Lokasi Tante Cari Gigolo Di Jawa Timur

0 views
Skip to first unread message
Message has been deleted

Clotilde Wilks

unread,
Jul 12, 2024, 6:14:42 AM7/12/24
to adlevine

Lebih meresahkan lagi ketika mereka ini beroperasinya di alun-alun depan masjid hampir di setiap kota. Semua orang tahu, namun gejala yang sangat meresahkan itu tetap berlangsung. Dibiarkan tingkah busuk itu menyengat perasaan bagi setiap orang yang beriman.

Apabila zina dan riba telah tampak nyata di suatu kampung (negeri) maka sungguh mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk diri-diri mereka. (HR. Al-Hakim dengan menshahihkannya dan lafadh olehnya, At-Thabrani, dan Al-Baihaqi, dishahihkan oleh Al-Albani dan Adz-Dzahabi).

Lokasi Tante Cari Gigolo Di Jawa Timur


Download Zip https://urluso.com/2yMfWC



Sebutan Gigolo tak lain dan tak bukan tertuju kepada sosok pelacur pria yang melayani bukan hanya wanita, tetapi juga pria pengidap homoseks (gay). Heboh film dokumenter Cowboys in Paradise, tentang gigolo yang berkeliaran di pantai Kuta (Bali), rupanya menutup fakta lain tentang keberadaan kampung gigolo di kawasan Boyolali, Jawa Tengah.

Pada umumnya, para gigolo ini merupakan pelajar putus sekolah. Mereka menjalankan aktivitas gigolo melalui mucikari atau independen dengan cara langsung terjun menjajakan diri di pinggir jalan. Targetnya, tante girang dan om senang. Di kawasan ini mudah ditemukan sejumlah salon yang berperan ganda sebagai tempat memoles para gigolo.

Sebelum menjalankan praktik, para gigolo ini diperkenalkan dengan dunia perkotaan, diajak ke pusat perbelajaan dan sebagainya, sebelum akhirnya terjun ke dunia penuh nista sebagai gigolo. Di Semarang, misalnya, terdapat sebuah tempat transit para gigolo, yaitu daerah Pos Ponjolo.

Keberadaan kampung gigolo Boyolali, meski pernah diungkap Tim Sigi SCTV pada 24 Maret 2010, namun sepertinya tidak menarik perhatian media massa lainnya, bahkan cenderung ditenggelamkan oleh kampung gigolo Bali. Apalagi, setelah kehadiran film dokumenter berjudul Cowboys in Paradise (sekitar April 2010), yang menggambarkan kehidupan dan aktivitas gigolo di sekitar Pantai Kuta, Bali.

Keberadaan kampung gigolo Boyolali boleh jadi lebih disebabkan oleh faktor kemiskinan semata. Sedangkan di Bali, selain didorong oleh kemiskinan juga disuburkan oleh industri pariwisata yang liberal, permissif, dan tentu saja jauh dari misi menawarkan keindahan alam dan budaya Bali.

Di Boyolali, sosok gigolo pada siang hari tampil sebagaimana pemuda desa umumnya. Barulah pada malam hari, ia bermetamorfosa menjadi penjaja maksiat sebagai gigolo. Terkesan masih ada sikap malu-malu. Berbeda dengan di Boyolali, gigolo di Bali karena dikemas ke dalam paket industri pariwisata, kiprah para gigolo ini hadir dengan terang benderang. Apalagi, ada media penyamaran yang cukup efektif berupa keberadaan komunitas anak pantai yang tidak mencurigakan. Para gigolo ini tampil bagai anak pantai biasa. Atau, mereka yang semula hanya anak pantai kemudian tergiur materi dengan terjun ke lembah nista gigolo.

Di Bali, terutama di Pantai Kuta, praktik gigolo konon sudah berlangsung sejak 20 tahun lalu. Ciri-ciri gigolo Pantai Kuta ini selain berbadan atletis dan berkulit gelap, juga berambut gondrong. Penampilan mereka khas anak pantai yang jago berselancar, dan mempunyai kemampuan berbahasa asing yang lumayan, terutama bahasa Inggris.

Sedangkan gigolo yang mencari mangsa di caf dan tempat hiburan lainnya di Bali, umumnya mereka berinteraksi dalam jangka waktu terbatas, sebagaimana pelacur biasa, dan sama sekali tidak membawa misi pariwisata. Juga, tidak menjalankan fungsi memandu turis mengunjungi objek wisata selain memandu syahwat semata.

Menurut Asana Viebeke Lengkong, tokoh masyarakat Kuta, ada tiga kategori yang dapat menggambarkan sosok gigolo Pantai Kuta. Pertama, gigolo sebagai profesi permanen untuk mendapatkan uang. Gigolo ini bekerja secara profesional untuk memenuhi hasrat para turis. Kedua, gigolo kontemporer. Awalnya, mereka masuk ke dunia gigolo hanya untuk mencoba-coba. Selanjutnya, ada yang menekuni gigolo sebagai profesi, namun ada juga yang tidak. Ketiga, gigolo musiman. Gigolo kelompok ini semata-mata mencari duit dan tidak menjadikan aktivitasnya sebagai profesi. Dari kelompok ini ada yang suka berbuat nekat dan membahayakan, sebagaimana pernah terjadi pada serangkaian kasus terbunuhnya wanita Jepang di Kuta beberapa waktu lalu.

Berbeda dengan gigolo Boyolali yang hampir semuanya terjerumus karena faktor ekonomi, gigolo Surabaya ada pengecualian. Selain faktor ekonomi, juga ada yang didorong oleh desakan kebutuhan seksual yang besar (hiperseks). Menurut Yanto, salah satu germo gigolo Surabaya, sebagian gigolo binaannya ada yang berasal dari keluarga mampu, namun karena mengidap hiperseks, ia terjun menjadi gigolo. Tipe gigolo ini tidak terlalu memilih perempuan, dan uang bukan faktor utama.

Sedangkan gigolo yang berasal dari keluarga tidak mampu, faktor utamanya adalah uang. Biasanya, menurut Yanto, gigolo jenis ini agak rewel dan lebih suka melayani perempuan yang royal. Sebagai germo gigolo Surabaya, Yanto membina gigolo yang belum menikah, masih kuliah, dan berumur antara 20-25 tahun.

Di Surabaya, salah satu cara mendapatkan gigolo, antara lain ditempuh dengan mendatangi kampus-kampus. Bahkan, ada germo gigolo yang sudah lebih dari 5 tahun beroperasi, dalam rangka mencari calon gigolo ia menyusupkan orang-orang kepercayaannya di kampus-kampus swasta ataupun negeri. Bila ada calon yang dianggap cocok, orang-orang ini akan menghubungi sang germo.

Dari 1.500 wanita pelacur yang tercatat di kotaDenpasar Bali, seperlimanya atau 20 persen di antaranya terindikasi mengidap HIV/AIDS. Selain mengidap HIV/AIDS, ada beberapa pelacur itu terserang penyakit infeksi menular seksual (IMS), kata Sri Mulyanti, asisten koordinator KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Denpasar, Selasa (23/11) 2010.

Seperti diketahui, ucapnya, penyebab penularan virus HIV/AIDS yang masih tinggi adalah perilaku melakukan hubungan seks berganti-ganti pasangan. Perilaku itulah yang membuat para penjaja seks tersebut, katanya, menjadi salah satu kelompok yang paling beresiko. (lihat hidayatullah.com, Wednesday, 24 November 2010 08:27)

Aksi pengerusakan itu dipicu oleh penertiban gubuk-gubuk liar di sekitar Stasiun Klender yang dilakukan petugas PT KA beserta Polsek Pulogadung Sabtu siang. Gubuk-gubuk tersebut dibongkar karena menjadi sarang prostitusi di sekitar wilayah Stasiun Klender.

"Tadi malam telah terjadi pengerusakan, penyerangan dan pengroyokan dilakukan oleh puluhan orang yang tidak dikenal dengan senjata kayu balok yang ada paku kepada petugas Stasiun Klender," ujar Achmad Sujadi kepada okezone, Minggu (12/4/2009).

Akibat penyerangan tersebut, sejumlah karyawan Stasiun Kereta Api Klender mengalami luka parah, di antaranya Tarsano, Pengatur perjalanan Kereta Api, Arif Setiawan Petugas Loket, Sigit Budiarto, Petugas Loket, serta seorang penumpang bernama Agus Suseno, tidak luput dari penyerangan tersebut.

Tindakan ratusan petugas gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP Kab. Bogor, membuat marah penguni lokalisai liar ini. Caci maki dilontarkan . Lemparan batu melayang ke arah petugas, disusul lemparan lainnya. Ini yang memicu terjadinya bentrokan.

Suasanan memanas ketika Ny Nara,36, menghadang petugas di depan rumahnya yang akan dibongkar. Suaminya, Asep,38, berdiri di atap rumah lalu melempar genteng ke arah petugas. Akibatnya Ny Nisa, ibunda Ny Nara, kepalanya bocor tertimpa genteng.

Liputan6.com, Lebak: Tersangka pembakar kereta Hery alias Saeful sudah mulai tenang saat ditemui wartawan di sela-sela pemeriksaan penyidik Kepolisian Resor Lebak, Banten, Sabtu (23/10). Hery yang kejiwaannya dikenal labil, bahkan menjawab sejumlah pertanyaan wartawan. Termasuk, awal mula pembakaran 24 gerbong kereta api di Stasiun Rangkasbitung, 11 Oktober silam [baca: Polisi Tetapkan Tersangka Pembakar Kereta].

Dalam penjelasannya, Hery mengaku pembakaran kereta dilakukannya antara sengaja dan tidak sengaja. Sekitar jam 11 malam, tukang sapu gerbong kereta ini berusaha merayu Nur, pelacur yang biasa mangkal di gerbong stasiun. Namun karena Hery hanya menjanjikan bayaran Rp 5.000, pekerja seks komersial itu menolak ajakannya. Warga Kabupaten Serang, Banten, ini marah lalu membeli bensin, yang awalnya akan digunakan untuk membuat Nur mabuk. Tapi, lagi-lagi Nur menolak.

Saat berusaha memaksanya meminum bensin itulah sebagian bahan bakar minyak itu dalam kantong plastik tercecer di gerbong tiga, empat, dan lima. Sadar bahwa usahanya gagal, Hery kemudian menumpahkan bensin tersebut di luar gerbong, kemudian membakarnya. Saat itulah, api langsung menyambar ruang dalam gerbong lima dan menjalar ke gerbong lainnya.

Sejauh ini polisi masih belum dapat memastikan motif lain. Namun berdasarkan penyelidikan lanjutan terhadap lebih dari 60 saksi, polisi menduga ada pelaku lain selain Hery. Namun polisi belum mau membuka identitas orang tersebut, yang saat kejadian ada bersama Hery dan berprofesi sebagai preman di Stasiun Rangkasbitung.

Pihak kepolisian menjerat Hery dengan Pasal 187 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang pembakaran dengan ancaman hukuman di atas lima tahun. Bangkai 24 gerbong kereta yang terbakar hingga kini masih tersimpan di Stasiun Rangkasbitung, menunggu proses penyelidikan tuntas. (MRQ/ANS) id.news.yahoo.com

Bahaya pelacuran telah sangat nyata. Bahaya yang tidak diperkirakan dan belum pernah terjadi seperti dibakarnya 24 gerbong kereta api pun terjadi gara-gara pelacuran. Gerbong ditempati untuk pelacuran. Namun anehnya, pelacuran dengan aneka sarananya tampak dibiarkan. Bahkan video zina para artis (Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari) yang tersebar ke seantero dunia, sangat memalukan dan mengakibatkan rusaknya moral pun pelaku-pelaku zinanya tidak dihukumi apa-apa mengenai zinanya. Padahal pelakunya mengakui. Astaghfirullah, ini negeri apa? Hanya syetan saja yang tidak mau tahu bahwa zina itu dosa besar dan harus dijatuhi hukuman, serta tidak boleh ada yang membelanya. (Anehnya, Ariel tokoh pezina itu justru dikabarkan ada 10 pembelanya, sedang zinanya pun tidak dipersoalkan).

Lelaki zina yang belum pernah menikah (ghoiru muhshon) didera 100 kali dan dibuang selama setahun. Sedang perempuan zina ghoiru muhshon (belum pernah nikah) cukup didera 100 kali tanpa diusir dari negerinya.

7fc3f7cf58
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages