HAL: Re: [Advent-Global] an kita lakukan?

103 views
Skip to first unread message

siswanty_newone

unread,
Jul 28, 2015, 8:27:54 AM7/28/15
to advent...@googlegroups.com
Mantap do akka appen on... Tiap ari mandok karakter...kasih..menginjil ..



Dikirim dari perangkat Samsung saya


-------- Pesan asli --------
Dari: 'Maringan Marbun' via Advent Global <advent...@googlegroups.com>
Tanggal: 28/07/2015 19:04 (GMT+07:00)
Ke: advent...@googlegroups.com
Subjek: Re: [Advent-Global] an kita lakukan?

Dear All,

Halo....halo.....halo.

Unang gabe songon jadi bo.....

Maila hita.


Horas

Mm

Sent from my iPad

On Jul 28, 2015, at 5:39 PM, samuel simorangkir <simoran...@gmail.com> wrote:

Saudara Anton Panggabean,


Tulisan apa yang kamu buat ini.

Kenapa kamu bilang dimilis yang penghuninya banyak orang saya doktor abal2 marsahit? yang artinya Doktor yang tidak benar dan sakit-sakitan.

Apa kamu tidak berpikir dulu baru menulis dan sebelum memposting dimilis dibaca ulang dan bertanya sama Roh Kudus apakah tulisan ini layak atau tidak, menjadi berkat atau tidak?

Tidakkah Tuhan itu baik kepadamu, umurmu sudah diperpanjang, Dia beri kekuatan kepadamu untuk bisa bertahan dalam pergumulan sakit.

Tidakkah engkau punya kata hati nurani yang menyadarkan engkau siapa yang engkau kata-katain?

Gelar Doktor yang saya terima bukan dari sekolah abal-abal saudara.

Itu saya terima dari sekolah Tuhan. Tiga setengah tahun saya belajar, praktekkan dijemaat selama 3 bulan, dan tulis dan oleh karena berkat Tuhan saya berhasil.

Saya bersekolah dikirim resmi oleh DKI Konferens, Jakarta dan mulai bersekolah dibulan Oktober 2001 bersama Pdt. Michael Palar, Pdt. MIlton Pardosi. 

Saya dikirim untuk gelar Doctor of Ministry setelah Pdt. B.F Simanjuntak dan Pdt. M. Sagala.

Saya ikut penamatan dibulan Maret 2005, Desertasi yang saya tulis tentang, bagaimana melatih pemimpin Departemen Rumah Tangga agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, 

sebelum berhasil membuat programnya saya coba lakukan itu beberapa bulan di 5 gereja DKI Jakarta, semua yang saya lakukan diawali dan diakhiri dengan persetujuan berbagai komite.

Dihadapan pengajar, siswa/i, tamu International dan tim, oleh karena Kasih Karunia Tuhan, saya berhasil mempresentasikan dan mempertahankan tulisan saya dan akhirnya tulisan desertasi saya masuk menjadi bahagian dari buku perpustakaan AIIAS.

Mentoring adalah cara yang saya anjurkan untuk dilakukan didalam melatih pemimpin dan itu saya coba praktekkan selama 5 tahun sebagai direktur Komunikasi dan Kebebasan beragama di DKI Jakarta dan 5 tahun di UIKB. 

Bukan itu saja, selama 3 setengah tahun belajar di AIIAS, Tuhan memberikan kesempatan kepada saya untuk jadi pemimpin mahasiswa/i Indonesia (PPMIP) dan menjadi pemimpin mahasiswa/i AIIAS (KEtua Student Association) yang berasal dari 62 negara. 2 perkara besar terjadi pada waktu itu, studen lounge bertaraf international dapat dinikmati oleh mahasiswa/i AIIAS dan disaat yang sama kami memiliki kerja sama yang baik dengan rektor dan dosen didalam mengatasi masalah pelik yang terjadi antara seorang Mahasiwi yang diperlakukan tidak adil oleh dosennya. 

Baru-baru ini dalam pertemuan GC yang ke 60, San Antonio Texas, saya banyak bertemu dengan teman-teman yang pernah bersekolah di AIIAS, bahkan ada pertemuan khusus dilakukan oleh AIIAS. Dunia Advent bahkan dunia pendidikan mengenal AIIAS bukanlah sekolah abal-abal.

Disaat yang sama, isteri saya juga berhasil saya mentor untuk dapat menyelesaikan pendidikan S2 dari AIIAS, Master Education.

2 Anak saya bersekolah dan berhasil menyelesaikan pendidikan elementry disekolah international AIIAS.

Sepulang dari AIIAS, pimpinan UNAI pernah meminta kepada kami agar mau mengajar di UNAI, tapi kami memilih untuk melayani jemaat.

Saya terpaksa sampaikan hal ini, karena memang pengetahuan saudara Anton Panggabean masih terbatas dan belum pernah bersekolah di AIIAS, mereka yang sudah pernah bersekolah di AIIAS sudah pasti tidak akan pernah berani mengata-ngatai orang yang sudah berhasil dan tamat dengan baik di sekolah AIIAS.

Pelayanan yang saya lakukan di milis memang sepertinya jauh dari apa yang disangka orang tentang orang yang sudah berhasil mendapat gelar doctor, itu memang harus saya lakukan agar level pengetahuan, emosi

dan expetasi bisa sama dengan saudara yang belum mendapatkan gelar doctor. Saya bersama pimpinan dapat mengukur dan mengetahui apa yang ada dibenak jemaat, apa yang diharapkan dan kami bisa kendalikan melalui sarana informasi yang non formal dimilis-milis.

Bertobatlah, jangan mengata-ngatai hamba Tuhan. Semua yang kita lakukan mesti ada akibatnya. Tuhan tidak mau hambaNya dikata-katai.


Terimakasih.


Pdt. S. Simorangkir


2015-07-27 9:35 GMT+07:00 <anp...@gmail.com>:
Unang pe sai alo2 ibana, doktor abal2 na marsahit do. Harusnya dia bersyukur di beri masukan..untuk bahan evaluasinya.

Selamat bekerja, Anpan
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: maringan marpaung <maringan...@gmail.com>
Date: Mon, 27 Jul 2015 08:53:04 +0700
Subject: Re: [Advent-Global] an kita lakukan?

Pak anpan

Seperti lagu rombongan Bapak waktu kebaktian Di serpong sabat lalu

Sy tdk merasa diadili atau bermusuhan.  Sy anggota biasa ini mana mungkin punya niat ada musuh apalagi dgn pimpinan yg terhormat dimilist ini

Syalom

On Jul 27, 2015 8:49 AM, <anp...@gmail.com> wrote:
Masih pagi sudah seperti pengadilan saja..., mungkin lupa berdoa mohon berkat pagi ini... Sehingga yg hinggap adalah kuasa permusuhan..

Haaa...seru deh..,
Anpan
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: "'Maringan Marbun' via Advent Global" <advent...@googlegroups.com>
Date: Mon, 27 Jul 2015 08:19:44 +0700
Subject: Re: [Advent-Global] an kita lakukan?

Tolong di clearkan. Maringan Marpaung atau Maringan Marbun.

Thanks

Sent from my iPad

On Jul 27, 2015, at 6:23 AM, samuel simorangkir <simoran...@gmail.com> wrote:

Dear sdr Maringan Marpaung,

Syalom!

Saya sangat terkejut membaca tulisan saudara disubject ini dan yang lebih terkejut lagi saya perhatikan tidak ada yang membalas dan mencoba untuk meluruskan persepsi yang sudah saudara tuliskan.

Mohon saudara Maringan Marbun memberikan bukti dan alasan sesuai dengan apa yang sudara tuliskan:

1. Program penginjilan mana yang kita copy/paste dari gereja lain sehingga hasilnya tidak maksimal dan ada kesan jemaat dibodohi?

2. Siapa pemimpin yang hanya bisa teori tapi kenyataannya tidak berhasil dijemaat? (bukankah para pemimpiin yang dipilih oleh jemaat melalui utusannnya telah memilih pemimpin yang mereka tau selama ini sudah berpengalalman diladang/dijemaat?).

3. Mengapa sdr Maringan Marpaung menyatakan, KKR cukup satu kali satu tahun saja? apakah saudara sudah punya pengalaman melakukannya?

Terimakasih untuk penjelesannya, ditunggu.

Salam berkat,

Pdt. S. Simorangkir



2015-07-25 21:44 GMT+07:00 maringan marpaung <maringan...@gmail.com>:

Dear yth

Sy senang membaca tulisan dari orang tua sy dimilist ini.

Ingin melakukan penginjilan dengan konsep yg Di buat organisasi dan apa yg diajarkan pimpinan kita juga hasil dari coplas dan copy paste dari gereja lain dan hasilnya bisa dilihat sekarang tdk ada dampaknya bagi gereja.

Jemaat dibodohi dan decekokin dgn ajaran dan konsep yg bukan atas inspirasi Tuhan bagi mereka tapi hasil studi banding dan sampai Tuhan Datang pasti hasilnya tdk maksimal krn Kita melakukan hasil contekan dari gereja yg tdk special.

Coba ditanya para pemimpin kita kalau boleh mereka jujur apakah mereka dan sdh berapa jiwa yg mereka sendiri dapatkan dengan teori mereka. Mereka sendiri tdk bisa buktikan bagaimana menarik jiwa  dan Jemaat tdk bs lihat dan  buktikan. Tuhan dan Malaikat Hanya bisa bersedih.

Gereja lain buat KKR bukan utk membaptiskan orang tapi utk penyegaran dan penguatan iman Jemaat spy siap berperang namun digereja advent KKR sampai berbusa2 hasilnya paling 20 org itupun sdh dibanggakan dan hanya itu metode yg pimpinan kita tau dari tahun ketahun

Pimpinan kita cuman bisa teori tdk ada fakta konkrit dan hanya bisa menjelaskan dikhotbah dan diseminar. Sampai habis masa kerjanya diorganisasi tanpa ada hasil yg bisa ditulis dalam buku sejarah gereja atau organisasi.

Tulisan sy ini sangat keras dan semuanya ada dasarnya dan bukan utk mencari sensasi.

Kalau ada mulai dari pimpinan sampai level pastor yg bisa membuktikan hebat dalam penarikan jiwa ayo berikan bukti dan hasilnya berapa banyak sehingga bisa dicontoh Jemaat.

Itu sebabnya KKR sekarang sudah tidak jamannya lagi jd program organisasi tapi KKR cukup sekali setahun

Kalau sy salah mohon maaf tapi Tauladan dan sifat gembala yg seperti Yesus atau jaman dulu sdh tdk ada dan jarang didapati dari level pimpinan sampai gembala dan inilah yg membuat program penarikan jiwa tdk maksimal. Kecuali ada umat2 Tuhan yg gigih dalam pelayanan melebihi dari gembala dan ada juga Gembala yg setia namun tdk banyak

Syalom

On Jul 14, 2015 3:50 PM, "P. A. Siboro" <p...@siboro.com> wrote:

Bro. Tampubolon ykk,

Sama pendapat dan pengalaman kita. Kita hanya disuruh menginjil tetapi tdk diberitahu caranya. Kita lakukan menurut yg kita tahu, dianggap tak setuju dgn dgn gereja, sementara dgn cara yg dianjurkan tak mungkin kita lakukan kalau dilingkungan Jabar,

Kalau di tempat mayoritas Kristen mungkin tidk apa. Tetapi kalu di mayoritas Saudara Sepupu kita?

