Saya Kalah dari Indra Piliang, Bahkan Saya Kalah dari Jusfiq Hadjar [*]

301 views
Skip to first unread message

Darwin Bahar

unread,
Jul 5, 2009, 11:44:48 PM7/5/09
to Milis Rantaunet

Hampir saja kulempari televisi malam tadi, ketika seorang jenderal, seorang anggota DPR, pak Wiryono, Cut Keke, dan pemandu acara di sebuah televisi membicarakan kematian dua anak kecil di Aceh kemaren sambil tertawa-tawa. Membicarakan kematian dua anak kecil yang sedang bertanam jagung, sambil tertawa-tawa? kesadisan apa lagi yang hendak ditunjukkan? Apa kesalahan anak-anak kecil itu? apa karena ia ada di medan pertempuran antara GAM dan TNI, maka ia dianggap berada di tempat yang salah dan waktu yang salah? Padahal, bukankah itu kebun dia, yang dia kembali olah setelag CoHA disepakati? Berapa hektar kebun jagung yang tak bisa lagi ditanami, hanya untuk menghindari pertempuran GAM-TNI? berapa korban kelaparan lagi yang harus dihitung, juga berapa kebodohan lagi yang akan mengisi the lost generation kita karena tak bisa sekolah akibat perang?”

 

(Kutipan Posting Indra Piliang, Milis Forum Indonesia Damai, Selasa 15 April 2003)

 

Saya kalah sama anak muda ini, yang tidak pernah tertutup hati nuraninya, yang tidak pernah kehilangan kepekaannya terhadap penderitaan orang lain yang bukan siapa-siapanya, yang tidak pernah kering ludahnya untuk berteriak melawan pemerkosaan terhadap kemanusiaan, yang dalam berpendapat tidak pernah memikirkan utntung rugi bagi dirinya.

 

Saya kalah, karena saya sering melihat drama kemanusiaan hanya sebagai pengamat  sinetron, karena saya sangat bangga betapa tajamnya anlisis saya, betapa luasnya perbendaharaan kebudayaan saya, betapa kayanya referensi saya, betapa saintifiknya saya, betapa inteleknya saya

 

Saya kalah, karena saya lebih sering berkoar-koar di atas menara gading dan tidak pernah menaruh kuping di tanah.

 

Saya kalah, karena manusia-manusia Aceh, Manusia Papua, Manusia Timur Leste, Manusia Poso, Manusia Palestina, dan manusia-manusia terhina, teraniaya dan terperkosa di berbagai belahan dunia lainnya, bukan manusia seperti saya.

 

Saya kalah, kalah dan kalah

 

Malah saya kalah sama Jusfiq Hadjar ---yang dalam salah satu diskusi di Prol beberapa waktu yang lalu pernah ingin saya cekik lehernya---manakala ia menulis menanggapi, dengan kosakatanya yang khas,  sebuah posting dari---sebut saja---si Fulan:

 

Anda adalah bangsat, Fulan!

 

Anda adalah manusia hina!

 

Anda ucapkan selamat kepada "pasukan USA & Koalisi " yang telah dan masih  menebar maut di Iraq!

 

Anjing!

 

Anda adalah manusia berotak anjing!

 

Manusia nista!

 

Manusia menjijikkan.

 

Akan bisakah anda mengembalikan kedua tangan Ali, bocah berumur dua belas tahun yang juga telah menjadi yatim piatu itu?

 

Anjing!

 

Anda adalah mansia berotak anjing!

 

((Kutipan Posting Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo di Milis Proletar Rabu 9 Apr 2003)

 

Wassalam, HDB-SBK (66-)

 

[*] Salinan sebuah posting yang saya kirim ke beberapa milis di tahun 2003.

 

rinapermadi

unread,
Jul 6, 2009, 12:33:46 AM7/6/09
to Rant...@googlegroups.com

Astaghfirullahal’adziiiim…

 

Dari sisi mano atau suduik pandang mano, Apak bisa maraso kalah dari Jusfiq hadjar???

Ambo ado mengikuti buah bibir Pak Jusfiq Hadjar di Minangnet, tapi ndak pernah sekalipun menjawab “semburan” Apak Jusfiq tu doh.

Karano bak kecek2 urang goh…malawan urang gilo, samo juo awak nan gilo

Kalo dari segi nan ciek ko antahlah..

 

Maaf kalo ambo mangecek mode ko, sebab kayaknyo sudah indak layak baco laih, kalo dikondisikan liau waras.

Ambo mangikutinyo sekedar untuak pengetahuan ambo sia bana Jusfiq Hadjar nan disabuik2 di sejarah RM ko.

 

Talabiah takurang mohon maaf

 

Wassalam

Rina

 

Nofiardi

unread,
Jul 6, 2009, 3:19:31 AM7/6/09
to Rant...@googlegroups.com, Darwin Bahar

Pak Darwin Bahar yth,

Apa maksudnya mengirim kutipan2 dibawah??

 

Salam

Nofiardi RM -42

 


The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you.

Darwin Bahar

unread,
Jul 6, 2009, 9:24:15 AM7/6/09
to rant...@googlegroups.com
Pertama-tama saya mohon maaf kepada seluruh sanak kemenakan yang terganggu dengan kutipan-kutipan pada posting saya ini, terutama yang menyangkut Jusfiq Hadjar St Mardjo Lelo, yang bagi sebagian besar orang Minang sudah dianggap bukan orang Minang lagi, karena sikap dan ucapannya yang selalu menghina dan mengujat Islam yang dianut oleh sekitar 99% orang Minang, sehingga nama dan pendapatnya sama sekali tidak pantas dibawa ke Palanta.

Tetapi sekali lagi mohon maaf, mungkin tidak ada orang di Palanta yang lebih kenal dengan Jusfiq lebih dari pada saya, karena perseteruan saya yang tajam dengan dia sejak tahun 2002 di milis Proletar dan kemudian dilanjutkan di milis Apakabar. Bahkan di puncak perseteruan dengan dia di Apakabar sekitar 2 tahun silam, saya pernah menyebutnya---maaf----"manusia babi". Perseteruan kami baru berakhir ketika dia diban untuk kelima kalinya dan sekaligus yang terakhir di Apakabar. Tetapi sekalipun demikian, saya selalu berusaha tidak dikuasai kebencian, karena pertama saya sadar, orang-orang seperti Jusfiq menjadi seperti itu pasti ada sebabnya. Yang kedua, saya selalu percaya bahwa sejahat-jahatnya seseorang pasti ada kebaikannya, dan sebaik-baiknya seseorang pasti ada kekurangannya pada dirinya. Apatah lagi saya, walaupun sudah berada di usia yang sudah bau tanah ini, selalu merasa diri masih sangat jauh dari sempurna.

Salah satu yang saya hargai dari Jusfiq adalah keberpihakannya secara konsisten terhadap orang-orang yang teraniaya, termasuk umat Islam dalam peristiwa Tanjung Priok, masyarakat Aceh sewaktu DOM diberlakukan, rakyat Irak dalam Perang Teluk dan Rakyat Palestina yang dizalimi Israel. Hal ini yang menyebabkan dia sering berseteru keras dengan para penghujat Islam lainnya seperti Muskitawati (yang namanya saya sarukan dengan si Fulan) .

Saya dan Jusfiq kemudian "ketemu" lagi di Forum Apakabar yang tidak dimoderasi. Kesamaan sikap terhadap serangan Israel ke Jalur Gaza beberapa waktu yang lalu, Jusfiq menunjukkan sikap yang "bersahabat" kepada saya yang selalu dimusuhinya karena "keislaman" saya (julukannya kepada saya, yang sering membuat saya tertawa adalah: "Darwin Bahar, orang Minangkabau yang dungu seperti kerbau penarik pedati karena percaya bahwa Al-Mushaf berisi Wahyu Tuhan").

Saya juga percaya bahwa orang-orang yang "murtad" seperti Jusfiq dan Habe adalah manusia-manusia kesepian. Habe misalnya---yang sekarang hidup makmur di Los Angeles---sekalipun masih sering mengolok-olok Islam dan orang Minang, belum lama ini dia menulis di Superkoran pengalamannya sholat Jumat di Bandung karena diajak salah seorang saudaranya, yang antara lain merasakan ketenagannya berada di tengah-tengah jemaah yang masih muda-muda. Saya kadang-kadang suka berpikir jangan-jangan orang-orang seperti Jusfiq dan Habe sekalinya bertaubat, memperoleh husnul khotimah, sementara saya yang beriman dan taat beribadah ini jangan-jangan jauh dari ridha Allah karena tanpa sadar hati saya dipenuhi perasaan ujub dan takabur karena mersa diri selalau benar dan suci.

Kembali ke laptop :), pesa posting saya sebenarnya dalam menilai seseorang kita perlu melakukan pendalaman, tidak hanya dengan melihat dari kulitnya. Bahwa pesan saya tidak sampai tidak lain karena kegagalan saya menyampaikannya dengan baik.

Akhirulkalam kepada Urang Dapua saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena kekuangtahuan terhadap adat salingka dan tulisan saya tersebut telah menodai kesucian Palanta ini.

Kepada Allah jua saya mohon petunjuk, hidayah dan pengampunan.

Wassalam, HDB-SBK (66-).

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages