Bung Cahyo
unread,Oct 4, 2009, 9:22:08 PM10/4/09Sign in to reply to author
Sign in to forward
You do not have permission to delete messages in this group
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to Gotong Royong
Jangan kaget siapa saja yang menjadi anggota inti "Freemasonry" dewasa
ini, yang bertujuan melanjutkan cita-cita para Qabalis, yaitu
membangun suatu "Tata Dunia Baru" (Novus Ordo Seclorum), cita-cita
yang telah berusia 4000 tahun, sebagaimana dikumandangkan oleh
presiden Bill Clinton tatkala memasuki Millenium Ketiga. Untuk tahun
2000 mereka ialah
Allaire, Paul Arthur - (Xerox Corp)
Allison, Graham Tillery, Jr. - (Center for National Policy)
Andreas, Dwayne Orville - (Archer Denis Midland Co)
Bartley, Robert Leroy - (Wall Street Journal)
Bergsen, C. Fred - (US Institute for International Development)
Bowie, Robert R. - (Overseas Development Council, Brookings Institute)
Brademas, John - (Texaco)
Brzezinski, Zbigniew - (Center for Strategic and Int'l Studies)
Clinton, Bill - (mantan Presiden A.S.)
Cooper, Richard N. - (Professor di Harvard University)
Corrigan, E. Gerald ) - (Eksekutif Goldman Sachs)
Davis, Lynn E. - (menteri muda luar-negeri A.S.)
Friedman, Stephen James - (Co-chairman Goldman Sachs)
Friedman, Thomas L. - (Kolumnis Sk. The New York Times)
Hesburgh, Theodore Martin - (Rektor University of Notre Dame)
Foley, Thomas Stephen - (anggota US House of Representative)
Gregen, David R. - (asisten khusus presiden Clinton)
Graham, Katharine - (Pimpinan Sk. Washington Post)
Greenberg, Maurice R. - (Wakil Ketua the US Federal Reserve)
Hewitt, William Alexander - (Duta-besar AS di Jamaika)
Holbroke, Richard C. - (Duta-besar keliling A.S.)
Jordan, Vernon Eulion - (Brookings Institute)
Kissinger, Henry Alfred - (mantan Menteri Luar-negeri A.S.)
Lord, Winston - (Asisten Menteri Luar-negeri A.S.)
McCracken, Paul Winston - (Professor di University of Michigan)
McNamara, Robert Strange - (Presiden Bank Dunia)
Mondale, Walter Fritz - (Duta-besar A.S.)
Nye, Joseph S. - (ketua National Intelligence Council)
Ridgway, Rozanne L. - (co-chairman Atlantic Council)
Robinson, Charles W. - (Overseas Development Council, Brookings
Institute)
Rockefeller, David - (Chase Manhattan, Exxon Oil)
Scowcroft, Brent - (mantan asisten presiden di National Security
Council)
Sonnenfeldt, Helmut - (Brookings Institute, Carnegie Endowment)
Whitehead, John C. - (ketua Brookings Institute)
ZoelIick, Robert B. - (Federal National Morgan Associates)
Sebagai anggota inti "Freemasonry", dimana orang-orang itu 90%
mengetahui dan terlibat dalam gerakan membangun "Tata Dunia Baru",
mereka juga menjadi anggota dari Grup Bilderberg, Council Oil Foreign
Relations (CFR), 'American-Israel Research for Administrative
Policies' (AIRAP), dan Trilateral Comission3.
Konspirasi "Freemasonry"
Konspirasi yang dijalankan oleh para tokoh "Freemasonry" sepanjang
sejarahnya bertujuan untuk menguasai dunia, dengan cara :
1. Menggunakan jurus suap dengan uang (money politics, termasuk
dalam pengertian ini bea-siswa), dengan wanita, dan prospek karier,
dalam rangka menggaet tokoh-tokoh yang (potensial) menduduki posisi
tinggi di bidang akademik, politik, ekonomi, sosial, militer, dan lain-
lain. Sasarannya adalah mereka yang, berambisi, yang terpinggirkan,
dan atau, yang tengah terbenam dalam pusaran masalah pribadi, dan
sebagainya.
2. "Freemasonry" bekerja dengan memusatkan pada penguasaan media-
massa cetak, buku-buku, dengan tekanan terutama pada media
elektronika. Jaringan kerja ini berada di bawah pengawasan dan kendali
jaringan media-massa internasional yang dikuasai pemodal Yahudi,
seperti Viacom, Turner, Murdoch, dan lain-lain.Media-massa yang
dikendalikan oleh "Freemasonry" bekerja dengan pola penyajian berita
yang secara sengaja "memelintir" berita, memanipulasi fakta, berita
bohong, dan menggunakan metoda publikasi repetitif secara terus-
menerus untuk membangun opini yang dikehendaki tentang sesuatu topik.
Rancangan Penaklukan Dunia
Judul ini sedemikian fantastis, sehingga nyaris sulit dipercaya
sebagai kebenaran. Namun itulah yang telah terjadi dan tengah
berlangsung. Setelah mengkonsolidasikan cengkeraman atas keuangan
sebagian besar dari negara - negara Eropa pada pertengahan kedua
abad-19, para bankir Yahudi mulai bekerja memperluas lingkungan
pengaruhnya ke ujung-ujung dunia dalam rangka persiapan mereka
melakukan serangan terhadap Amerika Serikat. Pada dasawarsa pertama
abad ke-20 agenda mereka kian nyata dalam rangka mencapai tujuan untuk
mendominasi dunia. Mereka merekayasa serangkaian perang dunia dengan
tujuan untuk mengikis dunia lama untuk membangun suatu “Tata Dunia
Baru”
Rencana ini digariskan oleh Albert Pike dengan sangat rinci. Ia
sendiri tidak lain adalah 'The Souvereign Grand Commander of the
Ancient and Accepted Scottish Rite of Freemasonry', tokoh puncak
“Freemasonry" di Amerika Serikat. Dalam salah satu suratnya kepada
Giuiseppe Mazzini pada tanggal 15 Agustus 1871, Albert Pike
menguraikan rancangan kelompok "Freemasonry" yang kedengarannya nyaris
tidak masuk akal.
freemason logoDalam surat yang ditulis pada penghujung abad ke-19 itu,
Pike menyatakan PD I yang "diagendakan" pada awal abad ke-20 dirancang
untuk menghancurkan Czaris Rusia - dan menempatkan negeri yang luas
itu ke bawah kekuasaan para agen “Freemasonry", Rusia yang baru itu
akan dijadikan "momok" untuk mencapai tujuan-tujuan "Freemasonry" ke
seluruh penjuru dunia.
PD II, dirancang untuk dapat terjadi pada pertengahan abad ke-20
melalui manipulasi terhadap perbedaan yang ada antara kaum nasionalis
Jerman dan politisi Zionis. Hal ini diharapkan akan menghasilkan
perluasan pengaruh Rusia non-Czaris dan berdirinya Negara Israel di
Palestina.
PD III, direncanakan akan dilaksanakan pada awal abad ke-21 yang
bersumber dari berbagai bentuk perbedaan yang menghasilkan kekacauan
dan konflik oleh agen-agen "Freemasonry", antara kaum Zionis dengan
bangsa-bangsa Arab, Konflik itu dircncanakan akan meluas ke seluruh
dunia.
Masih menurut surat Albert Pike yang bertanggal 15 Agustus 1871 itu,
"Freemasonry" merancang melepaskan "kaum Nihilis dan Atheis untuk
memprovokasi suatu pergolakan sosial yang dahsyat, dimana dengan
segala kengeriannya akan diperlihatkan dengan sangat jelas kepada
seluruh dunia pengaruh dari atheisme mutlak, kebuasan, yang akan
menghasilkan pergolakan yang bergelimang darah".
"Kemudian dimana-mana, rakyat akan berhadapan dengan kelompok yang
berniat untuk menghancurkan peradaban, dan mereka dipaksa untuk,
mempertahankan diri menghadapi kelompok minoritas revolusioner.
Sementara itu banyak orang yang merasa tertipu dengan agama Kristen.
Sejak itu ummat manusia kehilangan arah, dan dengan semangat kehendak
untuk berketuhanan, mereka mengidamkan sebuah idealisme, tetapi tidak
tahu kemana memberikan kepasrahan mereka; akhirnya mereka akan
menerima cahaya sejati melalui manifestasi universal doktrin Lucifer
yang sejati, yang akhirnya dimunculkan secara terbuka, suatu
manifestasi yang akan menghasilkan gerakan reaksioner, yang akan
disusul oleh kehancuran agama Kristen dan atheisme, keduanya
dikalahkan dan dimusnahkan pada masa yang bersamaan".
Pada saat Albert Pike menuliskan suratnya di akhir abad ke-19 itu ada
lima ideologi yang berbeda satu dengan lainnya di panggung dunia yang
saling bertentangan dan tengah berjuang untuk memperebutkan
"Liebensraum" masing-masing. Kelima ideologi itu adalah :
1. Ideologi para bankir Yahudi yang berhimpun di dalam organisasi
rahasia "Freemasonry", mereka terdiri dari penguasa keuangan dunia.
2. Ideologi "Pan Slavik" Rusia yang aselinya digagas oleh raja
William yang Agung. Ideologi 'Pan-Slavik' menuntut dihapuskannya
Austria dan Jerman, kemudian harus disusul dengan penaklukan Persia
dan India, yang melahirkan perang antara lnggris dengan Rusia dalam
'the Great Game' pada tahun 1848
3. Ideologi "Asia Timur Raya" digagaskan oleh Jepang. Ideologi ini
menyerukan adanya konfederasi bangsa-bangsa Asia Timur ('Dai Toa no
Senso'), yang dipimpin oleh Jepang, sebagai "Saudara Tua Asia".
4. Ideologi "Pan Jermania" yang mencita-citakan penguasaan politik
Jerman atas benua Eropa, bebas dari supremasi Inggeris di lautan, dan
mengadopsi kebijakan pasar-bebas bagi seluruh dunia.
5. Ideologi "Pan Amerika", atau "Amerika untuk bangsa-bangsa
Amerika". Ideologi ini menyerukan "perdagangan dan persahabatan dengan
semua, tanpa persekutuan". Ideologi ini menegaskan ulang Doktrin
Monroe pada tahun 18234.
Yang terlewatkan oleh Albert Pike adalah ideologi "Pan Islamisme" yang
ada pada masa yang sama, yang bertujuan untuk menghimpun negara-negara
Islam di dunia, yang dikumandangkan oleh Sheikh Jalaludin aI-Afghani.
Jika rencana para bankir Yahudi, atau "Freemasonry" itu berhasil, maka
Rusia, Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat, pada akhirnya akan berada
di bawah kekuasaan "Freemasonry", yang sudah lama merencanakan untuk
menaklukkan dunia. Sebagai Qabalis sejati Albert Pike menyebutnya
rencana itu merupakan suatu karya besar Lucifer yang tidak perlu
peduli untuk mengorbankan nyawa beratus juta ummat manusia dan
menimbulkan kerugian bermilyar-milyar dolar dalam pelaksanaannya.
Beberapa di antara agenda "Freemasonry" itu, seperti PD I dan PD II
telah terjadi. Kalau rancangan itu benar, maka Perang Dunia ke-3,
menurut Albert Pike akan terjadi pada awal abad ke21, dan akan berawal
karena masalah Israel dengan Palestina.
Kekacauan Melahirkan Orde
Rencana yang dirancang oleh "Freemasonry" untuk mencapai tujuan
penalukan dunia oleh kaum Qabalis bukan sekedar khayalan. Sejarah
membuktikan agenda kaum Yahudi itu ternyata telah berhasil terwujud.
Sepanjang garis rencana pencapaian tujuan akhir mereka, agenda itu
diteruskan oleh para bankir Yahudi dan kawan-kawan mereka di seluruh
dunia dengan cara menghimpun kekayaan di bidang usaha perbankan dan
investasi, real estate, dan industri. Sebagaimana akan terlihat pada
implementasinya, rencana itu telah dilaksanakan sedemikian mulusnya
sampai-sampai hal itu mendapatkan tepuk-tangan justeru dari kalangan
yang akan mereka hancurkan. Kaum Qabalis mengatakan, ada tiga jenis
manusia di dunia, yaitu :
1. Mereka yang menjadikan sesuatu itu terjadi
2. Mereka yang mengamati hal itu terjadi, dan
3. Mereka yang terheran-heran tentang apa yang terjadi.
Mayoritas ummat manusia pada umumnya termasuk ke dalam dua kategori
terakhir. Sebagian memiliki "mata untuk melihat" tetapi "tidak mampu
melihat" apa yang tengah berlangsung. Sebagian besar memiliki "telinga
untuk mendengar", tetapi "tidak memahami" apa yang tengah berlangsung.
Lalu dimana kedudukan Indonesia dalam ketiga kategori kaum Qabalis
itu ?
Sasaran “Freemasonry" dan Komite 300
Sasaran pertama "Freemasonry" ialah membangun "Satu Pemerintahan
Dunia" ("E Pluribus Unum"), dan "Tata Dunia Baru" (“Novus Ordo
Seclorum"), dengan cara menyusupi dan menguasai Amerika Serikat dan
dengan itu membangun peradaban Barat-Zionis yang mereka yakini akan
mampu mempersatukan ummat manusia, di bawah satu sistem moneter yang
berada di dalam kendali mereka. Thesis Samuel Huntington tentang 'the
Clash of Civilization' - perbenturan peradaban Barat dengan peradaban
Islam dan Cina -, yang akan menghasilkan keluarnya Barat sebagai
pemenang, sangat besar kemungkinannya diilhami oleh gagasan kaum
Qabalis membangun 'Novus Ordo Seclorum' di atas.
Untuk itu kaum 'Freemasons' dunia mengupayakan untuk menghancurkan
secara tuntas segenap identitas nasional dan kebanggan nasional, yang
merupakan persyaratan yang sangat menentukan, jika konsep "Satu
Pemerintahan Dunia" harus diwujudkan. Perkembangan pada era
globalisasi dewasa ini diarahkan kepada fragmentasi bangsa-bangsa (the
end of nation states) melalui perekayasaan berbagai konflik
berdasarkan identitas etnik, agama, budaya, dan kedaerahan, yang akan
memecah-belah negara-negara nasional yang ada. Agenda itu telah
berhasil diimplementasikan di Uni Sovyet, dan Yugoslavia, tidak
tertutup kemungkinan akan menimpa kawasan Asia Tenggara. Persaingan-
bebas diagendakan dipicu mereka untuk merangsang konflik yang akan
memudahkan bagi kaum Yahudi untuk menguasai sempalan-sempalan negara
menjadi "teritori" mereka.
Sasaran berikutnya adalah membangun kemampuan untuk mengontrol setiap
orang dengan cara "kontrol pemikiran" dengan cara yang disebut oleh
Zbignew Brzezinski "technotronics", penguasaan publik opini dan
pemikiran melalui media-massa, serta suatu gerakan terorisme
internasional, yang bila dibandingkan dengan 'Teror Merah' -nya Felix
Dzerzinhski, membuatnya tidak lebih dari mainan anak -anak semata.
"Freemasonry" harus mampu mengakhiri seluruh industri dan produksi
yang didasarkan pada tenaga-nuklir yang digerakkan oleh listrik, yang
mereka sebut dengan istilah "masyarakat 'zero growth' pasca industri",
terkecuali industri komputer dan pelayanan yang terkait dengannya.
Industri Amerika Serikat yang "kotor" akan diekspor ke negara-negara
seperti Meksiko dimana buruh-murah banyak tersedia. Sebagaimana dapat
disaksikan pada tahun 1993 agenda ini telah mewujud menjadi kenyataan
melalui jalur the North American Free Trade Agreement atau NAFTA.
Mereka yang tidak mendapatkan pekerjaan yang layak di Amerika Serikat,
dalam rangka kehancuran industri itu, akan menjadi pencandu madat
opium-heroin, atau sekedar tercatat dalam statistik dalam rangka
eliminasi "kelebihan penduduk" seperti yang kini dibocorkan dengan
istilah 'Global 2000 , Tidaklah mengherankan bila George W.Bush, Sr.
tatkala menjadl kepala CIA dikenal dengan nama julukan George 'Poppy"
Bush ("poppy" artinya candu), sehubungan konon dengan perannya dalam
perdagangan gelap heroin melalui jaringan CIA di Amerika Tengah ke
seluruh dunia. Serangan ke Afghanistan oleh anaknya George W.Bush, Jr.
bukan saja untuk menguasai simpanan minyak dan gas ketiga terbesar di
dunia yang ada di Cekungan Kaspia, tetapi juga dicurigai untuk
menguasai ladang candu terbesar di dunia yang ada di Afghanistan, yang
kini dihidupkan kembali oleh kelompok Aliansi Utara setelah ladang-
ladang itu dihancurkan oleh Taliban pada tahun 1990-an.
Penghancuran masyarakat dilakukan oleh 'Freemasonry' dengan mendorong,
dan pada akhirnya, melegalisasikan pemakaian madat dan menjadikan
pornografi sebagai suatu "bentuk seni", yang lambat laun akan
diterima, dan pada akhirnya menjadi hal yang jamak di dalam
masyarakat. Dari penelitian yang dilakukan ternyata majalah-majalah
pornografi yang diterbitkan dan tumbuh menjamur di Indonesia didukung
oleh dana dari kelompok bisnis Yahudi.
Untuk mencapai depopulasi di kota-kota besar dilakukan “eksperimen”
seperti yang dijalankan oleh rejim Pol Pot di Kamboja. Menarik untuk
dicatat bahwa rencana Pol Pot yang mengerikan itu justru dirancang di
Amerika Serikat oleh salah seorang periset Club of Rome (salah satu
kelompok terkenal dan berwibawa terhadap pemikiran-pemikiran ekonomi
yang diciptakan dan disponsori oleh orang-orang Yahudi sedunia), dan
eksperimen itu diawasi oleh Thomas Enders, seorang Yahudi pejabat
tinggi di departemen luar-negeri Amerika Serikat. Juga menarik untuk
diamati, bahwa salah satu komite di Club of Rome tengah berusaha
menempatkan kembali tokoh-tokoh pengikut Pol Pot ke panggung kekuasaan
di Kamboja.
Sasaran depopulasi tidak terkecuali juga untuk lndonesia. Pemerintah
Australia pada tahun 1946 berencana untuk mengurangi populasi
Indonesia. Pada Januari 1947, F.G. Shedden, Menteri Pertahanan
Australia saat itu, mengundang Sir Macfarlane Burnet (peraih Nobel
Prize pada tahun 1960 dalam bidang ilmu kedokteran) untuk membicarakan
mengenai masalah ini. Di tahun itu pula dibentuk panitia kecil untuk
Komite Pengembangan Persenjataan dan Peralatan Mutakhir dimana Sir
Mcfarlane ada didalamnya. Pengamat Freemasonry, Jeff Rense, memuat
rencana ini dalam kolom “Population Control" di situs internetnya.
Sangat boleh jadi oknum-oknum Freemason di Departemen Pertahanan
Australia merencanakannya. Bisa juga Sir Mcfarlane sendiri adalah
seorang, Freemasonry, karena orang waras tidak mungkin mempunyai
rencana sejahat ini.
Dalam laporan rahasia di tahun 1947 Sir Macfarlane merekomendasikan
untuk mengembangkan senjata biologi dan kimia dengan sasaran tanaman-
tanaman pertanian dan penyebaran penyakit menular di Indonesia. Dalam
memo Sir Macfarlane kepada Departemen Pertahanan Australia disebutkan
bahwa Australin sebaiknya mengembangkan senjata biologi yang hanya
bekerja efektif di iklim tropis tanpa bisa menyebar ke Australia yang
mempunyai iklim sedang.
freemason logoDisebutkan pula dalam memo tersebut bahwa "Di negara
dengan sanitasi yang rendah pengenalan penyakit asing lewat
pencernaan, contohnya lewat kontaminasi air, akan memulai penyebaran
yang meluas". Ia pula menambahkan bahwa "Memperkenalkan penyakit
kuning dengan perantara nyamuk akan mengakibatkan wabah besar-besaran
sebelum penangkalnya ditemukan". Panitia kecil ini merekomendasikan
bahwa "kemungkinan penyerangan penyediaan makanan Indonesia
menggunakan bahan senjata kimia akan dipelajari oleh kelompok kerja
kecil". Tidak lupa disebutkan bahwa "penggunaannya memberikan
keuntungan yang luar biasa dikarenakan tidak menghancurkan potensi
industri yang ada dan dapat diambil alih dalam keadaan utuh"5.
Segala penelitian dan perkembangan ilmiah harus ditekan, terkecuali
yang dianggap akan memberikan manfaat kepada kepentingan gerakan
"Freemasonry". Sasaran khusus ialah mendorong eksperimen tenaga nuklir
untuk maksud-maksud damai. Secara khusus yang dibenci adalah
eksperimen fusi yang akhir-akhir ini dicemooh dan dilecehkan oleh
"Freemasonry" dan kaki-tangannya di media-massa. Pengembangan obor-
fusi akan menghancurkan konsepsi Freemasonry" mengenai "sumber-suber
daya alam terbatas" secara telak. Suatu obor-fusi bila dilaksanakan
secara benar, akan menciptakan sumber-sumber daya alam yang bukan saja
tak-terbatas, tapi juga belum tersentuh, bahkan dari bahan-bahan yang
sangat biasa. Manfaat penggunaan obor-fusi tidak terhingga, dan akan
memberikan manfaat kepada kemanusiaan sedemikian rupa, hanya saja
pemahaman tentang hal itu masih sayup-sayup.
Sasaran "Freemasonry" juga mencakup agenda untuk mendorong terjadinya
kelaparan dan bencana penyakit di Dunia Ketiga dengan target matinya
tiga milyar manusia di negara-negara berkembang pada tahun 2050, yang
menimpa mereka yang oleh kaum Yahudi disebut sebagai "manusia tak
berguna", dan hal ini akan berdampak dengan “perang terbatas" di
negara-negara maju. 'Komite 300' yang diketuai Cyrus Vance, mantan
menteri luar-negeri Amerika Serikat, ditugasi menulis makalah dengan
inti persoalan bagaimana merealisasikan genosida tersebut. Makalah itu
dikeluarkan dengan judul “Global 2000 Report" serta diterima dan
disetujui untuk dilaksanakan oleh bekas presiden Jim Carter, dan Edwin
Muskie, pada waktu itu menteri luar - negeri Amerika Serikat.
Berdasarkan ketentuan “Global 2000 Report populasi Amerika Serikat
akan diturunkan sebesar 100 juta pada tahun 2050.
Untuk mendemoralisasikan kaum buruh, di negara-negara industri harus
diciptakan pengangguran melalui politik keuangan yang akan
menghasilkan resesi spiralik. Bila lapangan-kerja merosot, sesuai
kebijakan "zero growth pasca-industri" yang diperkenalkan oleh the
Club of Rome, buruh yang mengalami demoralisasi dan kehilangan
semangat kerja akan terperangkap kepada alkohol dan obat-bius. Pemuda
diberi semangat dengan musik rock disertai dengan madat agar
memberontak terhadap status quo yang ada, sekaligus menghancurkan
ikatan satuan keluarga. Dalam hal ini 'Komite 300' menugasi Tavistock
Institute untuk menyiapkan cetak-birunya dengan pengarahan dari
Stanford Research, lembaga riset bergengsi dari Stanford University.
Kerja besar itu diserahkan kepada Prof. Willis Harmon. Karya yang
mereka hasilkan ini terkenal dengan nama "Aquarium Conspirasy".
Untuk mencegah jangan sampai masyarakat dimana-mana mampu menentukan
nasib mereka sendiri, maka perlu diciptakan krisis demi krisis,
kemudian "membina" krisis-krisis tersebut. Keadaan ini akan
menimbulkan kebingungan dan mendemoralisasikan masyarakat sedemikian
rupa, dan akhirnya akan tercipta sikap masa-bodoh dalam ukuran yang
luas. Untuk Amerika Serikat sebuah badan yang diberi nama "Manajemen
Krisis" telah dibentuk. Badan itu diberi nama the Federal Emergency
Management Agency (FEMA) yang dibenluk pada tahun 1980.
Di bidang budaya "Freemasonry" membentuk pusat-pusat kultus baru bagi
kaum muda, seperti grup musik gangster the Rolling Stones (sebuah
kelompok gangster yang banyak disukai oleh kaum bangsawan "hitam"
Eropa), dan semua kelompok rock yang diciptakan oleh Tavistock yang
semula dimulai dengan the Beatles.
"Freemasonry" harus meneruskan membangun paham fundamentalisme Kristen
yang telah dimulai oleh seorang pelayan British East India Company
bernama Darby pada abad ke-18, yang di kemudian hari disalah-gunakan
untuk memperkuat negara Zionis Israel. Caranya ialah membuat mereka
mengidentifikasikan dirinya sebagai bagian dari budaya Yahudi dengan
cara berpikir Yahudi, melalui penekanan ajaran mereka pada Kitab
Perjanjian Lama. Usaha itu harus diikuti dengan memberikan sumbangan
uang dalam jumlalh yang substansial untuk membuat mereka itu menyangka
tindakan mereka itu sebagai ibadah untuk memperluas agama Kristen.
"Freemasonry" juga harus menekan penyebaran agama Islam, Sikhs, dan
lain-lain. Untuk itu harus dapat diciptakan iklim yang akan mendorong
perang terhadap negara-negara Islam yang mendukung gerakan
fundamentalisme Islam, seraya melakukan sekularisasi Islam melalui
kaum intelektual mereka yang dididik di Barat.
Sasaran selanjutnya adalah mengekspor gagasan "theologi pembebasan" ke
seluruh muka bumi dengan tujuan merusak agama yang ada, terutama agama
Kristen. Sasaran ini dimulai dengan "Teologi Pembebasan" melalui Ordo
Jesuit Katolik. Ordo Jesuit dipilih karena peran mereka yang kuat di
bidang pemikiran dan kegiatan politik. Sebagai contoh, salah satu
organisasi yang .dikendalikan oleh "Freemasonry" yang terlibat dalam
kegiatan yang disebut sebagai "theologi pembebasan" itu adalah
organisasi Missionary Mary Knoll yang berorientasi komunis. Gerakan
ini mulai mendapat perhatian sebagai akibat terbunuhnya konon empat
orang “sisters” dari Missionary Mary Knoll yang mendapatkan liputan
yang luas dari media-massa. Keempat orang "sisters" itu sebenarnya
adalah agen-agen subversif komunis yang telah lama diikuti oleh
pemerintah El Salvador. Pers dan media-massa Amerika yang dikuasai
oleh pemodal Yahudi menolak memberi ruang atau liputan kepada berkas-
berkas dokumen yang dimiliki pemerintah El Salvador, yang membuktikan
pekerjaan apa sesungguhnya yang dilakukan oleh keempat "sisters"
tersebut. Missionary Mary Knoll menjalankan tugas di banyak negara,
dan menduduki peran penting dalam penyebaran paham komunis ke
Rhodesia, Mozambique, Angola, dan Afrika Selatan. Gerakan "theologi
pembebasan" Ordo Jesuit di berbagai negara harus diacu untuk
menyebarkan paham "demokrasi sosial", suatu versi komunis baru.
Sasaran berikutnya adalah untuk menimbulkan kekacauan ekonomi dunia
secara total, dan dengan itu menyertakan kekacauan politik dunia
secara total pula. Untuk itu "Freemasonry" perlu mengambil alih
kontrol atas kebijakan luar-negeri Amerika Serikat.
"Freemasonry" memberikan dukungan penuh kepada lembaga supra-nasional
seperti PBB, IMF, World Bank, the Bank of International Settlements,
Mahkamah Dunia, dan sejauh mungkin membuat lembaga lokal tidak lagi
berfungsi efektif, dengan cara berangsur-angsur melangkahi mereka,
atau membawa persoalan mereka ke bawah mantel PBB.
Gerakan "Freemasonry" merasa perlu menginfiltrasi semua pemerintahan
yang ada di dunia, dan dari dalam bekerja untuk menghancurkan
integritas kedaulatan negara yang bersangkutan. "Freemasonry" harus
mampu menghancurkan sistem pendidikan nasional dimana pun secara
tuntas.