Di Indonesia maupun Negara di seluruh belahan dunia saat ini menghadapi beragam isu-isu sosial berkaitan dengan bullying, transgender, terorisme, bom bunuh diri, kenakalan remaja, tindak kriminalitas, maupun perilaku-perilaku menyimpang lainnya. Apa yang menyebabkan perilaku individu demikian?. Motif apa yang mendorong perilaku tersebut muncul?. Apakah individu sadar akan apa yang mereka lakukan hingga rela melakukan mengorbankan dirinya dan rela membunuh orang lain yang tidak bersalah?. Apakah mereka terlahir sebagai manusia yang memiliki potensi buruk ataukah potensi baik?. Apakah yang individu lakukan tersebut perilakunya dipengaruhi oleh masa lalu, masa sekarang, ataukah yang akan datang?. Apakah kepribadian baik atau buruk itu dipengaruhi oleh faktor bawaan/hereditas ataukah lingkungan?.
Bila Anda membaca Biografi kaum teroris dan sejarah personal mereka menujukkan pengalaman hidup tertentu secara umum yang ditemukan pada kaum teroris adalah tema-tema persepsi tentang ketidakadilan, keterhinaan, kebutuhan jiwa akan rasa bangga (Self-esteem) serta karena keturunan keluarga agama radikal, sejarah pengalaman kekerasan dan trauma agaknya sesuatu yang umum pada mereka. Dari analisa Prof.Sarlito Wirawan Sarwono atas beberapa gambar yang dibuat oleh para mantan teroris adalah adanya bibit agresivitas dari seorang teroris cenderung sudah merasuk sejak usia dini dan bukan karena proses pencucian otak (Brain Washing) ketika mereka dewasa dan mulai mengenal ajaran terorisme. Wawancara dengan masyarakat setempat menunjukkan bahwa terduga pelaku teroris dikenal memiliki kepribadian yang baik (alim, sopan, tekun beribadah, sholeh). Lantas bagaimana sebagai seorang profesional untuk bisa memberikan pernyataan publik yang tepat ke masyarakat mengenai profil dan dinamika pelaku teroris ini?.
Teori Psikologi Kepribadian sebagai landasan penting yang penting untuk memahami, menggambarkan, serta meramalkan perilaku. Mahasiswa strata satu (sarjana psikologi) harus lebih dulu memiliki wawasan yang matang dan mendalam berkaitan dengan teori psikologi kepribadian sebelum mereka mempelajari asesmen kepribadian. Buku teks ini akan mempemudah mahasiswa maupun para pendidik untuk mempelajari beragam teori psikologi kepribadian yang masing-masing teori telah dirinci dari aspek konsep teori kepribadian, struktur kepribadian, dinamika kepribadian, dan perkembangan kepribadian serta pada masing-masing teori telah disediakan contoh-contoh kasus riil akan gambaran kepribadian.
Nur Fatwikiningsih, S. Psi, M.Psi, Psikolog dilahirkan di Lumajang, 04 Mei 1983. Menamatkan Studi Sarjana Psikologi di Universitas Airlangga Surabaya dan menyelesaikan program Magister Psikologi Profesi Klinis di Universitas Muhammadiyah Malang. Bidang yang diminati berkaitan dengan psikologi kepribadian, perkembangan anak, asesmen klinis, pendidikan anak, konseling, dan psikoterapi.
Nur pernah berpengalaman sebagai Konsultan Tumbuh Kembang anak dengan melakukan asesmen dan terjun langsung sebagai terapis Anak Berkebutuhan Khusus. Selain itu Ia pernah menjadi Konsultan di Institusi Pendidikan Tinggi sebagai Psikolog yang membantu persoalan klinis dan problem Psikologi Remaja dan Dewasa. Ia aktif dalam penelitian dan menulis jurnal bertemakan problem anak maupun psikologi klinis. Saat ini ia aktif mengajar sebagai dosen psikologi. Sebagai seorang penulis dan peneliti yang kreatif dan produktif, ia saat ini masih menulis beberapa buku lainnya berkaitan dengan kepribadian, asesmen klinis, problem psikologis anak, novel remaja dan dewasa, media belajar, maupun pengembangan teknik psikoterapi.
Jelajahi kedalaman pikiran manusia dan pelajari mengapa kita, sebagai manusia, bertindak dan berpikir seperti kita saat ini melalui rekomendasi buku-buku psikologi menarik ini. Enam di antaranya adalah buku psikologi kepribadian.
Merangkum dari reedsy.com, Kamis (12/10/2023), berikut daftar 25 buku psikologi terbaik tahun ini yang wajib Anda baca untuk mendalami pemahaman ini. Enam di antaranya adalah buku psikologi kepribadian.
Martin Seligman mengajak kita untuk melihat kebahagiaan dari sudut pandang ilmiah. Buku ini membahas bagaimana fokus pada kekuatan internal kita dapat membantu mencapai kebahagiaan yang berkelanjutan.
Dia mengidentifikasi psikologis seperti "kebutaan terhadap masalah" dan mengilustrasikannya melalui studi kasus individu, bisnis, dan lembaga yang berhasil mengubah cara mereka memandang masalah. Buku ini memberikan panduan praktis untuk mengubah pola pikir kepribadian dan mencegah masalah sebelum mereka timbul.
Menceritakan eksperimen penjara Stanford yang terkenal, Zimbardo, yang turut serta dalam eksperimen itu, membahas kesimpulan dari penelitiannya tentang bagaimana situasi dapat mengubah perilaku manusia.
Membahas permainan sosial yang sering terjadi dalam interaksi manusia. Berne menjelaskan berbagai jenis permainan yang terjadi dalam berbagai konteks, dari permainan kekuasaan hingga permainan dalam hubungan pernikahan.
Penulis menjelajahi asal-usul mimpi manusia dan mengungkap peran pentingnya dalam evolusi. Dengan penjelasan tentang peran mimpi dalam pengingatan dan transformasi, buku ini mengundang pembaca untuk memulai percakapan yang menarik.
Pembaca dihadapkan pada gagasan bahwa kemajuan manusia adalah hasil dari "kebersahabatan" kita. Penulis membahas bagaimana kolaborasi dan komunikasi memainkan peran penting dalam perkembangan budaya dan teknologi, sambil menyoroti potensi konflik.
Gladwell menggunakan contoh dunia nyata untuk menunjukkan bahwa kemampuan untuk membuat keputusan yang baik tergantung pada kemahiran dalam menganalisis pola dengan cepat berdasarkan pengalaman singkat.
Pernahkah Anda merasa kewalahan ketika memasuki toko pakaian dengan banyak pilihan yang seakan-akan serupa? Barry Schwartz meyakini bahwa kelebihan pilihan ini sekarang justru membuat konsumen cemas. Solusinya? Mengurangi pilihan konsumen dengan bijak tanpa menghilangkan otonomi.
Tavris dan Aronson menguraikan fenomena seperti disonansi kognitif dan bias konfirmasi, dan mengilustrasikannya melalui contoh kasus nyata serta kontroversi, menjadikan buku ini relevan untuk pembaca psikologi dan politik yang ingin mengembangkan diri.
Dalam buku ini, Daniel Goleman menjelaskan konsep Intelegensi Emosional. Goleman membagi proses manusia menjadi dua pikiran: rasional dan emosional, dan mengungkapkan peran kesadaran diri, kedisiplinan diri, dan empati dalam membentuk kecerdasan.
Buku ini membahas kesehatan fisik dan emosional dengan pendekatan "human givens". Memahami ini membantu kita mencapai potensi mental dan fisik yang lebih baik, sambil mengatasi kecemasan dunia modern.
Buku terakhir ini membahas misteri kesadaran dan otak. Graziano mencoba menjawab pertanyaan tentang bagaimana otak menciptakan kesadaran. Diskusi ilmiahnya adalah perjalanan dalam upaya memahami dasar-dasar kesadaran manusia.
Kewirausahaan dari sudut pandang pshikologi kepribadian berupaya memetakan peran UKM dan kontribusinya pada perekonimian nasional dengan pendkatan psikologi industri. pendekatan ini relatif baru. Karena itu, dari sana dapat diharapkan muncul pemikiran dan pencerahan bagaiman psikologi memberi kontribusi bagi bangsa ini di dalam mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran.
Dewasa ini semakin banyak anggota masyarakat yang mencoba masuk kedunia usaha, baik usaha mikro, kecil maupun menengah. Niat memasuki dunia usaha pada umumnya didorong oleh kondisi perekonomian ... Lihat Selengkapnya
Pilihan masa depan buat negara kita, dalam mengatasi persoalan tenaga kerja yang makin banyak menganggur, tiada lain ialah membuka lapangan wirausaha dan memasyarakatkan pengetahuan kewirausahaan ... Lihat Selengkapnya
Selama bertahun-tahun mahasiswa Indonesia kesulitan memahami kewirausahaan.Bagi para dosen,kewirausahaan sering dipandang tak lebih dari sebuah teori yang diajarkan dengan cara menghafalkan definisi. ... Lihat Selengkapnya
Perpustakaan Universitas Bina Sarana Informatika merupakan layanan yang diberikan kepada civitas akademik khususnya mahasiswa untuk memperoleh informasi seperti buku, majalah, jurnal, prosiding, dll.
Psikologi Kepribadian Islam adalah studi Islam yang berhubungan dengan tingkah laku manusia berdasarkan pendekatan psikologis dalam relasinya dengan alam, dengan sesamanya dan dengan Tuhan agar dapat meningkatkan kualitas hidup di dunia dan akhirat. Displin ini membahas apa dan bagaimana tingkah laku manusia menurut pandangan Islam yang ditimbulkan dari jiwanya.
Prof. Abdul Mujib menuturkan, problem metodologis yang yang dihadapi dalam membangun teori kepribadian berbasis Psikologi Islam agar diakui sebagai disiplin ilmu adalah posisi Psikologi Islam yang berada di di antara dua persimpangan. Di satu sisi, psikologi Islam harus diuji oleh prinsip-prinsip ilmiah psikologi modern, sementara di sisi lain harus sesuai dengan nilai-nilai doktriner dalam Islam. Pada aspek tertentu kedua persimpangan itu mudah dilalui secara simultan, namun pada aspek yang lain justru saling bertentangan.
Buku ini merupakan pembanding atau bahkan counter discourse terhadap teori-teori kepribadian yang dibangun dari paradigma psikologi Barat. Dalam memahami kepribadian masyarakat religius, khususnya masyarakat Muslim Indonesia, tidak mungkin menggunakan teori-teori kepribadian dari psikologi Barat yang sekular. Selain bias budaya, teori-teori tersebut bebas nilai yang menafikan unsur-unsur metafisik dan spiritual-transedental. Teori kepribadian Islam lebih tepat digunakan untuk mempelajari kepribadian masyarakat Muslim karena dapat mencakup seluruh perilaku dan menunjukan self-image maupun self-esteem sebagai seorang Muslim yang sesungguhnya.
Acara bedah buku ini dibuka oleh Wakil Rektor I IAIN Tulungagung, Prof. Imam Fuadi, M.Ag. Seluruh pejabat di lingkungan FUAD mulai dari Dekan, Wakil Dekan, Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan turut hadir. Selain dari FUAD, acara ini juga dipenuhi oleh mahasiswa dari fakultas lain di lingkungan IAIN Tulungagung. Dimulai pada pukul 8:30 pagi, acara berlangsung lancar hingga berakhir sebelum pukul 12 siang.
c80f0f1006