........................
Komisi XI DPR Pertanyakan Penurunan Investasi di Sumbar
PadangKini.com | Senin, 14/4/2008, 11:11 WIB
PADANG--Anggota Komisi XI Rizal Djalil mempertanyakan penurunan investasi di Sumatera Barat.
Pada pertemuan Komisi XI DPR RI dengan Pemrov Sumatera Barat di Kantor Gubernur Sumatera Barat, Padang, Senin (14/4), Rizal mempertanyakan kenapa PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) di Sumatera Barat dari tahun ke tahun sejak 2004 terus menurun. Bahkan penurunannya sangat drastis pada 2007.
"Kenapa terjadi penurunan signifikan pada investasi, padahal investasi yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi di Sumbar," ujarnya.
Menurut Rizal, Sumatera Barat seharusnya bisa mengembangkan sektor pariwisata untuk mendukung perekonomiannya.
Dalam pertemuan yang dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Yohanes Dahlan, Asisten II, Ketua Bappeda dan jajarannya itu, memaparkan investasi di Sumatera Barat pada 2004 sebesar Rp631,73 miliar.
Tahun berikutnya, 2005 investasi menjadi Rp607,06 miliar, kemudian menurun pada 2006 menjadi Rp234,86 miliar. Kondisi ini terus memburuk, di mana pada 2007 investasi hanya tinggal Rp58 miliar.
Menanggapi Rizal, Yohanes mengatakan, resesi investasi di Sumbar disebabkan empat faktor. Pertama faktor perizinan tanah yang dikeluarkan Badan Pertanahan Negara (BPN) Provinsi yang sering berbeda dengan yang diekluarkan BPN kota dan kabupaten, sehingga masyarakat sering komplain ketika investor akan menggarap.
Kedua, adanya laporan 'nakal' pengusaha, di Pemda Provinsi pengusaha melaporkan urusannya selesai, ternyata di lapangan masih bermasalah. Ketiga, isu gempa yang membuat investor enggan berinvestasi di Sumatera Barat.
Keempat, masalah tanah ulayat dimana setelah pengusaha dapat izin ternyata banyak masyarakat yang komplain terkait dengan tanah ulayatnya.
"Khusus mengenai tanah ulayat saat ini kami sedang mempersiapkan peraturan daerah tanah ulayat," ujar Yohanes. (yanti)
Copyright © 2008 www.padangkini.com All Rights Reserved.
Sajauah yang ambo tahu, target utamo FSSM adolah malahiakan
entrepreneur-entrepreneur baru dari etnis Minang di ranah dan di
rantau.
Karano tahu samo tahu hampia 76% lulusan perguruan tinggi di ranah
manganggur dan manunggu mamparabuikan lowongan PNS dan pegawai Pemda.
Adiak-adiak yang manganggur dan yang sadang kuliah ko jadi target
FSSM, dengan memberi program pelatihan kewirausahaan, medatangi
kampus-kampus memberi kuliah umum untuk membangkitkan dan memupuk
semangat berwirausaha dikalangan mahasiswa dan pemuda.
Info dari Uda Basrizal Koto pada pelatihan kewirausahaan sesi III lalu
di sekretariat FSSM di Kebun Kacang, di UI Depok sudah ada mahasiswa
asal Sumbar yang menandatangani kontrak dengan Da Bas untuk tidak
meminta kiriman uang sepeser pun tiap bulan ke orang tuanya sampai
tamat. Untuk gantinya mahasiswa itu akan bekerja mencukupi kebutuhan
hidup dan biaya kuliah secara mandiri, salah satu caranya jadi
karyawan di Rumah Makan Padang untuk magang sambil memperluas
networking.
Masalah investasi di ranah mungkin urang Kadin jo Pemda yang labiah
berkompeten nan manjawek nyo. Tapi untuak asumsi se..samuik hanyo
mandatangi tampek yang banyak gulo nyo. Kalau investor saketek nan
bainvestasi, artinyo Sumbar alun menarik dan aman untuak investasi
investor tu,
karano urang tu kan investasi mancari untuang.
Hormat saya
Muhammad Syahreza
HP : 0811 193 646 / 0817 169 015
E-mail : muhammad...@gmail.com
Blog bisnis : http://ohiofreshyoghurt.multiply.com
Yoghurt segar rasa buah serasa es krim
Blog pribadi : http://muhammadsyahreza.wordpress.com
Setiap warga negara memiliki hak & kewajiban utk bela negara, jangan
tanya apa yg Indonesia sdh berikan pd kita, tapi tanya apa yg kita sdh
lakukan utk membuat Indonesia lebih baik?
Setiap pengusaha
sekecil apapun kita
semuda apapun kita
dapat membuat Indonesia menjadi lebih baik!
Mulailah dari diri kita sendiri, jika setiap kita menjadi lebih baik,
maka Indonesia pasti menjadi lebih baik!
Kunjungi Sumbar online di :
www.west-sumatra.com
www.mentawaiislands.com
www.newsikuaiisland.com
www.visitminangkabau.com
www.aloitaresort.com/diving
2004 sebesar Rp631,73 miliar.
2005 menjadi Rp607,06 miliar.
2006 menjadi Rp234,86 miliar.
2007 investasi hanya tinggal Rp58 miliar.
Iko baa caro no membaco angko nan diateih ko yo ? dan sia nan pantas bertanggung jawab ?
Ambo pikir dari pada bertanya sama FSSM tentang program program nyatanya dibidang investasi di Sumatra Barat ancak awak batanyo ke pelaksana pemerintahaan di Sumbar nan digaji khusus oleh
rakyatnya untuk mengatasi masalah ini, baa solusi nan ditawarkan pemerintah ?
Karena nan ambo tau dengan pasti visi dan misi FSSM tidak hanya fokus pada ekonomi Ranah tapi juga fokus terhadap pembinaan para pengusaha Minang di Rantau terutama pengusaha kecil dan menengah.
Salam Hormat
ROnal Chandra
soal penurunan investasi di Sumbar, itu adalah
kenyataan, dulu waktu kapalo BKPMD ko masih dijabat
oleh Syahrial Syarif, MBA yang kini jadi Dekan PE
Unand hal itu juga disebutkan..Kini pertanyaan alah
ado bana FSSM, atau perantau minang nan sukses, dan
yang paliang baru adalah Indonesian Investment Forum
yang digagas oleh Da Irman Gusman, tapi apo hasilnyo
bagi Sumbar...
jawaban sekdaprop dihadapan anggota DPR RI yang datang
itu agak lucu dan miris dek ambo..asa jawek se...dasar
birokrat..
e yayay ye
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
between 0000-00-00 and 9999-99-99
|
Iko ambo ambiak sabagai
contoh "Kawasan Industri Buton" di Riau.
Bandiangkan jo "Padang Industrial Park" nan makin
lamo makin hilang gemanyo.
Disitu nampak karajo samo
Pemkap jo Pemkab/ Pemko lain & Pemrov.
NRM
Siak Jadikan Tanjung Buton Kawasan IndustriDikirim Oleh: Developer pada 20 Oktober
2003 7:29:36 PM
PEKANBARU (Riau Online): Pemerintah
Kabupaten Siak menjadikan Tanjung Buton Kecamatan Sungai Apit sebagai
Kawasan Industri (KI) yang akan menampung perusahaan industri yang berada
di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak.
PEKANBARU (Riau Online): Pemerintah Kabupaten Siak menjadikan Tanjung Buton Kecamatan Sungai Apit sebagai Kawasan Industri (KI) yang akan menampung perusahaan industri yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak. Ditemui di Pekanbaru, Sabtu, Bupati Siak H Arwin AS SH mengatakan, pihaknya telah menetapkan daerah Buton sebagai daerah kawasan industri, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan terhadap Sungai Siak yang saat ini banyak terdapat industri. Dalam rancangannya, KI Pelabuhan Tanjung Buton merupakan pelabuhan umum yang akan melayani lalu lintas kontainer, pulp and paper, CPO, BBM, kebutuhan provinsi serta komoditas potensial lainnya di Riau. Alasan memindahkan industri yang berada di sepanjang DAS Siak ke KI Buton selain untuk menempatkan industri dalam satu kawasan juga untuk menjaga kelestarian Sungai Siak. "Kondisi sungai Siak kini semakin para tercemar tidak hanya pencemaran domestik tetapi juga industri dan sungai juga mengalami abrasi," katanya. Sedangkan sektor industri masih belum berkembang dan masih terbatas pada pengolahan hasil kehutanan (kayu) berupa kayu lapis, moulding dan pulp serta pengolahan kelapa sawit menjadi CPO. Ia mengakui, industri yang berada disepanjang DAS Siak menngandalkan sungai terdalam di Indonesia itu sebagai sarana transfortasi dan pembuangan limbah industri. Bahkan, di DAS Siak terdapat industri pengolahan kayu dan pulp yang hingga kini masih memanfaatkan keberadaan Sungai Siak sebagai sarana transportasi dan pembuangan limbah, selain itu juga ada puluhan industri lainnya baik yang bergerak dibidang perkayuan (plywood) juga perkebunan.(ms) |
|
Kawasan Industri Buton Perlu Rp 4 Triliun
Pekanbaru, Kompas - Pembangunan Kawasan Industri Buton (KIB) di
Kabupaten Siak, Riau, memerlukan dana investasi sekitar Rp 4 triliun,
khusus tahap pertama dari dua tahap pengembangan yang direncanakan.
Pemerintah Kabupaten Siak menawarkan ke beberapa pemerintah kabupaten dan
kota lain di Riau untuk ikut berinvestasi dalam pembangunan kawasan
industri terpadu seluas 5.000 hektar itu. Ketua Tim Penyiapan KIB Pemerintah Kabupaten Siak Hainin Kadir
mengungkapkan hal tersebut saat mengikuti ekspos penawaran (proposal)
kerja sama dan hasil kajian Tim Penyiapan KIB di Kantor Badan Promosi dan
Investasi Riau, Pekanbaru, Senin (12/5). Hainin menyebutkan, dana tahap pertama pembangunan KIB di pesisir timur
Kabupaten Siak tersebut sekitar Rp 4 triliun. Pemerintah Kabupaten Siak
tidak mampu menutupi seluruh kebutuhan dana pembangunan KIB tersebut. "Oleh karena itu, dalam ekspos ini, kami bermaksud membuka kemungkinan
kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Riau maupun pemerintah kabupaten dan
kota di sekitar kawasan KIB," kata Hainin. Dalam proposal yang disusun Tim Penyiapan KIB Pemerintah Kabupaten Siak
disebutkan, Siak menyiapkan lahan 1.500 hektar untuk pembangunan tahap
pertama. Sementara jumlah keseluruhan rencana KIB mencakup kawasan 5.000
hektar. "Untuk tahap pertama pengembangan KIB tersebut, kami membebaskan lahan
1.500 hektar dari 5.000 hektar luas KIB seluruhnya. Kawasan ini terletak
112 kilometer Internasional Marine Line dan merupakan salah satu kawasan
yang paling dekat dengan kawasan paling sibuk di Singapura, yakni Selat
Philips," kata Hainin. Dalam dokumen yang sama disebutkan, pada tahap pertama pengembangan KIB
tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak merencanakan membangun lima fasilitas
vital, yakni jalan penghubung 380 kilometer, sarana drainase dan air
bersih, pembangunan fasilitas ekonomi lokal, pembangkit tenaga listrik,
serta pembangunan pelabuhan internasional. Seluruh fasilitas tersebut
diperhitungkan menelan dana Rp 3,920 triliun dalam waktu tujuh tahun. "Kami membuka semua kemungkinan bentuk kerja sama dengan Build Operated
Transfer, Build and Rent, atau Joint Venture. Untuk investor itu, kami
tawarkan semua fasilitas yang memadai mulai dari perkantoran, pergudangan,
hingga tangki penampungan minyak sawit mentah," kata Hainin. Selain itu, Hainin menyebutkan, KIB akan memerlukan tenaga listrik 148
megawatt (MW) pada tahap pertama dan 459 MW pada tahap kedua. Pada saat
yang sama, kebutuhan air bersih untuk konsumsi KIB 5,7 meter kubik per
detik tahap pertama dan 19 meter kubik per detik tahap selanjutnya. "Sementara itu, kapasitas pengolahan limbah cair yang kami perlukan
empat meter kubik per detik tahap pertama dan 13,5 meter kubik tahap
kedua," kata Hainin. (oin) |
-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com]On Behalf Of Ronal Chandra
Sent: Wednesday, April 16, 2008 10:19 AM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: Komisi XI DPR Pertanyakan Penurunan Investasi di Sumbar (jawaban Sekda ko asa se)
Kalau ditanyo peran perantau, caliak se di kantua pos atau di bank,
bara ratuih juta wesel atau transfer pitih dari rantau ka ranah tiok
bulan.
Jiko ditanyo peran FSSM, HILANGKAN BUDAYA MANCALIAK JO BAHAROK DENGAN
HASIL INSTAN. Target FSSM yan ambo sangaik tahu kini adolah, baa
semangat kewirausahaan yang alah luntur di masyarakat Minang di rantau
jo di ranah tumbuah baliak. Dulu etnis Minang dikenal sebagai generasi
yang banyak melahirkan pengusaha besar di tanah air, kini etnis Minang
kebanyakan sudah maju..tapi majunya 3 langkah di depan toko/kios etnis
Cina. Etnis Minang memang telah berusaha, tapi etnis lain memacu diri
dengan berusaha lebih keras dan lebih cerdas sehingga mereka lebih
banyak sukses jadi pengusaha besar.
Makonyo banyak pengusaha dan profesional dari etnis Minang yang alah
sukses mendatangi organisasi-organisasi Minang jo
Universitas-universitas di ranah dan di rantau dengan biaya pribadi,
bertemu dengan pemuda dan mahasiswa etnis Minang, sharing kisah
sukses, memacu semangat pemuda dan mahasiswa untuk menjadi
pengusaha/wirausaha yang punya mental siap menghadapi berbagai resiko.
Disamping itu, beliau-beliau ko banyak yang sudah jadi mentor untuk
kelompok/group pelatihan kewirausahaan untuak kelompok-kelompok pemuda
dan mahasiswa etnis Minang di berbagai Provinsi. Cuma apo pun yang
telah beliau-beliau ko lakukan kurang di blowup samo media massa,
karano kurang nilai komersilnyo. Indak bantuak isu di legislatif dan
eksekutif yang selalu digulirkan setiap detik samo media massa.
Kalau ambo mangatokan baliak, baa mako banyak negara lain investasi ka
Cino jo India, apo semua karano pengusahanyo?? Kalau ambo mangatokan
sebagai karyawan dari sebuah perusahaan PMA..BUKAN KARENA PENGUSAHA.
Tapi iklim investasi yang ditawarkan pemerintah. Baa mako baitu??
Karano pengusaha butuh tampek investasi yang nyaman jo manguntuangkan.
Jo apo menciptakan kondisi nyaman tu?? Ado kepastian hukum dan jaminan
keamanan untuak investasi tadi. Sia nan mamacik kepastian hukum jo
keamanan tadi?? PEMERINTAH...Mungkin sanak Bobby yang banyak bagua jo
legislatif dan eksekutif bisa maagiah wacana ka wakil-wakil rakyat di
Sumbar tu.
Solusi apo yang harus diajukan supayo Sumbar menarik untuak investasi?
Kalau batanyo hasilnyo FSSM untuak Sumbar?? tunggu lah agak 5 sampai
10 tahun lai??
Kalau lai komitmen pemuda jo mahasiswa nan ikuik pelatihan tadi, insya
Allah akan banyak pemuda yang kreatif di daerah melahirkan inovasi
baru yang punya nilai tambah sehingga bisa ditarimo pasar dengan harga
yang pantas.
Sahinggo 5 ~ 10 tahun lai dari 100% lulusan Universitas dan perguruan
tinggi bakurang tiok tahun nan baambisi manjadi PNS dari nan 76% yang
selalu dikatokan Gubernur dima juo inyo datang maagiah pidato ka
komunitas Minang di rantau.
Salam
ambo setuju jo Ronal dan Reza sarato da
Nanang...memang awak alah kamari bedo..kok dipaso bana
gubernur awak ko manggaleh kalua memang ndak mungkin
doh..tapi paliang tidak hrs ado langkah nyato untuak
membenahi itu..
soal awak salah piliah, oke lah iyo awak salah
piliah...harapan awak pado wakatu itu ka Da An
(Gamawan Fauzi) pada waktu itu memang gadang...inyo
akan mampu membuat sebuah langkah baru yang beda dari
Ajo Zainal nan terbukti tidak bisa apa apa salamo limo
tahun jadi Gubernur...
Tapi harapan tinggal harapan, Da An awak ko Nal lebih
banyak bakutat surang je jo wacana nyo...samantaro
hasil di lapangan berbanding terbalik dengan apo nan
nyo sampaian ka media dan masyarakat.
Perlu kerjasama dek ambo untuak itu..Unand juo sibuk
beralasan tidak ada dana untuk memajukan
pendidikan/Penelitian samantaro masyarakat awak kini
semakin terjerumus dalam krisis yang kian tak
berujung...
Da Ir (Irman Gusman) mambuak IIF dan kini ka nyo buek
lo liak..namun inyo gagal di kampuang nyo surang...
Kalau dek ambo mangecek bana awak ka DPRD, Pemprop dan
Pemkab/Pemko se Sumbar, tokh ndak akan ado
hasilnyo...kebanyakan di kampuang awak tu kini adalah
birokrat karir yang nunggu gim se lainyo..
Tunggu se lah tahn 2010 nan akan datang, awak piliah
liak gubernur nan baru nan bebas dari urang lamo, nan
indak punyo keterkaitan dengan kelompok status quo dan
memiliki jiwa bisnis yang tinggi serta punya pergaulan
luas di kalangan bisnis baik di tingkat nasional,
regional maupun internasional.
Siapa itu...??? kembali ke awak masiang masiang...sia
nan nampak...sebab mengurus daerah seperti SUmbar
diperlukan seorang manajer yang berkelas pula...
Ba'a dek Ronal tu ha....sapakaik wak khan..
Ambo cubo buek grafik tentang latar belakang Kepala
Daerah di Sumbart saat ini mungkin bisa awak jadikan
bahan apakah sumbar akan majua atau tetap stag seperti
sekarang...
Maaf jika tidak berkenan...
Terima kasih..
Boby Lukman
------------------------
Tabel yang saya buat...
Gamawan Fauzi/Marlis Rahman-------Birokrat / Akademisi
Fauzi Bahar / Yusman Kasim--------Militer / Birokrat
Djufri / Ismet Amzis--------------Birokrat / Birokrat
Syuir Syam / Adirozal-------------Dokter / Akademisi
Syamsu Rahim / Irzal Ilyas-------Politisi / Politisi
Mahyudin--------------------------Politisi
Josrizal Zain / Syamsul Bahri-----Swasta / Politisi
Amran Nur / Fauzi Hasan-----------Swasta / Politisi
Muslim Kasim / Ali Mukhni---------Birokrat / Akademisi
Nasrul Abit / Syafrizal-----------Birokrat / Birokrat
Amri Darwis / Irfendi Arbi--------Politisi / Birokrat
Aristo Munandar / Ardinal Hasan---Birokrat / Politisi
Gusmal / Desra Ediwan-------------Birokrat / Politisi
Darius Apan / Yuswir Arifin-------Militer / Akademisi
Marlon / Tugimin------------------Pengusaha / Politisi
Syahfrizal J/Nurfirmanwansyah-----Birokrat / Politisi
Shadiq Pasadigoe /Aulizul Syuib---Birokrtat / Birokrat
Yusuf Lubis / Hamdi Burhan-------Polisi / Akademisi
Syahiran / Risnawanto------------Birokrat / Politisi
Tapi iklim investasi yang ditawarkan pemerintah. Baa mako baitu??
Karano pengusaha butuh tampek investasi yang nyaman jo manguntuangkan.
Jo apo menciptakan kondisi nyaman tu?? Ado kepastian hukum dan jaminan
keamanan untuak investasi tadi. Sia nan mamacik kepastian hukum jo
keamanan tadi?? PEMERINTAH...Mungkin sanak Bobby yang banyak bagua jo
legislatif dan eksekutif bisa maagiah wacana ka wakil-wakil rakyat di
Sumbar tu.
Solusi apo yang harus diajukan supayo Sumbar menarik untuak investasi?
Salam Hormat
Ronal Chandra
----------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. <http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ >
Nampaknya perbedaan pemahaman investasi yang dimaksud oleh sebagian
masyarakat umum dengan yang dimaksud oleh Ronal yang juga adalah humas FSSM.
Wass.& Bgds.,
Herman Jambak
Cooperative of Garuda Indonesia Group Employees (KOKARGA)
Garuda Indonesia Building 7th Fl.
Jl. Gunung Sahari Raya 52, Jakarta 10610 Indonesia
Ph. (62-21) 4262058-4262060 Fax. (62-21) 4262061
+62811961908, +62818981259
E-mail: in...@kokarga.com http://www.kokarga.com
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.23.0/1379 - Release Date: 15/04/2008
18:10
Masalah mambangun hotel itu hak investor. Indak ado hak nyo Pemda
mancikaroi do..itu bukan pitih Pemda, peduli amat dengan prioritas
utama investasi Sumbar, toh itu pitih investornyo sorang...Nan paralu
gaji karyawannyo lai inyo bayia. Ma tahu di hotel tu mulai pelayanan
dengan standar terbaik yang ditarimo tamu nantinyo. Sahinggo hotel
yang lain mau ndak mau harus mampaelok standar pelayanan nyo pulo.
Tapi kalau dipikia-pikia apo alah ado blue print Sumbar dibidang
investasi ko untuak jangka panjang?? Kalau di kami yang karajo di
swasta Bussiness Plan istilahnyo.
Hormat saya
salam
Ben/27
--- In Rant...@yahoogroups.com, "muhammad syahreza"
<muhammadsyahreza@...> wrote:
>
>
> Assalamu'alaikum wr.wb.
>
> Masalah mambangun hotel itu hak investor. Indak ado hak nyo Pemda
> mancikaroi do..itu bukan pitih Pemda, peduli amat dengan prioritas
> utama investasi Sumbar, toh itu pitih investornyo sorang...Nan
paralu
> gaji karyawannyo lai inyo bayia. Ma tahu di hotel tu mulai pelayanan
> dengan standar terbaik yang ditarimo tamu nantinyo. Sahinggo hotel
> yang lain mau ndak mau harus mampaelok standar pelayanan nyo pulo.
> Tapi kalau dipikia-pikia apo alah ado blue print Sumbar dibidang
> investasi ko untuak jangka panjang?? Kalau di kami yang karajo di
> swasta Bussiness Plan istilahnyo.
>
> Hormat saya
>
> Muhammad Syahreza
>
> HP : 0811 193 646 / 0817 169 015
>
> E-mail : muhammadsyahreza@...
>
>
Izin memang dari Pemda, tapi ingin investasi apa pun itu hak investor.
Salamo persyaratan untuak perijinan tu bisa dilengkapi, kenapa Pemda
indak mangaluakan ijin?
Kalau Benny jadi Pemda piliah nan ma??? Investor indak jadi investasi
atau diagiah izin?? Cubo dihituang mato rantai suplai nan bisa
hiduik/jalan atau dapek order dari investasi
Rp 150.000.000.000,- ko.
Industri Semen, Industri Bata Ringan, Industri Paku Bumi, Industri
Angkutan Berat, Industri Spring Bed, Industri Furniture, dll
Dari sisi lain, hargo tanah paliang ndak 1 Km di radius hotel tu akan
naiak, efeknyo pajak yang akan didapek dari jua bali properti di
radius 1 km akan batambah pulo.
Hormat saya
Muhammad Syahreza
HP : 0811 193 646 / 0817 169 015
E-mail : muhammad...@gmail.com
itu hak investor, dan hak pemda memberikan ijin atau tidak..tantu
banyak pertimbangannyo...
btw iko hotel nan ma nan kadibangun ko....?
Ben/27
--- In Rant...@yahoogroups.com, "muhammad syahreza"
<muhammadsyahreza@...> wrote:
>
>
> Assalamu'alaikum wr.wb.
>
> Izin memang dari Pemda, tapi ingin investasi apa pun itu hak
investor.
> Salamo persyaratan untuak perijinan tu bisa dilengkapi, kenapa Pemda
> indak mangaluakan ijin?
>
> Kalau Benny jadi Pemda piliah nan ma??? Investor indak jadi
investasi
> atau diagiah izin?? Cubo dihituang mato rantai suplai nan bisa
> hiduik/jalan atau dapek order dari investasi
> Rp 150.000.000.000,- ko.
> Industri Semen, Industri Bata Ringan, Industri Paku Bumi, Industri
> Angkutan Berat, Industri Spring Bed, Industri Furniture, dll
> Dari sisi lain, hargo tanah paliang ndak 1 Km di radius hotel tu
akan
> naiak, efeknyo pajak yang akan didapek dari jua bali properti di
> radius 1 km akan batambah pulo.
>
>
> Hormat saya
>
> Muhammad Syahreza
>
> HP : 0811 193 646 / 0817 169 015
>
> E-mail : muhammadsyahreza@...
Nah gitu dong..
itu hak investor, dan hak pemda memberikan ijin atau tidak..tantu
banyak pertimbangannyo...
btw iko hotel nan ma nan kadibangun ko....?
Ben/27
Btw urang bagak nan dimungkasuik Basko ko lai ndak Urang Bagak Gilo
Baladiang koh ?
salam
Ben/27
--- In Rant...@yahoogroups.com, Ronal Chandra <ronal_chandra@...>
wrote:
>
> Ben iko mungkin bisa membantu info nyo.
>
> http://www.padang.go.id/v2/index.php?
option=com_content&task=view&id=494&Itemid=1
>
> Best Regards
> ROnal Chandra
> benni_inayatullah <benni_inayatullah@...> wrote:
> Nah gitu dong..
>
> itu hak investor, dan hak pemda memberikan ijin atau tidak..tantu
> banyak pertimbangannyo...
>
> btw iko hotel nan ma nan kadibangun ko....?
>
> Ben/27
>
>
>
>
> ---------------------------------
Oohh..hotel ko Nal, baguslah....
Btw urang bagak nan dimungkasuik Basko ko lai ndak Urang Bagak Gilo
Baladiang koh ?
salam
Ben/27
--- In Rant...@yahoogroups.com, Ronal Chandra
wrote:
>
> Ben iko mungkin bisa membantu info nyo.
>
> http://www.padang.go.id/v2/index.php?
option=com_content&task=view&id=494&Itemid=1
>
> Best Regards
> ROnal Chandra
> benni_inayatullah wrote:
> Nah gitu dong..
>
> itu hak investor, dan hak pemda memberikan ijin atau tidak..tantu
> banyak pertimbangannyo...
>
> btw iko hotel nan ma nan kadibangun ko....?
>
> Ben/27
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.
Try it now.
> >
Hari pertama rakornas iptek 2008 di Palembang, walaupun terkesan acaranya sangat formal dan penuh dengan birokrasi namun hal yang positif yang saya lihat adalah kegigihan pemda sumsel untuk memperbaiki peringkat provinsi dan kesejahteraan penduduknya menjadi provinsi paling kaya dengan penduduk yang sejahtera (menurut gubernurnya saat ini Palembang provinsi ke lima terkaya dan ke 12 sejahtera ???). Dari pidato sambut menyambut antara pejabat pemda dan pejabat pusat saya menangkap kesan pemda sumsel berhasil meyakinkan pemerintah pusat bahwa sumsel adalah negeri yang pantas dikelola dan pantas dibangun (Palembang dicanangkan menjadi lumbung energy nasional dan lumbung pangan). Sehingga dalam beberapa tahun ke depan Palembang akan menjadi pemasok energy untuk kawasan jawa dan sumatera bahkan ke Malaysia….. saya menilai ini adalah mimpi yang sangat bagus dan perlu direspon positif.
Sumatera Barat ?????
Entahlah barangkali karena saya kurang bergaul sehingga saya tidak begitu paham perkembangan provinsi dimana aku dilahirkan….. Mudah2an saja sumatera barat bisa pula mengikuti jejak provinsi tetangganya ini..
rahyussalim
Kalau sabanyak tu pitih he 150 Miliar dibuekkan ka pabrik kacang tojin jo pabrik karupuak ubi tamasuak karupuak ubi balado...e alah ye...ka jadi aawak bisauak tu...
Rubah je lah Sumbar tu jadi NAGARI SARIBU PARBIK KACANG TOJIN DAN KARUPUAK BALADO
jika kita asumsikan investasi etnis minang terbagi dua, yaitu investasi di
dalam (ranah) dan investasi di luar (rantau), maka dapat kita tarik
kesimpulan singkat dengan penurunan investasi di ranah, bahwa ketergantungan
perekonomian ranah terhadap rantau akan semakin dominan, tentunya juga
ketergantungan pemerintah daerah terhadap pemerintah pusat (yang kinerja
perekonomiannya tidak semakin baik). jika perekonomian rantau juga semakin
berat (mudah2an tidak), bagaimana jadinya?
selain itu, karena investasi juga seringkali jadi indikator daya saing sebuah
perekonomian, dengan penurunan investasi di ranah berarti daya saing ranah
juga semakin menurun dari waktu ke waktu. tentu implikasinya banyak.
wassalam
erwin
====================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---