:44 GMT+07:00 maringan marpaung <maringan...@gmail.com>:Dear yth
Sy senang membaca tulisan dari orang tua sy dimilist ini.
Ingin melakukan penginjilan dengan konsep yg Di buat organisasi dan apa yg diajarkan pimpinan kita juga hasil dari coplas dan copy paste dari gereja lain dan hasilnya bisa dilihat sekarang tdk ada dampaknya bagi gereja.
Jemaat dibodohi dan decekokin dgn ajaran dan konsep yg bukan atas inspirasi Tuhan bagi mereka tapi hasil studi banding dan sampai Tuhan Datang pasti hasilnya tdk maksimal krn Kita melakukan hasil contekan dari gereja yg tdk special.
Coba ditanya para pemimpin kita kalau boleh mereka jujur apakah mereka dan sdh berapa jiwa yg mereka sendiri dapatkan dengan teori mereka. Mereka sendiri tdk bisa buktikan bagaimana menarik jiwa dan Jemaat tdk bs lihat dan buktikan. Tuhan dan Malaikat Hanya bisa bersedih.
Gereja lain buat KKR bukan utk membaptiskan orang tapi utk penyegaran dan penguatan iman Jemaat spy siap berperang namun digereja advent KKR sampai berbusa2 hasilnya paling 20 org itupun sdh dibanggakan dan hanya itu metode yg pimpinan kita tau dari tahun ketahun
Pimpinan kita cuman bisa teori tdk ada fakta konkrit dan hanya bisa menjelaskan dikhotbah dan diseminar. Sampai habis masa kerjanya diorganisasi tanpa ada hasil yg bisa ditulis dalam buku sejarah gereja atau organisasi.
Tulisan sy ini sangat keras dan semuanya ada dasarnya dan bukan utk mencari sensasi.
Kalau ada mulai dari pimpinan sampai level pastor yg bisa membuktikan hebat dalam penarikan jiwa ayo berikan bukti dan hasilnya berapa banyak sehingga bisa dicontoh Jemaat.
Itu sebabnya KKR sekarang sudah tidak jamannya lagi jd program organisasi tapi KKR cukup sekali setahun
Kalau sy salah mohon maaf tapi Tauladan dan sifat gembala yg seperti Yesus atau jaman dulu sdh tdk ada dan jarang didapati dari level pimpinan sampai gembala dan inilah yg membuat program penarikan jiwa tdk maksimal. Kecuali ada umat2 Tuhan yg gigih dalam pelayanan melebihi dari gembala dan ada juga Gembala yg setia namun tdk banyak
Syalom
On Jul 14, 2015 3:50 PM, "P. A. Siboro" <p...@siboro.com> wrote:----
Bro. Tampubolon ykk,
Sama pendapat dan pengalaman kita. Kita hanya disuruh menginjil tetapi tdk diberitahu caranya. Kita lakukan menurut yg kita tahu, dianggap tak setuju dgn dgn gereja, sementara dgn cara yg dianjurkan tak mungkin kita lakukan kalau dilingkungan Jabar,
Kalau di tempat mayoritas Kristen mungkin tidk apa. Tetapi kalu di mayoritas Saudara Sepupu kita?
Sebenarnya kalau dilihat dari kualitas para pimpinan kita yg sdh tinggi-tinggi pendidikannya, sewajarnyalah membuat "research" dulu bagaimana cara terbaik menginjil di satu-satu daerah tertentu. Tetapi kenyataannya??? Cara masih tetap seperti waktu para pimpinan masih D1, dan D2n kira-kira 30 tahun yg lalu!
Tetapi sudahlah. Marilah kita menginjil sesuai dgn karunia yg diberikan Tuhan kepada masing-masing kita!
GBU
PAS <p...@siboro.com>
GC, BdgP. A. Siboro (p...@siboro.com)From: roy tampubolon <roy.gm...@gmail.com>Sender: advent...@googlegroups.comDate: Tue, 14 Jul 2015 15:33:50 +0800ReplyTo: advent...@googlegroups.comSubject: Re: [Advent-Global] RE: Bls: [Daerah_SKT:2164] Setelah rapat GC ke 60 ditutup, apa yang akan kita lakukan?Shalom Abang Siboro,
Saya sangat setuju dengan abang. Tapi kenyataannya dilapangan, kalau ada perbedaan dengan organisasi, kita langsung dianggap 'para bidat'. Kalau saya boleh bertanya, sebatas manakah arti dari kata "Penginjilan"?
Itulah sebabnya saya katakan gereja kita bertumbuh namun tidak berkembang.Shalom,
Roy
On Jul 14, 2015 10:11 AM, "P. A. Siboro" <p...@siboro.com> wrote:----
Sdr. Tampubolon et al.,
Hehehe, dana lebih 500 juta dihabiskan, padahal baptisan 99 persen anak anggota! Kenapa?
Tahun 50 - 60- han anak-anak anggota dibaptiskan tanpa biaya, kok. Mengapa sekarang lalu dgn biaya mahal!
Tahun-tahun dulu KKR (yg disebut Ceramah Umum) lamanya 30-40 hari, kok sekarang hanya 3-7 hari. Mungkinkah orang bertobat dlm tempo sesingkat itu?
Kalau calon sdh disiapkan sebelumnya, mengapa harus KKR lagi dgn biaya tinggi?
Apakah uang sebanyak itu tidak bisa digunakan Gereja utk mengadakan pelayanan masyarakat secara berkesinambungan, umpamanya mendirikan panti Jompo, panti asuhan, beasiswa anak-anak tak mampu di dlm maupun diluar gereja, mendidik anggota gereja suatu ketrampilan supaya bisa hidup secaraa wajar (pemberdayaan masyarakat anggota bagi yg blm ada pekerjaan), dsb, yg ujung-ujungnya juga adalah menarik jiwa-jiwa kepada Kristus?
Tentu para gembala kita akan lbh banyak lagis yg bisa mereka buat. Tidak seperti kami rakyat jelata yg hanya S1, S2, S3 (SD, SMP, SMA) bahkan ada yg hanya ST (es teler), hahaha.
Mari kita menginjil dgn cara Jesus, melayani dulu baru memberitakan Injil. Akan jauh lbh ampuh itu jika dilakukan secara terstruktur dlm gereja dari pada hanya dilakukan orang seorang!
Sekian masukan.
GBU
PAS <p...@siboro.com>
GC, Bdg.
P. A. Siboro (p...@siboro.com)From: roy tampubolon <roy.gm...@gmail.com>Sender: advent...@googlegroups.comDate: Tue, 14 Jul 2015 09:44:49 +0800ReplyTo: advent...@googlegroups.comCc: <daer...@googlegroups.com>Subject: Re: [Advent-Global] RE: Bls: [Daerah_SKT:2164] Setelah rapat GC ke 60 ditutup, apa yang akan kita lakukan?Shalom,
Di daerah saya, beberapa bulan lalu diadakan KKR, yang walaupun menghabiskan dana sebesar kurang lebih 500 juta, tapi puji Tuhan ada sekitar 100 orang anak Tuhan yang dibaptis. KKR ini sangat membantu gereja, karena bila KKR ini tidak ada maka gereja masing-masing lah yang akan melakukan baptisan, karena para anggota yang dibaptis bisa dikatakan 99% adalah anak orang Advent. Saya melihat, betapa berharganya jiwa di mata Tuhan dan gereja kita (Advent) memang bertumbuh, tapi tidak berkembang.
Mungkin inilah hasil pandangan saya dari kaum yang seadanya.
Wassalam,
Roy
On Jul 14, 2015 8:26 AM, "Hendrik Sinaga" <hendrik...@hotmail.com> wrote:----Shalom amang PA Siboro,
Mohon maaf saya terdorong masuk dalam perdebatan ini, oleh karena saya menganggap ini perdebatan bukan permohonan maupun kesaksian.
Pdt. Simorangkir tidak mungkin tidak tahu cara menginjil, karena beliau adalah mempunyai profesi sebagai Pendeta dan bahkan mempunyai gelar DOKTOR dalam Ministrial lagi.
Demikian juga Pdt. Simorangkir menganggap (sama dengan saya) bahwa bapak PA Siboro tidak tahu cara menginjil karena bapak sendiri yang menyatakan dalam kutipan: "Soal memberitakan Injil sdh lama Yesus katakan kepada kami, bukan baru dengar pada masa ini. Bukan baru sekarang!".
Saya ingin memperkenalkan diri dengan kerendahan hati bahwa sebagai anggota awam GMAHK saya sudah sangat lama berkecimpung dalam penginjilan dan berani memberikan kesimpulan bahwa model penginjilan yang membumi yang bapak maksud adalah penginjilan model Yesus yaitu: reach up, reach accross & reach out yang memberikan makna:
1. Bahwa penginjilan kita akan berhasil apabila kita sendiri sudah mempunyai hubungan yang khusus dengan Tuhan pemberi kuasa dan kita melakukan segala sesuatu adalah untuk kemuliaanNya bukan untuk ketenaran kita dan kepentingan kita sendiri, Rasul Paulus bahkan berkata, hidupku ini bukan aku lagi tetapi Yesus yang hidup dalam aku, dia meninggalkan dirinya sendiri dan mempersilahkan Yesus yang menguasai kehidupannya, keinginannya dan cita-citanya.
2. Reach accros memberikan makna bahwa kita tidak bisa kerja sendirian, walaupun sudah memiliki power/kuasa dari Tuhan Yesus, kita perlu bekerjasama dengan anggota jemaat, istri, suami dan anak. Membangun kerjasama, saling membutuhkan dan memperhatikan kepentingan mereka. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kita harus lebih memikirkan keperluan orang lain dan kepentingan kita adalah berikutnya; tidak mungkin kita berhasil dalam penginjilan apabila kita tidak dapat berbaur dan menjadi garam dalam masyarakat dimana kita tinggal.
3. Reach out memberikan hasil dari reach up & reach accross, kita dimampukan untuk menjangkau orang lain dari buah kehidupan kita melalui sentuhan pribadi, sentuhan bersama anggota keluarga/jemaat/kelompok kecil dan di follow up dengan KPA serta ditutup dengan pengakuan dan penerimaan bahwa Yesus adalah Allah yang patut disembah dan dimuliakan apakah dibaptis atau belum dibaptis itu adalah pekerjaan Roh Kudus.
Tidak ada model/cara yang eksakta dalam penginjilan dan bahkan kita tidak memastikan bahwa model yang kita gunakan akan menghasilkan buah yang manis, karena bisa saja buah yang pahit bahkan seperti bumerang bagi kita; yang harus kita lakukan adalah agar kehidupan kita secara holistik menghidupkan kehidupan Yesus, maka Yesus berkata bahwa kita adalah penginjil yang berhasil oleh karena manusia dan bahkan diri kita sendiri sering tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa kita sudah berhasi atau tidak berhasil. Penilai yang sejati dan pasti tidak salah hanyalah Allah kita di Surga.
Sekiranya bapak mau sharing lebih banyak mengenai penginjilan, saya bersedia sebagai awam untuk mendiskusikan atau memberikan kesaksian hidup bagaimana kami berhasil menjalankan small group maupun pribadi dalam penginjilan.
Saya sendiri telah memperoleh gelar S3 dari pengalaman penginjil awam dan tidak mengharapkan pujian dan gaji dari manusia apalagi dari organisasi SDA karena Tuhan telah mencukupkan dengan gaji dari kantor hehe, saat ini saya sedang mengambil S3 di universitas Negeri.
Semoga apa yang saya sampaikan ini berkenan kepada amang, suatu saat saya bisa bertemu di GC (Gereja Cihampelas) karena belum mempunyai kesempatan ke GC yang di USA hehe....
Shalom,
Hendrik Gomar Sinaga
Anggota awam GMAHK Jemaat Spero Immanuel Batam
Subject: Re: Bls: [Daerah_SKT:2164] Setelah rapat GC ke 60 ditutup, apa yang akan kita lakukan?
To: daer...@googlegroups.com; advent-i...@googlegeoups.com
From: p...@siboro.com
Date: Mon, 13 Jul 2015 16:29:31 +0000
Jangan mengaurkan masalah, Pdt. Mari kita fokus pada persoalan.
Kami anggota awan butuh CARA yg "membumi" utk menginjil, yg bisa berhasil dilakukan oleh kami orang awam, jangan hanya slogan, khususnya di daerah kami daerah yg penduduknya mayoritas dihuni oleh saudara sepupu saya! Itu masalah yg kita bicarakan, bukan yg lain-lain, apalagi menyangkut gaji.
Mengenai kalimat "Not how much you know that count, but how much you do to others that concern" itu adalah cuplikan kalimat pada khotbah di GC Session (lupa siapa pengkhotbahnya) dan yg juga disiarkan di Hope Channel!
Nah, hanya ngomong ke others tdk akan berhasil. Bagaimana caranya to do something to others agar . . . ? Itulah yg kami harapkan, jangan kami hanya disuruh menginjil terus dgn berbagai slogan tanpa memperdulikan masalah yg kami hadapi.
Soal memberitakan Injil sdh lama Yesus katakan kepada kami, bukan baru dengar pada masa ini. Bukan baru sekarang!
Mohon maaf, Pdt. Saya sama sekali tidak ada maksud jahat, apalagi soal mengkritik. Dan kalaupun itu dianggap mengiritik, bukan dgn maksud buruk kok, hanya supaya kita makin jujur kepada diri kita sendiri. "Kritik" saya itu sebetulnya mahal harganya.
Kalau Anda tdk tahu bagaimana caranya, bilang saja tdk tahu, jangan ngaur sampai ke gaji yg tdk berpengaruh. Kami yg tak digaji ini bisa "tersinggung."
Maaf, saya yg dungu ini sepeerti menggurui. Sama sekali tdk bermaksud demikian.
GBU
PAS
GC, Bdg.P. A. Siboro (p...@siboro.com)From: simoran...@gmail.comSender: daer...@googlegroups.comDate: Mon, 13 Jul 2015 08:30:55 -0600ReplyTo: daer...@googlegroups.comSubject: Re: Bls: [Daerah_SKT:2163] Setelah rapat GC ke 60 ditutup, apa yang akan kita lakukan?Syalom!Pak Siboro yang baik, jangan lupa yach.....karena bapak bergaji duluan baru saya he...he.....heTuhan kasih gaji atau pendapatan kepada bapak untuk bapak dan keliuarga dan karena iman bapak kepada Tuhan maka bapak kembalikan 10% untuk Tuhan dan yang 10% itu dikasih Tuhan buat saya (hamba-hamba Tuhan)). Jadi....kalau bapak atau jemaat tidak dapt gaji terlebih dahulu maka kamipun belum bisa dapat gaji.
Balasan surat saya menjawab tulisan bapak sebelumnya, bukan apa yang kamusebutkan tapi apa yang kamu lakukan terhadap jemaat.Lalu saya ceritakanlah tentang apa yang sudah saya lakukan.Mustahil bapak merasa bodh untuk menginjil, bpk sudah diberkati Tuhan selama ini, bpk sudah pernah bekerja di mission dan bekerja ditempat yang bukan mission, tentu sudah banyak pengalaman yang bisa dijadikan inspirasi menginjil.Tuhan tau apa motivasi bapak yang selalu memberikan response terhadp apa yang saya informasikan dan Tuhan kita yang baik tetap sabar melihat kita berdua agar boleh saling mendukung dan saling mengasihi agar siap dibawa kesorga. Amin..Salam berkat,Pdt. S. SimorangkirSent from my iPhone
Sabar Pdt. Simorangkir! Jangan terus jadi gusar seperti itu, sampai menyangkutkan masalah dgn gaji Anda.
Anda yg dapat gaji saja langsung seperti itu, bagaimana jadinya dgn kami yg tdk dapat gaji ini?????
Anda yg pendeta saja blm tentu tahu bagaimana caranya menginjil itu, apalagi kami yg bodoh dan bukan pendeta ini?
Org minta program konkrit kok dianggap mengkritik, luar biasaaaaa! Bukankah Anda pemimpin, tempat bertanya? Jangan begitulahhhhh. Yg digaji saja sdh begitu, bagaimana dgn yg harus mengeluarkan biaya ini???????
Semoga Tuhan menganugerahkan hikmat dan akal budi kepada Saudara Pdt DR. S. Simorangkir, MDiv.
GBU
PAS
GC, Bdg.P. A. Siboro (p...@siboro.com)From: simoran...@gmail.comSender: daer...@googlegroups.comDate: Mon, 13 Jul 2015 04:29:05 -0600ReplyTo: daer...@googlegroups.comSubject: Re: Bls: [Daerah_SKT:2161] Setelah rapat GC ke 60 ditutup, apa yang akan kita lakukan?Syalom!Saya berharap pak Siboro dan anggota milis lainnya sudah melihat pelayanan yang sungguh-sungguh audah silakukan selama 5 tahun ini. Tidak hanya slogan tapi karakter Yesus yang dihidupkan.Salah satu contoh, karena Roh Kuduslah yang mendorong saya tetap rajin mengingatkan jemaat tentang program gereja, tetap sabar walaupun sepertinya tidak diperhatikan maupundikritik.Itu buah dari hasil pengenaln akan Kristus melalui program gereja yang dikerjakan.Terus terang, dengan membiat atau tidak membiat promosi program tidk menbah gaji saya tapi karena saya tau betapa bermanfaatnya program gereja jika dilakukan bersama maka iman saya dan jemaat akan bertumbuh.Selarang pilihan ada ditangan jemaat, tetap menjadi orang yang selalu bersikap pesimis atau menghakimi atau berubah menjadi orang yang positive dan kooperatif melakukan pekerjaan Tuhan. Bagi saya pribadi setelah saya melihat banyak kesakaian di acara GC hati saya semakin dikuatkan termyata program-program yang selam ini saya promosikan benar-benarr diberkati Tuhan (membumi) dan berfyngsi untuk jemaat didalam menyambut kedatangan Yesus yang ke dua kali.Salam berkat,Pdt. S. Simorangkir
Sent from my iPhoneAmin........Pada Minggu, 12 Juli 2015 21:58, P. A. Siboro <p...@siboro.com> menulis:
Pdt. Simorangkir yth,
Bolehkah para pemimpin membuat suatu rencana pembweritaan Injil yg lebih "membumi" jangan hanya bersifat slogan-slogan di awang-awang saja?
Rakyat jelata menunggu pelaksanaan, bukan cuma slogan-sloga doang!
Not what you say that concerns others but what you do for them!
GBU
PAS
GC, Bdg.P. A. Siboro (p...@siboro.com)From: samuel simorangkir <simoran...@gmail.com>Sender: daer...@googlegroups.comDate: Sun, 12 Jul 2015 08:55:39 -0500To: advent...@googlegroups.com<advent...@googlegroups.com>; Pendeta Advent<pendeta...@googlegroups.com>; daer...@googlegroups.com<daer...@googlegroups.com>; sdacon...@googlegroups.com<sdacon...@googlegroups.com>; Konfer...@yahoogroups.com<Konfer...@yahoogroups.com>; KadNet Today<kadnet...@list.kadnet.org>; direktur-komunikasi@googlegroups com<direktur-...@googlegroups.com>ReplyTo: daer...@googlegroups.comSubject: [Daerah_SKT:2155] Setelah rapat GC ke 60 ditutup, apa yang akan kita lakukan?Kepada yth: Ketua Daerah/Konferens, Pendeta dan tua-tua jemaat dan anggota milis,--Syalom!Rapat GC yang ke 60 telah ber'akhir, apakah rasa ingin tau kita masih tinggi sama seperti hausnya informasi kita terhadap siap-siapa saja yang sudah terpilih di GC dan Divisi (SSD)?Budaya lama seperti ini harus dirubah, rapat-rapat organisasi hendaknya janganlah fokus hanya kepada pergantian atau pemilihan pemimpin, tapi kita harus ingat: dirapat organisasi seperti ini, hal yang lebih penting lagi adalah membicarakan tentang, apa yang akan kita lakukan selama 5 tahun kedepan agar kita Bangkit! Bersinar dan Yesus akan datang segera!Pimpinan kita mengingatkan kita agar kita fokus kepada Penginjilan dan untuk melakukan itu mari kita pelajari dan lakukan Strategic Plan 2015-2020 dijemaat.Salah satu kegiatan yang segera dilakukan oleh jemaat Advent sedunia (mulai tanggal 12 Juli 2015) adalah, membaca bersama Alkitab dan Roh Nubuat.Pdt Ted Wilson, Ketua GC dalam khotbanya di Sabat ter'akhir acara GC menghimbau kita agar bersama menyeberangi sungai Jordan, maju dan jangan mundur, tambahkan iman dengan membaca Firman Tuhan (Alkitab dan Roh Nubuat).Untuk Alkitab:Dan dengarkan audio Alkitabnya di:Untuk Bacaan Roh Nubuat:Untuk audio Roh Nubuat:Mohon dibahagikan informasi ini kepada jemaat agar kita dapat mengalami pertumbuhan rohani bersama umat Advent se-dunia, menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua kali.Terimakasih, Tuhan memberkati kita.Salam berkat,Samuel Simorangkir D.MinWIUM Field Secretary and Communication & PARL Director,
AWR & Jakarta Studio Director
West Indonesia Union Mission.
+6282113265659 / 08889105740
www.adventist.or.id
--
...:::Milis Resmi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Daerah Sumatera Kawasan Tengah (DSKT):::...
You received this message because you are subscribed to the Google
Groups "MAHK DSKT" group.
To post to this group, send email to daer...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to
daerahskt+...@googlegroups.com
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/daerahskt?hl=en
...:::DEBATA Mangaramoti:::...
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "MAHK DSKT" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke daerahskt+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
--
...:::Milis Resmi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Daerah Sumatera Kawasan Tengah (DSKT):::...
You received this message because you are subscribed to the Google
Groups "MAHK DSKT" group.
To post to this group, send email to daer...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to
daerahskt+...@googlegroups.com
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/daerahskt?hl=en
...:::DEBATA Mangaramoti:::...
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "MAHK DSKT" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke daerahskt+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
--
...:::Milis Resmi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Daerah Sumatera Kawasan Tengah (DSKT):::...
You received this message because you are subscribed to the Google
Groups "MAHK DSKT" group.
To post to this group, send email to daer...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to
daerahskt+...@googlegroups.com
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/daerahskt?hl=en
...:::DEBATA Mangaramoti:::...
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "MAHK DSKT" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke daerahskt+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
--
...:::Milis Resmi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Daerah Sumatera Kawasan Tengah (DSKT):::...
You received this message because you are subscribed to the Google
Groups "MAHK DSKT" group.
To post to this group, send email to daer...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to
daerahskt+...@googlegroups.com
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/daerahskt?hl=en
...:::DEBATA Mangaramoti:::...
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "MAHK DSKT" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke daerahskt+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
--
...:::Milis Resmi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Daerah Sumatera Kawasan Tengah (DSKT):::...
You received this message because you are subscribed to the Google
Groups "MAHK DSKT" group.
To post to this group, send email to daer...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to
daerahskt+...@googlegroups.com
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/daerahskt?hl=en
...:::DEBATA Mangaramoti:::...
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "MAHK DSKT" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke daerahskt+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
--
...:::Milis Resmi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Daerah Sumatera Kawasan Tengah (DSKT):::...
You received this message because you are subscribed to the Google
Groups "MAHK DSKT" group.
To post to this group, send email to daer...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to
daerahskt+...@googlegroups.com
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/daerahskt?hl=en
...:::DEBATA Mangaramoti:::...
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "MAHK DSKT" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke daerahskt+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
--
...:::Milis Resmi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Daerah Sumatera Kawasan Tengah (DSKT):::...
You received this message because you are subscribed to the Google
Groups "MAHK DSKT" group.
To post to this group, send email to daer...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to
daerahskt+...@googlegroups.com
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/daerahskt?hl=en
...:::DEBATA Mangaramoti:::...
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "MAHK DSKT" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke daerahskt+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
--Samuel Simorangkir D.MinWIUM Field Secretary and Communication & PARL Director,
AWR & Jakarta Studio Director
West Indonesia Union Mission.
+6282113265659
www.adventist.or.id
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
--Samuel Simorangkir D.MinWIUM Field Secretary and Communication & PARL Director,
AWR & Jakarta Studio Director
West Indonesia Union Mission.
+6282113265659
www.adventist.or.id
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
Dear Pak Pdt,
Saya terberkati sekali dengan membaca tulisan Pdt di bawah ini, terima kasih atas motivasi, masukan yang sudah diberikan. Akan saya bawakan di jemaat.
GBFJ
*********************************
Your mail has been scanned by IMSVA
CAR Life Insurance ( www.car.co.id )
Wed Jul 29 03:59:48 2015
*********************************
|
|
Julianti Barutu |
PT AJ Central Asia Raya |
|
Group Underwriting Staff |
Wisma CAR Life |
********************************* Your mail has been scanned by IMSVA CAR Life Insurance ( www.car.co.id ) Wed Jul 29 08:00:11 2015 ********************************* |
Beberapa anggota milis mengutarakan bahwa metoda penginjilan di Indonesia selama ini belum efective. Tentu saja kita bisa berbeda pendapat apakah penginjilan selama ini sudah termasuk sukses atau dikategorikan gagal. Namun yang pasti, dari data Statistik di Adventist Yearbook menunjukkan bahwa laju pertambahan (growth rate) anggota jemaat hanya berkisar pada 1.03%. Angka ini hampir sama dengan laju pertambahan penduduk Indonesia. Artinya, seandainya setiap anggota gereja mempertahankan anak-anak mereka menjadi Advent maka Gereja Advent akan memiliki laju pertumbuhan yang sama tanpa harus perlu melakukan jangkauan keluar. Data statistik di atas mengkonfirmasi bahwa metoda penginjilan di Indonesia selama ini belum efective.
Sdr Roy Tampubolon dalam thread ini mengungkapkan: Gereja kita bertumbuh namun tidak berkembang. Beberapa bulan lalu diadakan KKR di daerah beliau dan menghabiskan dana sebesar kurang lebih 500 juta. Ada sekitar 100 orang anak Tuhan yang dibaptis; 99% adalah anak orang Advent!
Sdr. P.A. Siboro menulis, "Kita hanya disuruh menginjil tetapi tdk diberitahu caranya. Kita lakukan menurut yg kita tahu, dianggap tak setuju dgn dgn gereja, sementara dgn cara yg dianjurkan tak mungkin kita lakukan kalau dilingkungan Jabar."
Pertanyaan saya: Apakah sudah pernah dilakukan sociology study untuk menentukan metoda penginjilan yang efektif di Indonesia? Mungkin saja satu metoda efektif pada belahan bumi yang lain tetapi ketika diterapkan di Indonesia ternyata tidak efektif.
Salam hormat,
Saudara - saudara sekalian,
Sepertinya kita belum dewasa dalam perdebatan. Mungkin, kita harus lebih banyak latihan berdebat.
Seandainya saja saya seorang doctor, apakah pemikiran saya pasti selaras dengan pemikiran universitas dimana saya menimba ilmu? Bahkan, di dalam satu alumni universitas pun sering terjadi perbedaan. Oleh karena itu, makanya ada penelitian ilmiah, riset lapangan, pengenalan masalah. Dan, cara pengumpulan data sangat berpengaruh besar terhadap hasil.
Saya beri illustrasi yang nyata:
Di suatu perusahan sabun mandi yang besar, pemiliknya ingin mengurangi keluhan konsumen tentang sering nya ada kotak sabun yang kosong (tak ada sabunnya). Artinya dia harus perbaiki lini produksi dibagian finishing (akhir). Maka dia berkonsultasi dengan pakar yang sangat jenius. Maka para pakar itu pun membuat sebuah mesin pendeteksi untuk mengetahui apakah kotak sabun yang sedang lewat di ban berjalan itu berisi sabun atau tidak. Mereka bahkan membuat mesin x-ray untuk bisa lebih memastikannya. Ternyata, metode ini sangat berhasil menekan kesalahan produksi, tetapi di lain sisi, biaya produksi menjadi sangat tinggi, yang pastinya akan mengurangi laba. Oleh karena itu, maka akan diadakanlah pengurangan tenaga kerja. Tetapi sebelum itu dilakukan, tanpa sengaja si pemilik pabrik berbincang dengan pegawai rendahan, yang secara formal kurang berpendidikan, di perusahaannya itu, tentang masalah perusahaan itu, mengapa langkah pengurangan tenaga kerja harus diambil.
Mendengar cerita si pemilik, pegawai rendahan tersebut hanya diam dan mangguk-mangguk, lalu pergi meninggalkan si pemilik pabrik, dan kemudian kembali lagi dengan membawa kipas angin. Lalu dia mengajak si pemilik untuk memasang kipas angin tersebut di depan dari kotak sabun yang berada dia atas ban berjalan. Ketika dihidupkan, maka ketahuanlah mana kotak sabun yang berisi dan mana kotak sabun yang kosong. Ketika kipas angin meniup kotak sabun yang kosong maka kotak tersebut akan tercampak atau tergeser. Oleh karena ini, PHK pun dapat digagalkan, karena akhirnya si pemilik mengganti mesin pendeteksi tersebut dengan kipas angin yang murah meriah.
Bila saya boleh bertanya:
Apakah pegawai rendahan itu lebih pintar dari para pakar yang mampu membuat mesin pendeteksi/x-ray tersebut?
Apakah kebijakan/tindakan para pakar tersebut bisa mewakili tempat dimana mereka menimba ilmu?
Bagaimana kira-kira pendapat si pegawai rendahan tersebut terhadap para pakar itu?
Yang membuat kita rendah bukanlah masalah besar, tetapi masalah yang kita anggap kecil.
Selamat berdebat.
Syaloom.
Dear All,
Sebelumnya saya mhn maaf kepada khalayak umum, karena rulisan saya yg sudah memposisikan seorang pendeta dgn bahasa umum, karena menurut saya seorang Pendeta adalah seorang yg bisa menjalankan dan menghidupkan Mazmur 23:...
Dan saya tidak berikan tanggapan lagi atas issue ini, karena hanya buang2 waktu saja.
Salam dan selamat malam,
Anpan, Bintaro
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
From: anp...@gmail.comDate: Tue, 28 Jul 2015 14:07:39 +0000To: Advebt Gkibal<advent...@googlegroups.com>ReplyTo: anp...@gmail.com
Subject: Re: [Advent-Global] an kita lakukan?
Simorangkir..sekali lagi sadar dan coba renungkan akan tulisan2mu, semua orang ketua,.mulai dari sejak Anda mempermalukan sdr. Ev. Stevanus, yg anda katakan businessnya yg tidak pantas di katakan di milis umum, banyak lagi hal yg tidak menunjukan martabatmu sebagai seorang doktor dan pejabat uni.
Sering kita bertanya doktornya tammat dari mana!!, thesisnya apa dan siaPa yg buat..
Baynyak yg menyatakan bahwa kwalifikasi tidak lebih baik dari preman sambu, alis sekelas dengan preman Tembung.
Saya buat strategy buat kau agar kau tetap masuk department, dan beberapa kali saya nasihati kau..tapi hasilnya tidak berkwalitas.
Saya khwatir kau kalau tidak terpilih nanti jadi ketua uni..bisa jadi stress..oleh karenanya sadar dan bertobatlah.
Saya tdk perlu kau nasehati..karena saya memang masih dalam bunia yg berdosa.
AnpanSent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
From: samuel simorangkir <simoran...@gmail.com>Sender: advent...@googlegroups.comDate: Tue, 28 Jul 2015 20:53:29 +0700
Dear all,
Apa yang saya lakukan sesuai dengan Firman Tuhan, orang yang salah harus ditegor dan dinasihati kalau tidak akan lebih besar bahayanya.
Saudara Anpan menulis dengan tidak baik tentang saya dan dibaca banyak orang, hal ini harus dinasihati dan harus ada klarifikasi.
Tolong kritik saya, tulisan mana yang salah saya buat dan tidak menunjukkan kasih?
Saya tidak bisa buat teguran japri karena sdr Anpan mengatain saya dimilis.
Salam,
Pdt. S. Simorangkir
On Jul 28, 2015 8:20 PM, "'S. Simbolon' via Advent Global" <advent...@googlegroups.com> wrote:Pdt. Simorangkir Yth,Sebaiknya email ini dibuat melalui Japri, dan saya tidak duga bahwa pak Pendeta sebagai seorang petinggi di UIKB, akan merespon seperti ini.Mohon kita semua membaca berulang-ulang sebelum kita kirim ke milis yang banyak pembacanya, agar kita dapat koreksi yang tidak sesuai untuk dibaca orang banyak.Tuhan memberkati kita.SalamSedia S
From: Samuel Simorangkir <simoran...@gmail.com>
To: advent...@googlegroups.com
Sent: Tuesday, July 28, 2015 5:48 PM
Subject: Re: [Advent-Global] an kita lakukan?
Saudara Anton Panggabean,Tulisan apa yang kamu buat ini.Kenapa kamu bilang dimilis yang penghuninya banyak orang saya doktor abal2 marsahit? yang artinya Doktor yang tidak benar dan sakit-sakitan.Apa kamu tidak berpikir dulu baru menulis dan sebelum memposting dimilis dibaca ulang dan bertanya sama Roh Kudus apakah tulisan ini layak atau tidak,menjadi berkat atau tidak?Tidakkah Tuhan itu baik kepadamu, umurmu sudah diperpanjang, Dia beri kekuatan kepadamu untuk bisa bertahan dalam pergumulan sakit.Tidakkah engkau punya kata hati nurani yang menyadarkan engkau siapa yang engkau kata-katain?Gelar Doktor yang saya terima bukan dari sekolah abal-abal saudara.Itu saya terima dari sekolah Tuhan. Tiga setengah tahun saya belajar, praktekkan dijemaat selama 3 bulan, dan tulis dan oleh karena berkat Tuhan saya berhasil.Saya bersekolah dikirim resmi oleh DKI Konferens, Jakarta dan mulai bersekolah dibulan Oktober 2001 bersama Pdt. Michael Palar, Pdt. MIlton Pardosi.Saya dikirim untuk gelar Doctor of Ministry setelah Pdt. B.F Simanjuntak dan Pdt. M. Sagala.Saya ikut penamatan dibulan Maret 2005, Desertasi yang saya tulis tentang, bagaimana melatih pemimpin Departemen Rumah Tangga agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,sebelum berhasil membuat programnya saya coba lakukan itu beberapa bulan di 5 gereja DKI Jakarta, semua yang saya lakukan diawali dan diakhiri dengan persetujuan berbagai komite.Dihadapan pengajar, siswa/i, tamu International dan tim, oleh karena Kasih Karunia Tuhan, saya berhasil mempresentasikan dan mempertahankan tulisan saya dan akhirnya tulisan desertasi saya masukmenjadi bahagian dari buku perpustakaan AIIAS.Mentoring adalah cara yang saya anjurkan untuk dilakukan didalam melatih pemimpin dan itu saya coba praktekkan selama 5 tahun sebagai direktur Komunikasi dan Kebebasan beragama di DKI Jakarta dan 5 tahun di UIKB.Bukan itu saja, selama 3 setengah tahun belajar di AIIAS, Tuhan memberikan kesempatan kepada saya untuk jadi pemimpin mahasiswa/i Indonesia (PPMIP) dan menjadi pemimpin mahasiswa/i AIIAS (KEtua Student Association) yang berasal dari 62 negara. 2 perkara besar terjadi pada waktu itu, studen lounge bertaraf international dapat dinikmati oleh mahasiswa/i AIIAS dan disaat yang sama kami memiliki kerja sama yang baik dengan rektor dan dosen didalam mengatasi masalah pelik yang terjadi antara seorang Mahasiwi yang diperlakukan tidak adil oleh dosennya.Baru-baru ini dalam pertemuan GC yang ke 60, San Antonio Texas, saya banyak bertemu dengan teman-teman yang pernah bersekolah di AIIAS, bahkan ada pertemuan khusus dilakukan oleh AIIAS.Dunia Advent bahkan dunia pendidikan mengenal AIIAS bukanlah sekolah abal-abal.
Disaat yang sama, isteri saya juga berhasil saya mentor untuk dapat menyelesaikan pendidikan s2 dari AIIAS, Master Education.
Samuel Simorangkir D.Min
Communication, PARL,
AWR & Jakarta Studio Director
West Indonesia Union Mission.
+6282113265659 / 08889105740
www.adventist.or.id
--
Ya Betul,
Dan jika boleh pak Anpan bolehlah berbesar hati minta maaf karena sudah mengatakan Pak Pdt SS sebagai Doktor Abal-abal, karena perkataan ini menyakitkan...
...Dan balasan Pak Pdt SS juga memang tidak tepat yang menyinggung tentang penyakit Pak Anpan..inipun sama-sama menyakitkan.
Andai Pak Pdt SS menjawab: “Terimakasih dan mohon maaf jika belum memenuhi ekspektasi Pak Anpan” tentu hati umat akan condong kepada kerendahan hati Pak Pdt SS dan Tuhan tentu tidak akan diam melihat hambaNya dianiaya secara verbal.
Ah...nasi sudah menjadi bubur...kata-kata sudah terucap, sakit hati sudah tertanam...namun kiranya kerendahan hati bisa mengobati hati yang luka.
Salam
Edi Limbong
Emang nya sekolah Tuhan itu hanya sekolah Advent ya? diluar itu bukan milik Tuhan? Bukan kah seluruh alam semesta ini milik Tuhan?
Eheheh supaya adem ganti fokus
Namun hendaknya saling menghormati saja Pak Maringan, apalagi guideline nya sudah Yesus berikan dalam Matius 7:12 - Apapun yang kamu kehendaki orang lain perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka...
Jika kita kasar, maka jangan kita berharap lawan bicara kita tetap lembut...siap-siaplah menerima jawaban kasar juga, dan itu layak kita terima.
Salam
Edi limbong
From: advent...@googlegroups.com [mailto:advent...@googlegroups.com] On Behalf Of maringan marpaung
Sent: 29 Juli 2015 13:12
To: advent...@googlegroups.com
Itu betul bro...
Yang saya sampaikan, jika Kita kasar kepada orang lain...maka jangan kita berharap orang itu lembut kepada kita...
Copas:
--
Teorinya/doktrinnya sih benar, tapi faktanya adalah sbb:
1. Balaslah 10 x lipat.
2. Kalau berbisnis sama2 untung is OK, tapi ternyata meleset menjadi sama2 buntung, sorry ya, you keep stay here, lalu diam2 saya kabur ( run away to save my self). Namanya juga bisnis, selamatkan diri dulu dong dengan segala cara.
3. Bila ada prospek bisnis tapi kurang modal, saya akan pinjam uang pake surat perjanjian dan jaminan surat2. Ternyata berhasil komitmenpun terpenuhi. Bila ternyata meleset/gagal, lu pegang aja tuh surat2, barangnya tetap sama saya.
4. Menginjil/bergereja tetap aktif.
Boleh kan bro?
Salam,
Fred TPSimamora
Bintaro Jaya
Terkirim dari: Lenovo P90
Terima kasih banyak Pdt. Kuntaraf untuk penguraiannya yang begitu gamblang. Teladan bapak sebagai pengerja patut dicontoh terutama kerendahan hati bapak yang kami lihat selama ini. Kiranya Tuhan memberkati bapak Dan Ibu Kuntaraf dengan limpahnya. Salam hormat, Kel. Pdt. Tjatur |
Dear all,
Apa yang saya lakukan sesuai dengan Firman Tuhan, orang yang salah harus ditegor dan dinasihati kalau tidak akan lebih besar bahayanya.
Saudara Anpan menulis dengan tidak baik tentang saya dan dibaca banyak orang, hal ini harus dinasihati dan harus ada klarifikasi.
Tolong kritik saya, tulisan mana yang salah saya buat dan tidak menunjukkan kasih?
Saya tidak bisa buat teguran japri karena sdr Anpan mengatain saya dimilis.
Salam,
Pdt. S. SimorangkirOn Jul 28, 2015 8:20 PM, "'S. Simbolon' via Advent Global" <advent...@googlegroups.com> wrote:
Pdt. Simorangkir Yth,Sebaiknya email ini dibuat melalui Japri, dan saya tidak duga bahwa pak Pendeta sebagai seorang petinggi di UIKB, akan merespon seperti ini.Mohon kita semua membaca berulang-ulang sebelum kita kirim ke milis yang banyak pembacanya, agar kita dapat koreksi yang tidak sesuai untuk dibaca orang banyak.Tuhan memberkati kita.SalamSedia S
From: Samuel Simorangkir <simoran...@gmail.com>
To: advent...@googlegroups.com
Sent: Tuesday, July 28, 2015 5:48 PM
Subject: Re: [Advent-Global] an kita lakukan?
Saudara Anton Panggabean,Tulisan apa yang kamu buat ini.Kenapa kamu bilang dimilis yang penghuninya banyak orang saya doktor abal2 marsahit? yang artinya Doktor yang tidak benar dan sakit-sakitan.Apa kamu tidak berpikir dulu baru menulis dan sebelum memposting dimilis dibaca ulang dan bertanya sama Roh Kudus apakah tulisan ini layak atau tidak,menjadi berkat atau tidak?Tidakkah Tuhan itu baik kepadamu, umurmu sudah diperpanjang, Dia beri kekuatan kepadamu untuk bisa bertahan dalam pergumulan sakit.Tidakkah engkau punya kata hati nurani yang menyadarkan engkau siapa yang engkau kata-katain?Gelar Doktor yang saya terima bukan dari sekolah abal-abal saudara.Itu saya terima dari sekolah Tuhan. Tiga setengah tahun saya belajar, praktekkan dijemaat selama 3 bulan, dan tulis dan oleh karena berkat Tuhan saya berhasil.Saya bersekolah dikirim resmi oleh DKI Konferens, Jakarta dan mulai bersekolah dibulan Oktober 2001 bersama Pdt. Michael Palar, Pdt. MIlton Pardosi.Saya dikirim untuk gelar Doctor of Ministry setelah Pdt. B.F Simanjuntak dan Pdt. M. Sagala.Saya ikut penamatan dibulan Maret 2005, Desertasi yang saya tulis tentang, bagaimana melatih pemimpin Departemen Rumah Tangga agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,sebelum berhasil membuat programnya saya coba lakukan itu beberapa bulan di 5 gereja DKI Jakarta, semua yang saya lakukan diawali dan diakhiri dengan persetujuan berbagai komite.Dihadapan pengajar, siswa/i, tamu International dan tim, oleh karena Kasih Karunia Tuhan, saya berhasil mempresentasikan dan mempertahankan tulisan saya dan akhirnya tulisan desertasi saya masukmenjadi bahagian dari buku perpustakaan AIIAS.Mentoring adalah cara yang saya anjurkan untuk dilakukan didalam melatih pemimpin dan itu saya coba praktekkan selama 5 tahun sebagai direktur Komunikasi dan Kebebasan beragama di DKI Jakarta dan 5 tahun di UIKB.Bukan itu saja, selama 3 setengah tahun belajar di AIIAS, Tuhan memberikan kesempatan kepada saya untuk jadi pemimpin mahasiswa/i Indonesia (PPMIP) dan menjadi pemimpin mahasiswa/i AIIAS (KEtua Student Association) yang berasal dari 62 negara. 2 perkara besar terjadi pada waktu itu, studen lounge bertaraf international dapat dinikmati oleh mahasiswa/i AIIAS dan disaat yang sama kami memiliki kerja sama yang baik dengan rektor dan dosen didalam mengatasi masalah pelik yang terjadi antara seorang Mahasiwi yang diperlakukan tidak adil oleh dosennya.Baru-baru ini dalam pertemuan GC yang ke 60, San Antonio Texas, saya banyak bertemu dengan teman-teman yang pernah bersekolah di AIIAS, bahkan ada pertemuan khusus dilakukan oleh AIIAS.Dunia Advent bahkan dunia pendidikan mengenal AIIAS bukanlah sekolah abal-abal.
Disaat yang sama, isteri saya juga berhasil saya mentor untuk dapat menyelesaikan pendidikan s2 dari AIIAS, Master Education.
2 Anak saya bersekolah dan berhasil menyelesaikan pendidikan elementry disekolah international AIIAS.Sepulang dari AIIAS, pimpinan UNAI pernah meminta kepada kami agar mau mengajar di UNAI, tapi kami memilih untuk melayani jemaat.Saya terpaksa sampaikan hal ini, karena memang pengetahuan saudara Anton Panggabean masih terbatas dan belum pernah bersekolah di AIIAS, mereka yang sudah pernah bersekolah di AIIAS sudah pastitidak akan pernah berani mengata-ngatai orang yang sudah berhasil dan tamat dengan baik di sekolah AIIAS.Pelayanan yang saya lakukan di milis memang sepertinya jauh dari apa yang disangka orang tentang orang yang sudah berhasil mendapat gelar doctor, itu memang harus saya lakukan agar level pengetahuan, emosidan expetasi bisa sama dengan saudara yang belum mendapatkan gelar doctor. Saya bersama pimpinan dapat mengukur dan mengetahui apa yang ada dibenak jemaat, apa yang diharapkan dan kami bisa kendalikan melalui sarana informasi yang non formal dimilis-milis.Bertobatlah, jangan mengata-ngatai hamba Tuhan. Semua yang kita lakukan mesti ada akibatnya. Tuhan tidak mau hambaNya dikata-katai.Terimakasih.Pdt. S. Simorangkir
On Jul 27, 2015, at 9:35 AM, anp...@gmail.com wrote:
Samuel Simorangkir D.Min
Communication, PARL,
AWR & Jakarta Studio Director
West Indonesia Union Mission.
+6282113265659 / 08889105740
www.adventist.or.id
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.