Assalamuálaikum Wr. Wb.
Inikah potret aparat TNI ?
Salam
| Oknum Tentara Aniaya Polisi, Wartawan Ikut Dilempari |
| Selasa, 23 Desember 2008 |
Padang, Padek-- Seorang polisi diduga dianiaya oleh sejumlah oknum anggota TNI dari kesatuan Kompi Senapan C Batalyon 133 Yudha Sakti, Siteba Padang, tadi malam. Saat meliput peristiwa itu, tiga wartawan malah mendapat perlakuan kasar dari oknum tentara itu. Bahkan salah seorang wartawan,...
... Budi Sunadar, 27, koresponden Global TV, luka di bagian mata kanannya akibat lemparan batu. Menurut informasi yang dirangkum Padang Ekspres, kejadian berawal ketika Bripda Novika Toni Syahputra, mengejar dua orang yang diduga telah melakukan penjambretan di Jalan Ahmad Yani, sekitar pukul 20.00 WIB. Kedua pria yang diduga penjambret itu mengendarai sepeda motor RX King warna hitam dengan plat nomor BK 2449 GD. Toni melakukan pengejaran sendirian dengan sepeda motor. |
Toni ketika dirawat di IGD RS Yos Sudarso mengatakan, sebelum mengejar kedua pria tersebut, ia sempat berkoordinasi dengan kesatuannya. Kedua pria bersepeda motor itu akhirnya masuk ke kompleks Kompi Senapan C. Tapi Toni terus mengejar.
”Sebelum masuk saya minta izin kepada petugas piket untuk melanjutkan pengejaran,” kata Toni terbata-bata. Akibat penganiayaan yang dideritanya, Toni sulit berbicara. Diduga rahangnya bergeser.
Toni melanjutkan, tidak berapa jauh di dalam kompleks itu, ia berhasil mencegat seorang buruannya. Dalam pencegatan itulah, Toni sempat terlibat perkelahian. “Saya sempat melihat dia membuang barang bukti (BB) yang dijambretnya di dekat lapangan voli di dalam kompleks tersebut,” ujar Toni.
Saat berkelahi, tiba-tiba datang 20-an orang berpakaian TNI dan sipil. “Mereka membawa saya ke sebuah ruangan,” ujar Toni yang juga mengalami luka memar di dada. Belum habis keterangan Toni, koran ini dipersilakan ke luar ruang perawatan. “Dia (Toni) harus di-rontgen dulu,” kata salah seorang perawat.
Tak jelas benar bagaimana Toni menghubungi teman-temannya atau meminta pertolongan. Toni kemudian dijemput sejumlah perwira TNI dan Polri, lalu dibawa ke RS Yos Sudarso. Hingga tadi malam, Toni masih dirawat di RS tersebut. Kapolda Sumbar Brigjen Ino Suripno bersama Danrem 032 Wirabraja Kolonel Danu Nawawi terlihat ikut membezuk Toni yang dipasangi infus.
Wartawan Diperlakukan Kasar
Sementara itu, sekitar pukul 20.10 WIB tiga wartawan yang dapat informasi ada pengejaran pelaku penjambretan langsung menuju Siteba. Mereka adalah Budi Sunandar, Riyan Taufik, 26, koresponden ANTV serta Tomi wartawan RCTI.
Mengetahui polisi sudah menangkap penjambret di Kompleks Kompi Senapan C, ketiga wartawan itu pun berencana masuk kompleks. Namun, belum berapa jauh masuk kompleks, sekitar 20 orang pria berpakaian loreng dan sipil langsung menghadang. Bahkan di antaranya ada yang melempar batu yang mengenai Budi Sunandar.
Mendapat perlakuan kasar tersebut, ketiga wartawan itu melapor ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/4 Padang. Dikawal dua personil Denpom, ketiga wartawan televisi itu divisum di Rumah Sakit Tentara (RST) Reksodiwiryo, Ganting, Padang sekitar pukul 21.30 WIB.
Ketiganya sempat dimintai keterangan oleh Dandepom I/4 Padang Letkol (CPM) Dono Kuspriyanto di Mako Denpom. Sebagai wujud solidaritas, puluhan wartawan media cetak dan elektronik, tadi malam ikut mendampingi.
”Kami dilempari. Padahal, saat itu kami sudah mengatakan bahwa kami wartawan, tapi tetap saja dilempari batu. Saat kejadian saya sempat mengambil beberapa detik gambarnya,” kata Budi Sunandar.
Riyan mengaku sempat diusir seorang tentara berseragam, sambil mengarahkan moncong senjata api laras panjang. ”Dia mengarahkan senjatanya ke arah badan saya. Jaraknya sekitar lima meter. Tapi saya tidak begitu jelas melihat wajahnya walau dia saat itu memakai seragam loreng,” ujar Riyan.
Bertindak Tegas
Dono Kuspriyanto menegaskan, akan mengambil tindakan sesuai dengan proses hukum. “Kita akan mencari solusi terbaik dalam kejadian ini. Untuk oknum yang terbukti terlibat tentu akan kita serahkan kepada penyidik dan ditindak sesuai dengan proses hukum,” tegas Dono di hadapan puluhan wartawan.
Komandan Kodim (Dandim) 0312 Padang Letkol Arm Harris Sarjana yang juga hadir di Mako Denpom menyesalkan kejadian tersebut. Tindakan itu, kata Harris jelas berada di luar komitmen institusi TNI sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.
”Atas kejadian ini saya mohon maaf. Kepada teman-teman wartawan yang sakit, kita akan membiayai pengobatannya dengan maksimal,” jelasnya. Kasrem 032 /Wirabraja Letkol Inf Yan Pulung yang juga ada di Mako Denpom berjanji akan menindaklanjuti kejadian itu secepatnya. “Kalau memang terbukti bersalah, kita akan tindak tegas. Kalau perlu akan kita pecat,” ungkapnya.
Tidak Terpuji
Pada kesempatan terpisah, anggota Komisi III DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa yang tengah melakukan kunjungan kerja ke Sumbar, menyesalkan kejadian itu dan mengutuk keras tindakan oknum TNI yang dinilainya tidak terpuji itu.
“Saya sudah dapat laporan peristiwa itu. Harusnya aparat itu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, dan mengayomi. Bukan main kekerasan. Untuk itu komandannya perlu mengambil tindakan tegas. Kapan perlu pecat dia,” kata Agun kepada Padang Ekspres, tadi malam.
Baik Danrem maupun Kapolda juga diminta melakukan introspeksi dan mengayomi para anggotanya. “Jadi, tidak hanya TNI. Polisi juga perlu introspeksi ke dalam, agar kasus tersebut tidak terulang lagi,” katanya. ”Kami dari AJI akan mengawal proses hukum ini sampai tuntas. Tidak ada kekerasan sekecil apapun yang pantas dibiarkan terhadap wartawan yang melaksanakan tugasnya,” kata Ketua AJI Padang, Hendar Makmur, yang dihubungi terpisah. (ndy/ted/i/esg)