Pak Hadi,
Pelajaran Teori transistor mulai diajarkan pada kelas 1 semester2 satu bulan terahir,
namun itu baru pengenalan mulai dari bahan, konstruksi bangun, hingga sekedar karakteristik.
Untuk Pembahasan lebih dalam adalah pada semester 3,4,5,dan 6, artinya pada semua
semester selalu ada pembahasan transistor ( teori dan Praktek ), bedanya transistor
sebagai ini atau itu atau sesuai teori yang bersangkutan, namun untuk praktek pengujian
dan pengukuran transistor dilaksanakan pada semester 3 ( kelas 2 ) itupun tidak secara
khusus lagi tetapi hanya selipan pada sift tertentu yang berhubungan, karena praktek
pengukuran / pengujian transistor ini tidak terlalu sulit.
Meski satu kelas, itulah ciri-ciri siswa kita, ada yang cepat ngerti ada yang lambat, dan
yang
paling cilaka ada juga yang tidak ngerti sama sekali dan lebih gawat lagi masih ada siswa
kita yang belum tahu cara membaca nilai warna Resistor, menghitung 1/2 + 1/3 atau
1 dibagi 1/2, dan yang paling super Gawat, masih banyak siswa kita yang belum lancar
membaca dan menulis, artinya cara menulisnya masih mengeja dan tulisannya tidak terbaca.
Nah, SIAPAKAH YANG SALAH ? he he he ( maaf, dilarang bela diri, menganalisa? monggo.. )
Dari survey yang pernah saya lakukan kesekolah-sekolah lain, ternyata keadaan siswanya
tidak berbeda dengan Strada.
Pak Hadi, disaat HUT Strada yang lalu banyak para alumni yang berkomentar seputar
kemerosotan mutu setiap jurusan, sorotan itu akhirnya mengarah kepada para pendidik yang
ada sekarang, sebenarnya kuping saya bengkak mendengarnya, tetapi apa mau dikata
fakta membuktikan mutu siswa lulusan sekarang memang rendah, sayangnya daripada
menyelidiki apa penyebab
kemerosotan ini rekan alumni secara umum lebih senang
menjatuhkan Vonnis bahwa inilah yang salah, fasilitas itulah yang kurang dll dll dll
tidak satupun menyadari perubahan jaman dan fenomena yang terjadi, sehingga saat itu
saya hanya senyum-senyum saja namun dalam hati saya "Seandainya kalian yang jadi
guru seperti saya dimasa sekarang anda baru mengerti" yah paling jawaban kalian hanya
satu huruf, yaitu O?? .......
Pak Dar dan pak Tarno adalah guru paling senior di Strada, artinya beliau adalah guru
sepanjang masa ( dahulu dan sekarang ), pertanyaan, mengapa beliau mampu mendidik
para siswanya jadi pintar puluhan tahun yang lalu? dan mengapa sekarang tidak mampu?
Untuk lebih jelasnya cobalah ngobrol dengan pak Dar tentang bahasan kita ini, pasti seru he he he...
Enam puluh persen guru / Insruktur sekarang adalah orang lama, lebih kurang masa kerja 14 tahun
artinya guru /instruktur yang 60% ini sudah pernah
meluluskan siswa-siswi yang kompeten dan
berhasil pada usaha masing-masing, nah mengapa sekarang hasil didikannya semakin merosot?
menjawab ini agak panjang, dan yang paling disayangkan, ternyata pemerintah bahkan
para tokoh lembaga Strada pun tidak dapat secara jelas membaca permasalahan yang
terjadi, semua hanya terfokus pada : administrasi, keuangan, fasilitas, keuntungan lembaga
(kekuatan lembaga katanya), dll dan tidak satupun yang memikirkan "Ada apa yang
dirasakan dan di alami para siswa" Apa problem mereka sehingga sulit memahami pelajaran?
Untuk lebih kumplit nantilah kita bahas dilain hari, sebenarnya saya sangat senang pak Hadi
menanyakan ini dimilis kita agar para siswa dapat mendengar, sayangnya terlalu panjang bila
saya bahas disini, yang jelas para siswa E ingat atau tidak ingat, permasalahan ini pernah saya
bahas
langsung pada mereka di kelas, sebab sumber penyakit utama adalah dari siswa itu
sendiri, lingkungan, pengajar, keluarga dan banyak lagi ....faktor-faktor perusak.....................
"Guru yang baik adalah apabila mampu mendidik siswa yang bodoh jadi pintar", sebab kalau siswa yang sudah pintar tidak perlu didik lagi,
biarlah dia belajar sendiri, inilah pegangan kita setiap mengajar....
Namun siswa yang diterima di Strada, wadduh ngga kira-kira....dari yang masih belajar baca dan tulis hingga yang belajar ngomong selama
hidupnya bahkan ada juga yang selalu salah setiap mengancing kemejanya. ( mudah-mudahan mengerti maksud saya ), Kalau di sadari,
Tugas guru di masa sekarang sangat berat, ilmu keguruan model jaman dulu tidak terpake untuk generasi sekarang, artinya guru harus Up grade
diri untuk berbagai ilmu dan pengajaran......