Sebenarnya kalau dilihat dari kualitas para pimpinan kita yg sdh tinggi-tinggi pendidikannya, sewajarnyalah membuat "research" dulu bagaimana cara terbaik menginjil di satu-satu daerah tertentu. Tetapi kenyataannya??? Cara masih tetap seperti waktu para pimpinan masih D1, dan D2n kira-kira 30 tahun yg lalu!

Tetapi sudahlah. Marilah kita menginjil sesuai dgn karunia yg diberikan Tuhan kepada masing-masing kita!

GBU

PAS <p...@siboro.com>
GC, Bdg



P. A. Siboro (p...@siboro.com)

From: roy tampubolon <roy.gm...@gmail.com>
Date: Tue, 14 Jul 2015 15:33:50 +0800
Subject: Re: [Advent-Global] RE: Bls: [Daerah_SKT:2164] Setelah rapat GC ke 60 ditutup, apa yang akan kita lakukan?

Shalom Abang Siboro,

Saya sangat setuju dengan abang. Tapi kenyataannya dilapangan, kalau ada perbedaan dengan organisasi, kita langsung dianggap 'para bidat'. Kalau saya boleh bertanya, sebatas manakah arti dari kata "Penginjilan"?
Itulah sebabnya saya katakan gereja kita bertumbuh namun tidak berkembang.

Shalom,

Roy

On Jul 14, 2015 10:11 AM, "P. A. Siboro" <p...@siboro.com> wrote:


Sdr. Tampubolon et al.,

Hehehe, dana lebih 500 juta dihabiskan, padahal baptisan 99 persen anak anggota! Kenapa?

Tahun 50 - 60- han anak-anak anggota dibaptiskan tanpa biaya, kok. Mengapa sekarang lalu dgn biaya mahal!

Tahun-tahun dulu KKR (yg disebut Ceramah Umum) lamanya 30-40 hari, kok sekarang hanya 3-7 hari. Mungkinkah orang bertobat dlm tempo sesingkat itu?

Kalau calon sdh disiapkan sebelumnya, mengapa harus KKR lagi dgn biaya tinggi?

Apakah uang sebanyak itu tidak bisa digunakan Gereja utk mengadakan pelayanan masyarakat secara berkesinambungan, umpamanya mendirikan panti Jompo, panti asuhan, beasiswa anak-anak tak mampu di dlm maupun diluar gereja, mendidik anggota gereja suatu ketrampilan supaya bisa hidup secaraa wajar (pemberdayaan masyarakat anggota bagi yg blm ada pekerjaan), dsb, yg ujung-ujungnya juga adalah menarik jiwa-jiwa kepada Kristus?

Tentu para gembala kita akan lbh banyak lagis yg bisa mereka buat. Tidak seperti kami rakyat jelata yg hanya S1, S2, S3 (SD, SMP, SMA) bahkan ada yg hanya ST (es teler), hahaha.

Mari kita menginjil dgn cara Jesus, melayani dulu baru memberitakan Injil. Akan jauh lbh ampuh itu jika dilakukan secara terstruktur dlm gereja dari pada hanya dilakukan orang seorang!


Sekian masukan.

GBU

PAS <p...@siboro.com>
GC, Bdg.




P. A. Siboro (p...@siboro.com)

From: roy tampubolon <roy.gm...@gmail.com>
Date: Tue, 14 Jul 2015 09:44:49 +0800
Subject: Re: [Advent-Global] RE: Bls: [Daerah_SKT:2164] Setelah rapat GC ke 60 ditutup, apa yang akan kita lakukan?

Shalom,

Di daerah saya, beberapa bulan lalu diadakan KKR, yang walaupun menghabiskan dana sebesar kurang lebih 500 juta, tapi puji Tuhan ada sekitar 100 orang anak Tuhan yang dibaptis. KKR ini sangat membantu gereja, karena bila KKR ini tidak ada maka gereja masing-masing lah yang akan melakukan baptisan, karena para anggota yang dibaptis bisa dikatakan 99% adalah anak orang Advent. Saya melihat, betapa berharganya jiwa di mata Tuhan dan gereja kita (Advent) memang bertumbuh, tapi tidak berkembang.

Mungkin inilah hasil pandangan saya dari kaum yang seadanya.

Wassalam,

Roy

On Jul 14, 2015 8:26 AM, "Hendrik Sinaga" <hendrik...@hotmail.com> wrote:
Shalom amang PA Siboro,

Mohon maaf saya terdorong masuk dalam perdebatan ini, oleh karena saya menganggap ini perdebatan bukan permohonan maupun kesaksian.

Pdt. Simorangkir tidak mungkin tidak tahu cara menginjil, karena beliau adalah mempunyai profesi sebagai Pendeta dan bahkan mempunyai gelar DOKTOR dalam Ministrial lagi.

Demikian juga Pdt. Simorangkir menganggap (sama dengan saya) bahwa bapak PA Siboro tidak tahu cara menginjil karena bapak sendiri yang menyatakan dalam kutipan: "Soal memberitakan Injil sdh lama Yesus katakan kepada kami, bukan baru dengar pada masa ini. Bukan baru sekarang!".

Saya ingin memperkenalkan diri dengan kerendahan hati bahwa sebagai anggota awam GMAHK saya sudah sangat lama berkecimpung dalam penginjilan dan berani memberikan kesimpulan bahwa model penginjilan yang membumi yang bapak maksud adalah penginjilan model Yesus yaitu: reach up, reach accross & reach out yang memberikan makna:
1. Bahwa penginjilan kita akan berhasil apabila kita sendiri sudah mempunyai hubungan yang khusus dengan Tuhan pemberi kuasa dan kita melakukan segala sesuatu adalah untuk kemuliaanNya bukan untuk ketenaran kita dan kepentingan kita sendiri, Rasul Paulus bahkan berkata, hidupku ini bukan aku lagi tetapi Yesus yang hidup dalam aku, dia meninggalkan dirinya sendiri dan mempersilahkan Yesus yang menguasai kehidupannya, keinginannya dan cita-citanya.

2. Reach accros memberikan makna bahwa kita tidak bisa kerja sendirian, walaupun sudah memiliki power/kuasa dari Tuhan Yesus, kita perlu bekerjasama dengan anggota jemaat, istri, suami dan anak. Membangun kerjasama, saling membutuhkan dan memperhatikan kepentingan mereka. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kita harus lebih memikirkan keperluan orang lain dan kepentingan kita adalah berikutnya; tidak mungkin kita berhasil dalam penginjilan apabila kita tidak dapat berbaur dan menjadi garam dalam masyarakat dimana kita tinggal.

3. Reach out memberikan hasil dari reach up & reach accross, kita dimampukan untuk menjangkau orang lain dari buah kehidupan kita melalui sentuhan pribadi, sentuhan bersama anggota keluarga/jemaat/kelompok kecil dan di follow up dengan KPA serta ditutup dengan pengakuan dan penerimaan bahwa Yesus adalah Allah yang patut disembah dan dimuliakan apakah dibaptis atau belum dibaptis itu adalah pekerjaan Roh Kudus.

Tidak ada model/cara yang eksakta dalam penginjilan dan bahkan kita tidak memastikan bahwa model yang kita gunakan akan menghasilkan buah yang manis, karena bisa saja buah yang pahit bahkan seperti bumerang bagi kita; yang harus kita lakukan adalah agar kehidupan kita secara holistik menghidupkan kehidupan Yesus, maka Yesus berkata bahwa kita adalah penginjil yang berhasil oleh karena manusia dan bahkan diri kita sendiri sering tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa kita sudah berhasi atau tidak berhasil. Penilai yang sejati dan pasti tidak salah hanyalah Allah kita di Surga.

Sekiranya bapak mau sharing lebih banyak mengenai penginjilan, saya bersedia sebagai awam untuk mendiskusikan atau memberikan kesaksian hidup bagaimana kami berhasil menjalankan small group maupun pribadi dalam penginjilan.

Saya sendiri telah memperoleh gelar S3 dari pengalaman penginjil awam dan tidak mengharapkan pujian dan gaji dari manusia apalagi dari organisasi SDA karena Tuhan telah mencukupkan dengan gaji dari kantor hehe, saat ini saya sedang mengambil S3 di universitas Negeri.

Semoga apa yang saya sampaikan ini berkenan kepada amang, suatu saat saya bisa bertemu di GC (Gereja Cihampelas) karena belum mempunyai kesempatan ke GC yang di USA hehe....

Shalom,
Hendrik Gomar Sinaga
Anggota awam GMAHK Jemaat Spero Immanuel Batam


Subject: Re: Bls: [Daerah_SKT:2164] Setelah rapat GC ke 60 ditutup, apa yang akan kita lakukan?
To: daer...@googlegroups.com; advent-i...@googlegeoups.com
From: p...@siboro.com
Date: Mon, 13 Jul 2015 16:29:31 +0000


Jangan mengaurkan masalah, Pdt. Mari kita fokus pada persoalan.

Kami anggota awan butuh CARA yg "membumi" utk menginjil, yg bisa berhasil dilakukan oleh kami orang awam, jangan hanya slogan, khususnya di daerah kami daerah yg penduduknya mayoritas dihuni oleh saudara sepupu saya! Itu masalah yg kita bicarakan, bukan yg lain-lain, apalagi menyangkut gaji.

Mengenai kalimat "Not how much you know that count, but how much you do to others that concern" itu adalah cuplikan kalimat pada khotbah di GC Session (lupa siapa pengkhotbahnya) dan yg juga disiarkan di Hope Channel!

Nah, hanya ngomong ke others tdk akan berhasil. Bagaimana caranya to do something to others agar . . . ? Itulah yg kami harapkan, jangan kami hanya disuruh menginjil terus dgn berbagai slogan tanpa memperdulikan masalah yg kami hadapi.

Soal memberitakan Injil sdh lama Yesus katakan kepada kami, bukan baru dengar pada masa ini. Bukan baru sekarang!

Mohon maaf, Pdt. Saya sama sekali tidak ada maksud jahat, apalagi soal mengkritik. Dan kalaupun itu dianggap mengiritik, bukan dgn maksud buruk kok, hanya supaya kita makin jujur kepada diri kita sendiri. "Kritik" saya itu sebetulnya mahal harganya.

Kalau Anda tdk tahu bagaimana caranya, bilang saja tdk tahu, jangan ngaur sampai ke gaji yg tdk berpengaruh. Kami yg tak digaji ini bisa "tersinggung."

Maaf, saya yg dungu ini sepeerti menggurui. Sama sekali tdk bermaksud demikian.

GBU

PAS
GC, Bdg.




P. A. Siboro (p...@siboro.com)

Date: Mon, 13 Jul 2015 08:30:55 -0600
Subject: Re: Bls: [Daerah_SKT:2163] Setelah rapat GC ke 60 ditutup, apa yang akan kita lakukan?

Syalom!

Pak Siboro yang baik, jangan lupa yach.....karena bapak bergaji duluan baru saya he...he.....he

Tuhan kasih gaji atau pendapatan kepada bapak untuk bapak dan keliuarga dan karena iman bapak kepada Tuhan maka bapak kembalikan 10% untuk Tuhan dan yang 10% itu dikasih Tuhan buat saya (hamba-hamba Tuhan)). Jadi....kalau bapak atau jemaat tidak dapt gaji terlebih dahulu maka kamipun belum bisa dapat gaji.

Balasan surat saya menjawab tulisan bapak sebelumnya, bukan apa yang kamusebutkan tapi apa yang kamu lakukan terhadap jemaat.
Lalu saya ceritakanlah tentang apa yang sudah saya lakukan.

Mustahil bapak merasa bodh untuk menginjil, bpk sudah diberkati Tuhan selama ini, bpk sudah pernah bekerja di mission dan bekerja ditempat yang bukan mission, tentu sudah banyak pengalaman yang bisa dijadikan inspirasi menginjil.

Tuhan tau apa motivasi bapak yang selalu memberikan response terhadp apa yang saya informasikan dan Tuhan kita yang baik tetap sabar melihat kita berdua agar boleh saling mendukung dan saling mengasihi agar siap dibawa kesorga. Amin..


Salam berkat,

Pdt. S. Simorangkir


Sent from my iPhone

On Jul 13, 2015, at 7:38 AM, P. A. Siboro <p...@siboro.com> wrote:


Sabar Pdt. Simorangkir! Jangan terus jadi gusar seperti itu, sampai menyangkutkan masalah dgn gaji Anda.

Anda yg dapat gaji saja langsung seperti itu, bagaimana jadinya dgn kami yg tdk dapat gaji ini?????

Anda yg pendeta saja blm tentu tahu bagaimana caranya menginjil itu, apalagi kami yg bodoh dan bukan pendeta ini?

Org minta program konkrit kok dianggap mengkritik, luar biasaaaaa! Bukankah Anda pemimpin, tempat bertanya? Jangan begitulahhhhh. Yg digaji saja sdh begitu, bagaimana dgn yg harus mengeluarkan biaya ini???????

Semoga Tuhan menganugerahkan hikmat dan akal budi kepada Saudara Pdt DR. S. Simorangkir, MDiv.

GBU

PAS
GC, Bdg.

P. A. Siboro (p...@siboro.com)

Date: Mon, 13 Jul 2015 04:29:05 -0600
Subject: Re: Bls: [Daerah_SKT:2161] Setelah rapat GC ke 60 ditutup, apa yang akan kita lakukan?

Syalom!

Saya berharap pak Siboro dan anggota milis lainnya sudah melihat pelayanan yang sungguh-sungguh audah silakukan selama 5 tahun ini. Tidak hanya slogan tapi karakter Yesus yang dihidupkan.

Salah satu contoh, karena Roh Kuduslah yang mendorong saya tetap rajin mengingatkan jemaat tentang program gereja, tetap sabar walaupun sepertinya tidak diperhatikan maupundikritik.
Itu buah dari hasil pengenaln akan Kristus melalui program gereja yang dikerjakan.

Terus terang, dengan membiat atau tidak membiat promosi program tidk menbah gaji saya tapi karena saya tau betapa bermanfaatnya program gereja jika dilakukan bersama maka iman saya dan jemaat akan bertumbuh.

Selarang pilihan ada ditangan jemaat, tetap menjadi orang yang selalu bersikap pesimis atau menghakimi atau berubah menjadi orang yang positive dan kooperatif melakukan pekerjaan Tuhan. Bagi saya pribadi setelah saya melihat banyak kesakaian di acara GC hati saya semakin dikuatkan termyata program-program yang selam ini saya promosikan benar-benarr diberkati Tuhan (membumi) dan berfyngsi untuk jemaat didalam menyambut kedatangan Yesus yang ke dua kali.

Salam berkat,

Pdt. S. Simorangkir

Sent from my iPhone

On Jul 12, 2015, at 9:04 AM, 'Marudut Pintubatu' via MAHK DSKT <daer...@googlegroups.com> wrote:

Amin........



Pada Minggu, 12 Juli 2015 21:58, P. A. Siboro <p...@siboro.com> menulis:



Pdt. Simorangkir yth,

Bolehkah para pemimpin membuat suatu rencana pembweritaan Injil yg lebih "membumi" jangan hanya bersifat slogan-slogan di awang-awang saja?

Rakyat jelata menunggu pelaksanaan, bukan cuma slogan-sloga doang!

Not what you say that concerns others but what you do for them!

GBU

PAS
GC, Bdg.


P. A. Siboro (p...@siboro.com)

From: samuel simorangkir <simoran...@gmail.com>
Date: Sun, 12 Jul 2015 08:55:39 -0500
Subject: [Daerah_SKT:2155] Setelah rapat GC ke 60 ditutup, apa yang akan kita lakukan?

Kepada yth: Ketua Daerah/Konferens, Pendeta dan tua-tua jemaat dan anggota milis,

Syalom!

Rapat GC yang ke 60 telah ber'akhir, apakah rasa ingin tau kita masih tinggi sama seperti hausnya informasi kita terhadap siap-siapa saja yang sudah terpilih di GC dan Divisi (SSD)?
Budaya lama seperti ini harus dirubah, rapat-rapat organisasi hendaknya janganlah fokus hanya kepada pergantian atau pemilihan pemimpin, tapi kita harus ingat: dirapat organisasi seperti ini, hal yang lebih penting lagi adalah membicarakan tentang, apa yang akan kita lakukan selama 5 tahun kedepan agar kita Bangkit! Bersinar dan Yesus akan datang segera!

Pimpinan kita mengingatkan kita agar kita fokus kepada Penginjilan dan untuk melakukan itu mari kita pelajari dan lakukan Strategic Plan 2015-2020 dijemaat.


Salah satu kegiatan yang segera dilakukan oleh jemaat Advent sedunia (mulai tanggal 12 Juli 2015) adalah, membaca bersama Alkitab dan Roh Nubuat.
Pdt Ted Wilson, Ketua GC dalam khotbanya di Sabat ter'akhir acara GC menghimbau kita agar bersama menyeberangi sungai Jordan, maju dan jangan mundur, tambahkan iman dengan membaca Firman Tuhan (Alkitab dan Roh Nubuat).

Untuk Alkitab:


Dan dengarkan audio Alkitabnya di:

Untuk Bacaan Roh Nubuat:


Untuk audio Roh Nubuat:


Mohon dibahagikan informasi ini kepada jemaat agar kita dapat mengalami pertumbuhan rohani bersama umat Advent se-dunia, menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua kali.

Terimakasih, Tuhan memberkati kita.

Salam berkat,

Samuel Simorangkir D.Min
WIUM Field Secretary and Communication & PARL Director, 
AWR & Jakarta Studio Director
West Indonesia Union Mission.
+6282113265659
 / 08889105740
www.adventist.or.id

--
--
...:::Milis Resmi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Daerah Sumatera Kawasan Tengah (DSKT):::...
 
You received this message because you are subscribed to the Google
Groups "MAHK DSKT" group.
To post to this group, send email to daer...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to
daerahskt+...@googlegroups.com
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/daerahskt?hl=en
 
...:::DEBATA Mangaramoti:::...

---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "MAHK DSKT" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke daerahskt+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
--
...:::Milis Resmi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Daerah Sumatera Kawasan Tengah (DSKT):::...
 
You received this message because you are subscribed to the Google
Groups "MAHK DSKT" group.
To post to this group, send email to daer...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to
daerahskt+...@googlegroups.com
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/daerahskt?hl=en
 
...:::DEBATA Mangaramoti:::...

---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "MAHK DSKT" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke daerahskt+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.




--
--
...:::Milis Resmi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Daerah Sumatera Kawasan Tengah (DSKT):::...
 
You received this message because you are subscribed to the Google
Groups "MAHK DSKT" group.
To post to this group, send email to daer...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to
daerahskt+...@googlegroups.com
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/daerahskt?hl=en
 
...:::DEBATA Mangaramoti:::...

---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "MAHK DSKT" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke daerahskt+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
--
...:::Milis Resmi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Daerah Sumatera Kawasan Tengah (DSKT):::...
 
You received this message because you are subscribed to the Google
Groups "MAHK DSKT" group.
To post to this group, send email to daer...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to
daerahskt+...@googlegroups.com
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/daerahskt?hl=en
 
...:::DEBATA Mangaramoti:::...

---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "MAHK DSKT" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke daerahskt+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
--
...:::Milis Resmi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Daerah Sumatera Kawasan Tengah (DSKT):::...
 
You received this message because you are subscribed to the Google
Groups "MAHK DSKT" group.
To post to this group, send email to daer...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to
daerahskt+...@googlegroups.com
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/daerahskt?hl=en
 
...:::DEBATA Mangaramoti:::...

---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "MAHK DSKT" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke daerahskt+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
--
...:::Milis Resmi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Daerah Sumatera Kawasan Tengah (DSKT):::...
 
You received this message because you are subscribed to the Google
Groups "MAHK DSKT" group.
To post to this group, send email to daer...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to
daerahskt+...@googlegroups.com
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/daerahskt?hl=en
 
...:::DEBATA Mangaramoti:::...

---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "MAHK DSKT" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke daerahskt+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
--
...:::Milis Resmi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Daerah Sumatera Kawasan Tengah (DSKT):::...
 
You received this message because you are subscribed to the Google
Groups "MAHK DSKT" group.
To post to this group, send email to daer...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to
daerahskt+...@googlegroups.com
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/daerahskt?hl=en
 
...:::DEBATA Mangaramoti:::...

---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "MAHK DSKT" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke daerahskt+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.



--
Samuel Simorangkir D.Min
WIUM Field Secretary and Communication & PARL Director, 
AWR & Jakarta Studio Director
West Indonesia Union Mission.
+6282113265659

www.adventist.or.id

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.



--
Samuel Simorangkir D.Min
WIUM Field Secretary and Communication & PARL Director, 
AWR & Jakarta Studio Director
West Indonesia Union Mission.
+6282113265659

www.adventist.or.id

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

kloster sihotang

unread,
Jul 28, 2015, 1:15:59 PM7/28/15
to advent...@googlegroups.com
Saudara-saudari dalam Tuhan,

Maka genaplah apa yang dikatakan Firman Tuhan.

"Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,".

Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!

Salam sejahtera,
Kloster Sihotang
IEISDAC


Kuntaraf, Jonathan

unread,
Jul 28, 2015, 5:06:47 PM7/28/15
to advent...@googlegroups.com
Dear Saudara SEIMAN, 

Sudah lama saya tidak mengikuti perbincangan di milis oleh sebab kesibukan. Pada malam ini, saat berada di Metz, Perancis, saya melihat banyak email yang isinya mengagetkan saya. Saya coba melihat ke bagian bawah, apa yang menjadi akar pembicaraan, ternyata mengenai evangelisasi. Untuk itu saya tidak ingin untu memihak, namun ingin memberikan pendapat mengenai apa yang menjadi pembicaraan awal. Saya sampaikan bahwa saya dapat mewakili pengerja dalam organisasi; sebab selama 44 thn bekerja di organisasi, namun dapat juga mewakili awam, sebab bukan saja saya sudah pensiun sekarang; tetapi di tingkat jemaat, saya adalah anggota, dan juga menjabat sebagai head elder di jemaat lokal. Dengan demikian biasa mengikuti pentunjuk dari pendeta setempat. 

Secara organisasi, saya memandang bahwa semua pendapat yang diberikan itu adalah oleh sebab adanya kepedulian. Anggota atau pengerja ingin memberikan informasi untuk suatu perbaikan. Untuk itu dengan sendirinya adalah sesuatu yang baik. Namun saya memperhatikan sering juga kita melihat dari satu titik, dan merasa titik itu saja yang benar; dan yang lainnya salah. Untuk itu, ijinkanlah saya memberikan pandangan sesuai dengan pengalaman saya sebagai seorang awam, ataupun juga sebagai seorang pengerja. Kesimpulan saya mengenai evangelisasi adalah sebagai berikut:

  1. Pertobatan adalah hasil bekerjanya Roh Kudus dalam hidup seseorang. Tuhan bisa menggunakan seorang yang buta huruf sekalipun untuk menjangkau jiwa-jiwa. Gelar tidak menjamin berhasilnya dalam penarikan jiwa-jiwa. 
  2. Roh Kudus bisa menggunakan segala macam cara dalam penarikan jiwa. Misalnya saya berikan contoh-contoh sebagai berikut ini:
    1. Tuhan bisa gunakan pelayanan perorangan. Sabat ini saya akan membaptiskan seorang yang saya sudah berikan pelajaran Alkitab selama ini. Dia tinggal di Boston, orang Amerika, dan saya tinggal di Maryland. Saya berikan pelajaran Alkitab dengan telpon. Presentasi saya dengan power point, saya kirimkan lebih dahulu, kemudian dia buka computer, dan saya juga buka computer; dan saya jelaskan dengan telpon. Orang yang perokok dan suka minum minuman keras ini terjamah oleh Roh kudus; dan dia rindukan untuk dibaptiskan. Jadi evangelisasi perorangan masih berhasil. 
    2. Tuhan bisa gunakan buku-buku. Seorang ibu menceritakan anaknya yang marah sebab dia masuk Advent menceritakan bagaimana dia taruh buku yang kami tulis di rumah tamu. Waktu anak gadisnya lihat buku tersebut, dia tertarik, dan akhirnya belajar Alkitab; dan dibaptiskan. Ini hasil bekerjanya Roh Kudus bukan?
    3. Tuhan bekerja melalui KPA. Wah banyak cerita sukses dari KPA dimana anggota mengundang temannya ke KPA, dia senang di doakan; dan belajar Alkitab, dan bertobat. Saya teringat waktu di Brazil, orang bercerita bahwa CEO dari sebuah bank terbesar di Brazil bertobat sebab KPA atau kelompok peduli. Tuhan menggunakan sarana ini dalam penarikan jiwa dan pembinaan rohani.
    4. Tuhan juga bekerja melalui KKR. Buktinya, saya juga hasil KKR. 52 tahun yang lalu saya tidak tahu apa itu Advent. Saya pikir Advent itu adalah nama rumah Sakit. Tetapi seorang meninggalkan sebuah undangan KKR di depan rumah saya dan saya hadiri; tertarik. Setelah 2 minggu kKR, saya belajar Alkitab, dan 3 bulan kemudian saya dibaptiskan. Tuhan bisa menggunakan KKR dalam membawa orang kepada pertobatan. 
    5. Tuhan bisa gunakan pelajaran Sekolah Sabat. Salah satu yang saya interview dalam acara SS di persidangan General Conference pada tanggal 11 Juli, seorang Turkey yang bernama Mustafa Kemal Alkan, bertobat oleh sebab pelajaran SS yang dia terjemahkan. Bukankah  ini oleh sebab Roh Kudus bekerja? 
    6. Tuhan bisa gunakan pelayanan masyarakat, sekolah, rumah sakit; dalam penarikan jiwa. Namun Roh Kuduslah yang memungkinan adanya pertobatan; bukan kepintaran manusia. 
    7. Saya bisa gunakan banyak contoh yang lain. Misalnya mertua saya dengan prakteknya telah menarik jiwa-jiwa, dan anak cucunya sampai sekarang masih dalam kebenaran. 
    8. Point yang saya ingin berikan ialah, kita tidak bisa mengatakan satu cara itu salah dan yang lain benar. Setiap orang itu berbeda, dan ada daya tarik dari satu methode untuk seseorang, tetapi untuk orang lain mungin penggunakan methode lain yang berhasil. 
  3. Benarkah kita pinjam methode dari gereja lain? Atau salahkan kalau kita menggunakan methode dari gereja lain? Oleh sebab ada pandangan bahwa KPA adalah mehode dari gereja lain, sebenarnya cell group, atau kelompok peduli, atau KPA, adalah hal yang telah diberikan oleh Alkitab. Alkitab yang menyebutkan Yesus mempunyai kelompoknya dengan 12 murid, atau gereja mula-mula yang berkumpul dari rumah ke rumah. Kemudian Mrs. White telah menyebutkan mengenai kelompok kecil sebagai methode yang telah diberikan kepadanya oleh seorang yang tidak pernah bersalah, yaitu Yesus sendiri. 
  4. Saya percaya perananan kita sebagai anggota tubuh Krisrus untuk mendukung satu sama lain. Kegiatan evangelisasi bukanlah untuk populeritas diri, tetapi oleh sebab kasih Allah yang telah mengasihi kita dan kita rindu untuk membagikan kasihnya untuk orang lain. Sebab itu kita perlu saling mendoakan; daripada untuk saling menyalahkan. Saya sendiri sebagai manusia ikut bersedih saat membaca dari satu email ke email lain; apalagi Tuhan dengan malaikat surga? Marilah kita menghindarkan hal yang dapat mengdukacitakan Roh Kudus. 
Salam dalam Kristus, 

Jonathan Kuntaraf
pensiunan

hansmandalas

unread,
Jul 28, 2015, 6:55:33 PM7/28/15
to 'Sonny Situmorang' via Advent Global
Dear Pendeta Emeritus Jonathan Kuntaraf.

Salam dari Tanah Air.

Terima kasih untuk pencerahannya. Sangat membantu dan memperluas wawasan terpadu.

Berikut copy n paste, ini cukup penting bagiku :

Saya percaya peranan kita sebagai anggota tubuh Krisrus untuk mendukung satu sama lain.

Respons : ini sangat betul. Dan ini pernah Pendeta Kuntaraf khotbahkan, saya ingat betul ketika rombongan group yg bernama Makarios waktu itu, berbakti pada hari Sabat di Jerusalem, Israel pada tahun 1995. ( 20 tahun lalu ). Rombongan pada waktu itu juga ikuti GC Meeting di Belanda.
++++++++++++++++

Kegiatan evangelisasi bukanlah untuk populeritas diri, tetapi oleh sebab kasih Allah yang telah mengasihi kita dan kita rindu untuk membagikan kasihnya untuk orang lain.

Respons : Ini sangat betul dan terima kasih telah mengingatkan kita. ( Kalau semangat perilaku pegawai : what should I do? Saya pinjam dari pelajaran perilaku perbedaan pegawai dan non pegawai. Kalau pegawai, maka landasannya ' should ' karena ini kewajiban utk kejar baptisan, karena dikaitkan dengan target, track record yg berkaitan juga dengan prestasi berapa telah di baptis. Sehingga terjadilah kecendrungan : 'sikat saja' yg mau di baptis, yg penting ada baptisan. Pengalaman empiris saya amati dalam satu kejadian di Jemaat. ( Kan semua mau dipromosi keatas dan kenaikan jabatan berkaitan dengan seperangkat fasilitas yg melekat pada jabatan nantinya). Bukankah, setiap baptisan ada 'financial rewardnya' yang saya tahu.

Selanjutnya, dalam tulisan diatas ada kata kunci : rindu. Kata rindu adalah kata yang sangat berbeda dengan wajib. ( Kalau rindu memang ada kaitan dengan kasih ). Dan kerinduan ini terlepas dari kewajiban. Itu sebabnya kalau orang awam menyampaikan berita baik/berkhotbah tidak ada beban karena dijalankan dengan kasih/kerinduan. ( Coba perhatikan para pengkhotbah orang awam dan yg berstatus pegawai mission, beda jiwa dan semangatnya ). ( Catatan : jangan langsung percaya apa yang saya katakan, tapi cek dan ricek serta amati dengan cermat ). Kalau masih ingin tahu perbedaannya, bisa japri ke saya, nanti saya bagikan garis besar pemisahnya menurut pengamatan saya
++++++++++++++++
Copy n paste :


Sebab itu kita perlu saling mendoakan; daripada untuk saling menyalahkan. Saya sendiri sebagai manusia ikut bersedih saat membaca dari satu email ke email lain; apalagi Tuhan dengan malaikat surga? Marilah kita menghindarkan hal yang dapat mengdukacitakan Roh Kudus. 

Respons : Sekali lagi terima kasih banyak, karena pencerahan ini menguatkan saya pribadi di akar rumput.

Mungkin kita perlu nyanyikan setiap pagi waktu renungan pagi di buku Lagu Sion Baru 524 ( Datanglah Ya Roh Allah; Spirit of the Living God ) : intinya Tempa, Lebur, Bentuk aku ; dan 520 ( Kami datang dalam Doa ; As We come to You in Prayer )

Selanjutnya ada kalimat : saling menyalahkan, mengingatkan kita : waktu Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, maka Adam menyalahkan Hawa, Hawa menyalahkan Ular dstnya.

Dan kalau karakter kita masih ada ' titik noda menyalahkan ini dan itu ' ini jelas-jelas jalur kegelapan ( bukan Terang atau jalur Kebenaran Yesus ), dan intinya bahaya menanti, kita tidak layak berada di Surga.

Bayangkan kalau kita masih memiliki roh manyalahkan, sampai disurga kita akan praktekkan roh menyalahkan bila bertemu ini dan itu gantinya bersyukur dan memuji.

Bukankah Karakter to be Like Jesus yang layak berada di Surga?
+++++++++ +++++++

Terima kasih dan terpujilah Bapa, Putra dalam persekutuan kuasa Roh Kudus sampai kita masuk di Kota Baru kalau kita setia dan dilayakkan oleh Kebenaran Putra.

Hans Mandalas
Orang Berdosa
Jemaat Menteng dan Zhen Dao;
Pelayan
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: "Kuntaraf, Jonathan" <Kunt...@gc.adventist.org>
Date: Tue, 28 Jul 2015 21:06:39 +0000

Julianti Barutu

unread,
Jul 28, 2015, 9:07:31 PM7/28/15
to advent...@googlegroups.com

Dear Pak Pdt,

 

Saya terberkati sekali dengan membaca tulisan Pdt di bawah ini, terima kasih atas motivasi, masukan yang sudah diberikan. Akan saya bawakan di jemaat.

 

GBFJ

*********************************
Your mail has been scanned by IMSVA
CAR Life Insurance ( www.car.co.id )
Wed Jul 29 03:59:48 2015
*********************************

 

Julianti Barutu

PT AJ Central Asia Raya

Group Underwriting Staff
T: +62 21 5696 8998
F: +62 21 5696 8997
M:

E: Juliant...@car.co.id

Wisma CAR Life
Jl. Gelong Baru Utara no.5-8
Jakarta 11440, INDONESIA
www.car.co.id



Disclaimer
The information in this e-mail and any attachment here to is intended for the designated recipient(s), and may be confidential, non-public proprietary, protected by law, and/or other privilege. If you are not the intended recipient(s) pleased be informed that any use, disclosure, copying, distribution, or other use of this communication is prohibited and may be unlawful. Although it has been checked for viruses and other malicious software (“malware”), if you have received this e-mail in error or if you believe this information contains viruses or malware, please notify the sender and/or delete immediately all copies from your computer system without reading, saving, or using in any manner.
Maklumat
Perlu dimaklumi bahwa email ini dan lampirannya – jika ada - ditujukan kepada pihak-pihak yang dituju dan dimaksud sebagaimana komunikasi dan informasi dalam email ini. Jika Anda bukan pihak yang dimaksud, mohon abaikan dan silakan dihapus email ini. Harap tidak menyalin, menyimpan atau meneruskan kepada pihak-pihak yang tidak terkait dengan komunikasi dan informasi dalam email ini. Jika Anda adalah pihak yang dituju atau dimaksud, dan ada kesalahan pengiriman atau kesalahan informasi atas email ini, atau dicurigai mengandung virus atau program jahat , dimohonkan untuk memberitahukan kepada pengirim/sender. Terima kasih atas perhatian dan kerjasama Anda.
*********************************
Your mail has been scanned by IMSVA
CAR Life Insurance ( www.car.co.id )
Wed Jul 29 08:00:11 2015
*********************************

Hendrik Sinaga

unread,
Jul 28, 2015, 9:40:48 PM7/28/15
to advent...@googlegroups.com
Dear bapak Pdt. DR. Kuntaraf,

Apa yang pak Pdt Kuntaraf sampaikan dibawah ini mudah-mudahan dapat berterima kepada kami semua yang terlibat dalam milis ini.

Kiranya pak Pdt Kuntaraf bersedia membukukan pengalaman-pengalaman penginjilan selama pelayanan, karena saya yakin dengan hanya mengambil pengalaman satu sisi saja yang sesuai dengan talenta yang dimiliki oleh anggota jemaat akan sangat besar hasilnya, karena dengan keterlibatan masing-masing anggota akan lebih besar hasilnya daripada hanya sekelompok saja yang terlibat.

Dijemaat kami sendiri (dalam rapat majelis), ada yang menyampaikan bahwa kegiatan penginjilan melalui KPA sudah mengalami kejenuhan; sehingga kita memutuskan agar dalam tahapan penginjilan jangan langsung masuk kegiatan KPA (Pendalaman Alkitab), tetapi harus dimulai dengan kegiatan-kegiatan tertentu yaitu kegiatan Care Group, Pelmas, bagi traktat, Pelayanan Kesehatan, memberikan pekerjaan, melayani olah raga senam, mengunjungi orang yang sakit, memberikan bantuan bahan makanan, dan masih sangat banyak daftar yang bisa diberikan; semuanya itu disesuaikan dengan kebutuhan anggota tumbuh.

Saya memiliki pengalaman pribadi tentang Pdt. Kuntaraf, pada saat pak Pendeta melayani jam kotbah di jemaat Kramat Pulo, pada saat intu saya masih SMA dan belum dibaptis, setelah mendengar pak Pdt Kuntaraf berkotbah saya mengambil keputusan dalam hati kecil saya untuk dibaptis apabila ada kesempatan dan bahkan saya sangat meng-idolakan pak Kuntaraf dibawah peng-idolaan saya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi saya.

Tulisan-tulisan Pdt Kuntaraf sangat banyak saya gunakan bukan saja sebagai bahan kotbah, motivasi kelompok kecil, renungan pribadi tetapi saya gunakan juga sebagai referensi utama dalam penulisan Desertasi saya.

Kiranya Tuhan memberkati Pdt Kuntaraf dalam masa tua dan kembali ke Indonesia sebagai sokoguru, motivator dan penyuluh dalam penginjilan.

Salam Penginjilan,
Hendrik Gomar Sinaga
Jemaat Spero Immanuel, Batam


To: advent...@googlegroups.com
Subject: Re: HAL: Re: [Advent-Global] an kita lakukan?
Date: Tue, 28 Jul 2015 21:06:39 +0000

Richard Hutasoit

unread,
Jul 28, 2015, 9:59:23 PM7/28/15
to advent...@googlegroups.com
Dear Dr. Kuntaraf,

Pertama-tama secara pribadi dan sebagai anggota jemaat saya mau mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang bapak berikan selama 44 tahun dalam Gereja Advent. Pelayanan yang yang bapak berikan untuk Gereja telah diakhiri dengan sempurna. 

Pertobatan adalah hasil pekerjaan Roh Kudus dalam hidup seseorang dan dalam hal ini Roh Kudus menggunakan manusia sebagai alatnya untuk menjangkau orang lain (Kisah 8:31). Metoda untuk menjangkau orang bervariasi. Kita tidak bisa mengatakan satu cara itu salah dan yang lain benar. Pendekatan pada satu orang berbeda dengan pendekatan pada orang lain. Suatu metoda mungkin effective untuk menjangkau sekelompok orang tetapi untuk kelompok yang lain mungkin penggunakan metoda yang lain.

Beberapa anggota milis mengutarakan bahwa metoda penginjilan di Indonesia selama ini belum efective. Tentu saja kita bisa berbeda pendapat apakah penginjilan selama ini sudah termasuk sukses atau dikategorikan gagal. Namun yang pasti, dari data Statistik di Adventist Yearbook menunjukkan bahwa laju pertambahan (growth rate) anggota jemaat hanya berkisar pada 1.03%. Angka ini hampir sama dengan laju pertambahan penduduk Indonesia. Artinya, seandainya setiap anggota gereja mempertahankan anak-anak mereka menjadi Advent maka Gereja Advent akan memiliki laju pertumbuhan yang sama tanpa harus perlu melakukan jangkauan keluar. Data statistik di atas mengkonfirmasi bahwa metoda penginjilan di Indonesia selama ini belum efective.

Sdr Roy Tampubolon dalam thread ini mengungkapkan: Gereja kita bertumbuh namun tidak berkembang. Beberapa bulan lalu diadakan KKR di daerah beliau dan menghabiskan dana sebesar kurang lebih 500 juta. Ada sekitar 100 orang anak Tuhan yang dibaptis; 99% adalah anak orang Advent!

Sdr. P.A. Siboro menulis, "Kita hanya disuruh menginjil tetapi tdk diberitahu caranya. Kita lakukan menurut yg kita tahu, dianggap tak setuju dgn dgn gereja, sementara dgn cara yg dianjurkan tak mungkin kita lakukan kalau dilingkungan Jabar."

Pertanyaan saya: Apakah sudah pernah dilakukan sociology study untuk menentukan metoda penginjilan yang efektif di Indonesia? Mungkin saja satu metoda efektif pada belahan bumi yang lain tetapi ketika diterapkan di Indonesia ternyata tidak efektif.

Salam hormat,

R. Hutasoit
Anggota Jemaat


Before God we are all equally wise - and equally foolish.

pahalasimarmata

unread,
Jul 29, 2015, 12:21:16 AM7/29/15
to advent...@googlegroups.com
Masalahnya, cara menyampaikan itu juga perlu diperhatikan.

Coba kalau pegawai rendahan yang di ilustrasikan dibawah cara berbicaranya menyepelekan/meremehkan dan tidak ada rasa hormat kepada pemilik perusahaan.

Apakah mungkin pegawai rendahan tadi akan didengarkan pemilik perusahaan? Atau malah mengusirnya.

Jadi sikap rasa hormat itu, kepada siapa saja. Sangat penting.


Hormat Saya,
Pahala Simarmata




Terkirim dari tablet Samsung


-------- Pesan asli --------
Dari: roy tampubolon <roy.gm...@gmail.com>
Tanggal: 29/07/2015 10:54 AM (GMT+07:00)
Ke: advent...@googlegroups.com
Subjek: Re: [Advent-Global] an kita lakukan?

Saudara - saudara sekalian,

Sepertinya kita belum dewasa dalam perdebatan. Mungkin, kita harus lebih banyak latihan berdebat.
Seandainya saja saya seorang doctor, apakah pemikiran saya pasti selaras dengan pemikiran universitas dimana saya menimba ilmu? Bahkan, di dalam satu alumni universitas pun sering terjadi perbedaan. Oleh karena itu, makanya ada penelitian ilmiah, riset lapangan, pengenalan masalah. Dan, cara pengumpulan data sangat berpengaruh besar terhadap hasil.

Saya beri illustrasi yang nyata:
Di suatu perusahan sabun mandi yang besar, pemiliknya ingin mengurangi keluhan konsumen tentang sering nya ada kotak sabun yang kosong (tak ada sabunnya). Artinya dia harus perbaiki lini produksi dibagian finishing (akhir). Maka dia berkonsultasi dengan pakar yang sangat jenius. Maka para pakar itu pun membuat sebuah mesin pendeteksi untuk mengetahui apakah kotak sabun yang sedang lewat di ban berjalan itu berisi sabun atau tidak. Mereka bahkan membuat mesin x-ray untuk bisa lebih memastikannya. Ternyata, metode ini sangat berhasil menekan kesalahan produksi, tetapi di lain sisi, biaya produksi menjadi sangat tinggi, yang pastinya akan mengurangi laba. Oleh karena itu, maka akan diadakanlah pengurangan tenaga kerja. Tetapi sebelum itu dilakukan, tanpa sengaja si pemilik pabrik berbincang dengan pegawai rendahan, yang secara formal kurang berpendidikan, di perusahaannya itu, tentang masalah perusahaan itu, mengapa langkah pengurangan tenaga kerja harus diambil.
Mendengar cerita si pemilik, pegawai rendahan tersebut hanya diam dan mangguk-mangguk, lalu pergi meninggalkan si pemilik pabrik, dan kemudian kembali lagi dengan membawa kipas angin. Lalu dia mengajak si pemilik untuk memasang kipas angin tersebut di depan dari kotak sabun yang berada dia atas ban berjalan. Ketika dihidupkan, maka ketahuanlah mana kotak sabun yang berisi dan mana kotak sabun yang kosong. Ketika kipas angin meniup kotak sabun yang kosong maka kotak tersebut akan tercampak atau tergeser. Oleh karena ini, PHK pun dapat digagalkan, karena akhirnya si pemilik mengganti mesin pendeteksi tersebut dengan kipas angin yang murah meriah.

Bila saya boleh bertanya:
Apakah pegawai rendahan itu lebih pintar dari para pakar yang mampu membuat mesin pendeteksi/x-ray tersebut?
Apakah kebijakan/tindakan para pakar tersebut bisa mewakili tempat dimana mereka menimba ilmu?
Bagaimana kira-kira pendapat si pegawai rendahan tersebut terhadap para pakar itu?

Yang membuat kita rendah bukanlah masalah besar, tetapi masalah yang kita anggap kecil.

Selamat berdebat.
Syaloom.

On Jul 28, 2015 9:16 PM, <anp...@gmail.com> wrote:
Dear All,

Sebelumnya saya mhn maaf kepada khalayak umum, karena rulisan saya yg sudah memposisikan seorang pendeta dgn bahasa umum, karena menurut saya seorang Pendeta adalah seorang yg bisa menjalankan dan menghidupkan Mazmur 23:...

Dan saya tidak berikan tanggapan lagi atas issue ini, karena hanya buang2 waktu saja.

Salam dan selamat malam,
Anpan, Bintaro
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Date: Tue, 28 Jul 2015 14:07:39 +0000
To: Advebt Gkibal<advent...@googlegroups.com>
Subject: Re: [Advent-Global] an kita lakukan?

Simorangkir..sekali lagi sadar dan coba renungkan akan tulisan2mu, semua orang ketua,.mulai dari sejak Anda mempermalukan sdr. Ev. Stevanus, yg anda katakan businessnya yg tidak pantas di katakan di milis umum, banyak lagi hal yg tidak menunjukan martabatmu sebagai seorang doktor dan pejabat uni.

Sering kita bertanya doktornya tammat dari mana!!, thesisnya apa dan siaPa yg buat..

Baynyak yg menyatakan bahwa kwalifikasi tidak lebih baik dari preman sambu, alis sekelas dengan preman Tembung.

Saya buat strategy buat kau agar kau tetap masuk department, dan beberapa kali saya nasihati kau..tapi hasilnya tidak berkwalitas.

Saya khwatir kau kalau tidak terpilih nanti jadi ketua uni..bisa jadi stress..oleh karenanya sadar dan bertobatlah.

Saya tdk perlu kau nasehati..karena saya memang masih dalam bunia yg berdosa.


Anpan
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: samuel simorangkir <simoran...@gmail.com>
Date: Tue, 28 Jul 2015 20:53:29 +0700
Subject: Re: [Advent-Global] an kita lakukan?

Dear all,

Apa yang saya lakukan sesuai dengan Firman Tuhan, orang yang salah harus ditegor dan dinasihati kalau tidak akan lebih besar bahayanya.

Saudara Anpan menulis dengan tidak baik tentang saya dan dibaca banyak orang, hal ini harus dinasihati dan harus ada klarifikasi.

Tolong kritik saya, tulisan mana yang salah saya buat dan tidak menunjukkan kasih?

Saya tidak bisa buat teguran japri karena sdr Anpan mengatain saya dimilis.

Salam,

Pdt. S. Simorangkir

On Jul 28, 2015 8:20 PM, "'S. Simbolon' via Advent Global" <advent...@googlegroups.com> wrote:
Pdt. Simorangkir Yth,
Sebaiknya email ini dibuat melalui Japri, dan saya tidak duga bahwa pak Pendeta sebagai seorang petinggi di UIKB, akan merespon seperti ini.
Mohon kita semua membaca berulang-ulang sebelum kita kirim ke milis yang banyak pembacanya, agar kita dapat koreksi yang tidak sesuai untuk dibaca orang banyak.
Tuhan memberkati kita.

Salam
Sedia S 


From: Samuel Simorangkir <simoran...@gmail.com>
To: advent...@googlegroups.com
Sent: Tuesday, July 28, 2015 5:48 PM

Subject: Re: [Advent-Global] an kita lakukan?
Saudara Anton Panggabean,

Tulisan apa yang kamu buat ini.
Kenapa kamu bilang dimilis yang penghuninya banyak orang saya doktor abal2 marsahit? yang artinya Doktor yang tidak benar dan sakit-sakitan.

Apa kamu tidak berpikir dulu baru menulis dan sebelum memposting dimilis dibaca ulang dan bertanya sama Roh Kudus apakah tulisan ini layak atau tidak,
menjadi berkat atau tidak?

Tidakkah Tuhan itu baik kepadamu, umurmu sudah diperpanjang, Dia beri kekuatan kepadamu untuk bisa bertahan dalam pergumulan sakit.
Tidakkah engkau punya kata hati nurani yang menyadarkan engkau siapa yang engkau kata-katain?

Gelar Doktor yang saya terima bukan dari sekolah abal-abal saudara.
Itu saya terima dari sekolah Tuhan. Tiga setengah tahun saya belajar, praktekkan dijemaat selama 3 bulan, dan tulis dan oleh karena berkat Tuhan saya berhasil.

Saya bersekolah dikirim resmi oleh DKI Konferens, Jakarta dan mulai bersekolah dibulan Oktober 2001 bersama Pdt. Michael Palar, Pdt. MIlton Pardosi. 
Saya dikirim untuk gelar Doctor of Ministry setelah Pdt. B.F Simanjuntak dan Pdt. M. Sagala.
Saya ikut penamatan dibulan Maret 2005, Desertasi yang saya tulis tentang, bagaimana melatih pemimpin Departemen Rumah Tangga agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, 
sebelum berhasil membuat programnya saya coba lakukan itu beberapa bulan di 5 gereja DKI Jakarta, semua yang saya lakukan diawali dan diakhiri dengan persetujuan berbagai komite.

Dihadapan pengajar, siswa/i, tamu International dan tim, oleh karena Kasih Karunia Tuhan, saya berhasil mempresentasikan dan mempertahankan tulisan saya dan akhirnya tulisan desertasi saya masuk
menjadi bahagian dari buku perpustakaan AIIAS.
Mentoring adalah cara yang saya anjurkan untuk dilakukan didalam melatih pemimpin dan itu saya coba praktekkan selama 5 tahun sebagai direktur Komunikasi dan Kebebasan beragama di DKI Jakarta dan 5 tahun di UIKB. 
Bukan itu saja, selama 3 setengah tahun belajar di AIIAS, Tuhan memberikan kesempatan kepada saya untuk jadi pemimpin mahasiswa/i Indonesia (PPMIP) dan menjadi pemimpin mahasiswa/i AIIAS (KEtua Student Association) yang berasal dari 62 negara. 2 perkara besar terjadi pada waktu itu, studen lounge bertaraf international dapat dinikmati oleh mahasiswa/i AIIAS dan disaat yang sama kami memiliki kerja sama yang baik dengan rektor dan dosen didalam mengatasi masalah pelik yang terjadi antara seorang Mahasiwi yang diperlakukan tidak adil oleh dosennya. 

Baru-baru ini dalam pertemuan GC yang ke 60, San Antonio Texas, saya banyak bertemu dengan teman-teman yang pernah bersekolah di AIIAS, bahkan ada pertemuan khusus dilakukan oleh AIIAS. 
Dunia Advent bahkan dunia pendidikan mengenal AIIAS bukanlah sekolah abal-abal.

Disaat yang sama, isteri saya juga berhasil saya mentor untuk dapat menyelesaikan pendidikan s2 dari AIIAS, Master Education.
Samuel Simorangkir D.Min
Communication, PARL, 

AWR & Jakarta Studio Director
West Indonesia Union Mission.
+6282113265659 / 08889105740
www.adventist.or.id

--

Edi Limbong

unread,
Jul 29, 2015, 2:11:18 AM7/29/15
to advent...@googlegroups.com

Ya Betul,

 

Dan jika boleh pak Anpan bolehlah berbesar hati minta maaf karena sudah mengatakan Pak Pdt SS sebagai Doktor Abal-abal, karena perkataan ini menyakitkan...

 

...Dan balasan Pak Pdt SS juga memang tidak tepat yang menyinggung tentang penyakit Pak Anpan..inipun sama-sama menyakitkan.

 

Andai Pak Pdt SS menjawab: “Terimakasih dan mohon maaf jika belum memenuhi ekspektasi Pak Anpan” tentu hati umat akan condong kepada kerendahan hati Pak Pdt SS dan Tuhan tentu tidak akan diam melihat hambaNya dianiaya secara verbal.

 

Ah...nasi sudah menjadi bubur...kata-kata sudah terucap, sakit hati sudah tertanam...namun kiranya kerendahan hati bisa mengobati hati yang luka.

 

Salam

Edi Limbong

maringan marpaung

unread,
Jul 29, 2015, 2:12:16 AM7/29/15
to advent...@googlegroups.com
Boleh saya ikutan bapak-bapak Yth.

saya ingin sedikit kita berpikir positif.

ini milist kita punya hak untuk bisa bertanya sampai hal yg kritikal dan siapapun bisa menjawab dengan hal sangat dalam sekali itu tergantung  bagaiamana kita menyikapi.

hal yg kita lakukan ini masih pada titik perdebatan yg kecil dimata dunia, saya tidak bilang dimata Organisasi,
Belum pernah kita menerima penembakan seperti paus yg siap memaafkan, belum pernah kita di ancam dan dimaki-maki di TV seperti Obama dan Jokowi atau Ahok (semua orang pintar dan orang bodoh diTV dan diluar membicarakan mereka kata-kata kotor dan makian, bahasa tolol dan lainnya, apa lantas Obama dan Ahok dan Jowoki angkat senjata pada hal jelas kata-kata itu direkam di TV one dan TV lainnya atau di media sosial lainnya). jelas-jelas ratna sarumpaet menjelek-jelekkan  jokowi tapi sarumpaet tidak pernah ditangkap polisi dll

Jokowo , ahok dan Obama dan banyak pemimpin lainnya menerima hinaan dari semua kalangan tapi mereka tetap tenang dan aman sentosa, ahok dan jokowi tdak pernah KPA dan tidak pernah menginjil dan buat KKR. ini contoh kecil dari kisah pemimpin yg dihina. siapa yg benar kita atau jokowi atau ahok.


ada apa dengan kita dan organisasi kita. baru gini aja sudah langsung keok semua, padahal ini hanya sebatas menulis dan mengkritisi dan juga ada kata-kata yg baru kali ini ditulis anggota milist agak keras langsung KEOK dan balas membela diri.

Lantas Ilmu Agama yg dibaca tiap hari itu disimpan dimana ya, lebih baik tidak renungan pagi dan malam kalau gampang tersinggung dan bicara penginjilan. semua orang punya harus pakai pemikiran sendiri, saya tidak akan pakai pemikiran orang lain dalam menulis email.

Hayo kita harus bangkit dan kuat spy sama-sama hidup dan tidak saling dendam. kalaua ada waktu kita ketemu dikantor MT membahas dengan damai dan sentosa dan pasti hasilnya akan Luar Biasa.

jarang marah bapak-bapak yang rohani dan ibu-ibu yang rohani, hidup ini dimanika, besok dan lusa kita bisa jadi orang suci kalau Tuhan yg ijinkan dan sebaliknya. tapi saat kita berdikusi jangan langsung pakai perasaan yg dalam.

syalom Advent Global

= Hormat Saya =
Maringan
KANIA AC - 082112270251
Service AC Rumah,Kantor, Ruko & Gedung
Perawatan AC & Bongkar Pasang Lama/baru

jady sihombing

unread,
Jul 29, 2015, 2:30:06 AM7/29/15
to advent...@googlegroups.com

Emang nya sekolah Tuhan itu hanya sekolah Advent ya? diluar itu bukan milik Tuhan? Bukan kah seluruh alam semesta ini milik Tuhan?

Eheheh supaya adem ganti fokus

Edi Limbong

unread,
Jul 29, 2015, 2:30:28 AM7/29/15
to advent...@googlegroups.com

Namun hendaknya saling menghormati saja Pak Maringan, apalagi guideline nya sudah Yesus berikan dalam Matius 7:12  - Apapun yang kamu kehendaki orang lain perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka...

 

Jika kita kasar, maka jangan kita berharap lawan bicara kita tetap lembut...siap-siaplah menerima jawaban kasar juga, dan itu layak kita terima.

 

Salam

Edi limbong

 

From: advent...@googlegroups.com [mailto:advent...@googlegroups.com] On Behalf Of maringan marpaung


Sent: 29 Juli 2015 13:12
To: advent...@googlegroups.com

Pohor Marbun

unread,
Jul 29, 2015, 2:51:14 AM7/29/15
to advent...@googlegroups.com
Sdr-2 Ykk
,

Mohon maaf  sy nimbrung sdkt, selama ini sy lebih mengmati tulisan-tulisan di mulis ini. Selain memang tdk banyak waktu  yg bisa diluangkan pd saat jam kerja yg masih menjadi org gajian.

Hanya saja sy agak sdkt tergelitik dgn beberapa kali terjadi polemik dgn bervariasi topik bahasan, yg pada akhirnya ada yg merasa diserang atau merasa pihak lain menyerang pribadinya. 

Pd komunitas yg heterogen seprti ini, walaupun mungkin kita berada di aliran kepercayaan sama, kita harus concern dgn masalah emosional. Sy mengamati bahwa  dilingkungan/komuniatas secara umum, termasuk lingkuingan Advent, di dalam  berinteraksi dgn org lain, kecenderungan ingin menunjukkan kemampuan kecerdasan logika/kognitif(IQ), tetapi kurang menujukkan kemampuan kecerdasan emosional (EQ). Mungkin sbgn org lbh bangga kalau disebut punya IQ yg tinggi, yg pada umumnya lbh terlihat di dunia akademik  daripada EQ yg tinggi, yg pd umumnya bisa lebih telihat di lingkungan masyarakat dan lingkungan kerja. Tetapi ternyata  orang-orang yg mempunyai EQ yg tinggi lebih berhasil daripada IQ yg tinggi.
 
Mengapa Kecerasan emosional (Emotional Intelligence) ini begitu penting, karena ciri-ciri org yg punya EQ bagus/Tinggi adalalah : 
a. Mempunyai kesadaran diri (self-awareness) yg tinggi 
b. Mampu mengelola diri (self-management) dgn baik
c. Mempunyai kemampuan memahamorang lain (social-awareness) dengan baik
d. Mammpu mengelola hubungan (relatiosnip management) yg baik dengan orang lain 
 
Kalau kita bisa mengembangkan dan meningkatkan kecerdasarn emosional ini dengan baik, maka dimanapun kita berada/berkarir/berprofesi/berinteraksi, maka kita akan mampu meminimalisir konflik, termasuk polemik yang terjadi di milis ini.

Yang paling bagus tentu, IQ dan EQ  sama-sama bagus.
 
Terimakasih,

Horas Marbun
Anggota Jemaat Kota Legenda

Daniel Simanjuntak

unread,
Jul 29, 2015, 3:05:07 AM7/29/15
to advent...@googlegroups.com
Prinsip Yesus harus dipakai balaslah kejahatan dengan kebaikan. Kasar harus dibalas dengan kelemahlembutan itu baru benar bro...

Rgds,


DANIEL SIMANJUNTAK.
MTH1, JKT.
M. 0817176980 (XL).
PERS HUKUM & HAM
ANTI CORRUPTION TEAM.

kebutuhan terbesar dunia ini adalah "Kebutuhan akan manusia yang tidak dapat diperjualbelikan, manusia yang dalam sanubarinya setia dan jujur, manusia yang tidak segan menyebut dosa itu dosa, manusia yang angan-angan hatinya setia kepada tugas seperti jarum menunjuk ke kutub, manusia yang mau berdiri demi kebenaran walau langit runtuh sekalipun." Pendidikan.43(ED, 57,58)  

Sent from my iPhone  powered by Xl

Dari: Edi Limbong
Terkirim: ‎29/‎07/‎2015 13:30
Kepada: advent...@googlegroups.com
Subjek: RE: HAL: Re: [Advent-Global] an kita lakukan?

[Seluruh pesan asli tidak disertakan.]

Edi Limbong

unread,
Jul 29, 2015, 3:12:25 AM7/29/15
to advent...@googlegroups.com

Itu betul bro...

Yang saya sampaikan, jika Kita kasar kepada orang lain...maka jangan kita berharap orang itu lembut kepada kita...

 

Copas:

--

siswanti novelina

unread,
Jul 29, 2015, 4:06:22 AM7/29/15
to advent...@googlegroups.com

Golden Rule:

copas dari mbah gugel.....

• Kristen
Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.- Matius 7:12

• Buddha
Jangan perlakukan orang lain dengan cara-cara yang kamu sendiri menganggap itu menyakitkan. - Udana-Varga 5.18


• Chinese (Konfusius)
Apa yang kita tidak ingin orang lain lakukan kepada kita, jangan lakukan itu kepada orang lain.- Confucius, Analects 15.23

• Hindu
Inilah sejumlah tugas: jangan berbuat kepada orang lain apa yang akan menyakitkan jika itu dilakukan padamu. - Mahabharata 5:1517

• Yudaisme (Yahudi)
Apa yang kamu benci, jangan lakukan itu pada saudaramu. Inilah seluruh Torah, selebihnya adalah penjelasan.- Rabi Hillel, Talmud, Shabbath 31a


• Islam
Tidaklah beriman salah seorang dari kalian hingga dia menyukai (menginginkan) bagi saudaranya segala (kebaikan) yang dia sukai bagi dirinya sendiri. – Hadist

Fred Truman P Simamora

unread,
Jul 29, 2015, 6:53:17 PM7/29/15
to Edi Limbong, advent...@googlegroups.com
Dear bro Edi dan bro Daniel,

Teorinya/doktrinnya sih benar, tapi faktanya adalah sbb:

1.  Balaslah 10 x lipat.

2. Kalau berbisnis sama2 untung is OK, tapi ternyata meleset menjadi sama2 buntung, sorry ya, you keep stay here, lalu diam2  saya kabur ( run away to save my self). Namanya juga bisnis, selamatkan diri dulu dong dengan segala cara.

3. Bila ada prospek bisnis tapi kurang modal, saya akan pinjam uang pake surat perjanjian dan jaminan surat2. Ternyata berhasil komitmenpun terpenuhi. Bila ternyata meleset/gagal, lu pegang aja tuh surat2, barangnya tetap sama saya.

4. Menginjil/bergereja tetap aktif.

Boleh kan bro?

Salam,
Fred TPSimamora
Bintaro Jaya


Terkirim dari: Lenovo P90

wigunokh

unread,
Jul 30, 2015, 1:03:45 PM7/30/15
to 'pahalasimarmata' via Advent Global


'pahalasimarmata' via Advent Global <advent...@googlegroups.com> menulis:

Kuntaraf, Jonathan

unread,
Jul 30, 2015, 10:52:23 PM7/30/15
to advent...@googlegroups.com
Dear Brother Hutasoit, 

Terima kasih atas emailnya yang saya terima saat masih di perjalanan. Oleh sebab dalam perjalanan kegiatan mulai dari dini hari sampai larut malam, baru sekarang sempat menulis jawabannya. 

Saya tidak tahu  Apakah sudah pernah dilakukan sociology study untuk menentukan metoda penginjilan yang efektif di Indonesia?. Kalau belum ada,  bagus sekali untuk diusulkan  agar dibaut penelitian sosiology tersebut di  Indonesia bagi mereka yang mengambil gelar doktor di AIIAS supaya hasilnya dapat dipraktekan untuk kemajuan pekerjaan Tuhan di Indonesia. Yang saya tahu, Dr. Thomas Sinulingga almarhum pernah menuliskan dalam thesis MAnya, bagaimana umat Islam menjadi Advent, itu ditulis sekitar tahun 1968, sebab saya ingat beliau memberikan questionnaire nya kepada para mahaswa PTA pada waktu itu. Saya ingat juga Dr. Yan Hutauruk menuliskan mengenai system Gotong Royong di Indonesia sebagai sarana penarikan jiwa. Sampai berapa jauh disertasinya itu di praktekan di Indonesia saya tidak tahu; sebab saya sendiri tidak pernah mendengar beliau pulang ke indonesia untuk memberikan seminar sesuai penemuannya tersebut. 

Sementara kita mempunyai keterbatasan dalam hal ini, namun ada beberapa hasil penelitian yang secara prinsip akan berlaku dimana saja. Misalnya saya berikan beberapa contoh sebagai berikut: 

  1. 80-90% pertobatan dimana saja adalah hasil “relationship.” Dalam berbagai seminar yang dibuat dibanyak negara, sering saya mengundang mereka yang datang dari keluarga non Advent untuk berdiri, dan menjawab pertanyaan saya, “siapa yang membawa Anda jadi Advent?” Maka jawabnya dimana saja selalu merata, 80-90% telah datang ke gereja atau KKR, atau KPA atau yang menjadikan mereka menerima kebenaran; disebabkan oleh “relationship,” apakah itu teman, tetangga, saudara, etc. nah prinsip ini berlaku di Indonesia. Bahkan, hubungan persaudaraan seperti dari Tapanuli, “Dalihan na tolu,” merupakan sarana penting untuk membawa seseorang kedalam kebenaran; jikalau system kekeluargaan ini benar-benar dipakai untuk menyampaikan kebenaran. 
  2. Penelitian dan pengalaman di banyak tempat juga menunjukkan adanya beberapa hukum penting yang menyebabkan suatu penginjilan itu efektiip, beberapa hukum itu adalah sbb: 
    1. The law of compassion. Lebih banyak seseorang mendapatkan belas kasihan, maka lebih mudah memberikan sambutan oisitip mkepada injil. Itulah sebabnya peranan dari pelayanan masyarakat sangat penting. 
    2. The law of receptivity. Umumnya ada orang yang lebih reseptip kepada Injil. Misalnya mereka yang mengalami krisis apakah dalam kesehatan, ekonomi atau rumah tangga lebih reseptip kepada Injil. Ini mennjukkan perlunya kita memberikan pelayanan kepada orang sekitar kita yang membutuhkan pelayanan/hiburan/kekuatan dalam masa krisis.
    3. The law of divine providence. Tuhan dalam kebesaran kasihnya dapat bekerja langsung yang memungkinkan seorang datang kepada Tuhan. Sama seperti Tuhan bertemu dengan Paulus dalam perjalanan ke Damaskus, atau malaikat mengirimkan Petrus bertemu dengan Kornelius, maka Tuhan juga sering bekerja secara ajaib dalam memimpin seseorang datang kepadaNya. Saya dapatkan orang-orang dari latar belakang Islam banyak mendapatkan mimpi, hingga datang kepada Tuhan. 
  3. Satu kenyatkaan penting juga ialah bahwa manusia adalah mahluk wholistik yang tidak dapat terpisahkan. Oleh sebab hubungan yang erat  yang saling bergantung antara fisik, mental dan rohani; maka pelayanan untuk manusia seutuhnya merupakan hal yang mutlak perlu. Ini berlaku untuk manusia dengan latar belakang bangsa  atau suku apa; walapun mengatasi kebutuhan yang berbeda. Mereka yang di pedalaman memerlukan rural health, dan mereka di perkotaan memerlukan urban health; namun tetap dibutuhkan pelayanan seutuhnya. 
  4. Ketiga faktor diatas menunjukkan benarnya tulisan Roh Nubuat bahwa methode yang akan berhasil adalah methode Yesus, yaitu berbaur dengan masyarakat, melihat kebutuhan mereka, menunjukkan simpatik kepada mereka dan memenuhi kebutuhan tersebut. Ini merupakan cara yang ampuh dalam penarikan jiwa. 
  5. Melihat kepada statistik yang Anda berikan; 1.03%, memang ini adalah tingkat pengembangan yang rendah. Sebab di Amerika saja, pengembangan gereja Advent adalah 2.5%, yang termasuk yang tertinggi tingkat pengembangannya diantara semua denominasi di Amerika Serikat; sedangkan tingkat kemajuan Advent di dunia, berkisar antara 4-4,5% per tahun. Namun demikian, masyarakat di luar d Indonesia masih mengagumi keadaan di Indonesia sebab dalam pemikiran mereka, Indonesia adalah negara yang penduduk Islam nya tertinggi di dunia; ternyata masih mempunyai keanggotaan sekitar 250,000 anggota. Bagaimana kita dapat meningkatkan persentase pengembangan tersebut? Saya percaya diperlukan lebih banyak yang terlibat dalam kegiatan evangelisasi.  Terlepas dari kenyataan adanya sociological studies atau tidak, hukum alam tetap berlaku, apa yang kita tanam, kita akan tuai. Banyak menanam, banyak menuai. Bila anggota yang terlibat dalam evangelisasi hanya 1% saja, maka persentase pengembanganpun rendah. 
  6. Kembali kepada point saya terlebih dahulu, Tuhan bekerja dengan berbagai macam cara. Roh Kudus yang memungkin adanya pertobatan. Kita dapat terlibat dalam berbagai kegiatan. Senyum kita saja punya peranan penting. Tuhan bisa gunakan traktat yang kita berikan kepada tetangga. Tuhan bisa gunakan siaran radio, suara nubuatan, atau TV. Mungkin satu kegiatan tidak efektip bagi seseorang, tetapi dapat efektip kepada orang lain. Saya percaya, hati yang rendah hati, rindu untuk bersaksi dan terlibat; akan Tuhan gunakan dalam menjangkau jiwa-jiwa. Kalau para nelayan Galelea dapat berkhotbah dengan penuh kuasa Roh Kudus dan menghasilkan 3,000 jiwa yang bertobat walaupun tanpa anggaran belanja; saya percaya di akhir jaman ini Tuhan bisa menggunakan umat Tuhan untuk bersaksi dengan penuh kuasa; untuk menyelesaikan pekerjaanNya. 
Tuhan memberkati, dan salam dalam Yesus, 

Jonathan Kuntaraf


Margriet Trisnaningsih

unread,
Jul 30, 2015, 11:53:34 PM7/30/15
to advent...@googlegroups.com
Terima kasih banyak Pdt. Kuntaraf untuk penguraiannya yang begitu gamblang. Teladan bapak sebagai pengerja patut dicontoh terutama kerendahan hati bapak yang kami lihat selama ini. Kiranya Tuhan memberkati bapak Dan Ibu Kuntaraf dengan limpahnya.

Salam hormat,

Kel. Pdt. Tjatur

Naibaho Albert

unread,
Jul 31, 2015, 1:23:09 AM7/31/15
to advent...@googlegroups.com
Dear, Pdt J. Kuntaraf


Tks Pdt atas pencerahan yang luar biasa, semoga penginjilan di  Indonesia ini semakin maju dan
nama Tuhan dipuji dan dimuliakan.
Amin...

GBUs,
DAN

asyer_sitanggang

unread,
Jul 31, 2015, 4:32:10 PM7/31/15
to advent-global@googlegroups com



Sent from my Samsung device


-------- Original message --------
From: samuel simorangkir <simoran...@gmail.com>
Date: 07/28/2015 20:53 (GMT+07:00)
To: advent...@googlegroups.com
Subject: Re: [Advent-Global] an kita lakukan?

Dear all,

Apa yang saya lakukan sesuai dengan Firman Tuhan, orang yang salah harus ditegor dan dinasihati kalau tidak akan lebih besar bahayanya.

Saudara Anpan menulis dengan tidak baik tentang saya dan dibaca banyak orang, hal ini harus dinasihati dan harus ada klarifikasi.

Tolong kritik saya, tulisan mana yang salah saya buat dan tidak menunjukkan kasih?

Saya tidak bisa buat teguran japri karena sdr Anpan mengatain saya dimilis.

Salam,

Pdt. S. SimorangkirOn Jul 28, 2015 8:20 PM, "'S. Simbolon' via Advent Global" <advent...@googlegroups.com> wrote:

Pdt. Simorangkir Yth,
Sebaiknya email ini dibuat melalui Japri, dan saya tidak duga bahwa pak Pendeta sebagai seorang petinggi di UIKB, akan merespon seperti ini.
Mohon kita semua membaca berulang-ulang sebelum kita kirim ke milis yang banyak pembacanya, agar kita dapat koreksi yang tidak sesuai untuk dibaca orang banyak.
Tuhan memberkati kita.

Salam
Sedia S 

From: Samuel Simorangkir <simoran...@gmail.com>
To: advent...@googlegroups.com
Sent: Tuesday, July 28, 2015 5:48 PM
Subject: Re: [Advent-Global] an kita lakukan?
Saudara Anton Panggabean,

Tulisan apa yang kamu buat ini.
Kenapa kamu bilang dimilis yang penghuninya banyak orang saya doktor abal2 marsahit? yang artinya Doktor yang tidak benar dan sakit-sakitan.

Apa kamu tidak berpikir dulu baru menulis dan sebelum memposting dimilis dibaca ulang dan bertanya sama Roh Kudus apakah tulisan ini layak atau tidak,
menjadi berkat atau tidak?

Tidakkah Tuhan itu baik kepadamu, umurmu sudah diperpanjang, Dia beri kekuatan kepadamu untuk bisa bertahan dalam pergumulan sakit.
Tidakkah engkau punya kata hati nurani yang menyadarkan engkau siapa yang engkau kata-katain?

Gelar Doktor yang saya terima bukan dari sekolah abal-abal saudara.
Itu saya terima dari sekolah Tuhan. Tiga setengah tahun saya belajar, praktekkan dijemaat selama 3 bulan, dan tulis dan oleh karena berkat Tuhan saya berhasil.

Saya bersekolah dikirim resmi oleh DKI Konferens, Jakarta dan mulai bersekolah dibulan Oktober 2001 bersama Pdt. Michael Palar, Pdt. MIlton Pardosi. 
Saya dikirim untuk gelar Doctor of Ministry setelah Pdt. B.F Simanjuntak dan Pdt. M. Sagala.
Saya ikut penamatan dibulan Maret 2005, Desertasi yang saya tulis tentang, bagaimana melatih pemimpin Departemen Rumah Tangga agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, 
sebelum berhasil membuat programnya saya coba lakukan itu beberapa bulan di 5 gereja DKI Jakarta, semua yang saya lakukan diawali dan diakhiri dengan persetujuan berbagai komite.

Dihadapan pengajar, siswa/i, tamu International dan tim, oleh karena Kasih Karunia Tuhan, saya berhasil mempresentasikan dan mempertahankan tulisan saya dan akhirnya tulisan desertasi saya masuk
menjadi bahagian dari buku perpustakaan AIIAS.
Mentoring adalah cara yang saya anjurkan untuk dilakukan didalam melatih pemimpin dan itu saya coba praktekkan selama 5 tahun sebagai direktur Komunikasi dan Kebebasan beragama di DKI Jakarta dan 5 tahun di UIKB. 
Bukan itu saja, selama 3 setengah tahun belajar di AIIAS, Tuhan memberikan kesempatan kepada saya untuk jadi pemimpin mahasiswa/i Indonesia (PPMIP) dan menjadi pemimpin mahasiswa/i AIIAS (KEtua Student Association) yang berasal dari 62 negara. 2 perkara besar terjadi pada waktu itu, studen lounge bertaraf international dapat dinikmati oleh mahasiswa/i AIIAS dan disaat yang sama kami memiliki kerja sama yang baik dengan rektor dan dosen didalam mengatasi masalah pelik yang terjadi antara seorang Mahasiwi yang diperlakukan tidak adil oleh dosennya. 

Baru-baru ini dalam pertemuan GC yang ke 60, San Antonio Texas, saya banyak bertemu dengan teman-teman yang pernah bersekolah di AIIAS, bahkan ada pertemuan khusus dilakukan oleh AIIAS. 
Dunia Advent bahkan dunia pendidikan mengenal AIIAS bukanlah sekolah abal-abal.

Disaat yang sama, isteri saya juga berhasil saya mentor untuk dapat menyelesaikan pendidikan s2 dari AIIAS, Master Education.
2 Anak saya bersekolah dan berhasil menyelesaikan pendidikan elementry disekolah international AIIAS.

Sepulang dari AIIAS, pimpinan UNAI pernah meminta kepada kami agar mau mengajar di UNAI, tapi kami memilih untuk melayani jemaat.

Saya terpaksa sampaikan hal ini, karena memang pengetahuan saudara Anton Panggabean masih terbatas dan belum pernah bersekolah di AIIAS, mereka yang sudah pernah bersekolah di AIIAS sudah pasti
tidak akan pernah berani mengata-ngatai orang yang sudah berhasil dan tamat dengan baik di sekolah AIIAS.

Pelayanan yang saya lakukan di milis memang sepertinya jauh dari apa yang disangka orang tentang orang yang sudah berhasil mendapat gelar doctor, itu memang harus saya lakukan agar level pengetahuan, emosi
dan expetasi bisa sama dengan saudara yang belum mendapatkan gelar doctor. Saya bersama pimpinan dapat mengukur dan mengetahui apa yang ada dibenak jemaat, apa yang diharapkan dan kami bisa kendalikan melalui sarana informasi yang non formal dimilis-milis.

Bertobatlah, jangan mengata-ngatai hamba Tuhan. Semua yang kita lakukan mesti ada akibatnya. Tuhan tidak mau hambaNya dikata-katai.

Terimakasih.


Pdt. S. Simorangkir




On Jul 27, 2015, at 9:35 AM, anp...@gmail.com wrote:

Samuel Simorangkir D.Min
Communication, PARL, 
AWR & Jakarta Studio Director
West Indonesia Union Mission.
+6282113265659 / 08889105740
www.adventist.or.id

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Advent Global" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to advent-globa...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to advent...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/advent-global.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages