Seorang bidan dituntut mampu memberikan pelayanan yang bersifat individual maupun kelompok. Tanggung jawab bidan pada pelayanan kebidanan komunitas meliputi kemampuan memberikan penyuluhan dan pelayanan individu, keluarga, dan masyarakat.
Kegiatan yang mengusung tema Peran Bidan Komunitas Mewujudkan Keluarga Sehat, Menuju Masyarakat Sehat dilaksanakan secara virtual pada hari Sabtu, 1 Mei 2021 dengan narasumber pakar komunitas yaitu Dr. Wahyudin Rajab, S.Kp., M.Epid dan Dr. Syafrudin, SKM., M.Kes.
Adapun bentuk pelayanannya adalah memberikan supersive seperti bantuan, konseling atau bimbingan untuk perempuan selama masa kehamilan, masa persalinan, masa nifas, hingga perawatan pada bayi baru lahir.
Sementara yang dimaksud dengan kebidanan komunitas adalah pelayanan kebidanan secara profesional untuk masyarakat dengan tujuan utama pada kelompok risiko tinggi agar dapat mencapai derajat kesehatan yang terbaik.
Guna mencapai derajat kesehatan yang terbaik serta optimal maka perlu adanya pencegahan penyait, keterjangkauan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan mitra hingga melakukan evaluasi terhadap pelayanan kebidanan.
Ruang lingkup pelayanan kebidanan komunitas dilakukan di luar rumah sakit maupun institusi terkait atau bisa juga memberikan pelayanan kebidanan dalam upaya mencegah kematian pada ibu dan bayi saat persalinan.
Sebanyakempat puluh satu (41) mahasiswa bidan tersebut melakukan PKK. PKK inididasarkan pada empat konsep utama pelayanan kebidanan yaitu manusia,masyarakat atau lingkungan, kesehatan dan pelayanan kebidanan yang mengacu padakonsep paradigma kebidanan dan paradigma sehat sehingga diharapkan tercapainyataraf kesejahteraan hidup masyarakat.
Sejalan dengan ketua Prodi D3 Kebidanan PHB Nilatul Izah,S.SiT.,M.Keb. PKK merupakan kurikulum wajib yang ada diprogram studi D III kebidanan PHB, yang dilaksanakan oleh mahasiswa semester 5. Penentuan tempat praktik komunitas ini bekerjasama dengan dinas kesehatan setempat.
STIKES Kota Sukabumi merupakan lembaga pendidikan keperawatan dan kebidanan hasil konversi AKPER Kota Sukabumi, sampai saat ini meluluskan 4162 tenaga kesehatan yang keseluruhannya telah bekerja di instansi pemerintah, TNI, POLRI dan swasta dalam maupun luar negeri. Tim Pengajar adalah dosen-dosen y[...]
2016 puskesmas yang melakukan pelayanan sesuai standar berjumlah 2692 dan yang mendapatkan asuhan kebidanan komunitas berjumlah 542.686.520 orang. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan antara pelayanan komunitas dengan pengetahuan dan pendidikan (Tinggi/S1,Menengah/SMA dan SMP dan Dasar/SD). Penelitian ini menggunakan metode analitik. observasi dengan pendekatan cross sectional. Metode Penelitian: Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berkunjung kepuskesmas OPI Palembang. Sempel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling yaitu berjumlah 50 orang yang kebetulan ada pada saat penelitian . Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, tabulasi silang chi square. Hasil Penelitian: Dari hasil uji yang dilakukan menunjukan bahwa sebagian dari 15 (6,66%) responden yang pengetahuannya dalam kategori cukup dan pendidikan dari 15 orang responden yang menerima pelayanan kebidanan di komunitas, sebagian besar yaitu 11 (73,3%) responden yang pendidikannya dalam kategori menegah dan dari hasil uji statistik chi square diperoleh p value = 0,024 lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara pelayanan komunitas dengan penegetahuan. Sedangan hubungan antara pelayanan komunitas kebinan menunjukan p value = 0,212 yang lebih besar dari 0,05 yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna.Saran diharapkan puskesmas opi meningkatkan mutu pelayanan. Kesehatan terutam promosi kesehtan khususnya pelayanan komunita kepda masyarakat
Menjadi Program Magister Terapan Kebidanan yang unggul dan inovatif dalam pemecahan masalah pelayanan kebidanan komunitas dan pendidikan kebidanan berbasis 3H (Head, Hand and Heart Principles) tingkat nasional pada tahun 2025.
aa06259810