Kesombongan pentolan JIL - Luthfie Assyaukanie, setelah berkunjung ke Israel

103 views
Skip to first unread message

ganis supriadi

unread,
Dec 17, 2008, 11:15:03 AM12/17/08
to Musl...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum wr. wb.
 
Selamat membaca:

Membaca catatan tsb, saya terkesima. Bukan dengan Israel, tetapi dengan catatan itu. Betapa seorang yang berpendidikan tinggi seperti dia bisa membuat tulisan dan kesimpulan yang berbau propaganda setelah hanya beberapa hari (?) berkunjung ke Israel, atas undangan dan kebaikan mereka, Sampai-sampai dia  meratap di tembok ratapan Yahudi. Rasanya, saya belum pernah membaca tulisan yang begitu memuja dan memuji Israel seperti tulisan dia ini, termasuk tulisan oarng Israel yang mendukung Zionisme. Kenapa saya sebut propaganda? Karena sebuah tulisan yang memuja dan memuji ditambah mengecam lawannya, seolah-olah tak ada aspek negatif dari subyek yang dipuji dan tak ada aspek positif dari yang dikecam, adalah sebuah propaganda.
 
 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 

Luthfi Assyaukanie' s Notes

 

 

Beberapa Catatan dari Israel

 

Saya baru saja melakukan perjalanan ke Israel. Banyak hal berkesan yang saya dapatkan dari negeri itu, dari soal Kota Tua yang kecil namun penuh memori konflik dan darah, Tel Aviv yang cantik dan eksotis, hingga keramahan orang-orang Israel. Saya kira, siapapun yang menjalani pengalaman seperti saya akan mengubah pandangannya tentang Israel dan orang-orangnya.

Ketika transit di Singapore, seorang diplomat
Israel mengatakan kepada saya bahwa orang-orang Israel senang informalities dan cenderung rileks dalam bergaul. Saya tak terlalu percaya dengan promosinya itu, karena yang muncul di benak saya adalah tank-tank Israel yang melindas anak-anak Palestina (seperti kerap ditayangkan oleh CNN and Aljazira). Tapi, sial, ucapan diplomat itu benar belaka. Dia bukan sedang berpromosi. Puluhan orang yang saya jumpai dari sekitar 15 lembaga yang berbeda menunjukkan bahwa orang-orang Israel memang senang dengan informalities dan cenderung bersahabat.

Saya masih ingat dalam sebuah dinner, seorang rabbi mengeluarkan joke-joke terbaiknya tentang kegilaan orang Yahudi. Dia mengaku mengoleksi beberapa joke tapi kalah jauh dibandingkan Gus Dur yang katanya "more jewish than me." Dalam jamuan lunch, seorang diplomat
Israel berperilaku serupa, membuka hidangan dengan cerita jenaka tentang persaingan orang Yahudi dan orang Cina. 

Tentu saja, informalities adalah satu bagian saja dari cerita tentang
Israel. Pada satu sisi, manusia di negeri ini tak jauh beda dengan tetangganya yang Arab: hangat, humorous, dan bersahabat. Atau semua budaya Mediteranian memang seperti itu? Tapi, pada sisi lain, dan ini yang membedakannya dari orang-orang Arab: kecerdasan orang-orang Israel di atas rata-rata manusia. Ini bukan sekadar mitos yang biasa kita dengar. Setiap 2 orang Israel yang saya jumpai, ada 3 yang cerdas. Mungkin ini yang menjelaskan kenapa bangsa Arab yang berlipat jumlahnya itu tak pernah bisa menandingi Israel.

Kecerdasan itu seperti kecantikan. Ia memancar dengan sendirinya ketika kita bergaul dengan seseorang. Tidak yang laki-laki, tidak yang perempuan, semua orang
Israel yang saya ajak bicara memancarkan kesan itu. Patutlah bahwa sebagian peraih nobel dan ilmuwan sosial besar adalah orang-orang Yahudi.

Yang membuat saya terkesima adalah bahwa orang-orang Israel, paling tidak para pejabat, pemikir, budayawan, diplomat, penulis, dan profesional, yang saya jumpai, semuanya lancar dan fasih berbahasa Arab. Mereka senang sekali mengetahui bahwa saya bisa berbahasa Arab. Berbahasa Arab semakin membuat kami merasa akrab. Belakangan baru saya ketahui bahwa bahasa Arab adalah bahasa formal/resmi
Israel. Orang Israel boleh menggunakan dua bahasa, Ibrani dan Arab, di parlemen, ruang pengadilan, dan tempat-tempat resmi lainnya. 

Kebijakan resmi pemerintah
Israel ini tentu saja sangat cerdas, bukan sekadar mengakomodir 20 persen warga Arab yang bermukim di Israel. Dengan menguasai bahasa Arab, orang-orang Israel telah memecah sebuah barrier untuk menguasai orang-orang Arab. Sebaliknya, orang-orang Arab tak mengerti apa yang sedang dibicarakan di Israel, karena bahasa Ibrani adalah bahasa asing yang bukan hanya tak dipelajari, tapi juga dibenci dan dimusuhi. Orang-orang Israel bisa bebas menikmati televisi, radio, dan surat kabar dari Arab (semua informasi yang disampaikan dalam bahasa Arab), sementara tidak demikian dengan bangsa Arab.

Bahwa
Israel adalah orang-orang yang serius dan keras, benar, jika kita melihatnya di airport dan kantor imigrasi. Mereka memang harus melakukan tugasnya dengan benar. Di tempat2 strategis seperti itu, mereka memang harus serius dan tegas, kalau tidak bagaimana jadinya negeri mereka, yang diincar dari delapan penjuru angin oleh musuh-musuhnya.. 

Saya sangat bisa memahami ketegasan mereka di airport dan kantor2 imigrasi (termasuk kedubes dan urusan visa).
Israel dibangun dari sepotong tanah yang tandus. Setelah 60 tahun merdeka, negeri ini menjadi sebuah surga di Timur Tengah. Lihatlah Tel Aviv, jalan-jalannya seperti avenues di New York atau Sydney. Sepanjang pantainya mengingatkan saya pada Seattle atau Queensland. Sistem irigasi Israel adalah yang terbaik di dunia, karena mampu menyuplai jumlah air yang terbatas ke ribuan hektar taman dan pepohonan di sepanjang jalan.

Bangsa
Israel akan membela setiap jengkal tanah mereka, bukan karena ada memori holocaust yang membuat mereka terpacu untuk memiliki sebuah negeri yang berdaulat, tapi karena mereka betul-betula bekerja keras menyulap ciptaan Tuhan yang kasar menjadi indah dan nyaman didiami. Mereka tak akan mudah menyerahkan begitu saja sesuatu yang mereka bangun dengan keringat dan darah. Setiap melihat keindahan di Israel, saya teringat sajak Iqbal:

Engkau ciptakan gulita
Aku ciptakan pelita
Engkau ciptakan tanah
Aku ciptakan gerabah

Dalam Taurat disebutkan, Jacob (Ya'kub) adalah satu-satunya Nabi yang berani menantang Tuhan untuk bergulat. Karena bergulat dengan Tuhan itulah, nama
Israel (Isra-EL, orang yang bergulat dengan Tuhan) disematkan kepada Jacob. Di Tel Aviv, saya menyaksikan bahwa Israel menang telak bergulat dengan Tuhan.

Orang-orang Israel akan membela setiap jengkal tanah yang mereka sulap dari bumi yang tandus menjadi sepotong surga. Bahwa mereka punya alasan historis untuk melakukan itu, itu adalah hal lain. Pembangunan bangsa, seperti kata Benedict Anderson, tak banyak terkait dengan masa silam, ia lebih banyak terkait dengan kesadaran untuk menyatukan sebuah komunitas. Bangsa Yahudi, lewat doktrin Zionisme, telah melakukan itu dengan baik. 

Melihat indahnya Tel Aviv, teman saya dari
Singapore membisiki saya: "orang-orang Arab itu mau enaknya saja. Mereka mau ambil itu Palestina, setelah disulap jadi sorga oleh orang-orang Yahudi. Kenapa tak mereka buat saja di negeri mereka sendiri surga seperti Tel Aviv ini?" Problem besar orang-orang Arab, sejak 1948 adalah bahwa mereka tak bisa menerima "two state solution," meski itu adalah satu-satunya pilihan yang realistik sampai sekarang. Jika saja orag-orang Palestina dulu mau menerima klausul itu, mungkin cerita Timur Tengah akan lain, mungkin tak akan ada terorisme Islam seperti kita lihat sekarang, mungkin tak akan ada 9/11, mungkin nasib umat Islam lebih baik. Bagi orang-orang Arab, Palestina adalah satu, yang tak bisa dipisah-pisah. Bagi orang-orang Israel, orang-orang Palestina tak tahu diri dan angkuh dalam kelemahan.

Sekarang saya mau cerita sedikit tentang Kota Tua Jerussalem, tentang al-Aqsa, dan pengalaman saya berada di
sana. Percaya atau tidak, Kota Tua tidak seperti yang saya bayangkan. Ia hanyalah sekerat ladang yang berada persis di tengah lembah. Ukurannya tak lebih dari pasar Tanah Abang lama atau Terminal Pulo Gadung sebelum direnovasi. Tentu saja, sepanjang sejarahnya, ada perluasan-perluasan yang membentuknya seperti sekarang ini. Tapi, jangan bayangkan ia seperti Istanbul di Turki atau Muenster di Jerman yang mini namun memancarkan keindahan dari kontur tanahnya. Kota Tua Jerussalem hanyalah sebongkah tanah yang tak rata dan sama sekali buruk, dari sisi manapun ia dilihat.

Sebelum menuruni tangga ke
sana, saya sempat melihat Kota Tua dari atas bukit. Heran seribu heran, mengapa tempat kecil yang sama sekali tak menarik itu begitu besar gravitasinya, menjadi ajang persaingan dan pertikaian ribuan tahun. Saya berandai-andai, jika tak ada Golgota, jika tak ada Kuil Sulayman, dan jika tak ada Qubbah Sakhra, Kota Tua hanyalah sebuah tempat kecil yang tak menarik. Berada di atas Kota Tua, saya terbayang Musa, Yesus, Umar, Solahuddin al-Ayyubi, Richard the Lion Heart, the Templer, dan para penziarah Eropa yang berbulan-bulan menyabung nyawa hanya untuk menyaksikan makam, kuburan, dan salib-salib. Agama memang tidak masuk akal.

Oleh Guide kami, saya diberitahu bahwa Kota Tua adalah bagian dari Jerussalem Timur yang dikuasai Kerajaan Yordan sebelum perang 1967. Setelah 1967, Kota Tua menjadi bagian dari
Israel. "Dulu," katanya, "ada tembok tinggi yang membelah Jerussalem Timur dan Jerussalem Barat. Persis seperti Tembok Berlin. Namun, setelah 1967, Jerussalem menjadi satu kembali." Yang membuat saya tertegun bukan cerita itu, tapi pemandangan kontras beda antara Jerussalem Timur dan Jerussalem Barat dilihat dari ketinggian. Jerussalem Timur gersang dan kerontang, Jerussalem Barat hijau dan asri. Jerussalem Timur dihuni oleh sebagian besar Arab-Muslim, sedangkan Jerussalem Barat oleh orang-orang Yahudi.

Saya protes kepada Guide itu, "Mengapa itu bisa terjadi, mengapa pemerintah
Israel membiarkan diskriminasi itu?" Dengan senyum sambil melontarkan sepatah dua patah bahasa Arab, ibu cantik itu menjelaskan: "ya akhi ya habibi, kedua neighborhood itu adalah milik privat, tak ada urusannya dengan pemerintah. Beda orang-orang Yahudi dan Arab adalah, yang pertama suka sekali menanam banyak jenis pohon di taman rumah mereka, sedang yang kedua tidak. Itulah yang bisa kita pandang dari sini, mengapa Jerussalem Barat hijau dan Jerussalem Timur gersang." Dough! Saya jadi ingat Bernard Lewis: "What went wrong?"

Ada banyak pertanyaan "what went wrong" setiap kali saya menyusuri tempat-tempat di Kota Tua. Guess what? Kota Tua dibagi kepada empat perkampungan (quarter): Muslim, Yahudi, Kristen, dan Armenia. Pembagian ini sudah ada sejak zaman Salahuddin al-Ayyubi. Menelusuri perkampungan Yahudi sangat asri, penuh dengan kafe dan tempat-tempat nongkrong yang cozy. Begitu juga kurang lebih dengan perkampungan Kristen dan Armenia. Tibalah saya masuk ke perkampungan Muslim. Lorong-lorong di sepanjang quarter itu tampak gelap, tak ada lampu, dan jemuran berhamburan di mana-mana. Bau tak sedap terasa menusuk.

Jika pertokoan di quarter Kristen tertata rapi, di quarter Muslim, tampak tak terurus. Ketika saya belanja di
sana, saya hampir tertipu soal pengembalian uang. Saya sadar, quarter Muslim bukan hanya kotor, tapi pedagangnya juga punya hasrat menipu. 

Namun, di antara pengalaman tak mengenakkan selama berada di perkampungan Islam adalah pengalaman masuk ke pekarangan al-Aqsa (mereka menyebutnya Haram al-Syarif). Ini adalah kebodohan umat Islam yang tak tertanggulangi, yang berasal dari sebuah teologi abad kegelapan. You know what? Saya dengan bebasnya bisa masuk ke sinagog, merayu tuhan di tembok ratapan, dan keluar-masuk gereja, tanpa pertanyaan dan tak ada penjagaan sama sekali. 

Tapi begitu masuk wilayah Haram al-Syarif, dua penjaga berseragam tentara Yordania dengan senjata otomatis, diapit seorang syeikh berbaju Arab, menghadang, dan mengetes setiap penziarah yang akan masuk. Pertanyaan pertama yang mereka ajukan: "enta Muslim (apakah kamu Muslim)?" Jika Anda jawab ya, ada pertanyaan kedua: "iqra al-fatihah (tolong baca al-fatihah). " Kalau hafal Anda lulus, dan bisa masuk, kalau tidak jangan harap bisa masuk.

Saya ingin meledak menghadapi mereka. Saya langsung nyerocos saja dengan bahasa Arab, yang membuat mereka tersenyum, "kaffi, kaffi, ba'rif enta muslim (cukup, cukup, saya tahu Anda Muslim)." Saya ingin meledak menyaksikan ini karena untuk kesekian kalinya kaum Muslim mempertontonkan kedunguan mereka. Kota Tua adalah wilayah turisme dan bukan sekadar soal agama.
Para petinggi Yahudi dan Kristen rupanya menyadari itu, dan karenanya mereka tak keberatan jika semua pengunjung, tanpa kecuali, boleh mendatangi rumah-rumah suci mereka.

Tapi para petinggi Islam rupanya tetap saja bebal dan senang dengan rasa superioritas mereka (yang sebetulnya juga tak ada gunanya). Akibat screening yang begitu keras, hanya sedikit orang yang berminat masuk Haram al-Syarif. Ketika saya shalat Maghrib di Aqsa, hanya ada dua saf, itupun tak penuh. Menyedihkan sekali, padahal ukuran Aqsa dengan seluruh latarnya termasuk Qubbat al-Shakhra sama besarnya dengan masjid Nabawi di Madinah. Rumah tuhan ini begitu sepi dari pengunjung.

Tentu saja, alasan penjaga Aqsa itu adalah karena orang-orang non-Muslim haram masuk wilayah mesjid. Bahkan orang yang mengaku Muslim tapi tak pandai membaca al-Fatihah tak layak dianggap Muslim.
Para penjaga itu menganggap non-Muslim adalah najis yang tak boleh mendekati rumah Allah.

Saya tak bisa lagi berpikir. Sore itu, ingin saya kembali ke tembok ratapan, protes kepada Tuhan, mengapa anak bontotnya begitu dimanja dengan kebodohan yang tak masuk akal.

 

mulyanto hakim

unread,
Dec 17, 2008, 9:25:35 PM12/17/08
to Musl...@googlegroups.com
Dear pak Ganis,
Assalamu'alaiku wr wb.
 
Apakah tulisan dibawah ini orisinal dari penulis. Sebagai orang Islam saya sangat tersinggung dengan kalimat yang terakhir.
Secara tidak langsung, dia menghina nabi besar junjungan kita Muhammad saw.
Dan kalau membaca tulisannya, menurut saya, dia adalah orang kafir. Orang Islam pasti faham surat Al-Kafirun.
Kalo JIL pandangannya spt dia, saya pikir nggak ada bedanya dengan Ahmadiyah. Seharusnya MUI melarang JIL ini di Indonesia karena hanya akan meracuni umat Islam.
 
wasssalam
Mulyanto
 


 
2008/12/18 ganis supriadi <ganis.s...@gmail.com>

Yosef Khairil Amin

unread,
Dec 17, 2008, 10:28:06 PM12/17/08
to Musl...@googlegroups.com
Assalaamu'alaykum wr.wb.

Menurut saya, lebih seharusnya lagi kita tidak perlu ikut-2-an menayangkan/menyebarkan/membahas apa pun tulisan jahil dari JIL dan simpatisannya. Biarlah buat kalangan mereka sendiri. Percuma bin sia-sia saja.

"Orang yg tidak membersihkan hatinya dia tidak akan dapat mengambil manfaat apa pun dari intelektualitasnya"
(Imam Ali r.a)

Dengan ketakwaan dan penyucian diri (tazkiyah) sebenarnya seseorang dapat meraih pengetahuan di atas dan di balik pengetahuan yang diraih lewat pengalaman dan penalaran (seperti tersirat di banyak ayat Al Qur'an: Al An'am (6): 75, Al-Ankabut (29):69, dst.)

Sekedar pengingat diri sendiri.
Wassalaamu'alykum wr.wb.

YKA


On 12/18/08, mulyanto hakim <mulyant...@gmail.com> wrote:
Dear pak Ganis,
Assalamu'alaiku wr wb.
 
 ......................skipped......................

Rovicky Dwi Putrohari

unread,
Dec 17, 2008, 10:32:29 PM12/17/08
to Musl...@googlegroups.com
Itu asli tulisan Lutfi
Ada di facebooknya jugak kok.
Cuman yg bikin kaget banyak yang memujinya ... mboh apanya yang dipuji :(
Tapi juga tidak kurang-kurang yang menghujatnya.
Kalau mau menumpahkan sumpah serapah ke dia tulis aja balik sampai dia
juga bisa membacanya.
Otherwise, ngomel di milist ini, is useless !!

MUI juga sudah ada fatwa soal faham liberalnya kan ?
Kalau khusus untuk JIL ... addduh PKI aja ngga difatwa sebagai
organisasi, tapi paham komunis yg dilarang. Jangan membuatnya spesial
kalau ingin mengecilkan arti.

RDP

2008/12/18 mulyanto hakim <mulyant...@gmail.com>:

Agus Muji

unread,
Dec 17, 2008, 10:47:14 PM12/17/08
to Musl...@googlegroups.com
Wa'alaykumsalaam wr. wb.,
 
QS67 Al Mulk:29
 
Katakanlah: "Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakkal. Kelak kamu akan mengetahui siapakah dia yang berada dalam kesesatan yang nyata".
 
Say: "He is the Most Gracious (Allâh), in Him we believe, and in Him we put our trust. So you will come to know who is it that is in manifest error."

Semoga Allah memberikan rahmat dan hidayah - Nya kepada kita semua.

syafruddin syaiyar

unread,
Dec 18, 2008, 10:15:32 PM12/18/08
to Musl...@googlegroups.com
Manusia emang beragam, yang atu ini emang masuk katagori ekstrim.. ekstrim pencinta yahudi... Luthfie rasanya seorang yang terpelajar, intelektual  dan kalo ngak salah seorang dosen yang seharusnya punya culture ilmiah yang kental ...
Sebaiknya memang tak usah ditanggapi manusia yang ngak punya nurani ini, tapi membaca tulisannya perutku kok jadi mual.. pingin muntah..Apa sudah sedimikian ngak punya perasaan kah manusia yang satu ini.. 
 
Kagum sih ngak ada salahnya, tapi dibalance sedikit laa dengan fakta yang ada..
Apakah tidak terselip sedikit kesedihan dan perasaan pilu melihat kondisi israel yang menurutnya "sorga" dibanding dengan kondisi muslim palestin yang sangat jompang. Apakah dia ngak tau kenapa ini bisa terjadi.. karena umat islam di rampas semua hak-haknya.. mereka  di injak-injak dengan cara-cara yang sangat-sangat tidak manusiawi.
Dengan melihat kondisi israel yang seperti itu apakah tidak terbersik di nuraninya untuk mempertanyakan dimana letaknya keadilan, kalo kekayaan dan kemajuan dibagun dengan cara merampas dan menindas, menjajah dan membunuh sedemikian banyak nyawa yang tak berdaya ngak peduli itu wanita dan anak-anak....
(Foto-foto dibawah merupakan sebagian kecil momen yang tertangkap kamera yang dapat menceritakan kenapa kondisi umat islam begitu memprihatin kan, ditindas dengan cara cara yang diluar imajinasi kita sebagai manusia yang punya hati.. Saya  kurang yakin kalo  Mr. luthfie ini ngak pernah melihat foto ini). Engkau harusnya malu menulis puja puji seperti itu dengan Rachael Corrie yang mengorbankan nyawanya dilindas bolduser israel mempertahankan keadilan untuk manusia yang tertindas...
 
Statement terakhir dari manusia yang atu ini memang sangat menusuk dan melambangkan kepongahan dari orang bodoh yang merasa pintar/intelek... anak bontot yang dimaksud saya yakin ditujukan buat umat islam... Luthfie bole menagis ditembok ratapan memprotes Tuhan.. Sehebat apapun engkau Luthfie engkau tetap makhluk .. tidak ada hak engkau protes dengan Tuhan..Tuhan Maha Kuasa dan Maha Adil.. Kalau Tuhan berkehendak tiada kekuatan di dunia ini yang dapat menghalangnya ..Sehebat apapun engkau luthfie, yang pasti engkau suatu hari nanti akan menghadap Tuhanmu.. disana nanti kau bole protes dipengadialan yang maha adil..
 
PLEASE READ & PASS ON!
Israeli soldiers passing out candy to the kids

...







Making sure they get to school.





Helping Ladies across the street..







Providing childcare.







Allowing them a place to rest (permanently)








Access to Healthcare.






Construction projects (demolition)









Respecting American and British pacifist resisters (such as American Rachel Corrie)









And others.






And if you are not satisfied, now, with the truth the following pictures are war crimes as defined by the UN, The Hague and the Geneva Convention.


Using images of your enemy dead or alive (violation)






Human shields (violation)






Live Burial Torture (violation)






And as a last res ort, Execution (violation)







These IDF soldiers have faces... I can clearly see them...Cant you? Why are they not being prosecuted? Because it is systematic process that is driven by the government designed to force the people of Palestine into exile so Israel can claim all the land and resources.




 

 
 


PLEASE PASS IT ON TO ALL HUMAN BEINGS WHO HAVE A HEART ....
LET THE WORLD SEE THAT WHICH THE WORLD MEDIA DOES NOT SHOW..


PASS IT ON

PLEASE...... ...


--- On Wed, 17/12/08, ganis supriadi <ganis.s...@gmail.com> wrote:

 

 

Beberapa Catatan dari Israel

 

 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Mohon menggunakan mailist sesuai dengan peruntukannya.
IATMI-KL : IATM...@googlegroups.com
Cerita santai : Guyon...@googlegroups.com
Keagamaan : Musl...@googlegroups.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---



Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!

Machmud Hanafi

unread,
Dec 20, 2008, 12:44:27 PM12/20/08
to Musl...@googlegroups.com
Nggak aneh orang2 berilmu spt. ini yg selalu muji2 /membela Israel, dan pemebelaan ini kan nggak gratis mereka orang bayaran, mereka jual agama dg uang dan mereka tdk pernah puas dg harta.....dan mereka termasuk orang2 yg. sesat.
Orang yang tertimpa ghurur semacam ini, maka hendaknya mengingat ayat-ayat yang menerangkan kepada kita tentang orang-orang yang berilmu tapi bermaksiat. Semacam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي ءَاتَيْنَاهُ ءَايَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ. وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ذَلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing. Jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (Al-A’raf: 175-176)


From: syafruddin syaiyar <syaf...@yahoo.com>
To: Musl...@googlegroups.com
Sent: Friday, December 19, 2008 6:15:32 AM
Subject: [Muslim-KL] Re: Kesombongan pentolan JIL - Luthfie Assyaukanie, setelah berkunjung ke Israel

Novan Hidayat

unread,
Dec 21, 2008, 8:45:11 AM12/21/08
to Musl...@googlegroups.com
 
Dari tulisan pak Luthfie Assyaukanie tsb ada paragraf yg bertuliskan ttg kegemaran orang Israel (baca: Yahudi) yang menanam aneka tanaman di area kediamannya. Sehingga menurutnya nampak asri.
Saya jadi teringat akan hadits Rosululloohi shollalloohu 'alaihi wa sallam, yakni mengabarkan sebuah kondisi di akhir jaman, yakni kondisi di mana ketika orang Yahudi yang dikejar-kejar oleh ummat islam bahkan bebatuan pun tidak dapat dijadikan tempat untuk bersembunyi, kecuali pohon Gorqod.
Ehmmm, bisa jadi mereka sudah menanam pepohonan-pepohonan tersebut. Yang demikian ini terlepas dari issue pemanasan global lho.. :-))
Wallohu'alam.
 
cNbM

2008/12/21 Machmud Hanafi <machm...@yahoo.com>

Abdul Bari HS

unread,
Dec 29, 2008, 7:00:06 PM12/29/08
to Musl...@googlegroups.com, Malay IT-Telecomm, PIP PKS My
Assalamu'alaykum wr wb,
 
Saya dpt info, pagi ini jam 10 pagi akan ada demo besar2an di Kedubes AS - Ampang KL. kumpul di Ampang Park.
 
Silakan bagi yg ingin berpartisipasi.
 
Wassalam,
abdulbari
 

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages