SIAKAP IKAN SI LENTEK HIDONG
By : Jepe
Kamis, 30 Juli 2009
Pagi sekitar jam 07.30 WIB, saya sedang menikmati sarapan disebuah warung kelontong sekaligus rumah makan warga keturunan di Desa Titi Akar, Koko Diong Hoa nama pemilik warung ini. Istrinya sangat pintar memasak ala sea food, buat sarapan kali ini saya memesan Mie goreng yang terbuat dari sagu (Kwe Tiau) dengan racikan daging udang yang telah dipotong-potong kecil dan ditumis dengan aneka sayuran seperti sawi manis dan toge. Rasanya memang lezat dan enak serta mengenyangkan apalagi ditingkahi dengan secangkir Kopi-O hasil racikan Istri Ko Diong Hoa yang rasanya “nendang banget” , begitu sempurna dan nikmat sarapan pagi saya sambil menatap riak sungai (selat) yang berada di depan warung Ko Diong Hoa yang pada pagi itu cukup tenang dan berkabut tipis akibat asap kebakaran lahan dan hutan yang marak terjadi di Riau dimusim kemarau panjang ini.
Saat menikmati secangkir panas Kopi-O tiba-tiba sebuah kapal kayu nelayan (Pompong) merapat kebibir sungai dan menambatkan talinya di dermaga kayu didepan warung Ko Diong Ha, lalu salah seorang nelayan yang berada di pompong tersebut naik keatas dan menemui Ko Diong Hoa
“Ko..ko..kami semalam memancing dapat ikan Siakap besar, ada tuh di pompong” sapa nelayan ini, Ko Diong Ha hanya menjawab singkat “bawa kesini kita timbang”. Nelayan tersebut kembali ke pompong dan membawa seekor ikan yang cukup besar dan telah diberi tali sebagai jinjingan yang terikat dimulut ikan ini. “Waw,,besarnya”, seru saya didalam hati ketika melihat ikan yang bernama Siakap ini ditenteng oleh nelayan menuju ke kotak tempat penyimpanan ikan yang telah diberi pecahan batu es. Saya mengikuti langkah kaki nelayan menuju tempat penimbangan ikan yang terletak di belakang warung. Ko Diong Hoa. Disamping berdagang barang kebutuhan sehari-hari di warungnya dan sekaligus sebagai warung kopi, Ko Diong Hoa juga seorang toke ikan bagi nelayan-nelayan tempatan. Hasil-hasil tangkapan ikan nelayan diseputar peraian selat yang membelah Pulau Rupat ini ditampung oleh Ko Diong Hoa, selanjutnya oleh Ko Diong Hoa setelah ikan-ikan hasil tangkapan nelayan terkumpul cukup banyak dalam kotak terbuat dari fiber (Cool Box) yang cukup besar dibawa ke Dumai untuk dijual lagi kepada toke ikan di Dumai.
Sejenak saya amati dengan seksama Ikan Siakap ini, setelah ditimbang beratnya sekitar 13 Kg. Ikan ini berbadan lebar pada bagian perut dan punggungnya, badannya berwarna keperakan yang dipantulkan dari sisiknya yang tersusun rapi disegenap badannya mulai dari bagian ekor sampai dibatas leher (katup insang) sementara punggungnya Siakap yang padat daging ini berwrna abu-abu kehitaman . Kepalanya besar dengan lentikan mulut yang indah serta proposional dengan besar kepalanya. Karena mulutnya yang melentik diperairan pulau Batam dan sekitarnya para nelayan disana menyebut Siakap ini dengan ikan si Lentek Hidong *).Menurut Ko Diong Hoa ikan Siakap si Lentek Hidong ini sangat enak sekali dagingnya (fillet) dimasak asam pedas atau asam manis ala sea food. Ikan ini harganya cukup mahal dipasar tradisional Kota Dumai dijual sekitar Rp 50.000 –Rp 60.000/Kg. Ko Diong Hoa membeli kepada nelayan ini Rp 27.500/Kg.
Setelah ditimbang dan sebelum dimasukan kedalam kotak fiber saya tidak lupa mengabadikan ikan Siakap yang besar ini, kami berfoto bertiga Ko Diong Hoa mengangkat si lentek hidong ini sementara saya duduk jongkok. Hmmmm….sebuah hasil foto yang menarik apalagi tubuh tambun Ko Diong Hoa yang hari-harinya menjalani rutinitas kerja tanpa memakai baju sangat pas terasa sebagai pembanding seberapa besar ikan ini jika dilihat orang hasil jepretan kamera saya, lalu bisa juga sebagai pembanding seberapa besar panjang/tinggi ikan Siakap ini karena posisi berfoto saya dalam keadaan jongkok.
Menurut nelayan yang mendapatkan ikan ini betapa sangat “bersitungkin” nya mereka dalam menaklukan perlawanan Siakap ketika umpan pancing mereka di makan. Tarik menarik, ulur meulur dengan teknik tinggi antara si nelayan dengan ikan Siakap ini sehingga dipastikan salah satu keluar sebagai pemenang dan tentunya Abang nelayan ini yang keluar sebagai pemenang dalam melakukan “perkelahian bebas” satu lawan satu dengan Siakap diperaiaran Selat Pulau Rupat . Jika saya perhatikan dari bentuk tubuh dan anatomi ikan ini tak pelak lagi Siakap jika terkena pancingan tentunya akan memberikan perlawanan yang tangguh untuk berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari kaitan mata pancing yang berada dimulutnya. Diperlukan keahlian dan pengalaman yang panjang oleh seorang nelayan yang memancing secara tradisional (tanpa joran) dalam menaklukan ikan Siakap seberat 13 Kg saat bertarung (Strike), intinya jangan sampai nilon tali pancing putus akibat hentakan dan tarikan Siakap yang kalap dan kesetanan. Dipastikan nelayan ini tahu kapan mengulur tali nilon pancingan dan kapan menariknya dan selalu menjaga kesimbangan antara kuatnya tarikan Siakap dengan besarnya nilon yang dipakai. Setelah Siakap kehabisan tenaga barulah si nelayan perlahan tapi pasti menarik ikan tersebut sambil tetap menjaga irama tarikan siapa tahu Siakap dengan sisa-sisa tenaganya kembali mengamuk dengan satu hentakan yang keras bisa jadi nilon pancingan atau mata pancing yang terkait dimulutnya lepas.
Saya jadi ingat ketika ikut memacing bersama seorang sahabat nelayan saya dengan Pompong diperairan Mentawai dari sore hari menjelang sampai besok paginya, ketika pancingnya tanpa joran ditarik seekor ikan gabur yang sangat besar dengan berat sekitar 12 Kg, kawan nelayan saya ini berteriak “Kondom..kondom…cepet..cepet..tolong kondom..kondom” Saya kaget mendengar terikan ini..”Lho kok memancing pakai kondom ya” begitu rasa penasaran saya dalam hati ketika kawan saya ini berteriak kepada kawan disampingnya yang sedang memancing. Akhirnya saya baru tahu kalau kondom yang dimaksud adalah sebuah karet dari ban dalam sepeda motor yang dibuat sedemikian rupa seperti selonsong seukuran jari-jari tangan dewasa. Kondom ini disarungkan ke jari-jari tangan terutama telunjuk, jari tengah dan jempol. Kondom dadakan ini tentunya berfungsi meredam gesekan nilon saat ditarik ikan besar agar jari-jari tangan terhindar dari robek dan luka akibat gesekan tali nilon pancingan yang ditarik kuat oleh ikan besar. Kenyataannya alat yang sederhana ini sangat efektif sekali bagi perlindungan jari-jari tangan akibat gesekan tali nilon dan juga dengan adanya “kondom” disarungkan di jari-jari tangan saat menarik dan memainkan pancing gerakannya lebih luwes tanpa rasa kuatir buku-buku jari tangan lecet dan robek akibat gesekan tali nilon yang dihentak oleh ikan besar yang menarik pancingan. “Kondom special” ini ternyata juga berfungsi sebagai pengaman yang mumpuni bagi nelayan pemancing ikan-ikan besar dilaut secara tradisional tanpa takut bocor layaknya kondom-kondom di dunia KB.
Sambil bercanda saya tanya juga Abang nelayan yang mendapatkan Ikan Siakap ini “Bang..Bang..Bang saat tarik menarik dengan Siakap Abang pakai kondom nggak” Abang nelayan ini bingung dan heran “Kondom bagaimana..maksudnya” lalu saya jelaskan apa yang dimaksud dengan kondom ini dan ternayata si Abang ini juga mempunyai kondom yang dimaksud yaitu berupa karet ban dalam sepeda motor yang dibuat sedemikian rupa membalut jari-jari tangan. Aha ! ini adalah sebuah “terminalogi” bagi nelayan-nelayan ranah minang untuk karet pengaman dalam memancing secara tradisional ini.Kenapa mereka namakan alat ini “Kondom” jawabnya sederhana saja ini tentunya berhubungan dengan program Keluarga Berencana (KB) yang dulunya dijaman Orde Baru sangat sukses dinegara kita. Ketika seorang penyuluh KB melakukan sosialiasi penggunaan alat kontrasepsi ini diperkampungan nelayan maka penyuluh ini memperagakan bagaimana mempergunakan kondom yang baik dan benar dengan jalan agar lebih “sopan, santun dan bermatabat” kondom tersebut disarungkan pada jari jempol tangan saat sosialiasi kepada masyarakat di perkampungan nelayan, mungkin begitu asal usul kenapa alat peredam gesekan tali nilon di jari akibat tarikan ikan yang kena dipancing dikasih nama juga kondom oleh nelayan.
Saya menghabiskan tegukan terakhir Kopi-O yang telah mulai mendingin, sementara dari kejauhan terdengar deru speedboat bermesin 400 PK yang datang membawa penumpang dan akan berlabuh di Dermaga depan warung Koko Diong Hoa. Speedboat ini akan kembali lagi membawa penumpang dari Desa Titi Akar menuju kota Dumai, salah satu penumpang tersebut itu adalah saya yang selama tiga hari bertugas di Desa Titi Akar untuk pulang kembali ke Pekanbaru. Mie Sagu pulau yang lezat, Kopi –O yang nikmat , Koko Diong Hoa yang tambun dengan perut yang buncit, nelayan Desa Titi Akar serta Ikan Siakap si Lentek Hidong yang besar melengkapi cerita dan kisah saya selama tiga hari berada disana. Perjalanan tugas yang menyenangkan disebuah Desa yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota yang serba bergerak cepat. Suasana damai, penduduknya ramah dan bersahabat menghiasi hari-hari saya ditempat yang sepi . Desa Titi Akar dengan segala hiruk pikuk kehidupan masyarakatnya yang bertani, berkebun dan nelayan dengan Selat Moro yang membelah Desa mereka memberikan warna lain dalam menikmati sebuah denyut kehidupan ditingkat masyarakat banyak. Ya di Desa Titi Akar saya merasa keramaian ditengah sepi, bukan sebuah sepi dalam keramaian ketika berada dikota terkadang penduduknya cendrung individualistis, egois, emosian dengan tensi marah yang tinggi, tidak peduli dengan lingkungan sekitar, nyawa orang hanya dihargai seperti membantai seekor ayam potong.
Pekanbaru, 2 Agustus 2009

Koko Diong Hoa, Siakap si Lentek Hidong
dan Penulis
Si Lentek Hidong *) nama lain untuk Siakap seperti yang diceritakan di status FB saya oleh seorang Ibu Muda yang berdomisili di Batam dan punya hobi memancing. Siapa lagi tentunya dunsanak kito member palanta RN, Rina Permadi.
Adidunsanak palanta jo Da jepe nan santiang manulih,
Memang Siakap ko adolah ikan nan eksotik untuak di panciang, sebab strike nyo memang babahayo. Ambo ado manonton VCD ikan sukan pancingan lokasinyo di M’sia. Ikan ko di taranakkan urang di kolam2 aia asin di daerah muaro. Di tampek tu urang buliah mamapeh ikan ko. Kalo sadang strike, ikan ko malompek tinggi sambia manggalinjang baputa. Sahinggonyo adrenalin serunyo mamapeh ko iyo bana lapeh candu. Kalo di M’sia namonyo Siakap.
Bara bulan nan lapeh ado nelayan manelpon Mas ambo Mr Permadi, nak maantakan Lentek Hidong besar ke batam. Mas pun tak tau apo Lentek Hidong tu, pas lah diantakan urang tu barulah tau kalo Lentek Hidong ko adolah Kakap putiah. Kalo ambo mamapeh kalauik, kakap putiah ko paliang acok dapek kutiko hari ka Mugarik atau pas ka manjalang subuah. Tapi ambo alun pernah dapek nan labiah dari sakilo laih, sahinggo kurang strike-nyo.
Si Lentek Hidong cando di poto tu, memang ndak talalu nampak “lentek”nyo doh, tapi kalo di tarik bibia ikan tu, baru nampak kalo monyong ikan ko panjang. Kalo lah sangkuik dek mato kaia, susah untuak lapeh. Tantunyo kalo seru dipapeh harusnyo seru pulo dimasak jo dimakan. Caliak dari haragonyo tu, biasonyo dalam bisnis ikan segar lauik. Balaku hukum kalo ikan tu dalam “saiz” (size) ukurannyo satapak tangan kurang labiah dan cocok bana untuak bakaran (BBQ), mako ikan tu dalam posisi harago tinggi. Contohnyo kerapu, lebam, kakap, GT (kue). Untuk posisi BBQ ikan ko haragonyo lataklah 50 ribu sakilo, kalo ukurannyo kurang atau labiah dari sakitu (jumbo), mako haragonyo pun jatuah. Bisa2 sakilonyo dietong cuman 15 ribu sakilo. Dek ikan nan talampau tu kurang lamaknyo kecuali dibuek asinan (fillet) atau kapalonyo untuak diasam padeh. Bagian nan paliang lamak di kapalo ikan ko bagi ambo adolah daguaknyo trus matonyo trus banaknyo (apo nan ndak lamak BUk?? Hehe). Beda halnyo jo Si Lentek Hidong ko, Gadangpun tatap maha. Dagiangnyo tatap lamak, walaupun ukuran gadang.
Kalo masih ketek-ketek (7 ons kabawah) paliang lamak di steam jo bawang putiah, daun bawang plus tomat mudo irih. Tapipun dibaka juo lamak. Nan untuak masakan padangnyo agak kurang cocok, dek dagiang ikan ko lambuik, di pangek padeh ala Bukikpun susah untuak sampai tu-ua, dek ikan lah ancua di kicok kuciang palo itam hehe.
Salain ikan Lentek Hidong jo Siakap masih ado namo lainnyo yaitu ikan mata kucing. Ikan ko matonyo memang agak basinar, sinarnyo merah galok. Itu mungkin makonyo dinamoan ikan mata kucing dek sebagian Urang Pulau disiko. Ambo pernah mancaliak ikan ko dipaliharo kawan di dakek Jembatan duo Barelang, Batam. Salain ikan kerapu yang kebanyakan maisi ampia sadonyo kerambanyo, ado ciek keramba nan diisi ikan mato kuciang ko. Salalunyo mereka ko barombongan, bauru-uru basamo-samo. Cando ado nan mamimpin. Sanang hati awak mancaliak ikan ko, tarutamo kalo diagiah makan cancangan ikan gembung jo ikan benggol. Bacirabuiknyo.
Apopun carito seputaran lauik, pulau-pulau jo sagalo isinyo tarutamo lauiknyo yang bahubungan lansuang jo sebagian gadang asok di dapua awak (kuliner) tatap ambo sukoi. Apo dek ambo urang “Darek” ? antahlah…..
Nan sadiah ambo, bilolah nelayan pulau bisa jadi “Urang” di tanah kelahirannyo. Ampia sadonyo nelayan nan ambo tamui banasib samo. Manyarahkan iduik ka rasaki di dalam lauik…
Btw, Terimo kasih berbagi caritonyo ..
Wassalam
Rina, 32, batam, payobada
| Hai...Rina yang manis , rupanya jago juga nih membahas ikan dilaut terutama yang enak disantap ,beda2 tipis membahasnya dengan bung Jepe ,maksudnya sama jagonya he....he.....he, kalau rasa ikan kita satu selera nih ,yang terlalu besar dagingnya kurang legit , kecuali lauak situhuak < ikan marlen > enakkk tenannnnnn apalagi kalau di Pariaman namanya sala situhuak ,<ikan goreng tepung> menurut uni bener2 enak banget. Kalau punya kesempatan ke Batam lagi boleh dong uni minta diundang makan ikan buatan bu Rina he...he....he. Wassalam Dewi Mutiara. --- On Mon, 8/3/09, rinapermadi <rinap...@gmail.com> wrote: |
|
|
|
Uni Dewi nan manih,
Sagan barek Rina jadinyo, kapatang tu indak jadi basobok doh, gara2 HP tuo rina nan tibo2 mati surang di Hari sabtu tu. Pas rina tau alah hari minggu malam. Memang Uni Evy alah manyabuikkan ka rina kalo Uni Dewi pai ka karimun. Indak manyangko Rina kalo Uni sempatkan ka Batam. Baa lai tu Ni..? Bilo ka Batam baliak, Uni agiah tau Rina dih Nie, bia Rina baok ka Pulau2 sekitaran siko nan alah acok Rina beritakan disiko. Kalo makan mah, siap grak atuh. Nak kamakan apo Uni, kito masak samo2 nanti hehe..
Wassalam
Rina
Adidunsanak
palanta jo Da jepe nan santiang manulih,
Wahh..wah..mantap..asyik..asyik..asoii..asoiii geboy yihuiii tambahan carito atau ulasan Rina ko apa dan bagaimana seputar si Lentek Hidong, kalau lah hobi dan pernah lo mancaliak jo marasokan bantuak ikolah jadinyo ulasan dari seorang Ibu nan saketek "anomaly" punyo hobi..mamapeh bo'.
.salute de, rasonyo paralu juo ambo baleh..manggaretek raso tangan mamencet keypad PC dimuko ambo ko untuak kudu wajib manyembanyo he..he
Memang
Siakap ko adolah ikan nan eksotik untuak di panciang, sebab strike nyo memang
babahayo. Ambo ado manonton VCD ikan sukan pancingan lokasinyo di M’sia.
Ikan ko di taranakkan urang di kolam2 aia asin di daerah muaro. Di tampek tu
urang buliah mamapeh ikan ko. Kalo sadang strike, ikan ko malompek tinggi
sambia manggalinjang baputa. Sahinggonyo adrenalin serunyo mamapeh ko iyo bana
lapeh candu. Kalo di M’sia namonyo Siakap.
Dibagian iko ambo komen "Malompek tinggi sambia manggalinjang" ambo dapek bana mambayangkan buas dan liarnnyo "manggalinjang" ko sebuah kata yang sangat Eksotis juga jika berbicara "Manggalinjang"..sangat liarrrr..wk wk wk sebuah deskripsi yang sangat pas begitu memacu adrenalin saat strike bertarung "head to head" dengan si lentek Hidong, iko ambo ibaraikan adrenalin ambo tapacu katiko takan manakan antaros si Rossi jo Lorenzo di moto GP di serie ka anam sirkuit (lupo ado ambo tulih) yang akhirnya begitu memesona ketika ditkungan terakhir si Doctor "over take" mengambil dari dalam si Lrenzo, cara-cara Rossi membalap seperti ini penuh resiko tapi itulah The doctor pembalap nan ambo kagumi Lorenzo mengakui seniornya ini jika saya jadi Rossi cara mengambil seperti itu di tikungan terakhir menjelang finish dalam kondisi yang sulit saya belum mempunyaio nyali..sangat..sangat beresiko melebar dan ban kehilangan grid..ahaa..kok ngomongin Moto GP ya..yo co itu lah sebuah Strike Siakap yang Menggelinjang...seperti sebuah dansa Rock and Roll ,,,,TWIST...!!!!
Manggalinjang nan liar ko bisa juo dicaliak DVD si Jacko dalam lagunyo “Blood on the dance floor..he..he >>Salsa…high heel…stiletto << dengan gerakan twist..salsa yang “liar” mmmm..berseni memang kalo si jacko..dengan tariannya yang terlalu menghibur dan menyihir
Bara
bulan nan lapeh ado nelayan manelpon Mas ambo Mr Permadi, nak maantakan Lentek
Hidong besar ke batam. Mas pun tak tau apo Lentek Hidong tu, pas lah diantakan
urang tu barulah tau kalo Lentek Hidong ko adolah Kakap putiah. Kalo ambo
mamapeh kalauik, kakap putiah ko paliang acok dapek kutiko hari ka Mugarik atau
pas ka manjalang subuah. Tapi ambo alun pernah dapek nan labiah dari sakilo
laih, sahinggo kurang strike-nyo.
He..he sangkain "Si lentek Hidong" ini sama Mr permadi..wahh jangan2 si hidung mancung..gadis melayu..walahhh..kacau..si Rina..Pisss Lady
Si
Lentek Hidong cando di poto tu, memang ndak talalu nampak “lentek”nyo
doh, tapi kalo di tarik bibia ikan tu, baru nampak kalo monyong ikan ko
panjang. Kalo lah sangkuik dek mato kaia, susah untuak lapeh. Tantunyo kalo
seru dipapeh harusnyo seru pulo dimasak jo dimakan. Caliak dari haragonyo tu,
Iyo Rina kok dek egang muluiknyo tu..dikangkangkan Cangkem ne (cangkem ko bahaso Mr Permadi bana mah) yo sempurna malantiaknyo, kok mangatup cangkemnyo,,yo ndak nampak bana'
biasonyo dalam bisnis ikan segar lauik. Balaku hukum kalo ikan tu dalam “saiz”
(size) ukurannyo satapak tangan kurang labiah dan cocok bana untuak bakaran
(BBQ), mako ikan tu dalam posisi harago tinggi. Contohnyo kerapu, lebam, kakap,
GT (kue). Untuk posisi BBQ ikan ko haragonyo lataklah 50 ribu sakilo, kalo ukurannyo
kurang atau labiah dari sakitu (jumbo), mako haragonyo pun jatuah. Bisa2
sakilonyo dietong cuman 15 ribu sakilo. Dek ikan nan talampau tu kurang
lamaknyo kecuali dibuek asinan (fillet) atau kapalonyo untuak diasam padeh. Bagian
nan paliang lamak di kapalo ikan ko bagi ambo adolah daguaknyo trus matonyo
trus banaknyo (apo nan ndak lamak BUk?? Hehe). Beda halnyo jo Si Lentek Hidong
ko, Gadangpun tatap maha. Dagiangnyo tatap lamak, walaupun ukuran gadang.
Iko ndak paralu dikomen..siRina nan ahli kuliner tahu bana nan ma nan lamak baa mamasak ikan lauik dengan berbagai pertimbangan, ukuran, tesktur dagiang ikan ko apo nan cocok kok dimasak, iyo bana kalau kato pak Emi tunjang nan tatapak maknyusss.. kok ikan kelas-kelas atau family kakap ko nan paliang lamak adolah 'KAPALO NAN TADAGUAK samo jo TUNJANG NAN TATAPAK...kelezatan Cepak Cepong Cantuang Cantang (C4) dalam menikmatinyo wk wk wk
Kalo
masih ketek-ketek (7 ons kabawah) paliang lamak di steam jo bawang putiah, daun
bawang plus tomat mudo irih. Tapipun dibaka juo lamak. Nan untuak masakan
padangnyo agak kurang cocok, dek dagiang ikan ko lambuik, di pangek padeh ala
Bukikpun susah untuak sampai tu-ua, dek ikan lah ancua di kicok kuciang palo
itam hehe.
Salain
ikan Lentek Hidong jo Siakap masih ado namo lainnyo yaitu ikan mata kucing.
Ikan ko matonyo memang agak basinar, sinarnyo merah galok. Itu mungkin makonyo
dinamoan ikan mata kucing dek sebagian Urang Pulau disiko. Ambo pernah
mancaliak ikan ko dipaliharo kawan di dakek Jembatan duo Barelang, Batam.
Salain ikan kerapu yang kebanyakan maisi ampia sadonyo kerambanyo, ado ciek
keramba nan diisi ikan mato kuciang ko. Salalunyo mereka ko barombongan,
bauru-uru basamo-samo. Cando ado nan mamimpin. Sanang hati awak mancaliak ikan
ko, tarutamo kalo diagiah makan cancangan ikan gembung jo ikan benggol. Bacirabuiknyo.
Apopun
carito seputaran lauik, pulau-pulau jo sagalo isinyo tarutamo lauiknyo yang
bahubungan lansuang jo sebagian gadang asok di dapua awak (kuliner) tatap ambo
sukoi. Apo dek ambo urang “Darek” ? antahlah…..
Sip..laut, pantai, sungai dengan segala isinya sangat menarik diamati tentunya orang yang suka atau hobi memancing dan larut dengan segala hiruk pikuk kehidupan nelayan apalagi juga suka dengan seni kuliner..saling melengkapi, boleh saja kita bukan seorang ahli memasak tapi paling tidak tahu bagaimana cara-cara yang paling efektif dalam memperlakukan sebuah bahan makanan dengan pas tanpa kehilangan rasa, dan segala kandungan gizi, mineral dan protein yang kaya dari Ikan. Itu bisa kita pantau secara dini dari penampilan fisik, tekstur daging, ukuran ikan tersebut.tingkat kesegarannya, karakter atau hal spesifik dari sebuah ikan.Rina punya kelebihan melihat itu semoga menambah wawasan dan pengetahuan kita2 di rantau net
Nan
sadiah ambo, bilolah nelayan pulau bisa jadi “Urang” di tanah
kelahirannyo. Ampia sadonyo nelayan nan ambo tamui banasib samo. Manyarahkan
iduik ka rasaki di dalam lauik…
Samo2 sadiah sajolah kito jo nasib nelayan awak nan indak pernah manjadi tuan rumah ditanahnyo surang, iduik nelayan ketek ndak baraliah dari utang ka utang satiok bulan dek kurang bapihaknyo pemerintah untuak maangkek iduik nelayan mulai sarana prasarana nan indak mandukuang, BBM nan maha nan parahnyo sampai putuih BBM ko, lah dibelokan lo dek Oknum BBM untuak nelayan nan basubsidi dijua ka Industri ndee mande..yo sabana indak berperi kemanusian oknum bantuak iko, ibaraiknyo mamakuak nelayan ketek dari kuduak jo ladiang maja..sabana sakik dan memar nan mandalam taraso dikuduak sampai ka ulu hati, jadi caro kito nan urang kebanyakan juo, balanjokan kepeang kito lansuang ka nelayan ko mambali ikan atau ka pasa tradisional, alah tu mambali ikan “bagaya-gaya” bana ka Mol (hypertmart) mambali ikan impor sarupo fillet ikan salmon dll..lah bara hari tu kanai Es, indak segar lai
Btw,
Terimo kasih berbagi caritonyo ..
Same same Rina..he..he
Wassalam
Rina,
32, batam, payobada
Apakah demonstrasi & turun ke jalan
itu hal yang wajar? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
http://id.answers.yahoo.com
Nikmatnyo manulih ko adolah kutiko tau tulisan awak di baco urang, bukankah mode tu para penulih di RN ko???
Btw, Da Jepe mokasih kembali..atas interpretasi tulisan ambo tadi
Salam untuak Keluarga di Pakan.
Wassalam
Rina
From: Rant...@googlegroups.com
[mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Jupardi
Sent: Monday, August 03, 2009 4:32 PM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: SIAKAP IKAN SI LENTEK HIDONG..... By : Jepe
Adidunsanak
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Subject: [R@ntau-Net] Re: SIAKAP IKAN SI LENTEK HIDONG..... By : Jepe
Ondeh Mandeh Tusday Wedneday…………..
Ko iyolah alah salah kaprah kasadonyo mah, ambo ko bukan pandai mamasak bagai doh
Pak Ryan talampau bana mah, ambo ndak coitu bana doh
Dibandiang Uni Evy, Ni Dewi, Uni Ipah atau Uni Yul tantunyo pangalaman ambo di dapua masih sangaik kurang
Cubolah bayangan dek Angku Ryan, ambo ko saumua jo anak bungsu Uni Yul
Kan indak babaun tunjuak tumah, kok dikecekkan pulo ambo santiang mamasak hehe..
Jam terbang tu bana nan alun mamungkinkan untuak ambo bisa manyamoi Uni2 ambo tu.
Jadi janlah di arahan tunjuak Pak Ryan ka iduang ambo, garik ambo maagak i ..hehe
Tapi kok ado resep2 nan alah acok ambo paraketekan di rumah, lai namuah ambo bagi2.. hanyo itu sen baruh noh.
Wassalam
Rina, 32, batam
bia lah wak bantu un,
wak biasonyo ikan kakap ko wak gulai
ikan di garamin jo diasamin
siapkan bumbu halui
bwg merah,putiah,kunyik,jahe,lengkue,damoa
cabe rawit merah giliang ratak2an ( ndak halui do)
bumbu lain
irisan bwg merah, daun kunyit,salam,jeruk,btg sarai
santan
kental
encel
cara masak
santan encer dicampur bumbu2 halui dan bumbu2 lainnyo diaduak sampai malagak masouan ikan, ala tacampua tambahan santan pakek,masouan asam kadih, sangai sampai masak kalo suko masouan tomat mudo atau asam sayou, daun ruku2 atau daun kemanggi, cubo rasoan kalau kurang garam tambahkan garam,
iyo saroman gulai masin tp agak padeh dek pakai cabe rawit merah gadang yg diratak2an...
renny,ancol |
|
|
|
Mokasih Reni nan manih,
Kalo gulai masin mode bumbu Reni ko, cubo Reni goreang ikan no dulu, tasarah sampai gariang atau sadang elok sajo. Baru di masuakkan ka dalam kuah gulai. Barangkali Reni akan dapekkan sensasi nan labiah badendang, bak kecek Da Jepe. Untuak tambahan bisa dicampua tahu potong sagitigo goreang juo dulu salincam (sacah).
Kebetulan Uni alah tanyo2 masalah masakan Pattani ko ka kawan, ruponyo masakannyo biaso sajo nyoh. Cando masakan urang Chinese nan batumih2 juo. Kiro2 mode ko :
Ikan masak tiga rasa ala Pattani (Thai)
1. Ikan lentek hidong goreang
2. Jahe jo sarai potong lidih
3. Lado kutu potong dadu, sarancaknyo terakhir pas nio dimasuakkan supayo ndak hitam
4. Lado giliang 2 sendok makan
5. Bawang bombai riciah
6. Bawang putiah cincang bantuak kotak2 ketek2
7. Saos tiram, saos tomat jo tomyam paste
8. Kecap sotong bisa juo ganti kecap asin
9. Gulo, garam, aia asam jawa jo aia asam Sunday
10. Hiasannyo potongan dadu wortel, timun jo naneh
11. Daun limau puruik guntiang cando mie
Caronyo :
Jahe, bawang, sarai ditumih sp harum tambahkan lado kutu, lado giliang trus masuakkan sadonyo saos tomyam paste gulo garam kecap. Masuakkan potongan wortel trus baru diramehan asam Sunday hati2 masuak inceknyo trus aia asam jawa. Masuakkan daun limau puruik, diaduak sabanta. Terakhir masuakkan potongan naneh jo timun. Siram diateh ikan nan bagoreng tadi.
Ambo indak tau kalo masakan mode iko adolah masakan Pattani (Thai), ambo suko mamasak ikan cando iko hanyo jo experiment surang sajo, biasonyo ambo mamasak indak berdasarkan resep tertentu tapi jo berdasarkan jenis lauak nan adoh di kulkas, kiro2 cocoknyo dipangakan jo taragaknyo nak kadipangakan. Syukur Alhamdulillah rato2 masih cocok di lidah hehe..
Pak Angku Ryan di Ipoh, kalo salah tolong agiah panarangan mengenai resep Pattani ko.
Wassalam
Rina, batam
"Pertanyaan" (mudah2an tidak dengan nada hopeless) adalah, kenapa listrik
mati melulu, padahal masyarakat tergantung kepada supplier tunggal (PLN).
Pertanyaan senada juga saya di FB, diajukan oleh dunsanak awak, Ali Unan.
Riri
Bekasi, l, 47
-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On
Behalf Of Augi Jusri Djalaluddin
Sent: Tuesday, August 04, 2009 10:45 AM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: Ado apo jo PLN...? abihkan juo lah rimbo tu
Asslm.Wr.Wb.
Ahli masalah kelistrikan, Prof. Zuhal,
Mantan Menristek, kini Rektor Universitas Al Azhar Indonesia.
Menurut hemat saya, Arsitektur PLN di Sumbar yang saat ini digunakan
adalah pemikiran beliau.
Coba tanya pada arsitekturnya dan perkembangan yang akan dituju ...
Kita akan mendapatkan wawasan yang lengkap.
Wass.Wr.Wb.
AUGI JD
augispot.blogspot.com
>
> ----- Original Message -----
> From: ronnys...@gmail.com
> To: Rant...@googlegroups.com
> Sent: Tuesday, August 04, 2009 7:23 AM
> Subject: [R@ntau-Net] Re: Ado apo jo PLN...?
> Aslmkm,wr wb..
> Ambo nio share sajo sekalian batanyo...
> Apo yang terjadi jo PLN di sumbar ko?ado ndak solusinyo....
> Bayanglah,mereka mamatian lampu ndak tangguang2 lamonyo,td malam dari jam
2
> smpai jam 7 pagi ko...alah samo pulo awk tingga di pedalaman...bukannyo
> batambah maju tapi batambah suruik perkembangan pembangunan di nagari awak
> ko...
>
> Itu sajo dunsanak...
> Maaf jiko pagi2 ambo alah curhat.. :)
>
> Sent from my BlackBerryR smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>
kalau kakap ambo ndak goriang do un, tp kalau ikan padang atau tongkol iyo ambo goriang, makasih un resep thai , kalo libur ambo cubo lah... |
|
|
|
| Menambahkan sajo .. Kebetulan ambo memang karajo di PLN Pusat Jakarta, tapi dalam hal ini ambo menjawab dengan kapasitas pribadi saja: Saya pernah bincang-bincang dengan mantan GM PLN Sumbar, Bpk Sudirman (beliau ternyata orang Piaman juga). Mengapa SUMBAR masih krisis listrik, apakah karena sumber energi kita tidak mencukupi atau bagaimana. Beliau menjelaskan, SUMBAR memang minus akan batubara, gas alam maupun minyak bumi yang menjadi bahan bakar Pembangkit Listrik Massal. Untuk Sumatera, lumbung energi nasional berada di Sumatera Selatan dimana batubara dengan kualitas tinggi begitu melimpah, sedangkan disisi utara terdapat Aceh dengan Gas Alam dan Minyak Buminya. Namun, Kalau SUMSEL adalah lumbung energi, maka SUMBAR adalah Lumbung Energi Hijau. SUMBAR memiliki potensi MikroHydro terbesar di Sumatera, juga pontensi Panas Bumi yang besar setelah Sumatera Utara. Namun potensi-potensi ini mau tidak mau harus digerakkan secara bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat SUMBAR. Permasalahan PLN terbesar adalah keterbatasan kemapuan investasi, itulah sebabnya pertumbuhan konsumsi listrik tidak bisa diikuti oleh pertumbuhan Supply dan penambahan pembangkit. Mungkin berbagai prejudice tentang PLN akan muncul, baik itu efisiensi, isu korupsi dan sebagainya, sebagai karyawan muda di PLN saya sendiri juga mendukung isu tersebut dengan rekan-rekan lainnya. Namun good will dari pemerintah daerah dan pusat sebagai regulator juga berperan disini. Misalnya, bagaimana upaya mengatur sepak terjang HPH yang berdampak pada turunnya elevasi danau-danau sumber listrik di Sumbar. Kemudian kemudahan investasi bagi para pengusaha/investor pembangkit di Sumbar sendiri. Sebagaimana diketahui PLTU Teluk Sirih yang nantinya diharapkan menjadi sumber listrik di Sumbagteng, masih terkendala masalah pembebasan lahan dan sekelumit aturan lainnya. Sekedar menambahkan. salam Bot SP Bot Sosani Piliang Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream www.botsosani.wordpress.com Hp. 08123885300 |
--- On Tue, 8/4/09, Augi Jusri Djalaluddin <augi...@gmail.com> wrote: |
|
| Mencoba menjelaskan uniknya bisnis kelistrikan pak. Berbeda dengan bisnis lainnya, baik itu pertamina, telkom atau manufaktur, bisnis kelistrikan adalah bisnis yang terkait dari sisi hulu sampai hilir. Ketika konsumen memencet saklar lampu, ketika itu juga listrik dialirkan dari pembangkit, trafo, jaringan transmisi, jaringan distribusi sampai ke pihak pelanggan. Satu elemen saja tidak terintegrasi baik karena faktor human error atau alam, maka pasokan listrik dipastikan terganggu. Listrik tidak bisa disimpan dalam jumlah besar, tidak bisa di paketkan seperti minyak goreng. Sampai saat ini belum ada satupun perusahaan listrik di dunia yang bisa membuat paket listrik massal untuk kemudian dikirimkan ke nernagai daerah dan negara. Sebenarnya UU no 20 tahun 2003 sudah mengakomodasi kemungkinan liberalisasi listrik. Namun UU tersebut di gugukran oleh mahkamah konstitusi karena secara prinsipil bertentangan dengan pasal 33 Ayat 2 UUD 1945. Dari sisi bisnis, PLN sangat diuntungkan dengan UU tersebut, artinya PLN berhak menjual dengan harga keekonomian dan bisa mendapat untung untuk dana investasi. Tapi kenyataan dilapangan dan dinegara-negara lain menunjukkan kegagalan sistem tersebut. Peran serta pemerintah tetap diperlukan. Untuk SUMBAR, solusi jangka pendek menurut saya adalah penghematan penggunaan listrik disisi pelanggan, khususnya pada beban puncak, dan pemerintah daerah mau tak mau harus turut serta menstimulir investasi di bidang pembangkitan listrik di Sumatera Barat dan mempercepat interkoneksi dengan SUMBAGSEL yang merupakan lumbung energi Nasional. Disamping itu, kawasan resapan air hujan Maninjau dan Singkarak juga harus dijaga bersama-sama, baik itu dengan menerapkan kawasan resapan air atau membatasi pembukaan lahan di kawasan resapan air hujan tersebut, khususnya sekitar Maninjau dan Singkarak. Mohon maaf dari ambo nan mudo matah. salam |
Ambo indak tau kalo masakan mode iko adolah masakan Pattani (Thai), ambo suko mamasak ikan cando iko hanyo jo experiment surang sajo, biasonyo ambo mamasak indak berdasarkan resep tertentu tapi jo berdasarkan jenis lauak nan adoh di kulkas, kiro2 cocoknyo dipangakan jo taragaknyo nak kadipangakan.. Syukur Alhamdulillah rato2 masih cocok di lidah hehe..
Waalaikumsallam Wr Wb
Pak Datuak Arif, tapek bana Pak ..ikan si Lentek Hidong ini atau di
Balik Papan disabuik "Kakap raja" habitatnya dimuaro antaro pertemuan
sungai jo lauik, di Pulau Rupat ko Sungai nan mambalah pulau Rupat atau
urang siko manyabuik selat, iyo aianyo payau nan dipengaruhi pasang
mailia atau bamuaro dari lauik ka lauik (bukan sungai dari pegununangan
ba muaro ka lauik)
Jadi nelayan ko dapek yo disekitar pertemuan sungai jo lauik nan
peraiannyo atau muluik sungai ko maleba disikolah banyak jenis2 ikan
bakumpua.
Kok dicaliak bantuaknyo iyo liar dan ganas saat "strike" paliang
manyandu bana bagi nan hobi mamanciang kok dapek si Kakap Raja ko,
istilahnyo bapiuh-piuh banang Nilon tu dek nyo...sakiang malawan bana
ikan ko kanai panciang baa kecek si Rina manjalang naik ka permukaan
manggalinjang inyoka udarao siapo tahu iko tanago terakhir malapehkan
diri dari sangkutan mato kaia
Biasonyo ka nelayan atau ambo mamanciang ikan di lauik jo pompong
tu..kok sadang basitungkin jo ikan nan gadang tu..kito nan jadi
pemenangnyo..sasudah tu yo balapehkan tarangah ciek lu diateh pompong
sampia mairuik kopi nan angek didalam teromos...puasss..puassss..baa
kecek si Tukul
Itu sajo tambahan dunsanak seputar Ikan Lauik..
Wass-Jepe
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
To: <Rant...@googlegroups.com>
Subject: [R@ntau-Net] Re: Ado apo jo PLN...? abihkan juo lah rimbo tu
ASLIM NURHASAN +62811103234
Powered by Telkomsel BlackBerry®
To: <Rant...@googlegroups.com>
Subject: [R@ntau-Net] Re: Ado apo jo PLN...? abihkan juo lah rimbo tu
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Aa iyo bana tu angko Bot, pulang kapatang ko ambo lai ma ota jo Da Dafris Djinik VP Project dari Rekayasa Industri nan sadang mangarajokan pembangunan PLTU Taluak Kabuang ko, dalam pengerjaan kiniko banyak timbua masalah terutama masalah lahan, perizinan lokal dan juo premanisme.Mungkin "Boy" Feri Lasman bisa manambah kan baa perkembangan pembangunan PLTU Taluak Kabuang dan mudah2 an bisa capek salasai dan bisa mangurangi krisis listrik di kampuang awakWassalamTan Ameh