Pdf Kitab Bidayatul Hidayah

0 views
Skip to first unread message

Crystle Rike

unread,
Aug 5, 2024, 3:44:07 AM8/5/24
to acflatnutin
Liputan6com, Jakarta Kitab Bidayatul Hidayah satu di antara beberapa kitab karangan Imam Hujjatul Islam Al-Ghazali. Kitab ini berisi tentang adab-adab yang perlu dipahami oleh umat Islam. Sesuai dengan arti namanya, Bidayatul Hidayah, kitab ini merupakan panduan hidup dari permulaan (Bidayah) dan akan berakhir pada Hidayah (petunjuk).

Kitab ini berisi tiga bagian, yaitu adab tentang taat kepada Allah SWT, meninggalkan maksiat, dan bagian terakhir adalah tentang muamalat atau pembahasan tentang adab pergaulan manusia dengan penciptanya dan juga manusia dengan sesamanya.


Kitab Bidayatul Hidayah membahas tentang akhlak, tasawuf, maupun ibadah. Kitab ini berisikan panduan hidup dari permulaan dan akan berakhir pada hidayah. Berikut Liputan6.com rangkum dari laman idr.uin-antasari.ac.id, Kamis (10/8/2023) tentang Kitab Bidayatul Hidayah.


Kitab Bidayatul Hidayah adalah satu di antara beberapa kitab karangan Imam Hujjatul Islam Al-Ghazali RA yang banyak diberi berkah oleh Allah SWT. Kitab Bidayatul Hidayah telah banyak memberi faedah dan bimbingan bagi setiap orang yang menelaahnya dengan niat yang ikhlas untuk mengamalkan isi dan kandungannya.


Faedah dan manfaat kitab Bidayatul Hidayah sudah jelas dan tidak dapat diragukan lagi. Dalam kitab Bidayatul Hidayah, ini Imam Ghazali RA menggariskan amalan-amalan harian yang mesti dilakukan muslim setiap hari dan adab-adab untuk melaksanakan amal ibadah, supaya ibadah tersebut dapat dilakukan dengan baik, penuh arti, dan memberikan kesan yang mendalam.


Beliau dilahirkan tahun 450H/1058M di Ghazalah, sebuah desa di Pinggiran Kota Thus, kawasan Kurasan Iran. Sumber lainnya menyebutkan bahwa ia lahir di kota kecil dekat Thus di Kurasan, ketika itu merupakan salah satu pusat ilmu pengetahuan dan wilayah kekuasaan Baghdad yang dipimpin oleh Dinasti Saljuk. Beliau wafat di Tabristan wilayah propinsi Thus pada hari senin tanggal 14 Jumadil Akhir 505 H bertepatan dengan 01 Desember 1111 M.


Imam Al-Ghazali lahir dari keluarga yang taat beragama dan hidup sederhana. Pada masa Imam Al-Ghazali di kota Thus terjadi interaksi budaya yang sangat intelek, antara filsafat serta interprestasi sufistik. Sementara itu, pergolakan dalam bidang politik juga cukup tajam, misalnya pertentangan antara kaum Sunni dan kaum Syiah, sehingga Nidham Muluk menggunakan lembaga madrasah Nidhamiyah sebagai tempat pelestarian paham Sunni.


Meskipun Imam Al-Ghazali tergolong sukses dalam kehidupannya di Baghdad, semua itu tidak mendatangkan ketenangan dan kebahagiaan bahkan membuatnya gelisah dan menderita, ia bertanya apakah jalan yang ditempuhnya sudah benar atau belum. Perasaannya itu muncul setelah mempelajari ilmu kalam (teologi). Imam Al-Ghazali ragu, mana di antara aliran-aliran yang betul-betul benar, kegelisahan intelektual dan rasa kepenasarannya dilukiskan dalam bukunya al-Munqidz min al-Dalal.


Kegelisahan dan perasaan terus meliputinya kemudian Imam Al-Ghazali mulai menemukan pengetahuan kebenaran melalui kalbu yaitu tasawuf, ia belum memperoleh kematangan keyakinan dengan jalan tasawuf setelah meninggalkan Baghdad pada bulan Zulkaidah 448 H/1095 M dengan alasan naik haji ke Makkah, ia memperoleh izin ke luar Baghdad. Kesempatan itu ia pergunakan untuk mulai kehidupan tasawuf di Syiria yaitu dalam masjid Damaskus, kemudian ia pindah ke Yerussalem Palestina untuk melakukan hal yang sama di masjid Umar dan Monumen suci Dome of the Roch.


Sepanjang hayatnya, Imam Al-Ghazali selalu digunakan dan diisi dengan suasana ilmiah, mengajar dan tasawuf. Semua itu menjadikan pengaruh terhadap pemikiran sumbangan bagi peningkatan sosial kebudayaan, etika dan pandangan metafisik alam.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages