Bung Cahyo
unread,Oct 2, 2009, 9:29:30 PM10/2/09Sign in to reply to author
Sign in to forward
You do not have permission to delete messages in this group
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to Gotong Royong
Seruan ini disampaikan Muhammad Al Al Khathath, Sekretaris Jenderal
Forum Umat Islam (FUI), saat semiloka “Jaringan Yahudi di Indonesia”
di Cikini, Jakarta kemarin. Tapi siapa sebenarnya Immanuel Shahaf?
Menurut Muhammad Al Al Khathath, Immanuel Shahaf adalah Kepala Kantor
Dagang Israel di Indonesia. “Immanuel Shahaf juga sering menulis
artikel di harian The Jakarta Post,” kata Al Khathath.
Keberadaan kantor dagang Israel ini merupakan kerja sama tertutup
antardua negara yang mulai terendus. Namun, sampai saat ini alamat
kantor tersebut belum diketahui di mana lokasinya. Untuk itu, kata Al
Khathath, ia menyerukan kepada umat Islam agar melaporkan bila melihat
Immanuel Shahaf.
Belum lama ini, orang yang disebut-sebut Khatath itu juga menulis di
beberapa media Amerika dan diwawancari beberapa media Israel seputar
rencanya memprioritaskan perdagangan dengan Indonesia.
KH. Cholil Ridwan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, yang
hadir sebagai pembicara pada semiloka tersebut mengatakan bahwa Yahudi
atau Israel adalah musuh umat Islam. Ia mengutip ayat 82 dalam surat
Al Maidah yang menyebutkan bahwa Yahudi sangat keras permusuhan
terhadap umat Islam.
Maka, lanjut Cholil, bila kantor dagang Israel dibuka di Indonesia,
itu sama halnya mengubah status musuh menjadi teman.
Selain Cholil hadir pula sebagai pembicara Indra Adil, Yahudilog dan
penulis buku “The Lady Di” Conspirasi (Misteri Di balik Tragedi Pont
Del'Alma), dan Munarman, SH, Kuasa Hukum FUI.
Indra Adil mengatakan bahwa sejak dulu agen freemason sudah banyak
bertebaran di Indonesia. Raden Saleh adalah freemason pertama di
Indonesia. Bahkan, kata Indra, gedung yang sekarang dijadikan kantor
Bappenas dulunya bekas kantor perwakilan freemason di Indonesia.
Selain itu, data dari Munarman menyebutkan bahwa banyak tokoh-tokoh
nasional terdahulu yang merupakan agen freemason. Ia menyebutkan nama
Raden Adipati Tirto Koesowo, mantan Ketua Boedi Oetomo dan Bupati
Karanganyar.
“Sebagaian besar dari mereka adalah orang-orang keraton,” ungkap
Munarman.
Sekarang ini, kata Munarman, banyak juga tokoh nasional yang jadi agen
freemason. Munarman menyebutkan mereka sebagai kelompok komprador atau
mafia Berkeley. Data-data ini Munarman peroleh dari sebuah buku yang
ditulis seorang freemason untuk kalangan terbatas.
Itu sebabnya Munarman mencurigai keberadaan kantor dagang Israel di
Indonesia merupakan hasil lobi-lobi yang dilakukan oleh mereka.
Sebelumnya, Ketua Technology Asia Counsulting, yang juga pendiri dan
Ketua Kamar Dagang Israel untuk Indonesia, Emanuel Shahaf menjelaskan,
pihak Israel sedang membangun langkah-langkah strategis bekerjasama
dengan pihak Indonesia.
Hanya saja, karena masalah hubungan antara Israel dan Indonesia ini
masih sensitif, pihaknya akan berusaha tak terlalu terbuka di
Indonesia.
“Di Israel, kita ingin melakukan hubungan ini secara terbuka. Tetapi
di Indonesia, di mana tidak ada Kamar Dagang Indonesia-Israel, atau
yang semisalnya di Jakarta, kami sebisa mungkin akan membatasi diri,
sehingga tidak membuat masalah,” ujar Emanuel Shahaf, beberapa saat
setelah munculnya isu delegasi Israel yang datang ke Jakarta.
Dalam wawancaranya bersama Yehonathan Tommer dan Rebecca Zeffert,
Emanuel juga mengatakan, banyak hal rencana kerjasama dengan pihak
Indonesia. Di antaranya sedang memprioritaskan bidang pertanian dan
mengusahakan pengusaha Israel mengadakan pameran di Indonesia.
“Kamar Dagang yang baru dibentuk itu merupakan bagian dari Kamar
Dagang Israel-Asia, yang menyatukan kepentingan bisnis Israel dengan
kepentingan dagang Indonesia,” tambahnya.
“Kami akan berusaha untuk mendorong perusahaan-perusahaan Israel agar
berpartisipasi dalam pameran di Jakarta melalui perusahaan-perusahaan
Indonesia dan di bawah payung mereka. Semua perusahaan besar di
Indonesia memiliki kantor di ibu kota, yang merupakan pusat bisnis di
Indonesia. Indonesia yang akan memberikan layanan, dengan teknologi
berasal dari Israel. Kami tidak akan membuat stand Israel guna menjaga
untuk tetap tidak menonjolkan diri. Para pembeli akan mengetahui
tentang partisipasi Israel, tetapi tidak akan dibeberkan secara luas
ke publik,” ujar Emanuel.
Dalam wawancaranya, Emanuel juga mengatakan, salah satu jalan mudah
merekatkan hubungan Israel dan Indonesia akibat tak adanya hubungan
diplomatik, adalah melalui hubungan dagang.
“Dan karena tidak ada hubungan diplomatik, maka jalan alternatif harus
digunakan untuk membangun hubungan di antara kedua negara—perdagangan
merupakan pilihan yang paling tepat,” katanya.
Emanuel juga menyebut, hubungan beberapa perusahaan rokok Indonesia
yang sudah resmi bekerjasama dengan Israel.
“Ini merupakan masalah rumit. Saya bisa menyebutkan Sampoerna, salah
satu konglomerat terbesar di Indonesia, yang namanya telah disebut
sebelumnya sehingga saya dapat bebas untuk berbicara tentang hal ini.
Sampoerna memiliki perwakilan di Tel Aviv melalui kejasamanya dengan
Harel Insurance Co, di mana ia memiliki sepuluh persen saham. Saya
tidak tahu tentang kehadiran perusahaan-perusahaan Indonesia lainnya
di Israel. Tetapi jika ada, mereka mungkin beroperasi melalui
perwakilan sementara di Israel. Mereka pastinya akan tetap tidak
menonjolkan diri,” katanya.