SIAKAP IKAN SI LENTEK HIDONG..... By : Jepe

111 views
Skip to first unread message

Jupardi

unread,
Aug 3, 2009, 3:10:59 AM8/3/09
to Rant...@googlegroups.com, alumn...@yahoogroups.com, edi_a...@yahoo.com, tuar...@yahoo.com

SIAKAP IKAN SI LENTEK HIDONG

By : Jepe

 

Kamis, 30 Juli 2009

 

Pagi  sekitar jam 07.30 WIB,   saya sedang menikmati sarapan disebuah warung kelontong sekaligus rumah makan warga keturunan di Desa Titi Akar, Koko Diong Hoa nama pemilik warung ini. Istrinya sangat pintar memasak ala sea food,  buat sarapan kali ini saya memesan Mie goreng yang terbuat dari sagu (Kwe Tiau) dengan racikan daging udang yang telah dipotong-potong kecil dan ditumis dengan aneka sayuran seperti sawi manis dan toge. Rasanya memang lezat dan enak serta mengenyangkan apalagi ditingkahi dengan secangkir Kopi-O hasil racikan Istri Ko Diong Hoa yang rasanya “nendang banget” ,    begitu sempurna dan nikmat  sarapan pagi saya sambil menatap riak sungai (selat) yang berada di depan warung Ko Diong Hoa yang pada pagi itu cukup tenang dan berkabut tipis akibat asap kebakaran lahan dan hutan yang marak terjadi di Riau dimusim kemarau panjang ini.

 

Saat menikmati secangkir panas Kopi-O tiba-tiba sebuah kapal kayu nelayan (Pompong) merapat kebibir sungai dan menambatkan talinya di dermaga kayu didepan warung Ko Diong Ha, lalu salah seorang nelayan yang berada di pompong tersebut naik keatas dan menemui Ko Diong Hoa

 

“Ko..ko..kami semalam memancing dapat ikan Siakap besar, ada tuh di pompong” sapa nelayan ini, Ko Diong Ha hanya menjawab singkat “bawa kesini kita timbang”. Nelayan tersebut kembali ke pompong dan membawa seekor ikan yang cukup besar dan telah diberi tali sebagai jinjingan yang terikat dimulut ikan ini. “Waw,,besarnya”, seru saya didalam hati ketika melihat ikan yang bernama Siakap ini ditenteng oleh nelayan menuju ke kotak  tempat penyimpanan ikan yang telah diberi pecahan batu es. Saya mengikuti langkah kaki nelayan  menuju tempat penimbangan ikan yang terletak di belakang warung. Ko Diong Hoa.  Disamping berdagang barang kebutuhan sehari-hari di warungnya dan sekaligus sebagai warung kopi, Ko Diong Hoa juga seorang toke ikan bagi nelayan-nelayan tempatan. Hasil-hasil tangkapan ikan nelayan diseputar peraian selat yang membelah Pulau Rupat ini ditampung oleh Ko Diong Hoa, selanjutnya oleh Ko Diong Hoa setelah ikan-ikan hasil tangkapan nelayan terkumpul cukup banyak dalam kotak terbuat dari fiber (Cool Box) yang cukup besar dibawa ke Dumai untuk dijual lagi kepada toke ikan di Dumai.

 

Sejenak saya amati dengan seksama  Ikan Siakap ini, setelah ditimbang beratnya sekitar 13 Kg. Ikan ini berbadan lebar   pada bagian perut dan punggungnya,  badannya berwarna keperakan  yang dipantulkan dari sisiknya yang tersusun rapi disegenap badannya mulai dari bagian ekor sampai dibatas leher (katup insang) sementara punggungnya Siakap yang padat daging ini berwrna abu-abu kehitaman . Kepalanya besar dengan lentikan mulut yang indah serta proposional dengan  besar kepalanya. Karena mulutnya yang melentik diperairan pulau Batam dan sekitarnya para nelayan disana menyebut Siakap ini dengan ikan si Lentek Hidong *).Menurut Ko Diong Hoa ikan Siakap si Lentek Hidong ini sangat enak sekali dagingnya (fillet) dimasak asam pedas atau asam manis ala sea food. Ikan ini harganya cukup mahal dipasar tradisional Kota Dumai  dijual sekitar Rp 50.000 –Rp 60.000/Kg. Ko Diong Hoa membeli kepada nelayan ini Rp 27.500/Kg.

 

Setelah ditimbang dan sebelum dimasukan kedalam kotak fiber saya tidak lupa mengabadikan ikan Siakap yang besar ini, kami berfoto bertiga Ko Diong Hoa mengangkat si lentek hidong ini sementara saya duduk jongkok. Hmmmm….sebuah hasil foto yang menarik apalagi tubuh tambun Ko Diong Hoa yang hari-harinya menjalani rutinitas kerja tanpa memakai baju sangat pas terasa sebagai pembanding seberapa besar ikan ini jika dilihat orang hasil jepretan kamera saya, lalu  bisa juga sebagai pembanding seberapa besar  panjang/tinggi  ikan Siakap ini karena posisi berfoto saya dalam keadaan jongkok.

 

Menurut nelayan yang mendapatkan ikan ini  betapa sangat “bersitungkin” nya mereka dalam menaklukan perlawanan Siakap ketika umpan pancing mereka di makan. Tarik menarik, ulur meulur dengan teknik tinggi antara si nelayan dengan ikan Siakap ini sehingga dipastikan salah satu keluar sebagai pemenang dan tentunya Abang nelayan ini yang keluar sebagai pemenang dalam melakukan “perkelahian bebas” satu lawan satu dengan Siakap diperaiaran Selat Pulau Rupat . Jika saya perhatikan dari bentuk tubuh dan anatomi ikan ini tak pelak lagi Siakap jika terkena pancingan tentunya akan memberikan perlawanan yang tangguh untuk berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari kaitan mata pancing yang berada dimulutnya. Diperlukan keahlian dan pengalaman yang panjang oleh seorang nelayan yang memancing secara tradisional (tanpa joran) dalam menaklukan ikan Siakap seberat 13 Kg saat bertarung (Strike), intinya jangan sampai nilon tali pancing putus akibat hentakan dan tarikan Siakap yang kalap  dan kesetanan. Dipastikan nelayan ini tahu kapan  mengulur tali nilon pancingan dan kapan menariknya dan selalu menjaga kesimbangan antara kuatnya tarikan Siakap dengan besarnya nilon yang dipakai. Setelah Siakap kehabisan tenaga barulah si nelayan perlahan tapi pasti menarik ikan tersebut sambil tetap menjaga irama tarikan siapa tahu Siakap dengan sisa-sisa tenaganya kembali mengamuk dengan satu hentakan yang keras bisa jadi nilon pancingan atau mata pancing yang terkait dimulutnya lepas.

 

 

Saya jadi ingat ketika ikut memacing bersama seorang sahabat nelayan saya dengan Pompong diperairan Mentawai dari sore hari menjelang sampai besok paginya, ketika pancingnya tanpa joran ditarik seekor ikan gabur yang sangat besar dengan berat sekitar 12 Kg, kawan nelayan saya ini berteriak “Kondom..kondom…cepet..cepet..tolong kondom..kondom” Saya kaget mendengar terikan ini..”Lho kok memancing pakai kondom ya”  begitu rasa penasaran saya dalam hati ketika kawan saya ini berteriak kepada kawan disampingnya yang sedang memancing. Akhirnya saya baru tahu kalau kondom yang dimaksud adalah sebuah karet dari ban dalam sepeda motor yang dibuat sedemikian rupa seperti selonsong seukuran jari-jari tangan dewasa. Kondom ini disarungkan ke jari-jari tangan terutama telunjuk, jari tengah dan jempol. Kondom dadakan ini tentunya berfungsi meredam gesekan nilon saat ditarik ikan besar agar jari-jari tangan terhindar dari robek dan luka akibat gesekan tali nilon pancingan yang ditarik kuat oleh ikan besar. Kenyataannya alat yang sederhana ini sangat efektif sekali bagi perlindungan jari-jari tangan akibat gesekan tali nilon dan juga dengan adanya “kondom” disarungkan di jari-jari tangan saat menarik dan memainkan pancing gerakannya lebih luwes tanpa rasa kuatir buku-buku jari tangan lecet dan robek akibat gesekan tali nilon yang dihentak oleh ikan besar yang menarik pancingan. “Kondom special” ini ternyata juga berfungsi sebagai pengaman yang mumpuni bagi nelayan pemancing ikan-ikan besar dilaut secara tradisional  tanpa takut bocor layaknya kondom-kondom di dunia KB.

 

Sambil bercanda saya tanya juga Abang nelayan yang mendapatkan Ikan Siakap ini “Bang..Bang..Bang saat  tarik menarik dengan Siakap Abang pakai kondom nggak” Abang nelayan ini bingung dan heran “Kondom bagaimana..maksudnya” lalu saya jelaskan apa yang dimaksud dengan kondom ini dan ternayata si Abang ini juga mempunyai kondom yang dimaksud yaitu berupa karet ban dalam sepeda motor yang dibuat sedemikian rupa membalut jari-jari tangan. Aha ! ini adalah sebuah “terminalogi” bagi nelayan-nelayan ranah minang untuk karet pengaman dalam memancing secara tradisional ini.Kenapa mereka namakan alat ini “Kondom” jawabnya sederhana saja ini tentunya berhubungan dengan program Keluarga Berencana (KB) yang dulunya dijaman Orde Baru sangat sukses dinegara kita. Ketika seorang penyuluh KB melakukan sosialiasi penggunaan alat kontrasepsi ini diperkampungan nelayan maka penyuluh ini memperagakan bagaimana mempergunakan kondom yang baik dan benar dengan jalan agar lebih “sopan, santun dan bermatabat” kondom tersebut disarungkan pada jari jempol tangan saat sosialiasi kepada masyarakat di perkampungan nelayan, mungkin begitu asal usul kenapa alat peredam gesekan tali nilon di jari akibat tarikan ikan yang kena dipancing  dikasih nama juga kondom oleh nelayan.

 

Saya menghabiskan tegukan terakhir Kopi-O yang telah mulai mendingin, sementara dari kejauhan terdengar deru speedboat bermesin 400 PK yang datang  membawa penumpang dan akan berlabuh di Dermaga depan warung Koko Diong Hoa. Speedboat ini akan kembali lagi membawa penumpang dari Desa Titi Akar menuju kota Dumai, salah satu penumpang tersebut itu adalah saya yang  selama tiga hari bertugas  di Desa Titi Akar untuk pulang kembali ke Pekanbaru. Mie Sagu pulau yang lezat, Kopi –O yang nikmat , Koko Diong Hoa yang tambun dengan perut yang buncit, nelayan Desa Titi Akar serta Ikan Siakap si Lentek Hidong  yang besar melengkapi cerita dan kisah saya selama tiga hari berada disana.  Perjalanan tugas yang menyenangkan disebuah Desa yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota yang serba bergerak cepat. Suasana damai, penduduknya ramah dan bersahabat menghiasi hari-hari saya ditempat yang sepi .  Desa Titi Akar dengan segala hiruk pikuk kehidupan masyarakatnya yang bertani, berkebun dan nelayan dengan Selat Moro yang membelah Desa mereka memberikan warna lain dalam menikmati sebuah denyut kehidupan ditingkat masyarakat banyak. Ya di Desa Titi Akar saya merasa keramaian ditengah sepi, bukan sebuah sepi dalam keramaian ketika berada dikota terkadang  penduduknya cendrung individualistis, egois, emosian dengan tensi marah yang tinggi, tidak peduli dengan lingkungan sekitar, nyawa orang hanya dihargai seperti membantai seekor ayam potong.

 

Pekanbaru, 2 Agustus 2009

 

Koko Diong Hoa, Siakap si Lentek Hidong

dan Penulis

 

Si Lentek Hidong *) nama lain untuk Siakap seperti yang diceritakan di status FB saya oleh seorang Ibu Muda yang berdomisili di Batam dan punya hobi memancing. Siapa lagi tentunya dunsanak kito member palanta RN, Rina Permadi.

 

The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you.
image002.jpg

rinapermadi

unread,
Aug 3, 2009, 4:38:51 AM8/3/09
to Rant...@googlegroups.com

Adidunsanak palanta jo Da jepe nan santiang manulih,

 

Memang Siakap ko adolah ikan nan eksotik untuak di panciang, sebab strike nyo memang babahayo.  Ambo ado manonton VCD ikan sukan pancingan lokasinyo di M’sia. Ikan ko di taranakkan urang di kolam2 aia asin di daerah muaro. Di tampek tu urang buliah mamapeh ikan ko. Kalo sadang strike, ikan ko malompek tinggi sambia manggalinjang baputa. Sahinggonyo adrenalin serunyo mamapeh ko iyo bana lapeh candu.  Kalo di M’sia namonyo Siakap.

 

Bara bulan nan lapeh ado nelayan manelpon Mas ambo Mr Permadi, nak maantakan Lentek Hidong besar ke batam. Mas pun tak tau apo Lentek Hidong tu, pas lah diantakan urang tu barulah tau kalo Lentek Hidong ko adolah Kakap putiah. Kalo ambo mamapeh kalauik, kakap putiah ko paliang acok dapek kutiko hari ka Mugarik atau pas ka manjalang subuah. Tapi ambo alun pernah dapek nan labiah dari sakilo laih, sahinggo kurang strike-nyo.

 

Si Lentek Hidong  cando di poto tu, memang ndak talalu nampak “lentek”nyo doh, tapi kalo di tarik bibia ikan tu, baru nampak kalo monyong ikan ko panjang. Kalo lah sangkuik dek mato kaia, susah untuak lapeh. Tantunyo kalo seru dipapeh harusnyo seru pulo dimasak jo dimakan. Caliak dari haragonyo tu, biasonyo dalam bisnis ikan segar lauik. Balaku hukum kalo ikan tu dalam “saiz” (size) ukurannyo satapak tangan kurang labiah dan cocok bana untuak bakaran (BBQ), mako ikan tu dalam posisi harago tinggi. Contohnyo kerapu, lebam, kakap, GT (kue). Untuk posisi BBQ ikan ko haragonyo lataklah 50 ribu sakilo, kalo ukurannyo kurang atau labiah dari sakitu (jumbo), mako haragonyo pun jatuah. Bisa2 sakilonyo dietong cuman 15 ribu sakilo. Dek ikan nan talampau tu kurang lamaknyo kecuali dibuek asinan (fillet) atau kapalonyo untuak diasam padeh. Bagian nan paliang lamak di kapalo ikan ko bagi ambo adolah daguaknyo trus matonyo trus banaknyo (apo nan ndak lamak BUk?? Hehe). Beda halnyo jo Si Lentek Hidong ko, Gadangpun tatap maha. Dagiangnyo tatap lamak, walaupun ukuran gadang.  

 

Kalo masih ketek-ketek (7 ons kabawah) paliang lamak di steam jo bawang putiah, daun bawang plus tomat mudo irih. Tapipun dibaka juo lamak. Nan untuak masakan padangnyo agak kurang cocok, dek dagiang ikan ko lambuik, di pangek padeh ala Bukikpun susah untuak sampai tu-ua, dek ikan lah ancua di kicok kuciang palo itam hehe.

 

Salain ikan Lentek Hidong jo Siakap masih ado namo lainnyo yaitu ikan mata kucing. Ikan ko matonyo memang agak basinar, sinarnyo merah galok. Itu mungkin makonyo dinamoan ikan mata kucing dek sebagian Urang Pulau disiko. Ambo pernah mancaliak ikan ko dipaliharo kawan di dakek Jembatan duo Barelang, Batam. Salain ikan kerapu yang kebanyakan maisi ampia sadonyo kerambanyo, ado ciek keramba nan diisi ikan mato kuciang ko. Salalunyo mereka ko barombongan, bauru-uru basamo-samo. Cando ado nan mamimpin. Sanang hati awak mancaliak ikan ko, tarutamo kalo diagiah makan cancangan ikan gembung jo ikan benggol. Bacirabuiknyo.

 

Apopun carito seputaran lauik, pulau-pulau jo sagalo isinyo tarutamo lauiknyo yang bahubungan lansuang jo sebagian gadang asok di dapua awak (kuliner) tatap ambo sukoi. Apo dek ambo urang “Darek” ? antahlah…..

 

Nan sadiah ambo, bilolah nelayan pulau bisa jadi “Urang” di tanah kelahirannyo. Ampia sadonyo nelayan nan ambo tamui banasib samo. Manyarahkan iduik ka rasaki di dalam lauik…

 

Btw, Terimo kasih berbagi caritonyo ..

 

Wassalam

Rina, 32, batam, payobada

 

 

Rasyid, Taufiq (taufiqr)

unread,
Aug 3, 2009, 4:50:43 AM8/3/09
to Rant...@googlegroups.com, alumn...@yahoogroups.com, edi_a...@yahoo.com, tuar...@yahoo.com
Curito soal Mie Tiaw kombinasi sea food iko, cubo Jepe rasokan pulo nan tasadio   didakek Lampu merah Jalan Riau -Yos Sudarso Pakanbaru.
Macam penjual masakan emperan yang buka malam hari , mereka  biaso buka sesudah show-room Honda disimpang  jalan itu ditutuik disore hari.
Pekarangannyo  yang lapang lumayan aman untuak parkir, tapi karano dakek simpang ati-ati sajo kalua-masuaknyo.
 
Kalau ambo tiok pulang manggaleh babelok di Kalimantan acok juo duduak disitu malam ari jo kawan-kawan. Sea food disiko merupakan potongan cumi yang lumayan gurih dengan aromanya yang khas.
 
Baitu juo kok mie-hun lumayan mantap aromanyo. sabab dikebanyakan tampek aroma pembungkus bihun/kertas cukuik menyengat baunyo. Disiko lai indak ado aroma itu..
 
Untuak  Ikan bakar selain nan maruruik-an bulu iduang di Jalan Riau ( karano asok nyo sangajo diarahkan ka tangah jalan) jo nan disampiang MTQ, baa pulo nan diujuang jalan Cempaka ( sabalun pertigaan Melur). Atau ado nan lain nan alun tampak dek ambo ??
 
Wass
St.R Ameh 54+

Dewi Mutiara

unread,
Aug 3, 2009, 5:08:41 AM8/3/09
to Rant...@googlegroups.com
Hai...Rina yang manis , rupanya jago juga nih membahas ikan dilaut terutama yang enak disantap ,beda2 tipis membahasnya dengan bung Jepe ,maksudnya sama jagonya he....he.....he,
kalau rasa ikan kita satu selera nih ,yang terlalu besar dagingnya kurang legit , kecuali lauak situhuak < ikan marlen > enakkk tenannnnnn apalagi kalau di Pariaman namanya sala situhuak ,<ikan goreng tepung> menurut uni bener2 enak banget.
Kalau punya kesempatan ke Batam lagi boleh dong uni minta diundang makan ikan buatan bu Rina he...he....he.

Wassalam

Dewi Mutiara.

--- On Mon, 8/3/09, rinapermadi <rinap...@gmail.com> wrote:

From: rinapermadi <rinap...@gmail.com>
Subject: [R@ntau-Net] Re: SIAKAP IKAN SI LENTEK HIDONG..... By : Jepe
To: Rant...@googlegroups.com
Date: Monday, August 3, 2009, 8:38 AM

Adidunsanak palanta jo Da jepe nan santiang manulih,

 

Memang Siakap ko adolah ikan nan eksotik untuak di panciang, sebab strike nyo memang babahayo.  Ambo ado manonton VCD ikan sukan pancingan lokasinyo di M’sia. Ikan ko di taranakkan urang di kolam2 aia asin di daerah muaro. Di tampek tu urang buliah mamapeh ikan ko. Kalo sadang strike, ikan ko malompek tinggi sambia manggalinjang baputa. Sahinggonyo adrenalin serunyo mamapeh ko iyo bana lapeh candu.  Kalo di M’sia namonyo Siakap.

 

Bara bulan nan lapeh ado nelayan manelpon Mas ambo Mr Permadi, nak maantakan Lentek Hidong besar ke batam. Mas pun tak tau apo Lentek Hidong tu, pas lah diantakan urang tu barulah tau kalo Lentek Hidong ko adolah Kakap putiah. Kalo ambo mamapeh kalauik, kakap putiah ko paliang acok dapek kutiko hari ka Mugarik atau pas ka manjalang subuah. Tapi ambo alun pernah dapek nan labiah dari sakilo laih, sahinggo kurang strike-nyo.

 

Si Lentek Hidong  cando di poto tu, memang ndak talalu nampak “lentek”nyo doh, tapi kalo di tarik bibia ikan tu, baru nampak kalo monyong ikan ko panjang. Kalo lah sangkuik dek mato kaia, susah untuak lapeh. Tantunyo kalo seru dipapeh harusnyo seru pulo dimasak jo dimakan. Caliak dari haragonyo tu, biasonyo dalam bisnis ikan segar lauik. Balaku hukum kalo ikan tu dalam “saiz” (size) ukurannyo satapak tangan kurang labiah dan cocok bana untuak bakaran (BBQ), mako ikan tu dalam posisi harago tinggi. Contohnyo kerapu, lebam, kakap, GT (kue). Untuk posisi BBQ ikan ko haragonyo lataklah 50 ribu sakilo, kalo ukurannyo kurang atau labiah dari sakitu (jumbo), mako haragonyo pun jatuah. Bisa2 sakilonyo dietong cuman 15 ribu sakilo. Dek ikan nan talampau tu kurang lamaknyo kecuali dibuek asinan (fillet) atau kapalonyo untuak diasam padeh. Bagian nan paliang lamak di kapalo ikan ko bagi ambo adolah daguaknyo trus matonyo trus banaknyo (apo nan ndak lamak BUk?? Hehe). Beda halnyo jo Si Lentek Hidong ko, Gadangpun tatap maha. Dagiangnyo tatap lamak, walaupun ukuran gadang.  

 

Kalo masih ketek-ketek (7 ons kabawah) paliang lamak di steam jo bawang putiah, daun bawang plus tomat mudo irih. Tapipun dibaka juo lamak. Nan untuak masakan padangnyo agak kurang cocok, dek dagiang ikan ko lambuik, di pangek padeh ala Bukikpun susah untuak sampai tu-ua, dek ikan lah ancua di kicok kuciang palo itam hehe.

 

Salain ikan Lentek Hidong jo Siakap masih ado namo lainnyo yaitu ikan mata kucing. Ikan ko matonyo memang agak basinar, sinarnyo merah galok. Itu mungkin makonyo dinamoan ikan mata kucing dek sebagian Urang Pulau disiko. Ambo pernah mancaliak ikan ko dipaliharo kawan di dakek Jembatan duo Barelang, Batam.. Salain ikan kerapu yang kebanyakan maisi ampia sadonyo kerambanyo, ado ciek keramba nan diisi ikan mato kuciang ko. Salalunyo mereka ko barombongan, bauru-uru basamo-samo. Cando ado nan mamimpin. Sanang hati awak mancaliak ikan ko, tarutamo kalo diagiah makan cancangan ikan gembung jo ikan benggol. Bacirabuiknyo.

rinapermadi

unread,
Aug 3, 2009, 5:16:35 AM8/3/09
to Rant...@googlegroups.com

Uni Dewi nan manih,

 

Sagan barek Rina jadinyo, kapatang tu indak jadi basobok doh, gara2 HP tuo rina nan tibo2 mati surang di Hari sabtu tu. Pas rina tau alah hari minggu malam. Memang Uni Evy alah manyabuikkan ka rina kalo Uni Dewi pai ka karimun. Indak manyangko Rina kalo Uni sempatkan ka Batam. Baa lai tu Ni..? Bilo ka Batam baliak, Uni agiah tau Rina dih Nie, bia Rina baok ka Pulau2 sekitaran siko nan alah acok Rina beritakan disiko. Kalo makan mah, siap grak atuh. Nak kamakan apo Uni, kito masak samo2 nanti hehe..

 

Wassalam

Rina

 

Jupardi

unread,
Aug 3, 2009, 5:31:31 AM8/3/09
to Rant...@googlegroups.com

 

 

 

 Adidunsanak

palanta jo Da jepe nan santiang manulih,

 

  Wahh..wah..mantap..asyik..asyik..asoii..asoiii geboy yihuiii tambahan carito atau ulasan Rina ko apa dan bagaimana seputar si Lentek Hidong, kalau lah hobi dan pernah lo mancaliak jo marasokan bantuak ikolah jadinyo ulasan dari seorang Ibu nan saketek "anomaly" punyo hobi..mamapeh bo'.

.salute de, rasonyo paralu juo ambo baleh..manggaretek raso tangan mamencet keypad PC dimuko ambo ko untuak kudu wajib manyembanyo he..he

 

 Memang

Siakap ko adolah ikan nan eksotik untuak di panciang, sebab strike nyo memang

babahayo.  Ambo ado manonton VCD ikan sukan pancingan lokasinyo di M’sia.

Ikan ko di taranakkan urang di kolam2 aia asin di daerah muaro. Di tampek tu

urang buliah mamapeh ikan ko. Kalo sadang strike, ikan ko malompek tinggi

sambia manggalinjang baputa. Sahinggonyo adrenalin serunyo mamapeh ko iyo bana

lapeh candu.  Kalo di M’sia namonyo Siakap.

 

Dibagian iko ambo komen "Malompek tinggi sambia manggalinjang" ambo dapek bana mambayangkan  buas dan liarnnyo "manggalinjang" ko sebuah kata yang sangat Eksotis juga jika berbicara "Manggalinjang"..sangat liarrrr..wk wk wk sebuah deskripsi yang sangat pas begitu memacu adrenalin saat strike bertarung "head to head" dengan si lentek Hidong, iko ambo ibaraikan adrenalin ambo tapacu katiko takan manakan antaros si Rossi jo Lorenzo di moto GP di serie ka anam sirkuit (lupo ado ambo tulih) yang akhirnya begitu memesona ketika ditkungan terakhir si Doctor "over take" mengambil dari dalam si Lrenzo, cara-cara Rossi membalap seperti ini penuh resiko tapi itulah The doctor pembalap nan ambo kagumi Lorenzo mengakui seniornya ini jika saya jadi Rossi cara mengambil seperti itu di tikungan terakhir menjelang finish dalam kondisi yang sulit saya belum mempunyaio nyali..sangat..sangat beresiko melebar dan ban kehilangan grid..ahaa..kok ngomongin Moto GP ya..yo co itu lah sebuah Strike Siakap yang Menggelinjang...seperti sebuah dansa Rock and Roll ,,,,TWIST...!!!!

 

Manggalinjang nan liar ko bisa juo dicaliak DVD si Jacko dalam lagunyo “Blood on the dance floor..he..he >>Salsa…high heel…stiletto << dengan gerakan twist..salsa yang “liar” mmmm..berseni memang kalo si jacko..dengan tariannya yang terlalu menghibur dan menyihir

 

  

 

 Bara

bulan nan lapeh ado nelayan manelpon Mas ambo Mr Permadi, nak maantakan Lentek

Hidong besar ke batam. Mas pun tak tau apo Lentek Hidong tu, pas lah diantakan

urang tu barulah tau kalo Lentek Hidong ko adolah Kakap putiah. Kalo ambo

mamapeh kalauik, kakap putiah ko paliang acok dapek kutiko hari ka Mugarik atau

pas ka manjalang subuah. Tapi ambo alun pernah dapek nan labiah dari sakilo

laih, sahinggo kurang strike-nyo. 

 

He..he sangkain "Si lentek Hidong" ini sama Mr permadi..wahh jangan2 si hidung mancung..gadis melayu..walahhh..kacau..si Rina..Pisss Lady

 

  

 

 Si

Lentek Hidong  cando di poto tu, memang ndak talalu nampak “lentek”nyo

doh, tapi kalo di tarik bibia ikan tu, baru nampak kalo monyong ikan ko

panjang. Kalo lah sangkuik dek mato kaia, susah untuak lapeh. Tantunyo kalo

seru dipapeh harusnyo seru pulo dimasak jo dimakan. Caliak dari haragonyo tu,

 

Iyo Rina kok dek egang muluiknyo tu..dikangkangkan Cangkem ne (cangkem ko bahaso Mr Permadi bana mah) yo sempurna malantiaknyo, kok mangatup cangkemnyo,,yo ndak nampak bana'

 

biasonyo dalam bisnis ikan segar lauik. Balaku hukum kalo ikan tu dalam “saiz”

(size) ukurannyo satapak tangan kurang labiah dan cocok bana untuak bakaran

(BBQ), mako ikan tu dalam posisi harago tinggi. Contohnyo kerapu, lebam, kakap,

GT (kue). Untuk posisi BBQ ikan ko haragonyo lataklah 50 ribu sakilo, kalo ukurannyo

kurang atau labiah dari sakitu (jumbo), mako haragonyo pun jatuah. Bisa2

sakilonyo dietong cuman 15 ribu sakilo. Dek ikan nan talampau tu kurang

lamaknyo kecuali dibuek asinan (fillet) atau kapalonyo untuak diasam padeh. Bagian

nan paliang lamak di kapalo ikan ko bagi ambo adolah daguaknyo trus matonyo

trus banaknyo (apo nan ndak lamak BUk?? Hehe). Beda halnyo jo Si Lentek Hidong

ko, Gadangpun tatap maha. Dagiangnyo tatap lamak, walaupun ukuran gadang.  

 

 

Iko ndak paralu dikomen..siRina nan ahli kuliner tahu bana nan ma nan lamak baa mamasak ikan lauik dengan berbagai pertimbangan, ukuran, tesktur dagiang ikan ko apo nan cocok kok dimasak, iyo bana kalau kato pak Emi tunjang nan tatapak maknyusss.. kok ikan kelas-kelas atau family kakap ko nan paliang lamak adolah 'KAPALO NAN TADAGUAK samo jo TUNJANG NAN TATAPAK...kelezatan Cepak Cepong Cantuang Cantang (C4) dalam menikmatinyo wk wk wk

  

 

 Kalo

masih ketek-ketek (7 ons kabawah) paliang lamak di steam jo bawang putiah, daun

bawang plus tomat mudo irih. Tapipun dibaka juo lamak. Nan untuak masakan

padangnyo agak kurang cocok, dek dagiang ikan ko lambuik, di pangek padeh ala

Bukikpun susah untuak sampai tu-ua, dek ikan lah ancua di kicok kuciang palo

itam hehe. 

 

  

 

 Salain

ikan Lentek Hidong jo Siakap masih ado namo lainnyo yaitu ikan mata kucing.

Ikan ko matonyo memang agak basinar, sinarnyo merah galok. Itu mungkin makonyo

dinamoan ikan mata kucing dek sebagian Urang Pulau disiko. Ambo pernah

mancaliak ikan ko dipaliharo kawan di dakek Jembatan duo Barelang, Batam.

Salain ikan kerapu yang kebanyakan maisi ampia sadonyo kerambanyo, ado ciek

keramba nan diisi ikan mato kuciang ko. Salalunyo mereka ko barombongan,

bauru-uru basamo-samo. Cando ado nan mamimpin. Sanang hati awak mancaliak ikan

ko, tarutamo kalo diagiah makan cancangan ikan gembung jo ikan benggol. Bacirabuiknyo.

 

  

 

 Apopun

carito seputaran lauik, pulau-pulau jo sagalo isinyo tarutamo lauiknyo yang

bahubungan lansuang jo sebagian gadang asok di dapua awak (kuliner) tatap ambo

sukoi. Apo dek ambo urang “Darek” ? antahlah…..

 

 

Sip..laut, pantai, sungai dengan segala isinya sangat menarik diamati tentunya orang yang suka atau hobi memancing dan larut dengan segala hiruk pikuk kehidupan nelayan apalagi juga suka dengan seni kuliner..saling melengkapi, boleh saja kita bukan seorang ahli memasak  tapi paling tidak tahu bagaimana cara-cara yang paling efektif dalam memperlakukan sebuah bahan makanan dengan pas tanpa kehilangan rasa, dan segala kandungan gizi, mineral dan protein yang kaya dari Ikan. Itu bisa kita pantau secara dini dari penampilan fisik, tekstur daging, ukuran ikan tersebut.tingkat kesegarannya, karakter atau hal spesifik dari sebuah ikan.Rina punya kelebihan melihat itu semoga menambah wawasan dan pengetahuan kita2 di rantau net

  

 

 Nan

sadiah ambo, bilolah nelayan pulau bisa jadi “Urang” di tanah

kelahirannyo. Ampia sadonyo nelayan nan ambo tamui banasib samo. Manyarahkan

iduik ka rasaki di dalam lauik…  

 

   Samo2 sadiah sajolah kito jo nasib nelayan awak nan indak pernah manjadi tuan rumah ditanahnyo surang, iduik nelayan ketek ndak baraliah dari utang ka utang satiok bulan dek kurang bapihaknyo pemerintah untuak maangkek iduik nelayan mulai sarana prasarana nan indak mandukuang, BBM nan maha nan parahnyo sampai putuih BBM ko, lah dibelokan lo dek Oknum BBM untuak nelayan nan basubsidi dijua ka Industri ndee mande..yo sabana indak berperi kemanusian oknum bantuak iko, ibaraiknyo mamakuak nelayan ketek dari kuduak jo ladiang maja..sabana sakik dan memar nan mandalam taraso dikuduak sampai ka ulu hati, jadi caro kito nan urang kebanyakan juo,  balanjokan kepeang kito lansuang ka nelayan ko mambali ikan atau ka pasa tradisional, alah tu mambali ikan “bagaya-gaya” bana ka Mol (hypertmart) mambali ikan impor sarupo fillet ikan salmon dll..lah bara hari tu kanai Es, indak segar lai

 

 Btw,

Terimo kasih berbagi caritonyo ..

 

   Same same Rina..he..he

 

 Wassalam

 

 Rina,

32, batam, payobada

 

  

 

  

 

 

 

 

 

      Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com

rinapermadi

unread,
Aug 3, 2009, 5:51:29 AM8/3/09
to Rant...@googlegroups.com

Nikmatnyo manulih ko adolah kutiko tau tulisan awak di baco urang, bukankah mode tu para penulih di RN ko???

Btw, Da Jepe mokasih kembali..atas interpretasi tulisan ambo tadi

Salam untuak Keluarga di Pakan.

 

Wassalam

Rina

 

From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Jupardi
Sent: Monday, August 03, 2009 4:32 PM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: SIAKAP IKAN SI LENTEK HIDONG..... By : Jepe

 

 

 

 

 Adidunsanak

Ryan Firdaus

unread,
Aug 3, 2009, 8:17:26 PM8/3/09
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum wr.wb
 
Uda jepe, sanak Rina, uni Dewi sarato dunsanak palanta...
 
Kalau 'si lentik hidung' ko nan manyantap umpan...kaki papeh memang mesti basiap sadio jo perlawanannyo...bak kecek Rina...kalau nyo lah berang nyo malompek tinggi2...itu kiro jurus terakhirnyo mah...
 
ikan siakap<kakap> ko dek ambo nan paliang lamak di gulai pakek jo daun limau puruik, bia size nyo nan 2 kilo ka ateh...kalau bareknyo 1 kilo kabawah selain steam, faporit ambo ialah 'goreng tigo raso'...masakan seafood ala Thai..sanak Rina mungkin lah biaso jo resepko...tigo raso nan ketara tu yo lah padeh, manih dan masam nyo....
 
ado maso lapang buliah lah sanak Rina mangaluakan tesepnyo...
 
wassalam, ryan 42 L Ipoh


From: rinapermadi <rinap...@gmail.com>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Monday, August 3, 2009 4:38:51 PM

Subject: [R@ntau-Net] Re: SIAKAP IKAN SI LENTEK HIDONG..... By : Jepe

ronnys...@gmail.com

unread,
Aug 3, 2009, 8:23:05 PM8/3/09
to Rant...@googlegroups.com
Aslmkm,wr wb..
Ambo nio share sajo sekalian batanyo...
Apo yang terjadi jo PLN di sumbar ko?ado ndak solusinyo....
Bayanglah,mereka mamatian lampu ndak tangguang2 lamonyo,td malam dari jam 2 smpai jam 7 pagi ko...alah samo pulo awk tingga di pedalaman...bukannyo batambah maju tapi batambah suruik perkembangan pembangunan di nagari awak ko...

Itu sajo dunsanak...
Maaf jiko pagi2 ambo alah curhat.. :)

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


From: Ryan Firdaus
Date: Mon, 3 Aug 2009 17:17:26 -0700 (PDT)
To: <Rant...@googlegroups.com>


Subject: [R@ntau-Net] Re: SIAKAP IKAN SI LENTEK HIDONG..... By : Jepe

rinapermadi

unread,
Aug 3, 2009, 9:19:12 PM8/3/09
to Rant...@googlegroups.com

Ondeh Mandeh Tusday Wedneday…………..

 

Ko iyolah alah salah kaprah kasadonyo mah, ambo ko bukan pandai mamasak bagai doh

Pak Ryan talampau bana mah, ambo ndak coitu bana doh

Dibandiang Uni Evy, Ni Dewi, Uni Ipah atau Uni Yul tantunyo pangalaman ambo di dapua masih sangaik kurang

Cubolah bayangan dek Angku Ryan, ambo ko saumua jo anak bungsu Uni Yul

Kan indak babaun tunjuak tumah, kok dikecekkan pulo ambo santiang mamasak hehe..

 

Jam terbang tu bana nan alun mamungkinkan untuak ambo bisa manyamoi Uni2 ambo tu.

Jadi janlah di arahan tunjuak Pak Ryan ka iduang ambo, garik ambo maagak i ..hehe

Tapi kok ado resep2 nan alah acok ambo paraketekan di rumah, lai namuah ambo bagi2.. hanyo itu sen baruh noh.

 

Wassalam

Rina, 32, batam

Tasril Moeis

unread,
Aug 3, 2009, 11:33:24 PM8/3/09
to Rant...@googlegroups.com
Wa'alaikumsalam Wr. Wb.
Ronny, sambia manunggu urang nan labiah mangarati tantang masalah listrik di Sumbar ko, ambo cubo saketek mancaliak apo nan tajadi.
Daerah interkoneksi Sumbar/Riau, tanago listrik nan di hasil kan PLN mayoritas mamakai PLTA - pembangkit listrik tenaga air nan tadinya memang sangat potensial didaerah awak nan punyo sungai2 dan danau2 yang indah
PLTA Batang Agam, PLTA Maninjau, PLTA Singkarak dan terakhir PLTA Koto Panjang nan singajo bana babuek waduk atau danau buatan.
Cuma sayang nya potensi daerah awak nan lah sangat minim itupun kita sia2 kan. HPH, penebangan liar dan pengembangan kebun kelapa sawit nan bisa dikecek kan indak ado kordinasi, amdal dan macam2 itu lah marusak dan ma abihkan rimbo nan ado, penyerapan air nan tadinya begitu bagus dan alami kini lah rusak binaso.
Aia nan tadinya meresap ke bumi dan mengalir pelan2 ka danau2 kini lah mengalir dipermukaan dan mambaok lumpur nan akhirno masuak ka danau dan waduk nan tadi nya dalam makin lamo tantu makin dangka pulo.  Kalau ujan agak gadang tajadi pulo banjir, tanah longsor, galodo dll.
Baru sabanta se musim kamarau aia danau jo di waduk cako lah indak cukuik pulo untuak mamuta turbin  PLTA2 lai, listrik nan dihasilakan tantu makin kurang dan makin indak sasuai jo konsumsi nan ado.
Kalau PLTU bantuak di Ombilin nan mamakai batubaro indak talok untuak mamasok dan manggantikan listrik nan dari PLTA2 tadi, samantaro batubaro awak lah abih pulo.
Tajadilah pamuduran listrik bergilir, dari sakali sahari sampai kini mungkin makin acok dan makin panjang wakatu no.
 
Mungkin salah satu jalan adolah membangun PLTGU nan mamakai gas bumi, itupun cuma bisa dibangun di daerah Riau dan Jambi nan punyo sumber gas alam, Sumbar memang sangat minus dalam hal iko. Atau manambah PLTU2 nan mamakai batubaro jo mandatangkan batubaro dari daerah lain.
Mudah2 an ado ahli nan bisa labiah manjalehkan apo nan tajadi dan apo nan bisa dilakukan untuak krisis enerji listrik dikampuang awak. Nan jaleh rimbo nan masih tingga harus diselamatkan dan penghijauan dan penghutanan kembali harus digiatkan.
 
Wassalam
Tan Ameh

Augi Jusri Djalaluddin

unread,
Aug 3, 2009, 11:45:10 PM8/3/09
to Rant...@googlegroups.com
Asslm.Wr.Wb.

Ahli masalah kelistrikan, Prof. Zuhal,
Mantan Menristek, kini Rektor Universitas Al Azhar Indonesia.

Menurut hemat saya, Arsitektur PLN di Sumbar yang saat ini digunakan
adalah pemikiran beliau.
Coba tanya pada arsitekturnya dan perkembangan yang akan dituju ...
Kita akan mendapatkan wawasan yang lengkap.

Wass.Wr.Wb.
AUGI JD
augispot.blogspot.com


2009/8/4 Tasril Moeis <tasri...@banuacitra.com>:

Reni Sisri Yanti

unread,
Aug 3, 2009, 11:51:53 PM8/3/09
to Rant...@googlegroups.com
bia lah wak bantu un,
wak biasonyo ikan kakap ko wak gulai
ikan di garamin jo diasamin
 
siapkan bumbu halui
bwg merah,putiah,kunyik,jahe,lengkue,damoa
cabe rawit merah giliang ratak2an ( ndak halui do)
 
bumbu lain
irisan bwg merah, daun kunyit,salam,jeruk,btg sarai
 
santan
kental
encel
 
cara masak
santan encer dicampur bumbu2 halui dan bumbu2 lainnyo diaduak sampai malagak masouan ikan, ala tacampua tambahan santan pakek,masouan asam kadih, sangai sampai masak kalo suko masouan tomat mudo atau asam sayou, daun ruku2 atau daun kemanggi, cubo rasoan kalau kurang garam tambahkan garam,
 
iyo saroman gulai masin tp agak padeh dek pakai cabe rawit merah gadang yg diratak2an...
 
 
renny,ancol
 
 
 
 
 


--- On Tue, 8/4/09, rinapermadi <rinap...@gmail.com> wrote:

From: rinapermadi <rinap...@gmail.com>
Subject: [R@ntau-Net] Re: SIAKAP IKAN SI LENTEK HIDONG..... By : Jepe

ronnys...@gmail.com

unread,
Aug 3, 2009, 11:54:14 PM8/3/09
to Rant...@googlegroups.com
Tarimo kasi dunsanak,alah mamabagi info..
Tp mudah2 salah satu peserta milis ko ado yg duduak di dalam sistem dan dapek manampuang aspirasi ttg iko,dikarenakan hal mengenai energi ko adalah hal utama dalam kehidupan bangsa,sekaligus cerminan wajah bangsa...mudah2an hal yang terbaik capek dilakukan untuk kemajuan bangsa iko kamukonyo..
Dan kironyo iko indak terjadi di sumbar sajo,kawan ambo di aceh,riau banasib sarupo..
Dan ciek lai,sebaiknyo dipikiakan juo lah pihak swasta sebagai penyedia tenaga energi di negara ko,sehingga dengan adonyo kompetisi,ambo yakin pasti terjadi peningkatan pelayan kepada masyarakat,sehigga indak akan merugikan.
Tetapi kalau monopoli co ikolah jadinyo.
Walaupun itu agak bertentangan jo UUD45,tp buliah juo lah dipikiakan oleh pemerintah dan rekan2 legislator kito.

Wasslm....
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Augi Jusri Djalaluddin <augi...@gmail.com>

Date: Tue, 4 Aug 2009 10:45:10
To: <Rant...@googlegroups.com>
Subject: [R@ntau-Net] Re: Ado apo jo PLN...? abihkan juo lah rimbo tu

Augi Jusri Djalaluddin

unread,
Aug 4, 2009, 12:17:16 AM8/4/09
to Rant...@googlegroups.com
Berikut tulisan tentang Dewan Riset Daerah dan UU Sistem Iptek
Nasional (Sipteknas)

Dirintis Pembentukan Dewan Riset Daerah, 1999
http://tech.dir.groups.yahoo.com/group/fisika_indonesia/message/535

Semoga Berguna.
Wass.Wr.Wb.
AUGI JD
augispot.blogspot.com



2009/8/4 <ronnys...@gmail.com>:

rinapermadi

unread,
Aug 4, 2009, 12:58:56 AM8/4/09
to Rant...@googlegroups.com

Mokasih Reni nan manih,

 

Kalo gulai masin mode bumbu Reni ko, cubo Reni goreang ikan no dulu, tasarah sampai gariang atau sadang elok sajo. Baru di masuakkan ka dalam kuah gulai. Barangkali Reni akan dapekkan sensasi nan labiah badendang, bak kecek Da Jepe.  Untuak tambahan bisa dicampua tahu potong sagitigo goreang juo dulu salincam (sacah).

 

Kebetulan Uni alah tanyo2 masalah masakan Pattani ko ka kawan, ruponyo masakannyo biaso sajo nyoh. Cando masakan urang Chinese nan batumih2 juo. Kiro2 mode ko :

 

Ikan masak tiga rasa ala Pattani (Thai)

 

1.      Ikan lentek hidong goreang

2.      Jahe jo sarai potong lidih

3.      Lado kutu potong dadu, sarancaknyo terakhir pas nio dimasuakkan supayo ndak hitam

4.      Lado giliang 2 sendok makan

5.      Bawang bombai riciah

6.      Bawang putiah cincang bantuak kotak2 ketek2

7.      Saos tiram, saos tomat jo tomyam paste

8.      Kecap sotong bisa juo ganti kecap asin

9.      Gulo, garam, aia asam jawa jo aia asam Sunday

10.  Hiasannyo potongan dadu wortel, timun jo naneh

11.  Daun limau puruik guntiang cando mie

 

Caronyo :

 

Jahe, bawang, sarai  ditumih sp harum tambahkan lado kutu, lado giliang trus masuakkan sadonyo saos tomyam paste gulo garam kecap. Masuakkan potongan wortel trus baru diramehan asam Sunday hati2 masuak inceknyo trus aia asam jawa. Masuakkan  daun limau puruik, diaduak sabanta.  Terakhir masuakkan potongan naneh jo timun. Siram diateh ikan nan bagoreng tadi.

 

Ambo indak tau kalo masakan mode iko adolah masakan Pattani (Thai), ambo suko mamasak ikan cando iko hanyo jo experiment surang sajo, biasonyo ambo mamasak indak berdasarkan resep tertentu tapi jo berdasarkan jenis lauak nan adoh di kulkas, kiro2 cocoknyo dipangakan jo taragaknyo nak kadipangakan.  Syukur Alhamdulillah rato2 masih cocok di lidah hehe..

 

Pak Angku Ryan di Ipoh, kalo salah tolong agiah panarangan mengenai resep Pattani ko.

 

Wassalam

Rina, batam

 

Riri Chaidir

unread,
Aug 4, 2009, 1:01:09 AM8/4/09
to Rant...@googlegroups.com
Kalau manuruik ambo, inti pertanyaan sanak Roni Suhartril itu sederhana,
indak paralu professor atau ahli menjawabnyo do. Ambo yakin, sebagai
konsumen dia tidak memerlukan teori2 kelas tinggi.

"Pertanyaan" (mudah2an tidak dengan nada hopeless) adalah, kenapa listrik
mati melulu, padahal masyarakat tergantung kepada supplier tunggal (PLN).

Pertanyaan senada juga saya di FB, diajukan oleh dunsanak awak, Ali Unan.

Riri
Bekasi, l, 47


-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On

Behalf Of Augi Jusri Djalaluddin
Sent: Tuesday, August 04, 2009 10:45 AM
To: Rant...@googlegroups.com

Subject: [R@ntau-Net] Re: Ado apo jo PLN...? abihkan juo lah rimbo tu


Asslm.Wr.Wb.

Ahli masalah kelistrikan, Prof. Zuhal,
Mantan Menristek, kini Rektor Universitas Al Azhar Indonesia.

Menurut hemat saya, Arsitektur PLN di Sumbar yang saat ini digunakan
adalah pemikiran beliau.
Coba tanya pada arsitekturnya dan perkembangan yang akan dituju ...
Kita akan mendapatkan wawasan yang lengkap.

Wass.Wr.Wb.
AUGI JD
augispot.blogspot.com


>


> ----- Original Message -----
> From: ronnys...@gmail.com
> To: Rant...@googlegroups.com
> Sent: Tuesday, August 04, 2009 7:23 AM
> Subject: [R@ntau-Net] Re: Ado apo jo PLN...?
> Aslmkm,wr wb..
> Ambo nio share sajo sekalian batanyo...
> Apo yang terjadi jo PLN di sumbar ko?ado ndak solusinyo....
> Bayanglah,mereka mamatian lampu ndak tangguang2 lamonyo,td malam dari jam
2
> smpai jam 7 pagi ko...alah samo pulo awk tingga di pedalaman...bukannyo
> batambah maju tapi batambah suruik perkembangan pembangunan di nagari awak
> ko...
>
> Itu sajo dunsanak...
> Maaf jiko pagi2 ambo alah curhat.. :)
>

> Sent from my BlackBerryR smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>

Reni Sisri Yanti

unread,
Aug 4, 2009, 1:09:44 AM8/4/09
to Rant...@googlegroups.com
kalau kakap ambo ndak goriang do un, tp kalau ikan padang atau tongkol iyo ambo goriang,
makasih un resep thai , kalo libur ambo cubo lah...
 
renny,ancol
--- On Tue, 8/4/09, rinapermadi <rinap...@gmail.com> wrote:

From: rinapermadi <rinap...@gmail.com>
Subject: [R@ntau-Net] Re: SIAKAP IKAN SI LENTEK HIDONG..... By : Jepe ( gulai kakap )
To: Rant...@googlegroups.com

Bot S Piliang

unread,
Aug 4, 2009, 1:22:34 AM8/4/09
to Rant...@googlegroups.com
Menambahkan sajo ..
Kebetulan ambo memang karajo di PLN Pusat Jakarta, tapi dalam hal ini ambo menjawab dengan kapasitas pribadi saja:
Saya pernah bincang-bincang dengan mantan GM PLN Sumbar, Bpk Sudirman (beliau ternyata orang Piaman juga). Mengapa SUMBAR masih krisis listrik, apakah karena sumber energi kita tidak mencukupi atau bagaimana.
Beliau menjelaskan, SUMBAR memang minus akan batubara, gas alam maupun minyak bumi yang menjadi bahan bakar Pembangkit Listrik Massal. Untuk Sumatera, lumbung energi nasional berada di Sumatera Selatan dimana batubara dengan kualitas tinggi begitu melimpah, sedangkan disisi utara terdapat Aceh dengan Gas Alam dan Minyak Buminya.
Namun, Kalau SUMSEL adalah lumbung energi, maka SUMBAR adalah Lumbung Energi Hijau.
SUMBAR memiliki potensi MikroHydro terbesar di Sumatera, juga pontensi Panas Bumi yang besar setelah Sumatera Utara. Namun potensi-potensi ini mau tidak mau harus digerakkan secara bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat SUMBAR.
Permasalahan PLN terbesar adalah keterbatasan kemapuan investasi, itulah sebabnya pertumbuhan konsumsi listrik tidak bisa diikuti oleh pertumbuhan Supply dan penambahan pembangkit.
Mungkin berbagai prejudice tentang PLN akan muncul, baik itu efisiensi, isu korupsi dan sebagainya, sebagai karyawan muda di PLN saya sendiri juga mendukung isu tersebut dengan rekan-rekan lainnya. Namun good will dari pemerintah daerah dan pusat sebagai regulator juga berperan disini. Misalnya, bagaimana upaya mengatur sepak terjang HPH yang berdampak pada turunnya elevasi danau-danau sumber listrik di Sumbar. Kemudian kemudahan investasi bagi para pengusaha/investor pembangkit di Sumbar sendiri. Sebagaimana diketahui PLTU Teluk Sirih yang nantinya diharapkan menjadi sumber listrik di Sumbagteng, masih terkendala masalah pembebasan lahan dan sekelumit aturan lainnya.

Sekedar menambahkan.
salam
Bot SP

Bot Sosani Piliang
Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream
www.botsosani.wordpress.com
Hp. 08123885300


--- On Tue, 8/4/09, Augi Jusri Djalaluddin <augi...@gmail.com> wrote:

From: Augi Jusri Djalaluddin <augi...@gmail.com>
Subject: [R@ntau-Net] Re: Ado apo jo PLN...? abihkan juo lah rimbo tu

Tasril Moeis

unread,
Aug 4, 2009, 1:36:11 AM8/4/09
to fe...@tracon.rekayasa.co.id, Rant...@googlegroups.com
Aa iyo bana tu angko Bot, pulang kapatang ko ambo lai ma ota jo Da Dafris Djinik VP Project dari Rekayasa Industri nan sadang mangarajokan pembangunan PLTU Taluak Kabuang ko, dalam pengerjaan kiniko banyak  timbua masalah terutama masalah lahan, perizinan lokal dan juo premanisme.
Mungkin "Boy" Feri Lasman bisa manambah kan baa perkembangan pembangunan PLTU Taluak Kabuang dan mudah2 an bisa capek salasai dan bisa mangurangi krisis listrik di kampuang awak

ronnys...@gmail.com

unread,
Aug 4, 2009, 2:23:07 AM8/4/09
to Rant...@googlegroups.com
Batua... Itu nyo...
Awk ko na konsumen binguang... :)
Tarimo kasih
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Riri Chaidir" <riri.c...@rantaunet.org>

Date: Tue, 4 Aug 2009 12:01:09

Bot S Piliang

unread,
Aug 4, 2009, 2:59:55 AM8/4/09
to Rant...@googlegroups.com
Mencoba menjelaskan uniknya bisnis kelistrikan pak.
Berbeda dengan bisnis lainnya, baik itu pertamina, telkom atau manufaktur, bisnis kelistrikan adalah bisnis yang terkait dari sisi hulu sampai hilir. Ketika konsumen memencet saklar lampu, ketika itu juga listrik dialirkan dari pembangkit, trafo, jaringan transmisi, jaringan distribusi sampai ke pihak pelanggan. Satu elemen saja tidak terintegrasi baik karena faktor human error atau alam, maka pasokan listrik dipastikan terganggu.
Listrik tidak bisa disimpan dalam jumlah besar, tidak bisa di paketkan seperti minyak goreng. Sampai saat ini belum ada satupun perusahaan listrik di dunia yang bisa membuat paket listrik massal untuk kemudian dikirimkan ke nernagai daerah dan negara.
Sebenarnya UU no 20 tahun 2003 sudah mengakomodasi kemungkinan liberalisasi listrik. Namun UU tersebut di gugukran oleh mahkamah konstitusi karena secara prinsipil bertentangan dengan pasal 33 Ayat 2 UUD 1945. Dari sisi bisnis, PLN sangat diuntungkan dengan UU tersebut, artinya PLN berhak menjual dengan harga keekonomian dan bisa mendapat untung untuk dana investasi. Tapi kenyataan dilapangan dan dinegara-negara lain menunjukkan kegagalan sistem tersebut. Peran serta pemerintah tetap diperlukan.
Untuk SUMBAR, solusi jangka pendek menurut saya adalah penghematan penggunaan listrik disisi pelanggan, khususnya pada beban puncak, dan pemerintah daerah mau tak mau harus turut serta menstimulir investasi di bidang pembangkitan listrik di Sumatera Barat dan mempercepat interkoneksi dengan SUMBAGSEL yang merupakan lumbung energi Nasional.
Disamping itu, kawasan resapan air hujan Maninjau dan Singkarak juga harus dijaga bersama-sama, baik itu dengan menerapkan kawasan resapan air atau membatasi pembukaan lahan di kawasan resapan air hujan tersebut, khususnya sekitar Maninjau dan Singkarak.

Mohon maaf dari ambo nan mudo matah.

salam

Ryan Firdaus

unread,
Aug 4, 2009, 3:28:11 AM8/4/09
to Rant...@googlegroups.com
assalamualaikum wr.wb.
 
Rangkayo Rina, uda jepe, uni dewi, reny...sarato dunsanak peminat kompor...
 
alah iyo mah nan di cuboan dek sanak rina tu satantang ikan siakap masak tigo raso ko..cumo nak manyolo stek teknik manggoreang ikan kakap ko..ambo paratian caronyo manggoreang kitiko minyak benar2 angek dan dalam minyak banyak..sabanta sae nyo masuakkan..lah diangkek nyo baliak...hasilnyo, dilua ikan nyo badaruak tapi dagiang nan di dalam nyo lunak <tapi masak>..
 ciek lai kawannyo kutiko makan nasi biasonyo di kawankan jo tom-yam sayua jo talua dadar garing...
jan lupo perahkan limau nipi kutiko maidangkan...dan paling sasuai di santap kutiko masih angek-angek..baru bacakak katigo raso tu kutiko makan...
 
salmaik mancubo...
 wassalam, ryan L 42 ipoh


From: rinapermadi <rinap...@gmail.com>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Tuesday, August 4, 2009 12:58:56 PM
Subject: [R@ntau-Net] Re: SIAKAP IKAN SI LENTEK HIDONG..... By : Jepe ( gulai kakap )

Ambo indak tau kalo masakan mode iko adolah masakan Pattani (Thai), ambo suko mamasak ikan cando iko hanyo jo experiment surang sajo, biasonyo ambo mamasak indak berdasarkan resep tertentu tapi jo berdasarkan jenis lauak nan adoh di kulkas, kiro2 cocoknyo dipangakan jo taragaknyo nak kadipangakan..  Syukur Alhamdulillah rato2 masih cocok di lidah hehe..

Datuak Arifz

unread,
Aug 4, 2009, 3:41:40 AM8/4/09
to RantauNet
Assallamualaikum,

sato manyalo stek,
..kalau si Lentik hidong ko dibalikpapan namonyo 'kakap raja'
..tamasuak ikan paliang lamak dagiang-nyo..hiduiknyo di muaro
sungai..atau diantaro patamuan arus lauik...
..salain marlin, kakap raja termasuk 'buruan' pacandu mapeh ateh
lauik...yo sero katiko 'strike'...mantap...

wassallam,
AZDtRA

=============

On 4 Agu, 08:17, Ryan Firdaus <ryanfirdau...@yahoo.com> wrote:
> Assalamualaikum wr.wb
> > Uda jepe, sanak Rina, uni Dewi sarato dunsanak palanta...
> > Kalau 'si lentik hidung' ko nan manyantap umpan...kaki papeh memang mesti basiap sadio jo perlawanannyo...bak kecek Rina...kalau nyo lah berang nyo malompek tinggi2...itu kiro jurus terakhirnyo mah...
> > ikan siakap<kakap> ko dek ambo nan paliang lamak di gulai pakek jo daun limau puruik, bia size nyo nan 2 kilo ka ateh...kalau bareknyo 1 kilo kabawah selain steam, faporit ambo ialah 'goreng tigo raso'..masakan seafood ala Thai..sanak Rina mungkin lah biaso jo resepko...tigo raso nan ketara tu yo lah padeh, manih dan masam nyo....
============

Jupardi

unread,
Aug 4, 2009, 5:52:46 AM8/4/09
to Rant...@googlegroups.com

Waalaikumsallam Wr Wb

Pak Datuak Arif, tapek bana Pak ..ikan si Lentek Hidong ini atau di
Balik Papan disabuik "Kakap raja" habitatnya dimuaro antaro pertemuan
sungai jo lauik, di Pulau Rupat ko Sungai nan mambalah pulau Rupat atau
urang siko manyabuik selat, iyo aianyo payau nan dipengaruhi pasang
mailia atau bamuaro dari lauik ka lauik (bukan sungai dari pegununangan
ba muaro ka lauik)
Jadi nelayan ko dapek yo disekitar pertemuan sungai jo lauik nan
peraiannyo atau muluik sungai ko maleba disikolah banyak jenis2 ikan
bakumpua.

Kok dicaliak bantuaknyo iyo liar dan ganas saat "strike" paliang
manyandu bana bagi nan hobi mamanciang kok dapek si Kakap Raja ko,
istilahnyo bapiuh-piuh banang Nilon tu dek nyo...sakiang malawan bana
ikan ko kanai panciang baa kecek si Rina manjalang naik ka permukaan
manggalinjang inyoka udarao siapo tahu iko tanago terakhir malapehkan
diri dari sangkutan mato kaia

Biasonyo ka nelayan atau ambo mamanciang ikan di lauik jo pompong
tu..kok sadang basitungkin jo ikan nan gadang tu..kito nan jadi
pemenangnyo..sasudah tu yo balapehkan tarangah ciek lu diateh pompong
sampia mairuik kopi nan angek didalam teromos...puasss..puassss..baa
kecek si Tukul

Itu sajo tambahan dunsanak seputar Ikan Lauik..

Wass-Jepe

ronnys...@gmail.com

unread,
Aug 4, 2009, 8:33:31 AM8/4/09
to Rant...@googlegroups.com
Tarimo kasih atas penjelasannya sanak bot..
Dan alangkah rancaknyo tulisan dunsanak ko di publikasikan di media cetak di sumatera barat bia masyarakat bisa memahami dan sedikit mangarati...

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


From: Bot S Piliang
Date: Mon, 3 Aug 2009 23:59:55 -0700 (PDT)


To: <Rant...@googlegroups.com>
Subject: [R@ntau-Net] Re: Ado apo jo PLN...? abihkan juo lah rimbo tu

ASLIM NURHASAN

unread,
Aug 4, 2009, 8:47:38 AM8/4/09
to RantauNet
Kawan2 Singgalang, Haluan, Padang Ekspres, Pos Metro, jo PadangMedia.com rasonyo ado dipalantako;

Mudah2an usul Sanak Ronny Suhatril nan insyaALLAH diiyokan dek Sanak BSP, dapek disalurkan dek Sanak2 di media nantun;

Salam ta'zim;
Kota Depok 51+

ASLIM NURHASAN +62811103234
Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: ronnys...@gmail.com
Date: Tue, 4 Aug 2009 12:33:31 +0000


To: <Rant...@googlegroups.com>
Subject: [R@ntau-Net] Re: Ado apo jo PLN...? abihkan juo lah rimbo tu

ronnys...@gmail.com

unread,
Aug 4, 2009, 8:51:52 AM8/4/09
to Rant...@googlegroups.com
Tarimo kasih da lim..bilo ka padang liak...? :)

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


From: "ASLIM NURHASAN"
Date: Tue, 4 Aug 2009 12:47:38 +0000
To: RantauNet<Rant...@googlegroups.com>

ASLIM NURHASAN

unread,
Aug 4, 2009, 8:57:58 AM8/4/09
to RantauNet
Mdh2an dalam wakatu dakekko Ron;
Mdh2an Ronny lai taruih sehat, sahinggo seluruh kegiatan bajalan elok, lancar dan sukses, amin;


Salam ta'zim;
Kota Depok 51+;

ASLIM NURHASAN +62811103234
Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: ronnys...@gmail.com
Date: Tue, 4 Aug 2009 12:51:52 +0000

Ressa

unread,
Aug 4, 2009, 9:08:07 AM8/4/09
to Rant...@googlegroups.com
Hi,

Sebenarnya saya sudah lama ikut milist ini, sorry pakai bahasa Indonesia. Jadi tertarik untuk sedikit mengomentari, supply tenaga listrik yang ada sekarang ini tidak ada penambahan padahal kebutuhan akan tenaga listrik terus bertambah setiap tahunnya. Disamping itu pembangkit yang sudah ada mungkin sudah berumur dan perlu dilakukan overhaul agar kondisinya kembali prima. Kalau harus overhaul maka mau gak mau harus dimatikan dulu akibatnya yaitu pemadaman dan dengar-dengar kabar air Bendungan Koto Panjang agak surut jadinya tidak berfungsi maksimal akibatnya daya listrik yang dihasilkan juga tidak maksimal. Mungkin itu saja opini dari urang rantau ini :)


Ressa 29th, Jakarta


Tasril Moeis wrote:
Aa iyo bana tu angko Bot, pulang kapatang ko ambo lai ma ota jo Da Dafris Djinik VP Project dari Rekayasa Industri nan sadang mangarajokan pembangunan PLTU Taluak Kabuang ko, dalam pengerjaan kiniko banyak  timbua masalah terutama masalah lahan, perizinan lokal dan juo premanisme.
Mungkin "Boy" Feri Lasman bisa manambah kan baa perkembangan pembangunan PLTU Taluak Kabuang dan mudah2 an bisa capek salasai dan bisa mangurangi krisis listrik di kampuang awak
 
Wassalam
Tan Ameh



__________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature database 4304 (20090804) __________

The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.

http://www.eset.com

Hamdani Alwi

unread,
Aug 5, 2009, 6:17:40 AM8/5/09
to Rant...@googlegroups.com
Secara teknis memang masalah listriknya tentu adalah bidangnya teknisi di PLN atau para ahli di kelistikan ( .... Ir, St. Prof...)
Tapi kenyataan sekarang dan juga untuk masa datang masalahnya adalah pada ketersediaan energi potensialnya (air red.), Olehkarnanya sudah saatnya juga kawasan tangkapan air (yang digunakan PLN) harus menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Adakah sesuatu yang bisa diperbuat kedepannya untuk kawasan-kawasan hulu (daerah tangkapan air) di semua airnya yang dugunakan untuk PLN di Sumatra Barat..??,  kalau semua pihak serius pasti bisa...!!!

Contoh kecil, suatu komunitas adat/desa di lubuk beringin sudah lebih dulu menerapkan ini.  mereka tahu betul bahwa kawasan hulu menyediakan air secara stabil dan berkelajutan bila hutannya dilindungi/dijaga, dan buktinya saat ini masyarakat dapat memanfaatkan air untuk PLTMH, dan banyak lagi komunitas di SUMBAR yang telah menerapkan ini.

Intinya memang kita harus melindungi hutan yang berada di kawasan hulu. Tidak ada pabrik air di kawasan hulu, jangan tunggu situasi bertambah gawat/parah

maaf, bukan membawa masalah teknis ke ranah konservasi atau pelestarian alam.....


salam
HA



Dari: Bot S Piliang <bots...@yahoo.com>
Kepada: Rant...@googlegroups.com
Terkirim: Selasa, 4 Agustus, 2009 13:59:55
Judul: [R@ntau-Net] Re: Ado apo jo PLN...? abihkan juo lah rimbo tu


Akses email lebih cepat.
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages